Anda di halaman 1dari 33

i

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM FISIKA DASAR II (SF091304)
TERMOKOPEL (P3)
1. NUR LAILIYAH ISNAINI 1112100010
2. AMALIA DWI ARIFIN 1112100029
3. RAHMAT ILMI HAQQIQI 1112100057
4. DWI RATNA SETYA PAMUDI 111210007!
5. RI"KY TRI WI#AKSONO PUTRA 1112100101
A$%$&'( P')*%)*%(+
WAHYU TRI SUTRISNO 1109100043
,URUSAN FISIKA
F-./0&-$ M-&')-&%.- 1-( I0)/ P'(+'&-2/-( A0-)
I($&%&/& T'.(303+% S'4/0/2 N34')*'5 S/5-*-6-
2013
ii
WHITE PAPER
ASI# PRA#TI#AL PHYSI#S II (SF091304)
THERMO#OUPLE (P3)
1. NUR LAILIYAH ISNAINI 1112100010
2. AMALIA DWI ARIFIN 1112100029
3. RAHMAT ILMI HAQQIQI 1112100057
4. DWI RATNA SETYA PAMUDI 111210007!
5. RI"KY TRI WI#AKSONO PUTRA 1112100101
#3-72 A$$%$&-(&
WAHYU TRI SUTRISNO 1109100043
PHYSI#S DEPARTMENT
F-7/0&6 M-&2')-&%7$ -(1 N-&/5-0 S7%'(7'$
S'4/0/2 N34')*'5 I($&%&/1' 38 T'72(303+6
S/5-*-6- 2013
iii
HALAMAN PENGESAHAN
TERMOKOPEL
(P3)
LAPORAN RESMI
Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Nilai
Pada Akhir Praktikum Fisika Dasar II
Dengan
Metode Presentasi
Program Studi S-1 Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut eknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
!leh "
1. NUR LAILIYAH ISNAINI 1112100010
2. AMALIA DWI ARIFIN 1112100029
3. RAHMAT ILMI HAQQIQI 1112100057
. DWI RATNA SETYA PAM!UDI 111210007"
5. RI#KY TRI WI$AKSONO PUTRA 1112100101
Disetu#ui oleh Asisten Pembimbing Praktikum "
$A%&U 'I SU'ISN! 11()1(((*+
SU'A,A&A- . M/I 0(1+
$ahyu ri Sutrisno
N'P1 11()1(((*+
TERMOKOPEL
iv
(P3)
N%&% K'()&*)+ , 1. N-. L%/(/0%1 I23%/3/ 1112100010
2. A&%(/% D4/ A./5/3 1112100029
3. R%1&%6 I(&/ H%77/7/ 1112100057
. D4/ R%63% S'60% P%&8-9/ 111210007"
5. R/:+0 T./ W/;%+2)3) P-6.% 1112100101
<-.-2%3 , F/2/+% FMIPA=ITS
A2/26'3 P'&8/&8/3> , W%10- T./ S-6./23)
A826.%+
elah dilakukan per2obaan ermokopel 3P+4 yang bertu#uan untuk men#elaskan
konsep dari temperatur pada logam dan menera termokopel1 Dengan ker#a termokopel yang
memiliki prinsip ker#a berdasarkan e5ek Seebe2k1 Per2obaan ini dilakukan dengan
menggunakan 0 rangkaian logam yang berbeda- yang disebut dengan termokopel 1 dan
termokopel 01 Dan diberi perlakukan yang sama antara termokopel 1 dan 0- dengan kenaikan
suhu mulai dari 1678 sampai .(78 dan pen2atatan suhu pada setiap kenaikan 678 serta
penurunan suhu dari .(78 men#adi 1678 dengan pen2atatan suhu pada setiap penurunan 6781
Dari perlakuan tersebut- maka akan ter#adi arus listrik dalam rangkaian yang menyebabkan
timbulnya beda potensial pada rangkaian tersebut- sehingga dapat diba2a oleh
Mikromikro9oltmeter1 Akhirnya dapat disimpulkan bah:a perubahan beda potensial
sebanding dengan kenaikkan suhu1 ,erdasarkan hasil per2obaan didapat nilai seebe2k untuk
logam pertama yaitu sebesar (16+; <=>?8- logam ini termasuk #enis termokopel tipe J
3Iron>8onstantan 38u-Ni441 Sedangkan untuk logam kedua nilai seebe2knya sebesar (1*1)
<=>?81 Sehingga logam kedua ini tergolong termokopel tipe @ 38hromel 3Ni-8r4>Alumel 3Ni-
Al441
Kata kunci : Termokopel, beda potensial, suhu, efek Seebeck
v
THERMO$OUPLE
(P3)
M'&8'.2 )5 G.)-* , 1. N-. L%/(/0%1 I23%/3/ 1112100010
2. A&%(/% D4/ A./5/3 1112100029
3. R%1&%6 I(&/ H%77/7/ 1112100057
. D4/ R%63% S'60% P%&8-9/ 111210007"
5. R/:+0 T./ W/;%+2)3) P-6.% 1112100101
D'*%.6&'36 , F/2/+% FMIPA=ITS
$)%;1 A22/26%36 , W%10- T./ S-6./23)
