Anda di halaman 1dari 19

Case Report Session

OTITIS EKSTERNA + RHINITIS AKUT


Oleh :
Cici Octari 0910
Putri Yuriandini Yula! 0910"1"##$
Pree%t&r :
dr' (etari )a*a (udi!an+ S%' THT,K-
(A.IAN I-/U PENYAKIT TE-IN.A HI0UN. TEN..OROK
(E0AH KEPA-A -EHER
RU/AH SAKIT U/U/ PUSAT 0R'/' 0)A/I- PA0AN.
1AKU-TAS KE0OKTERAN UNI2ERSITAS AN0A-AS
#013
(A( I
TIN)AUAN PUSTAKA
1'1 0e4enii
Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis yang
disebabkan infeksi bakteri, jamur dan virus.
1,2
1'# Anat&!i Telin5a -uar
Gambar 1.1 Aurikula
Gambar 1.2 pembagian telinga
Gambar 1.3 Liang telinga
Gambar1. !erumen
"elinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai membrane
timpani. #aun telinga terdiri dari tulang ra$an elastin dan kulit. Liang telinga
berbentuk huruf !, dengan rangka tulang ra$an %kartilago& pada sepertiga bagian
luar, sedangkan dua pertiga bagian dalam rangkanya terdiri dari tulang.
'anjangnya kira(kira 2,) sampai 3 sentimeter.
1
bagian yang tersempit dari liang
telinga adalah dekat perbatasan tulang dan tulang ra$an. *anya sepertiga bagian
luar atau bagian kartilaginosa dari liang telinga yang dapat bergerak. +ika
menggunakan otoskop, aurikula biasanya harus ditarik ke posterolateral untuk
dapat melihat bagian tulang dan membrane timpani. ,ersama dengan lapisan luar
membrane timpani, liang telinga membentuk suatu kantong berlapis epitel yang
dapat memerangkap kelembaban, sehingga daerah ini menjadi rentan infeksi pada
keadaan tertentu.
2
-ulit yang melapisi bagian kartilaginosa lebih tebal daripada kulit bagian
tulang, selain itu juga mengandung folikel rambut yang banyaknya bervariasi
antar individu namun ikut membantu men.iptakan suatu sa$ar dalam liang
telinga. Anatomi liang telinga bagian tulang sangat unik karena merupakan satu(
satunya tempat dalam tubuh dimana kulit langsung terletak di atas tulang tanpa
adanya jaringan subkutan. #engan demikian daerah ini sangat peka, dan tiap
pembengkakan akan sangat nyeri karena tidak terdapat ruang untuk ekspansi.
2

"elinga luar berfungsi mengumpulkan dan menghantarkan gelombang
bunyi ke struktur(struktur telinga tengah. -arena keunikan anatomi aurikula serta
konfigurasi liang telinga yang melengkung atau seperti spiral, maka telinga luar
mampu melindungi membrane timpani dari trauma, benda asing dan efek termal.
2
'ada sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat banyak kelenjar serumen
%kelenjar keringat& dan rambut. -elenjar keringat terdapat pada seluruh kulit liang
telinga. 'ada dua pertiga bagian dalam hanya sedikit dijumpai kelenjar serumen.
1
!endi temporomandibularis dan kelenjar parotis terletak didepan terhadap
liang telinga sementara prosesus mastoideus terletak di belakangnya. !araf fasialis
meninggalkan foramen stilomastoideus dan berjalan ke lateral menuju prosessus
stiloideus di postero inferior liang telinga, dan kemudian berjalan diba$ah liang
telinga untuk memasuki kelenjar parotis.
2
1'" 1a*t&r Predi%&ii
/aktor predisposisi dari otitis eksterna adalah
1,2
( 'erubahan p* kulit kanalis yang biasanya asam menjadi basa
( 'engaruh lingkungan yang menyebabkan perubahan suhu dan kelembaban
( "rauma ringan seperti berenang atau membersihkan telinga se.ara
berlebihan
1'3 Klai4i*ai Otiti E*terna
1'3'1 Otiti E*terna a*ut
"erdapat 2 kemungkinan otitis eksterna akut, yaitu otitis seksterna
sirkumskripta dan otitis eksterna difus.
1'3'1'1 Otiti E*terna Sir*u!*ri%ta 61urun*ul&i7
Gambar 1.) Otitis eksterna
0nfeksi pada folikel rambut, kelenjar sebasea, kelenjar serumen di 113 luar
liang telinga sehingga membentuk furunkel.
