Anda di halaman 1dari 27

1. Apa hub.

suami yang perokok dan minum alcohol dgn istri yang belum
hamil stlh 4 thn menikah?
Rokok : Penjelasan mengenai bagaimana rokok dapat menimbulkan disfungsi ereksi
adalah sebagai sebagai berikut. rokok mengandung nikotin, suatu zat yang berbahaya bagi
tubuh manusia. Menkonsumsi nikotin dalam jangka waktu yang lama dapat
mengakibatkan kerusakan pembuluh darah perifer (pembuluh darah tepi).
Kerusakan ini dapat berupa penyempitan yang disebabkan oleh pengerasan dinding
dan/ atau sumbatan pada pembuluh darah tersebut (arteriosklerosis).
Semakin tinggi kadar nikotin dalam rokok semakin parah kerusakan yang mungkin
ditimbulkan. Kerusakan pembuluh darah ini tentu akan mengurangi aliran darah ke penis
dan mengakibatkan penis tidak sehat, yang akhirnya menyebabkan disfungsi ereksi.
Namun, penelitian-penelitian yang telah dilakukan juga membuktikan bahwa jika
kerusakan pembuluh darah tidak parah, maka penghentian merokok dapat kembali
memulihkan fungsi ereksi ke kondisi normal.
Rokok dan infertilitas pada pria
Penelitian tentang rokok dan fertilitas telah banyak dilakukan baik didalam negeri
maupun diluar negeri. Bagian yang diteliti pun bermacam-macam, mulai dari zat aktif
dalam rokok tersebut hingga efek yang ditimbulkan dalam jangka waktu ke depan yang
cukup lama dari kebiasaan mengkonsumsi rokok.
Sebuah penelitian oleh Saleh (2002) tentang efek merokok terhadap tingkat seminal
oxidative stress pada pria yang mengalami infertil berhasil membuktikan bahwa
merokok memiliki efek yang merugikan terhadap kualitas sperma, terutama konsentrasi
sperma, motilitas, dan morfologi. Selanjutnya, parental smoking juga berdampak pada
peningkatan persentase spermatozoa dengan kerusakan DNA yang signifikan dan
resiko tinggi pada kelahiran cacat serta kanker pada keturunannya . Penelitian
tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara merokok dengan gangguan fungsi
reproduksi dicurigai karena asaprokok yang terhirup yang memiliki kandungan seperti
nikotin, karbon monoksida, kadmium, dan komponen lain yang mutagen. Hasil studi
menunjukkan terdapat peningkatan level dari seminal oxidative stress. Dimana terjadi
peningkatan infiltrasi leukosit dalam cairan semen. Infiltrasi leukosit tersebut di
induksi oleh metabolit pada rokok yang menyebabkan terjadinya reaksi inflamasi
pada traktus genitalia laki-laki dengan pelepasan mediator inflamasi seperti
interleukin-6 dan interleukin-8. Adanya leukosit ini meningkatkan aktivitas
fagositik terhadap sperma yang rusak. Selain itu, terdapat peningkatan level 8-
hydroxydeoxyguanosine pada perokok, penanda biokimia dari kerusakan oksidatif
DNA sperma, yang menyebabkan terjadinya kerusakan DNA pada sperma.
Spermatozoa tersebut mengalami kelainan struktur kromatin berupa single/double-
strand DNA breaks

(Hanifa Wiknjosastro.Ilmu Kandungan.Jakarta:2007,.)
Alkohol :
Alkohol jika dikonsumsi mempunyai efek toksik pada tubuh baik secara
langsung
maupun tidak langsung (Panjaitan, 2003). Penelitian yang dilakukan (Foa et al.,
2006) menyebutkan bahwa etanol berpengaruh pada beberapa metabolisme
organ dan jaringan tubuh, termasuk organ reproduksi pria berupa keterlambatan
pubertas, atrofi testis, disfungsi ereksi, ginekomastia, gangguan proses
spermatogenesis hingga infertilitas. Selanjutnya konsumsi alkohol pada pria
dapat menyebabkan disfungsi ereksi, infertilitas, dan yang tak kalah pentingnya
bersifat mengurangi ciri-ciri seksual sekunder pria. Alkohol dapat merusak sel
Leydig di dalam testis, dan produksi sekresi hormon testosteron dan terjadinya
feminisasi (Emanuele, 1998; Panjaitan, 2003).

Alkohol dapat merusak sel Leydig sehingga menurunkan kadar
testosteron intratestikular. Testosteron berfungsi dalam proses
pematangan sperma pada spermatogenesis, selain itu alkohol dapat
juga menurunkan Luteinizing Hormon (LH) dan Follicle Stimulating
Hormon
(FSH) (Emanuele dan Nicholas, 1998). LH berfungsi menstimulasi
sel Leydig untuk menghasilkan testosteron sedangkan FSH dapat
mempengaruhi sel Sertoli untuk membentuk androgen binding protein
(ABP) yang berfungsi untuk mengikat testosteron intratestikular yang
dihasilkan sel Leydig (Foa et al., 2006) .
pemberian alkohol pada hewan percobaan diketahui dapat
menurunkan
konsentrasi hormon steroid, menghambat ovulasi dan mengganggu
transportasisel sperma sampai ke tuba falopi. Pemberian alkohol pada
tikus dan monyet menurunkan berat ovarium dan menyebabkan
amenorhoe (Jensen et al., 1998). Rees (1993) melaporkan bahwa
pemberian etanol dengan dosis 5 - 6% pada tikus menyebabkan
penekanan pada kadar testosteron dalam darah dan penyusutan testis
(atrofi testis) (Emanuelle, 1998).

