Anda di halaman 1dari 88

PERSEPSI REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH

Ilmu Keperawatan
abstraks:
ABSTRAK
Masalah perilaku seksual pranikah merupakan hal yang
erat sekali kaitannya dengan remaja. Hal ini dikarenakan
terjadinya perkembangan seksual yang mendrng remaja untuk
mulai men!ba sesuatu yang berhubungan dengan perilaku
seksual. Salah satu "aktr yang dapat mempengaruhi perilaku
seksual pranikah remaja adalah persepsi.
#enelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
persepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah di SMA
Kartika Siliwangi I Bandung. #enelitian ini bersi"at
deskripti". #engambilan sampel dengan Strati"ied Randm
Sampling didapat $%& respnden' yakni () respnden kelas *
dan (( respnden kelas *I. #engumpulan data diperleh
menggunakan angket atau kuesiner.
Hasil penelitian se!ara keseluruhan menunjukkan bahwa +,')$-
respnden berpersepsi "a.rable artinya mendukung terhadap
perilaku seksual pranikah' sedangkan yang berpersepsi
un"a.rable atau tidak mendukung terhadap perilaku seksual
pranikah yaitu /&'(&- respnden. Berdasarkan sub.ariabel
perilaku seksual pranikah : dalam bentuk eksplrasi ++'&(-
berpersepsi "a.rable dan //',+- berpersepsi un"a.rable'
dalam bentuk masturbasi +$'0(- berpersepsi "a.rable dan
/0'$+- berpersepsi un"a.rable' dalam bentuk hmse1ual play
)%'/(- berpersepsi "a.rable dan (2'++- berpersepsi
un"a.rable' dalam bentuk heterse1ual play /%'2$-
berpersepsi "a.rable dan +2'%&- berpersepsi un"a.rable'
dalam bentuk aggressi.e se1 play %(')(- berpersepsi
"a.rable dan 2)'(+- berpersepsi un"a.rable.
3ari hasil penelitian ini diharapkan pihak SMA Kartika
Siliwangi I Bandung untuk bekerjasama dengan dinas terkait
untuk memberikan penyuluhan' bimbingan' dan pengarahan
mengenai perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab
yang diberikan se!ara terintegrasi dengan pendidikan
kesehatan reprduksi remaja sesuai keilmuan' mral dan
agama.
Kata Kun!i : #erilaku Seksual #ranikah' #ersepsi' Remaja
3A4TAR ISI
Halaman
HA5AMA6 78385 i
59MBAR #96:9SAHA6 ii
59MBAR #9R6;ATAA6 iii
59MBAR #9RS9MBAHA6 i.
ABSTRAK .
ABSTRA<T .i
#RAKATA .ii
3A4TAR ISI 1
3A4TAR TAB95 1.
3A4TAR BA:A6 1.i
3A4TAR 5AM#IRA6 1.ii
BAB I #963AH858A6
$.$ 5atar Belakang #enelitian $
$.% Identi"ikasi Masalah $$
$.) Tujuan #enelitian $$
$.).$ Tujuan 8mum $$
$.).% Tujuan Khusus $$
$.+ Kegunaan #enelitian $%
$.+.$ Bagi #r"esi Keperawatan $%
$.+.% Bagi Institusi Seklah $%
$.+.) Bagi #eneliti Selanjutnya $)
$./ 3e"inisi Knseptual dan =perasinal $)
$./.$ 3e"inisi Knseptual $)
$./.$.$ #ersepsi $)
$./.$.% Remaja $)
$./.$.) #erilaku Seksual #ranikah $+
$./.% 3e"inisi =perasinal $+
$./.%.$ #ersepsi Remaja terhadap #erilaku
$./.%. Seksual #ranikah $+
$.( Kerangka #emikiran $/
BAB II TI67A8A6 #8STAKA
%.$ Knsep 3asar #ersepsi $&
%.$.$ 3e"inisi #ersepsi $&
%.$.% Syarat untuk Mengadakan #ersepsi %,
%.$.) #rses Terjadinya #ersepsi %$
%.$.+ 4aktr>4aktr yang Mempengaruhi #ersepsi %%
%.% Knsep Remaja %+
%.%.$ 3e"inisi Remaja %+
%.%.% Tahap #erkembangan Remaja %/
%.%.%.$ Masa Remaja Awal %/
%.%.%.% Masa Remaja Tengah %/
%.%.%.) Masa Remaja Akhir %(
%.%.) #erkembangan 4isik %(
%.%.).$ <iri>!iri Seks #rimer %(
%.%.).% <iri>!iri Seks Sekunder %2
%.%.+ #erkembangan Kgniti" Remaja %0
%.%./ #erkembangan Kgnisi Ssial Remaja ),
%.%.( Tugas #erkembangan Remaja )%
%.) Knsep #erilaku Seksual #ranikah ))
%.).$ 3e"inisi ))
%.).% Bentuk>Bentuk #erilaku Seksual #ranikah ))
%.).%.$ 91plratin ))
%.).%.% Masturbasi )+
%.).%.) Hmse1ual #lay )/
%.).%.+ Heterse1ual #lay )(
%.).%./ Aggressi.e Se1 #lay )&
%.).) #erkembangan #erilaku Seksual Remaja. +,
%.).+ 4aktr>4aktr yang Mempengaruhi #erilaku
Seksual #ranikah Remaja +%
%.).+.$ #erubahan Hrmnal +%
%.).+.% #enundaan 8sia #erkawinan +)
%.).+.) 6rma>6rma di Masyarakat +)
%.).+.+ #enyebaran In"rmasi Melalui Media Massa ++
%.).+./ Tabu>5arangan ++
%.).+.( #ergaulan yang Makin Bebas ++
%.)./ 3ampak #erilaku Seksual #ranikah . ++
%.)./.$ 3ampak 4isilgis +/
%.)./.% 3ampak Ssi>#siklgis +0
%.).( #endidikan Kesehatan Reprduksi untuk Remaja +0
%.+ #eran #erawat +&
%.+.$ #rses Keperawatan /,
%.+.$.$ #engkajian /,
%.+.$.% #eren!anaan dan Implementasi /$
%.+.$.) 9.aluasi /%
BAB III M9T=39 #9695ITIA6
).$ 7enis #enelitian /)
).% ?ariabel dan Sub.ariabel #enelitian /)
).%.$ ?ariabel #enelitian /)
).%.% Sub ?ariabel #enelitian /+
).) #pulasi dan Sampel /+
).).$ #pulasi /+
).).% Sampel /+
).+ Teknik #engumpulan 3ata /(
)./ 8ji <ba Instrumen /2
)./.$ 8ji ?aliditas /0
)./.% 8ji Reliabilitas /&
).( #englahan dan Analisa 3ata ($
).(.$ 9diting ($
).(.% Kding ($
).(.) Analisa 3ata ($
).2 #rsedur #enelitian (%
).2.$ Tahap #ersiapan (%
).2.% Tahap #elaksanaan ()
).2.) Tahap Akhir (+ ).0 5kasi dan @aktu #enelitian (+
).& 9tika #enelitian (+
).&.$ In"rmed <nsent (+
).&.% Annimity (+
).&.) <n"identiality (+
BAB I? HASI5 #9695ITIA6 3A6 #9MBAHASA6
+.$ Karakteristik Respnden (/ +.% Hasil #enelitian ((
+.) #embahasan (0
+.).$ #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual #ranikah
3alam Bentuk 9ksplrasi 2)
+.).% #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual #ranikah
3alam Bentuk Masturbasi 2+
+.).) #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual #ranikah
3alam Bentuk Hmse1ual #lay 2(
+.).+ #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual #ranikah
3alam Bentuk Heterse1ual #lay 22
+.)./ #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual #ranikah
3alam Bentuk Aggressi.e Se1 #lay 2&
+.+ Keterbatasan #enelitian 0,
BAB ? SIM#85A6 3A6 SARA6
/.$ Simpulan 0%
/.% Saran 0+
/.%.$ Bagi #r"esi Keperawatan 0+
/.%.% Bagi Institusi Seklah 0+
/.%.) Bagi #eneliti Selanjutnya 0/
3A4TAR #8STAKA 02
5AM#IRA6>5AM#IRA6
3A4TAR TAB95
Halaman
Tabel +.$ 3istribusi 4rekuensi Respnden Berdasarkan
Karakteristik ((
Tabel +.% 3istribusi 4rekuensi #ersepsi Remaja Terhadap
#erilaku Seksual #ranikah (2
Tabel +.) 3istribusi 4rekuensi Sub ?ariabel #ersepsi Remaja
Terhadap #erilaku Seksual #ranikah (2
3A4TAR BA:A6
Halaman
Bagan $.$ Kerangka #emikiran #ersepsi Remaja terhadap
#erilaku Seksual #ranikah di SMA6 $( Bandung
dan SMA Kartika Siliwangi I
Bandung ................................... $0
Bagan %.$ #rses #ersepsi %$
3A4TAR 5AM#IRA6
5ampiran $ Kartu Bimbingan Skripsi
5ampiran % Hasil Seminar #rpsal
5ampiran ) Surat IAin 8ji ?aliditas 3an Reliabilitas
5ampiran + Surat IAin #enelitian
5ampiran / Kisi>kisi Instrumen
5ampiran ( Instrumen #enelitian
5ampiran 2 Hasil #engujian ?aliditas dan Reliabilitas
Instrumen #enelitian
5ampiran 0 3ata Hasil #enelitian
5ampiran & 7adwal Kegiatan #enyusunan Skripsi
5ampiran $, Riwayat Hidup
BAB I
PENDAHULUAN
$.$ 5atar Belakang
Remaja merupakan suatu "ase perkembangan antara
masa kanak>kanak dan masa dewasa' berlangsung antara
usia $% sampai %$ tahun. Masa remaja terdiri dari masa
remaja awal usia $%>$/ tahun' masa remaja pertengahan
usia $/>$0 tahun' dan masa remaja akhir usia $0>%$ tahun
BMnks' dkk.' %,,%C. #ada peride ini terjadi perubahan
baik dari segi "isik maupun dari segi psiklgis.
#erubahan psiklgis yang terjadi merupakan mani"estasi
dari penyesuaian peran terhadap tugas perkembangan pada
masa remaja' seperti : meningkatnya tuntutan dan harapan
ssial' adanya tuntutan kemandirian dari rang tua'
meningkatnya kebutuhan untuk berhubungan dengan kelmpk
sebaya' mampu bersikap sesuai nrma sekitar' kmpeten
se!ara intelektual' berkembangnya tanggung jawab pribadi
dan ssial' serta belajar untuk mengambil keputusan
BHa.ighurst' $&2%D dalam Hurl!k' $&&0 : $,C.
Selain itu' perubahan "isik yang terjadi pada masa
ini adalah terjadinya kematangan "ungsi jasmaniah yang
bilgis berupa kematangan kelenjar kelamin yaitu testis
untuk anak laki>laki dan .arium pada anak gadis.
Keduanya merupakan tanda>tanda kelamin primer.
Sebelumnya' peristiwa ini didahului leh tanda>tanda
kelamin sekunder yang se!ara krnlgis mendahului !iri>
!iri primer seperti tumbuhnya kumis dan memberatnya
suara para remaja pria serta pertumbuhan payudara pada
remaja wanita.
#erubahan dari anak>anak menjadi dewasa bukan hanya
mengakibatkan terjadinya perubahan "isik dan psiklgis
tetapi juga melibatkan kematangan "ungsi seksual.
Sigmund 4reud dalam Hurl!k B$&&0C mengemukakan bahwa
pada masa remaja libid atau energi seksual menjadi
hidup' yang tadinya laten pada masa pra remaja. Hal ini
timbul seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder
pada remaja kearah kematangan yang sempurna. =leh karena
itu mun!ul juga hasrat dan drngan untuk menyalurkan
keinginan seksualnya. Keinginan untuk menyalurkan
drngan seksual dan timbulnya rasa ingin tahu terhadap
masalah seksual sangat penting dalam pembentukan
hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya
maupun lawan jenis BHurl!k' $&&0 : %%(C. Timbulnya
hasrat seksual inilah salah satu "aktr yang mendrng
perilaku seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama
jenis.
Menurut Sarlit B%,,)C' perilaku seksual adalah
segala tingkah laku yang didrng leh hasrat seksual
baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. #erilaku
seksual pada remaja timbul karena dipengaruhi "aktr>
"aktr berikut yaitu perubahan hrmnal' penundaan usia
perkawinan' penyebaran in"rmasi melalui media massa'
tabu>larangan' nrma>nrma di masyarakat' serta
pergaulan yang makin bebas antara laki>laki dan
perempuan.
Menurut Stuart dan Sundeen B$&&/C' perilaku seksual
yang sehat dan adapti" dilakukan ditempat pri.a!y dalam
ikatan yang sah menurut hukum. Sedangkan perilaku
seksual pranikah merupakan perilaku seksual yang
dilakukan tanpa melalui prses pernikahan yang resmi
menurut hukum maupun menurut agama dan keper!ayaan
masing>masing BMuEtadin' %,,%C. Bentuk>bentuk perilaku
seksual tersebut terdiri dari eksplrasi' masturbasi'
hmse1ual play' heterse1ual play' dan aggressi.e se1
play BHurl!k' $&2)C.
Bentuk perilaku seksual yang paling awal adalah
eksplrasi. Rasa ingin tahu mengakibatkan adanya
eksplrasi. 9ksplrasi memiliki dua bentuk' yaitu se!ara
intelektual dan teknik manipulasi. Se!ara intelektual
akan menuntun remaja untuk menanyakan hal>hal tertentu
atau memba!a buku>buku untuk mendapatkan jawaban dari
pertanyaan>pertanyaan Bketika remaja takut untuk
bertanyaC. Ketika remaja tidak dapat memenuhi rasa ingin
tahunya se!ara tidak langsung melalui pendekatan
intelektual' mereka melakukan pendekatan se!ara langsung
yang melibatkan teknik manipulasi yaitu dengan !ara
mengeksplrasi rgan seksnya sendiri juga rgan seks
rang lain.
Bentuk perilaku seksual yang biasa memun!ak pada
saat pubertas dan remaja adalah masturbasi. Masturbasi
adalah perangsangan diri dengan memainkan tangan atau
alat>alat lainnya ke bagian>bagian tubuh yang sensiti"'
terutama alat kelaminnya' biasanya hingga ter!apai
rgasme dan pelepasan tegangan seksual. Selain
masturbasi' bentuk perilaku seksual yang dapat timbul
pada remaja adalah hmse1ual play yang merupakan bentuk
perilaku seksual yang dilakukan indi.idu dengan rang
lain yang berjenis kelamin sama dengannya. Ketika remaja
laki>laki dan perempuan menjadi matang se!ara seksual'
drngan seks se!ara nrmal diarahkan kepada lawan
jenisnya. Akibatnya terjadi peningkatan dalam
heterse1ual play yang biasa terjadi ketika remaja
berpa!aran. Menurut Irawati B$&&&C remaja melakukan
berbagai ma!am perilaku seksual beresik yang terdiri
atas tahapan>tahapan tertentu yaitu dimulai dari
berpegangan tangan' !ium kering' !ium basah' berpelukan'
memegang atau meraba bagian sensiti"' petting' ral se1'
dan bersenggama Bse1ual inter!urseC. Selain itu'
aggressi.e se1 play merupakan bentuk perilaku seksual
yang dilakukan dengan memaksa pasangannya.
Masa perkembangan remaja yang semakin meningkat
terhadap tuntutan seksualitas ditambah ke!enderungan
remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap
sesuatu' makin mendrng remaja untuk melakukan berbagai
hal dalam memenuhi rasa ingin tahu tersebut. 3imulai
dari pen!arian in"rmasi yang ia butuhkan sampai kearah
tindakan men!ba. Menurut #iaget Bdalam #apalia dkk.'
%,,$C walaupun remaja telah mempunyai kematangan
kgniti"' namun dalam kenyataan mereka belum mampu
menglah in"rmasi yang diterima dengan benar. Akibatnya
perilaku seksual remaja sering tidak terkntrl dengan
baik. Selain itu rasa ingin tahu yang besar untuk
men!ba segala hal yang belum diketahui sangat
mempengaruhi remaja melakukan perilaku seksual akti"
yang beresik' karena pada umumnya remaja ingin
mengetahui banyak hal yang hanya dapat dipuaskan serta
diwujudkannya melalui pengalaman mereka sendiri
Blearning by dingC.
Sejalan dengan hal tersebut' berdasarkan penelitian
yang dilakukan leh 6atasha B%,,+C terhadap remaja SM#
dan SM8 Busia $)>$0 tahunC di Bayngbng :arut'
mengungkapkan bahwa perilaku seksual yang dilakukan
remaja tersebut adalah membi!arakan seks dengan teman>
teman B$,'/-C' !ium bibir B)'0-C' nntn "ilm prn
dengan teman B)'(-C' nntn "ilm prn sendiri B%')-C'
men!ium leher B%'$-C' saling meraba bagian tubuh yang
sensiti.e B%'$-C' melihat situs prn di internet
B$')-C' nntn "ilm prn dengan pa!ar B,'0-C' melakukan
ral seks B,'/-C' petting B,'/-C' masturbasi B,'/-C' dan
/ respnden melakukan hubungan seks B$')-C. Selain itu'
menurut lembaga 4amily Health Internatinal B4HIC yang
melakukan riset dan sur.ei terhadap perilaku seks di
kalangan remaja Kta Bandung serta beberapa kta besar
lainnya di Indnesia' menunjukkan bahwa /+- remaja Kta
Bandung pernah berhubungan seks. 3isusul kemudian
berturut>turut Medan B/%-C' 7akarta B/$-C' dan Surabaya
B+2-C B@iyana' %,,(C. #erilaku seksual pranikah pada
remaja ini pada akhirnya dapat mengakibatkan berbagai
dampak yang merugikan remaja itu sendiri
3ampak dari perilaku seksual pranikah pada remaja
ini adalah semakin tingginya angka kehamilan yang tidak
diinginkan. Hal ini disebabkan hampir semua remaja yang
pernah melakukan hubungan seks melakukannya tanpa alat
kntrasepsi sama sekali BSarwn' %,,)C. 3i samping itu'
kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja seringkali
berakhir dengan abrsi dan banyak di antaranya yang
tidak berknsultasi terlebih dahulu dengan ahli
BSarwn' %,,)C. Resik medis pengguguran kandungan pada
remaja !ukup tinggi seperti pendarahan' kmplikasi
akibat abrsi yang tidak aman' sampai kematian ibu
BKilburne>Brk' %,,,C.
3ampak "isik lainnya sendiri menurut Sarlit B%,,)C
adalah berkembangnya penyakit menular seksual di
kalangan remaja' dengan "rekuensi penderita penyakit
menular seksual yang tertinggi antara usia $/>%+ tahun.