1
-uman penyebab biasanya adalah Staphylococcus aureus atau
Staphylococus albus.
1,2
Gejala klinisnya yaitu rasa nyeri yang hebat karena terbatasnya ruangan
untuk perluasan edema dikarenakan kulit liang telinga tidak mengandung jaringan
longgar diba$ahnya, sehingga terjadi penekanan langsung pada perikondrium.
1,2
!elain itu, rasa nyeri juga dapat timbul pada $aktu membuka mulut. "erdapat juga
gangguan pendengaran apabila furunkel besar dan menyumbat liang telinga.
1

"erapi tergantung pada keadaan furunkel. ,ila sudah menjadi abses, di
aspirasi dengan .ara steril untuk mengeluarkan nanahnya. Lokal diberikan
antibiotika dalam bentuk salep, seperti polimi2yn , atau ba.itra.in, atau antisepti.
asam asetat 2()3 dalam alkohol. "idak perlu diberikan antibiotika se.ara
sistemik, hanya diberikan obat simptomatik seperti analgetik.
1
1'3'1'# Otiti E*terna 0i4u
0nfeksi mengenai liang telinga dua pertiga dalam. "ampak kulit liang
telinga hiperemis dan edema yang tidak yang jelas batas(batasnya. -uman
penyebab biasanya golongan pseudomonas. -uman lainnya yaitu staphylo.o..us
albus, 4s.heri.hia .oli dan sebagainya. Otitis eksterna difus dapat juga terjadi
sekunder pada otitis media supuratif kronis.
1
Gejalanya adalah nyeri tekan tragus, liang telinga sangat sempit, kadang
kelenjar getah bening membesar dan nyeri tekan, terdapat se.ret yang berbau.
!e.ret ini tidak mengandung lender %musin& seperti se.ret yang keluar dari kavum
timpani pada otitis media.
1
'engobatannya dengan membersihkan liang telinga, memasukkan tampon
yang mengandung antibiotika ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik
antara obat dengan kulit yang meradang. -adang(kadang diperlukan obat
antibioti. sistemik.
1
1'3'# Ot&!i*&i
0nfeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di
daerah tersebut. 5ang tersering adalah Pytirosporum, Aspergilud. -adang(kadang
ditemukan juga kandida albikan atau jamur lain. Pytirosporum menyebabkan
terbentuknya sisik yang menyerupai ketombe dan merupakan predisposisi otitis
eksterna bakterialis.
1
Gejala biasanya berupa rasa gatal dan rasa penuh di liang telinga, tetapi
sering pula tanpa keluhan.
1
'engobatannya ialah dengan membersihkan liang telinga. Larutan asam
asetat 23 dalam al.ohol, larutan iodium povidon )3 atau tetes telinga yang
mengandung .ampuran antibioti. dan steroid yang diteteskan ke liang telinga
biasanya dapat menyembuhkan. -adang(kadang diperlukan obat anti jamur
%sebagai salep& yang diberikan se.ara topi.al yang mengandung nistatin ,
klotrima6ol.
1
Her%e 8&ter Oti*u
*erpes 7oster Otikus adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varisela
6oster. 8irus ini menyerang satu atau lebih dermatom saraf .ranial. #apat
mengenai saraf trigeminus, ganglion genikulatum dan radiks servikalis bagian
atas. -eadaan ini disebut juga sindroma ramsay hunt. "ampak lesi kulit yang
vesikuler pada kulit di daerah muka sekitar liang telinga, otalgia dan terkadang
disertai paralisis oto $ajah. 'ada keadaan yang berat ditemukan gangguan
pendengaran berupa tuli sensorineural.
1
'engobatan sesuai dengan tatalaksana
herpes 6oster.
1
In4e*i Kr&ni -ian5 Telin5a
0nfeksi bakteri maupun jamur yang tidak diobati dengan baik, iritasi kulit
yang disebabkan .airan otitis media, trauma berulang, adanya benda asing,
penggunaan .etakan %mould& pada alat bantu dengar %hearing aid& dapat
menyebabkan radang kronis. Akibatnya, terjadi stenosis atau penyempitan liang
telinga karena terbentuknya jaringan parut atau sikatriks.
1
'engobatannya
memerlukan operasi rekonstruksi liang telinga.