Rokok
kurangi kualitas dan kuantitas sperma
Kurangi kemampuan sperma penetrasi ke ovum
Infertilitasbsa dr pihak pria maupun wanita
Alkohol suhu badan lbh tinggi,norml suhu dibentuk pad suhu2-
4 derajat dibawah suhu tubuh,sehingga mempengaruhi
spermatogenesis
Pengaruh rokok thdp istridpt kurangi kesuburan
NIKOTIN
vasokontriksi vaskuler
memudahkan plaq menempel di
vaskulerarteriosklerosisdi penisgang. ereksi
penis(disfungsi ereksi)
RokokPRODUKSI TESTOSTERON MENURUN
RokokROSpenurunan testosterone,gang
ROKOK pada cewekkentalkan lendIr serviks
Alkohol
etanoltoksik thdp tubuh5-6 % hambat GnRH
menurunkan berat vesikula seminalissperma
kurang nutrisi
hambat pembentukan asam nukleat dan
nukleosidaganggu spermatogenesis

2. Apa hub. Pekerjaan suami dan istri dgn istri yang belum hamil stlh 4
thn menikah?

Hormon stress yang terlalu banyak keluar dan lama akan
mengakibatkan rangsangan yang berlebihan pada jantung dan
melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kelebihan hormon stres juga
dapat mengganggu keseimbangan hormon, sistem reproduksi ataupun
kesuburan. Pernyataan ini seperti dikemukakan oleh Mark Saver pada
penelitiannya tahun 1995, mengenai Psychomatic Medicine yang
menjelaskan bahwa wanita dengan riwayat tekanan jiwa kecil
kemungkinan untuk hamil dibandingkan dengan wanita yang tidak
mengalaminya.
Hal ini terjadi karena wanita tersebut mengalami ketidakseimbangan
hormon (hormon estrogen). Kelebihan hormon estrogen akan
memberikan sinyal kepada hormon progesteron untuk tidak
berproduksi lagi karena kebutuhannya sudah mencukupi. Akibatnya
akan terjadi kekurangan hormon progesteron yang berpengaruh
terhadap proses terjadinya ovulasi (Kasdu, 2001 : 72).

Sibuk stressfight or flight> kortisolgangguan
hypothalamus-hipofisis-gonad
Stresskortisolhiperprolaktinemiainhibisi FSH dan
LHOVULASI terganggu sulit hamil

Stres dan kesuburan

Masalah stres adalah salah satu faktor terbesar yang membuat wanita sulit hamil.
Masalahnya, stres adalah sebuah kondisi yang sulit dihindari apalagi bagi wanita
yang hidup di kota besar yang sarat dengan kepentingan dan konflik dengan orang
lain. Stres adalah fakta yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan.
Wanita yang hidup dengan stres akan menghasilkan banyak hormon seperti kortisol
dan prolaktin yang secara aktif mengganggu dan bahkan menghentikan ovulasi. Stres
menciptakan kondisi mental hadapi atau tinggalkan yang memicu diproduksinya
hormon adrenalin dan hormon penting lainnya yang digunakan tubuh untuk survive.

Jika hal ini terjadi dalam jangka panjang maka sistem kekebalan tubuh akan menurun
dan energi akan habis. Dalam kondisi seperti itu, tubuh secara otomatis akan
mencegah pelepasan energi secara berlerbihan termasuk mempersulit dirinya untuk
hamil karena kehamilan dalam kondisi stres akan membahayakan fungsi tubuh
secara keseluruhan.
Impairs follicle health and development. Stress reduces the
secretion of estrogen from the follicle which reduces the
thickness of the endometrium and the fertile mucous
Reduces the secretion of progesterone from the corpus luteum
in the luteal phase, and thus affects implantation. Stress can
cause luteal phase defects.
Affects the surge of luteinizing hormone (LH) from the pituitary
gland which is responsible for stimulating ovulation.
Increases prolactin secretion by the pituitary gland, which
inhibits ovarian function
Affects the part of the immune system responsible for
preventing miscarriage in early pregnancy
Negatively impacts many other health concerns which may
impair fertility, such as thyroid health, autoimmune conditions,
allergic conditions, pcos, endometriosis, and gastrointestinal
concerns
Stress and Fertility: What happens in the body during stress?
During stress, the adrenal glands which sit on top of the kidneys
are stimulated to produce stress hormones including cortisol and
adrenalin. This process happens due to a mechanism which
begins in the brain, specifically, in the hypothalamus. Activation
of the sympathetic nervous system (the flight or fight aspect of
the nervous system) occurs. The hypothalamus, pituitary gland,
and adrenal gland work together through feedback mechanisms
to perceive stressors in the environment and produce stress
hormones that enhance survival in challenging times. Though
these hormones allow our bodies to successfully overcome
major stresses and threats, they are often counterproductive
when trying to conceive.
Stress and Fertility: How stress is related to early miscarriage
It has also been more
recently discovered that adequate progesterone levels are
required for immune tolerance during early pregnancy. There
are significant changes which occur in the immune system during
early pregnancy to prevent the mothers immune system from
rejecting the newly implanted embryo. The effect of stress on
progesterone levels can interfere with this natural immune
process, leading to early pregnancy loss. A 1995 study found
that women who had significant work related stresses were
more likely to have experience miscarriages. This was especially
significant in women over 32, and in women carrying their first
child. Elevated urinary cortisol (a marker of stress) has been
found in several studies to be associated with a higher rate of
miscarriage.
Stress and Fertility: Effects on IVF and ART
A 2005 study found that women who had lower adrenaline
levels at the day of retrieval and lower adrenaline levels at the
day of transfer had a higher success rate in IVF cycles. A study
on Swedish women undergoing IVF found that those who did not
conceive had an overall higher level of stress hormones including
prolactin and cortisol in the luteal phase of their cycles,
indicating that stress negatively affects implantation. An Italian
study in 1996 showed that women who were more vulnerable to
stress had a poorer result in IVF.
References
1. Arck P, Hansen PJ, Jericevic BM, Piccinni MP, Szekeres-Bartho J.
Progesterone during pregnancy: endocrine-immune cross talk in
mammalian species and the role of stress. Am J Reprod Immunol
2007;58:268-79.
2. Csemiczky et al. The influence of stress and state anxiety on the
outcome of IVF-treatment: Psychological and endocrinological
assessment of Swedish women entering IVF-treatment. Acta
Obstetricia et Gynecologica Scandinavica Volume 79 Issue 2: 113 118
Dec 2001.
3. Facchinetti et al. An increased vulnerability to stress is associated with
a poor outcome of in vitro fertilization-embryo transfer treatment.
Fertility and Sterility Volume 67, Issue 2, February 1997, Pages 309-314
4. Magiakou MA, Mastorakos G, Webster E, Chrousos GP. The
hypothalamic-pituitary-adrenal axis and the female reproductive
system. Ann NY Acad Sci 1997;816:42-56.
5. Nepomnaschy PA, Welch K, McConnell DS, Strassman BI, England BG.
Stress and female reproductive function: a study of daily variations in
cortisol, gonadotrophins, and gonadal steroids in a rural Mayan
population. Am J Human Biol 2004;16:523-32.
6. Smeenk et al. Stress and outcome success in IVF: the role of self-
reports and endocrine variables Human Reproduction 2005 20(4):991-
996
7. Wagenmaker et al. Cortisol Interferes with the Estradiol-Induced Surge
of Luteinizing Hormone in the Ewe. Biology of Reproduction March 1,
2009 vol. 80 no. 3 458-463.