A826.%;6
hermo2ouple eAperiment had been done :hi2h the purpose is to eAplain the 2on2ept
5rom temperature on metal and 2ompute the thermo2ouple1 $ith the :ork o5 thermo2ouple
:hi2h is ha9e a :ork prin2iple based seebe2k e55e2t1 his eAperiment used 0 di55erents metal
series- :hi2h 2alled thermo2ouple 1 and thermo2ouple 01 And it :as be gi9en a same
treatment bet:een thermo2ouple 1 and 0- :ith the temperature in2rease started 5rom 1678
until .(78 and e9ery es2alation o5 678- the temperature :as be :ritten- also e9ery redu2tion
o5 678 on temperature de2rease :hi2h started 5rom .(78 until 1678- the temperature :as be
:ritten1 From this treatment- then :ill 2ome an ele2tri2 2urrent in the series :hi2h 2ause
arri9e 9oltage on the series- so it 2an be read by Mikro9oltmeter1 Finally it 2an be 2on2luded
that the 2hanged o5 9oltage is eBui9alent :ith the in2rease o5 temperature1 ,ased on the result
o5 eAperiment- it :as be gotten the 9alue o5 seebe2k 5or the 5irst metal is (16+; <=>?8- this
metal in2luding the thermo2ouple type J 3Iron>8onstantan 38u-Ni441 As 5or the se2ond metal-
the seebe2k 9alue is (1*1) <=>?81 So the se2ond metal in2luding thermo2ouple type @
38hromel 3Ni-8r4>Alumel 3Ni-Al441
Key words : Termocouple, voltage, temperature, seebeck effect
vi
KATA PENGANTAR
Pu#i syukur atas kehadirat uhan &ang Maha /sa karena atas limpahan tau5ik- rahmat
dan hidayah-Nya- penulis mampu menyelesaikan laporan resmi Cermokopel 3P+4D ini dengan
baik dan benar1
Eaporan resmi ini diker#akan demi memenuhi salah satu syarat guna menyelesaikan
tugas presentasi praktikum Fisika Dasar II 3SF()1+(*4 agar memenuhi syarat akhir dari
praktikum Fisika Dasar II dan memperoleh nilai akhir praktikum Fisika Dasar II di Jurusan
Fisika FMIPA IS1 Penulis menyadari bah:a penyelesaian laporan resmi Cermokopel 3P+4D
ini bukanlah tu#uan akhir dari pembela#aran karena bela#ar merupakan sesuatu yang tidak
terbatas1
Dengan terselesaikannya laporan resmi ini- tentunya tak lepas dari dorongan dan
uluran tangan berbagai pihak1 !leh karena itu- sudah sepantasnya bila penulis
mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada "
11 @edua orang tua penulis- yang setiap :aktu telah memberikan dorongan dan doa kepada
penulis1
01 Mas $ahyu ri Sutrisno- selaku asisten pembimbing yang senantiasa memberikan
dukungan serta berbagai masukan yang dengan sabar telah meluangkan :aktu untuk
membimbing dan mengarahkan penulis1
Semoga Allah S$ membalas kebaikan dan ketulusan semua pihak yang telah
membantu menyelesaikan laporan resmi ini dengan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya1
Semoga laporan resmi ini dapat memberikan man5aat dan kebaikan bagi banyak pihak demi
kemaslahatan bersama serta bernilai ibadah di hadapan Allah S$1 Amin1
Surabaya- . Mei 0(1+
P'3-(/2
vii
DAFTAR ISI
8!=/'
%AEAMAN P/NF/SA%AN
A,S'A@
@AA P/NFANA'
DAFA' ISI
DAFA' FAM,A'
DAFA' A,/E
,A, I
P/NDA%UEUAN
111 Eatar ,elakang
110 Permasalahan
11+ u#uan
,A, II
INJAUAN PUSA@A
011 @alor Dan ermometer
010 ermokopel Dan @alibrasi ermokopel
01+ Jenis-Jenis ermokopel
01* Perpindahan Panas
016 Atom Dan /lektron
01G Suhu Dan enaga Ferak Partikel Fas Ideal
01; Eogam
01. ,eda Potensial
01) /5ek seebe2k
,A, III
M/!D!E!FI
+11 Alat Dan ,ahan
+11 Eangkah @er#a
,A, I=
ANAEISA DAA DAN P/M,A%ASAN
*11 Analisa Data
