Anda di halaman 1dari 7

LATIHAN SKRINING HIV/AIDS

1. Sebuah program skrining HIV direncanakan akan dilakukan pada 1 juta populasi umum
di kota Jakarta dengan prevalensi HIV sebesar 0,05. Skrining menggunakan !"IS#
dengan tingkat sensiti$itas sebesar %% dan spesi$isitas %0. #pakah menurut anda
program ini cukup baik untuk dilaksanakan& #pa rekomendasi anda&
J#'#( )
*ada populasi umum kota Jakarta )
n + 1.000.000
!"IS# sensiti$itas %%
!"IS# spesi$isitas %0
*revalensi HIV di populasi umum 0,05 + 0,0005
Jumlah orang dengan antibodi positi$ + 0,0005 , 1.000.000 + 500
Jumlah orang dengan antibodi negati$ + 1.000.000 - 500 + %%%.500
Jumlah orang .ang positi$ benar /0*1 + %% , 500 + 2%5
3idapat dari hasil penghitungan sensiti$itas dikali jumlah antibodi positi$
Jumlah orang .ang negati$ palsu /451 + 500 - 2%5 + 5
3idapat dari hasil penghitungan antibodi positi$ dikurang positi$ benar
Jumlah orang .ang negati$ benar /051 + %0 , %%%.500 + 6%%.550
3idapat dari hasil penghitungan spesi$isitas dikali jumlah antibodi negati$
Jumlah orang .ang positi$ palsu /4*1 + %%%.500 - 6%%.550 + %%.%50
3idapat dari penghitungan antibodi negati$ dikurang negati$ benar
0abel skrining HIV pada populasi umum
HIV 7 HIV 8 0otal
!"IS# 7 2%5 %%.%50 100.225
!"IS# 8 5 6%%.550 6%%.555
500 %%%.500 1000.000
5ilai prediksi positi$ + 2%59100.225 + 0,002% + 0,2%
5ilai prediksi negati$ + 6%%.55096%%.555 + 0,%% + %%
:esimpulan )
8 3ari hasil nilai prediksi positi$ terlihat bah;a dari seluruh populasi positi$ .ang
diperiksa, han.a 0,2% .ang benar8benar menderita HIV meskipun sensiti$itas dan
spesi$itasn.a tinggi.
8 (erdasarkan nilai prediksi negati$ terlihat bah;a uji !"IS# mampu memprediksi
dengan baik individu .ang benar8benar sehat /%% dari seluruh sampel .ang
terperiksa negati$ dengan tes adalah benar8benar sehat1.
8 3alam hal melakukan skrining menggunakan uji !"IS# terlihat bah;a uji ini tidak
e$ekti$ mengingat besarn.a bia.a .ang dikeluarkan untuk melakukan skrining pada
populasi .ang besar serta risiko medis .ang terkait dengan pengambilan sampel darah.
<ekomendasi )
Skrining HIV menggunakan uji !"IS# tidak e$ekti$ dilakukan pada populasi .ang besar
dengan prevalensi HIV .ang rendah.
=. Sebuah program skrining HIV direncanakan akan dilakukan pada 100 ribu sampel darah
di *>I Jakarta dengan prevalensi HIV sebesar 0,05. Skrining menggunakan !"IS#
dengan tingkat sensiti$itas sebesar %% dan spesi$isitas %0. #pakah menurut anda
program ini cukup baik untuk dilaksanakan& #pa rekomendasi anda&
J#'#( )
*ada populasi sampel darah *>I Jakarta )
n + 100.000
!"IS# sensiti$itas %%
!"IS# spesi$isitas %0
*revalensi HIV di populasi umum 0,05 + 0,0005
Jumlah orang dengan antibodi positi$ + 0,0005 , 100.000 + 50
Jumlah orang dengan antibodi negati$ + 100.000 - 50 + %%.%50
Jumlah orang .ang positi$ benar /0*1 + %% , 50 + 2%,5
Jumlah orang .ang negati$ palsu /451 + 50 - 2%,5 + 0,5
Jumlah orang .ang negati$ benar /051 + %0 , %%.%50 + 6%.%55
Jumlah orang .ang positi$ palsu /4*1 + %%.%50 - 6%.%55 + %.%%5
0abel skrining HIV pada populasi sampel darah *>I
HIV 7 HIV 8 0otal
!"IS# 7 2%,5 %.%%5 10.022,5
!"IS# 8 0,5 6%.%55 6%.%55,5
50 %%.%50 1000.000
5ilai prediksi positi$ + 2%,5910.022,5 + 0,002% + 0,2%
5ilai prediksi negati$ + 6%.%5596%.%55,5 + 0,%% + %%
:esimpulan )
8 3ari hasil nilai prediksi positi$ terlihat bah;a dari seluruh sampel darah positi$ .ang
diperiksa, han.a 0,2% .ang benar8benar menderita HIV meskipun sensiti$itas dan
spesi$itasn.a tinggi.