3. Apa hub. BMI dgn infertilitas?
Obesitas sebabkan disfungsi ovulasi
Disfungsi ovulasi merupakan gangguan keseimbangan hormon tubuh yang menyebabkan
obesitas pada pria dan wanita obesitas. Ketidakteraturan tingkat hormon seperti androgen,
estrogen, dan progesteron benar-benar dapat mengubah siklus menstruasi wanita. Padahal,
tingkat optimal hormon ini sangat penting untuk kehamilan.
Timbunan lemak di ovarium juga dapat mengganggu perkembangan embrio dan
mengakibatkan keguguran," jelas Dr Abhay Agrawal, ahli bedah dan pengontrol obesitas.

Obesitas dan sindrom ovarium polikistik
Penyebab utama masalah kesuburan pada wanita dikenal sebagai sindrom ovarium
polikistik (PCOS), dimana sejumlah besar kista kecil muncul di ovarium sebagai akibat dari
ketidakseimbangan hormon.
Gangguan dalam ovulasi wanita dan siklus menstruasi sebagai akibat dari kenaikan berat
badan tidak sehat berdampak negatif terhadap sistem reproduksi serta menyebabkan
kesulitan hamil, jelas ahli kesehatan Dr Manish Motwani.
Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup seperti kebiasaan makan yang disiplin, tingkat
peningkatan aktivitas fisik sehari-hari, dan olahraga teratur sangat penting untuk menjaga
berat badan yang sehat.
Sementara ini, cara konvensional penurunan berat badan dapat bekerja dengan baik untuk
individu obesitas. Namun pada orang yang mengidap obesitas tak sehatorang dengan
indeks massa tubuh lebih besar dari 37,5kg/meter berat badanhampir mustahil untuk
menurunkan berat badan melalui diet dan olahraga saja.
Hasil obesitas tak sehat mengalami perubahan permanen dalam metabolisme. Karenanya,
kini dianggap sebagai gangguan medis yang memerlukan pengobatan klinis melalui operasi
penurunan bariatrik. Bedah bariatrik telah diterima sebagai solusi paling efektif untuk
mencapai penurunan berat badan berkelanjutan pada pasien obesitas tak sehat.

Produksi sperma rendah, disfungsi ereksi, dan obesitas
Kasus-kasus infertilitas yang disebabkan obesitas tidak saja memberikan dampak buruk
bagi wanita. Pada pria terdapat hubungan kuat antara berat badan meningkat dengan
rendahnya produksi sperma serta disfungsi ereksi.
"Obesitas sangat terkait dengan kemandulan pada pria. Sel-sel lemak memroduksi estrogen.
Dan laki-laki dengan sel lemak berlebih, lebih banyak menghasilkan estrogen dibandingkan
pria dengan berat badan normal. Jadi salah satu penyebab paling umum kemandulan pria
adalah produksi sperma yang abnormal," ujar Dr Motwani.
Obesitas sendiri adalah akar penyebab komplikasi medis. Oleh karena itu, pengobatan untuk
infertilitas terkait obesitas pada pria dan wanita harus mencakup pendekatan yang
difokuskan pada mengobati obesitas itu sendiri.
Faktor genetik yang menyebabkan obesitas mungkin di luar kendali, tapi memodifikasi gaya
hidup berperan penting dalam mempertahankan berat badan yang sehat dan meningkatkan
kualitas hidup seseorang.
Obesity in men is associated with reduced blood testosterone levels, this reduction being
proportional to the degree of obesity (e.g. Tchernof et al. 1995; Gouldet al.
2007; Nielsen et al. 2007). In addition, there may be an increase in circulating oestradiol
levels, leading to an altered testosterone : oestradiol ratio (Hammoud et al. 2006, 2008).
As such patients often show reduced blood levels of LH (and FSH), when an increase might
be expected in the face of reduced testosterone levels, one interpretation is that there is
decreased intratesticular testosterone levels and thus reduced androgen drive to
spermatogenesis. The best evidence supporting this interpretation is that suppression of
oestradiol levels in obese men using aromatase inhibitors normalizes the testosterone :
oestradiol ratio and improves semen quality (Raman & Schlegel 2002), and there are
similar results for oligozoospermic dogs (Kawakami et al. 2004).
However, there may also be intratesticular effects that are unrelated to altered
gonadotrophin levels because the reduction in inhibin B levels in obese men is
disproportionately larger than the change in FSH levels, suggesting there may be direct
effects of the increased obesity on Sertoli function (Jensen et al. 2004a,b; Winterset al.
2006; Hammoud et al. 2008). Alternatively, it could indicate reduced Sertoli cell number in
obese (young) men (Winters et al. 2006). The latter is a far more serious possibility as
reduced Sertoli cell number would permanently lower sperm counts as discussed earlier; it
is unclear how, or when, obesity would lead to a reduction in Sertoli cell number.
Another explanation for reduced spermatogenesis in obese men could be
deposition of fat around the scrotal blood vessels, leading to impaired blood cooling and
elevated testicular temperature (Shafik & Olfat 1981); the more sedentary life of obese
men would probably exacerbate any temperature increase. Another potential argument to
explain reduced sperm counts in obese men is that they accumulate increased amounts of
toxicants in their adipose tissue because many of the persistent ECs are lipophilic
(Pelletier et al. 2002; Hammoud et al. 2008), although present evidence does not support
this idea (Magnusdottir et al. 2005). Nevertheless, considering the high prevalence of
obesity among young men today and the equally high prevalence of low sperm counts, it is
possible that the obesity epidemic may be having an impact on spermatogenesis among
young men, and it may also render such individuals more susceptible to damaging effects by
other lifestyle or environmental exposures. For certain, obesity looks set to play an
important role in determining the hormonal and fertility profile of Western men over the
coming decades (Jensen et al. 2004a,b; Nielsen et al. 2007).