1
Kerat&i O9turan dan K&leteat&!a E*terna
#ulu keratosis obturans dan kolesteatoma eksterna dianggap sebagai
penyakit yang sama proses terjadinya, oleh karena itu sering tertukar
penyebutannya.
1

'ada keratosis obturans ditemukan epidermis di liang telinga yang
disebabkan oleh terbentuknya sel epitel yang berlebihan yang tidak bermigrasi ke
arah telinga luar.
1
'ada pasien dengan keratosis obturans terdapat tuli konduktif akut, nyeri
yang hebat, liang telinga yang lebih lebar, membran timpani yang utuh tapi lebih
tebal dan jarang ditemukan adanya sekresi telinga. Gangguan pendengaran dan
rasa nyeri yang hebat disebabkan oleh desakan gumpalan epitel berkeratin di liang
telinga. -eratosis obturans sering bilateral sering ditemukan pada usia muda.
!ering dikaitkan dengan sinusitis dan bronkiektasis. 4rosi tulang liang telinga
ditemukan pada keratosis obturan dan pada kolesteatoma eksterna. *anya saja
pada keratosis obturans, erosi tulang yang terjadi menyeluruh sehingga tampak
liang telinga menjadi lebih luas. !ementara pada koleteatoma eksterna erosi tulang
terjadi hanya di daerah posteroinferior.
1
Otore dan nyeri tumpul menahun ditemukan pada koleteatoma eksterna.
*al ini disebabkan oleh invasi kolesteatoma eksterna. *al ini disebabkan oleh
karena invasi kolesteatoma ke tulang yang menimbulkan periosteitis. 'endengaran
dan membrane timpani biasanya normal. -olesteatoma eksterna ditemukan hanya
pada satu sisi telinga dan lebih sering pada usia tua.
Oleh karena keratosis obturans disebabkan oleh proses radang yang kronis,
serta sudah terjadi gangguan migrasi epitel maka setelah gumpalan keratin
dikeluarkan, debris akibat radang harus dibersihkan se.ara berkala.
1
'ada kolesteatoma eksterna perlu dilakukan operasi agar kolesteatoma dan
tulang yang nekrotik bisa diangkat sempurna. "ujuan operasi men.egah
berlanjutnya penyakit yang mengerosi tulang. 0ndikasi operasi adalah bila
destruksi tulang sudah meluas ke telinga tengah, erosi tulang pendengaran,
kelumpuhan saraf fasialis, terjadi fistel labirin atau otore yang berkepanjangan.
'ada operasi, liang telinga bagian luar diperluas agar mudah dibersihkan.
1
,ila kolesteatoma masih ke.il dan terbatas dapat dilakukan tindakan
konservatif. -olesteatoma dna jaringan nekrotik di angkat sampai bersih, di ikuti
pemberian antibiotik topi.al se.ara berkala.
1
'emberian obat tetes telinga dari .ampuran al.ohol atau gliserin dalam
*
2
O
2
33, tiga kali seminggu seringkali dapat menolong.
1
Otiti E*terna /ali5na 6Ne*r&ti*an7
Otitis eksterna maligna adalah infeksi difus di liang telinga luar dan
struktur lain disekitarnya. ,iasanya terjadi pada orang tua dengan penyakit
diabetes mellitus. 'ada penderita diabetes, p* serumen lebih tinggi disbanding p*
serumen non diabetes. -ondisi ini menyebabkan penderita diabetes lebih mudah
terjadi otitis eksterna. Akibat adanya fa.tor imunokompromise dan
mikroangiopati, otitis eksterna berlanjut menjadi otitis eksterna maligna. 'ada
otitis eksterna maligna, peradangan meluas se.ara progresif ke lapisan sub kutis,
tulang ra$an dan ke tulang sekitarnya, sehingga timbul kondritis, osteitis dan
osteomielitis yang menghan.urkan tulang temporal.
1
Gejala otitis eksterna maligna adalah rasa gatal di liang telinga yang
dengan .epat di ikuti oleh nyeri, sekret yang banyak serta pembengkakan liang
telinga. -emudian rasa nyeri tersebut akan semakin hebat, liang telinga tertutup
oleh jaringan granulasi yang .epat tumbuhnya. !araf fasial dapat terkena,
sehingga menimbulkan paresis atau paralisis fasialis.