8 (erdasarkan nilai prediksi negati$ terlihat bah;a uji !"IS# mampu memprediksi
dengan baik individu .ang benar8benar sehat /%% dari seluruh sampel terperiksa
negati$ dengan tes adalah benar8benar sehat1.
8 3alam hal melakukan skrining menggunakan uji !"IS# pada sampel darah *>I, uji
!"IS# dapat digunakan karena dapat memisahkan sampel darah .ang memiliki
antibodi dengan .ang tidak memiliki antibodi.
8 3ibandingkan dengan hasil skrining di populasi umum, jumlah populasi tidak
berpengaruh terhadap nilai prediksi positi$ maupun negati$ karena prevalensi tetap
rendah.
<ekomendasi )
?ji !"IS# dapat dilakukan pada uji skrining menggunakan sampel darah pada populasi
tertentu, terutama untuk memisahkan sampel darah .ang bebas dari HIV untuk donor
/skrining tunggal1. 5amun untuk skrining populasi, tes ini masih kurang e$ekti$ dilakukan
karena rendahn.a prevalensi HIV .ang rendah pada populasi.
@. Sebuah program skrining HIV direncanakan akan dilakukan pada 10 ribu populasi
penasun /pengguna jarum suntik1 di ;ila.ah J#(A3!0#(!: dengan prevalensi HIV
sebesar B5. Skrining menggunakan !"IS# dengan tingkat sensiti$itas sebesar %% dan
spesi$isitas %0. #pakah menurut anda program ini cukup baik untuk dilaksanakan& #pa
rekomendasi anda&
J#'#( )
*ada populasi penasun di Jabodetabek )
n + 10.000
!"IS# sensiti$itas %%
!"IS# spesi$isitas %0
*revalensi HIV di populasi umum B5 + 0,B5
Jumlah orang dengan antibodi positi$ + 0,B5 , 10.000 + B.500
Jumlah orang dengan antibodi negati$ + 10.000 - B.500 + @.500
Jumlah orang .ang positi$ benar /0*1 + %% , B.500 + B.2@5
Jumlah orang .ang negati$ palsu /451 + B500 - B2@5 + B5
Jumlah orang .ang negati$ benar /051 + %0 , @.500 + @.150
Jumlah orang .ang positi$ palsu /4*1 + @.500 - @.150 + @50
0abel skrining HIV pada populasi penasun
HIV 7 HIV 8 0otal
!"IS# 7 B.2@5 @50 B.C65
!"IS# 8 B5 @.150 @.=15
B.500 @.500 10.000
5ilai prediksi positi$ + B.2@59B.C65 + 0,%5 + %5
5ilai prediksi negati$ + @.1509@.=15 + 0,%6 + %6
:esimpulan )
8 3ari hasil nilai prediksi positi$ terlihat bah;a dari seluruh sampel darah positi$ .ang
diperiksa, %5 .ang benar8benar menderita HIV. 3emikian pula pada nilai prediksi
negati$ terlihat bah;a uji !"IS# mampu memprediksi dengan baik individu .ang
benar8benar sehat /%6 dari seluruh sampel terperiksa negati$ dengan tes adalah
benar8benar sehat1.
8 ?ji !"IS# dalam skrining HIV pada penasun sangat e$ekti$ karena tinggin.a
prevalensi HIV.
<ekomendasi )
?ji !"IS# sangat baik dilakukan untuk skrining HIV pada pengguna jarum suntik dengan
prevalensi kejadian HIV .ang tinggi.