Suami dan istri overweight
OVW turunkan leptin gang. pengaturan sinyal kenyang dan
peengaturan energy di hipotalamus pengaruhi hipotalamus
Leptin jga pnya reseptor di ovariumleptin turuninhibitor
oogenesis
LEPTIN dr lemak harusnya pd org gemuk leptin meningkat tp kok leptin
menurun?
Codeposit lemak di perutmenurunkan testosterone
meningkatkan esterogenganggu spermatogenesis
Cedeposit lemak di perutmeningkatkan andogenganggu
oogenesis
CEUNDERWEIGHTtdk pnya lemak untuk disintesis dr
estradiolgang. Ovulasi dan penebalan endometrium
4. Adakah hub. Riwayat konsumsi pil KB dgn infertilitas?
KB suntik berisi hormon progesteron yang berfungsi untuk menekan ovulasi sehingga
indung telur tidak menghasilkan sel telur sehingga tidak tejadi haid. Untuk
mengembalikan kesuburan atau mengembalikan siklus haid secara nomal setelah
memkai KB suntik memerlukan waktu 6 bulan 2 tahun.
Pil minum pencernaan serap di darah kerja cepat 1x24 jam dieksresi
lewat ginjal kerja cepat.
Implant = suntik lewat IM serap perlahan oleh tubuh kerja lambat. Syarat
bersenggama selama 7 hari tanpa alat pelindung.
The return of fertility for women who discontinue oral contraceptives takes longer as
compared with women who discontinue other methods of contraception. It remains
unclear, however, whether subsequent fertility differs according to duration or age at first
use. The authors performed a nested case-control study within a cohort of 116,686 female
registered nurses residing in 14 US states. Baseline information was reported on mailed
questionnaires in 1989. Cases comprised 1,917 married nurses without previous pregnancy
who were unable to become pregnant for at least 1 year and were subsequently diagnosed
with primary ovulatory infertility. Controls comprised 44,521 married parous nurses with no
history of infertility and no pregnancies lasting less than 6 months. After allowing for 2 years
of suppressed fertility following discontinuation of oral contraceptive use and excluding
women with signs of menstrual or hormonal disorder, the authors found that the
multivariate relative risk for ovulatory causes of delayed fertility was 1.2 (95% confidence
interval 0.7-1.9) for ever users. There was no statistically significant trend of increasing risk
with increasing duration of use and younger age at first use. The fact that 88 percent of
cases reported an eventual pregnancy by 1993 suggests that absolute fertility was not
impaired.


hentikan Konsumsi pil KBrecovery organ repro perlu 1 thnnmun
tergantung individunya

knsumsi KB hormonaldepresi hormone endogengang hipotalamus-
hipofis-ovarium axis

supresi hormone endogenovarium atrofibutuh waktu lama utk
recovery

pertanyaan ini utk menyingkirkan infertilitas akibat dr pengguanaan pil
KB

5. Apa hub. Hasil px penunjang pd skenario dgn infertilitas?
Dalam pemeriksaan TORCH, kode IgG berarti kekebalan tubuh.
Sedangkan lgM berarti adanya virus atau gejala infeksi dalam
tubuh. Keduanya menggambarkan titer atau jumlah substansi yang
dibutuhkan untuk menimbulkan reaksi dengan, atau berhubungan
dengan, jumlah substansi lain, dalam darah Anda, dan respon tubuh
terhadap virus.
IgM dan IgG Toxoplasma ?
o IgM adalah antibodi yang pertama kali meningkat di darah
bila terjadi infeksi Toxoplasma.
o IgG adalah antibodi yang muncul setelah IgM dan biasanya
akan menetap seumur hidup pada orang yang terinfeksi atau
pernah terinfeksi.
Bila IgG (+) dan IgM (+)
o Kemungkinan mengalami infeksi primer baru atau mungkin
juga infeksi lampau tapi IgM nya masih terdeteksi
(persisten=lambat hilang).
o Oleh sebab itu perlu dilakukan tes IgG affinity (kekuatan
ikatan antara antibodi IgG dengan organisme penyebab
infeksi) langsung pada serum yang sama untuk
memperkirakan kapan infeksinya terjadi, apakah sebelum
atau sesudah hamil.
Secara umum akibat toxoplasma jarang sekali, dan hanya terjadi
pada infeksi akut toxoplasma.
Pada pria, infeksi akut toxoplasma dapat menyebabkan
pembengkakan kelenjar getah bening. Bila berlangsung terus-
menerus dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi akut
toxoplasma menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang
yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan
bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut
menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat
dialirkan untuk membuahi sel telur.
Pada wanita, infeksi toxoplasma yang berlangsung terus-menerus
dapat menginfeksi saluran telur wanita. Bila saluran ini menyempit
atau tertutup, sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur
(ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma.
Alur strategi pemeriksaan laboratorium:

Pemeriksaan pertama yang dilakukan untuk mendeteksi toksoplasmosis pada
wanita hamil adalah pemeriksaan IgG dan IgM.
IgG positif dan IgM negatif, imunitas pada penderita.
Bila hasil positif pada IgG dan IgM terjadi infeksi primer atau
infeksi lama dengan sisa IgM. Keadaan ini perlu dilanjutkan dengan
pemeriksaan Aviditas IgG. Bila aviditas IgG tinggi, menunjukkan
infeksi didapat lebih dari empat bulan yang lalu. Bila tes dilakukan
pada paruh kedua kehamilan, perlu dilihat titer dari IgG. Bila titer IgG
rendah, menunnjukkan infeksi yang lama. Sedangkan bila titer IgG
tinggi, kemungkinan ada infeksi. Ini memerlukan tes konfirmasi, baik
IgG maupun IgM. Setelah itu, baru diagnosis prenatal ditentukan,
dilakukan pengobatan, serta evaluasi pada ibu dan bayi. Hasil dengan
aviditas IgG yang rendah menunjukkan infeksi didapat kurang dari
empat bulan. Selanjutnyadilakukan tes konfirmasi pula2.
IgG dan IgM negatif. Ini menunjukkan tidak adanya imunitas pada
penderita sehingga perlu dilakukan evaluasi terus sampai akhir
kehamilan2.
Bila IgG dan IgM positif, menunjukkan adanya infeksi primer di mana
perlu dilakukan pengobatan dan evaluasi pada ibu maupun bayinya.
IgM positif dengan IgG negatif menunjukkan adanya infeksi baru,
kemudian dilakukan pemeriksaan lagi dua sampai tiga minggu
kemudian. Jika hasil menjadi negatif, menunjukkan bahwa IgM yang
terdeteksi tidak spesifik2.


