Anda di halaman 1dari 33

Ringkasan

Al-Mabahits fi Ulumil Qur'an


Syaikh Mannaul Qatthan
ILMU AL-QUR'AN
Pengertian pertumbuhan dan perkembangannya.
Mushaf pada zaman khallifah Ustman bin Affan dinamakan Mushaf imam (mushaf
yang pertama kali ). Sedangkan penulisan mushaf tersebut dinamakan Ar- Rasmu Al Utsmani
yaitu yang dinisbatkan pada shohabat Utsman dan ini dianggap sebagai permulaaan ilmu
rasmi Al !uran.
"ada masa khalifah Ali-lah a#al mula diletakkan kaidah-kaidah nah#u yang ini $uga
dianggap sebagai permulaaan ilmu irabrabil !uran. "ara sahabat melan$utkan usaha itu
sampai pada zaman %abin %abiut tabiin. &bnu %aimiyah berkata' (&lmu tafsir yang paling
tahu tentang pembahasan ini adalah mereka Ulama) tafsir dari penduduk makkah kufah
madinah (mereka memiliki kelebihan dari ahli tafsir lainnya).
*ah#a tafsir mulanya dinukil
+an diri#ayatkan dari mereka semua meliputi &lmu ,arib &lmu Asbabun -uzul &lmu
Makkki #a Madani ilmu -askh dan Mansukh berdasarkan ri#ayat yang didektekan.
"ada abad . / dibukukannya hadist yang itu ada sangkut pautnya dengan tafsir
sehingga para ulama membukukan tafsir. +iantara mereka yang terkenal adalah 0azid
bin harun (#.112/) Syu)bah bin /a$$a$( #.134/) 5aki) bin 6arrah (#.172/) Sufyan
bin uyainah (#.178/) Abdurraza! bin /ammam (#.11./). mereka pakar hadist dan
tafsir namun tafsir mereka tidak sampai ke tangan kita.
+itulis se9ara bebas dan independen.
:emudian langkah mereka diikuti oleh &bnu 6arrir At %habari (#.;14/) tafsirnya
sempurna berdasarkan susunan ayat. Maka dengan inilah lahirlah %afisr bil ma)sur lalu
diikuti tafsir birra)yi.
+isamping ilmu tafsir lahir pula pokok bahasan berhubungan dengan Al Qur)an yang
ini sangat diperlukan bagi Mufassir. +iantara mereka'
< Asbabun -uzul oleh &bnu Qutaibah gurunya &mam *ukhari (.;=/).
< -asikh Mansukh dan Qiraat oleh Abu )ubaid Al Qasim (..= /).
< "roblematika Al Quran oleh &bnu Qutaibah (.23 /)
< Al /a#a 5al Ulumul Quran oleh Muhammad bin :halaf bin Marzaban (#.;47/).
< &lmu - ilmu Qur)an oleh Abu Muhammad bin Qasim Al Anbari ( #. 2>1/).
< ,aribul Quran oleh Abu *akar as Sa$istani (#. ;;4/).
< Al &stighna) fi ulumil Qur)an oleh Muhammad bin Ali Al Ada#i(;88/).
< &)$azul !uran oleh Abu *akar Al *a!alani =4;
< &)rabul Quran oleh Ali bin &brahim bin Said Al /ufi =;4
< Amsalul Quran oleh Al Ma#aerdi =>4
< Ma$as dalam Al Quran oleh Al &zz bin Abdussalam 334
< &lmu Qiraat dan A!samu Quran mengenai 9ara memba9a Al Quran oleh Alamudin
Asshaha#i 3=;
*erkata Syaikh Muhammad Abdul Adzim Az ?ar!ani bah#a ia tidak menemukan didalam
perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin &brahim bin Said ( Al /ufi #.;;4
/ ) dengan $udul (Al *urhan fi Ulumil Quran( terdiri ;4 $ilid ( 1> tidak tersusun dan tidak
berurutan). +engan metode yang begitu bagus sehingga ia dianggap sebagai orang yang
pertama kali membukukan ulumul !uran.
< @ununun Afnan fi )A$aibi Ullumul Quran oleh &bnu 6auzi >72
< :emudian Al *urhan fi )Ulumi Quran oleh *adruddin Az ?arkasyi 27=/
< 6alaludin Al *al!ani 8.= / memeberikan tambahan dari Al burhan.
< Al it!an oleh 6alaludin As Suyithi ( 771).
"embahasan itu semua dikenal dengan nama ulumul Quran yang men$adi kata istilah dalam
Mabahis ulumul Quran.
:ata (uluum( $amak dari kata ilmu yang berarti Al @ahmu #al idrak ( paham dan menguasai).
0ang dimaksud ulumul Quran ialah ilmu membahas masalah yang ada kaitannya dengan Al
Quran dari segi aasbabun -uzul pengumpulan dan penertiban Quran pengetahuan surat-
surat Makkah dan Madinah -asikh Mansukh Al Mukhkam dan Mutasyabih dll ( yang
merupakan ilmu yang harus dikuasai oleh mufassir).
%erkadang ilmu ini dinamakan dengan ilmu Ushulut %afsir. :arena didalamnya ada
pembahasan yang harus diketahui oleh seorang mufassir.
AL QUR'AN AL-ARIM
Al Qur)an adalah risalah Allah kepada manusia seluruhnya' Al A)raf ' 1>8' Al @ur!an '1 Al
Ahzab ' =4 Asy Syura' 1;. 6ibril memba#a Al Quran ( Asy Syu)ara) ' 17;) . dan Sifat Sifat Al
Quran ' At %ak#ir' 17-.= Al 5a!iah' 22-27. Al Quran digunakan beberapa kurun ( AA /i$r'
74). Risalah ini $uga ditu$ukan kepada $in ( Al Ak!af '.7-;1). %inggal bagaimakakah kita B
%haha ' 1.;-1.=.
"ara ulama menyebutkan bah#a definisi Al Quran adalah :alam Allah yang diturunkan
kepada -abi Muhammad Shalallahu )alaihi #assalam berpahala bagi yang memba9anya. ( Al
:ahfi'147 )dan ( Au!man'.2 ) yang diturunkan kepada -abi Muhammad yang pemba9anya
merupakan suatu ibadah.
-ama diantaarnyaC Quran ( Al &sra)' 7) dan (Al Anbiya) '14) @ur!an (Al @ur!an ' 1) ?ikr ( Al
/i$r' 7) %anzil ( As Syuara) ' 17.).
Sifatnya diantaranya' -ur ( An -isa)' 12=) /uda Syifa) Rahmah ( yunus' >2 ) Mubin ( Al
Maidah'>2) Mubarak ( Al Anam' 7.) *usyra ( Al *a!arah' 72) Aziz ( @ussilat' =1) Ma$id
( Al *uru$' .1) *asyir ( @ussilat ' ;-=).
"erbedaaan antara hadist Qudsi dengan naba#i'
/adist -aba#i ada dua yaitu'
1) %au!ifi kandungannya diterima Rasulullah dari 5ahyu lalu beliau men$elaskan dengan
kata katanya dan kandungannya ini dinisbahkan kepada Allah sedangkan dari segi
pembi9araaan dinisbatkan kepada Rasululah.
.) %aufi!i Apa yang disimpulkan Rasulullah menurut pemahaman beliau terhadap Al
Quran bersifat i$tihadi. Seperti apa yang turun mengenai ta#anan perang *adar Rasulullah
mengambil pendapat Abu *akar dengan menerima tebusan kepada mereka ( Al Anfal' 32).
Subhat subhat masalah ini '
*ah#a /. -aba#i adalah #ahyu se9ara makna lafadznya dari Rasulullah . Mengapa /.
-aba#i tidak dinamakan /. Qudsi B
6a#aban'
*ah#a lafadz /. Qudsi dari Rasulullah dengan alasan apakah /. Qudsi dinisbatkan kepada
Allah melalui kata nabi Allah ta)ala berfirman B
5A/0U &AA/&
Se9ara bahasa' 5ahyu adalah isyarat yang tersembunyi dan 9epat.
+ibagi men$adi > pengertian bahasa '
1. &lham sebagai ba#aaan dasar manusia seperti ' 5ahyu kepada ibu Musa ( Al Qashash '
2).
.. &lham berupa -aluri pada binatang kepada lebah ( An -ahl' 38).
;. &syarat 9epat melalui rumus dan kode seperti isyarat ?akaria( Maryam' 11).
=. *isiskan dan tipu daya syaithan men$adikan buruk kelihatan indah Al An)am'11. dan
1.1).
>. Apa yang disampaikan Allah kepada Malaikat.( Al Anfal' 1.).
Se9ara syar)&' :alam Allah yang diturunkan kepada seorang -abi baik melalui perantara atau
tidak yang pertama melalui suara ter$elma atau tanpa suara.
"erbedaaan antara #ahyu dan ilham' &lham adalah suatu perasaan yang diyakin $i#a
sehingga terdorong untuk mengikuti yang diminta tanpa mengetahui dari mana datangnya
( seperti perasaaan lapar haus sedih senang).
Dara #ahyu turun kepada malaikat'
1. :alam Allah kepada malaikat ( Al *a!arah' ;4) #ahyu Allah kepada mereka ( Al Anfal'
1.) malaikat mengurus urusan dunia ( Adz +zariyat' = dan An -aziat' >).
.. Al Quran telah ditulis dilaufudz mahfudz ( Al *uru$' .1-..) diturunkan sekaligus ke
*aitul &zzah yang berada dilangit dunia pada malam lailatul !adar Ramadhan.( Al Qadr' 1)
( Ad dhukan ' 1) ( Al *a!arah' 12>).
"ara ulama berbeda pendapat mengenai 9ara turunnya #ahyu Allah ( Al Quran ) kepada $ibril
antara lain'
1. *ah#a $ibril menerimanya se9ara pendengaran dari Allah dengan lafadz khusus.( benar).
.. 6ibril menghafalkannya dari lauful mahfudz.( salah ).
;. Maknanya disaampaikan kepada $ibril sedangkan lafadznya adaalah dari 6ibril atau dari
Muhammad.( /. Qudsi).
:eistime#aaan #ahyu adalah ia adalah muk$iat kepastiannya mutlak memba9a dianggap
ibadah #a$ib disampaikan dengan lafadznya.
Dara 5ahyu oleh Allah kepada kepada "ara Rasul ( Asy Syura'>1)'
1. "erantara $ibril.
.. %anpa perantara darinya seperti
< Rukyah Shadi!ah( mimpi yang benar dalam tidur).
(EFGH IJKL) MNOPQ IGR STL UVWX YZ W[\] ^_[Y `WaR bcdPQ eR fgPWOPQ ^\_PQ hEi jkiWL lmn 'oPWp fqrWH sH
< :alam ilahi dari balik tabir tanpa melalui perantara. Al A)raf' 1=;) An -isa)' 13=).
Dara penyampaian #ahyu oleh malaiakat kepada Rasul.
1. +atang kepadanya dengan suara seperti gemerin9ing lon9eng dan suara yang amat kuat
yang memepengaruhi faktor kesadaran( 9ara yang paling berat ).
.. Malaikat men$elma kepada Rasul sebagai seorang laki laki dalam bentuk manusia. *ukan
bereti 6ibril melepaskan sifat kerohaniannya atau dzatnya telah berubah men$adi seorang laki
lakai tetapi yang dimaksud adalah dia nampak diri dalam bentuk manisia adalah untuk
menyenagkan Rasulullah.
+alil tentang keadaan Rasulullah '
eGH tkun cvm w_xPQ y fOGz STL edF{|[ W}WF~n lWR eNdPQ l| bWqv } ]W~ `n WdH Q e] fqrWH Um]
lc[ EdH eH|R edGaFR X] GPQ eP STK[ W}WF~n nm . lWpWL EdH oFHm kpm edH OJFR.
/ikmah diturunkannya Al Quran se9ara berangsur angsur.
1. Memudahkan 9ara penghafalan dan kepemahaman sedangkan ketika itu orang orang
Arab adalam kaum yang ummi.
.. Menetapkan hati Rasulullah ( Al @ur!an' ;.).
;. Sesuai dengan ke$adian dan berangsurnya dalam segi pensyatiatan.
=. Sebagai bantahan dan muk$iat.
>. Merupakan dalil yang sudah tetap bah#a Al Quran adalah dari sisi Allah
3. Mentarbiyah Rasulullah dalam kesabaran atas 9a9ian Musyrikin dan memantapkan hati
orang orang mukmin dan sebagai tasliyah bagi mereka dengan sabar dan yakin.
AA MA::& 5A MA+A-&
Mengetahui makki dan madani dengan dua 9ara yaitu'
1. Manha$ sima)& an -a!li.disandarkan pada hadist yang shahih dari para shahabat yang
hihup pada saat menyaksikan turunnya #ahyu dari para tabien yang menerima dan
mendengan rkan dari para shakhabat.( sebagian besar manha$ ini digunkan ).
.. Manha$ Qiyasi i$tihadi bersandar pada 9iri makki dan madani.
"erbedaaan antara Makki dan Madani'
1. +ari segi #aktu turunnya.
.. +ari segi tempat turunnya.
;. +ari segi sasarannya.
Diri khas ketentuan dari maki dan madani'
A. Makki
a) Setiap surah yang didalamnya mengandung (Sa$adah(.
b) Setiap surat yang mengandung lafadz kalla lafadz ini hanya ada pada separuh terakhir
dari Al Quran sedangkan ini disebutkan dalam al!uran hanya ;; dalam lima belas surat.
9) Setiap surat yang ada lafadz ( 0a Ayuhannas( dan tidak ada surat mengandung ( 0a
Ayuhalladzi -aaamanu( :e9uali surat Al /a$$.
d) Setiap surat yang mengandung kisah para nabi dan umat umat terdahulu ke9uali Surat al
ba!arah.
e) Setiap surat yang dibuka dengan huruf singkatan seperti alif laaam miiim ke9uali Al
*a!arah dan Al &mran sedangkan Ar Ra)du masih diperselisihkan.
f) Setiap surat yang mengandung kisah Adam dan &blis ke9uali surat Al *a!arah.
+ari segi 9iri khas'
1. A$akan kepada tauhid dan beribadah hanya kepad Allah.
.. "eletakan dasar umum bagi perundangan dan akhlak mulia yang men$adi dasar
terbentuknya suatu masyarakat.
;. Menyebutkan kisah para -abi dan umat terdahulu sebagai pela$aran bagi mereka
sehingga mengetahui nasib bagi yang mendustakannya.
=. Suku katanya pendek disertai kata-kata yang mengesankan.
*. Madani
1. Setiap surat berisi ke#a$iban had.
.. 0ang disebutkan orang munafik adalah Madani ke9uali Al Ankabut.
;. 0ang didalamnya ada dialog dengan Ahli :itab.
+ari segi 9iri khas'
1. Men$elaskan ibadah dan muamalah had kelaurga #arisan $ihad hubungan sosila
internasional.
.. Seruan terhadap Ahli :itab dari kalangan 0ahudi dan -asrani dan a$akan kepada mereka
untuk masuk islam.
;. Menyingkap perilaku orang munafik suku kata dan yatnya pan$ang dan dengan gaya
bahasa yang memantapkan syariat serta men$elaskan tu$uannya.
0ang terpenting dipela$ari para ulama dalam pembahasan ini adalah '
1. 0ang diturnkan dimakkah.
.. +i Madinah.
;. 0ang diperselisihkan.
=. Ayat makiyah dalam surat madaniyah.
>. Ayat madaniyah dalam surat makiyah
3. 0ang diturunkan dimakkah sedangkan hukumnya madani
2. +i madinah diturunkan dimakkah
8. 0ang serupa dengan yang yang diturunkan di Makkah dalam kelompok Madani.
7. +i Madinah dalam kelompok Makki.
14. 0ang diba#a dari makkah ke Madinah.
11. 0ang diba#a dari madinah ke Makkah.
1.. 0ang turun di musim panas dan di musim dingin.
1;. +i #aktu siang dan di #aktu malam.
1=. 0ang turun #aktu menetap dan #aktu dalam per$alanan.
"endapat tentang '
< *ilangan surah makki ( 8.).
< Madani ( .4' Al *a!arah Ali &mran An -isa) Al Maidah Al Anfal At %aubah Annur Al
Ahzab Muhammad Al @ath Al /u$urat Al /adid Al Mu$adalah Al /asyr Al Mumtahanah
Al 6umuah Al Munafi!in At %ala! At %ahrim An -ashr ) dan
< 0ang diperselisihkan ( 1. yaitu' Al @atihah Ar Ra)du Ar Rahman As Saff At %aghabun
At %atfif Al Qadar Al *ayyinah Az ?alzalah Al &khlas Al @ala! An -ass).
"-,%A/UA- M-,-A& 0A-, %URU- "R%AMA +A- 0A-, %URU-
%RA:/&R.
a) 0A-, %URU- "R%AMA :AA& '
1. Al Ala!' 1->.( yang paling shahih) ( turun mengenai kenabian ).
