Anda di halaman 1dari 2

Diary Mengajar

Adi Nurcahyo
Dalam keseharian, seorang guru telah memiliki perangkat
mengajar dan administrasi yang sarat, mulai RPP, Jurnal kelas,
lembar penilaian sikap, buku kasus siswa, hingga Buku Kegiatan
Guru (BKG)
Kesemua itu seringkali menjadikan guru telah berkeringat,
sebelum memasuki medan mengajar, sehingga proses KB!
terasa semakin berat "palagi bagi mereka yang dalam
seminggu mengampu empat puluh dua jam pelajaran atau lebih,
dengan #ariasi mata pelajaran dan tingkat pendidikan
Bila sudah begitu, problematika siswa baik di dalam maupun
di luar kelas nyaris tak tersentuh "dministrasi yang sudah
banyak itupun tidak sepenuhnya mampu merekam dinamika
kehidupan kelas, lebih$lebih yang si%atnya detail dan spesi&k
!aka, jika ada 'a'atan ringan yang dapat menjembatani itu
semua, tentunya sangat membantu guru, dengan syarat, pada
'atatan itu tidak melekat aturan$aturan %ormal
Diary mengajar adalah kumpulan 'atatan guru yang
merangkum semua akti#itas mendidik dan mengajar, baik di
dalam mapun di luar kelas, meliputi semua prinsip umum
pengajaran Ditulis dengan bahasa yang sederhana, sesuai
dengan imajinasi tiap$tiap guru, dan tidak terikat dengan gaya
bahasa yang baku
(atatan ini dapat membantu guru apabila hendak menyusun
penelitian yang lebih terstruktur seperti P)K (Penelitian )indakan
Kelas) *ebagai bahan e#aluasi diri (dinilai sendiri, sehingga tidak
perlu merasa tertekan) sampai sejauh mana kemampuannya
dalam menyampaikan materi
Bisa juga sebagai buku sejarah mendidik dan mengajar,
siapa tahu puluhan atau ratusan tahun ke depan menjadi rujukan
penting bagi dunia pendidikan, yang memuat lika$liku dunia
mengajar, layaknya 'atatan perjalanan +bnu Bathutah kali
!an%aat lainnya, Diary mengajar bisa menjadi sarana yang
mendewasakan dan membuat kita semakin matang dan
bijaksana )erampil menyelesaikan berbagai masalah yang ada
sebab sudah terbiasa menghadapi, kemudian menuliskan dan
meme'ahkan berbagai permasalahan di sekolah