2. #pabila program skrining pada populasi umum dilakukan di *apua .ang prevalensi
HIVn.a sebesar 15 dengan tetap menggunakan reagen !"IS# dengan sensiti$itas
sebesar %% dan spesi$isitas %0, apa komentar anda atas hasil skrining ini& #pa
rekomendasi anda&
J#'#( )
*ada populasi umum di *apua )
n + tidak diketahui
!"IS# sensiti$itas %%
!"IS# spesi$isitas %0
*revalensi HIV di populasi umum *apua 15 + 0,15
Jumlah orang dengan antibodi positi$ + 0,15 , n + 0,15n
Jumlah orang dengan antibodi negati$ + n - 0,15n + 0,65n
Jumlah orang .ang positi$ benar /0*1 + %% , 0,15n + 0,1265n
Jumlah orang .ang negati$ palsu /451 + 0,15n - 0,1265n + 0,0015n
Jumlah orang .ang negati$ benar /051 + %0 , 0,65n + 0,CB5n
Jumlah orang .ang positi$ palsu /4*1 + 0,65n - 0,CB5n + 0,065
0abel skrining HIV pada populasi umum
HIV 7 HIV 8 0otal
!"IS# 7 0,1265n 0,065n 0,=@@5n
!"IS# 8 0,0015n 0,CB5n 0,CBB5n
0,15n 0,65n n
5ilai prediksi positi$ + 0,1265n90,=@@5n + 0,B@ + B@
5ilai prediksi negati$ + 0,CB5n90,CBB5n + 0,%% + %%
:esimpulan )
8 3ari hasil nilai prediksi positi$ terlihat bah;a dari seluruh sampel darah positi$ .ang
diperiksa, B@ .ang benar8benar menderita HIV. 3emikian pula pada nilai prediksi
negati$ terlihat bah;a uji !"IS# mampu memprediksi dengan sangat baik individu
.ang benar8benar sehat /%% dari seluruh sampel terperiksa negati$ dengan tes adalah
benar8benar sehat1.
8 >eskipun jumlah populasi tidak diketahui, pada populasi dengan prevalensi HIV
.ang tinggi uji !"IS# dapat memberikan hasil skrining .ang cukup e$ekti$.
<ekomendasi )
?ji !"IS# baik dilakukan untuk skrining HIV pada populasi umum di *apua karena
prevalensi kejadian HIV .ang cukup tinggi.
5. #pabila program skrining pada penasun /pada soal nomor @ di atas1 dilakukan dengan
menggunakan reagen 'estern (lot dengan sensiti$itas sebesar %0 dan spesi$isitas %%,
apa komentar anda atas hasil skrining ini& #pa rekomendasi anda&
J#'#( )
*ada populasi penasun di Jabodetabek )
n + 10.000
'estern (lot sensiti$itas %0
'estern (lot spesi$isitas %%
*revalensi HIV di populasi umum B5 + 0,B5
Jumlah orang dengan antibodi positi$ + 0,B5 , 10.000 + B.500
Jumlah orang dengan antibodi negati$ + 10.000 - B.500 + @.500
Jumlah orang .ang positi$ benar /0*1 + %0 , B.500 + 5.650
Jumlah orang .ang negati$ palsu /451 + B500 - 5.650 + B50
Jumlah orang .ang negati$ benar /051 + %% , @.500 + @.2B5
Jumlah orang .ang positi$ palsu /4*1 + @.500 - @.2B5 + @5
0abel skrining HIV pada populasi penasun
HIV 7 HIV 8 0otal
'estern (lot 7 5.650 @5 5.665
'estern (lot 8 B50 @.2B5 2.115
B.500 @.500 10.000
5ilai prediksi positi$ + 5.65095.665 + 0,%5 + %%
5ilai prediksi negati$ + @.2B592.115 + 0,62 + 62
:esimpulan )
8 3ari hasil nilai prediksi positi$ terlihat bah;a dari seluruh sampel darah positi$ .ang
diperiksa, %% .ang benar8benar menderita HIV. 3emikian pula pada nilai prediksi
negati$ terlihat bah;a uji 'estern (lot mampu memprediksi dengan baik individu
.ang benar8benar sehat /62 dari seluruh sampel terperiksa negati$ dengan tes adalah
benar8benar sehat1.
8 Jika dibandingkan dengan uji !"IS#, uji 'estern (lot lebih baik dalam memprediksi
hasil positi$. 5amun pada nilai prediksi negati$ uji !"IS# dapat memprediksi lebih
baik individu .ang benar8benar sehat daripada uji 'estern (lot.
8 Semakin tinggi sensiti$itas akan meningkatkan peluang munculn.a hasil positi$ palsu
dan meningkatn.a nilai prediksi negati$. Semakin tinggi spesi$isitas akan
meningkatkan peluang munculn.a hasil negati$ palsu dan meningkatkan nilai prediksi
positi$.
<ekomendasi )
?ji 'estern (lot sangat baik dilakukan untuk skrining HIV pada pengguna jarum suntik
dengan prevalensi kejadian HIV .ang tinggi.