.. Al Mudtdatsir ' 1 ( ayat yang turun pertama kali se9ara lengkap) a#al kerasulan).
;. Al @atihah (didukung oleh hadist mursal). Surat yang pertama kali turun.
=. *ismilah (didukung oleh hadist mursal).
b) 0A-, %RA:/&R %URU- :AA&'
1. Ayat yang terakhir turun mengenai riba Al *a!arah' .28.
.. Ayat yang terakhir turun mengenai kalalah An -isa)' 123.
;. Ayat yag terakhir turun mengenai hutang Al *a!arah' .8..
=. Ayat yang paling terakhir turun adalah Al *a!arah' .81.
>. Ayat terakhir kali diturunkan adalah At %aubah' 1.8-1.7.
3. *ah#a yang tearakhir turun adalah Surat Al Maidah.
2. *ah#a tyang terakhir turun adalah Ali &mran' 17>.
8. +ikatakan adalah yang paling terakhir turun adalah An -isa)' 7;.
7. +ikatakan menurut &bnu Abas surat yang paling terakhir turun adalah An -ashr.
Datatan ' "endapat ini semua tidak mengandung sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah
masing-masing merupakan i$tihad dan dugaan.
0ang mula-mula diturunkan menurut persoalannya.
1. 0ang pertama kali uturn mengenai makanan adalah Al )An)am' 1=> An -ahl' 11=-11>
Al *a!arah' 12; Al Maidah' ;.
.. 0ang pertama kali diturunkan dalam hal minuman adalah ayat pertama mengenai khamr
(Al *a!arah' .17 An -isa)' =; Al Maidah' 74-71.
;. 0ang pertama kali diturunkan mengenai perang adalah Al /a$$ ';7.
@aedah pembahasan ini '
A. Men$elaskan perhatian yang diperoleh !uran guna men$aganya dan menentukan ayat-
ayatnya.
*. Mengetahui rahasia perundangan &slam menurut se$arah sumbernya yang pokok.
D. Membedakan yang nasikh dengan yang mansukh.
AS*A*U- -U?UA.
"erhatian ulama akan ilmu ini sangatlah penting diantaranya guru &mam *ukhari ( Ali bin
Madani ) Al 5ahidi . Al 6abari ( meringkas bukunya Al 5ahidi).
"edoman mengetahui asbabunnuzul ialah ri#ayat shahih yang berasal dari Rasulullah atau
dari sahabat. Muhammad sirin mengatakan ' (:etika kutanyakan kepada Ubaidah mengenai
satu ayat Quran di$a#abnya' *ertak#alah kepada Allah dan berkata benar. rang-orang yang
mengetahui mengenai apa Quran itu diturunkan telah meninggal(. Menandakan kehati-hatian
beliau dalam mengambil ri#ayat yang shahih Asbabu -uzul dari u9apan para shahabat yang
bentuknya seperti musnad yang pasti menunun$ukkan Asbabun -uzul. &mam syuyuthi
menyatakan bah#a boleh u9apan %abiin yang menun$ukan Asbabun -uzul diterima bila
u9apan itu $elas. +an mempunyai kedudukan mursal bila penyandaran kepada tabiin itu benar
dan dari seorang Mufassir yang mengambil dari para shahabat serta didukung oleh hadist
mursal lainnya.
+efinisi Asbabun -uzul adalah berkisar pada dua hal yaitu'
1. *ila ter$adi pada suatu peristi#a maka turunlah ayat Quran mengenai peristi#a itu hal
seperti ini diri#ayatkan dari &bnu Abbas yang mengatakan bah#a ketika turun ayat .1='
Rasulullah pergi naik ke bukit shafa lalu berseru.
.. *ila Rasulullah ditanya sesuatu hal maka turunlah ayat Quran menerangkan hukum
menerangkan hukumnya. Sebagaimana :haulah binti %sa)labah dikenakan ?ihar oleh
suaminya Aus bin Shamit.
+iantara ayat Al Quran yang diturunkan sebagai permulaan tanpa sebab mengenai akidah
iman ke#a$iban islam dan syariat Allah dalam kehidupan pribadi dan sosial. Al 6a)bari
berkata ' (Quran diturunkan dalam dua katagori' turun tanpa sebab dan turun karena suatu
peristi#a atau pertanyaan(.
+efinisi Asbabun -uzul' Sesuatu hal yang karenanya Qur)an diturunkan pada ke$adian itu
baik berupa peristi#a ataupun pertanyaan.
Manfaat mengetahui Asbabun -uzul adalah'
1. Mengetahui hikmah diundangkannya suatu hukum dan perhatian syara) terhadap
kepentingan umum dalam menghadapi segala peristi#a karena sayangnya kepada umat.
.. Mengkhususkan dan membatasi hukum yang diturunkan dengan sebab yang ter$adi bila
hukum itu dinyatakan dalam bentuk umum.
;. Apabila yang diturunkan itu lafazd umum dan terdapat dalil atas penghususannya maka
pengetahuan mengenai Asbabun -uzul itu membatasi penghususan hanya terhadap yang
selain bentuk sebab.
=. Dara terbaik untuk memahami makna Al Qur)an dan mengungkap kesamaran yang
tersembunyi dalam ayat-ayat yang tidak ditafsiri tanpa mengetahui Asbabun -uzul.
>. +apat menerangkan tentang siapa ayat itu diturunkan sehingga ayat tersebut tidak
diterapkan kepada orang lain karena dorongan permusuhan dan perselisian.
Aafadz umum men$adi pegangan bukan sebab khusus.
Apabila ayat yang diturnkan sesuai dengan sebab se9ara umum atau sesiau dengan sebab
se9ara khusus maka yang umum diterapkan pad akeumuman dan yang khusus pada ke
khususannya.
Dontoh ' QS. Al *a!arah' ... anas berkata'( *ila istri-istri orang 0ahudi haid mereka
keluarkan dari rumah tidak diberi makan dan minum dan didalam rumah tidak boleh
bersama. Aalu Rasulullah ditanya tentang hal itu maka Allah menurunkan' mereka bertanya
kepadamu tentang haid.
Dontoh kedua' Al Aail' 12-.1 diturunkan mengenai Abu *akar. :ata At!a adalah dari ismun
tafdil artinya superlatif maka bila tafdil itu disertai Al )Adiyah ( kata sandang yang
menun$ukkan bah#a kata yang dimasuki itu telah diketahui maksudnya) sehingga ini
dikhususkan bagi orang yang karenanya ayat ini diturunkan. :ata sandang (Al( menun$ukan
umum bila ia berfungsi sebagai kata sambung (maushul) atau ma)rifatkan kata $amak.
Sedangkan Al At!a pada bukan kata ganti penghubung kata $amak melainkan tunggal.
Sehingga menurut Al 5ahidi' Al At!a adalah Abu *akar menurut pendapat para ahli tafsir.
Abu *akar memerdekan budak sebanyak 2' *ilal Amir bin @uhairah -ahdiyah dan anak
perempuannya Ummu )isa dan budak perempuan *ani Mau)il.
6ika sebab itu khusus sedangkan ayat yang diturunkan berbentuk umum maka para ahli usul
berselisis pendapat' antara yang di$adikan pegangan itu lafdz yang umum atau sebab yang
khususB
1. 6umhur ulama ( pendapat yang paling shahih ) berpendapat bah#a yang men$adi
pegangan adalah adalah lafadz umum bukan sebab khusus. Misalnya ayat lian yang diturnkan
kepada mengenai tudukan /ilal bin Umayyah kepda &strinya yag harus mendatangkan bukti
#alaupun terhadap istrinya sehingga datang 6ibril dan menurunkan ayat An -ur' 3-7.
/ukum yang diambil dari lafadz umum ini ( dan orang orang yang menuduh istrinya) tidak
hanya mengenai peristi#a /ilal tetapi diterapkan pula pada kasus serupa lainnya tanpa
memerlukan dalil lain.
.. Segolongna ulama berpendapat bah#a yang men$adi pegangan adalah sebab khusus
alasannya lafadz umum menun$ukkan bentuk sebab yang khusus.
Redaksi Asbabun -uzul.
< %erkadang berupa pernyataan tegas mengenai sebab $ika pera#i mengatakan' (Sebab
-uzul ayat ini adalah begini( mengunakan fa) ta)!ibiyah ( kira-kira (maka(. 0ang
menu$ukkan urutan peristi#a yang dirangkai dengan kata (turunlah ayat(. Seperti sabda
Rasulullah' (Rasulullah ditanya tentang hal begini maka turunlah ayat ini (. Q sH Q lc] S
f[YQ oPdp
< %erkadang berupa pernyataan tegas.
< %erkadang berupa pernyataan yang hanya mengandung kemungkinan mengenainya.
%urunnya Qur)an
Al Qur)an turun kepada Rasulullah sa# selama dua puluh tiga tahun. +alam hal ini para
ulama memiliki dua madzhab pokok.
Madzhab pertama
0aitu pendapat &bnu Abas dan se$umlah ulama yang di $adikan pegangan umumnya ulama.
0aitu bah#a Al Qur)an turun sekaligus ke *aitul &zzah di langit dunia agar para malaikat
menghormati kebesarannya. :emudian di turunkan kepada Rasulullah se9ara bertahab selama
.; tahun sesuai dengan ke$adian dan peristi#a se$ak di utus hingga #afatnya.
Madzhab kedua
0aitu yang diri#ayatkan oleh As sya)bi bah#a permulaan turunya Al Qur)an di mulai pada
malam lailatul !adar pada bulan ramadlan yang merupakan malam yang di berkahi.
:emudian turun se9ara bertahab sesuai dengan ke$adian dan peristi#a selama kurang lebih .;
tahun.
Madzhab ketiga
*ah#a Al Qur)an di turunkan kelangit dunia selama .; malam lailatul !adar yang pada
setiap malamnya selama malam-malam lailatul !adar di tentukan oleh Allah untuk diturunkan
setiap tahunnya. +an $umlah #ahyu yang diturunkan ke langit dunia pada malam lailatul
!adar untuk masa satu tahun penuh itu kemudian diturunkan se9ara berangsur-angsur kepada
Rasulullah sa# sepan$ang tahun. &ni i$tihad sebagian mufasir. "endapat ini tidak memiliki
dalil.
Maka pendapat yang kuat adalah
"ertama diturunkan se9ara sekaligus pada malam lailatul !adar ke *aitul &zzah di langit
dunia.
:edua diturunkan dari langit dunia kebumi se9ara berangsur-angsur selama .; tahun. 1;
tahun di Mekkah dan 14 tahun di Madinah.
Sedangkan kitab-kitab sama#i sebelumnya seperti taurat in$il dan zabur turun sekaligus
(se9ara lengkap).
< /ikmah turunnya Al Qur)an se9ara bertahab
1. Menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah shalallahu )alaihi #assalam.
.. %antangan dan muk$izat.
;. Mempermudah hafalan dan pemahamana.
=. :esesuaian dengan peristi#a-peristi#a dan pentahaban dalam pentahaban hukum.
>. *ukti yang pasti bah#a Al Qur)an diturunkan dari sisi yang Maha *i$aksana dan Maha
terpu$i.
< @aidah turunnya Al Qur)an berangsur-angsur dalam pendidikan dan penga$aran
@aidah turunnya Al Qur)an se9ara berangsur-angsur merupakan metode untuk
mengaplikasikan proses bela$ar menga$ar yang berlandaskan dua asas ' perhatian terhadap
tingkat pengetahuan sis#a dan pengembangan potensi akal $i#a dan $asmaninya dengan apa
yang dapat memba#anya kearah kebaikan dan kebenaran.
&a $uga merupakan bantuan yang paling baik bagi $i#a manusia dalam upaya menghafal
Qur)anmemahami mempela$ari memikirkan makna-maknanya dan mengamalkan apa yang
dikandungnya.
"-,UM"UAA- +A- "-R%&*A- AA QUR)A-
"ara ulama membagi 6am)ul Qur)an men$adi dua '
"ertama' "engumpulan dalam arti /ifdzuhu ( menghafalnya di dalam hati )
:edua ' "engumpulan dalam arti kitabatuhu kullihi ( penulisannya se9ara sempurna )
< "engumpulan Al Qur)an dalam arti menghafal pada masa nabi shalallahu )alaihi #assalam.
*eliau adalah hafidz pertama. Setiap kali satu ayat turun beliau menghafal dalam dada dan
menempatkannya di dalam hati. Sebab bangsa arab se9ara kodratu mempunyai daya hafal
yang kuat dan pada umumnya mereka buta huruf.
"ada masa ini terdapat tu$uh /ufadz yang masyhur sebagaimana diri#ayatkan oleh imam
*ukhari. Mereka adalah Abdullah bin mas)ud Salim bin Ma)!al bekas budak Abu /udzaifah
Mu)az bin 6abal Ubai bin :aab ?aid bin %sabitAbu ?aid bin Sakan dan Abu +arda.
< "engumpulan Al Qur)an pada masa nabi dalam arti penulisan.
Rasulullah mengangkat para penulis #ahyu Qur)an dari sahabat-sahabat terkemuka seperti
Ali Mua#iyah Ubai bin :aab dan ?aid bin %sabit. *ila ayat turun beliau memerintahkan
mereka untuk menulisnya dan menun$ukan tempat ayat tersebut dalam surah sehingga
penulisan dengan lembaran itu membantu penghafalan di dalam hati. +isamping itu para
sahabat lainnya pun menulis tanpa di perintahkan oleh nabi.
"ada masa ini penulisan masih pada pelepah kurma lempengan batu lontar kulit atau daun
kayu pelana dan potongan tulang-belulang binatang. +an apa yang ada pada seseorang
belum tentu dimiliki oleh yang lainnya.
"ada saat Rasulullah #afat Al Qur)an telah dihafal dan ditulis dalam bentuk diatas ayat-ayat
dan surah dipisah-pisahkan atau di tertibkan ayat-ayatnya sa$a dan setiap surah berada dalam
satu lembaran yang terpisah dan dalam tu$uh huruf. %etapi Al Qur)an belum terkumpul dalam
satu mushaf yang menyeluruh (lengkap).
< "engumpulan A Qur)an pada masa Abu *akar.
"ada perang 0amamah tahun 1. /. ter$adi peperangan mela#an kaum murtad. "ada
peperangan ini 24 sahabat yang hafal Al Qur)an gugur. Umar bin :hatab merasa kha#atir
melihat kenyataan ini lalu ia menghadap Abu *akar dan menga$ukaan usul agar
mengumpulkan Al Qur)an karena dikha#atirkan akan musnah.
"ada a#alnya Abu *akar menolak usulan ini karena hal ini belum pernah dilakukan oleh
Rasulullah namun pada akhirnya iapun menerima usulan umar tersebut. Aalu ia
memerintahkan ?aid bin %sabit untuk melaksanakan tugas ini mengingat kedudukannya
dalam !iraat penulisan ke9erdasan dan kehadirannya dalam pemba9aan yang terakhir kali.
?aid memulai tugasnya dengan sangat teliti dengan bersandar pada hafalan yang ada didalam
hati para !ura dan 9atatan yang ada pada para penulis. &a menuturkan' (kukumpulkan ia dari
pelepah kurma kepingan-kepingan batu dan dari hafalan para penghafal sampai akhirnya
aku mendapatkan akhir surat %aubah berada pada Abu /uzaimah Al Anshary yang tidak
kudapatkan dari orang lain(. /al ini bukan berarti tidak muta#atir ?aid sendiri hafal dan
demikian pula para sahabat lainnya. %api ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatiannya.