1
-elainan patologik yang penting adalah osteomielitis yang progresif, yang
disebabkan kuman Pseudomonas aerogenosa. 'enebalan endotel yang mengiringi
diabetes melitus berat, kadar gula darah yang tinggi yang diakibatkan oleh infeksi
yang sedang aktif, menimbulkan kesulitan pengobatan yang adekuat.
1
'engobatan harus .epat diberikan. !esuai dengan hasil kultur dan
resistensi. 9engingat kuman penyebab tersering adalah Pseudomonas
aerogenosa, diberikan antibiotika dosis tinggi yang sesuai dengan Pseudomonas
aerogenosa. !ementara menunggu hasil kultur dan resistensi, diberikan golongan
fluoro:uinolone %.iproflo2asin& dosis tinggi peroral. 'ada keadaan yang lebih
berat diberikan antibiotika parenteral kombinasi dengan antibiotika golongan
aminoglikosida yang diberikan selama ;(< minggu.
1
Antibiotika yang sering digunakan adalah ciprofloxasin, ticarcilin-
clavulanat, piperacilin %dikombinasi dengan aminoglikosida&, ceftriaxon,
ceftaidine, .efepime %ma2ipime&, tobramicin %kombinasi dengan
aminoglikosida&, gentamicin %kombinasi dengan golongan peni.ilin&.
1
#isamping obat(obatan, seringkali diperlukan juga tindakan membersihkan luka
%debrideman& se.ara radikal. "indakan membersihkan luka %debrideman& yang
kurang bersih akan dapat menyebabkan makin .epatnya penjalaran penyakit.
1
(A( II
-APORAN KASUS
I0ENTITAS PASIEN
=ama > "n. ?
=o. 9? > <@;2@<
Amur > 13 tahun
+enis kelamin > Laki(laki
'ekerjaan > 'elajar
!uku bangsa > 9inangkabau
Alamat > ,ypass 'adang
ANA/NESIS
!eorang pasien laki(laki berumur 13 tahun berobat ke 'oliklinik "*" ?!A' #r.
9 #jamil 'adang pada tanggal Agustus 2B1 dengan >
Keluhan Uta!a :
'asien kontrol dari 0G# 2 hari yang lalu dengan diagnosis otitis eksterna
Ri:a;at Pen;a*it Se*aran5 :
'asien kontrol dari 0G# 2 hari yang lalu dengan diagnosis otitis eksterna
?i$ayat nyeri pada telinga kanan sejak 3 hari sebelum berobat ke 0G#
?!A' #r. 9. #jamil 'adang.
?i$ayat mengorek(ngorek telinga %C& dengan menggunakan .utton bud
hari sebelum berobat ke 0G# ?!A' #r. 9. #jamil 'adang.
?i$ayat telinga berair sebelumnya tidak ada.
?i$ayat penurunan pendengaran %C& 3 hari sebelum berobat ke 0G# ?!A'
#r. 9. #jamil 'adang.
?i$ayat batuk dan pilek sejak 2 minggu yang lalu.
?i$ayat hidung tersumbat %C& pada hidung sebelah kiri.
#emam tidak ada
?i$ayat nyeri menelan tidak ada
?i$ayat bersin(berssin lebih dari )2 jika terkena debu tidak ada
'asien telah berobat ke 0G# ?!A'. #r. 9. #jamil 'adang 2 hari yang lalu
dan telah mendapatkan minum dan dipasang tampon pada telinga kanan.
Ri:a;at Pen;a*it 0ahulu
'asien tidak pernah mengeluhkan penyakit seperti ini sebelumnya
Ri:a;at Pen;a*it Keluar5a
"idak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini
sebelumnya.
"idak ada anggota keluarga yang menderita penyakit alergi.
Ri:a;at Pe*er<aan+ &ial+ e*&n&!i+ dan *e9iaaan'
'asien seorang pelajar kelas 2 !9'
Pe!eri*aan 1ii* 6Tan55al 3 A5utu #0137
Statu .enerali
-eadaan Amum > sedang
-esadaran > komposmentis kooperatif
"ekanan darah > 11B1 @B
=adi > DB 2 per menit
=apas > 1< 2 per menit
!uhu E > 3;,@
o
.
Pe!eri*aan Site!i*
-epala > tidakk ditemukan kelainan
Fajah > tidak ditemukan kelainan
9ata > konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
'aru > vesikuler, ronkhi %(1(&, $hee6ing %(1(&
+antung > irama teratur, bising tidak ada
Abdomen > distensi %(&, ,A%C& normal
4kstremitas > teraba hangat, refilling kapiler baik.