B. #pabila seluruh hasil .ang positi$ pada program skrining pada penasun pada soal nomor @
di atas, diperiksa ulang dengan menggunakan reagen !"IS# dengan sensiti$itas sebesar
%% dan spesi$isitas %0, apa komentar anda atas hasil skrining ini& #pakah menurut
anda program skrining bertingkat ini cukup baik untuk dilaksanakan& #pa rekomendasi
anda&
J#'#( )
0abel skrining uji !"IS# I pada populasi penasun
HIV 7 HIV 8 0otal
!"IS# 7 B.2@5 @50 B.C65
!"IS# 8 B5 @.150 @.=15
B.500 @.500 10.000
5ilai prediksi positi$ + B.2@59B.C65 + 0,%5 + %5
5ilai prediksi negati$ + @.1509@.=15 + 0,%6 + %6
3ilakukan uji !"IS# II /skrining bertingkat1 dengan sensiti$itas dan spesi$isitas .ang
sama, populasi adalah semua hasil !"IS# positi$ )
0* + %% , B.2@5 + B.@C0,B5
45 + B.2@5 - B.@C0,B5 + B2,@5
05 + %0 , @50 + @15
4* + @50 - @15 + @5
0abel skrining uji !"IS# II pada populasi penasun
HIV 7 HIV 8 0otal
!"IS# 7 B.@C0,B5 @5 B.205,B5
!"IS# 8 B2,@5 @15 @C%,@5
B.2@5 @50 B.C65
5ilai prediksi positi$ + B.@C0,B59B.205,B5 + 0,%%2 + %%,2
5ilai prediksi negati$ +@159@C%,@5 + 0,6@ + 6@
:esimpulan )
8 Setelah dilakukan skrining ulang dengan uji !"IS# dengan sensiti$itas dan spesi$isitas
.ang sama pada seluruh hasil positi$ pada skrining pertaman, didapatkan nilai prediksi
positi$ meningkat dari %5 menjadi %%. *erubahan ini merupakan hasil dari
meningkatn.a prevalensi antibodi positi$ pada populasi .ang diuji ulang.
<ekomendasi )
8 >eskipun terdapat peningkatan nilai prediksi positi$ pada uji ulang, namun hasiln.a
tidak cukup signi$ikan untuk dilakukan karena dengan uji !"IS# tunggal saja sudah
memberikan nilai prediksi positi$ .ang baik. *erlu diperhitungkan aspek cost-effective
untuk melakukan !"IS# ulang.
C. #pabila seluruh hasil .ang positi$ pada program skrining pada penasun pada soal nomor @
di atas, diperiksa ulang dengan menggunakan reagen 'estern (lot dengan sensiti$itas
sebesar %0 dan spesi$isitas %%, apa komentar anda atas hasil skrining ini& #pakah
menurut anda program skrining bertingkat ini cukup baik untuk dilaksanakan& #pa
rekomendasi anda&
J#'#( )
0abel skrining uji !"IS# I pada populasi penasun
HIV 7 HIV 8 0otal
!"IS# 7 B.2@5 @50 B.C65
!"IS# 8 B5 @.150 @.=15
B.500 @.500 10.000
5ilai prediksi positi$ + B.2@59B.C65 + 0,%5 + %5
5ilai prediksi negati$ + @.1509@.=15 + 0,%6 + %6
3ilakukan uji 'estern (lot /skrining bertingkat1 dengan sensiti$itas %0 /lebih rendah1
dan spesi$isitas %%, populasi adalah semua hasil !"IS# positi$ )
0* + %0 , B.2@5 + 5.C%1,5
45 + B.2@5 - 5.C%1,5 + B2@,5
05 + %% , @50 + @2B,5
4* + @50 - @2B,5 + @,5
0abel skrining uji 'estern (lot pada populasi penasun
HIV 7 HIV 8 0otal
!"IS# 7 5.C%1,5 @,5 5.C%5
!"IS# 8 B2@,5 @2B,5 %%0
B.2@5 @50 B.C65
5ilai prediksi positi$ + 5.C%1,595.C%5 + 0,%%% + %%,%
5ilai prediksi negati$ + @2B,59%%0 + 0,@5 + @5
:esimpulan )
8 Setelah dilakukan skrining ulang dengan uji 'estern (lot dengan sensiti$itas %0
/lebih rendah1 dan spesi$isitas %% /lebih tinggi1 .ang sama pada seluruh hasil positi$
pada skrining pertama, didapatkan nilai prediksi positi$ meningkat dari %%,2
menjadi %%,%. *erubahan ini merupakan hasil dari meningkatn.a spesi$itas pada uji
'estern (lot, meskipun sensiti$itasn.a lebih rendah daripada !"IS#.
8 >enurunn.a sensiti$itas men.ebabkan turunn.a nilai prediksi negati$.
<ekomendasi )
8 >eskipun terdapat peningkatan nilai prediksi positi$ pada uji ulang, namun hasiln.a
tidak cukup signi$ikan untuk dilakukan karena dengan uji !"IS# tunggal saja sudah
memberikan nilai prediksi positi$ .ang baik. *erlu diperhitungkan aspek cost-effective
untuk melakukan uji ulang dengan 'estern (lot.