+iri#ayatkan bah#a ia tidak mau menerima dari seseorang mengenai hafalan Al Qur)an
sebelum disaksikan oleh dua orang saksi.
:emudian hasil penulisan ini disimpan di tangan Abu *akar sampai beliau #afat. Setelah
beliau #afat lembaran-lembaran itu berpindah ketangan umar dan tetap berada ditagannya
hingga ia #afat. :emudian mushaf itu berpindah ketangan /afshahputri Umar. "ada
permulaan khalifah Usman Usman memintanya dari tangan hafshah.
< "engumpulan Al-Qur)an pada masa Ustman
:etika ter$adi perang Armenia dan Azarbai$an dengan penduduk irak Abu /udzaifah
melihat banyak perbedaan dalam 9aara-9ara mamba9a Al Qur)an. Sebagian ba9aan ber9ampur
dengan kesalahan. %api masing-masing mempertahankan dan memegangi ba9aannya hingga
mereka saling mengkafirkan. Melihat ke$adian ini ia menghadap khalifah Usman dan
melaporkan apa yang dilihatnya.
Utsman kemudian mengirimkan utusan ke /afsah (untuk memin$amkan mushaf Abu *akar
yang ada padanya). :emudian Utsman memanggil ?aid bin tsabit Al nshary Abdullah bin
?ubair Sa)id bin As dan Abdurrahman bin /aris bin /isyam ketiga orang terakhir adalah
suku QuraisyC lalu memerintahkan mereka untuk menyalin dan memperbanyak mushaf serta
memrintahkan pula agar apa yang diperselisihkan oleh ?aid dan ketiga Quraisy itu ditulis
dalam bahasa Quraisy karena Al Quran turun dengan logat mereka.
Setelah selesai menyalinnya Utsman mengembalikan lembaran-lembaran aslinya kepada
/afshah. Selan$utnya Usman mengirimkan kesetiap #ilayah mushaf yang baru tersebut dan
memerintahkan agar semua Mushaf Qur)an lain di bakar.
< "erbedaan antara pengumpulan Abu *akar dengan Utsman
"engumpulan yang dilakukan Abu *akar bermotif keha#atiran beliau akan hilangnya Al
Qur)an karena banyaknya hufadz yang gugur dalam peperangan. Sedangkan pada priode
Utsman bermotif karena banyaknya perbedaan ba9aan Al Qur)an yang disaksikannya sendiri
di daerah yang saling menyalahkan satu dengan yang lainnya.
"ada masa Abu *akar pengumpulan dalam bentuk memindahkan semua tulisan atau
9atatan aslinya kemudian di kumpulkan dalam satu mushaf dengan surah-surah dan ayatnya
yang tersusun serta terbatas pada ba9aan-ba9aan yang tidak mansukh dan masih men9akup
ketu$uh huruf sebagaimana ketika Al Qur)an diturunkan. Sedangkan pada masa Utsman
menyalinya dari tu$uh huruf men$adi satu mushaf dan satu huruf diantara tu$uh huruf itu
untuk mempersatukan kaum muslimin dalam satu mushaf dan satu huruf yang mereka ba9a
tanpa keenam yang lainnya.
< Syubhat dan bantahannya
Meraka mengatakan bah#a dalam Al Qur)an terdapat sesuatu yang bukan dari Al Qur)an B
mereka berdalail dengan ri#ayat yang menyebutkan bah#a Abdullah bin Mas)ud
mengingkari An ns dan Al @al! termasuk dari Al Quran.
6a#ab ri#ayat ini tidaklah benar karena bertentangan dengan kesepakatan umat. An na#a#i
mengatakan dalam Syarhul Muhadzab (:aum muslimin sepakat bah#a kedua surah (An
-aas dan Al fal!) itu dan surat fatihah termasuk Al Qur)an dan siapa sa$a yang
mengingkarinya sedikitpun ia telah kafir.
&bnu /aazm berpendapat' (ri#ayat tersebut merupakan pendustaan dan pemalsuan atas nama
&bnu Mas)ud.
%R%&* A0A% +A- SURA%
"ara ulama berbeda pendapat tentang tertib surat dalam Al Qur)an'
+ikatakan bah#a tertib surat itu tau!ifi dan di tangani langsung oleh nabi sebagaimana di
beritaukan oleh $ibril kepadanya atas perintah Allah.
+ikatakan pula bah#a tertib surat itu berdasarkan i$tihad para sahabat mengingat adanya
perbedaan dalam mushaf mereka
+ikatakan pula sebagian surat tertibnya tau!ifi dan sebagian lainnya berdasarkan i$tihad
sahabat hal ini karena adanya tedapat dalil yang menun$ukan adanya penertiban sebagian
surah pada masa -abi sa#.
&bnu ha$ar mengatakan (%ertib sebagian surah atau sebagian besarnya itu tidak dapat di tolak
sebagai bersifat tau!ifi. Rasulullah sa# bersabda '
(Rasulullah berkata kepada kami telah dating kepadaku #aktu untuk men9ari hizb (bagian)
Al Qur)an maka aku tidak ingin keluar sebelum aku selesai. Aalu kami tanyakan kepada
sahabat-sahabat Rasulullah' bagaimana kalian membuat pembagian Al Qur)anB Mereka
men$a#ab' kami membaginya men$adi ; surah > surah 2 surah 7 surah 11 surah 1; surah
dan bagian Al Mufashal dari Qaaf sampai khatam.
&ni menun$ukan bah#a tertib surah seperti dalam mushaf sekarang adalah tertib surah pada
masa Rasulullah. (
"embagian Surah-surah dan ayat Al !ur)an
1) At %i#al ada tu$uh yaitu ' AA *a!arah Ali &mran Al maidah al an)am Al A)raf dan Al
Anfal.
.) Al Miun. 0aitu surah-surah yang ayatnya lebih dari seratus atau sekitar itu seperti Al
:ahfi dan Al &sra)
;) Al Matsani yaitu surah-surah yang $umlah ayatnya diba#ah Al Miun karena surah ini
diulang-ulang ba9aannya lebih banyak dari At %i#al dan Al Miun.
=) Al Mufashal terbagi men$adi tiga yaitu' ti#al aushat dan Qishar.
Rasm utsmani
"ara ulama berbeda pendapat tentang setatus hukumnya apakah dia tau!ifi atau bukan.
*erikut perin9iannya'
1) Merupakan tau!ifi dan #a$ib untuk $adi pegangan.
.) Ada yang berpendapat Rasmu Utsmani bukan tau!ifi dari -abi tetapi hanya merupakan
satu 9ara penulisan yang disetu$ui Utsman dan diterima umat dengan baik. Sehingga men$adi
suatu yang #a$ib untuk di$adikan pegangan dan tidak boleh dilanggar. &ni merupakan
pendapat yang paling ra$ih.
;) Ada yang berpendapat rasm usmani hanyalah sebuah istilah tata9ara dan tidak ada
salahnya menyalahi bila orang telah menggunakan satu rasm tertentu untuk itu dan rasm itu
tersirat luas dikalangan mereka.
@asilah dan ra)sul ayat
Ra)sul ayat adalah akhir ayat yang padanya diletakan tanda fashl (pemisah) antara satu ayat
dengan ayat lain.
@ashilah adalah kalam (pembi9araan ) yang terputus dengan kalam sesudahnya $adi setiap
ra)sul ayat adalah fashilah tetapi tidak setiap fashilah itu ra)sul ayat.
"embagian fashilah di dalam Al Qur)an '
1) @ashilah Muthamatsilah
Qs ' Ath %hur '1-;
.) @asilah Muta!aribah. Qs ' Al @athihah' 1-=
;) @asilah Mutha#aziyah. Al ,hasiyah ' 1;-1=
=) @asilah Muta#azin. Al ,hasiyah ' 1>-13
%URU--0A AA QUR)A- +-,A- %U6U/ /URU@
"erbedaan pendapat tentang pengertian tu$uh huruf
"ara ulama berbada pendapat dalam menafsirkan tu$uh huruf ini dengan perbedaan
berma9am-ma9am'
1) sebagian besar ulama berpendapat bah#a yang ia adalah tu$uh ma9am bahasa dari
bahasa-bahasa arab mengenai satu makna.
+ikatakan bah#a tu$uh bahasa tersebut adalah Quraisy /uzail sa!if /a#azin :inanah dan
0aman. -amun dalam ri#ayat lain yang menyebutkan berbeda.
.) Suatu kaum berpendapat bah#a bah#a yang dimaksud dengan tu$uh huruf adalah tu$uh
ma9am bahasa dari bahasa-bahasa arab dengan nama Al Qur)an diturunkan.
Maksudnya adalah bah#a tu$uh huruf yang betebaaran di berbagai ma9am surat Al Qur)an
bukan tu$uh bahasa yang berbeda dalam kata tetapi sama dalam makna.
;) Sebagian ulama menyebutkan bah#a yang dimaksud tu$uh huruf yaitu ' Amr (perintah)
-ahyu (larangan) 5aad ($an$i) 5a)id ( an9aman) $adal (perdebatan) Qashas ( 9erita ) dan
Masal (perumpamaan). Atau Amr nahyu halal haram muhkammutsyabih dan masal.
=) Segolongan ulama berpendapat bah#a yang dimaksud tu$uh huruf yaitu'
a. &khtilaful Asma) ( perbedaan kata benda)
b. "erbedaan dalam tashrif.
9. "erbedaan ta!dim dan ta)hir
d. "erbedaan dalam segi ibdal (pengantian )
e. "erbedaan karena penambahan dan pengurangan
f. "erbedaan la$ah seperti idzhar dan idham fathah dan imalah dll.
>). Menurut sebagian ulam yaitu tu$uh itu tidak diarikan harfiyah (bukan bilangan enam
sampai delapan) tetapi bilangan tersebut hanya lambang kesempurnaan menurut kebiasaan
orang arab.
3). Segolongan ulama berpendat bah#a yang dimaksud tu$uh huruf adalah tu$uh !iraah.
"endapat terkuat dari semua pendapat tersebut adalah pendapat pertama.
/ikmah +iturunkannya Al-Qur)an +engan %u$uh /uruf
/ikmah yang dapat diambil dengan ke$adian turunnya Al-Qur)an dengan tu$uh huruf
1) Untuk memudahkan ba9aan dan hafalan bagi bangsa yang ummi tidak bisa ba9a tulis
setiap kabilah yang mempunyai dialek masing-masing namun tidak biasa menghafal syair
aplagi mentradisikannya.
.) *ukti kemuk$izatan Al Qur)an terhadap fitroh kebahasaan orang arab.
;) :emuk$izatan Al Qur)an dalam aspek makna dan hukum-hukumnya.
/ikmah +iturunkannya Al-Qur)an +engan %u$uh /uruf
Mempermudah ummat &slam khususnya bangsa Arab yang dituruni Al-Qur)an sedangkan
mereka memiliki beberapa dialeks (lah$ah) meskipun mereka bisa disatukan oleh sifat ke-
arabannya. :ami ambil hikmah ini dengan alasan sabda Rasulullah sa#' (Agar
mempermudah ummatku bah#a ummatku tidak mampu melaksanakannya( dan lain-lain.
Seorang ahli tah!i! &bnu 6azry berkata' (Adapun sebabnya Al-Qur)an didatangkan dengan
tu$uh huruf tu$uannya adalah untuk memberikan keringanan kepada ummat serta
memberikan kemudahan sebagai bukti kemuliaan keluasan rahmat dan spesialisasi yang
diberikan kepada ummat utama disamping untuk memenuhi tu$uan -abinya sebagai makhluk
yang paling utama dan kekasih Allah (.
+imana 6ibril datang kepadanya sambil berkata' (*ah#a Allah S#t telah memerintahkan
kamu untuk memba9akan Al-Qur)an kepada ummatmu dengan satu huruf(. :emudian -abi n
men$a#ab' (Saya akan minta )afiyah (kesehatan) dan pertolongan dulu kepada Allah karena
ummatku tidak mampu(. *eliau terus mengulang-ulang pertanyaan sampai dengan tu$uh
huruf.
Menyatukan ummat &slam dalam satu bahasa yang disatukan dengan bahasa Quraisy yang
tersusun dari berbagai bahasa pilihan dikalangan suku-suku bangsa Arab yang berkun$ung ke
Makkah pada musim ha$i dan lainnya.
Q&RAA% QUR)A- +A- "ARA A/A&-0A.
Qira)ah se9ara bahasa adalah $amak dan masdar dari !ira)ah yang artinya ba9aan. Sedangkan
menurut istilah ia adalah suatu madzhab aliran ba9aan Al Qur)an yang dipilih oleh salah satu
imam Qura) sebagai suatu madzhab yang berbeda dengan madzhab yang lainnya.
Adz +zahabi menyerebutkan sahabat yang terkenal dengan Ahli Qiraat ada tu$uh' Utsman
Ubai Ali ?aid bin tsabit Abu +arda ( dalam redaksi hadits yang lain bukan Abu darda
tetapi Abdullah bin mas)ud ) dan Abu musa Al Asy)ari.
:etu$uh Qiraah yang masyhur
Sedangkan ulama pada masa berikutnya pada abad ketiga hi$riyah yang terkenal dari !ura
sab)ah adalah'
1. Abu )Amr bin A)la ( ?abban bin(A)la bin Ammar al Mazani al *asri )
.. -afi) al Madani ( Abu Ru#aih -afi) bin Abdurrahman )
;. )Asim al :ufi ( )Asim bin Aun -a$ud )
=. /amzah Al :ufi ( /amzah bin /abib bin &marah Az ?ayyat Al @ardli At %amimi.
:unyahnya Abu &marah).
>. Al :isa)i al :ufi ( )Ali bin /amzah kunyahnya Abu /asan ).
3. &bnu Amir asy Syami (Abdullah bin )Amir Al 0ahshabi).
2. &bnu :arsir ( Abdulah bin :asir Al Maliki).
Sedangkan tiga imam !iraah yang menyempurnakan imam yang tu$uh '
1. Abu 6a)far Al Madani (0azid bin Qa)!a)
.. 0a)!ub Al *asri (Abu Muhamad 0a)!ub bin &sha! bin 0azid al /srami).
;. :halaf (Abu Muhamad khlaf bin /asyim bin sa)lab al *azzar al baghdadi).
Ma9am-ma9am !ira)at.
1) Muta#atir yaitu !ira)at yang dinukil oleh se$umlah besar peri#ayat yang tidak mungkin
bersepakat untuk berdusta dari se$umlah orang yang seperti itu dan sanadnya bersambung
hingga perngahabisannya.
.) Masyhur yaiut !ira)at yang sahahih sanadnya tetapi tidak men9apai dera$at muta#atir.
;) Ahad yaitu !ira)at yang shahih sanadnya tetapi menyalahi rasm utsmani menyalahi
kaidah bahas aarab atau tidak terkenal.
=) Syadz yaitu !ira)at yang tidak shahih sanadnya.
>) Maudhu) yaitu !ira)at yang tidak ada asalnya.
3) Mudra$ yaitu yang ditambahkan dalam !ira)ah sebagai penafsiran.
@aidah beraneka ragam Qiraah yang shahih
1) Menun$ukan betapa ter$aga dan terpeliharanya kutab Allah dari perubahan dan
penyimpangan padahal kitab ini mempunyai sekian banyak segi ba9aan yang berbeda-beda.
.) Meringankan umat islam dan memudahkan mereka untuk memba9a Al Qur)an.
;) *ukti kemuk$izatan Al Qur)an dari segi kepadatan maknanya karena setiap Qiraah
menun$ukan hukum syara) tertentu tanpa ada pengulangan lafadz.
=) "en$elasan apa yang mungkin masih global dalam !iraah lain.
Al #a!af dan Al &btida)
5a!af dan ibtida mempunyai peranan sangat penting dalam pengu9apan Al Qur)an untuk
men$aga keselamatan makna ayat dan meghindari kesalahan.
Ma9am-ma9am #a!af '
1) %amm. 0aitu #a!af pada lafadz yang berhubungan sediktpun dengan lafad sesudahnya.
.) :afin $a)iz. 0aitu #a!af pada suatu lafadz yang dari segi lafadz terputus dari lafadz
sesudahnya.
;) /asan. 0aitu lafadz yang dipandang baik pada lafadz itu tetapi tidak memulai dengan
lafaz yang sesudahnya karena masih berhubungan dengan lafaz dan maknanya.
=) Qabih. 0aitu lafadz yang tidak dapat difahami maksud sibenarnya.