*10 Pembahasan
*1011 ermokopel logam pertama
*1010 ermokopel logam @edua
,A, =
@/SIMPUEAN
DAFA' PUSA@A
EAMPI'AN
viii
DAFTAR GAM!AR
Fambar 011 ermokopel- memperlihatkan titik-hubung u#i dan titik hubung patokan
Fambar 010 ermoelemen
Fambar 01+ ermokopel
Fambar 01* 'angkaian mikro9oltmeter dengan termokopel
Fambar 016 pengukuran /MF
Fambar 01G ,ak es sebagai re5eren2e #un2tion
Fambar +11 'angkaian per2obaan ermokopel
Fambar +10 Diagram 5lo: 2hart per2obaan ermokopel 3P+4
Fambar *11Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi kenaikan suhu pada
termokopel logam pertama
Fambar *10Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi penurunan suhu pada
termokopel logam pertama
Fambar *1+Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi kenaikan suhu pada
termokopel logam kedua
Fambar *1*Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi penurunan suhu pada
termokopel logam kedua
Fambar *16 Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi kenaikan dan
penurunan suhu pada termokopel 1
Fambar *1G Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi kenaikan dan
penurunan suhu pada termokopel 0
ix
DAFTAR TA!EL
abel *11 Data per2obaan ermokopel dengan menggunakan rangkaian logam pertama
abel *10 Data per2obaan ermokopel dengan menggunakan rangkaian logam pertama
abel *1+ Data per2obaan ermokopel dengan menggunakan rangkaian logam kedua
abel *1* Data per2obaan ermokopel dengan menggunakan rangkaian logam kedua
!A! I
PENDAHULUAN
1.1 L%6%. !'(%+%3>
ermometer yang banyak dipakai dalam laboratorium riset dan keteknikan ialah
termokopel- berupa hubungan 3junction4 dua #enis logam atau logam 2ampuran1 ermokopel
beker#a berdasarkan prinsip apabila dua buah metal dari #enis yang berbeda dilekatkan- maka
dalam rangkaian akan dihasilkan gaya gerak listrik 3electromotive force4 yang besarnya
bergantung terhadap temperatur1 Sensor tahanan listrik #uga merupakan golongan peralatan
pengukuran temperatur yang penting1 Sensor ini beker#a berdasarkan prinsip bah:a si5at
tahanan listrik berbagai material akan berubah terhadap perubahan temperatur1 Seebe2k
melakukan per2obaan dengan menghubungkan plat bismut diantara ka:at-ka:at tembaga1
%ubungan tersebut diberi suhu yang berbeda1 ernyata pada rangkaian tersebut akan mu2ul
arus listrik1 Mu2ulnya arus listrik mengindikasikan adanya beda potensial antara u#ung-u#ung
kedua sambungan1 Dari per2obaan Seebe2k tersebut dapat diketahui bah:a adanya perbedaan
suhu antara kedua sambungan logam tersebut akan menyebabkan mun2ulnya gaya gerak
listrik antara u#ung-u#ung sambungan1 Faya gerak listrik yang mun2ul ini disebut dengan gaya
listrik termo dan sumbernya disebut termokopel1 Pada dasarnya termokopel merupakan
sambungan 3junction4 dua #enis logam atau 2ampuran yang salah satu sambungan logam tadi
diberi perlakuan suhu yang berbeda dengan sambungan lainnya1 Sambungan logam pada
termokopel terdiri dari dua sambungan- yaitu cold junction dan hot junction1 Pada dunia
elektronika- termokopel adalah sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah
perbedaan suhu dalam benda men#adi perubahan tegangan listrik 3voltase41 Pada banyak
aplikasi- salah satu sambungan 3sambungan yang dingin4 di#aga sebagai temperatur re5erensi-
sedang yang lain dihubungkan pada ob#ek pengukuran1 ermokopel dapat dihubungkan se2ara