Px serology imununoglobulin
IgG positif,IgM positif toxoplasma INFEKSI MASIH berjalan
Ig G positif,IgM negative infeksi lain ada pertahanan tubuh
thdp virus
Siklus hidup virus toxoplasmaususbersembunyi di makrofag
dan limfositmenjalar ke pembuuh darahfase
trofozoidhancurkan zygotkegagalan konsepsi

Infeksivagina jdi lbh asamsperma tdk bsa bertahan lama

6. Apa hub. Suami memiliki kebiasaan berendam di air hangat dan
riwayat terkena infeksi GO dgn infertilitas?
Mandi sauna bikin mandul
Sperma diproduksi pada testis (buah zakar), yang terletak di dalam skrotum (kantung
zakar). Suhu adalah satu faktor yang mempengaruhi spermatogenesis atau proses
pembentukan sperma. Suhu terbaik untuk produksi sperma adalah 34 derajat Celcius
di bawah suhu tubuh normal. Skrotum bertugas menjaga suhu testis, karena itu ia
berada di luar tubuh. Saat cuaca dingin, skrotum berkontraksi dengan menarik testis
mendekat ke tubuh untuk mendapatkan kehangatan. Ketika hari ponas, testis justru
akan tergantung agak jauh dari tubuh.
Suhu di ruangan sauna sekitar 40 bahkan 50 derajat Celcius. Kenaikan suhu yang
tinggi bisa membuat kinerja testis tidak optimal. Salah satu fungsi yang terganggu
adalah pembentukan sperma, sehingga sperma akan menurun secara kualitatif maupun
kuanlitatif. Keadaan ini bisa menyebabkan kemandulan, karena jumlah sperma tidak
memadai atau mutunya tidak bagus untuk bisa membuahi.
Memang, kecil kemungkinan seseorang mandi sauna tiap hari. Paling, ia sering mandi
air panas. Tapi, jika air panas disiramkan atau disemprotkan langsung ke alat kelamin
maka hal itu akan berdampak buruk. Jadi, hindari ekspose suhu tinggi secara langsung
pada testis dan alat kelamin.
SUMBER : Mitos seputar kejantanan pria, Informasi dikumpulkan oleh relawan
YAI, Human health November 2002, oleh Dr. H. Bambang Sukamto, DMSH
Program Officer On-Clinic, Indanesia, x. Loporan: Rinto Siahaan,
http://ceria.bkkbn.go.id/ceria/referensi/media/detail/308 , diambil pada 6 maei
2013
Berendam : Suhu, memegang peranan penting pada spermatogenesis.
Pada mamalia spermatazoa hanya dapat diproduksi bila suhu testis 29-
30C, sedikitnya. 1,5-2C dibawah suhu dalam tubuh, kenaikan suhu
beberapa derajat akan menghambat proses spermatogenesis, sebaliknya
suhu rendah akan meningkatkan spermatogenesis pada manusia.
GO :
KARAKTERISTIK BAKTERI
bakteri ini mempengaruhi selaput lendir yang terdapat pada alat kelamin
dan saluran kemih. Saluran-saluran ini menjadi meradang tanpa
perkembangan gejala lainnya. Hal ini ditandai dengan keluarnya cairan
bernanah yang sangat menyakitkan saat kencing sehingga membuat sulit
buang air kecil.
Pada kebanyakan wanita, gejala gonorrhea sering tidak terasa dan tidak terlihat.
Penyakit gonorrhea sangat menular, hal ini disebabkan oleh organisme Neisseria
gonorrhoeae. Pada pria, penyakit ini diawali dengan infeksi pada bagian tubuh
yang membawa air seni dan sperma, sedangkan pada perempuan seringkali
menginfeksi leher rahim.
Konsekuensi yang paling umum dari gonorrhea adalah Pelvic
Inflammatory Disease (PID), yaitu infeksi serius pada organ reproduksi
wanita, yang dapat menyebabkan infertilitas. Selain itu, kerusakan
yang terjadi dapat menghambat perjalanan sel telur yang sudah
dibuahi ke rahim. Apabila ini terjadi, sebagai akibatnya sel telur ini
berkembang biak di dalam saluran falopii atau yang disebut kehamilan
di luar kandungan, suatu hal yang dapat mengancam nyawa sang ibu
apabila tidak terditeksi secara dini.
Seorang wanita yang terinfeksi dapat menularkan penyakitnya kepada
bayinya ketika sang bayi melalui jalan lahir. Pada kebanyakan kasus
dimana Ibu mengidap gonorrhea, mata bayi ditetesi obat untuk
mencegah infeksi gonococcus yang dapat menyebabkan kebutaan.
Karena adanya resiko infeksi Ibu dan bayi, biasanya dokter
menyarankan agar ibu hamil menjalani tes gonorrhea setidaknya sekali
selama kehamilannya.
Sedangkan pada pria, apabila tidak ditangani secara serius gonorrhea
dapat menyebabkan impotensi
Based on experimental studies in laboratory animals, a 30 min soak in a moderately hot
bath (4042C) impairs spermatogenesis (Setchell 1998) and, more importantly, it can
induce germ cell apoptosis, DNA damage to the sperm and impair embryo development
and fertility when affected males are mated with normal females (Paul et al. 2008a,b).
Follow-up studies have provided insight into the mechanisms involved (Paul et al. 2009).
These have shown that heat exposure causes hypoxia and oxidative stress responses in
the germ cells, manifest as increased expression of hypoxia inducible factor 1, haem
oxygenase 1, glutathione peroxidase 1 and glutathione-S-transferase-, which push the
germ cells towards apoptosis (Paul et al. 2009).

Peningkatan suhu pd skrotumgangg.produksi sperma(penurunan)

testis di suhu hangatterhambat spermatogenesis,nmun ini
reversible.Jika berendam sering maka kemungkinan utk recovery
lama..

GO KEMUNGKINAN menulari istrimenempel di tubaoklusi
tubagang.fertilisasi

Infeksipengaruhi servikslendir lbh kentalgang.motilitas
spermaganggu fertilisasi

GOPID

GO di cowokinfeksi di vas deferensperjalan sperma jadi terganggu


7. Apa hub. Usia pasutri di scenario dgn kasus di scenario?
i. Umur istritidaklah berpengaruh, setidak-tidaknya sampai umur
30-an akhir, dan wanita berusia lebih tua mungkin memerlukan
waktu lebih lama untuk menjadi hamil
ii. Umur suamiumur suami mempunyai efek yang bermakna pada
frekuensi senggama yang berhubungan langsung dengan
kesempatan menjadi hamil, tetapi sebaliknya umur suami
tampaknya hanya berpengaruh sedikit sekali pada kemampuan
reproduksi, kecuali pada umur lanjut (>60 tahun)

Pasutri masih dalam usia produktif

8. Apakah definisi infertilitas?
Infertilitas adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk memiliki
keturunan dimana wanita belum mengalami kehamilan setelah bersenggama secara
teratur 2-3 x / minggu, tanpa mamakai metode pencegahan selama 1 tahun

Ada 2 jenis infertilitas :
1. Infertilitas primer : bila pasangan tersebut belum pernah mengalami kehamilan
sama sekali.
2. Infertilitas sekunder : bila pasangan tersebut sudah pernah melahirkan namun
setelah itu tidak pernah hamil lagi
Djuwantoro,Tono.dkk.2008.Hanya 7 hari Memahami Infertilitas.Bandung: Refika Aditama
Permadi, 2008. Mengatasi Infertilitas. Bandung: PT Grafindo
Wiknjosastro, Hanifa.2008.Ilmu Kandungan.Jakarta: PT.Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.