%a$#id dan adab tila#ah.
%a$#id sebagai suatu disiplin ilmu mempunyai kaidah-kaidah tertentu yang harus dipedomani
dalam pengu9apan huruf-huruf dari makhra$nya disamping pula harus pula diperhatikan
hubungan setiap huruf dengan yang sebelum dan yang sesudahnya dalam 9ara pengu9apan.
:aidah ta$#id berkisar pada #a!af imalah tar!i! tafhimidham penguasaan hamzah dan
makhari$ul huruf.
Adab memba9a Al Qur)an
Memba9a Al Qur)an sesudah ber#udlu.
Memba9anya ditempat yang bersih dan su9i untuk memba9a keagungan memba9a Al
Qur)an.
Memba9anya dengan khusyu tenang dan poenuh hormat
*ersi#ak sebelum memba9a.
Memba9a taa#udz pada permulaanya
Memba9a basmalah pada permulaan setiap surah ke9uali surah Al *araah
Memba9anya dengan tartil
Memikirkan ayat-ayat yang diba9anya.
Meresapi makna dan maksud ayat-ayat Al Qur)an yang berhubungan dengan $an$i dan
an9aman.
Membaguskan suara
Mengeraskan ba9aan Al Qur)an karena memba9anya dengan suara $ahr lebih utama.
Ulama) berbeda pendapat tentang memba9a Al Qur)an dengan mushaf atau tidak B
< Memba9anya dengan mushaf lebih utama. Sebab melihat mushafpun merupakan ibadah.
< Memba9a diluar kepala lebih utama karena dapat mendorong untuk melakukan tadabur
terhadap maknanya.
< *ergantung pada situasi indifidu masing ymasing.
Qa#aid yang dibutuhkan oleh Mufassir
1. +amir (kata benda).
.. %arif dan %ankir ( isim makrifat dan -akirah ).
;. "engulangan kata benda (isim).
=. Mufrad dan $amak.
>. Membagi $amak dengan $amak atu dengan mufrad.
3. :ata-kata yang dikira mutaradif (sinonim) tetapi bukan.
2. "ertanyaan dan $a#aban.
8. 6umlah isim dan $umlah fi)liyah.
7. Athaf.
14. "erbedaan antara al ilata dengan al &)lata.
11. Aafadz fa)ala.
1.. Aafadz kana.
1;. Aafadz kada.
1=. Aafadz $a)ala.
1>. Aafadz la)alla dan )Asa.
MU/:AM +A- MU%S0A*&/
Muhkam dan Mutsyabih dalam artian umum
Muhkam bearti (sesuatu) yang dikokohkan. &hkam Al :alam berati mangokohkan perkataan
dengan memisahkan berita yang benar dari yang salah dan urusan yang lurus dari yang sesat.
Mutasyabih se9ara bahasa berarti tasyabuh. +an syubhah ialah keadaan diaman salah satu
dari dua hal itu tidak dapat di bedakan dari yang lain karena adanya kemiripan diantara
keduanya se9ara kongkrit maupun abstrak.
Muhkam dan mutsyabih dalam arti khusus
+alam hal ini terdapat perbedaan pendapat. 0ang terpenting adalah sebagaimana berikut '
1) Muhkam adalah ayat yang mudah diketahui maksudnya sedangkan mutayabih hanyalah
dapat di ketahui maksudnya oleh Allah sendiri.
.) Muhkan hanyalah ayat-ayat yang mangadung satu #a$ah sedangkan mutsyabih
mengandung banyak #a$ah.
;) Muhkam adalah ayat-ayat yang maksudnya dapat di ketahui se9ara langsung tanpa
memerlukan keterangan lain. Sedangkan mutyabih tidak demikian ia memerlukan pen$elasan
meru$uk kepada ayat-ayat lain.
Ulama memberikan 9ontoh ayat-ayat yang muhkam dalam Al Qur)an dengan ayat-ayat nasih
ayat-ayat tentang halal haram hudud ke#a$iban $an$i dan an9aman. Semantara itu ayat-ayat
mutasyabih mereka men9ontohkan ayat- ayat manskuh dan ayat tentang asma Allah dan surat
sifatnya.
"erbedaan pendapat tentang kemngkinan mengetahui yang mufasyabih
Sumber perbedaan pendapat ini berpangkal pada masalah #a!af dalam ayat
GPQ eR `cQ_PQm .
"endapat pertama di ikuti oleh se$umlah ulama seperti ubai ibnu mas)ud dan se$umlah
sahabat tabiin dan lainnya. *ah#a #a#u disitu diperlakukan sebagai isti)naf.
&bnu ma)sud menyatakan 9elaan terhadap orang-orang yang mengikuti mutsyabih dan
mensifatinya sebagai orang-orang yang hatinya (9ondong kepada kesesatan dan berusaha
menimbulkan fitnah (
"endapat kedua menyatakan bah#a (#a#u( sebagai huruf athaf bukan isti)naf."endapat ini
anut oleh sebagian ulama yang dipelopori oleh Mu$ahid.
"endapat ini dipilih $uga oleh &mam -a#a#i. &a mengatakan dalam shahih muslim ( ini
pendapat yang paling shahih(
Amm dan khas
"engertian amm dan sighat umum.
Amm adalah lafadz yang menghabiskan makna atau men9akup segala apa yang pantas
baginya tanpa ada ada pembatasan.
Am mempunyai sihgat-sighat tertentu yang menun$ukannya. +iantaranya'
a) :ull sebagaimana dalam firman Allah Ali inran ' 18>
b) Aafadz-lafadz yang dimakrifahkan dengan Al yang bukan al )ahdiyah
Al Asr ' 1-..
9) &sim nakirah dalam konteks nafyi dan nahyi. Al *a!arah' 172.
d) Al lati dan al lazi serta 9abang-9abangnya. At thala! ' =.
e) Semua $enis isim isyarat. Al ba!arah ' 172.
f) &smul $insi (kata $enis ) yang di idafatkan. An nisa) ' 11
Ma9am-ma9am amm
a) Amm yang tetap dalam keumumannya.
'_NPQ ) FGH Veu S eGH Qm 123 (
b). Amm yang dimaksud khusus
wWdPQ `Q wW}QQ P lWp s[QQ aPQ Q cX kp ' `Q_H lQ) vcqWR 12; (
9). Amm yang di khususkan
cYQ FFPQ sL FiQ FPQ aP sFNK[ eK~ ci_uQm cGm ' _NPQ ) _xJPQ sL 182 (
"erbedaan antara amm al murad bihil khusus dengan al amm al makhsus)
1) +imaksudkan untuk men9akup semua satuan atau indifidu yang di9akup se$ak semula
baik dari segi 9angkupan makna maupun lafaz maupun hukumnya.
.) 0ang pertama adalah ma$az se9ara pasti karena ia telah beralih dari makna aslinya dan
dipergunakan untuk sebagai satuan-satuannya sa$a.
;) Qarinah yang pertama pada umumnya bersifat )a!liyah dan tidak pernah terpisah
sedangkan !arinah bagi yang kedua bersifat lafdziyah dan terkadang terpisah.
"engertian khass dan mukhasis
:has adalah la#an kata dari Amm. Sedangkan takhsis adalah mengeluarkan bagian yang
di9angkup lafadz Amm. +an mukhasis adalah ada kalanya ia muttasil yaitu yang antara
amm dengan mukhasis tidak dipisahkan oleh suatu hal dan ada kalanya ia munfasil yaitu
kebaikan dari muthasil.
Mukhasis muttasil ada lima'
1) &stisna (penge9ualian ). Al maidah ' ;;-;=
.) Sifat . An nisa ' .;
;) Syarat. An nur' ;;
=) ,ayah (batasan sesuatu). Al ba!arah ' 173
>) *adal ba)dmin kull. Ali imran ' 72
Sedangkan mukhasis munfasil adalah mukhasis yang di tempat lain baik
ayat hadist maupun !iyas.
%ahsis sunnah dengan Qur)an
Separti hadist tentang ( apa sa$a yang dipotong dari binatang terak sedang ia masih hidup
maka ia adalah bangkai.( Abu daud dan tirmidzi)
/adist ini di tahsis oleh ayat ( an nahl ' 84 ).
"ara ulama berbeda pendapat tentang sah tidaknya berhu$ah dengan lafad amm yang sudah
di tahsis $uga terhadap sisanya.
"endapat yang dipilih Ahli &lmu menyatakan (sah berhu$ah dengan amm terhadap apa
(makna yang termasuk dalam ruang lingkupnya) yang diluar katagori yang di khususkan.
Dakupan khitab
Ulama berselisih pendapat tentang khitab yang ditu$ukan khusus untuk nabi apakah ia
men9akup seluruh umat atau tidakB
1) Segolongan ulama berpendapat men9akup seluruh umat karena Rasulullah adalah
panutan (!ud#ah) mereka.
.) ,olongan lain berpendapat tidak men9akup mereka karena sighatnya menun$ukan
kehususan bagi Rasulullah.
Sama halnya tentang lafadz ya ayuhannas atau ya ayuhalladzina amanu. Maka pndapat yang
shahih khitab itu men9akup rasulullah $uga mengingat maknanya yang umum.
-AS&:/ +A- MA-SU:/ +AAAM AA-QUR)A-
A. +efinisi +an Syarat-Syaratnya
-askh menurut bahasa dipergunakan untuk arti izalah (menghilangkan) atau
memindahkan sesuatu dan mengalihkannya dari satu kondisi ke kondisi lain. Sementara ia
sendiri tetap seperti sedia kala. Sedang se9ara istilah adalah seruan pembuat syari)at yang
menghalangi keberlangsungan hukum seruan pembuat syari)at sebelumnya yang telah
ditetapkan. Adapun nasikh (penghapus) kadang digunakan untuk menyebut Allah.
Mansukh adalah hukum yang diangkat atau yang dihapuskan. Seperti hukum iddah
setahun penuh bagi #anita yang ditingggal mati suaminya. +alam naskh hukum yang
dinaskh se9ara syar)& #a$ib ditun$ukkkan oleh dalil yang men$elaskan dihilangkannya hukum
se9ara syar)& yang datangnya setelah khitab yang hukumnya dinaskh.
+ari uraian diatas dapat disimpulkan bah#a dalam naskh diperlukan syarat-syarat berikut'
1) /ukum yang dimansukh adalah hukum syara).
.) +alil penghapusan hukum tersebut adalah khitab syar)& yang datang lebih kemmudian
dari khitab yang hukumnya mansukh.
;) :hitab yang mansukh hukumnya tidak terikat (dibatasi) dengan #aktu tertentu. Sebab
$ika tidak demikian maka hukum akan berakhir dengan berakhirnya #aktu tersebut. +an yang
demikian tidak dinamakan naskh.
*. +alil-dalil Mengenai :eberadaan -askh
Allah s#t berfirman'
(Ayat mana sa$a yang :ami nasakhkan atau :ami $adikan (manusia) lupa kepadanya :ami
datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. %idakkah kamu
mengetahui bah#a sesungguhnya Allah Maha :uasa atas segala sesuatuB.( Qs. Al-*a!arah'
143
(+an apabila :ami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya
padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan--ya mereka berkata' (Sesungguhnya
kamu adalah orang yang mengada-adakan sa$a(. *ahkan kebanyakan mereka tiada
mengetahui.( (Qs. An--ahl' 141)
D. "roses %er$adinya -askh +an "embagian -askh
1) -askh Al-Qur)an dengan Al-Qur)an
*agian ini disepakati kebolehannya dan telah ter$adi dalam pandangan mereka yang
mengatakan adanya naskh. Misalnya naskh hukum iddah selama satu tahun telah dinas#kh
dengan hukum iddah selama empat bulan 14 hari.
(+an orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kamu dan meninggalkan isteri
hendaklah ber#asiat untuk isteri-isterinya (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan
tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi $ika mereka pindah (sendiri) maka tidak
ada dosa bagimu (#ali atau #aris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang
ma)ruf terhadap diri mereka. +an Allah Maha "erkasa lagi Maha *i$aksana.( (Qs. Al-
*a!arah' .=4)
(rang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri
(hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber)iddah) empat bulan sepuluh hari.
:emudian apabila telah habis )iddahnya maka tiada dosa bagimu (para #ali) membiarkan
mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu
perbuat.( (Qs. Al-*a!arah' .;=)
.) -askh Al-Qur)an dengan hadits
a. -askh Al-Qur)an dengan hadist ahad.
6umhur berpendapat hal ini tidak boleh sebab Al-Qur)an adalah muta#atir dan menun$ukkan
yakin sedang hadits ahad dzanniy bersifat dugaan disamping tidak sah pula menghapuskan
sesuatu yang maklum dengan yang dugaan.
b. -askh Al-Qur)an dengan hadits muta#atir.
/al ini diperbolehkan oleh &mam Malik Abu /anifah dan &mam Ahmad dalam satu ri#ayat
sebab masing-masing keduanya adalah #ahyu. Allah berfirman'
(+an tiadalah yang diu9apkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan ha#a nafsunya.
U9apannya itu tiada lain hanyalah #ahyu yang di#ahyukan (kepadanya).( (Qs. An--a$m' ;-
=)
(:eterangan-keterangan (muk$izat) dan kitab-kitab. +an :ami turunkan kepadamu Al Quran
agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan
supaya mereka memikirkan.( (Qs. An--ahl' ==)
Sedang &mam Syafi)& Ahli +hahir dan Ahmad dalam ri#ayat yang lain menolak menolak
naskh seperti ini berdasarkan firman Allah'
(Ayat mana sa$a yang :ami nasakhkan atau :ami $adikan (manusia) lupa kepadanya :ami
datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. %idakkah kamu
mengetahui bah#a sesungguhnya Allah Maha :uasa atas segala sesuatuB.( (Qs. Al-*a!arah'
143)
Sedang hadits tidak lebih baik dari atau sebanding dengan Al-Qur)an.
;) -askh sunnah dengan Al-Qur)an
6umhur ulama) membolehkannya. Seperti masalah menghadap ke *aitul Makdis yang
ditetapkan dengan sunnah dan didalam Al-Qur)an tidak terdapat dalil yang menun$ukkkannya.
:emudian dinaskh oleh Al-Qur)an dengan firman Allah'
(Sungguh :ami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit73 maka sungguh :ami
akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. "alingkanlah mukamu ke arah Mas$idil
/aram. +an dimana sa$a kamu berada palingkanlah mukamu ke arahnya. +an sesungguhnya
orang-orang (0ahudi dan -asrani) yang diberi Al :itab (%aurat dan &n$il) memang
mengetahui bah#a berpaling ke Mas$idil /aram itu adalah benar dari %uhannyaC dan Allah
sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka ker$akan.( (Qs. Al-*a!arah' 1==)
-askh yang pertama kali dalam Al-!ur)an adalah naskh tentang !iblat.
=) -askh sunnah dengan sunnah
+alam katagori seperti ini terdapat empat bentuk. -askh muta#atir dengan muta#atir naskh
ahad dengan ahad naskh muta#atir dengan ahad. %iga bentuk pertama diperbolehkan
sedangkan pada bentuk keempat ter$adi silang pendapat seperti halnya naskh Al-Quran
dengan hadits ahad yang tidak diperbolehkan oleh $umhur.
/ikmah Adanya -askh +alam Al-Qur)an
1. Memelihara kepentingan hamba.