seri satu sama lain untuk membuat termopile- dimana tiap sambungan yang panas diarahkan
ke suhu yang lebih tinggi dan semua sambungan dingin ke suhu yang lebih rendah1 Dengan
begitu- tegangan pada setiap termokopel men#adi naik- yang memungkinkan untuk digunakan
pada tegangan yang lebih tinggi1 Dengan adanya suhu tetapan pada sambungan dingin- yang
berguna untuk pengukuran di laboratorium- se2ara sederhana termokopel tidak mudah dipakai
untuk kebanyakan indikasi sambungan lansung dan instrumen 2ontrol 3Sears dan Hemansky-
1))*- +6.41
Dan untuk mengetahui lebih dalam masalah termokopel- maka dilakukanlah sebuah
per2obaan ermokopel 3P+4 yang berprinsip pada e5ek Seebe2k1 Pada per2obaan ini- akan di
ketahui nilai e5ek Seebe2k pada setiap logam yang di gunakan1 Sehingga dapat diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari demi kese#ahteraan umat manusia1
1.2 P'.&%2%(%1%3
Permasalahan-permasalahan yang akan mun2ul dalam per2obaan ermokopel 3P+4 ini
yaitu "
11 ,agaimana 2ara men#elaskan konsep temperatur pada logamI
01 Serta bagaimana 2ara menera termokopel dari konsep yang telah dipahami
sebelumnyaI
1.3 T-?-%3
u#uan dari dilakukannya per2obaan ermokopel 3P+4 ini yaitu sebagai berikut "
11 Untuk men#elaskan konsep temperatur pada logam1
01 Serta untuk menera termokopel dari konsep yang telah dipahami1
1
!A! II
TIN<AUAN PUSTAKA

2.1 K%(). 9%3 T'.&)&'6'.
@alor biasa #uga disebut termal- bahang atau panas- bukanlah Jat- sebab massa kalor
tidak dapat ditimbang1 %al tersebut dapat dibuktikan dengan menimbang benda padat tertentu
pada suhu berbeda yang lebih rendah dari suhu e9aporasi 3penguapan4 atau suhu sublimasi1
entunya saat benda itu bersuhu lebih tinggi berarti mengandung kalor lebih banyak1 Namun
ketika massa benda itu ditimbang disaat dingin 3suhunya rendah4 senilai dengan massa benda
itu ketika lebih panas1 %al ini berarti bah:a bertambahnya kalor tidak menambah berat benda1
Jadi dapat disimpulkan bah:a kalor bukanlah Jat1 @alor mengalir dari tempat bersuhu tinggi
ke tempat bersuhu rendah1
elah di#elaskan bah:a benda bersuhu semakin tinggi maka kandungan kalor pada
benda yang sama semakin besar1 Suhu benda lebih tinggi berarti tenaga gerak atom atau
molekul dari benda itu lebih besar1 enaga gerak itu dapat terdiri dari tenaga gerak translasi-
rotasi dan atau 9ibrasi 3getaran41 Artinya- bila suhu benda itu rendah maka tenaga gerak atom
atau molekul penyusunnya #uga ke2il1 Jika suhu benda terus diturunkan- suatu saat akan
men2apai batas di mana atom atau molekul itu diam sama sekali- dan saat itu benda disebut
bersuhu ( @ atau minus 0;+
o
81 Itu merupakan suhu rendah yang mungkin ter#adi1
Suhu pada sebuah benda merupakan dra#at panas pada benda itu1 Alat ukur suhu
adalah termometer1 ,anyak ragam #enis termometer- misalnya termometer batang- badan-
tahanan- digital- dan gas1 Jenis termometer tersebut boleh #adi berhubungan dengan #enis
metode dalam mengukur suhu1 Saat ini dikenal * metode dalam mengukur suhu benda1
@eempat metode tersebut adalah pemuaian Jat 2air- dan 9ariasi pan#ang gelombang1 ,erikut
ini akan diuraikan setiap metode pengukuran suhu itu1
Pertama- pemuaian Jat 2air- metode ini biasa diterapkan pada pembuatan termometer
batang1 Pada termometer ini Jat 2air yang digunakan biasanya berupa air raksa 3%g4 dan