In"eksi penyakit menular seksual dapat menyebabkan
kemandulan dan rasa sakit krnis serta meningkatkan
risik penularan HI?. 3ampak psiklgis dari perilaku
seksual pranikah pada remaja diantaranya perasaan marah'
takut' !emas' depresi' rendah diri' bersalah dan
berdsa. Sedangkan dampak ssial yang timbul akibat
perilaku seksual yang dilakukan sebelum saatnya antara
lain diku!ilkan' putus seklah pada remaja perempuan
yang hamil' dan perubahan peran menjadi ibu. Belum lagi
tekanan dari masyarakat yang men!ela dan menlak keadaan
tersebut BSarwn' %,,)C.
=leh karena itu memandang bahwa keperawatan sebagai
bagian integral dari sistem kesehatan di Indnesia yang
turut menentukan dalam menanggulangi masalah kesehatan
anak dan remaja' maka dipandang perlu adanya pengkajian
di bidang ini. Tersedianya berbagai "asilitas hiburan
umum ditambah dengan pengawasan yang semakin lnggar
dari keluarga memungkinkan remaja untuk !enderung
melakukan perilaku seksual beresik seperti berpa!aran'
ber!iuman' bahkan melakukan senggama. Sehingga' perawat
dalam memberikan asuhan keperawatan mempunyai peran dan
"ungsi sebagai knselr dan pendidik' dimana perawat
mempunyai andil yang !ukup besar dalam memberikan
in"rmasi pada remaja SM8 tentang kesehatan reprduksi'
khususnya masalah perilaku seksual pranikah.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMA Kartika
Siliwangi I Bandung' didapati data bahwa siswa>siswi di
SMA tersebut !enderung berperilaku seksual akti"
beresik. Hal ini berdasarkan data yang diperleh dari
wawan!ara dengan guru BK BBimbingan KnselingC SMA
Kartika Siliwangi I Bandung' bahwa ketika diadakan raAia
dadakan yang diadakan pihak seklah siswa>siswi SMA
tersebut sering kedapatan membawa ?<3 prn dan majalah
khusus rang dewasa' bahkan ada siswa yang kedapatan
membawa kndm serta siswi yang membawa testpa!k. #ihak
seklah bahkan meminta se!ara langsung untuk dilakukan
penelitian mengenai persepsi siswanya terhadap perilaku
seksual pranikah' untuk kemudian dapat dilakukan upaya>
upaya tindak lanjutnya. #ihak seklah telah
memberlakukan peraturan yang ketat yaitu mengembalikan
siswa ke pihak rang tua Bdrp utC apabila kedapatan
ada siswanya yang melakukan tindakan yang melanggar
peraturan seklah seperti melakukan hubungan intim
ataupun hamil. Seperti yang telah dilakukan pihak
seklah dalam ) tahun terakhir yaitu mengeluarkan siswi
yang hamil sebanyak ) rang' serang diantaranya
dikeluarkan tahun %,,2.
Berdasarkan wawan!ara yang dilakukan pada sepuluh
rang siswa kelas * dan *I di SMA Kartika Siliwangi I'
diperleh keterangan banyak siswa dan siswi di SMA
tersebut yang berpa!aran dan tidak segan>segan
menunjukkan kemesraannya di lingkungan seklah. Bahkan
salah serang siswa mengatakan bila istirahat teman>
temannya sering menntn .ide prn bersama>sama dari
handphne. 3elapan dari siswa tersebut mengaku pernah
berpa!aran' ketika diberi pertanyaan apa saja yang
mereka lakukan ketika berpa!aran' lima rang menjawab
sudah pernah ber!iuman' dua rang sampai meraba bagian
sensiti"' dan satu rang pernah melakukan petting
Bmerupakan keseluruhan akti"itas nn inter!urse' hingga
menempelkan alat kelaminC. Siswa tersebut mengatakan
hal>hal yang mereka lakukan tersebut wajar dilakukan'
karena dilakukan dengan sukarela dan atas dasar rasa
!inta.
#erilaku seksual ini memang kasat mata' namun ia
tidak terjadi dengan sendirinya melainkan didrng atau
dimti.asi leh "aktr>"aktr tertentu. Menurut
6tatmdj B%,,)C' se!ara lebih terin!i perilaku
manusia sebenarnya merupakan re"leksi dari berbagai
gejala kejiwaan seperti pengetahuan' mti.asi' persepsi'
dan sikap. #ersepsi merupakan dmain yang sangat penting
untuk terbentuknya tindakan seserang. Apabila dalam
kehidupan seserang sudah terbentuk persepsi' maka
persepsi ini akan menentukan !ara seserang dalam
bertingkah laku terhadap byek persepsi tersebut.
#ersepsi merupakan dasar dari prses kgnisi' yaitu
termasuk di dalamnya merupakan prses menglah
in"rmasi.
Menurut Rakhmat B%,,, : +&C' prses menglah
in"rmasi meliputi sensasi' persepsi' memri dan
ber"ikir. Sensasi adalah prses mengangkap stimuli.
#ersepsi ialah prses memberi makna pada sensasi
sehingga manusia memperleh pengetahuan baru. 3engan
kata lain' persepsi mengubah sensasi menjadi in"rmasi.
Memri adalah prses menyimpan in"rmasi dan
memanggilnya kembali. Ber"ikir adalah menglah dan
memanipulasi in"rmasi untuk memenuhi kebutuhan atau
memberikan respn.
#engetahuan merupakan hasil dari tahu' dan hal ini
terjadi setelah rang melakukan penginderaan terhadap
suatu byek tertentu. #enginderaan terjadi melalui pan!a
indera penglihatan' pendengaran' pen!iuman' rasa' dan
raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperleh
melalui mata dan telinga B6tatmdj' %,,)C.
#engetahuan dan in"rmasi merupakan stimulus yang
diterima leh remaja dari lingkungannya. Remaja akan
memiliki dan memberi reaksi pada stimulus yang dijumpai
sehingga menjadi lebih berarti bagi kepentingan
hidupnya. #rses menyaring' memilih dan mengartikan pada
stimulus tersebut merupakan prses mental yang dikenal
dengan persepsi BAtkinsn' $&&&C. Menurut :ibsn Bdalam
@ahid' $&&0C' hasil prses persepsi adalah perilaku
tanggapan dan sikap yang terbentuk.
Sikap merupakan reaksi atau respn yang masih
tertutup dari seserang terhadap suatu stimulus atau
bjek. Mani"estasi sikap tidak dapat langsung dilihat'
tetapi hanya dita"sirkan terlebih dahulu dari perilaku
yang tertutup' bukan merupakan reaksi terbuka atau
tingkah laku yang terbuka. Sikap merupakan kesiapan
untuk bereaksi terhadap bjek di lingkungan tertentu
sebagai suatu penghayatan terhadap bjek B6tatmdj'
%,,)C. Selain itu perilaku manusia dapat dipengaruhi
leh mti.asi' karena mti.asi merupakan penggerak
perilaku. Akan tetapi hubungan antara kedua knstruk ini
!ukup kmpleks' antara lain dapat dilihat sebagai
berikut : mti.asi yang sama dapat menggerakkan perilaku
yang berbeda' demikian pula perilaku yang sama dapat
saja diarahkan leh mti.asi yang berbeda BMuEtadin'
%,,%C
Menurut Stephen B%,,$C apa yang dipersepsikan
seserang dapat berbeda dari kenyataan yang bjekti".
#ersepsi itu penting karena perilaku seserang
didasarkan pada persepsi mereka mengenai apa bjek yang
dilihat' bukan mengenai byek itu sendiri. 3unia seperti
yang dipersepsikan adalah dunia yang penting dari segi
perilaku' karena persepsi merupakan dasar bagi seserang
dalam mengambil suatu keputusan dan pengambilan
keputusan merupakan bagian penting dari perilaku
seserang.
Berkaitan dengan adanya perubahan bilgis'
kgniti"' emsi dan ssial yang dialami leh remaja yang
bersi"at indi.idual' maka kemungkinan terdapat perbedaan
persepsi remaja tentang perilaku seksual pranikah.
Remaja yang memiliki persepsi bahwa hubungan seksual
pranikah itu merupakan hal yang biasa sangat ptensial
terjerumus menjadi perilaku seksual beresik tinggi
serta !enderung melakukan perilaku seksual tersebut
apabila ada kesempatan karena rem atau kntrl diri
mereka lemah BRustika' %,,2C. Selain itu' remaja yang
sudah mengadakan hubungan seksual akan sulit
menghentikannya pula akibat timbulnya persepsi bahwa
melakukan hubungan seksual sudah merupakan hal biasa
BArie"' %,,0C.
Tinggi rendahnya penerimaan remaja tersebut
terhadap perilaku seksual pranikah dapat dipandang
sebagai pernyataan persepsi remaja terhadap suatu bjek.
3imana persepsi merupakan penelitian yang dibuat
seserang mengenai baik buruknya suatu perilaku : sejauh
mana ia mendukung atau menentang perilaku tersebut.
Sehingga persepsi remaja itu bisa berupa persepsi
"a.rable dimana dalam perubahan ini remaja mendukung
adanya perilaku seksual pranikah dan persepsi
un"a.rable dimana dalam perubahan ini remaja menentang
adanya perilaku seksual pranikah. Karena persepsi
merupakan dasar dari perilaku seserang' maka dalam diri
remaja diperlukan adanya persepsi yang benar tentang
perilaku seksual. =leh karena itu perlu diketahui lebih
lanjut bagaimana sesungguhnya penerimaan remaja tersebut
terhadap perilaku seksual pranikah yang ada di
lingkungannya.
Menyadari bahwa remaja merupakan sumber daya
ptensial bagi negara' maka sebagai petugas kesehatan
perawat memiliki andil dalam membentuk perilaku yang
sehat seperti tidak melakukan hubungan seksual sebelum
menikah yang dapat berakibat timbulnya berbagai dampak
negati" yang merugikan bagi remaja. 3engan melihat latar
belakang masalah di atas maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian mengenai bagaimana persepsi remaja
terhadap perilaku seksual pranikah di SMA Kartika
Siliwangi I Bandung.
$.% Identi"ikasi Masalah
Berdasarkan hal>hal yang telah diuraikan dalam
latar belakang penelitian' maka penulis tergerak untuk
mengetahui FBagaimana #ersepsi Remaja terhadap #erilaku
Seksual #ranikah di SMA Kartika Siliwangi I BandungGH
$.) Tujuan #enelitian
$.).$ Tujuan 8mum
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui
gambaran persepsi remaja terhadap perilaku seksual
pranikah di SMA Kartika Siliwangi I Bandung.
$.).% Tujuan Khusus
Tujuan Khusus dari penelitian ini meliputi :
$. Mengidenti"ikasi persepsi remaja di SMA Kartika
Siliwangi I Bandung terhadap perilaku seksual pranikah
dalam bentuk eksplrasi
%. Mengidenti"ikasi persepsi remaja di SMA Kartika Siliwangi
I Bandung terhadap perilaku seksual pranikah dalam bentuk
masturbasi
). Mengidenti"ikasi persepsi remaja di SMA Kartika Siliwangi
I Bandung terhadap perilaku seksual pranikah dalam bentuk
hmse1ual play
+. Mengidenti"ikasi persepsi remaja di SMA Kartika Siliwangi
I Bandung terhadap perilaku seksual pranikah dalam bentuk
heterse1ual play
/. Mengidenti"ikasi persepsi remaja di SMA Kartika Siliwangi
I Bandung terhadap perilaku seksual pranikah dalam bentuk
aggressi.e se1 play
$.+ Kegunaan #enelitian
$.+.$ Bagi #r"esi Keperawatan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran
mengenai persepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah'
sehingga dapat menjadi langkah awal bagi perawat untuk
meren!anakan pemberian pendidikan dan pelayanan dibidang
kesehatan reprduksi remaja. Selain itu' sebagai tindakan
pre.enti" dan prmti" untuk men!egah dampak negati" yang
ditimbulkan dari persepsi remaja yang mendukung B"a.rableC
terhadap perilaku seksual pranikah.
$.+.% Bagi Institusi Seklah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan
bagi institusi seklah terutama guru BK BBimbingan
KnselingC' guru pembina #MR B#alang Merah RemajaC dan 8KS
B8nit Kesehatan SeklahC' mengenai gambaran persepsi
siswanya terhadap perilaku seksual pranikah. Sehingga pihak
institusi dapat menyusun langkah>langkah selanjutnya untuk
dapat mengembangkan persepsi siswa>siswinya terhadap
perilaku seksual pranikah kearah yang lebih baik.
$.+.) Bagi #eneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan in"rmasi
sebagai data awal bagi penelitian selanjutnya mengenai
"aktr>"aktr yang yang berkaitan dengan perilaku seksual
remaja.
$./ 3e"inisi Knseptual dan =perasinal
$./.$ 3e"inisi Knseptual
$./.$.$ #ersepsi
#ersepsi adalah pengalaman tentang bjek' peristiwa atau
hubungan>hubungan yang diperleh dengan menyimpulkan
in"rmasi dan mena"sirkannya. #ersepsi memberikan makna pada
stimuli inderawi atau sensri stimuli BRakhmat' %,,/ : /$C.
#ersepsi adalah suatu prses dimana indi.idu memberikan arti
pada lingkungan yang melibatkan pengrganisasian dan
interpretasi berbagai stimulus kedalam pengalaman psiklgis
B:ibsn' $&&0C.
$./.$.% Remaja
Remaja merupakan suatu "ase perkembangan antara masa kanak
dan masa dewasa' berlangsung antara usia $% sampai %$ tahun.
Masa remaja terdiri dari masa remaja awal usia $%>$/ tahun'
masa remaja pertengahan usia $/>$0 tahun' dan masa remaja
akhir usia $0>%$ tahun BMnks' dkk.' %,,%C.
$./.$.) #erilaku Seksual #ranikah
#erilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didrng
leh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama
jenis. Sedangkan perilaku seksual pranikah merupakan
perilaku seksual yang dilakukan tanpa melalui prses
pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan
keper!ayaan masing>masing BMuEtadin' %,,%C. Bentuk>bentuk
perilaku seksual tersebut terdiri dari eksplrasi'
masturbasi' hmse1ual play' heterse1ual play' dan
aggressi.e se1 play BHurl!k' $&2)C.
$./.% 3e"inisi =perasinal
$./.%.$ #ersepsi Remaja terhadap #erilaku Seksual #ranikah
#ersepsi remaja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah
pemberian makna dari stimulus yang diterima leh siswa SM8
Kelas * dan *I Bdengan rentang usia $/>$0 tahunC terhadap
perilaku seksual pranikah yang meliputi : eksplrasi'
masturbasi' hmse1ual play' heterse1ual play' dan
aggressi.e se1 play.
#ersepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah ini
diukur dengan menggunakan angket yang berisi pertanyaan dan
pernyataan berupa instrumen kuesiner' yang diajukan kepada
respnden dengan alternati" jawaban menggunakan rating
s!ale. Hasil pengukuran adalah persepsi yang dikategrikan
"a.rable dan un"a.rable menggunakan teknik median. 3imana
persepsi respnden dikatakan "a.rable bila skr ttal
respnden G median' sedangkan persepsi respnden dikatakan
un"a.rable bila skr ttal respnden I median. ;ang
dimaksud dengan persepsi "a.rable adalah dimana remaja
mendukung adanya perilaku seksual pranikah. 3an yang
dimaksud dengan persepsi un"a.rable adalah remaja tidak
mendukung adanya perilaku seksual pranikah.
$.( Kerangka #emikiran
#erilaku seksual adalah segala tingkah laku yang
didrng leh hasrat seksual baik dengan lawan jenis
maupun sesama jenis BSarwn' %,,)C. Hal ini timbul
seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada
remaja sehingga mun!ul hasrat dan drngan untuk
menyalurkan keinginan seksualnya. Timbulnya hasrat
seksual inilah salah satu yang mendrng remaja untuk
melakukan perilaku seksual pranikah.
#erilaku seksual pranikah merupakan perilaku
seksual yang dilakukan tanpa melalui prses pernikahan
yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan
keper!ayaan masing>masing BMuEtadin' %,,%C. Bentuk>
bentuk perilaku seksual tersebut terdiri dari
eksplrasi' masturbasi' hmse1ual play' heterse1ual
play' dan aggressi.e se1 play BHurl!k' $&2)C.
Menurut Sarwn B%,,)C perilaku seksual pada
remaja timbul karena pengaruh "aktr>"aktr berikut
yaitu perubahan hrmnal' nrma>nrma yang berlaku di
masyarakat' penyebaran in"rmasi melalui media massa'
tabu>larangan' serta pergaulan yang makin bebas antara
laki>laki dan perempuan dalam masyarakat #erilaku
seksual remaja yang akti" dapat mengarahkan remaja
kepada perilaku seksual pranikah yang beresik. #erilaku
tersebut bisa diawali dari persepsi yang keliru pada
diri remaja tentang stimuli yang diterima dari
lingkungannya.
Menurut Stephen B%,,$C apa yang dipersepsikan
seserang dapat berbeda dari kenyataan yang bjekti".
#ersepsi itu penting karena perilaku seserang
didasarkan pada persepsi mereka mengenai apa bjek yang
dilihat' bukan mengenai byek itu sendiri. 3unia seperti
yang dipersepsikan adalah dunia yang penting dari segi
perilaku' karena persepsi merupakan dasar bagi seserang
dalam mengambil suatu keputusan dan pengambilan
keputusan merupakan bagian penting dari perilaku
seserang.
Menurut Rakhmat B%,,,C' persepsi seserang
dipengaruhi leh "aktr perhatian' "ungsinal dan
struktural. 3alam "aktr perhatian terdapat "aktr
eksternal penarik perhatian atau yang terkadang disebut
"aktr situasinal Bseperti gerakan' intensitas stimuli'
kebaruan' dan perulanganC dan "aktr internal penaruh
perhatian. 4aktr internal penaruh perhatian dipengaruhi
leh "aktr>"aktr bilgis. 3i!nthkan disini bahwa
remaja yang baru saja menntn "ilm prn akan !epat
melihat stimulasi seksual disekitarnya. Selain itu
"aktr internal juga dipengaruhi leh "aktr>"aktr
ssipsiklgis seperti mti" ssigenis' sikap'
kebiasaan' dan kemauan.
4aktr "ungsinal berasal dari kebutuhan'
pengalaman masa lalu' dan hal>hal lain yang termasuk apa
yang kita sebut sebagai "aktr>"aktr persnal Bseperti
kesiapan mental' suasana emsinal' dan latar belakang
budayaC. 4aktr "ungsinal mempengaruhi persepsi karena
yang menentukan persepsi bukan jenis atau bentuk
stimuli' tetapi karakteristik rang yang memberikan
respn pada stimuli itu. Sedangkan "aktr struktural
yang berasal dari stimuli "isik dan e"ek>e"ek syara"
memungkinkan manusia mempersepsikan sesuatu se!ara
keseluruhan' yaitu dalam memahami suatu peristiwa'
manusia tidak dapat meneliti "akta>"akta yang terpisah'
tetapi dipandang sebagai hubungan keseluruhan.