.. "erkembangan tasyri) menu$u tingkat sempurna sesuai dengan perkembangan dak#ah
dan kondisi umat manusia.
;. Dobaaan dan u$ian bagi mukallaf untuk mengikutinya atau tidak.
=. Menghendaki kebaikan dan kemudahan bagi umat. Sebab $ika naskh itu beralih ke hal
yang lebih berat maka didalamnya terdapat tambahan pahala dan $ika beralih ke hal yang
lebih ringan maka ia mengandung kemudahan dan keringanan.
MU%AAQ +A- MUQA00A+
1. +@&-&S&
Mutla! adalah lafadz yang menun$ukkan sesuatu hakekat tanpa sesuatu !ayyid (pembatas).
6adi ia hanya menun$ukkan kepada satu indifidu tidak tertentu dari hakekat tersebut.
Mu!ayyad adalah lafazh yang telah di hilangkan 9akupan $enisnya baik se9ara kulli maupun
$uz)& atau Mu!ayyad adalah lafazh yang menun$ukan suatu hakekat dengan !ayyid (batasan)
seperti kata (ra!abah( (budak) yang dibatasi dengan iman dalam ayat'
((hendaklah) ia memerdekakan budak beriman.( Qs. An--isa)' 7.
.. MADAM-MADAM MU%AAQ +A- MUQA00A+ +A- S%A%US /U:UM-0A
MAS&-,-MAS&-,
Mutla! dan mu!ayyad mempunyai bentuk-bentuk a!liyyah dan sebagian realitas bentuknya
kami kemukakan sebagai berikut'
a) Sebab dan hukumnya sama.
Misalnya (puasa( untuk kafarah sumpah. Aafazh itu dalam !ira)ah muta#atir yang terdapat
dalam mushaf di ungkapkan se9ara mutla!'
(Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk
bersumpah) tetapi +ia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu senga$a
maka kaffarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin yaitu
dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu atau memberi pakaian kepada
mereka atau memerdekakan seorang budak. *arang siapa tidak sanggup melakukan yang
demikian maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. 0ang demikian itu adalah kaffarat
sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). +an $agalah sumpahmu.
+emikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum--ya agar kamu bersyukur
(kepada--ya).( Qs. Al-Ma)idah' 87
+an ia mu!ayyad atau dibatasi dengan tatabu) (berturut-turut) dalam !ira)ah &bnu
Mas)ud '
UWiWKKL G[n f bWFOR
(Maka kafarahnya puasa selama tiga hari berturut-turut.( +alam hal seperti ini pengertian
lafazh yang mutla! diba#a kepada yang mu!ayyad (dengan arti bah#a yang dimakdus oleh
lafazh mutla! adalah sam yang dimaksud oleh mu!ayyad) karena (sebab( yang satu tidak
akan menghendaki dua hal yang bertentangan. leh karena itu segolongan berpendapat
bah#a puasa tiga hari tersebut harus dilakukan se9ara berturut-turut. +alam pada itu
golongan yang memandang !ira)ah tidak muta#atir sekalipun masyhur tidak dapat di$adikan
hu$$ah tidak sependapat golongan yang pertama. Maka dalam kasus ini di pandang tidak ada
mu!ayyad yang karenanya lafazh mutla! diba#a kepadanya.
b) Sebabnya sama namun hukum berbeda.
Seperti lafazh (tangan( dalam #udhu dan tayamum. Membasuh tangan dalam ber#udhu
dibatasi sampai dengan siku-siku. Allah berfirtman'
(/ai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak menger$akan shalat maka basuhlah
mukamu dan tanganmu sampai dengan siku.( Qs. Al-Ma)idah' 3
Sedang menyapu tangan dalam bertayamum tidak dibatasi mutla! sebagaimana di $elaskan
dalam firman--ya'
(Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih)C sapulah mukamu dan tanganmu
dengan tanah itu.( Qs. Al-Ma)idah' 3
+alam hal ini ada yang berpendapat lafazh yang mutla! tidak diba#a kepada yang
mu!ayyad karena berlainan hukumnya. -amun al-,hayali menukil dari ulama) Syafi)& bah#a
mutla! di sini diba#a kepada mu!ayyad mengingat (sebab(nya sama sekalipun berbeda
hukumnya.
9) Sebab berbeda tetapi hukumnya sama
+alam hal ini ada dua bentuk'
"ertama ta!yid atau batasannya hanya satu. Misalnya pembebasan budak dalam hal kafarah.
*udak yang dibebaskan disyaratkan harus budak (beriman( dalam kafarah pembunuhan tak
sengan$a. Allah berfirman'
(+an tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain) ke9uali
karena tersalah (tidak senga$a) dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah
(hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat
yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu) ke9uali $ika mereka (keluarga
terbunuh) bersedekah (dengan memberi maaf). 6ika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang
ada per$an$ian (damai) antara mereka dengan kamu maka (hendaklah si pembunuh)
membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan
hamba sahaya yang beriman.( Qs. An--isa)' 7.
Sedangkan dalam kafarah dhihar ia diungkapkan se9ara mutla!'
(rang-orang yang menzhihar isteri mereka kemudian mereka hendak menarik kembali apa
yang mereka u9apkan maka (#a$ib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua
suami isteri itu ber9ampur. +emikianlah yang dia$arkan kepada kamu dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu ker$akan.( Qs. Al-Mu$adalah' ;
:edua ta!yidnya berbeda-beda. Misalnya (puasa kafarah( ia dita!yidkan dengan berturut-
turut dalam kafarah pembunuhan. @irman Allah'
(*arangsiapa yang tidak memperolehnya maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua
bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. +an adalah Allah Maha
Mengetahui lagi Maha *i$aksana.( Qs. An--isa)' 7.
+emikian $uga dalam kafarah dhihar sebagaiman dalam firman--ya'
(*arangsiapa yang tidak mendapatkan (budak) maka (#a$ib atasnya) berpuasa dua bulan
berturut-turut sebelum keduanya ber9ampur.( Qs. Al-Mu$adalah' =
d) Sebab berbeda dan hukumpun berlainan
Seperti (tangan( dalam ber#udhu dan dalam kasus pen9urian. +alam ber#udhu ia dibatasi
sampai dengan siku sedang dalam pen9urian di mutla!kan tidak dibatasi. @irman Allah'
(Aaki-laki yang men9uri dan perempuan yang men9uri potonglah tangan keduanya (sebagai)
pembalasan bagi apa yang mereka ker$akan dan sebagai siksaan dari Allah. +an Allah Maha
"erkasa lagi Maha *i$aksana.( Qs. Al-Ma)idah' ;8
+alam keadaan seperti ini mutla! tidak boleh diba#a kepada mu!ayyad karena (sebab( dan
(hukum(nya belainan. +alam hali ini tidak ada kontradiksi (ta)arud) sedikitpun.
MA-%UQ +A- MA@/UM
+efinisi Mantu!.
1. Se9ara bahasa.
Se9ara bahasa manthu! diambil dari kata An -ath! (IdPQ) yaitu berbi9ara. Maka manthu!
adalah sesuatu yang dibi9arakan.
.. Se9ara istilah.
Se9ara istilah mantu! adalah sesuatu (makna) yang ditun$ukkan oleh lafadz menurut
u9apannya yakni penun$ukan makna berdasarkan materi huruf-huruf yang diu9apkan.
Ma9am-Ma9amnya.
a) +zahir.
Se9ara bahasa' Al-5adih ($elas). Adapun se9ara istilah dzahir adalah yang $elas maksudnya
dengan sendirinya tanpa memperhatikan unsur dari luar dan apa yang dimaksud bukan
maksud asli dari siya! kalamya.
Sebagaimana firman Allah s#t'
(+an $ika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim
(bilamana kamu menga#ininya) maka ka#inilah #anita-#anita (lain) yang kamu senangi '
dua tiga atau empat. :emudian $ika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka
(ka#inilah) seorang sa$a atau budak-budak yang kamu miliki. 0ang demikian itu adalah
lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS. An--isa)' ;)
Ayat ini dari +zohir lafadznya bermakna $elas yang langsung bisa dipahami yaitu
memperbolehkan ka#in dengan #anita yang dihalalalkan. +engan konteks kalimatC (@ankihu
maa thaaba lakum minannisa(maka ka#inilah #anita-#anita (lain) yang kamu senangi ) .
tetapi makna ini bukan men$adi maksud asal dari susunan kata-katanya(siyakul kalam)
karena maksud asalnya adalah membatasi $umlah istri maksimal empat atau hanya satu .
/ukum dzahir.
1. +zahir memungkinkan untuk ditak#ikan atau merubah dari makna dzahir kepada
makan yang lain. Seperti mengkhususkan yang umum atau membatasi yang mutlak. *egitu
$uga memungkinkan bermakna ma$azi atau selainnya.
.. 5a$ib di amalkan sesuai dengan makna +zahirnya selama tidak ada dalil yang
menyelisihinya atau mentak#ikan dari makna dzahirnya. :arena tidak ada perubahan lafadz
dari dzahirnya ke9uali dengan dalil.menuntut untuk mengamalkan dengan selain yang dzahir.
;. -ash.
-ash adalah lafadz yamg bentuknya sendiri telah dapat menun$ukkan makna yang dimaksud
se9ara tegas(sarih) tidak mengandung makna lain.
Sebagaimana @irman Allah '
("erempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina maka deralah tiap-tiap seorang dari
keduanya seratus dali dera ( Qs.An--uur'.)
"enyifatan (seratus $ilidan( menun$ukan lafadz yang berbentuk nash yang tidak menerima
kemungkinan makna lain.
/ukum nash.
-ash sama dengan zhahir. Artinya ia #a$ib diamalkan sesuai dengan nashnya dan para
fu!oha) mengatakan' (Setiap nash di dalam Al-Qur)an dan As-sunnah selalu berbentuk i$ma)
maksudnya tidak di ragukan lagi akan #a$ibnya beramal dengannya .
=. +alalah &syarah.
&syarah adalah lafadz yang menun$ukkan makna yang tidak dimaksud pada mulanya.
Menurut +r. Sulaiman Al Asy!ar isyarah adalah lafadz yang dipahami diluar apa yang
dimaksudkan oleh mutakalim(yang berbi9ara) siya! kalam tidak dimaksudkan untuk tapi
mengikuti maksud dari perkataan.
Misalnya dalam firman Allah'
(+ihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa ber9ampur denga istri-istri kamu mereka
adalah pakaian bagi kamu dan kamu pun pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bah#asanya
kamu tidak dapat menahan nafsumu karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf
kepada kamu. Maka sekarang 9ampurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapka Allah
untukmu dan makan dan minumlahhingga $elas bagi kamu benang putih dari benang hitam
yaitu fa$ar( ( Al-*a!arah' 182)
Maksudnya ayat ini menun$ukan syahnya puasa bagi orangyang pagi-pagi masih daklam
keadaan $unub sebab ayat ini membolehkan ber9ampur sampai dengan terbit fa$ar sehingga
tidak ada kesempatan untuk mandi. :eadaan demikian menuntut atau memaksa kita pagi-pagi
dalam keadaan $unub. Membolehkan malakukan penyebab sesuatau berarti membolehkan
pula meklakukan sesuatu itu. Maka membplehkan bersetubuh sampai pada bagian #aktu
terakhir dari mlam yang tidak ada lagi kesempatan untuk mandi sebelum terbit fa$ar berarti
membolehkan pula pagi-pagi dalam keadaan $unub.
/ukum isyarah.
Al Mulakhusru berkata'("enun$ukkan dalil dengan isyarah adalah !ath)i(tegas) se9ara
mutlak.(
Mafhum
A. +efinisi Mafhum
Mafhum adalah makna yang ditun$ukkan oleh lafal tidak berdasarkan pada bunyi u9apan.
*. Mafhum Mu#afa!ah
+an mafhum terbagi men$adi dua bagian pertamaC Mafhum Mu#afa!ah. Adalah mafhum
yang hukumnya menun$ukkan bah#a hukum yang tidak disebutkan sama dengan hukum
yang disebutkan dalam lafal.
D. "embagian Mafhum Mu#afa!ah
Mafhum mu#afa!ah terbagi men$adi dua. "ertamaC @ah#al :hithabC 0aitu apabila makna
yang dipahami itu lebih harus diambil hukumnya daripada mantu!. Misalnya seperti terdapat
pada sebuah ayat
( Maka sekali-kali $anganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan (ah((
Mantu!nya ayat di atas adalah haramnya mengatakan (ah( oleh karena itu keharaman
men9a9i maki dan memukul lebih pantas diambil karena keduanya lebih berat.
:eduaC Aahnul :hithabC 0aitu apabila hukum mafhum sama dengan hukum mantu!.
Misalnya dalam firman Allah
(Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim se9ara zalim sebenarnya
mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang
menyala-nyala (neraka).(
Ayat di atas menun$ukkan pula keharaman membakar harta anak yatim atau menyia-
nyiakannya dengan 9ara pengrusakan yang bagaimanapun $uga. +alalah demikian disebut
lahnul khithab karena ia sama nilainya dengan memakannya sampai habis.
:edua mafhum ini disebut mafhum mu#afa!ah karena makna yang tidak disebutkan itu
hukumnya sesuai dengan hukum yang diu9apkan meskipun hukum itu memiliki nilaitambah
pada yang pertama dan sama pada yang kedua.
+. Mafhum Mukhalafah
:eduaC Mafhum Mukhalafah. Mafhum yang lafalnyamenun$ukkan bah#a hukum yang tidak
disebutkan berbeda dengan hukum yang disebutkan. Atau bisa $uga diartikan hukum yang
berlaku berdasarkan mafhum yang berla#anan dengan hukum yang berlaku pada manthu!.
Allah %aala berfirman
(:atakanlah' (%iadalah aku peroleh dalam #ahyu yang di#ahyukan kepadaku sesuatu yang
diharamkan bagi orang yang hendak memakannya ke9uali kalau makanan itu bangkai atau
darah yang mengalir.(
*unyinya adalah haramnya darah yang mengalir. Sedangkan halalnya darah yang tidak
mengalir adalah mafhum mukhalafah (pengertian kabalikan) dari bunyi nash dan untuk ini
tidak ada petun$uk dari ayat tetapi diketahui dari hukum asal mubah atau dengan dalil syara)
yang lain. Seperti sabda Rasulullah Sa#
l