Statu -&*ali THT
Telin5a
Pe!eri*aan Kelainan 0e*tra Sinitra
#aun telinga -el. -ongenital "idak ada "idak ada
"rauma "idak ada "idak ada
?adang "idak ada "idak ada
-el. 9etabolik "idak ada "idak ada
=yeri tarik "idak ada "idak ada
=yeri "ekan "idak ada "idak ada
#inding liang
telinga
Gukup Lapang %=& 5a (
!empit "idak 5a
*iperemis "idak ada "idak ada
4dema Ada "idak ada
9assa "idak ada "idak ada
!erumen ,au "idak ada "idak ada
Farna "idak ada "idak ada
+umlah "idak ada "idak ada
+enis "idak ada "idak ada
/e!9ran Ti!%ani
'erforasi +umlah perforasi "idak ada "idak ada
+enis "idak ada "idak ada
-uadran "idak ada "idak ada
'inggir "idak ada "idak ada
9astoid "anda radang "idak ada "idak ada
/istel "idak ada "idak ada
!ikatrik "idak ada "idak ada
=yeri tekan "idak ada "idak ada
=yeri ketok "idak ada "idak ada
"es garputala
)12 *6
?inne 'ositif 'ositif
!$aba.h 9emanjang !ama dengan
pemeriksa
Feber Lateralisasi ke kanan
-esimpulan "uli konduktif A#
Hidun5
Pe!eri*aan Kelainan 0e*tra Sinitra
*idung luar #eformitas "idak ada "idak ada
-elainan kongenital "idak ada "idak ada
"rauma "idak ada "idak ada
?adang "idak ada "idak ada
9assa "idak ada "idak ada
Sinu Paranaal
In%e*i
Pe!eri*aan 0e*tra Sinitra
=yeri tekan "idak ada "idak ada
=yeri ketok "idak ada "idak ada
Rin&*&%i Anteri&r
Pe!eri*aan Kelainan 0e=tra Sinitra
8estibulum 8ibrise Ada Ada
?adang "idak ada "idak ada
-avum nasi Gukup lapang %=& 5a (
!empit ( 5a
Lapang ( (
!ekret Lokasi "idak ada Ada
+enis "idak ada 9ukopurulen
+umlah "idak ada !edikit
,au "idak ada "idak ada
-onka inferior Akuran 4utrofi 4dem
Farna 9erah muda *iperemis
'ermukaan Li.in Li.in
4dema "idak 5a
-onka media Akuran 4utrofi !ukar dinilai
Farna 9erah muda !ukar dinilai
'ermukaan Li.in !ukar dinilai
4dema "idak ada !ukar dinilai
!eptum Gukup lurus1
deviasi
#eviasi Gukup lurus
'ermukaan ?ata ?ata
Farna 9erah muda 9erah muda
!pina ( (
-rista Ada (
Abses ( (
'eforasi ( (
9assa Lokasi ( (
,entuk ( (
Akuran (
'ermukaan ( (
Farna ( (
-onsistensi ( (
9udah digoyang ( (
'engaruh
vasokonstriktor
( (
Rin&*&%i P&teri&r
Pe!eri*aan Kelainan 0e*tra Sinitra
-oana Gukup lapang %=& Gukup lapang Gukup lapang
!empit ( (
Lapang ( (
9ukosa Farna 9erah muda 9erah muda
4dema "idak ada "idak ada
+aringan granulasi "idak ada "idak ada
-onka superior Akuran 4utrofi 4utrofi
Farna 9erah muda 9erah muda
'ermukaan ?ata ?ata
4dema ( (
Adenoid Ada1 tidak "idak "idak
9uara tuba
eusta.hius
"ertutup sekret "idak "idak
9assa Lokasi ( (
Akuran ( (
,entuk ( (
'ermukaan ( (
'ost nasal drip Ada1 tidak "idak ada "idak ada
+enis
Or&4arin5 dan /ulut
Pe!eri*aan Kelainan 0e*tra Sinitra
"rismus "idak ada
Avula 4dema "idak ada "idak ada
,ifida "idak ada "idak ada
'alatum mole
arkus faring
!imetris1 tidak !imetris !imetris
Farna 9erah muda 9erah muda
4dema "idak ada "idak ada
,er.ak1 eksudat "idak ada "idak ada
#inding faring Farna 9erah muda 9erah muda
'ermukaan Li.in Li.in
"onsil Akuran "2 "2
Farna 9erah muda 9erah muda