Berkaitan dengan adanya perubahan bilgis'
kgniti"' emsi dan ssial yang dialami leh remaja yang
bersi"at indi.idual' maka kemungkinan terdapat perbedaan
persepsi remaja tentang perilaku perilaku seksual
pranikah. Karena persepsi merupakan dasar dari perilaku
seserang' maka dalam diri remaja diperlukan adanya
persepsi yang benar tentang perilaku seksual pranikah
agar remaja terhindar dari dampak negati" yang
ditimbulkan dari persepsi remaja terhadap perilaku
tersebut. Remaja yang memiliki persepsi bahwa hubungan
seksual pranikah itu merupakan hal yang biasa sangat
ptensial terjerumus menjadi perilaku seksual bebas
akti". Selain itu' remaja yang sudah mengadakan hubungan
seksual akan sulit menghentikannya pula akibat timbulnya
persepsi bahwa melakukan hubungan seksual sudah
merupakan hal biasa BArie"' %,,0C.
#ersepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah
di SMA Kartika Siliwangi I Bandung sangat penting untuk
diketahui sebagai identi"ikasi' mnitring' e.aluasi dan
pemahaman dalam melihat bagaimanakah sebenarnya perilaku
seksual pranikah yang dipersepsikan leh remaja. 8ntuk
lebih jelasnya kerangka pemikiran dapat dilihat dalam
bagan kerangka pikir berikut ini :
Bagan $.$ Kerangka #emikiran #ersepsi Remaja
terhadap #erilaku Seksual #ranikah di SMA Kartika
Siliwangi I Bandung
J area penelitian
Sumber : Mdi"ikasi dari Sarwn B%,,)C dan
Rakhmat B%,,/C
BAB II
TI67A8A6 #8STAKA
%.$ Knsep 3asar #ersepsi
%.$.$ 3e"inisi #ersepsi
Terdapat berbagai pengertian atau de"inisi mengenai persepsi
yang dikemukakan leh para ahli. Menurut Rakhmat B%,,,C'
persepsi adalah pengalaman tentang bjek' peristiwa atau
hubungan>hubungan yang diperleh dengan menyimpulkan
in"rmasi dan mena"sirkannya. #ersepsi adalah memberikan
makna pada stimuli inderawi atau sensri stimuli.
#ersepsi merupakan suatu prses yang dilakukan leh
penginderaan yaitu merupakan prses diterimanya stimulus
leh indi.idu melalui respnnya. Stimulus dilanjutkan ke
susunan sara" tak dan terjadilah prses kgniti" sehingga
indi.idu mengalami persepsi B@algit' $&&2C.
#ersepsi adalah suatu prses dimana indi.idu memberikan arti
pada lingkungan yang melibatkan pengrganisasian dan
interpretasi berbagai stimulus kedalam pengalaman psiklgis
B:ibsn' $&&0C. #ersepsi menurut MarEat B$&&,C digambarkan
sebagai suatu tanggapan seserang yang berasal dari kmpnen
kgnisi dan dipengaruhi pengalaman' prses belajar' wawasan
dan pengetahuan.
Berdasarkan de"inisi di atas dapat disimpulkan bahwa
persepsi adalah suatu prses penangkapan stimulus yang
kemudian disimpulkan menjadi suatu yang bermakna dan berarti
melalui prses seleksi' rganisasi dan interpretasi.
#ersepsi membantu indi.idu dalam memilih perilaku indi.idu
tersebut. #ersepsi juga merupakan suatu prses kgnisi yang
melibatkan !ara>!ara dimana indi.idu memprses in"rmasi
yang didapatnya' dengan prses kgnisi tersebut timbul
perbedaan dan keunikan masing>masing indi.idu yang
mempersepsikan.
%.$.% Syarat untuk Mengadakan #ersepsi
Menurut @algit B$&&2C indi.idu yang mengadakan persepsi
harus memenuhi syarat' diantaranya adalah :
$. Adanya bjek yang dipersepsi
=bjek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau
reseptr. Stimulus dapat datang dari luar mengenai indera
atau reseptr dan dapat datang dari dalam langsung mengenai
sara" penerima BsensrisC yang bekerja sebagai reseptr.
%. Alat indera atau reseptr
Alat indera atau reseptr yaitu alat untuk menerima
stimulus. Sara" sensris merupakan alat untuk meneruskan
stimulus yang diterima reseptr ke pusat susunan sara" yaitu
tak sebagai pusat kesadaran dan diperlukan sara" mtrik
sebagai respnnya.
). #erhatian
8ntuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan
adanya perhatian yang merupakan langkah awal sebagai
persiapan untuk mengadakan persepsi.
%.$.) #rses Terjadinya #ersepsi
8ntuk dapat memahami persepsi se!ara lebih jelas' perlu kita
ketahui bagaimana prses persepsi itu berlangsung dalam diri
manusia' seperti diutarakan leh :ibsn yang diterjemahkan
leh @ahid B$&&0C sebagai berikut :
Bagan %.$ #rses #ersepsi
Sumber: :ibsn 7ames 5. et. al' =rganiAatin dengan
mdi"ikasi' terj. 3jehan @ahid B$&&0C
#rses persepsi meliputi ) tahapan' yaitu :
B$C Kenyataan dalam kehidupan indi.idu Bsebagai stimulusC
Misalnya in"rmasi yang diterima baik dari seklah maupun
dari luar seklah.
B%C #englahan persepsi : stimulus tersebut dilah'
dirganisasikan dan dita"sirkan dengan perangkat>perangkat
yang ada. Terdapat tiga bagian dalam tahap penglahan ini
yaitu :
a. #engamatan stimulus : tahap ini disebut juga sensasi'
yang melibatkan pan!a indera sebagai pintu>pintu masuk
stimulus kedalam psikis manusia. 7adi sensasi merupakan
bagian dari persepsi.
b. Terdapat banyak "aktr yang mempengaruhi persepsi
seserang terhadap stimuli yang diterimanya. Menurut Kre!h
dan 4ield B$&22C yang dikutip leh Rakhmat B%,,,C' persepsi
ditentukan leh "aktr perhatian' "ungsinal' dan
struktural.
!. Bagian terakhir dari tahap penglahan ini adalah e.aluasi
dan pena"siran kenyataan. 3alam hal ini kenyataan>kenyataan
Bsebagai stimuliC tadi sudah dilah dalam suatu mekanisme
psikis yang rumit dan tak selalu bisa dijelaskan.
B)C Hasil prses persepsi adalah perilaku tanggapan dan
sikap yang terbentuk. 3ua bentuk hasil tersebut bisa
bersi"at "a.urable atau un"a.urable.
Selanjutnya dua bentuk hasil persepsi tadi akan memberikan
umpan balik terhadap stimuli' pengamatan stimuli' dan
"aktr>"aktr berpengaruh' sehingga mungkin terjadi
pembahasan yang bersi"at krekti" atau mengkukuhkan persepsi
awal.
%.$.+ 4aktr>4aktr yang Mempengaruhi #ersepsi
Kre!h dan 4ield B$&22C yang dikutip leh Rakhmat B%,,,C
menyebutkan bahwa "aktr yang menentukan persepsi adalah
perhatian' "aktr "ungsinal' dan struktural :
$. 4aktr #erhatian
#erhatian adalah prses mental ketika stimulus atau
rangkaian stimulus menjadi mennjl dalam kesadaran pada
saat stimulus lainnya melemah. #erhatian terjadi bila kita
mengknsentrasikan diri pada salah satu alat indera kita'
dan mengesampingkan masukan>masukan melalui alat indera yang
lain.
8nsur perhatian seserang terhadap suatu rangkaian stimulus
dapat datang dari eksternal maupun internal. Adapun "aktr
eksternal yang mempengaruhi unsur perhatian adalah sebagai
berikut :
a. :erakan. Seperti rganisme yang lain' manusia se!ara
.isual tertarik dengan bjek>bjek yang bergerak.
b. Intensitas stimulus. Kita akan memperhatikan stimulus
yang lebih mennjl dari stimulus yang bergerak.
!. Kebaruan. Hal>hal yang baru yang berbeda akan menarik
perhatian.
Adapun "aktr internal yang mempengaruhi perhatian adalah
sebagai berikut :
a. 4aktr bilgis' misalnya jika kita dalam keadaan
kelaparan maka seluruh pikiran kita akan didminasi leh
makanan.
b. 4aktr psikssial terdiri dari set Bharapan seserang
tentang rangsangan yang akan timbul misalnya serang perawat
membawa tensi ke arah pasien maka pasien akan mempersiapkan
dirinya untuk diukur tekanan darahnyaC dan kebutuhan
Bkebutuhan sesaat atau menetap pada seserang akan
mempengaruhi persepsiC.
%. 4aktr "ungsinal yang menentukan persepsi
4aktr "ungsinal berasal dari kebutuhan pengalaman masa
lalu dan hal>hal lain yang termasuk dengan apa yang kita
sebut "aktr persnal. 4aktr>"aktr persnal tersebut
adalah pengalaman sendiri' mti.asi dan kepribadian.
#ersepsi bersi"at selekti" se!ara "ungsinal' artinya bahwa
bjek>bjek yang mendapat tekanan dalam persepsi kita
biasanya bjek yang memenuhi tujuan indi.idu yang melakukan
persepsi. Mereka memberikan !nth pengaruh kebutuhan'
kesiapan mental' suasana emsinal' dan latar belakang
budaya terhadap persepsi. Kebutuhan bilgis menyebabkan
persepsi berbeda. ;ang menentukan bukan jenis atau bentuk
stimuli' tetapi karakteristik rang yang memberikan respn
pada stimuli itu.
). 4aktr Struktural
4aktr struktural berasal dari si"at stimulus "isik dan
e"ek>e"ek sara" yang ditimbulkan pada sistem sara" indi.idu.
#ara psiklgi :estalt merumuskan prinsip persepsi yang
bersi"at struktural yang mengatakan bahwa kita
mempersepsikan sesuatu sebagai suatu keseluruhan' kita tidak
melihat bagian>bagiannya lalu menghimpunnya.
%.%. Knsep Remaja
%.%.$ 3e"inisi Remaja
Remaja merupakan masa transisi' suatu masa dimana peride
anak>anak sudah terlewati dan disatu sisi belum dikatakan
dewasa BStuart and Sundeen' $&&/C. Steinberg B%,,%C
menyatakan masa remaja sebagai masa peralihan dari
ketidakmatangan pada masa kanak>kanak menuju kematangan pada
masa dewasa. Ia juga menyatakan masa remaja merupakan
peride transisi yang meliputi segi>segi bilgis'
"isilgis' ssial dan eknmis yang didahului leh
perubahan "isik Bbentuk tubuh dan prprsi tubuhC maupun
"ungsi "isilgis Bkematangan rgan>rgan seksualC.
5aAimnya masa remaja dimulai saat anak>anak se!ara seksual
menjadi matang BHurl!k' $&&0C. Masa remaja berlangsung
antara usia $% sampai %$ tahun dan terbagi menjadi masa
remaja awal usia $%>$/ tahun' masa remaja pertengahan usia
$/>$0 tahun' dan masa remaja akhir usia $0>%$ tahun BMnks'
dkk.' %,,%C.
%.%.% Tahap #erkembangan Remaja
Menurut tahap perkembangan' masa remaja dibagi menjadi tiga
tahap yaitu :
%.%.%.$ Masa Remaja Awal B$%>$/ tahunC' dengan !iri khas
antara lain :
B$C 5ebih dekat dengan teman sebaya
B%C Ingin bebas
B)C 5ebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai
berpikir abstrak
%.%.%.% Masa Remaja Tengah B$/>$0 tahunC' dengan !iri khas
antara lain :
B$C Men!ari identitas diri
B%C Timbulnya keinginan untuk ken!an
B)C Mempunyai rasa !inta yang mendalam
B+C Mengembangkan kemampuan berpikir abstrak
B/C Berkhayal tentang akti"itas seks
%.%.%.) Masa Remaja Akhir B$0>%$ tahunC' dengan !iri khas
antara lain :
B$C #engungkapan identitas diri
B%C 5ebih selekti" dalam men!ari teman sebaya
B)C Mempunyai !itra jasmani dirinya
B+C 3apat mewujudkan rasa !inta
B/C Mampu berpikir abstrak
%.%.) #erkembangan 4isik
#ada masa remaja' pertumbuhan "isik berlangsung sangat
pesat. 3alam perkembangan seksualitas remaja' ditandai
dengan dua !iri yaitu !iri>!iri seks primer dan !iri>!iri
seks sekunder. Berikut ini adalah uraian lebih lanjut
mengenai kedua hal tersebut :
%.%.).$ <iri>!iri seks primer
3alam mdul kesehatan reprduksi remaja B3epkes' %,,%C
disebutkan bahwa !iri>!iri seks primer pada remaja adalah :
B$C Remaja laki>laki
Remaja laki>laki sudah bisa melakukan "ungsi reprduksi bila
telah mengalami mimpi basah. Mimpi basah biasanya terjadi
pada remaja laki>laki usia antara $,>$/ tahun. #ada saat
itu' testis mulai menghasilkan sperma. Bila sperma telah
memenuhi kantung' maka akan dikeluarkan ketika tidur.
B%C Remaja perempuan
7ika remaja perempuan sudah mengalami menar!he' maka remaja
tersebut dikatakan sudah dapat melakukan "ungsi reprduksi.
Menstruasi pertama ini menandakan bahwa remaja sudah
mempunyai kemampuan untuk hamil jika melakukan hubungan
seksual. Menstruasi adalah peristiwa keluarnya !airan darah
dari alat kelamin perempuan berupa luruhnya lapisan dinding
dalam rahim yang banyak mengandung darah.
%.%.).% <iri>!iri Seks Sekunder
Menurut Sarlit B%,,)C' <iri>!iri seks sekunder pada masa
remaja adalah sebagai berikut :
%.%.).%.$ Remaja 5aki>laki
B$C Bahu melebar' pinggul menyempit
B%C #etumbuhan rambut disekitar alat kelamin' ketiak' dada'
tangan' dan kaki
B)C Kulit menjadi lebih kasar dan tebal
B+C #rduksi keringat menjadi lebih banyak
%.%.).%.% Remaja #erempuan
B$C #inggul menjadi bertambah lebar dan bulat sebagai akibat
membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah
perut
B%C Segera setelah pinggul mulai membesar' payudara juga
berkembang. #uting susu membesar dan mennjl' dan
berkembangnya kelenjar susu' payudara menjadi lebih besar
dan lebih bulat
B)C Rambut kemaluan timbul setelah pinggul dan payudara
mulai berkembang. Bulu ketiak dan bulu pada kulit wajah
mulai tampak setelah haid. Semua rambut ke!uali rembut wajah
mula>mula lurus dan terang warnanya' kemudian menjadi lebih
subur' lebih kasar' lebih gelap' dan agak keriting.
B+C Kulit menjadi lebih kasar' lebih tebal' agak pu!at' dan
lubang pri>pri bertambah besar
B/C Kelenjar lemak dan kelenjar keringat menjadi lebih
akti"' sumbatan kelenjar lemak dapat menyebabkan jerawat.
Kelenjar keringat di ketiak mengeluarkan banyak keringat dan
baunya menusuk sebelum dan selama masa haid.
B(C =tt semakin besar dan semakin kuat' terutama pada
pertengahan dan menjelang akhir masa puber' sehingga
memberikan bentuk pada bahu' lengan' dan tungkai.
B2C Suara menjadi lebih penuh dan semakin merdu. Suara serak
dan suara yang pe!ah terjadi pada anak perempuan.
%.%.+ #erkembangan Kgniti" Remaja
Masa remaja adalah suatu peride kehidupan dimana kapasitas
untuk memperleh dan menggunakan pengetahuan se!ara e"isien
men!apai pun!aknya BMussen' dkk.' $&(&D dalam 3esmita %,,2C.
3itinjau dari perspekti" teri kgniti" #iaget' maka
pemikiran masa remaja telah men!apai tahap pemikiran
perasinal "rmal B"rmal peratinal thughtC' yakni suatu
tahap perkembangan kgniti" yang dimulai pada usia kira>kira
$$ atau $% tahun dan terus berlanjut sampai remaja men!apai
masa tenang atau dewasa. #ada tahap ini remaja sudah dapat
berpikir se!ara abstrak dan hiptesis. Serang remaja tidak
lagi terbatas pada hal>hal yang aktual' serta pengalaman
yang benar>benar terjadi. 3engan men!apai tahap perasi
"rmal' remaja dapat berpikir dengan "leksibel dan kmpleks.
Serang remaja mampu menemukan alternati" jawaban atau
penjelasan tentang suatu hal. Hal ini memungkinkan remaja
berpikir se!ara hiptetis. Remaja sudah mampu memikirkan
suatu situasi yang masih berupa ren!ana atau suatu bayangan
BSantr!k' %,,)C. Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang
dilakukan pada saat ini dapat memiliki e"ek pada masa yang
akan datang. 3engan demikian' serang remaja mampu
memperkirakan knsekuensi dari tindakannya' termasuk adanya
kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya. 6amun' tidak
semua remaja berpikir se!ara perasinal "rmal sepenuhnya.
Sejumlah pakar perkembangan berpendapat bahwa tahap
perasinal "rmal terdiri dari dua tahap ke!il yaitu awal
dan akhir BBrughtn' $&0)D dalam Santr!k' %,,)C. #ada !ara
berpikir perasinal "rmal tahap awal Bearly "rmal
peratinal thughtC' peningkatan kemampuan remaja untuk
berpikir dengan menggunakan hiptesis membuat mereka mampu
berpikir bebas dengan kemungkinan tak terbatas. #ada masa
awal ini' !ara berpikir perasinal "rmal mengalahkan
realitas dan telalu banyak terjadi asimilasi sehingga dunia
dipersepsi se!ara terlalu subjekti" dan idealistis.
#emikiran perasinal "rmal ini tumbuh pada tahun>tahun
masa remaja menengah BSantr!k' %,,)C.
<ara berpikir perasinal "rmal akhir Blate "rmal
peratinal thughtC mengembalikan keseimbangan intelektual.
Remaja pada tahap ini mengujikan hasil penalarannya pada
realitas dan terjadi pemantapan !ara berpikir perasinal
"rmal. Keseimbangan intelektual terjadi kembali sejalan
dengan usaha remaja untuk mengakmdasi gejlak kgniti"
yang dialaminya. #emikiran perasinal "rmal ini akan
ter!apai sepenuhnya di akhir masa remaja.
Menurut Steinberg B%,,%C perubahan kgniti" pada remaja juga
berpengaruh dalam perubahan seksualitas alamiah remaja. Satu
perbedaan nyata antara permainan seksual anak>anak dan
akti"itas seksual remaja adalah bahwa anak>anak terutama
tidak intrspekti" atau mere"leksikan perilaku seksualnya.
Seksualitas selama remaja adalah subjek yang kadang>kadang
merupakan dugaan yang menyakitkan' membuat keputusan'
berpikir hiptesis' dan perhatian tertuju pada kesadaran
diri. Salah satu tugas utama remaja adalah untuk memahami
bagaimana untuk berurusan dengan hasrat seksual dan
bagaimana untuk menggabungkan kesuksesan dan ketepatan
seksual kedalam hubungan ssial. Kebanyakan tugas ini adalah
kgniti" dan banyak darinya mungkin dibentuk dari
pengembangan kemampuan intelektual yang mengambil tempat
selama peride ini.