Wg

PQm

kN

WR

WL

kPQ WL n

Qm

PWR

WKKF

PQ

WL n

h`

WL

WKKFL

o G

~ n

.
(+ihalalkan bagimu dua bangkaidan dua darahC +ua bangkai adalah ikan dan belalang
sedang dua darah adalah hati dan limpa.(
. "embagian Mafhum Mukhalafah
"embagian yang bisa digunakan sebagai hu$ah adalah konotasi terbalik dari hal berikut ini.
1. Mafhum 5ashfy (pemahaman dengan sifat)
Misalnya firman Allah %a)ala dalam men$elaskan #anita yang haram untuk dinikahiC
( (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu)(
Mafhum mukhalafahnya adalah istri anak-anak yang bukan kandung seperti anak sesusuan.
Sabda Rasulullah sa#.

rW PQ e

R .
("ada binatang yang digembalakan itu ada ke#a$iban zakat.
Mafhum mukhalafahnya ialah binatang yang diberi makan bukan digembalakan yang tidak
perlu dibayar zakat.
.. Mafhum ghayah (pemahaman dengan batas akhir)
Misalnya Allah %a)ala berfirman
( +an makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu
fa$ar...(
Mafhum mukhalafahnya adalah bila benang putih itu sudah nampak maka tidak boleh untuk
makan dan minum yang berarti sudah mun9ul fa$ar.
;. Mafhum syarat (pemahaman dengan syarat)
Seperti firman Allah
( :emudian $ika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maska#in itu dengan
senang hati maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi
baik akibatnya.(
Mafhum mukhalafahnyayaitu apabila isteri itu tidak dengan senang hati menyerahkan
sebagian maska#innya.
=. Mafhum )Adad (pemahaan dengan bilangan)
Seperti firman Allah
.... & 5 = 9 4
(%etapi $ika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu) maka #a$ib
berpuasa tiga hari(
Mafhum mukhalafahnya adalah kurang atau lebih dari tiga hari.
>. Mafhum la!ab (pemahaman dengan $ulukan
Seperti firman Allah %a)ala'
Q l

k g

L
(Muhammad adalah utusan Allah.(
Mafhum mukholafahnya adalah selain muhammad. seperti sabda -abi yang berbunyi'
f

