Anda di halaman 1dari 28

Air

Siklus Hidrologi
Lingkup Kegiatan Pengembangan
SDA
Prinsip pengelolaan SDA
air adalah semua air yang terdapat pada,
diatas, maupun dibawah permukaan tanah.
Air dalam pengertian ini termasuk air
permukaan, air tanah, air tanah, air hujan,
dan air laut yang dimanfaatkan di darat
sumber daya air adalah semua potensi yang
terdapat pada air, sumber air, termasuk
sarana dan prasarana pengairan yang dapat
dimanfaatkan, namun tidak termasuk
kekayaan hewani yang ada di dalamnya.
Sumber Air
Air Laut
Air
Atmosfer
Air
permukaan
Air sungai
Air rawa
Air tanah
Air tanah
dangkal
Air tanah
dalam
Mata air
Siklus
Hidrologi
Siklus
tertutup
Siklus
Terbuka
Pengelolaan sumber daya air adalah upaya
merencanakan, melaksanakan, memantau, dan
mengevaluasi penyelenggaraan konservasi,
pendayagunaan sumberdaya air, dan pengendalian
daya rusak air. Adapun visi dan misi pengelolaan
sumberdaya air adalah mewujudkan kemanfaatan
sumberdaya air bagi kesejahteraan seluruh rakyat
dan konservasi sumberdaya air yang adil untuk
berbagai kebutuhan masyarakat
Konversi
Keseimbangan
Mencegah erosi
dan sedimentasi
Mencegah
kerusakan
bantaran sungai
Menjaga kuantitas
dan kualitas air
tanah
Pendayagunaan
Sumber Daya air
Penataan
sumber daya air
Penyediaan
sumber daya air
Penggunaan
sumber daya air
Pengembangan
sumber daya air
Pengusahaan
sumber daya
Pengendalian
Pencegahan
sebelum terjadi
bencana
Penanggulangan
saat bencana
Pemulihan akibat
bencana
Pengelolaan daerah tangkapan hujan
Pengelolaan kuantitas air
Pengelolaan kualitas air
Pengendalian banjir
Pengelolaan lingkungan sungai
Pengelolaan pemeliharaan prasarana pengairan
1. Pengelolaan Sumberdaya Alam pada Sektor Pertanian
2. Pengelolaan Sumberdaya Alam pada Sektor
Pertambangan
3. Pengelolaan Sumberdaya Alam pada Sektor Perikanan
4. Pengelolaan Sumberdaya Alam pada Sektor Kehutanan


1. Pengelolaan sumber daya air didasarkan
pada prinsip satu sungai, satu rencana
induk, dan satu manajemen
2. upaya pendayagunaan sumber daya air
3. Proses penyusunan rencana induk
diselenggarakan melibatkan banyak pihak
4. Penetapan kebijakan opera-sional
pengelolaan sumber daya air
diselenggarakan secara demokratis
5. Implementasi kebijakan dilaksanakan oleh
badan pengelola yang mandiri, professional, dan
akuntabel.
6. Masyarakat dan semua unsur pihak yang
berkepentingan harus dilibatkan dalam
keseluruhan proses
7. Biaya pengelolaan sumber daya air perlu
ditanggung secara bersama-sama oleh seluruh
penerima manfaat
8. Reformasi kebijakan sumber daya air mencakup
kebijakan sumber daya air (non irigasi) dan
kebijakan irigasi

Dirjen SDA : Masalah Pengelolaan Air di
Indonesia Masih Kompleks
Friday, 22 April 2011 09:13

Nampaknya kita perlu bergerak lebih cepat dan lebih
jauh, dengan melibatkan seluruh pihak termasuk
masyarakat luas dalam berbagai upaya penyelesaian
masalah ini secara menyeluruh, lanjutnya, seperti dilansir
laman PU.
Koordinasi dan keterpaduan program semua pihak terkait
dalam penanganan permasalahan sumber daya air perlu
lebih ditingkatkan, terkait pengelolaan sungai di
perkotaan.
Wadah-wadah koordinasi yang telah terbentuk, seperti
Dewan sumber Daya Air (DSDA) Provinsi dan Tim
Koordinasi Pengelolaaan Sumber Daya Air (TKPSDA)
wilayah Sungai sangat diharapkan dapat mengoptimalkan
upaya penanganan melalui pola dan rencana pengelolaan
SDA, dengan dukungan dan peran aktif para pemilik
kepentingan (stakeholder) serta kelengkapan perangkat-
perangkat pendukung lainnya.
Tentunya itu semua memerlukan upaya bersama,
termasuk dengan adanya peningkatan kesadaran dan
kepedulian semua pihak dalam mengelola sungai-sungai
di perkotaan, lanjut Moch. Amron.(c7/pr/pu)

Menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004
tentang Sumber Daya Air, yang dimaksud dengan
sumber daya air adalah air, sumber air, dan daya
air yang terkandung di dalamnya. Sumber daya
air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa
yang sangat dibutuhkan oleh manusia karena
mampu memberikan manfaat untuk mewujudkan
kesejahteraan bagi semua orang di segala
penjuru dunia. Air adalah semua air yang
terdapat pada, di atas, ataupun di bawah
permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini
air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut
yang berada di darat (UU No. 7 Tahun 2004).
Air memiliki banyak fungsi dalam kehidupan
manusia meliputi fungsi sosial, lingkungan, dan
ekonomi. Fungsi sosial air meliputi pemanfaatan
sungai oleh masyarakat misalnya untuk mencuci
baju, kendaraan, hewan peliharaan, dan lain-lain.
Disebut fungsi sosial karena di sana akan terjadi
kegiatan sosial antara orang yang satu dengan
yang lain. Fungsi lingkungan air misalnya untuk
pengairan sawah. Sedangkan fungsi ekonomi air
misalnya untuk peternakan, perikanan,
transportasi, dan wisata.
Penyediaan sumber daya air adalah penentuan dan pemenuhan
volume air per satuan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dan
daya air serta memenuhi berbagai keperluan sesuai dengan
kualitas dan kuantitas (UU No. 7 Tahun 2004). Oleh karena itu,
kualitas dan kuantitas air harus terjamin. Kualitas air yang
terjamin ditunjukkan dengan tidak berubahnya warna, rasa, dan
bau air tersebut. Untuk menjamin kualitas dan kuantitas air
maka harus dilakukan pengelolaan sumber daya air. Menurut
Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air,
yang dimaksud dengan pengelolaan sumber daya air adalah
upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan
mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air,
pendayagunaan sumber air, dan pengendalian daya rusak air.
Sumber daya air hendaknya dikelola secara menyeluruh, terpadu,
dan berwawasan lingkungan hidup dengan tujuan untuk
mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan
untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara
keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi
sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas
dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan
mahluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun generasi
yang akan datang. Pendayagunaan sumber daya air adalah
upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan,
pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara
optimal agar berhasil guna dan berdaya guna.
Pengendalian daya rusak air adalah upaya untuk
mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan
kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air.
Yang dimaksud dengan daya rusak air adalah daya air
yang dapat merugikan kehidupan (UU No. 7 Tahun 2004)


Permasalahan sumber daya air Indonesia
khususnya di daerah perkotaan dicirikan dengan
pencemaran dan penurunan baik dari segi
kualitas maupun kuantitasnya. Tingginya arus
urbanisasi dan pesatnya laju pertumbuhan
penduduk dari desa ke kota merupakan
penyebab tidak langsung berkurangnya kualitas
dan kuantitas air di daerah perkotaan. Dengan
kedua faktor tersebut, permukiman di daerah
perkotaan akan semakin berkurang sehingga
akan terjadi peralihan fungsi lahan dan hutan
menjadi permukiman warga dengan cara
penebangan pohon

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007
tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana
Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan,
kegiatan usaha pemanfaatan kawasan hutan bisa
dilakukan dengan ketentuan:
tidak mengurangi, mengubah, atau menghilangkan
fungsi utamanya
pengolahan tanah terbatas
tidak menimbulkan dampak negatif terhadap biofisik
dan sosial ekonomi
tidak menggunakan peralatan mekanis dan alat berat
tidak membangun sarana dan prasarana yang
mengubah bentang alam
Reboisasi
Tebang pilih
Penerapan konsep ekohidrologi
Pengelolaan sumber air secara megapolitan
atau megapolitan water resources
management, yaitu Pengelolaan Daerah Aliran
Sungai (DAS) Terpadu
Teknik pemanenan air hujan
terimakasih
1. (Rohmati) Sungai merupakan suatu sarana, teknik
pengelolaan sumber daya air bagi desa tersebut
kandungan FE pada air???
2. (Rama fitri) solusi dari permasalahan, aalisis
berdasarkan undang-undang,, solusi yang sesuai
bagi permasalahan tersebut???
3. (Topan 12-85), tinjauan pustaku berpacu pada
permasalahan, hubungan antara permasalahan dan
tinjauan pustaka???
4. (Harwiyandi) penerapan konsep ekohidrologi
seperti apa???
5. (Rani 12-009) prinsip megapolitan water resources
management, pengelolaan sumber daya air untuk
mengatasi urbanisasi???