'ermukaan Li.in Li.in
9uara1kripti "idak melebar "idak melebar
#etritus "idak ada "idak ada
4ksudat "idak ada "idak ada
'erlengketan
dengan pilar
"idak ada "idak ada
'eritonsil Farna 9erah muda 9erah muda
4dema "idak ada "idak ada
Abses "idak ada "idak ada
"umor Lokasi "idak ada "idak ada
,entuk ( (
Akuran ( (
'ermukaan ( (
-onsistensi ( (
Gigi -aries1 radiks "idak ada "idak ada
-esan Gigi geligi baik
Lidah Farna 9erah muda 9erah muda
,entuk
#eviasi "idak ada "idak ada
9assa "idak ada "idak ada
-arin5&*&%i indire*
Pe!eri*aan Kelainan 0e*tra Sinitra
4piglotis ,entuk "enang "enang
Farna 9erah muda 9erah muda
4dema "idak ada "idak ada
'inggir rata1 tidak ?ata ?ata
9assa "idak ada "idak ada
Aritenoid Farna 9erah muda 9erah muda
4dema "idak ada "idak ada
9assa "idak ada "idak ada
Gerakan !imetris !imetris
8entrikular band Farna 9erah muda 9erah muda
4dema "idak ada "idak ada
9assa "idak ada "idak ada
'lika vokalis Farna 'utih 'utih
Gerakan !imetris !imetris
'inggir medial ?ata ?ata
9assa "idak ada "idak ada
!ubglotis1 trakea 9assa "idak ada "idak ada
!ekret ada 1 tidak "idak ada "idak ada
!inus piriformis 9assa "idak ada "idak ada
!ekret "idak ada "idak ada
8alekulae 9assa "idak ada "idak ada
!ekret %jenisnya& "idak ada "idak ada
Pe!eri*aan Kelen<ar .etah (enin5 -eher
'ada inspeksi tidak terlihat pembesaran kelenjar getah bening leher.
'ada palpasi tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening leher.
Reu!e
Anamnesis> !eorang pasien laki(laki berumur 13 tahun berobat ke 0G# "*"
?!A' #r. 9 #jamil 'adang pada tanggal Agustus 2B1 dengan keluhan utama
'asien kontrol dari 0G# 2 hari yang lalu dengan diagnosis otitis eksterna. 'asien
kontrol dari 0G# 2 hari yang lalu dengan diagnosis otitis eksterna. ?i$ayat nyeri
pada telinga kanan sejak 3 hari sebelum berobat ke 0G# ?!A' #r. 9. #jamil
'adang. ?i$ayat mengorek(ngorek telinga %C& dengan menggunakan .utton bud
hari sebelum berobat ke 0G# ?!A' #r. 9. #jamil 'adang. ?i$ayat telinga berair
sebelumnya tidak ada. ?i$ayat penurunan pendengaran %C& 3 hari sebelum
berobat ke 0G# ?!A' #r. 9. #jamil 'adang. ?i$ayat batuk dan pilek sejak 2
minggu yang lalu. ?i$ayat hidung tersumbat %C& pada hidung sebelah kiri.
#emam, ri$ayat nyeri menelan, ri$ayat bersin(berssin lebih dari )2 jika terkena
debu tidak ada. 'asien telah berobat ke 0G# ?!A'. #r. 9. #jamil 'adang 2 hari
yang lalu dan telah mendapatkan minum dan dipasang tampon pada telinga kanan.
'emeriksaan fisik>
"elinga A#> ( Liang telinga sempit, edem pada dinding liang telinga
"es garpu tala > kesan> tuli konduktif A#
Assessment>
( Otitis eksterna A#
( ?hinitis akut
"erapi >
'rognosis
- Huo ad 8itam> dubia at bonam
- Huo ad !anam> dubia at bonam
- Hua ad /ungsionam > dubia at bonam
0A1TAR PUSTAKA
1. !oepardi 4A et al, editor. ,uku Ajar 0lmu -esehatan "elinga *idung
"enggorok -epala dan Leher. 4disi keenam. +akarta> /-A0I 2BB@.
2. ,oies. ,uku ajar 'enyakit "*". 4disi keenam.4GG. +akarta> 4GGI
1DD@>@)(<.
3.