kz

_ NP

Q e

R
("ada gandum itu ada ke#a$iban zakat.
Mafhum mukholafahnya adalah selain gandum.
"ara ulaman ushul fikih sepakat untuk tidak menggunakan mafhum mukholafah nash bukan
sebagai dalil pada suatu 9ontoh dan sebagai dalil pada 9ontoh yang lain. %etapi mereka
berbeda pendapat bila menggunakan mafhum mukholafah nash sebagai dalil satu 9ontoh sa$a.
3. Mafhumul /ashr ("emahaman dengan pembatasan).
Allah %a)al berfirman
(/anya ngkau-lah yang kami sembah dan hanya kepada ngkaulah kami meminta
pertolongan.(
Mafhumnya ialah bah#a selain Allah tidak disembah dan tidak dimintai pertolongan oleh
karena itu ayat tersebut menun$ukkan bah#a hanya +ia lah yang berhak disembah dan
dimintai pertolongan.
2. Mafhumul /ashr bi illa ("emahaman untuk membatasi dengan kata &lla).
Dontoh kalimat Q YZ EPZ Y bentuk dari kalimat ini adalah meniadakan tuhan-tuhan dari
berhala dan selainnya dan mafhumnya adalah menetapkan ketuhanan Allah. &nilah pembagian
pemahaman yang paling kuat dari yang lainnya.
@. :ehu$ahan Mafhum
*erhu$$ah dengan mafhum masih diperselisihkan. Menurut pendapat paling shahih mafhum-
mafhum tadi dapat di$adikan sebagai hu$$ah (dalilargumentasi) dengan beberapa syarat.
,. Syarat :ehu$ahan Mafhum
A. Apa yang disebutkan bukan dalam kerangka kebiasaan yang umum maka kata-kata yang
ada dalam dalam pemeliharaan yang terdapat dalam ayat C
(+an anak-anak perempuan dari isteri-isterimu yang ada dalam pemeliharaanmu.( tidak ada
mafhumnya (maksudnya ayat ini tidak dapat difahami bah#a anak tiri yang tidak dalam
pemeliharaan ayah tirinya boleh dinikahi) sebab pada umumnya anak-anak perempuan isteri
itu berada dalam pemeliharaan suami.
*. Apa yang disebutkan itu tidak untuk men$elaskan suatu realita. Maka tidak ada mafhum
bagi firman Allah'
(+an barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah padahal tidak ada suatu
dalilpun baginya tentang itu maka sesungguhnya perhitungannya di sisi %uhannya.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
Sebab dalam kenyataan tuhan manapun selain dari Alalh tidak ada dalilnya 6adi kata-kata
(padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang hal itu( adalah suatu sifat yang pastiyang
didatangkan untuk memperkuat realita dan untuk menghinakan orang yang menyembah tuhan
selain Allah bukan untuk pengertian bah#a menyembah tuhan-tuhan itu boleh asal dapat
ditegakkan dengannya dalil.
:emu)$izatan Al-Qur)an
+efinisi kemuk$izatan dan ketetapannya
&)$as adalah menetapkan kelamahan. :elemahan menurut pengertian umum adalah ketidak
mampuan mengeri$akan sesuatu la#an dari kemampuan.
%ahapan Rasulullah dalam menantang orang-orang arab tentang Al-!ur)an'
1. Menantang mereka dengan seluruh al-Qur)an
.. Menantang dengan sepuluh surah
;. Menentang dengan satu surah
Aspek-aspek kemuk$izatan'
< Abu &shak &barahim an--izam (syi)ah) bependapat bah#a kemu)$izatan al-Qur)an adalah
dengan 9ara sirfah (pemalaingan). Sirfah adalah bah#a Allah memalingkan orang-orang Arab
untuk menatang al-Qur)an padahaal mereka mampu untuk menghadapinya.
< Ada yang berpendapat' (Aaal-!uran itu mu)$izat dengan balaghahnya yang men9apai
tingkat tinggi dan tidak ada bandingnya.
< Segi kemuk$izatan Al-Qur)an karena ia mengandung badi) yang sangat unik dan berbeda
debngan apa yang telah dikenal dalam perkataan orang Arab.
< :emuk$izatan Al-Qur)an terletak pada pemberitaannya tentang hal-hal ghaib yang akan
datang yang tidak dapat diketahui ke9uali dengan #ahyu.
< Al-Qur)an itu muk$izat karena ia mengandung berma9am-ma9am ilmu dan hikmah yang
sangat dalam. +an masih banyak lagi aspek-aspek kemuk$izatan yang lainnya yang berkisar
pada tema-tema di atas.
:adar kemuk$uzatan Al Qur)an
a. ,olongan Mu)tazilah berpendapat bah#a kemuk$izatan itu berkatan dengan keseluruhan Al
Qur)an bukan dengan sebagiannya atau setiap surahnya yang lengkkap.
b. Sebagian ulama berpendapat sebagian ke9il atau sebagian besar dari al Qur)an tanpa harus
satu surah penuh $uga merupakan muk$izat.
9. Ulama lain berpendapat kemuk$izatan itu 9ukup hanya dengan satu surah yang lengkap
sekalipun pendek atau dengan ukuran satu ayah Al Qur)an baik satu ayat atau beberapa
ayat.
:emuk$izatan bahasa
Se$arah bahasa arab tidak pernah mengenal suatu masa dimana suatu bahasa berkembang
sedemikian pesatnya melainkan tokoh-tokoh dan guru-gurunya bertekuk lutut dihadapan
bayan !ur)ani sebagai menifestasi pengakuan akan ketinggian akan ketinggiannya dan
mengenali misteri-misterinya.
+i dalam Al Qur)an $alinan-$alinan huruf-hurfnya serasi ungkapannya indah uslubnya
manis ayat-ayatnya teratur serta memperhatikan situasi dan kondisi dalam berbagai ma9am
bayannya.sehingga orang arab tidak dapat menndinginya meskipun ia turun ditengah
mereka..
:emuk$izatan itu di dapatkan dalam keteraturan bunyinya yang indah melalui nada
huruf-hurufnya sehingga telinga tak pernah bosan mendengarnya.
:emuk$izatan pula di dapatkan dalam ma9am-ma9am khitab dimana berbagai golongan
manusia yang berbeda tingkat intelektualitasnya.
:emuk$izatan pula ditemukan pada sifatnya yang memuaskan akal dan menyenangkan
perasaan. +ll.
:emuk$izatan ilmiyah
:emuk$izatan Al Qur)an se9aara ilmiyah terletak pada dorongamn kepada umat islam untuk
berfikir disamping membuka bagi mereka pintu-pintu pengetahuan dan menga$ak mereka
untuk mamasukinya ma$u di dalamnya dan menerima segala ilmu pengetahuan ilmu yang
baru manfap dan setabil.
Dontoh y9ontoh kemuk$izatan ilmiyah'
1. ksigen sangat penting bagi pernafasan manusia ia berkurang pada lapisan udara yang
tinggi semakin manusi berada di lapisan udara maka ia aka merasa sesak dada dan sulit
bernafas. Al An)am ' 1.>
.. Atom adalah bagian yang tidak dapat di bagi-bagi . 0unus' 31
;. *erkenaan dengan embriologi. At thari!' >-2. al ala! ' .. dan al ha$$ ' >.
=. %entang kesatuan kosmos dan butuhnya kehidupan akan air. Al Anbiya ';4 dll
:emuk$izatan tasyri)
Sepan$ang se$arah sistem perundang yundangan dan tasyri) bertu$uan ter9apainya
kebahagiaan indifidu di dalam masyarakat yang utama. Al Qur)an men$a#ab semua
persoalan ini '
Qur)an memulai dengan pendidikan indiidu dan menegakan pendiikan indiidu diatas
pensu9ian $i#a dan rasa pemilkulan tanggung $a#ab.
Qur)an mensu9ikan $i#a dengan akidah tauhid yang menyelamatkannya dari kekuasaan
khurafar dan #aham serta membebaskan manusia dari belenggu nafsu dan syah#at.
Alam adalah makhluk 9iptaan Allah ia akan kembali kepadan-ya dan akan han9ur
sebagaimana ia ada menurut kehendak-ya.
?akat men9abut dari dalam $i#a akar-akar kekikira pemu$aan harta dan keserakahan akan
dunia.
/a$i adalah per$alanan yang dapat menghibur $i#a dari kesulitan dan membukakan hati
terhadap rahasia-rahasia Allah dalam makhluk-makhluk-ya.
:emudian islam berpindah ke pembagunan keluarga karena keluarga adalah benih
masyarakat.
:emudian datanglah sistem pemerintahan yang mengatur masyarakat islam. +an &slam telah
menetapkan kaidah-kaidah pemerintahan ini dalam bentuk yang palin ideal dan baik.
"erumpamaan dalam Al Qur)an
Se9ara bahasa' 6amak dari STL yang artinya serupa atau sama.
Se9ara syar)&' &bnu Qayim Al $auziyah mendefinisikan amsal Qur)an dengan menyerupakan
sesuatau dengan yang lain dalam hukumnya. +an mendekatkan sesuatu yang abstrak
( ma)!ul) dengan indra#i ( kongkrit mahsus) atau mendekatkan salah satu dari dua mahsus
dengan yang lain dan menganggap salah satunya itu dengan sebagaian yang lain.
Amsal di sebut $uga dengan Qiyas At tamsily atau +zarab.
+AA&A-+AA&A %-%A-, AM%SAA
Allah s#t berfirman'
"erumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api maka setelah api itu
menerangi sekelilingnya Allah hilangkan 9ahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan
mereka dalam kegelapan tidak dapat melihat. Mereka tuli bisu dan buta maka tidaklah
mereka akan kembali (ke $alan yang benar) atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hu$an
lebat dari langit disertai gelap gulita guruh dan kilatC mereka menyumbat telinganya dengan
anak $arinya karena (mendengar suara) petir sebab takut akan mati. +an Allah meliputi
orang-orang yang kafir. /ampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali
kilat itu menyinari mereka mereka ber$alan di ba#ah sinar itu dan bila gelap menimpa
mereka mereka berhenti. 6ikalau Allah menghendaki nis9aya +ia melenyapkan pendengaran
dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.( Al *a!arah ' 12-
.4 )
( Ar Ra)d' 12)
(Al /a$$' 2;)
(0unus ' .=)
Sabda Rasulullah sa#'
+ikelurkan oleh *aiha!i dari Abi /urairah ia berkata' Rasululllah sa# bersabda'
(sesungguhnya Al Qur)an turun atas lima bentuk halal haram muhkam mutsyabih dan
amtsal (permpamaan) maka amalkanlah yang halal dan $auhilah yang haram. &kutilah yang
muhkam dan berimanlah terhadap yang mutasyabih serta ambilah pela$aran dari Amtsal.(
"erkataan salaf '
Al ma#ardi berkata' &lmu Al Qur)an yang paling agung asalah ilmu amtsalnya
(perumpamaannya). -amun kebanyakan orang lalai darinya di sebabkan sibuk dengan
perumpamaan tersebut dan lalaui dngan pembuat perumpamaan tersebut. Maka
perumpamaan tanpa pembuatnya ibarat kuda tanpa perlana atau onta tanpa tali kekang.
Amtsal di dalam Al Qur)an di bagi men$adi tiga '
< Amtsal Mussarrahah ialah yang di dalmnya di $elaskan dengan lafadz masal atau sesuatau
yang menun$ukan tasybih. Seperti dalam surat Al *a!arah'12-.4 dan Ar Ra)du ' 12 yang telah
kami sebutkan diatas.
< Amtsal kaminah yaitu yang di dalamnya tidak di sebutkan dengan $elas lafadz
permisalannya tetapi ia menun$ukan makna-makna yang indah menarik dalam kepadatan
redaksinya dan mempunyai pengaruh tersendiri bila di peindahkan kepada yang serupa
dengannya . seperti '
< Amtsal mursalah yaitu kalimat-kalimat bebas yang tidak menggunakan lafadz tasybih
se9ara $elas tapi klimat itu berlaku sebagai misal.
*erapa banyak ter$adi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak
dengan izin Allah. +an Allah beserta orang-orang yang sabar.( Al *a!arah ' .=7)
@A&+A/ y@A&+A/ AMSAA
< Memo$okan hal yang ma)!ul ( yang hanya bisa di tin$au dari segi akal abstrak) dalam
bentu kongkrit yang dapat dirasakan oleh indra manusia sehingga akal dengan mudah
menerimanyaC sebab pengertian-pengertian abtrak tidak mungkin tertanam dalam benak
ke9uali di tuangkan dalam bentuk indra#i yang dekat dengan pemahaman. Misalnya Allah
membuat perumpamaan bagi keadaan orang yang menafkahkan harta dengan riya) dimana ia
tidak akan mendapatkan pahala sedikitpun dari perbuatannya itu.
< Menyingkapkan hakekat-hakekat dan mengemukakan sesuatu yang tidak tampak sekan
sesuatu yang tampak
< Mengumpulkan makna yang manarik lagi indah dalam ungkapan yang padat seperti
amsal kaminah dan amsal musalah dalam ayat-ayat diatas.
< Mendorong yang dii beri masal untuk berbuat sesuai dengan isi matsal $ika ia merupakan
sesuatu yang di senangi $i#a. misalnya Allah men$adikan masal bagi keadaan orang yang
menafkahkan harta di $alan Allah dimana hal itu akan di berikan kepadanya kebaikan yang
banyak. Allah s#t berfirman'
"erumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di
$alan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tu$uh bulir pada tiap-
tiap bulir seratus bi$i. Allah melipat gandakan (gan$aran) bagi siapa yang +ia kehendaki. +an
Allah Maha Auas (karunia--ya) lagi Maha Mengetahui ( Al *a!arah ' .31)
< Men$auhi tanfir $ika masal berupa sesuatu yang di ben9i $i#aa untuk memu$i orang yang
di matsal. Seperti firman Allah tentang para sahabat.
< Untuk menggambarkan (dengan matsal itu) sesuatu sifat yang dipandang buruk oleh
banyak orang.
< Amsal lebih berpengaruh pada $i#a lebih efektif dalam memberikan nasehat lebih kuat
dalam memberikan peringatan dan lebih dapat memuaskan hati. Allah berfirman'
MM*UA% MA%SAA +-,A- QUR)A-
"ada perkembangannya para sastra#an menggunakan amsal si tempat-tempat yang
kondisinya serupa atau sesuai dengan isi amtsal tersebut. Maka para ulama mereka tidak
menyukai penggunaan ayat Al Qur)an sebagai masal . mereka tidak memandang perlu bah#a
orang harus memba9akan ayat amsal dalm kiabullah ketika ia menghadapi suatu urusan
dunia#i. /al ini demi men$aga keagungan Al Qur)an dan kedudukannya dalm $i#a orang-
orang mukmin.
AQSAMUA QURA-
+efinisi dan sighat Qasam'
A!sam adalah bentuk $amak dari !asam yang bermakna Al /ilf dam Al 0amin yang berati
sumpah. Qasam di definisikan sebagai (mengikat $i#a agar tidak melakukan sesuatu dengan
suatu makna yang dipandang besar agung baik se9ara hakiki maupun se9ara &)ti!adi oleh
orang yang bersumpah itu. +ikatakan 0amin karena orang arab ketika bersumpah
menggunakan tangan kanan.
@aidah Qasam dalam Al Qur)an
1. Apabila mukhatab khaliyu zihni ( berhati kosong) maka penyampaian dengan ta)kid.
"enggunaan ini dinamakan ibtida)i
.. Apabila mukhatab ragu-ragu terhadap kebenaran maka untuknya sebaiknya di perkuat
dengan suatu penguat guna menghilangkan keraguan.
;. *ila mukhatab ingkar. Maka harus di sertai penguat sesuai dengan kadar keingkarannya.
Mu!sam bih dalam Qur)an
< Allah bersumpah dengan dzat--ya yang kudus dan mempunyai sifat-sifat khusus ataau
dengan ayat-ayat-ya yang memantapkan eksiktensi dan sifat-sifatnya.
At taghabun' 2. saba) ' ; dan yunus ' >;.
< +an &a $uga bersumpah dengan sebagian makhluk--ya yang besar.
Maryam' 38 . Al /i$r ' 7.. An i-sa' 3> . Al Maari$' =4 . As Syams ' 1-2 . Al @a$r ' 1- = . At
%in ' 1> dan At %ak#ir ' 1> serta Al Aail ' 1-;
Ma9am-ma9am Qasam
a). +hahir ialah sumpah yang di dalamnya disebutkan fiil !asam dan mu!sam bihi.
b). Mudmar yaitu yang di dalmya tidak di $elaskan fiil !asam dan tidak pula Mu!sam bihi
tetapi ia ditun$ukan oleh Aam taukid.
/al ih#al mu!sam )Alaih
1. %u$uan !asam adalah untuk mengukuhkan dan me#u$udkan mu!sam alaihi ($a#ab
!asam pertanyaan yang karena !asam di u9apkan ).
.. 6a#ab !asam pada umumnya disebutkan namun terkadang $uga di hilangkan.
;. @iil Madzi musbat mutasarif yang tidak didahului mafulnya apabila ia men$adi !asam
harus disertai dengan (lam dan !ad(.
=. Allah bersumpah atas (untuk menetapkan) pokok-pokok keimanan yang #a$ib diketahui
makhlu!.
>. Qasam itu ada kalanya $umlah khabariyah dan inilah yang paling banyak. As dzariyat '
.;.
Qasam dan syarat
Apabila !asam dan syarat berkumpul di dalam suatu kalimat sehingga yang satu masuk
kedalam yang lain maka unsur kalimat yang men$adi $a#ab adalah bagian yang terletak lebih
dahulu dari keduanya. *aik !asam maupun syarat sedang $a#ab dari yang terletak kemudian
tidak di perlukan apabila !asam mendahului sayatat maka unsur yang men$adi adalah bagi
!asam dan $a#ab !asam tidak diperlukan lagi.
*eberapa fiil yang berfungsi sebagai Qasam
*eberapa fiil dapat difungsikan sebagai !asam bila konteks kalimatnya menun$ukan makna
!asam. Sebagaimam firman Allah Ali &mran ' 182 lam disini adalah lam !asam. 6uga pada
surat al ba!arah ' 8;8= dan an nur >>.
6adal Quran
+efenisi $adal'
6adal adalah bertukar pikiran dengan 9ara bersaing dan berlomba untuk mengalahkan la#an.
Metode berdebat yang ditempuh Al Qur)an
Al Qur)an menggunakan metode banyak menggunakan dalil dan bukti kuat serta $elas yang
dapat dimengerti kalangan a#am dan orang ahli. &a mambatalkan setiap keran9auan fulgar
dan mematahkan dengan perla#anan dan pertahanan dalam uslub yang kongkrit hasilnya
indah susunanya dan tidak memerlukan pemerasan akal atau banyak penelitian. /al itu
dikarenakan '
1. Qur)an datang dengan bahasa arab dan menyeru mereka dengan bahasa yang mereka
ketahui.
.. *ersandar pada fitrah $i#a.
;. Meninggalkan pembi9araan yang $elas dan menggunakan tutur kata yang $elimet dan
pelik merupakan keran9auan teka-teki yang hanya dapat dimengerti oleh kalangan ahli (khas
).
Al Qur)an tidak menggunakan metode ilmu kalam yang rumit karana dua hal '
1. Mengingat firmanya (+an kami tidak mengutus seorang rasulpun melainkan dengan
bahasa kaumnya (&brahim '=).
.. rang yang 9enderung menggunakan argumentasi pelik dan rumit sebenarnya ia tidak
sanggup menegakan hu$ah dengan kalam yang agung. Sebab orang yang bisa memberikan
persepsi yang lebihmudah dimengeri banyak orang tidak akan mungkin menempuh 9ara yang
rumit dan hanya dapat di fahami oleh segelintir orang.
Ma9am-ma9am perdebatan dalam al Qur)an
1. Menyebutkan ayat-ayat kauniyah yang disertai perintah melakukan perintah dan
pemikiran untuk di $adikan dalil bagi penetapan dasar-dasar a!idah. Al *a!arah '.1-.. dan
18;-13=
.. Membantah pendapat para penentang dan la#an serta mematahkan argumentasi mereka.
;. Membungkam la#an bi9ara dengan menga$ukan pertanyaan tentang hal yhal yang telah
diakui dan diterima oleh akal agar mengakui apa yang di ingkari. At thur ' ;>-=;
=. Mengambil dalil dengan mabda) ( asal mula ke$adian) untuk menetapkan ma)ad (hari
kebangkitan). Qaf ' 1>. Al Qiyamah' ;3-=4. dan At %hari! ' >-8.
>. Membatalkan pendapat la#an dengan membuktikan (kebenaran) kebalikannya. Al An)am
' 71
3. Menghimpun dan merin9i yakni menghimpu beberapa sifat dan menerangkan bah#a
sifat-sifat tersebut bukanlah illah atau alasan hukum. Al An)am ' 1=;-1==.
2. Menggabungkan la#an dan mematahkan hu$ahnya dengan men$elaskan bah#a pendapat
yang dikemukakan itu menimbulkan suatu pendapat yang tidak diakui oleh siapapun. Al
An)am' 144-141.
Qashash Quran
"engertian kisah
Qashash Al Qur)an adalah pemberintahuan Qur)an tentang hal ih#al umat yang telah lalu
nubu#ah (kenabian ) yang terdahulu dan peristi#a yang telah ter$adi.
Ma9am-ma9am kisah dalam Al Qur)an
1. :isah para nabi. +idalamya terkandung dak#ah mereka kepada kaumnya muk$izat
tahapan dak#ah dan perkembangannya serta akibat orang yang menerima dan yang
menolaknya.
.. :isah-kisah yang berhubungan dengan peristi#a-peristi#a yang ter$adi pada masa lalu
dan dan orang-orang yang tidak dipastikan kenabiannya.
;. :isah-kisah yang berhubungan dengan peristi#a-peristi#a yang ter$adi pada masa
Rasulullah.
@aidah kisah-kisah Qur)an
a) Men$elaskan asas-asas dak#ah menu$u Allah dan men$elaskan pokok-pokok syariat yang
diba#a oleh para nabi.
b) Meneguhkan hati rasul dan hati umat muhamad atas agama Allah memperkuat
keper9ayaan orang mu)min akan kebenaran dan han9urnya kebatilan dan para pembelanya.
9) Membenarkan para nabi terdahulu dan mengabadikan $e$ak dan peninggalannya.