Hilangnya kemampuan hamil setelah koitus scra teratur stlh 12 bulan
tdk gunakan kontrasepsi
Hilangnya kemampuan untuk menghamili stelah koitus scra teratus
selah 12 bulan tdk gunakan kontrasepsi

9. Apa etiologi dari infertilitas baik pada pria dan wanita?
maria

Non organic
Usiasmakin tua smkin turun kesuburan
Frekuensi senggamaN : 2-3 kali perminggu
Life style

Organic
Vaginadispareunifaktor
infeksi(kandida,clamidia,uretritis,prostatitis), factor
organic(vaginismus,keganasan vagina,preputium sempit)

Uterusservisitis,trauma pada serviks

10. Apa saja faktor2 yang mempengaruhi infertilitas?
FAKTOR DAMPAK
Usia wanita Semakin tua usia (diatas 40 tahun), semakin lama waktu untuk
konsepsi
Usia laki-laki Frekuensi koitus berkurang dengan meningkatnya usia
Frekuensi koitus Ada korelasi positif antara frekuensi koitus dengan angka
kehamilan
Masa koitus Koitus pada masa ovulasi (hari 10-15 memaksimalkan
kemungkinan ovulasi, karena ovum hanya hidup kira-kira 12-24
jam
Lubrikan Lubrikan seperti K-Y jelly mengandung spermisidal dan bila
digunakan untuk lubrikasi dapat menghambat konsepsi
Merokok/ alcohol Jika berlebihan dapat meperburuk kualitas sperma. Penggunaan
marijuana dapat mengurangi jumlah dan motilitas sperma
Pembedahan Pembedahan organ reproduksi atau pada panggul wanita atau
laki2 dapat menimbulkan masalah fertilitas karena terjadinya
perbahan anatomi atau kerusakan pada syaraf terutama pada
laki2.
Infeksi saluran genitalia yang
ditularkan secara seksual (infeksi
traktus genitalia)
Gonorea dan klamidia adalah PMS utama yang
mengakibatkan penyekit radang panggul dan gangguan
fertilitas
Penyekit yang ditularkan tidak
melalui hubungan seksual
Penyakit seperti tuberculosis genitalia (yangdisebabkan oleh
virus), infeksi postpartum dan posabortus juga dapat
menurunkan fertilitas
Obat-obatan (missal, anti hipertensi
dan transquilizers)
Obat-obatan tertentu dpat mengakibatkan impotensi. Ada pula
obat-obatan ynag mengganggu fungsi spermatogenesis dan
ovarium (misalnya, obat anti kanker)
Radiasi Gangguan fungsi gonad dapat terjadi karena radiasi

11. Apa pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan infertilitas?

Maria
Tahap pemeriksaan laboratorium
Pria
Analisis sperma untuk mengetahui mutu air mani dan spermatozoanya,
meliputi jumlah sperma/ml, bentuk, gerakan, jumlah dan persentase yang hidup
serta pencairan air mani.
Wanita
Pemantauan ovulasi, untuk menentukan apakah ovarium menghasilkan sel telur
yang matang. Pemantauan ovulasi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara :
Riwayat siklus haid: siklus haid yang teratur dan normal, nyeri per-
tengahan siklus, perdarahan atau peningkatan luah atau cairan va-gina
(vaginal discharge), mastalgia prahaid menandakan ovulasi telah terjadi.
Uji pakis: pemeriksaan pada hari ke-23-28 siklus haid, istri diminta datang
untuk pengambilan getah serviks dari kanal endoserviks ke-mudian
dikeringkan pada gelas objek dan diperiksa pengaruh estro-gen. Jika tidak
terdapat pola daun pakis dan kristal getah serviks berarti ovulasi telah
terjadi.
Suhu Basal Badan (SBB): SBB diperiksa setiap bangun pagi hari se-belum
melakukan aktivitas apapun. Nilainya ditandai pada kertas grafik. Jika
wanita berovulasi, grafik akan memperlihatkan pola bifasik dengan tukik
pada pertengahan siklus.
Sitologi vagina atau sitologi endoserviks: memantau perubahan pada sel-
sel yang tereksfoliasi selama fase luteal (pengaruh progesteron).
Biopsi endometrium (mikrokuretase): dapat dilakukan secara poliklinis
dengan pembiusan ringan atau tanpa pembiusan. Dengan memakai kuret
kecil. Dilakukan pada 5-7 hari sebelum hari haid berikutnya.
Laparoskopi diagnostik : melihat secara langsung adanya bintik ovu-lasi
atau korpus luteum sebagai hasil ovulasi.
Peneraan hormon: menentukan kadar hormon dalam darah, urin mau-
pun liur (saliva). Kadar normal dalam satu siklus :
Jenis
hormon
Satuan Fase siklus haid
Praovulasi Ovulasi Pasca ovulasi
FSH
LH
PRL
mUI/ml
mUI/ml
ng/ml
pg/ml
5-20
5-15
-
15-45
30-40
5-25
5-12
5-15
-