%.%./ #erkembangan Kgnisi Ssial Remaja
Menurut 3a!ey dan Kenny B$&&2C' yang dimaksud dengan kgnisi
ssial adalah kemampuan untuk berpikir se!ara kritis
mengenai isu>isu dalam hubungan interpersnal yang
berkembang sejalan dengan usia dan pengalaman' serta berguna
untuk memahami rang lain dan menentukan bagaimana melakukan
interaksi dengan mereka. #ada masa remaja mun!ul
keterampilan>keterampilan kgniti" baru' salah satunya
mun!ulnya kemampuan berpikir abstrak pada masa remaja.
Kemampuan berpikir abstrak ini kemudian menyatu dengan
pengalaman ssial sehingga pada gilirannya menghasilkan
suatu perubahan besar dalam !ara>!ara remaja memahami diri
mereka sendiri dan rang lain B3esmita' %,,2C.
Salah satu bagian penting dari perubahan perkembangan aspek
kgnisi ssial remaja ini adalah apa yang diistilahkan leh
psiklg 9lkind dengan egsentrisme yakni ke!enderungan
remaja untuk menerima dunia Bdan dirinya sendiriC dari
perspekti"nya sendiri. 9gsentrisme remaja menggambarkan
meningkatnya kesadaran diri remaja yang terwujud pada
keyakinan mereka bahwa rang lain memiliki perhatian amat
besar' sebesar perhatian mereka terhadap diri mereka' dan
terhadap perasaan akan keunikan pribadi mereka BSantr!k'
%,,)C.
Menurut 9lkind B$&20C dalam Santr!k B%,,)C' egsentrisme
remaja dapat dibagi atas dua jenis berpikir ssial yaitu
penntn imajiner Bimaginary audien!eC dan dngeng pribadi
Bpersnal "ableC. #enntn imajiner menggambarkan
peningkatan kesadaran remaja yang tampil pada keyakinan
mereka bahwa rang lain memiliki perhatian yang amat besar
terhadap diri mereka' sebesar perhatian mereka sendiri.
:ejala penntn imajiner men!akup berbagai perilaku untuk
mendapatkan perhatian yaitu keinginan agar kehadirannya
diperhatikan' disadari leh rang lain dan menjadi pusat
perhatian.
3ngeng pribadi adalah bagian egsentrisme remaja berkenaan
dengan perasaan keunikan pribadi yang dimilikinya. #erasaan
ini mendrng perilaku merusak diri Bsel">destru!ti.eC leh
remaja yang berpikir bahwa diri mereka se!ara magis
terlindung dari bahaya B#apalia' dkk.' %,,$C. Misalnya
serang remaja putri berpikir bahwa dirinya tidak mungkin
hamil karena perilaku seksual yang dilakukannya.
Karakteristik ini dapat menyebabkan mereka per!aya bahwa
kehamilan atau penyakit tidak akan terjadi pada mereka' dan
karenanya tindak kewaspadaan tidak diperlukan B#tter dan
#erry' %,,/C. Remaja biasanya menganggap bahwa hal>hal itu
hanya terjadi pada rang lain' bukan pada dirinya. Hal ini
diyakini merupakan penyebab perilaku beresik yang dilakukan
remaja B#apalia' dkk.' %,,$C.
%.%.( Tugas #erkembangan Remaja
#ada setiap tahapan perkembangan' manusia dituntut untuk
men!apai suatu kemampuan tertentu atau yang disebut dengan
tugas perkembangan. Tugas perkembangan berisi kemampuan>
kemampuan yang harus dikuasai' agar seserang dapat
mengatasi permasalahan yang akan timbul dalam "ase
perkembangan tersebut. #enguasaan terhadap tugas
perkembangan akan menentukan keberhasilan seserang dalam
setiap "ase kehidupannya.
Ha.ighurst B$&2%C dalam Hurl!k B$&&0C mengidenti"ikasi
tugas>tugas perkembangan yang harus diselesaikan selama masa
remaja' diantaranya :
B$C Men!apai hubungan baru dan yang lebih matang dengan
teman sebaya baik pria maupun wanita
B%C Men!apai peran ssial pria dan wanita
B)C Menerima keadaan "isiknya dan menggunakannya se!ara
e"ekti"
B+C Men!apai kemandirian emsinal dari rang tua dan rang>
rang dewasa
B/C Mempersiapkan pernikahan dan berkeluarga
B(C Mempersiapkan karir eknmi
B2C Memperleh perangkat>perangkat nilai dan sistem etis
sebagai pegangan untuk berperilaku dan mengembangkan
idelgi
%.) Knsep #erilaku Seksual #ranikah
%.).$ 3e"inisi
#erilaku seksual pranikah merupakan perilaku seksual yang
dilakukan tanpa melalui prses pernikahan yang resmi menurut
hukum maupun menurut agama dan keper!ayaan masing>masing
BMuEtadin' %,,%C. #erilaku seksual adalah segala tingkah
laku yang didrng leh hasrat seksual' baik dengan lawan
jenis maupun dengan sesama jenis BSarwn' %,,)C. Sedangkan
menurut Irawati B$&&&C' perilaku seksual merupakan perilaku
yang didasari leh drngan seksual atau kegiatan
mendapatkan kesenangan rgan seksual melalui berbagai
perilaku. <nthnya adalah berpegangan tangan' berpelukan'
!ium pipi' !ium bibir' masturbasi' petting' bersenggama
Bse1ual inter!urseC.
%.).% Bentuk>bentuk #erilaku Seksual #ranikah
Menurut Hurl!k B$&2)C' terdapat bentuk>bentuk perilaku
seksual yang biasa terjadi pada usia tertentu' yaitu :
%.).%.$ 91plratin
Merupakan salah satu bentuk perilaku seksual yang pertama>
tama mun!ul dalam diri indi.idu' yang didahului leh
keingintahuan indi.idu terhadap masalah seksual dan dapat
terjadi dalam beberapa bentuk. Ada yang berbentuk murni
intelektual' yang menggiring remaja bertanya atau memba!a
buku bila terdapat pertanyaan>pertanyaan yang takut ia
utarakan. Atau juga dapat berbentuk manipulati"' dimana
remaja menjelajahi rgan>rgan seksualnya sendiri atau rang
lain. Biasanya bila remaja tidak puas untuk memenuhi
perasaan ingin tahunya dengan pendekatan tidak langsung yang
berbentuk intelektual' maka anak akan menggunakan pendekatan
langsung yang berbentuk manipulati". Adanya tekanan kelmpk
juga menyebabkan seserang melakukan pendekatan se!ara
langsung.
%.).%.% Masturbatin
Masturbasi merupakan bentuk perilaku seksual dengan
melakukan perangsangan rgan kelamin untuk mendapatkan
kepuasan seksual. #erilaku ini biasa memun!ak pada saat
indi.idu mulai memasuki usia pubertas dan remaja' dimana
terjadi perubahan pada tubuh indi.idu. Masturbasi ini
dilakukan sendiri>sendiri dan juga dilakukan se!ara mutual
dengan teman sebaya sejenis kelamin' tetapi sebagian dari
mereka juga melakukan masturbasi se!ara mutual dengan
pa!arnya.
Banyak remaja melakukan masturbasi dan kebanyakan memandang
akti"itas ini dengan perasaan yang ter!ampur aduk. Meskipun
0,- remaja laki>laki dan banyak remaja perempuan mengatakan
mereka menyetujui masturbasi' tapi banyak diantaranya yang
merasa gelisah dan bersalah apabila telah melakukan
masturbasi. Kebanyakan remaja menganggap masturbasi adalah
sesuatu yang buruk' dilakukan atau tidak' karena remaja
belajar dari rang tua' seklah' maupun dari kegiatan
keagamaannya bahwa hal tersebut adalah tidak baik.
Remaja merasa bersalah jika melakukan masturbasi' atau
memilih untuk tidak pernah mengenal masturbasi sama sekali
B3a!ey and Kenny' $&&2C. Akan tetapi banyak ahli yang
menyatakan bahwa masturbasi itu tidak berbahaya dan per!aya
bahwa hal tersebut adalah nrmal' !ara sehat bagi remaja
untuk menyalurkan hasrat seksualnya B3a!ey and Kenny' $&&2C.
Berdasarkan hasil penelitian' tidak ada hubungan yang
ditemukan antara melakukan masturbasi selama masa praremaja
danKatau masa remaja dengan penyesuaian seksual di masa
dewasa BSantr!k' %,,)C.
%.).%.) Hmse1ual #lay
Hmse1ual play merupakan bentuk perilaku seksual yang
dilakukan indi.idu dengan rang lain yang berjenis kelamin
sama dengannya. Bentuk perilaku seksual ini mendahului
mun!ulnya perasaan ertis terhadap lawan jenis BHurl!k'
$&2)C.
Menurut 3a!ey dan Kenny B$&&2C' akti"itas seksual dengan
indi.idu yang berjenis kelamin sama sering terjadi sebagai
bagian dari eksplrasi seksual dari prses menjadi remaja.
Timbulnya perasaan istimewa ini lebih kuat terjadi ketika
remaja memasuki masa pubertas dan berkembangnya kebutuhan
untuk memper!ayai rang lain. Hal ini menyebabkan mereka
lebih memper!ayai teman sesama jenisnya untuk berbagi
pengalaman dan adakalanya hal tersebut termasuk pengalaman
seksual yang terbuka.
Identitas' ketertarikan' dan tingkah laku hmseksual
meningkat seiring dengan bertambahnya usia BSantr!k' %,,)C.
Remaja mungkin takut bahwa pengalaman ini mende"inisikan
seksualitas ttal mereka B#tter and #erry' %,,/C. Tetapi
apakah remaja ini nantinya memiliki rientasi hmseksual
tidaklah diketahui. Karena tidaklah jarang bagi serang
indi.idu' terutama laki>laki' untuk melakukan eksperimen
hmseksual dimasa remaja' namun tidak melakukan tingkah
laku hmseksual dimasa dewasa. Sementara beberapa indi.idu
melakukan tingkah laku heterseksual dimasa remaja' namun
kemudian melakukan tingkah laku hmseksual dimasa dewasa
BSantr!k' %,,)C
#erilaku seksual berbeda dengan rientasi atau identitas
seksual. Serang hmseksual adalah rang yang menyukai
interaksi seksual dan intim' hubungan interpersnal dengan
indi.idu yang berjenis kelamin sama BBuunk and ?an 3riel'
$&0&D dalam 3a!ey and Kenny' $&&2C. Sebuah penelitian
mengungkapkan bahwa rientasi seksual seserang Bapakah
dirinya serang hmseksual' heterseksual' atau biseksualC
berkembang se!ara berangsur>angsur dari masa kanak>kanak
hingga dewasa B3EAugelli' $&00D dalam 3a!ey and Kenny'
$&&2C.
%.).%.+ Heterse1ual play
Bentuk perilaku seksual ini meningkat pada saat anak
perempuan dan laki>laki telah men!apai kematangan seksual'
dimana drngan seksual mun!ul pada indi.idu serta mulai
diarahkan pada lawan jenisnya. Heterse1ual play biasa
terjadi ketika remaja berpa!aran.
Menurut Irawati B$&&&C' perilaku seksual pranikah yang
dilakukan remaja ketika berpa!aran terdiri dari beberapa
tahap yang bisa dilakukan mulai dari tahap perilaku seksual
pranikah yang beresik rendah hingga perilaku seksual
pranikah yang beresik tinggi. Tahap>tahap perilaku seksual
pranikah tersebut adalah :
B$C Berpegangan tangan
#erilaku seksual ini biasanya dapat menimbulkan keinginan
untuk men!ba akti.itas seksual lainnya Bhingga kepuasan
seksual indi.idu dapat ter!apaiC. 8mumnya jika indi.idu
berpegangan tangan maka mun!ul getaran>getaran rmantis atau
perasaan>perasaan aman dan nyaman.
B%C Berpelukan
#erilaku seksual berpelukan akan membuat jantung berdegup
lebih !epat dan menimbulkan rangsangan seksual Bterutama
mengenai daerah ergenusC pada indi.idu. 3isamping itu
berpelukan juga dapat menimbulkan perasaan aman' nyaman dan
tenang.
B)C <ium kering
#erilaku seksual !ium kering berupa sentuhan pipi dengan
pipi dan pipi dengan bibir. 3ampak dari !ium pipi bisa
mengakibatkan imajinasi atau "antasi seksual menjadi
berkembang disamping menimbulkan perasaan sayang jika
diberikan pada mment tertentu dan bersi"at sekilas. Selain
itu juga dapat menimbulkan keinginan untuk melanjutkan ke
bentuk akti"itas seksual lainnya yang lebih dapat dinikmati.
B+C <ium basah
Akti"itas seksual !ium basah berupa sentuhan bibir. 3ampak
dari akti"itas seksual !ium bibir dapat menimbulkan sensasi
seksual yang kuat yang membangkitkan drngan seksual hingga
tidak terkendali. Selain itu juga dapat memudahkan penularan
penyakit yang ditularkan melalui mulut' misal TB<. Apabila
dilakukan se!ara terus menerus akan menimbulkan ketagihan
Bperasaan ingin mengulangi perbuatan tersebutC.
B/C Meraba bagian tubuh yang sensiti"
Merupakan suatu kegiatan meraba atau memegang bagian
sensiti" Bpayudara' .agina' penisC. 3ampak tersentuhnya
bagian paling sensiti" tersebut akan menimbulkan rangsangan
seksual sehingga melemahkan kntrl diri dan akal sehat
akibatnya bisa melakukan akti"itas seksual selanjutnya
seperti !umbuan berat dan inter!urse.
B(C #etting
Merupakan keseluruhan akti"itas seksual nn inter!urse
Bhingga menempelkan alat kelaminC dampak dari petting yaitu
timbulnya ketagihan dan lebih jauhnya adalah kehamilan
karena !airan pertama yang keluar pada saat terangsang pada
laki>laki sudah mengandung sperma Bmeski dalam kadar
terbatasC' sehingga resik terkenanya #MSKHI? !ukup tinggi'
apalagi jika berlanjut ke inter!urse. Se!ara psiklgis
menimbulkan perasaan !emas dan bersalah dengan adanya sangsi
mral atau agama. Bagi laki>laki mungkin dapat memuaskan
kebutuhan seksual sedangkan bagi wanita bisa menyebabkan
rusaknya selaput dara.
B2C =ral seksual
=ral seksual pada laki>laki adalah ketika seserang
menggunakan bibirnya' mulut dan lidah pada penis dan
sekitarnya' sedangkan pada wanita melibatkan bagian di
sekitar .ul.a yaitu labia' klitris dan bagian dalam .agina.
=ral seksual tidak menyebabkan kehamilan namun merupakan
perilaku seksual dengan resik penularan #MS tinggi.
B0C Se1ual inter!urse atau bersenggama
Merupakan akti"itas seksual dengan memasukkan alat kelamin
laki>laki ke dalam alat kelamin perempuan. 3ampak dari
hubungan seksual yang dilakukan sebelum saatnya yaitu
perasaan bersalah dan berdsa terutama pada saat pertama
kali' ketagihan' kehamilan sehingga terpaksa menikah atau
abrsi' kematian dan kemandulan akibat abrsi' resik
terkena #MS atau HI?' sangsi ssial' agama serta mral'
hilangnya keperawanan dan keperjakaan' merusak masa depan
Bterpaksa drp ut seklahC' merusak nama baik pribadi dan
keluarga.
%.).%./ Aggressi.e Se1 #lay
Bentuk perilaku seksual ini biasanya dilakukan leh remaja
laki>laki yang memaksa teman wanitanya untuk bermain seks.
Biasanya dilakukan ketika remaja laki>laki tersebut mabuk
atau ketika mereka berken!an dengan remaja perempuan yang
usianya lebih muda dari dirinya sendiri. Hal ini menyebabkan
kaum "eminis per!aya bahwa laki>laki dissialisasikan untuk
menjadi agresi" se!ara seksual' per!aya bahwa perempuan
adalah makhluk yang in"erir dan memandang kesenangan mereka
sendiri sebagai tujuan yang paling penting. #ara peneliti
telah menemukan karakteristik berikut ini pada para pelaku
perilaku seksual yang dipaksakan yaitu agresi meningkatkan
perasaan berkuasa atau maskulinitas pada diri si pelaku'
pelaku merasa marah kepada kaum perempuan se!ara umum' dan
mereka ingin melukai krbannya.
Banyak anak perempuan yang berusaha menghindari permainan
seks dengan paksaan. Akan tetapi pada sebuah penelitian
ditemukan bahwa hampir dua pertiga remaja laki>laki mengakui
bahwa mereka menuruti keinginan teman perempuannya walaupun
hal itu bertentangan dengan keinginannya' sementara
setengahnya mengakui memaksakan akti"itas seksual.
#erhatian yang lebih juga diberikan kepada perilaku seksual
dengan paksaan dalam hubungan ken!an atau dengan kenalan'
dimana akti.itas seksual yang dipaksakan ditujukan kepada
seserang yang paling tidak telah dikenal leh indi.idu
se!ara sambil lalu. #erilaku seksual dengan paksaan dalam
hubungan ken!an adalah masalah yang semakin meningkat di
lingkungan remaja B<lark' dkk.' $&&%D dalam Santr!k' %,,)C.
%.).) #erkembangan #erilaku Seksual Remaja
#erkembangan "isik termasuk rgan seksual yaitu terjadinya
kematangan serta peningkatan kadar hrmn reprduksi atau
hrmn seks baik pada laki>laki maupun pada perempuan yang
akan menyebabkan perubahan perilaku seksual remaja se!ara
keseluruhan.
#ada kehidupan psiklgis remaja' perkembangan rgan seksual
mempunyai pengaruh kuat dalam minat remaja terhadap lawan
jenis. Terjadinya peningkatan perhatian remaja terhadap
lawan jenis sangat dipengaruhi leh "aktr perubahan>
perubahan "isik selama peride pubertas. Remaja menjadi amat
memperhatikan tubuh mereka dan membangun !itranya sendiri
mengenai bagaimana tubuh mereka tampaknya BSantr!k' %,,)C.
Remaja perempuan lebih memperlihatkan bentuk tubuh yang
menarik bagi remaja laki>laki' demikian pula remaja pria
tubuhnya menjadi lebih kekar yang menarik bagi remaja
perempuan. 7adi mereka saling tertarik terutama karena
"isik' khususnya si"at>si"at jenisnya atau se1 appeal
BRumini dan Sundari' %,,+C.