d) Menampakan kebenaran muhammad dan dak#ahnya dengan apa yang telah dikabarkan
tentang hal ikh#al orang-orang terdahulu disepan$ang generasi.
e) Menyibak kebohongan ahli kitab dengan hu$ah membenarkan keterangan dan petun$uk
yang mereka sembunyikan. +an menentang mereka dengan isi kitab mereka sendiri sebelum
diubah dan diganti.
f) :isah merupakan salah satu bentuk sastra yang dapat menarik perhatian para pendengar
dan memantapkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya kedalam $i#a.
"engulangan kisah dan hikmahnya
a) Men$elaskan kebalghahan al Qur)an dalam tingkat paling tinggi.
b) Menun$ukan kehebatan muk$izat Qur)an.
9) Memberikan perhatian terhadap kisah-kisah tersebut agar pesan-pesannya lebih mantap
dan melekat kedalam $i#a.
d) "erbedaan tu$uan yang kerenanya kisah itu diungkapkan. (penempatannya sesuai dengan
tuntutan keadaan).
:isah-kisah dalam al Qur)an adalah kenyataan bukan khayalan
@athir ' 3. dan ;1 al maidah ' =8. al Qasas ' ; dll.
"engaruh kisah-kisah Qur)an dalam pendidikan dan penga$aran'
Metode kisah akan lebih digemari dan menembus relung $i#a manusia dengan mudah
daripada metode tala!i.
+alam kisah-kisah Qur)an ini terdapat lahan subur yang dapat membantu kesuksesan
pendidik dalam melaksanakan tugasnya dan membekali mereka dengan bekal pendidikan
berupa peri kehidupan para nabi berita tentang umat-umat terdahulu sunatullah dalam
kehidupan masyarakat dalam hal ikh#al bangsa-bangsa.
%AR6AMA/ QURA-
"engertian ter$emah'
%er$emah mengandung dua arti '
1. %er$emah harfiyah
.. %er$emah tafsiriyah atau ter$emah makna#iyah.
/ukum ter$emah harfiyah
"ener$emahan Al Qur)an dengan ter$emah harfiyah betapapun pener$emah memahami betul
bahasa uslub-uslub dan susunan kalimatnya haram hukumnya dan dipandang telah
mengeluarkan Al Qur)an dalam dari keadaanya sebagai Qur)an
/ukum ter$emah makna#iyah
&mam Syatibi menuturkan ' (Mener$emahkan dengan memperhatikan makna asli adalah
mungkin dari sinilah dibenarkan di benarkan menafsirkan Al Qur)an dan men$elaskan
makna-maknanya kepada orang a#am dan mereka yang tidak memiliki pemahaman tentang
maknanya. Dara demikian diperbolehkan berdasarkan konsensus ulama &slam. +an konsensus
ini men$adi hu$ah bagi dibenarkannya pener$emahannya makna asli.
%er$emah tafsiriyah
Adalah penafsiran Al Qur)an dengan 9ara mendatangkan makna yang dekat mudah dan kuat.
/al ini dilakukan oleh para ulama dengan penuh ke$u$uran dan ke9ermatan.
Usaha sema9am ini tidak ada halangannya karena Allah mengutus Muhammad untuk
menyampaikan risalah islam kepada seluruh umat manusia dengan dengan segala bangsa dan
ras yang berbeda-beda.
Memba9a al !ur)an dalam shalat tidak dengan bahasa arab.
a). *oleh se9ara mutla! atau disaat tidak sanggup mengu9apkan dengan bahasa arab.
&ni adalah pendapat Abu /anifah. Abu yusuf dan Abu Muhammad bin husain membatasi hal
tersebut dalam keadaan darurat. -amun diri#ayatkan Abu hanifah telah men9abut kembali
(kebolehan se9ara mutlak( yang dinukil dari pendapat beliau tersebut.
b). /aram. +an shalat dengan ba9aan seperti ini tidak sah.
&ni adalah pendapat $umhur ulama mazhab hanafi. Syafii dan hambali. :arena Al Qur)an
adalah susunan perkataan dan muk$izat yaitu kalamullah yang menurut-ya sendiri berbahasa
arab. +an dengan menter$emahkanya hilanglah muk$izatnya dan ia bukanlah al Qur)an.
Urgensi kekuatan umat islam
"ada generasi pertama kaum muslimin berani menempuh segala kesulitan demi ke$ayaan
islam. Semantara bahasa arab ber$alan di belakang mereka kemanapun mereka pergi
mengibarkan pan$i-pan$i mereka dan bertebaran di setiap lembah yang di in$aki kaki mereka.
-amun pada masa belakangan dibutuhkan bahasa-bahasa asing untuk dapat menyebarkan
islam keseluruh keseluruh santero dunia hal ini merupakan tunturan logis dari kebutuhan
ilmu dan peradaban.
Maka pada perinsipnya Al Qur)an adalah bahasa islam yang dapat men$amin kekuasaan
spiritual atas berbagai bangsa.
%afsir dan ta)#il
"engertian tafsir dan ta)#il
%afsir se9ara bahasa bermakna men$elaskan menyingkap dan menampakan makna yang
abstrak.
Se9ara istilah ' Menurut &bnu /ayyan (&lmu-ilmu yang membahas tentang 9ara
pengungkapan lafadz-lafadz Al Qur)an petun$uk-petun$uknya dan hukum-hukumnya baik
ketika berdiri sendiri maupun ketika tersusun dan makna-makna yang dimungkinkan baginya
ketika tersusun serta hal-hal yang melengkapinya.(
%a)#il se9ara bahasa' kembali ke asal
Se9ara istilah memiliki dua makna '
a. Suatu makna yang padanya mutakalim mengembalikan perkataanya atau suatu makna
yang kepadanya suatu kalam di kembalikan.
b. Menafsirkan dan man$elaskan maknanya.
"erbedaan antara tafsir dan ta)#il
a. *ila kita berpendapat (ta)#il adalah menafsirkan perkataan dan men$elasakan maknanya.
(Maka ta)#il dan tafsir adalah dua kata yang berdekatan dan satu sama maknanya.
b. *ila kita berpendapat (ta)#il adalah esensi yang dimaksud dari suatu perkataan. (Maka
taa)#il dari thalab adalah esensi dari perbuatan yang dituntut itu sendiri dan ta)#il khabar
adalah esensi dari suatu yang dimaksud.
9. %afsir adalah apa yang $elas dalam kitabullah atau pasti dalam sunah shahih karena
maknanya yang gamblang dan $elas. +an tak#il lebih banyak dipakai dalam men$elaskan
makna dan susunan kalimat.
:eutamaan tafsir
%afsir merupakan ulmu syariat yang paling agung dan tinggi kedudukannya. &a merupakan
ilmu yang paling mulia obyek pembahasan dan tu$uannya serta dibutuhkan.
Syarat-syarat dan adab mufasir
a. A!idah yang benar.
b. *ersih dari ha#a nafsu.
9. Aebih mendahuluka tafsir Qur)an dengan Qur)an dalam mentafsirkan.
d. Men9ari penafsiran dari sunnah.
e. *ila tidak di dapatkan dari sunnah maka dengan pendapat para sahabat.
f. Menggunakan pendapat tabiin bila tidak mendapatkan dari tiga sumber diatas.
g. "engetahuan bahasa arab dan 9abangnya.
h. "engetahuan tentang pokok-pokok ilmu yang berkaitan dengan Qur)an.
i. "emahaman yang 9ermat.
Adab-adab mufaasir
a. *erniat baik dan bertu$uan benar.
b. *erakhla! baik.
9. %aat dan beramal.
d. *erlaku $u$ur dan teliti dalam penukilan.
e. %a#adu) dan lemah-lembut.
f. *er$i#a mulia.
g. okal (lugas ) dalam menyampaikan kebenaran.
h. *erpenampilan baik.
i. *ersikap tenang dan mantap.
$. Mendahulukan yang lebih utam darinya.
k. Mempersiapkan dan menempuh langkah-langkah penafsiran se9ara baik.
%a$#id dan Adab memba9a Al Qur)an
An$uran untuk memba9a Al Qur)an
Memba9a Al Qur)an adalah salah satu sunnah dalam &slam dan dian$urkan memperbanyaknya
agar setiap Muslim hidup kalbunya dan 9emerlang akalnya karena mendapat siraman 9ahaya
:itab Allah yang diban9anya. %entang hal ini &bnu )Umar telah meri#ayatkan sebuah hadits
Rasulllah '
(%idak diperbolehkan iri (kepada seseorang) ke9uali dalam dua hal yaitu orang yang
dianugerahi Allah kekayaan harta lalu digunakannya (di $alan yang diridhai Allah) di #aktu
malam maupun siang. +an orang yang diberi Allah :itab Su9i lalu ia memba9anya di #aktu
malam dan siang. /R. *ukhari dan Muslim.
Memba9a Al Qur)an dengan niat ikhlas dan maksud baik adalah suatu ibadah yang karenanya
seorang Muslim mendapatkan pahala. &bnu Mas)ud meri#ayatkan '
(*ah#a Rasulullah bersabda (*arang siapa memba9a satu huruf dari :itab Allah maka ia
akan mendapatkan satu kebaikan dan setiap kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali
lipat.( /R. At %irmidzi.
+alam sebuah hadits Abu Umamah ditegaskan '
(*a9alah Al Qur)an :arena pada hari :iamat ia akan datang sebagai penolong bagi
pemba9anya.( /R. Muslim.
Adab dalam memba9a Al Qur)an
+ian$urkan bagi orang yang memba9a Al Qur)an memperhatikan hal-hal sebagai berikut '
1. Memba9a Al Qur)an sesudah ber#udhu karena ia termasuk dzikir yang paling utama
meskipun boleh memba9anya bagi orang yang berhadats.
.. Memba9anya di tempat yang bersih dan su9i untuk men$aga keagungan memba9a Al
Qur)an.
;. Memba9anya dengan khusyuk tenang dan penuh hormat.
=. *ersi#ak (membersihkan mulut) sebelum mulai memba9anya.
>. Memba9a ta)a##udz pada permulaannya berdasarkan firman Allah (Apabila kamu
memba9a Al Qur)an hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang
terkutuk.( QS. An -ahl ' 78. *ahkan sebagian Ulama me#a$ibkan memba9a ta)a##udz ini.
3. Memba9a basmalah pada permulaan setiap surat ke9uali surat Al *ara)ah sebab
basmalah termasuk salah satu ayat Al Qur)an menurut pendapat yang kuar.
2. Memba9anya dengan tartil yaitu dengan ba9aan yang pelan-pelan dan tenang serta
memberikan kepada setiap huruf akan haknya seperti pan$ang dan idgham. Allah berfirman
(+an ba9alah Al Qur)an itu dengan perlahan-lahan.( (QS. Al Muzammil ' =.
8. Memikirkan ayat-ayat yang diba9anya. Dara pemba9aan seperti inilah yang sangat
dikehendaki dan dian$urkan yaitu dengan mengkonsentrasikan hati untuk memikirkan makna
yang terkandung dalam ayat-ayat yang diba9anya dan berinteraksi kepada setiap ayat dengan
segenap perasaan dan kesadarannya baik ayat itu berisikan do)a istighfar rahmat maupun
adzab.
7. Meresapi makna dan maksud ayat-ayat Al Qur)an yang berhubungan dengan $an$i
maupun an9aman sehingga merasa sedih dan menangis ketika memba9a ayat-ayat yang
berkenaan dengan an9aman karena takut dan ngeri. Allah berfirman ' (+an mereka
menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.( QS. Al
&sra) ' 147.
14. Membaguskan suara dengan memba9a AA Qur)an karena al Qur)an adalah hiasan bagi
suara dan suara yang bagus lagi merdu akan lebih berpengaruh dan meresap dalam $i#a.
+alam sebuah hadits dinyatakan ' (/iasilah Al Qur)an dengan suaramu yang merdu.( /R.
&bnu /ibban dan lain-lain.
11. Mengeraskan ba9aan Al Qur)an karena memba9anya dengan suara $ahar lebih utama. +i
samping itu $uga dapat membangkitkan semangat dan gelora $i#a untuk lebih banyak
beraktiitas memalingkan pendengaran kepada ba9aan Al Qur)an dan memba#a manfaat
bagi para pendengar serta mengkonsentrasikan segenap perasaan untuk lebih $auh
memikirkan memperhatikan dan merenungkan ayat-ayat yang diba9a itu. %etapi bila dengan
suara $ahar itu dikha#atirkan timbul rasa riya) atau akan menggangu orang lain seperti
mengganggu orang yang shalat maka memba9a Al Qur)an dengan suara rendah adalah lebih
utama. *ersabda Rasulullah (Allah tidak mendengarkan sesuatu selain suara merdu -abi
yang memba9akan Al Qur)an dengan suara $ahar.( /R. *ukhari dan Muslim.
1.. "ara Ulama berbeda pendapat tentang memba9a Al Qur)an dengan melihat langsung
pada Mushaf dan memba9anya dengan hafalan. Manakah yang lebih utamaB
"erkembangan tafsir
%afsir pada masa -abi sa# dan Sahabat'
"ara sahabat dalam menafsirkan Al-Qur)an pada masa ini berpegang pada'
1. Al-Qur)an karim
.. -abi sa# beliaulah yang bertugas sebagai pen$elas tentang Al-Qur)an.
;. "emahaman dan i$tihat.
"enafsiran pada masa tabiin
"ada masa ini berberpegang pada'
a. Al Qur)an
b. :eterangan sahabat yang bersumber dari nabi
9. "enafsiran sahabat yang berupa penafsiran mereka sendiri
d. :eterangan tabiin dari ahli kitab yang bersumber dari isi kitab mereka
e. &$tihad dan pertimbangan nalar mereka
Syekh Muhammad /usain Adz-+zahabi berkata' (+alam memahami kitabullah para tabi)in
berpegang pada apa yang ada dalam Al-Qur)an itu sendiri keterangan yang mereka
ri#ayatkan dari para sahabat yang berasal dari Rasulullah sa# penafsiran yang mereka
terima dari parasahabat yang berupa penafsirang mereka sendiri keterangan yang diterima
dari para tabi)in dari ahli kitabyang bersumber dari isi kitab mereka dan i$tihad seerta
pertimbangan nalar mereka terhadap kitabbullah sebagaimana yang telah di anugrahkan Allah
kepada mereka.(
%afsir pada masa perubahan
a. "enulisan tafsir belum dipisahka se9ara khusus dan hanya memuat tafsir Qur)an sunah
dari sunah ayat demi ayat dari a#al Qur)an sampai akhir.
b. "enulisan tafsir se9ara khusus dan idepanden serta men$adaikanya terpisah dari hadist.
Qur)an mereka tafsirkan se9ara sistimatis sesuai tertibmushaf. +an terkadang disebutkan
pentar$ihnya penyimpulan suatu hukum dan pen$elasan &)rab yang dibutuhkan.
9. Mun9ul se$umlah mufasir yang aktifitasnya tidak lebih dari batas-batas tafsir bil ma)sur.
%etapi dengan meringkas sanad dan menghimpun bebagai pendapat tanpa menyebutkan
pemiliknya.
d. Masing-masing mufasir memenuhi tafsirnya hanya dengan ilmu yang paling mereka
kuasai tanpa memperhatikan ilmu-ilmu yang lain.
e. "enulisan tafsir dengan 9ara meringkasnya di suatu saat dan memberikan komentar disaat
yang lain. :eadaan demikian terus berlan$ut hingga lahirnya metode tafsir modern yang
memperhatikan kebutuhan-kebutuhan kontemporer disamping berupaya menyingkap asas-
asas kehidupa prinsip-prinsip tasyri dan pengetahuan ilmiyah.
%afsir tematik
0aitu tafsir yang mengka$i masalah-masalah kehusus ber$alan beriringan dengannya. Seperti
%ibyan @i A!samil Qur)an karya &bnu Qayim dll.
%aba!at mufasirin
1. Mufasir dari kalangan sahabat.
.. Mufasir dari kalangan tabiin.
;. ,enerasi berikutnya yang menghimpun pendapat para sahabat dan tabiin.
=. ,enerasi berikutnya yang memuat dalam tafsir-tafsir mereka ri#ayat yang disandarkan
pada tiga generasi.
>. ,enerasi berikutnya yang menyusun kitab-kitab tafsir dengan keterangan-keterangan
berguna yang di nukil dari para pendahulu nya.
3. Mufasir mutakhirin mereka meringkas sanad-sanad ri#ayat dan mengutip pendapat
se9ara khusus
2. Setiap mufasir memasukan begitu sa$a kedalam tafsir pendapat yang diterima dan apa
sa$a yang terlintas dalam pikiran yang diper9ayainya.
8. *anyak para mufasir yang mempunyai berbagai keahlian dalam berbagai disiplin ilmu .
mereka memenuhinya dengan 9abang ilmu tertentu dan hanya membatasi pada ilmu yang
dikuasainya.
7. Mufasir menempuh 9ara-9ara modern dengan memperhatikan uslub dan kehalusan
ungkapan serta dengan menitik beratkan kepada aspek-aspek sosial pemikiran kontemporer
dan aliran-aliran modern sehingga lahirlah tafsir ber9orak sosial sastra.
%afsir *il Matsur +an *ir Royi
%afsir bil ma)tsur adalah tafsir yang berdasarkan pada kutipan-kutipan yang shahih yaitu
menafsirkan Al-Qur)an dengan Al-Qur)an Al-Qur)an dengan sunnah al-Qur)an dengan
perkataan para sahabat dan penafsiran Al-Qur)an dengan perkataan para tabi)in.
Status tafsir bil ma)tsur adalah tafsir yang harus diikuti dan dipedomani karena ia adalah $alan
pengetahuan yang benar dan merupakan $alan yang paling aman untuk men$aga diri dari
ketergelin9iran dan kesesatan dalam memahami kitabullah.
%afsir bil Ra)yi adalah tafsir yang di dalamnya men$elaskan maknanya mufasir hanya
berpegang pada pemahaman sendiri dan penyimpulan yang di dasarkan pada ra)yu sa$a.
Status tafsir ini adalah haram dan tidak boleh dilakukan.
%afsir isyari adalah tafsir yang setiap ayat mempunyai makna dhahir dan bathin. %afsir
yang dilakukan kelompok sufi yang mendak#akan bah#a riyadhah (latihan) rohani yang
dilakukan seorang sufi bagi dirinya akan menyampaikannya ke suatu tingkatan dimana dia
dapat menyingkapkan isyarat-isyarat kudus yang terletak di balik ungkapan-ungkapan Al-
Qur)an dan akan ter9urah pula ke dalam hatinya dari limpahan ghaib.
&bnu Qayyim berkata' ("enafsiran yang gdilakukan orang-orang berkisar pada tiga hal pokok'
1. %afsir mengenai lafadz yaitu yang diakukan para mutaakhirin
.. %afsir tentang makna yaitu yang di kemukakan kaum salaf
;. %afsir tentang isyarah yaitu yang ditempuh oleh ahli sufi dan lain-lainnya. %afsir terakhir
ini tidak dilarang asalkan memenuhi empat syarat'
a. %idak bertentangan dengan dhahir ayat
b. Maknanya shahih
9. "ada lafadz yang ditafsirkan terdapat indikasi bagi (makan isyari) tersebut
d. Antara makna isyari dengan makna ayat terdapat hubungan yang eraat.
Apabila keempat syarat ini terpenuhi maka tafsir mengenai isyarat itu merupakan istinbat
yang baik.
,haraibu %afsir (tafsir yang $anggal).
"ara mufasir ma9am ini mereka tampil dengan memba#a kesesatan yang dipandang hina
oleh akal. *erikut ini se$umlah keanehan tersebut'
1. "endapat tentang alif lam min. Alif (ialah Allah sangat menyayangi) lam (Muhamad
di9ela ) dan lam di ingkari oleh orang-orang yang menentang.
.. "endapat tentang ha mim )ain shad. /a adalah pertempuran antara Ali dan Mua#iyah
mim kekuasaan Mar#an bin Umayah. ain kekuasan Abasiyah Sin kekuasaan golongan
sufyaniyah dan Qaf adalah kepemimpinan Al Mahdi. +ll
:itab-:itab %afsir 0ang %erkenal
:itab tafsir bil ma)tsur
a) %afsir &bnu Abbas
b) %afsir &bnu Uyainah
9) %afsir Abu Syaih bin hibban
d) %afsir &bnu Atiyah
e) %afsir Abu Aais As-Samar!andi (bahrul ulum)
f) %afsir Abu &sha! ((al-:asfu #al bayan an tafsiril !ur)an)
g) %afsir &bnu $arir at-%ahbari ($amiul bayan fie tafsiril !ur)an)
h) %afsir &bnu Abi Syaibah
i) %afsir Al-*aagha#i (ma)alimul tanzil)
$) %afsir Abil fida) Al-/afidz &bnu katsir (tafsir !ur)an adzim)
k) %afsir As-Sya)labi (al-6a#ahirul hisan fi tafsiril !ur)an)
l) %afsir 6alaluddin asy-Syuyuti ( ad-+urrul mansur fi tafsiril bil mantsur)
m) %afsir Asy-Syaukani (fathul !adir)
:itab tafsir bil ra)yi
a) %afsir Abdurrahman bin :isan Al-aslam.
b) %afsir Abu Ali Al-6uba)i.
9) %afsir Abdul 6abbar.
d) %afsir Az-?amakhsyari.
e) %afsir @akhruddin Ar-Razi (mafatihul ghaib).
f) %afsir &bnu @ura!.
g) %afsir An-nasafi (madarikut tanzil #a ha!a)i!ut ta)#il).
h) %afsir Al-:hazin (lubabut taC#il fi ma)ani tanzil).
i) %afsir Abu /ayyan (al-*ahrul muhid).
$) %afsir Al-*aidha#i (an#arul tanzil #a asrarut tak#il).
k) %afsir Al-Qurtubi (al-$ami li ahkamil !ur)an).
l) %afsir Abus su)ud (irsyadul a!lis salim ila mazayal kitabil karim).
m) %afsir Al-Alusi (ruhul ma)ani fi tafsiril !ur)anil adzim #as sab)ii matsni).
:itab-kitab yang terkenal di abad modern'
1. Al 6a#ahir fi tafsiril Qur)an oleh syaikh At %hanta#i 6auhari.
.. %afsir Al Manar oleh Sayid Muhamad Rasid Ridha.
;. @i zilalil Qur)an.
=. %afsir al bayani lil Qur)anil karim oleh a)isyah Abdurrahman binti Asy syati).
%afsri @u!aha
1. Ahkamul !ur)an oleh al $asas
.. Ahkamul !ur)an oleh al kaya al haris (manuskrip)
;. Ahkamul !ur)an oleh ibnu a)rabi
=. Al $amil li ahkamil !ur)an
>. Al iklil fi istinbati tanzil oleh al !urtubi
3. At tafsiraratul ahmadiyah fi bayanil ayatisi syariyah oleh maula geon
2. %afsiru ayatil ahkam oleh syaikh mana al a!athan
8. Ad#ul bayan oleh syaikh muhammad asy syan!iti

Anda mungkin juga menyukai