Histeroskopi: dapat memperlihatkan lukisan endometrium yang bening
kekuningan, yang sesuai dengan fase luteal.
Ultrasonografi: dapat memantau perkembangan folikel dan menentukan
saat ovulasi. Pemeriksaan dilakukan secara serial.
Penilaian rahim dan saluran telur dapat dilakukan dengan beberapa cara :
Biopsi endometrium: selain untuk penilaian ovulasi, juga dapat untuk
pemeriksaan histologik lain, misalnya biakan terhadap tuberkulosis,
menilai adanya hiperplasia endometrium. Terkadang dijumpai adanya
hiperplasia fokal meskipun siklus berovulasi berdasarkan peneraan
homon P plasma pada pertengahan fase luteal. Oleh karena itu perlu
dilakukan pemeriksan rasio P/E2 dan PRL/E2 bersamaan dengan biopsi
endometrium.
Uji insuflasi/pertubasi: CO2 ditiupkan melalui kanal serviks dan dibuat
rekaman kymograf terhadap tekanan uterus, perubahan tekanan ber-arti
tuba Falloppii paten. Gas ini juga dapat didengar dengan stesto-skop atau
dilihat dengan sinar X.
Hidrotubasi: prinsipnya sama dengan pertubasi hanya yang diguna-kan
adalah cairan yang mengandung antibiotika Kanamycin 1 gram,
deksametason 5 mg dan antipasmodik cair.
Histerosalpingogram: dilakukan pada paro-pertama siklus haid, larutan
radioopak disuntikkan melalui kanal serviks ke dalam rahim dan saluran
telur. Perjalanan larutan tersebut dipantau di layar dengan penguat
bayangan.
Histeroskopi : melihat secara langsung keadaan permukaan endome-
trium.
Laparoskopi : melihat secara langsung dan menguji patensinya de-ngan
menyuntikkan larutan biru metilen atau indigokarmin, dan de-ngan
E2
P
ng/ml 25-75
<5
200-600
5-8
100-300
10-30
melihat pelimpahannya ke dalam rongga peritoneal. Laparoskopi juga
dapat memperlihatkan perlekatan pelvis, endometriosis, dan patologi
ovarium tetapi tidak dapat menggambarkan keadaan rongga uterus.
Ultrasonografi atau endosonografi: menilai bentuk, ukuran, serta patologi
uterus maupun tebal endometrium.
Pemeriksaan Lanjutan
Pemeriksaan endoskopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan alat
teleskop (teropong) yang dimasukkan ke dalam rongga tubuh melalui
saluran alami (kanal serviks: pada histeroskopi; kanal servik-rongga rahim,
mulut saluran telur: pada tuboskopi/Falloposkopi), suatu pembedahan kecil
(di daerah pusar atau umbilikus: pada laparoskopi; di puncak cekungan
vagina belakang atau forniks posterior: pada hidrolaparoskopi). Ada 4
(empat) macam endoskopi dalam bidang ginekologi:
Histeroskopi atau teropong rongga rahim
Laparoskopi atau teropong rongga perut
Tuboskopi/Falloposkopi atau teropong rongga salutan telur
Hidrolaparoskopi atau teropong rongga panggul disertai
penggenangan cairan

Histeroskopi digunakan untuk:
melihat keadaan saluran mulut rahim, rongga rahim, mulut dalam
saluran telur, besarnya rongga rahim, warna atau kejernihan selaput
rahim,
untuk membedakan polip endometrium dan leiomiom submukosum;
untuk memastikan perlekatan dalam rahim dan kelainan bawaan
dalam rahim; untuk me-ngenali kelainan-kelainan pada histerogram;
untuk penatalaksanaan operasi pada sekat rahim yang
menyebabkan keguguran berulang. Laparoskopi digunakan untuk
melihat berbagai kelainan di dalam rongga panggul (pelvis) atau
rongga perut (abdomen) misalnya kista (tumor) indung telur (ova-
rium), tumor rahim (miom uterus), perlekatan di rongga panggul
akibat infeksi atau endometriosis, bintil-bintil (lesi) endometriosis yang
tidak terlihat dengan alat ultrasonografi, pembengkakan saluran
telur (hidrosalpinks), dan juga bebe-rapa kelainan bawaan rahim
seperti rahim dua-tanduk (uterus bikornis) atau tiadanya indung
telur (agenesis ovarii).

Tuboskopi atau Falloposkopi digunakan untuk melihat bagian dalam
saluran telur, baik permukaannya maupun rongganya, misalnya adakah
perlekatan akibat infeksi, penyempitan bawaan, dan hilangnya bulu getar
(silia) selaput lendir (mu-kosa) saluran telur.
Hidrolaparoskopi merupakan suatu teknik mutakhir untuk melihat suatu
gangguan fungsi dan anatomik ujung saluran telur atau cekungan di
belakang rahim (kavum Douglas), misalnya perlekatan ujung saluran telur
(fimbria), endometriosis, miom uterus subserum di bagian belakang rahim
atau kista ovarium.
Pemeriksaan endoskopi tidak dilakukan begitu saja pada semua wanita,
melainkan harus dengan dasar yang jelas, misalnya pada wanita infertil yang
telah melaku-kan pemeriksaan infertilitas dasar sebelumnya tetapi belum
diketahui penyebab infertilnya, dan pada wanita yang diduga adanya
endometriosis, miom, tumor atau kanker rahim.