#ada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual
sangat penting dalam pembentukan hubungan yang lebih matang
dengan lawan jenis. 3engan matangnya "ungsi>"ungsi seksual
maka timbul pula drngan>drngan dan keinginan>keinginan
untuk pemuasan seksual. Sebagian besar dari remaja biasanya
sudah mengembangkan perilaku seksualnya dengan lawan jenis
dalam bentuk pa!aran atau per!intaan. Bila ada kesempatan
para remaja melakukan sentuhan "isik' mengadakan pertemuan
untuk ber!umbu bahkan kadang>kadang remaja tersebut men!ari
kesempatan untuk melakukan hubungan seksual B#angkahila
dalam Setjiningsih' %,,+C. Meskipun "ungsi seksual remaja
perempuan lebih !epat matang dari pada remaja laki>laki'
tetapi pada perkembangannya remaja laki>laki lebih akti"
se!ara seksual dari pada remaja perempuan. Banyak ahli
berpendapat hal ini dikarenakan adanya perbedaan ssialisasi
seksual antara remaja perempuan dan remaja laki>laki.
Remaja masa kini menganggap bahwa ungkapan>ungkapan !inta
apapun bentuknya adalah baik sejauh kedua pasangan remaja
saling tertarik. Bahkan hubungan seks sebelum menikah
dianggap HbenarH apabila rang>rang yang terlibat saling
men!intai ataupun saling terikat. Mereka sering
merasinalisasikan tingkah laku seksual mereka dengan
mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa mereka terhanyut
!inta. Sejumlah peneliti menemukan bahwa remaja perempuan'
lebih dari pada remaja laki>laki' mengatakan bahwa alasan
utama mereka akti" se!ara seksual adalah karena jatuh !inta
B<assell' $&0+D dalam Santr!k' %,,)C. 3ilain pihak' kalau
hubungan seks tanpa diserta !inta' laki>laki memaksa
perempuan melakukan hubungan seks diluar kehendaknya atau
bila perempuan menggunakan hubungan seks sebagai !ara untuk
memaksa laki>laki menikahinya maka remaja menganggap
perbuatan itu HsalahH BHurl!k' $&&0C.
%.).+ 4aktr>4aktr yang Mempengaruhi #erilaku Seksual
#ranikah Remaja
Beberapa "aktr yang mempengaruhi perilaku seksual remaja
yang dikemukakan leh Sarwn B%,,)C :
%.).+.$ #erubahan Hrmnal
Terjadinya perubahan>perubahan hrmnal seperti peningkatan
hrmn tersstern pada laki>laki dan estrgen pada
perempuan' dapat meningkatkan hasrat seksual Blibid
seksualitasC remaja. #eningkatan hasrat seksual ini
membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku seksual
tertentu.
%.).+.% #enundaan 8sia #erkawinan
#enyaluran hasrat seksual itu tidak dapat segera dilakukan
karena adanya penundaan usia perkawinan' baik se!ara hukum
leh karena adanya undang>undang tentang perkawinan yang
menetapkan batas usia menikah Bsedikitnya $( tahun untuk
wanita dan $& tahun untuk laki>lakiC' maupun karena nrma
ssial yang makin lama makin menuntut persyaratan yang makin
tinggi untuk perkawinan Bpendidikan' pekerjaan' persiapan
mental' dan lain>lainC.
%.).+.) 6rma>6rma di Masyarakat
6rma>nrma agama tetap berlaku dimana seserang dilarang
untuk melakukan hubungan seks sebelum menikah' bahkan
larangannya berkembang lebih jauh kepada tingkah>tingkah
laku yang lain seperti ber!iuman dan masturbasi. 8ntuk
remaja yang tidak dapat menahan diri akan terdapat
ke!enderungan untuk melanggar saja larangan>larangan
tersebut.
6rma budaya dalam perilaku seksual pranikah adalah tidak
melakukan hubungan seks sebelum menikah. 6rma ini ter!ermin
dalam bentuk keinginan untuk mempertahankan kegadisan
serang wanita sebelum menikah. Kegadisan pada wanita
seringkali dilambangkan sebagai FmahktaH atau Fharta yang
paling berhargaH atau Ftanda kesu!ianH atau Ftanda kesetiaan
pada suamiH. Hilangnya kegadisan bisa berakibat depresi pada
wanita yang bersangkutan' walaupun tidak membawa akibat>
akibat lain seperti kehamilan atau penyakit kelamin.
%.).+.+ #enyebaran In"rmasi Melalui Media Massa
Ke!enderungan pelanggaran makin meningkat leh karena adanya
penyebaran in"rmasi dan rangsangan seksual melalui media
massa yang dengan adanya teknlgi !anggih B.ide !asette'
"t !py' satelite palapa' dan lain>lainC menjadi tidak
terbendung lagi. Remaja yang sedang dalam peride ingin tahu
dan ingin men!ba' akan meniru apa yang dilihat atau
didengarnya dari media massa' khususnya karena mereka pada
umumnya belum pernah mengetahui masalah seksual se!ara
lengkap dari rang tuanya.
%.).+./ Tabu>5arangan
=rang tua sendiri' baik karena ketidaktahuannya maupun
karena sikapnya yang masih mentabukan pembi!araan mengenai
seks dengan anak' tidak terbuka terhadap anak sehingga
!enderung membuat jarak dengan anak dalam masalah seksual
ini.
%.).+.( #ergaulan yang Makin Bebas
Adanya ke!enderungan pergaulan yang makin bebas antara laki>
laki dan perempuan dalam masyarakat' sebagai akibat
berkembangnya peran dan pendidikan wanita sehingga kedudukan
perempuan makin sejajar dengan laki>laki.
%.)./ 3ampak #erilaku Seksual #ranikah
#erilaku seksual pranikah dapat menimbulkan berbagai dampak
negati" pada remaja' diantaranya sebagai berikut :
%.)./.$ 3ampak 4isilgis
3ampak "isilgis dari perilaku seksual pranikah diantaranya
kehamilan tidak diinginkan' abrsi' resik terkena penyakit
menular seksual B#MSC dan resik tertular HI?KAI3S jika
remaja melakukan hubungan seks dengan berganti>ganti
pasangan.
%.)./.$.$ Kehamilan yang tidak diinginkan
Kehamilan pada remaja meningkatkan resik kesehatan bagi ibu
dan anaknya. Salah satu "aktr yang penting dalam kehamilan
adalah umur ibu waktu hamil. 8sia remaja Bdibawah %, tahunC
dianggap sangat berbahaya untuk kehamilan sebab se!ara "isik
tubuh ibu sendiri masih dalam pertumbuhan' rgan>rgan
reprduksi masih belum matang BimmatureC. Sedangkan
persalinan remaja perempuan yang berusia kurang dari $0
tahun mempunyai % sampai / kali risik kematian Bmaternal
mrtalityC dibandingkan dengan wanita yang telah berusia $0>
%/ tahun' sehingga ibu yang berusia remaja umumnya belum
siap untuk hamil apalagi melahirkan BKilburne>Brk' %,,,C.
Selain itu se!ara mental psiklgis remaja dianggap masih
belum !ukup matang dan dewasa untuk menghadapi kehamilan dan
kelahiran. Remaja yang hamil biasanya menderita anemia dan
kmplikasi yang berhubungan dengan ketidakmatangan rgan>
rgan reprduksi.
Bayi yang dilahirkan leh ibu remaja !enderung memiliki
berat badan lebih rendah Bkurang dari /'/ pnC' "aktr yang
paling mennjl dalam kematian bayi' demikian pula halnya
dengan masalah neurlgis dan penyakit anak>anak B3ry"s'
$&&,D S!hrr' $&0&D dalam Santr!k' %,,)C. Bayi yang
berhasil melewati bahaya medis karena memiliki ibu yang
masih remaja' belum tentu dapat melalui bahaya psiklgis
dan ssial BBrks>:unn' dkk.' $&&/D dalam Steinberg' %,,%C.
Selain itu' banyak ayah remaja yang tidak memiliki hubungan
yang dekat dengan anaknya dan dengan ibu remaja. Ayah remaja
memiliki pendapatan yang lebih rendah' lebih tidak
berpendidikan' dan memiliki lebih banyak anak' daripada
mereka yang menunda punya anak sampai umur dua puluhan
BSantr!k' %,,)C.
%.)./.$.% Abrsi
Tidak sedikit remaja yang mengalami kehamilan yang tidak
diinginkan mengambil jalan pintas dengan melakukan abrsi'
padahal abrsi sangat berbahaya' diantaranya :
B$C In"eksi alat reprduksi karena melakukan kuretase yang
dilakukan se!ara tidak steril. Hal ini dapat membuat remaja
mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah.
B%C #erdarahan' sehingga remaja dapat mengalami sh!k akibat
perdarahan dan gangguan neurlgis. Selain itu' perdarahan
juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau
keduanya.
B)C Resik terjadinya rupture uterus atau rbeknya rahim
lebih besar' juga menipisnya dinding rahim akibat kuretase.
Kemandulan leh karena rbeknya rahim' resik in"eksi'
resik sh!k' sampai resik kematian ibu dan anak yang
dikandungnya.
B+C Terjadinya "istula genitalia traumatis' suatu saluran
atau hubungan antara genital dan saluran ken!ing atau
saluran pen!ernaan yang se!ara nrmal tidak ada.
%.)./.$.) #enyakit menular seksual
Merupakan in"eksi atau penyakit yang kebanyakan ditularkan
melalui hubungan seksual. #MS berbahaya karena dapat
menimbulkan kemandulan' menyebabkan keguguran' kanker leher
rahim' merusak penglihatan' merusak tak dan hati' dapat
menular pada bayi' dapat menyebabkan seserang rentan
terhadap HI?KAI3S' serta beberapa #MS ada yang tidak bisa
disembuhkan. Beberapa penyakit menular seksual diantaranya
adalah :nnrhea' Si"ilis' <hlamydia' dan Herpes genitalis
BSantr!k' %,,)C.
%.)./.$.+ HI?KAI3S
AI3S adalah A!Luired Immune 3e"i!ien!y Syndrme Bsekumpulan
gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan
tubuhC. AI3S disebabkan leh adanya .irus HI? BHuman
Immunde"i!ien!y ?irusC didalam tubuh. ?irus HI? ini hidup
didalam + !airan tubuh manusia yaitu !airan darah' !airan
sperma' !airan .agina' dan air susu ibu. Kebanyakan remaja
yang terin"eksi HI? tidak akan sakit sampai mereka dewasa
karena waktu laten yang terjadi sejak terin"eksi untuk
pertama kalinya sampai mun!ulnya penyakit berkisar antara /
sampai 2 tahun BAhlstrm' dkk.' $&&%D dalam Santr!k' %,,)C.
%.)./.% 3ampak Ssi>#siklgis
Menurut Sarwn B%,,)C dampak psiklgis dari perilaku
seksual pranikah diantaranya perasaan marah' takut' !emas'
depresi' rendah diri' bersalah dan berdsa. 3ampak ssial
dari perilaku seksual pranikah diantaranya diku!ilkan'
!emhan masyarakat' putus seklah pada remaja perempuan
yang hamil' dan perubahan peran menjadi ibu.
%.).( #endidikan Kesehatan Reprduksi untuk Remaja
#endidikan kesehatan reprduksi bermaksud untuk menerangkan
segala hal yang berhubungan dengan kesehatan reprduksi pada
remaja dalam hal yang wajar. Se!ara umum pendidikan
kesehatan reprduksi remaja adalah suatu in"rmasi mengenai
persalan kesehatan reprduksi remaja yang jelas dan benar'
yang meliputi pubertas' perilaku remaja' giAi seimbang bagi
remaja' alat>alat reprduksi perempuan dan laki>laki'
perilaku seksual remaja' kehamilan' perilaku seksual
beresik' #MS dan HI?KAI3S' serta pentingnya kebersihan dan
kesehatan pribadi bagi remaja. Masalah pendidikan kesehatan
reprduksi yang diberikan sepatutnya berkaitan dengan nrma>
nrma yang berlaku dimasyarakat' apa yang dilarang' apa yang
dilaAimkan' apa dampaknya bila dilakukan dan bagaimana
melakukannya tanpa melanggar aturan>aturan yang berlaku di
masyarakat. Tujuan dari pendidikan kesehatan reprduksi
adalah bukan untuk menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin
men!ba' tetapi untuk menyiapkan remaja agar tahu tentang
kesehatan reprduksinya dan akibat>akibatnya bila dilakukan
tanpa mematuhi aturan hukum' agama dan adat istiadat serta
kesiapan mental dan material seserang.
Menurut :unarsa B$&&$C dalam Sarlit B%,,$C mengatakan bahwa
penyampaian materi pendidikan kesehatan reprduksi remaja
ini seharusnya diberikan sejak dini dan idealnya diberikan
pertama kali leh rang tua di rumah.
%.+ #eran #erawat
#erawat memiliki berbagai peran dan "ungsi. Menurut Kusnant
B%,,+C' peran perawat diantaranya ialah peran pelaksana
yaitu bertindak sebagai !m"rter' prte!tr' ad.!at'
!mmuni!atr' serta rehabilitatrD peran sebagai pendidik'
peran ini dapat berupa penyuluhan kesehatan kepada klien
Bindi.idu' keluarga' kelmpk' maupun masyarakatCD peran
sebagai pengella yaitu memantau dan menjamin kualitas
asuhanK pelayanan keperawatan serta mengrganisasi dan
mengendalikan sistem pelayanan keperawatanD dan peran
sebagai peneliti yaitu mampu mengidenti"ikasi masalah
penelitian' menerapkan prinsip dan metde penelitian serta
meman"aatkan hasil penelitian untuk meningkatkan mutu asuhan
atau pelayanan dan pendidikan keperawatan.
#endidikan kesehatan reprduksi pada remaja ini akan
melibatkan peran perawat sebagai penyuluh. #erawat
menjelaskan kepada klien knsep dan data>data tentang
kesehatan reprduksi' mendemnstrasikan prsedur akti.itas
merawat diri' menilai apakah klien memahami hal>hal yang
dijelaskan dan menge.aluasi kemajuan dalam pembelajaran
B#tter dan #erry' %,,/C.
%.+.$ #rses Keperawatan
#enerapan prses keperawatan meliputi pengkajian menyeluruh'
peren!anaan yang !ermat' strategi implementasi yang tepat
dan e.aluasi berkesinambungan terhadap klien dengan masalah
psikseksual sangat penting' karena prses keperawatan
memberikan kerangka kerja untuk menyusun'
mengimplementasikan' dan menge.aluasi strategi keperawatan
yang diawali dengan pengkajian BHamid' $&&&C.
%.+.$.$ #engkajian
#engkajian keperawatan adalah prses sistematis dari
pengumpulan' .eri"ikasi' dan kmunikasi data tentang klien.
4ase prses keperawatan ini men!akup dua langkah :
pengumpulan data dari sumber primer BklienC dan sumber
sekunder Bkeluarga' tenaga kesehatanC' dan analisis data
sebagai dasar untuk diagnsa keperawatan. Tujuan dari
pengkajian adalah menetapkan dasar data tentang kebutuhan'
masalah kesehatan' pengalaman yang berkaitan' praktik
kesehatan' tujuan' nilai' dan gaya hidup yang dilakukan
klien B#tter dan #erry' %,,/C.
Banyak perawat merasa tidak nyaman membi!arakan tentang
seksualitas dengan klien' tetapi mereka dapat mengurangi
rasa ketidaknyamanan dengan menggunakan beberapa metde.
#ertama' mereka dapat membangun dasar pengetahuan dan
pemahaman yang wajar tentang dimensi seksualitas sehat dan
area yang paling umum dari perubahan atau dis"ungsi seksual.
Kedua' perawat dapat mengkaji tingkat kenyamanan dan
keterbatasan mereka sendiri dalam mendiskusikan seksualitas
dan "ungsi seksual B#tter dan #erry' %,,/C.
3ata yang dikumpulkan men!akup semua aspek kehidupan remaja
baik pada maa lalu maupun sekarang yang diperleh dari
remaja itu sendiri' keluarganya' atau rang lain.
#ermasalahan yang biasanya dihadapi leh remaja berkaitan
dengan !itra diri' identitas diri' kemandirian' seksualitas'
peran ssial dan perilaku seksual yang menimbulkan perilaku
adapti" dan maladapti".
%.+.$.% #eren!anaan dan Implementasi
#eren!anaan adalah kategri dari perilaku keperawatan dimana
tujuan yang terpusat pada klien dan hasil yang diperkirakan
ditetapkan dan inter.ensi keperawatan dipilih untuk men!apai
tujuan tersebut dengan menentukan pula priritas. Selain
berklabrasi dengan klien dan keluarganya' perawat
berknsultasi dengan anggta tim kesehatan lainnya' menelaah
literature yang berkaitan' mdi"ikasi asuhan' dan men!atat
in"rmasi yang rele.an tentang kebutuhan perawatan kesehatan
klien dan penatalaksanaan klinik B#tter dan #erry' %,,/C.
#endidikan merupakan suatu metde pen!egahan primer yang
biasa dilakukan terhadap klien dengan masalah seksual.
Tujuan umum adalah mempertahankan hubungan pr"esinal
antara perawat>klien yang akan memungkinkan perawat untuk
memberikan asuhan keperawatan yang terapeutik. Sebelum
melakukan pendidikan atau knseling kesehatan' perawat perlu
meninjau nilai dan keyakinan dirinya sendiri dengan perilaku
seksual pasien yang mungkin berbeda BHamid' $&&&C.
8ntuk men!egah kesan remaja bahwa perawat memihak kepada
rang tuanya' maka sangat perlu diperhatikan perawat untuk
melakukan kntak awal langsung dengan remaja. #engetahuan
perawat tentang perkembangan nrmal yang dialami remaja
sangat diperlukan untuk dapat membedakan perilaku adapti"
dan yang maladapti". Mengindenti"ikasi respn maladapti" dan
menentukan masalah berdasarkan perilaku remaja merupakan
langkah pertama dalam meren!anakan asuhan keperawatan.
#erawat kemudian menentukan tujuan jangka pendek berdasarkan
respn maladapti" dengan memperhatikan kekuatan yang
dimiliki remaja' begitu pula dengan tujuan jangka panjang.
Tinjauan terhadap ren!ana asuhan keperawatan perlu dilakukan
se!ara berkala untuk memperbaharui situasi' !atatan
perkembangan dan mempertimbangkan masalah baru. Sangat
penting untuk mengkaji dan menge.aluasi prses keperawatan
pada remaja. Implementasi kegiatan perawat meliputi :
pendidikan pada remaja dan rang tua' terapi keluarga'
terapi kelmpk' dan terapi indi.idu.
%.+.$.) 9.aluasi
3ibandingkan kelmpk usia lainnya' masalah remaja lebih
sering dihadapi leh perawat. #erawat harus waspada untuk
tidak memihak baik pada remaja maupun rang tua. #erawat
perlu memahami perilaku seksual remaja serta kn"lik yang
dialami leh remaja sehingga rang tua' guru dan masyarakat
akan lebih suprti" dalam menghadapi mereka' bahkan dapat
membantu mengembangkan "ungsi mandiri remaja.
BAB III
M9T=39 #9695ITIA6
).$ 7enis #enelitian
7enis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
deskripti". Metde penelitian deskripti" digunakan untuk
meme!ahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi
pada situasi sekarang B6tadmdj' %,,/C.
#enelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi
remaja terhadap perilaku seksual pranikah di SMA Kartika
Siliwangi I Bandung.
).% ?ariabel dan Sub ?ariabel #enelitian
).%.$ ?ariabel #enelitian
?ariabel adalah bjek penelitian' atau apa yang menjadi
titik perhatian suatu penelitian BArikunt' %,,%C. 3e"inisi
lain mengatakan bahwa .ariabel adalah sesuatu yang digunakan
sebagai !iri' si"at' atau ukuran yang dimiliki atau
didapatkan leh satuan penelitian tentang sesuatu knsep
pengertian tertentu B6tadmdj' %,,/C.
?ariabel dalam penelitian ini merupakan .ariabel tunggal
yakni persepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah di
SMA Kartika Siliwangi I Bandung.
).%.% Sub ?ariabel #enelitian
Sub .ariabel dalam penelitian ini adalah perilaku seksual
pranikah yang meliputi : eksplrasi' masturbasi' hmse1ual
play' heterse1ual play' dan aggressi.e se1 play.
).) #pulasi dan Sampel
).).$ #pulasi
#pulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari bjek
atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan leh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya BSugiyn' %,,( : &,C. 7adi'
ppulasi merupakan bjek atau subjek yang berada pada suatu
wilayah dan memenuhi syarat>syarat tertentu yang mempunyai
kaitan dengan masalah yang diteliti. #pulasi yang menjadi
sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh remaja dengan
rentang usia antara $/>$0 tahun' kelas * M *I yang masih
berseklah di SMA Kartika Siliwangi I Bandung. 7umlah
ppulasi yang diambil dari SMA tersebut sekitar 0(, rang
siswa yang duduk di kelas * sebanyak +%, rang dan di kelas
*I sebanyak ++, rang.
).).% Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki leh ppulasi tersebut BSugiyn' %,,( : &$C.
#engambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan
strati"ied randm sampling yaitu teknik yang digunakan untuk
menentukan jumlah sampel bila ppulasinya berstrata
BSugiyn' %,,(C. 3alam teknik ini ppulasi dibagi dalam %
kelmpk yang hmgen BstrataC' kemudian anggta sampel
ditarik dari setiap strata B6aAir' $&&& : ))%C. #ada
penelitian ini terdapat % strata sampel' yaitu strata I
merupakan remaja SMA kelas * dan strata II merupakan remaja
SMA kelas *I.
6tatmdj B%,,/C menyatakan bahwa untuk ppulasi ke!il
atau lebih ke!il dari $,.,,,' dapat menggunakan "rmula
sebagai berikut :
Keterangan :
6 J besar ppulasi
n J besar sampel
d J tingkat keper!ayaanKketepatan yang dinginkan
Kemudian di!ari pengambilan sampel berstrata dengan rumus :
BAl Rasyid' $&&+ : 0,C
Keterangan :
ni J jumlah sampel menurut stratum
n J jumlah sampel seluruhnya
6i J jumlah ppulasi menurut stratum
6 J jumlah ppulasi seluruhnya
Hasil perhitungan dengan memakai tingkat keper!ayaan yang
diinginkan sebesar ,',0$% adalah sebagai berikut :
Sampel kelas * : +%,K0(,1$%&J ()
Sampel kelas *I : ++,K0(,1$%&J ((
7adi jumlah sampel seluruhnya J ()N(( J $%& rang.
#enentuan unit>unit sampel dilakukan dengan !ara
membangkitkan angka>angka a!ak sejumlah $%& angka a!ak yang
dilakukan dua kali berdasarkan strata' dengan menggunakan
bantuan s"tware Mi!rs"t 91el %,,2. #embangkitan angka
a!ak yang pertama untuk menentukan sampel dengan strata
kelas *' maka dibangkitkan angka>angka a!ak sejumlah ()
angka a!ak yang berkisar dari $ sampai dengan +%,.
Selanjutnya' pengambilan angka a!ak untuk yang kedua
menggunakan !ara yang sama dengan pengambilan angka a!ak
yang pertama. Sehingga didapatkan $%& angka a!ak yang
digunakan untuk pengambilan unit>unit sampel itu.
).+ Teknik #engumpulan 3ata
8ntuk mendapatkan data yang rele.an dengan masalah yang
diteliti' maka diperlukan alat pengumpulan data atau
instrumen yang tepat. Instrumen penelitian adalah suatu alat
yang digunakan mengukur "enmena alam maupun ssial yang
diamati BSugiyn' %,,(C.
Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah dengan menggunakan kuesiner. Kuesiner adalah
sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperleh
in"rmasi dari respnden dalam arti lapran tentang
pribadinya atau hal>hal yang diketahui BArikunt' %,,%C.
Kuesiner yang digunakan untuk penelitian dibuat sendiri
leh peneliti dan sebelum digunakan untuk penelitian akan
dilakukan uji !ba terlebih dahulu melalui uji .aliditas dan
uji reliabilitas instrumen.
Skala pengukuran yang digunakan adalah rating s!ale. ;ang
terdiri dari lima kategri jawaban yaitu: sangat setuju
BSSC' setuju BSTC' ragu>ragu BR:C' tidak setuju BTSC' dan
sangat tidak setuju BSTSC. Respnden diminta untuk
membubuhkan tanda !he!k list BGC pada klm yang sesuai.
#engumpulan data pada saat penelitian dilakukan dengan
menyebarkan angket kepada respnden dan menjelaskan petunjuk
pengisian kuesiner. Kemudian kuesiner yang telah diisi
dikumpulkan dan di!ek kelengkapannya leh peneliti untuk
dilah dan dianalisis.
)./ 8ji <ba Instrumen
#rses uji !ba terhadap instrumen dimaksudkan untuk
memperleh kesesuaian pertanyaan yang terdapat pada alat
ukur dalam menunjang kriteria yang diharapkan dalam
penelitian ini.
8ji !ba dilakukan sebelum penelitian dengan menyebarkan
instrumen yang diuji !ba kepada %, siswa SMK6 I Bandung dan
%, siswa SMA Kartika Siliwangi III Bandung dengan kriteria
yang sama dengan respnden pada penelitian sebenarnya.
MasingMmasing respnden kemudian diminta untuk mengisi
angket penelitian. Hasil jawaban respnden ini disajikan
pada bagian lampiran.
)./.$ 8ji ?aliditas
?aliditas adalah suatu alat ukur yang menunjukan tingkat>
tingkat ke.alidan atau kesahihan suatu instrumen BArikunt'
%,,%C. 8ji instrumen dilakukan untuk memperleh kesesuaian
pernyataan yang terdapat pada alat ukur dalam menunjang
kriteria yang terdapat pada alat ukur dalam menunjang
kriteria yang diharapkan penguji.
#ada penelitian ini' untuk pengujian .aliditas pada
instrument digunakan rumus krelasi prdu!t mment' dengan
rumus sebagai berikut :
BArikunt' %,,%C
Keterangan :
J Krelasi
n J 7umlah respnden
* J Skr per item dalam .ariabel
; J Skr ttal item dalam .ariabel
7ika r psiti"' serta r O ,.), maka item pertanyaan tersebut
.alid. 7ika r negati"' serta r I ,.), maka item pertanyaan
tersebut tidak .alid.
8ji .aliditas dilakukan kepada %, rang siswa SMK6 I Bandung
pada tanggal $& 7uni %,,0. 8ntuk memperleh alat ukur yang
baik' maka pertanyaan BitemC yang tidak .alid harus
diperbaiki atau dibuang BSugiyn' %,,(C. Hasil uji
.aliditas didapatkan ) butir pernyataan yang tidak .alid
dari %0 butir pernyataan' dengan nilai .aliditas terendah
,.%$% dan tertinggi ,.0$2. Selanjutnya butir pernyataan yang
tidak .alid diknsultasikan dengan pembimbing dan
diperbaiki. Setelah itu dilakukan uji .aliditas ulang di SMA
Kartika Siliwangi III Bandung pada tanggal %$ 7uni %,,0.
Hasil dari uji .aliditas tersebut didapatkan semua item
.alid.
)./.% 8ji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu
instrumen !ukup dapat diper!aya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Apabila
datanya memang benar sesuai dengan kenyataan' maka berapa
kali pun diambil akan tetap sama. Reabilitas menunjuk pada
tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya dapat
diper!aya' jadi dapat diandalkan BArikunt' %,,%C.
=leh karena instrumen yang diran!ang tidak menggunakan
pembbtan skala diktmi B$ dan ,C maka teknik pengujian
reliabilitas yang !!k adalah dengan menggunakan teknik
Alpha <rnba!h BArikunt' %,,% : $2$C. Metde Alpha ini
merupakan metde men!ari reliabilitas internal' yaitu
menganalisis reliabilitas alat ukur dari satu kali
pengukuran' rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
dimana
dan
Keterangan:
r$$ J reliabilitas instrumen
k J banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya sal
J jumlah .arians butir
J .arians ttal
n J jumlah respnden
1b J skr tiap butir
1t J skr ttal
#enghitungan menggunakan s"tware S#SS $/. Sekumpulan
pernyataan dikatakan reliabel jika ke"isien reliabilitasnya
lebih dari atau sama dengan ,' 2,,. 3asar pengambilan
keputusan:
G 7ika r Alpha psiti"' serta r O ,'2,, maka "aktr atau
.ariabel tersebut reliabel.
G 7ika r Alpha tidak psiti"' serta r I ,'2,, maka "aktr
atau .ariabel tersebut tidak reliabel BKaplan and Sa!!uA'
$&&)C.
Hasil uji reliabilitas menunjukkan semua butir pernyataan
reliabel' dengan nilai reliabilitas ,'&/+.
).( #englahan dan Analisa 3ata
).(.$ 9diting
#ada tahap ini peneliti melakukan penge!ekan terhadap data>
data yang ada' terutama dalam kelengkapan data yang
dikumpulkan melalui kuesiner.
).(.% Kding
Mengkn.ersi BmenerjemahkanC jawaban>jawaban yang terkumpul
dari respnden ke dalam kategri>kategri dengan !ara
memberi kdeKtanda berbentuk angka pada masing>masing
jawaban sehingga lebih mudah diba!a dan diinterpretasikan
untuk keperluan analisis.
).(.) Analisa 3ata
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisa deskripti"' dengan menggunakan rating s!ale
dimana untuk pernyataan yang bersi"at "a.urable antara lain
: sangat setuju BSSC diberi skr /' setuju BSTC diberi skr
+' ragu>ragu BR:C diberi skr )' tidak setuju BTSC diberi
skr % dan sangat tidak setuju BSTSC diberi skr $.
Sedangkan untuk pernyataan yang bersi"at un"a.urable :
sangat tidak setuju BSTSC diberi skr /' tidak setuju BTSC
diberi skr +' ragu>ragu BR:C diberi skr )' setuju BSTC
diberi skr %' dan sangat setuju BSSC diberi skr $.
Karena instrumen yang digunakan menggunakan rating s!ale'
maka untuk mengetahui persepsi respnden yang termasuk ke
dalam kategri "a.rable atau un"a.urable digunakan teknik
median dengan rumusan sebagai berikut :
BAAwar' %,,)C
#ersepsi respnden yang dimaksudkan di atas dikategrikan ke
dalam kategri "a.rable atau un"a.urable dengan kriteria
sebagai berikut :
#ersepsi respnden dikatakan "a.rable apabila skr ttal
respnden G median.
#ersepsi respnden dikatakan un"a.rable apabila skr ttal
respnden I median.
Selanjutnya setiap kategri dihitung nilai prsentasenya'
dengan rumus :
# J * $,,-
BArikunt' %,,%C
Keterangan :
# J presentase kategri
" J jumlah respnden yang masuk kategri
6 J jumlah respnden keseluruhan
).2 #rsedur #enelitian
).2.$ Tahap #ersiapan
#ada tahap persiapan penyusunan prpsal penelitian'
peneliti terlebih dahulu menentukan tpik penelitian.
Kemudian peneliti melakukan pendekatan untuk melakukan studi
pendahuluan di instansi terkait' yaitu SMA Kartika Siliwangi
I Bandung. Setelah merumuskan masalah penelitian' peneliti
melakukan studi kepustakaan di perpustakaan 4akultas Ilmu
Keperawatan' 4akultas #siklgi' dan perpustakaan pas!a
sarjana 8npad' pusat sumber daya in"rmasi ilmiah dan
perpustakaan 8npad B<isralC' serta dari internet. Tahap
selanjutnya adalah menyusun prpsal penelitian yang
dilanjutkan dengan seminar prpsal penelitian. Kemudian
peneliti melakukan perbaikan hasil penelitian berdasarkan
masukan dan saran pada saat seminar. Setelah itu peneliti
melakukan uji .aliditas dan reliabilitas instrumen. 5alu
setelah semua item .alid dan reliabel' peneliti
mempersiapkan alat penelitian dan surat periAinan.
).2.% Tahap #elaksanan
#ada tahap pelaksanaan' peneliti terlebih dahulu mengajukan
surat iAin penelitian pada pihak SMA Kartika Siliwangi I
Bandung. Setelah mendapat iAin penelitian' baru peneliti
melakukan penelitian. Kemudian pada saat penelitian'
respnden yang menjadi sampel penelitian dikumpulkan dalam
beberapa ruangan. Respnden diberi penjelasan mengenai
tujuan penelitian dan !ara pengisian angket. Sebelum
membagikan kuesiner penelitian' peneliti melakukan in"rm
!nsent terlebih dahulu' kemudian membagikan kuesiner
kepada respnden yang bersedia. Setelah itu' peneliti
mengumpulkan kuesiner yang telah diisi leh respnden dan
menge!ek kelengkapannya. 7ika sudah lengkap' baru peneliti
melakukan penglahan dan analisis data.
).2.) Tahap Akhir
#ada tahap akhir penelitian' peneliti menyusun lapran hasil
penelitian. 5alu peneliti melakukan sidang untuk
mempertanggungjawabkan hasil penelitian.
).0 5kasi dan @aktu #enelitian
5kasi penelitian di SMA Kartika Siliwangi I Bandung.
#enelitian ini dilakukan pada bulan Mei>7uli %,,0 dan
pengambilan data dilakukan pada tanggal %2>%0 7uni %,,0.
).& 9tika #enelitian
).&.$ In"rmed <nsent
5embar persetujuan BIn"rmed <nsentC penelitian diberikan
kepada respnden dengan tujuan agar subjek mengetahui maksud
dan tujuan peneliti. 7ika subjek tidak bersedia untuk
diteliti maka peneliti tidak memaksa dan tetap menghrmati
haknya.
).&.% Annimity BTanpa namaC
8ntuk menjaga kerahasiaan identitas respnden maka peneliti
tidak men!antumkan nama respnden pada lembar angket.
).&.) <n"identiality
Kerahasiaan in"rmasi yang diberikan leh respnden dijamin
leh peneliti
BAB I?
HASI5 3A6 #9MBAHASA6
#ada bab ini akan disajikan data hasil penelitian terhadap
$%& remaja di SMA Kartika Siliwangi I Bandung yang diperleh
untuk mengetahui gambaran persepsi remaja terhadap perilaku
seksual pranikah di SMA Kartika Siliwangi I Bandung.
3ata penelitian mengenai persepsi remaja terhadap perilaku
seksual pranikah ini diperleh dengan menyebarkan instrumen
penelitian yang berupa angket tertutup. Angket tertutup ini
berisikan pernyataan>pernyataan yang hendak dimintai
pendapat respnden mengenai hal tersebut.
#enyajian data hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk
tabel distribusi "rekuensi dan persentase baik se!ara umum
B.ariabelC maupun se!ara khusus Bmasing>masing sub.ariabelC.
Berikut ini dijelaskan hasil dan pembahasan penelitian
berdasarkan data yang telah diperleh.
+.$ Karakteristik Respnden
3alam tabel +.$ akan disajikan karakteristik respnden yang
berhubungan dengan persepsi remaja terhadap perilaku seksual
pranikah. Karakteristik tersebut meliputi usia' jenis
kelamin' dan keterangan pernah berpa!aran..
Tabel +.$ 3istribusi 4rekuensi Respnden Berdasarkan
Karakteristik
Karakteristik 4rekuensi #ersentase Ttal
8sia $/ %+ $0'($- $,,-
$( /0 ++'&(-
$2 +( )/'((-
$0 $ ,'22-
7enis Kelamin 5aki>laki // +%'(+- $,,-
#erempuan 2+ /2')(-
#ernah Berpa!aran ;a $$% 0('0%- $,,-
Tidak $2 $)'$0-
Hasil analisa data dari $%& rang respnden di SMA Kartika
Siliwangi I Bandung diketahui respnden yang berjenis
kelamin laki>laki sebanyak // rang B+%'(+-C dan perempuan
2+ rang B/2')(-C sedangkan distribusi "rekuensi usia
respnden ber.ariasi dimulai dari $/ M $0 tahun' dan
prprsi yang terbanyak adalah usia $( tahun sejumlah /0
rang B++'&(-C. Selain itu' sebagian besar respnden atau
sebanyak $$% rang B0('0%-C pernah berpa!aran.
+.% Hasil #enelitian #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku
Seksual #ranikah di SMA Kartika Siliwangi I Bandung
8ntuk mengetahui gambaran persepsi remaja terhadap perilaku
seksual pranikah di SMA Kartika Siliwangi I Bandung' berikut
ini diperlihatkan tabel distribusi "rekuensi yang
menunjukkan "rekuensi dan persentase dari persepsi remaja
yang termasuk mendukung B"a.rableC dan tidak mendukung
Bun"a.rableC terhadap perilaku seksual pranikah.
Tabel +.% 3istribusi 4rekuensi #ersepsi Remaja Terhadap
#erilaku Seksual #ranikah
#ersepsi Remaja 4rekuensi #ersentase
4a.rable /% +,')$-
8n"a.rable 22 /&'(&-
7umlah $%& $,,',-
Berdasarkan tabel +.% di atas dapat diketahui bahwa dari $%&
remaja yang diteliti' sebanyak +,')$- respnden mempunyai
persepsi yang mendukung B"a.rableC dan sebanyak /&'(&-
respnden mempunyai persepsi yang tidak mendukung
Bun"a.rableC terhadap perilaku seksual pranikah.
Tabel +.) 3istribusi 4rekuensi Sub ?ariabel #ersepsi Remaja
Terhadap #erilaku Seksual #ranikah
Kategri 4a.rable 8n"a.rable Ttal
" - " - " -
9ksplrasi /0 ++'&(- 2$ //',+- $%& $,,-
Masturbasi /+ +$'0(- 2/ /0'$+- $%& $,,-
Hmse1ual #lay +% )%'/(- 02 (2'++- $%& $,,-
Heterse1ual #lay (0 /%'2$- ($ +2'%&- $%& $,,-
Aggressi.e Se1 #lay )+ %(')(- &/ 2)'(+- $%& $,,-
3ari Tabel +.) di atas dapat disimpulkan bahwa respnden
lebih banyak berpersepsi "a.rable pada sub .ariabel
persepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah dalam
bentuk heterse1ual play dan berpersepsi un"a.rable pada
sub .ariabel dalam bentuk aggressi.e se1 play.