Anaamnesisetiologi infertilitas
PFBMI(BB dan TB)
Px penunjangPx analisis sperma,px kadar hormone,kelainan pd
organ
12. Bagaimana upaya pengobatan yg disarankan agar terjadi fertilitas?
Terapi Sederhana pada Infertilitas
Terapi infertilitas sering tidak berhasil, hanya 25 50% dari
semua pasangan suami-isteri yang mendapat pengobatan berhasil
melahirkan bayi hidup. Keberhasilan terapi umumnya tergantung
dari penyebab infertilias.
Pada umumnya, bila infertilitas di sebabkan oleh infeksi yang di
sderita sebelumnya. Baik kerusakan tuba fallopii maupun sumbatan
epididymas atau vas deferens, maka prognosa adalah jelek.
Terapi operatif pada kedua keadaan tersebut. Meskipun di
lakukan oleh ahli bedah yang sudah berpengalaman dan pada
penderita penderita yang telah di seleksi dengan ketat, hanya
berhasil mendatangkan kehamilan pada tidak lebih 20 30% kasus.
Sedangkan kemungkinan timbulnya kehamilan ektopik setelah
tubopiasti adalah 6 15%.
Kelainan kelainan ovulasi yang mendapat terapi memberi hasil
yang lebih baik, dengan angka kehamilan sampai 50 60%.
Untuk beberapa keadaan, terapi tidak memberikan perbedaan
yang berarti. Misalnya, endometriosis ringan, varicocele dan
infertilitas yang tidak di ketahui penyebabnya (20% dari kasus),
angka kehamilan umumnya hampir sama, baik yang mendapat terapi
maupun yang tidak mendapat terapi.
Terapi infertilitas memerlukan waktu yang lama dan
biayanya mahal.
Beberapa kasus mungkin mudah di obati. Pasangan suami isteri
dengan infertilitas yang tidak di ketahui penyebabnya. Mungkin
hanya merupakan keadaan subfertil saja dan sering dapat menjadi
hamil dengan pertolongan sederhana seperti perencanaan waktu
sanggama yang bersamaan dengan saat ovulasi.
Infertilitas yang di sebabkan oleh infeksi asimptomatis.
Umumnya gonorrhea atau infeksi Chlamydia atau mycoplasma
dapat di obati dengan antibiotika.
Bila jumlah spermatozoa rendah dan tidak dapat diobati dengan
medikamentosa atau bila ada persoalan dengan ejakulasi, salah
satu cara pengobatan adalah dengan inseminasi artefisial dengan
semen suami (AIH).
Pada kelainan kelainan ovulasi, dapat di berikan terapi
medikamentosa, misalnya dengan clomiphene sitrat per oral di
mulai pada hari ke-5 haid dan di minum selama 5 hari. Clomiphene
sitrat merangsang ovulasi dengan jalan meniadakan efek
suppresif-ovulasi dari estrogen selama bagian pertama dari
siklus haid.
Bila dengan dosis 50 mg per hari ovulasi belum timbul, dapat
di berikan dosis lebih tinggi sampai 250 mg perhari selama 10
hari pada siklus siklus berikutnya. Pada 70 80% akan timbul
ovulasi, dan angka kehamilan bervariasi antara 30 50%.
Clomiphene sitrat hanya menyebabkan sedikit efek samping
yang serius, pada dosis rendah mungkin terjadi pembesaran
ovarium dan rasa tidak enak di perut, pada dosis lebih tinggi
mungkin juga timbul gangguan penglihatan atau rasa panas di wajah
(hot flushes). Resiko timbulnya kehamilan multiple tampaknya
rendah.
Hanya sayang bahwa harga clomiphene sitrat relatif mahal.
Bromocriptin kadang kadang di gunakan untuk
merangsangtimbulnya ovulasi pada wanita dengan kadar
prolaktin yang tinggi. Dosis 7,5 mg per hari akan menurunkan
kadar prolaktin dan ovulasi umumnya timbul setelah 30 90 hari
pengobatan dengan angka kehamilan bervariasi antara 50 90%.
Harga bromocriptine juga mahal.
Terapi sederhana pada infertilitas relatif sangat terbatas.
Pengobatan infertilitas umumnya lebih rumit dan mahal, misalnya
salah satu cara terbaru, in vitio fertilization dan embryo
transfer, merupakan satu contoh betapa kompleksnya pengobatan
infertilitas ini.
Hidrotubasi: prinsipnya sama dengan pertubasi hanya yang diguna-kan
adalah cairan yang mengandung antibiotika Kanamycin 1 gram,
deksametason 5 mg dan antipasmodik cair.

GOantibiotik
Infertilitas tdk bsa ddi sembukan
Pada wanitadikasih obat untuk mengatur ssiklus
ovulasibromokriptin(mngandung prolaktin),Clomipen sitrat

13. Bagaimana penatalaksaan infertilitas menurut islam?
kondisi keduanya yang tidak bisa hamil secara alami,
hukumnya adalah boleh ( mubah). karena itu merupakan
pengobatan. Rasul saw memerintahkan untuk berobat. Abu
Dawudmengeluarkan hadis dari Usamah binSyarik, ia berkata:
Rasul saw pernah bersabda:Berobatlah kalian, sesungguhnya
Allah tidakmeletakkan penyakit kecuali jugameletakkan
obatnya, kecuali satu yaitu kematian.

Akan tetapi kebolehan itu dengan dua syarat:
Syarat pertama, pembuahan di dalam tabung (in vitro
fertilisaton) dilakukan dengan sel sperma terhadap sel telur
dari pasangan suami-istri yang menikah dengan akad yang sah.
Dari Ruwaifi ibn Tsabit al-Anshari bahwa Rasul saw pernah
bersabda:


Tidak halal bagi seseorang yang mengimani Allah dan Hari Akhir
menyiramkan airnya (spermanya) ke tanaman orang lain (HR
Ahmad)

Jadi sel telur seorang wanita tidak boleh dibuahi kecuali dengan
sel sperma suaminya.



Syarat kedua, pembuahan di dalam tabung dan pemindahan
embrio ke rahim wanita dilakukan ketika suaminya masih hidup,
bukan setelah si suami meninggal seperti yang terjadi di Barat.
Karena kehamilan seorang wanita tanpa suami yang masih hidup
di awal kehamilan adalah haram dan ada sanksi untuk itu. Di
antara bukti zina adalah kehamilan tanpa suami. Seorang wanita
yang hamil sementara ia tidak punya suami maka ia berdosa dan
melakukan keharaman dan dosa besar.


No Nama Teknik /
Jenis Teknik
Sperma Ovum Media Pembuahan Hukum Alasan/
Analogi hukum
1 Bayi Tabung (IVF-
ET) Jenis I
Suami Isteri Rahim Isteri HALAL Tidak melibatkan
orang lain
2 Bayi Tabung (IVF-
ET) Jenis II
Suami Isteri Rahim: orang lain/
titipan/ sewaan
Haram Melibatkan orang
lain dan dianalogikan
dengan zina
3 Bayi Tabung (IVF-
ET) Jenis III
Suami Orang
lain/
donor/
bank
ovum
Rahim Isteri Haram Melibatkan orang
lain dan dianalogikan
dengan zina
4 Bayi Tabung (IVF-
ET) Jenis IV
Suami Orang
lain/
donor/
bank
ovum
Rahim orang lain/
titipan /sewaan
Haram Melibatkan orang
lain dan dianalogikan
dengan zina
8 Bayi Tabung (IVF-
ET) Jenis VIII
Suami Isteri Isteri yang lain
(isteri ke dua,
ketiga atau
keempat)
Haram Melibatkan orang
lain dan dianggap
membuat kesulitan
dan mengada-ada









Misalnyabayi tabung( luar rahim),disuntikkan sperma di
rahimboleh tidak dalam islam?


9 Inseminasi Buatan
dengan sperma suami
(Arificial
Insemination by a
Husband = AIH)
Suami Isteri Rahim Isteri HALAL Tidak melibatkan
orang lain
10 Inseminasi Buatan
dengan sperma donor
(Arificial
Insemination by a
Donor = AID)
Donor Isteri Rahim Isteri Haram Melibatkan orang
lain dan dianalogikan
dengan zina