+.) #embahasan
3ari penelitian didapatkan hasil bahwa +,')$- remaja di SMA
Kartika Siliwangi I Bandung mempunyai persepsi mendukung
terhadap perilaku seksual pranikah. Merupakan suatu hal yang
!ukup memprihatinkan dimana hampir separuh dari remaja di
SMA tersebut memiliki persepsi yang mendukung terhadap
perilaku seksual pranikah. Hal ini mungkin disebabkan leh
perubahan hrmn' pengalaman seksual remaja di SMA tersebut
dimasa lalu' pengaruh teman>teman sebaya' kurangnya
in"rmasi yang tepat' serta lingkungan dimana mereka tinggal
yang mempengaruhi persepsi remaja tersebut untuk mendukung
B"a.rableC terhadap perilaku seksual pranikah.
#ersepsi merupakan suatu prses kgnisi yang melibatkan
!ara>!ara dimana indi.idu memprses in"rmasi yang
didapatnya. Menurut #iaget Bdalam #apalia dkk.' %,,$C
walaupun remaja telah mempunyai kematangan kgniti"' namun
dalam kenyataannya mereka belum mampu menglah in"rmasi
yang diterima dengan benar. #emikiran remaja dibatasi leh
pengalaman yang terbatas pada apa yang terjadi sebelumnya.
Mereka mempunyai rientasi saat ini dan rasa tidak rentan.
Selain itu adanya perasaan akan keunikan pribadi atau yang
disebut persnal "able Bdngeng pribadiC membuat mereka
merasa spesial dan perasaan ini membawa pengertian bahwa apa
yang terjadi pada rang lain tidak akan terjadi padanya.
Karakteristik ini dapat menyebabkan mereka per!aya bahwa
kehamilan atau penyakit tidak akan terjadi pada mereka' dan
karenanya tindak kewaspadaan tidak diperlukan B#tter dan
#erry' %,,/C. Selain itu dikhawatirkan bila remaja terjebak
dalam egsentrismenya' mereka mungkin tidak akan memberikan
tanggapan yang baik terhadap pendidikan seksual maupun
penyuluhan>penyuluhan yang mengajarkan tindak pen!egahan
BSantr!k' %,,)C. Hal ini diyakini merupakan penyebab
perilaku beresik yang dilakukan remaja B#apalia' dkk.'
%,,$C. Seperti dalam suatu penelitian mutakhir' egsentrisme
diyakini berkaitan dengan perilaku seksual yang tidak
bertanggung jawab pada pelajar SMA BArnett' $&//D dalam
Santr!k' %,,)C.
Menurut Sarwn B%,,)C' perilaku seksual pranikah tersebut
akan menimbulkan berbagai dampak negati" pada remaja. 3ampak
dari perilaku seksual pranikah pada remaja ini adalah
semakin tingginya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Hal
ini disebabkan hampir semua remaja yang pernah melakukan
hubungan seks melakukannya tanpa alat kntrasepsi sama
sekali BSarwn' %,,)C. Selain itu' persalinan remaja
perempuan yang berusia kurang dari $0 tahun mempunyai %
sampai / kali risik kematian Bmaternal mrtalityC
dibandingkan dengan wanita yang telah berusia $0>%/ tahun'
karena rgan reprduksi yang belum berkembang sempurna
BimmatureC sehingga ibu yang berusia remaja umumnya belum
siap untuk hamil apalagi melahirkan BKilburne>Brk' %,,,C.
3i samping itu' kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja
seringkali berakhir dengan abrsi.
Sebagian besar dari remaja yang hamil tanpa ren!ana akhirnya
melakukan abrsi dan banyak di antaranya yang tidak
berknsultasi terlebih dahulu dengan ahli BSarwn' %,,)C.
Resik medis pengguguran kandungan pada remaja !ukup tinggi
seperti pendarahan' kmplikasi akibat abrsi yang tidak
aman' sampai kematian ibu BKilburne>Brk' %,,,C. 3itambah
lagi pendidikan remaja tersebut pasti akan terganggu'
disamping perbuatan ini dinilai sebagai dsa. 3ampak "isik
lainnya sendiri menurut Sarwn B%,,)C adalah berkembangnya
penyakit menular seksual dikalangan remaja' dengan "rekuensi
penderita penyakit menular seksual yang tertinggi antara
usia $/>%+ tahun. In"eksi penyakit menular seksual dapat
menyebabkan kemandulan dan rasa sakit krnis serta
meningkatkan resik penularan HI?. #enelitian terkini
tentang epidemi HI? dan AI3S menunjukkan tingkat penyebaran
.irus HI? di Indnesia adalah salah satu yang paling !epat
peredarannya di Asia. 3alam triwulan =ktber sampai dengan
3esember %,,2 telah terdapat penambahan 2/2 kasus AI3S dan
%/) pengidap in"eksi HI? dan yang tertinggi terdapat di 7awa
Barat dengan penambahan %), kasus AI3S B3itjen ##M dan #5
3epkes RI' %,,0C.
3ampak psiklgis dari perilaku seksual pranikah pada remaja
diantaranya perasaan marah' takut' !emas' depresi' rendah
diri' bersalah dan berdsa. Sedangkan dampak ssial yang
timbul akibat perilaku seksual yang dilakukan sebelum
saatnya antara lain diku!ilkan' putus seklah pada remaja
perempuan yang hamil' dan perubahan peran menjadi ibu. Belum
lagi tekanan dari masyarakat yang men!ela dan menlak
keadaan tersebut BSarwn' %,,)C.
=leh karena itu diperlukan upaya pre.enti" dan prmti"
terhadap remaja yang memiliki persepsi yang mendukung
terhadap perilaku seksual pranikah' karena remaja yang
mempunyai persepsi seperti itu !enderung melakukan perilaku
seksual tersebut apabila ada kesempatan karena rem atau
kntrl diri mereka lemah BRustika' %,,2C. Keperawatan
sebagai bagian integral dari sistem kesehatan mempunyai
andil yang !ukup besar untuk melakukan pengkajian dibidang
ini. #erawat memiliki berbagai peran dan "ungsi yaitu salah
satunya sebagai pendidik yang memiliki peranan dalam
permasalahan perilaku seksual pranikah. #erawat di kmunitas
sebagai perawat yang paling dekat dengan masyarakat memiliki
peranan penting dibanding perawat lainnya. #endekatan yang
dilakukan leh perawat kmunitas dapat dengan berbagai !ara'
salah satunya dengan sering melakukan kunjungan ke
masyarakat guna tahap awal untuk dapat masuk dalam
masyarakat tersebut.
Tindakan pre.enti" yang dapat dilakukan perawat di kmunitas
dengan menjadi penyuluh ataupun knselr dapat pula
dilakukan dengan memberikan pendidikan seksual se!ara
langsung kepada remaja atersebut dengan melakukan kunjungan
ke seklah>seklah atau dengan bekerjasama dengan instansi
yang terkait. 8ntuk dapat mengatasi permasalahan perilaku
seksual pada remaja diperlukan kerjasama berbagai pihak
seperti rang tua dengan memberikan pendidikan seksual sejak
dini di rumah dan pihak seklah.
Seklah terutama guru BK' guru pembina #MR dan 8KS'
diharapkan dapat bekerjasama dengan dinas terkait' seperti
perawat anak dan kmunitas yang berada di wilayah kerja SMA
Kartika Siliwangi I Bandung yaitu #uskesmas Salam' untuk
mengembangkan prgram kerja 8KS dan ekstrakulikuler #MR
yaitu pendidikan dan pelayanan kesehatan reprduksi remaja.
3imana pendidikan mengenai perilaku seksual yang sehat dan
bertanggung jawab diberikan se!ara terintegrasi dengan
pendidikan kesehatan reprduksi remaja' serta pendidikan
tersebut diberikan se!ara keilmuan' mral dan agama. #rgram
pendidikan ini perlu mempertimbangkan perbedaan perkembangan
dalam kemampuan menalar. Remaja muda sebaiknya diberi
pendekatan yang lebih knkret' remaja yang lebih tua dengan
pendekatan yang lebih abstrak dan simblik. 6amun' kenyataan
bahwa tidak semua remaja berada pada tahap perkembangan
kgniti" yang sama' menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan
ganda dalam usaha penyuluhan kesehatan bagi remaja yaitu
yang lebih knkret dan lebih simblik.
3alam penelitian ini dipandang dari segi knsep dasar
persepsi' perilaku seksual pranikah diterima remaja sebagai
stimulus' selanjutnya diterjemahkan atau diberi makna leh
remaja sebagai sesuatu yang berarti bagi remaja. Hal ini
tergantung dari bagaimana remaja memaknai' menge.aluasi atau
mena"sirkan stimulus Bperilaku seksual pranikahC tersebut.
3an dalam penelitian ini /&'(&- remaja mempunyai persepsi
yang tidak mendukung terhadap perilaku seksual pranikah
seperti eksplrasi' masturbasi' hmse1ual play'
heterse1ual play' dan aggressi.e se1 play. Hal ini
mengindikasikan bahwa sebagian besar remaja mengakui bahwa
akti"itas tersebut berbahaya.
#ersepsi atau pemberian makna dari stimulus yang diterima
leh siswa SMA tersebut dapat dipengaruhi berbagai "aktr'
diantaranya adalah perubahan hrmnal yang meningkatkan
hasrat seksual Blibid seksualitasC' nrma>nrma yang
berlaku dimasyarakat' penyebaran in"rmasi melalui media
massa' adanya tabu>larangan' serta pergaulan yang makin
bebas antara laki>laki dan perempuan BSarwn' %,,)C.
+.).$ #embahasan #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual
#ranikah 3alam Bentuk 9ksplrasi
Berdasarkan hasil penelitian' seperti terlihat pada tabel
+.) dapat diketahui bahwa dari $%& remaja yang diteliti'
sebanyak /0 respnden B++'&(-C mempunyai persepsi yang
mendukung B"a.rableC terhadap perilaku seksual pranikah
dalam bentuk eksplrasi. Banyaknya remaja yang memiliki
persepsi yang mendukung terhadap perilaku seksual tersebut
mungkin dipengaruhi leh lingkungan mereka seperti teman
sebaya' mudahnya mengakses hal>hal yang menjurus pada
prngra"i melalui internet' serta mudahnya mendapatkan buku
dan majalah prn' .ide prn' serta blue "ilm sehingga
remaja tersebut mempersepsikan hal seperti itu wajar
dilakukan remaja karena sudah terbiasa dilakukan.
Hal ini sejalan dengan hasil studi pendahuluan yang
dilakukan di SMA tersebut yang menyatakan bahwa remaja
tersebut memiliki rutinitas menntn .ide prn dari
handphne yang dinilainya sebagai kegiatan re"reshing
setelah lelah belajar. Berdasarkan persepsi tersebut' dapat
mengakibatkan remaja memiliki ke!enderungan yang !ukup besar
untuk menjadi akti" se!ara seksual dan melakukan perilaku
seksual pranikah. Sesuai dengan hasil sebuah penelitian yang
menyatakan bahwa remaja yang banyak menntn tayangan
tele.isi yang menunjukkan berbagai akti"itas seksual
!enderung untuk menjadi lebih akti" se!ara seksual BBrwn
and 6ew!mer' $&&$D dalam Steinberg %,,%C.
Sebagian besar remaja setuju bahwa berdiskusi mengenai hal>
hal yang berhubungan dengan seksualitas wajar untuk
dilakukan dengan teman>teman dan !enderung untuk tidak
setuju terhadap bentuk perilaku seksual pranikah dalam
bentuk eksplrasi yang menggunakan teknik manipulasi yang
mendrng remaja untuk menjelajahi rgan seksual rang lain.
3engan demikian pihak seklah perlu menyiapkan "asilitas
yang dapat membantu siswa untuk menggunakan waktu luang
mereka se!ara psiti"' misalnya dengan mewajibkan siswa
mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di seklah sehingga siswa
tidak menggunakan waktu luangnya untuk hal>hal yang dapat
mengembangkan persepsinya terhadap perilaku seksual kearah
yang kurang baik seperti men!ari in"rmasi mengenai
seksualitas ke internet atau memba!a majalah rang dewasa
maupun menntn blue "ilm' bahkan melakukan perilaku>
perilaku seksual pranikah.
+.).% #embahasan #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual
#ranikah 3alam Bentuk Masturbasi
Berdasarkan hasil penelitian' seperti terlihat pada tabel
+.) dapat diketahui bahwa dari $%& remaja yang diteliti'
sebanyak /+ respnden B+$'0(-C mempunyai persepsi yang
mendukung B"a.rableC terhadap perilaku seksual pranikah
dalam bentuk masturbasi. Remaja yang berpersepsi mendukung
terhadap perilaku seksual dalam bentuk masturbasi tersebut
mungkin disebabkan hal seperti itu biasa dilakukan karena
mereka atau teman>teman mereka pun pernah melakukannya' hal
ini terutama terjadi pada remaja laki>laki.
Sedangkan sebanyak 2/ respnden B/0'$+-C mempunyai persepsi
yang tidak mendukung Bun"a.rableC terhadap perilaku seksual
pranikah dalam bentuk masturbasi. Sebagian besar remaja
berpersepsi bahwa masturbasi tidak bleh dilakukan karena
dapat merugikan kesehatan. Akan tetapi kebanyakan remaja
menjawab ragu>ragu ketika diberi pertanyaan mengenai bleh
tidaknya masturbasi dilakukan jika drngan seksual mun!ul.
Hal ini dapat disebabkan remaja memandang akti"itas ini
dengan perasaan yang ter!ampur aduk' meskipun 0,- remaja
laki>laki dan banyak remaja perempuan mengatakan mereka
menyetujui masturbasi tetapi merasa gelisah dan bersalah
apabila telah melakukan masturbasi B<bb' %,,$C. Kebanyakan
remaja menganggap masturbasi adalah sesuatu yang buruk'
dilakukan atau tidak' karena remaja belajar dari rang tua'
seklah' maupun dari kegiatan keagamaannya bahwa hal
tersebut adalah tidak baik. Akan tetapi banyak ahli yang
menyatakan bahwa masturbasi itu tidak berbahaya dan per!aya
bahwa hal tersebut adalah nrmal' !ara sehat bagi remaja
untuk menyalurkan hasrat seksualnya B3a!ey and Kenny' $&&2C.
Adanya berbagai pini mengenai masturbasi inilah yang
menyebabkan remaja ragu>ragu apakah masturbasi itu baik atau
tidak untuk dilakukan. 3engan demikian remaja perlu untuk
mendapatkan in"rmasi yang benar mengenai hal ini baik dari
segi medis' nrma ssial>budaya' maupun nrma agama'
sehingga remaja memiliki persepsi dan sikap yang tegas
mengenai perilaku seksual dalam bentuk masturbasi ini.
+.).) #embahasan #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual
#ranikah 3alam Bentuk Hmse1ual #lay
Berdasarkan hasil penelitian' seperti terlihat pada tabel
+.)' sebanyak +% respnden B)%'/(-C dari $%& remaja yang
diteliti mempunyai persepsi yang mendukung B"a.rableC
terhadap perilaku seksual pranikah dalam bentuk hmse1ual
play. Sedangkan sebagian besar remaja yaitu sebanyak 02
respnden B(2'++-C mempunyai persepsi yang tidak mendukung
Bun"a.rableC terhadap perilaku seksual pranikah dalam
bentuk hmse1ual play.
Sebagian besar remaja memiliki persepsi tidak mendukung
terhadap perilaku seksual pranikah dalam bentuk hmse1ual
play karena mereka masih menganggap perilaku hmseksual
sebagai suatu hal yang tidak nrmal dan mereka khawatir hal
tersebut akan berdampak pada rientasi seksual mereka dimasa
depan sebagai gay ataupun lesbian. Meskipun banyak
penelitian menyatakan bahwa remaja yang melakukan eksperimen
hmseksual dimasa remaja' tidak berarti mereka akan
melakukan tingkah laku hmseksual dimasa dewasa BHalnen
and Santr!k' $&&(C.
Akan tetapi dengan adanya )%'/(- remaja yang mempunyai
persepsi mendukung terhadap perilaku seksual pranikah dalam
bentuk hmse1ual play' perlu diwaspadai adanya
ke!enderungan remaja tersebut untuk melakukan perilaku
hmseksual' maupun memiliki rientasi hmseksual dimasa
yang akan datang. Seperti hasil sebuah sur.ey yang
menyatakan bahwa dari $)- perempuan yang melakukan perilaku
hmseksual dimasa remaja' $- sampai )- diantaranya
menganggap dirinya lesbian. 3an dari %,- sampai )2- remaja
laki>laki yang melakukan perilaku hmseksual' pada akhirnya
terdapat sekitar +- yang benar>benar gay selama hidupnya
BStrng' dkk.' $&&&D dalam <bb' %,,$C
+.).+ #embahasan #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual
#ranikah 3alam Bentuk Heterse1ual #lay
Berdasarkan hasil penelitian' seperti terlihat pada tabel
+.)' dapat diketahui bahwa sebagian besar remaja yaitu
sebanyak (0 respnden B/%'2$-C mempunyai persepsi yang
mendukung B"a.rableC terhadap perilaku seksual pranikah
dalam bentuk heterse1ual play' sedangkan hampir setengah
remaja yaitu sebanyak ($ respnden B+2'%&-C mempunyai
persepsi yang tidak mendukung Bun"a.rableC terhadap
perilaku seksual pranikah dalam bentuk heterse1ual play.
#ada kehidupan psiklgis remaja' perkembangan rgan seksual
mempunyai pengaruh kuat dalam minat remaja terhadap lawan
jenis. Hal ini sejalan pula dengan salah satu tugas
perkembangan remaja leh Ha.ighurst B$&2%C dalam Hurl!k
B$&&0C yaitu men!apai hubungan baru dan yang lebih matang
dengan teman sebaya maupun lawan jenis. Terjadinya
peningkatan perhatian remaja terhadap lawan jenis sangat
dipengaruhi leh "aktr perubahan>perubahan "isik selama
peride pubertas. Remaja menjadi amat memperhatikan tubuh
mereka dan membangun !itranya sendiri mengenai bagaimana
tubuh mereka tampaknya BSantr!k' %,,)C. Remaja wanita lebih
memperlihatkan bentuk tubuh yang menarik bagi remaja laki>
laki' demikian pula remaja pria tubuhnya menjadi lebih kekar
yang menarik bagi remaja perempuan. 7adi mereka saling
tertarik terutama karena "isik' khususnya si"at>si"at
jenisnya atau se1 appeal BRumini dan Sundari' %,,+C.
Ketertarikan antar lawan jenis ini kemudian berkembang ke
pla ken!an yang biasa disebut pa!aran. 3imana remaja mulai
mempelajari hubungan seksual dan interaksinya dengan lawan
jenis berupa keterikatan hubungan' per!intaan' atau
kmitmen. Hal ini sejalan dengan hasil studi pendahuluan
yang menyatakan bahwa berpa!aran bagi remaja di SMA tersebut
merupakan suatu hal yang biasa dan lumrah dilakukan' serta
terbukti dari hasil penelitian bahwa hampir seluruh remaja
B0('0%-C di SMA tersebut pernah berpa!aran.
Sebagian besar remaja setuju bahwa perilaku seksual pranikah
dalam bentuk heterse1ual play seperti berpegangan tangan'
berpelukan' men!ium kening dan men!ium pipi pa!ar adalah
sesuatu hal yang wajar dilakukan ketika berpa!aran.
Sedangkan untuk perilaku seksual seperti !ium bibir ketika
berpa!aran' mayritas remaja menjawabnya dengan ragu>ragu.
Akan tetapi sebagian besar remaja setuju akan perilaku !ium
bibir yang dilakukan leh remaja yang sedang jatuh !inta.
Hal ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang
menyatakan bahwa remaja' terutama remaja perempuan' belajar
untuk mengaitkan perilaku seksual dengan !inta BMi!hael'
dkk.' $&&+D dalam Santr!k' %,,)C. Mereka sering
merasinalisasikan tingkah laku seksual mereka dengan
mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa mereka terhanyut
!inta. Sejumlah peneliti menemukan bahwa remaja perempuan'
lebih dari pada remaja laki>laki' mengatakan bahwa alasan
utama mereka akti" se!ara seksual adalah karena jatuh !inta
B<assell' $&0+D dalam Santr!k' %,,)C.
Sebagian besar remaja mempunyai persepsi yang tidak
mendukung terhadap perilaku seksual pranikah dalam bentuk
heterse1ual play seperti meraba bagian tubuh yang sensiti"'
ral se1' petting' dan bersenggama Bse1ual inter!urseC.
Akan tetapi perlu diwaspadai juga akan adanya />$,- remaja
yang memiliki persepsi yang mendukung terhadap perilaku>
perilaku seksual tersebut' karena remaja yang mempunyai
persepsi seperti itu !enderung melakukan perilaku seksual
tersebut apabila ada kesempatan karena rem atau kntrl diri
mereka lemah BRustika' %,,2C.
=leh karena itu perlu kerjasama dari berbagai pihak seperti
keluarga' pihak seklah' serta puskesmas untuk memberikan
pendidikan dan penyuluhan mengenai perilaku seksual pranikah
yang sehat dan bertanggung jawab yang diintegrasikan dengan
pendidikan kesehatan reprduksi remaja serta diberikan
se!ara keilmuan' mral dan agama. Sehingga diharapkan
persepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah dapat
menjadi lebih baik lagi.
+.)./ #embahasan #ersepsi Remaja Terhadap #erilaku Seksual
#ranikah 3alam Bentuk Aggressi.e Se1 #lay
Berdasarkan hasil penelitian' seperti terlihat pada tabel
+.) di atas' dapat diketahui bahwa sebanyak )+ respnden
B%(')(-C mempunyai persepsi yang mendukung B"a.rableC
terhadap perilaku seksual pranikah dalam bentuk aggressi.e
se1 play' sedangkan sebagian besar remaja yaitu sebanyak &/
respnden B2)'(+-C mempunyai persepsi yang tidak mendukung
Bun"a.rableC terhadap perilaku seksual pranikah dalam
bentuk aggressi.e se1 play.
Hal ini mungkin disebabkan remaja di SMA tersebut lebih
menyukai perilaku seksual pranikah tersebut dilakukan atas
dasar sukarela dan tanpa paksaan. Remaja' terutama remaja
perempuan' sering mengaitkan perilaku seksual dengan !inta
dan lebih memilih untuk melakukannya se!ara spntan dan
dilakukan dengan rang yang mereka !intai seperti pa!ar
mereka. 3ilain pihak' kalau perilaku seksual dilakukan tanpa
diserta !inta' laki>laki memaksa perempuan melakukannya
diluar kehendaknya atau bila perempuan menggunakan hubungan
seksual sebagai !ara untuk memaksa laki>laki menikahinya
maka remaja menganggap perbuatan itu HsalahH BHurl!k'
$&&0C. Akan tetapi hubungan seks sebelum menikah dianggap
HbenarH apabila rang>rang yang terlibat saling men!intai
ataupun saling terikat. Hal ini terkait dengan adanya
pergeseran sikap remaja terhadap perilaku seksual ke arah
yang lebih permisi".
+.+ Keterbatasan #enelitian
B$C 3ikarenakan perilaku seksual pranikah merupakan hal yang
sangat pribadi sehingga terdapat keengganan respnden untuk
menjawab pertanyaan mengenai hal>hal yang sangat pribadi
se!ara terus terang' sehingga hal ini mempengaruhi hasil
penelitian.
B%C Belum adanya instrumen yang baku menyebabkan instrumen
penelitian ini dibuat sendiri leh peneliti berdasarkan
teri>teri yang peneliti kumpulkan dari beberapa
kepustakaan' sehingga kurasi hasil penelitian ini masih
perlu diuji lagi. 8ntuk mengatasi permasalahan tersebut
peneliti melakukan suatu uji .aliditas dan reabilitas
terlebih dahulu terhadap angket yang digunakan sebelum
melakukan penelitian.
B)C Selain itu' penelitian ini merupakan pengalaman pertama
bagi peneliti' kurangnya pengalaman dan ilmu penunjang yang
dimiliki leh peneliti guna melaksanakan penelitian yang
baik menjadi hambatan dalam pelaksanaan penelitian ini.
BAB ?
SIM#85A6 3A6 SARA6
/.$ Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Kartika
Siliwangi I Bandung mengenai persepsi remaja terhadap
perilaku seksual pranikah' dapat disimpulkan sebagai berikut
:
$. #ersepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah di SMA
Kartika Siliwangi I Bandung sebanyak 22 respnden B/&'(&-C
mempersepsikan tidak mendukung Bun"a.urableC terhadap
perilaku seksual pranikah dan sebanyak /% respnden B+,')$-C
mempersepsikan perilaku seksual pranikah se!ara mendukung
B"a.urableC.
%. Sebanyak ++'&(- remaja memiliki persepsi yang mendukung
B"a.urableC terhadap perilaku seksual pranikah dalam bentuk
eksplrasi' selama masih dalam pendekatan yang tidak
langsung BintelektualC seperti berdiskusi' memba!a' maupun
menntn. Hal ini dapat disebabkan remaja tersebut memang
sudah melakukan kegiatan eksplrasi tersebut seperti se!ara
rutin menntn .ide prn beramai>ramai diseklah. #erilaku
eksplrasi ini akan !enderung membuat remaja menjadi lebih
akti" se!ara seksual.
). #ersepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah dalam
bentuk masturbasi' sebanyak /0'$+- respnden tidak mendukung
Bun"a.urableC. Mayritas remaja berpersepsi bahwa
masturbasi tidak bleh dilakukan karena dapat merugikan
kesehatan. Akan tetapi sebagian besar remaja ragu>ragu akan
bleh tidaknya masturbasi dilakukan bila drngan seksual
mun!ul. Hal ini disebabkan adanya berbagai pini yang saling
bertentangan mengenai masturbasi sehingga menyebabkan remaja
ragu>ragu apakah masturbasi itu baik atau tidak baik
dilakukan.
+. #ersepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah dalam
bentuk hmse1ual play' sebanyak )%'/(- respnden tidak
mendukung Bun"a.urableC. Hal ini disebabkan remaja masih
menganggap hal tersebut tidak nrmal dan takut apabila
mereka melakukan perilaku tersebut akan berpengaruh pada
rientasi seksual mereka. Hmse1ual play yang dilakukan
semasa remaja tidak menentukan rientasi seksual dimasa yang
akan datang.
/. #ersepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah dalam
bentuk heterse1ual play' sebanyak /%'2$- respnden
mendukung Bun"a.urableC. Sebagian besar remaja mendukung
dengan perilaku>perilaku seksual seperti berpegangan tangan'
berpelukan' men!ium kening dan men!ium pipi pa!ar. Sedangkan
sebagian besar remaja tidak mendukung terhadap perilaku
seksual seperti meraba bagian tubuh yang sensiti"' ral se1'
petting' se1ual inter!urse.
(. #ersepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah dalam
bentuk aggressi.e se1 play' sebanyak &/ respnden B2)'(+-C
tidak mendukung Bun"a.urableC. Hal ini disebabkan remaja
lebih memilih untuk melakukan perilaku seksual atas dasar
!inta dan tanpa paksaan.
/.% Saran
/.%.$ Bagi #r"esi Keperawatan
Bagi pr"esi keperawatan khususnya keperawatan kmunitas dan
anak yang berada di puskesmas terkait yaitu #uskesmas Salam'
diharapkan dapat menjalankan perannya lebih ptimal sebagai
knselr dan edukatr dalam memberikan penyuluhan' bimbingan
serta pengarahan mengenai kesehatan reprduksi remaja.
3imana pendidikan mengenai perilaku seksual yang sehat dan
bertanggung jawab diberikan se!ara terintegrasi dengan
pendidikan kesehatan reprduksi remaja' serta pendidikan
tersebut diberikan se!ara keilmuan' mral dan agama.
Sehingga masalah perilaku seksual remaja tidak menimbulkan
prblema yang bere"ek negati" terhadap perkembangan dan
perilaku remaja.
/.%.% Bagi Institusi Seklah
#ihak seklah SMA Kartika Siliwangi I Bandung yang siswanya
berada pada tahap remaja' diharapkan para guru terutama guru
BK BBimbingan KnselingC' guru pembina 8KS B8nit Kesehatan
SeklahC dan ekstrakulikuler #MR B#alang Merah RemajaC mampu
mengenali kebutuhan siswanya mengenai in"rmasi tentang
perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab. Hal ini
berguna supaya remaja tidak men!ari in"rmasi mengenai
perilaku seksual pada pihak yang tidak benar.
8paya yang disarankan untuk mengembangkan persepsi remaja
terhadap perilaku seksual pranikah kearah yang lebih baik
antara lain:
$. Bekerjasama dengan dinas terkait seperti perawat di
puskesmas dan pusat pelayanan remaja untuk mengembangkan
prgram kerja 8KS dan ekstrakulikuler #MR yaitu pendidikan
dan pelayanan kesehatan reprduksi remaja. 3imana pendidikan
mengenai perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab
diberikan se!ara terintegrasi dengan pendidikan kesehatan
reprduksi remaja' serta pendidikan tersebut diberikan
se!ara keilmuan' mral dan agama. #rgram pendidikan ini
perlu mempertimbangkan perbedaan perkembangan dalam
kemampuan menalar' sehingga diperlukan pendekatan ganda
dalam usaha penyuluhan kesehatan bagi remaja yaitu yang
lebih knkret dan lebih simblik.
%. Menyiapkan "asilitas untuk membantu siswa menggunakan
waktu luang mereka se!ara psiti"' misalnya dengan
mewajibkan siswa mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di
seklah sehingga siswa tidak menggunakan waktu luangnya
untuk hal>hal yang dapat mengembangkan persepsinya terhadap
perilaku seksual kearah yang kurang baik seperti men!ari
in"rmasi ke internet atau memba!a majalah rang dewasa
maupun menntn blue "ilm' bahkan melakukan perilaku>
perilaku seksual pranikah.
/.%.) Bagi #eneliti Selanjutnya
8ntuk penelitian selanjutnya yang memiliki kaitan dengan
perilaku seksual pranikah remaja' mengingat telah diperleh
data mengenai persepsi remaja terhadap perilaku seksual
pranikah. Maka dipandang perlu untuk diteliti mengenai:
$. 4aktr>"aktr yang berkntribusi terhadap perilaku
seksual pranikah' selain persepsi seperti pengetahuan dan
mti" remaja melakukan perilaku seksual pranikah.
%. #engaruh perbedaan jenis kelamin pada persepsi remaja
terhadap perilaku seksual pranikah' maupun terhadap perilaku
seksual pranikah itu sendiri.
). #engaruh persepsi terhadap perilaku seksual pranikah pada
remaja.
3A4TAR #8STAKA
Al Rasyid' H. $&&+. Teknik #enarikan Sampel dan #enyusunan
Skala. Bandung : #rgram #as!a Sarjana 8ni.ersitas
#adjadjaran.
Arie"' I. %,,0. Remaja dan hubungan seksual pranikah.
A.ailable at : http:KKwww.pjnhk.g.id Bdiakses tanggal %0
April %,,0C.
Arikunt' S. %,,%. #rsedur #enelitian Suatu #endekatan
#raktek. 7akarta : Rineka <ipta.
AAwar' S. %,,). #enyusunan Skala #siklgi. ;gyakarta :
#ustaka #elajar.
<esillia' S. %,,0. Menghalau seks pranikah di kalangan
remaja lewat sms. A.ailable at :
httpKK:www.jurnalnasinal.!m Bdiakses tanggal %( April
%,,0C.
<bb' 6an!y. %,,$. Adles!en!e : <ntinuity' <hange' and
3i.ersity' 4urth 9ditin. <ali"rnia : May"ield #ublishing
<mpany.
<ngressman HndaEs Student Ad.isry <mmittee. %,,+.
Teenage se1uality : e1amining the per!eptins and realities.
A.ailable at :
http:KKaappli!y.aappubli!atins.rgK!giK!ntentK"ullKpediat
ri!s-)b$,2K$... Bdiakses tanggal %( April %,,0C.
3a!ey' 7 and M. Kenny. $&&2. Adles!ent 3e.elpment' Se!nd
9ditin. 6ew yrk : M! :raw>Hill.
3epartemen Kesehatan RI. %,,%. Mdul Kesehatan Reprduksi
Remaja. 7akarta : 3epartemen Kesehatan RI.
3esmita. %,,2. #siklgi #erkembangan. Bandung : #T. Remaja
Rsda Karya.
3itjen ##M dan #5 3epkes. %,,0. Statistik kasus HI?KAI3S di
Indnesia. A.ailable at : httpKK:www.aidsindnesia.r.id
Bdiakses tanggal %( April %,,0C.
:ibsn' 7.5D 7.M. I.an!e.i!hD dan 7.H. 3nnely. $&&0.
=rganisasi. 7akarta : 9rlangga. 3iterjemahkan leh : 3jehan
@ahid.
Hamid' A. ;. S. $&&&. Buku Ajar : Asuhan Keperawatan
Kesehatan 7iwa pada Anak dan Remaja. 7akarta : @idya Medika.
Hurl!k' 9. B. $&2). Adles!ent 3e.elpment' 4urth 9ditin.
Tky : M! :raw>Hill.
PPPPPPP $&&0. #siklgi #erkembangan Suatu #endekatan
Sepanjang Rentang Kehidupan. 7akarta : 9rlangga.
Irawati' I. $&&&. Mdul #erkembangan Seksualitas Remaja.
Bandung : #KBI>864#A.
Kaplan' R.M. and 3.#. Sa!!uA. $&&). #hsy!lgi!al Testing'
Third 9ditin. <ali"rnia : BrksK<le.
Kilburne>Brk' M. %,,,. Kesehatan reprduksi remaja :
membangun perubahan yang bermakna. 7.=ut 5k $( : $>0.
MarEat. $&&,. Sikap Manusia : #erubahan serta #engukurannya.
;gyakarta : Andi =""set.
Mnks' 4.7D A.M.# Kners dan S.R. Haditn. %,,%. #siklgi
#erkembangan : #engantar dalam Berbagai Bagiannya' 9disi
Keempat Belas. ;gyakarta : :adjah Mada 8ni.ersity #ress.
MuEtadin' Q. %,,%. #endidikan seksual pada remaja. A.ailable
at : httpKK:www.e>psiklgi.!m Bdiakses tanggal %( April
%,,0C.
6atasha' @. %,,+. #erilaku Seksual Siswa Remaja di Ke!amatan
Bayngbng Kabupaten :arut. Bandung : 8ni.ersitas
#adjadjaran.
6aAir. $&&&. Metde #enelitian. 7akarta : :halia Indnesia.
6tatmdj' S. %,,). #endidikan dan #erilaku Kesehatan.
7akarta : Rineka <ipta.
PPPPPPP %,,/. Metde #enelitian Kesehatan. 7akarta : Rineka
<ipta.
6ursalam. %,,). Knsep 3an #enerapan Metdlgi #enelitian
Ilmu Keperawatan : #edman Skripsi' Tesis' dan Instrumen
#enelitian Keperawatan. 7akarta : Salemba Medika.
#apalia' 3.9.D S.@. =ldsD and 4.3. Ruth. %,,$. Human
de.elpment' 9ighth 9ditin. Bstn : M!:raw>Hill.
#KBI. %,,+. #engaruh teman sebaya dan peer pressure.
A.ailable at : httpKK:www.pkbi.!.id Bdiakses tanggal $ 7uli
%,,0C.
#tter' #.A. dan :.#. Anne. %,,/. Buku Ajar 4undamental
Keperawatan Knsep' #rses dan #raktik edisi +. 7akarta :
9:< #enerbit Buku Kedkteran. 3iterjemahkan leh : ;asmin
Asih' dkk.
Rakhmat' 7. %,,,. #siklgi Kmunikasi' 9disi Ketiga.
Bandung : Remaja Rsda Karya.
Rbbins' S. %,,$. #erilaku =rganisasi : Knsep' Kntr.ersi'
Aplikasi' 9disi Kedelapan. 7akarta : #renhallind.
Rumini' S. dan S. Sundari. %,,+. #erkembangan Anak dan
Remaja. 7akarta : #T Rineka <ipta.
Rustika' I. %,,2. Setuju seks pranikah : remaja ibarat
berdiri dipinggir jurang. A.ailable at :
httpKK:www.balipst.!m Bdiakses tanggal $ 7uli %,,0C.
Santr!k' 7.@. %,,). Adles!en!e : #erkembangan Remaja.
7akarta : #enerbit 9rlangga. Alih bahasa leh : Shint B. A.
dan S. Saragih.
Sarwn' @.S. %,,). #siklgi Remaja. 7akarta : :ra"ind
#ersada.
Setjiningsih' dkk. %,,+. Buku Ajar : Tumbuh Kembang Remaja
dan #ermasalahannya. 7akarta : Sagung Set.
Steinberg' 5. %,,%. Adles!en!e' Si1th 9ditin. 6ew
Basker.ille : M!:raw>Hill' In!.
Sugiyn. %,,(. Metde #enelitian Administrasi. Bandung :
A54AB9TA.
Stuart' :.@. and S.7. Sundeen. $&&/. #rin!iples and #ra!ti!e
" #sy!hiatri! 6ursing. 6ew ;rk : Msby ;ear Bk' In!.
8ni.ersitas #adjadjaran. %,,2. #edman #enyusunan dan
#enulisan Skripsi #rgram Sarjana' Kelas Khusus dan #r"esi
%,,2K%,,0. Bandung : 8ni.ersitas #adjadjaran.
@algit' B. $&&2. #engantar #siklgi 8mum. ;gyakarta :
Andi =""set.
@iyana' 3. %,,+. 4ree se1 remaja Bandung mengkhawatirkan.
A.ailable at : httpKK:www.tempinterakti".!m Bdiakses
tanggal %0 April %,,0

Anda mungkin juga menyukai