alkohol 3:arna merah41 @elinearan muai %g terhadap suhu lebih baik dibanding alkohol1
Namun termometer batang yang menggunakan alkohol membuat pemba2aan skalanya lebih
mudah1 ermometer batang dapat dibuat lebih teliti dengan memperke2il diameter pipa
kapiler dan batang termometer yang lebih pan#ang sehingga pemba2aan skalanya lebih teliti1
@edua- 9ariasi tegangan dan tahanan listrik- biasa dipakai dalam pembuatan
termometer elektronis yang angka pemba2aannya ditampilkan pada display1 @euntungan
termometer model ini adalah lebih praktis dan 5leksibel1 =ariasi tegangan ter#adi pada
termokopel1 Prinsipnya- tegangan 3beda potensial4 antara 0 #enis konduktor berubah bila beda
suhu antara kedua u#ung konduktor itu berubah1 =ariasi tahanan biasa digunakan pada
termometer batang dan yang berupa termometer digital1
@etiga- 9ariasi tekanan ter#adi pada termometer gas1 Pada termometer ini tekanan gas
membesar bila suhunya bertambah1 Itu ditandai oleh naiknya %g pada pipa lengkung1
Pengukuran suhu model ini biasa dipakai pada sistem yang melibatkan pipa tertutup- misalnya
proses pembuatan gula pasir1
@eempat- 9ariasi pan#ang gelombang dipakai pada pirometer optik1 Alat ini dipakai
untuk mengukur suhu yang sangat tinggi1 Prinsipnya- benda memi#ar bersuhu tinggi meradiasi
2ahaya berpan#ang gelombang lebih pendek1 Pirometer optik biasa digunakan untuk
mengukur suhu lampu pi#ar dan #uga suhu di permukaan matahari 3Priyambodo dan Jati-
0(()- 1).-0((41
@onsep suhu 3temperature4 berakar dari ide kualitati5 CpanasD dan dingin yang
didasarkan pada indera sentuhan1 Suhu #uga berhubungan dengan energi kinetik molekul dari
2
3
bahan1 Dua sistem berada dalam kesetimbangan termal #ika dan hanya #ika memiliki suhu
yang sama 3&oung dan Freedman- 0(((- *6.-*6)41
emperatur dikenal sebagai ukuran panas atau dinginnya suatu benda1 Eebih tepatnya-
temperatur merupakan ukuran energi kinetik molekul internal rata-rata sebuah benda1 Suatu
skala temperatur dapat dibentuk dengan memilih suatu si5at termometrik dan
mende5inisikannya bah:a temperatur itu berubah se2ara linier dengan si5at itu dengan
menggunakan dua titik tetap- seperti es dan titik uap air1 Dalam skala 8el2ius- titik es
dide5inisikan senilai (
o
8 dan titik uapnya 1((
o
81 Dalam skala Fahrenheit- titik es adalah +0
o
F
dan titik uapnya 010
o
F1 emperatur dalam skala Fahrenheit dan 8el2ius dihubungkan oleh1
t
2
K 3t
5
L +0
o
4 30114
dimana " t
5
K skala dengan dra#at Fahrenheit 3
o
F4
t
2
K skala dengan dra#at 8elsius 3
o
84
ermometer yang berbeda tidak selalu sesuai satu sama lain pada pengukuran
termperatur ke2uali pada titik yang tetap1 ermometer gas mempunyai si5at bah:a semuanya
sesuai satu sama lain dalam pengukuran temperatur berapa pun selama kerapatan gas dalam
termometer sangat rendah1 emperatur gas ideal dide5inisikan oleh1
K P 30104
Dengan P adalah tekanan gas dalam termometer ketika termometer ada dalam
kesetimbangan termal dengan sistem yang temperaturnya akan diukur- dan P
+
adalah tekanan
ketika termometer di2elupkan dalam bak air-es-uap pada titik tripelnya1 Skala temperatur
absolut atau kel9in sama dengan skala gas ideal dalam rentang temperatur yang
memungkinkan penggunaan termometer gas1 emperatur absolut dihubungkan dengan
temperatur 8el2ius oleh1
K t
2
M 0;+-16 @ 301+4
Pengertian dari titik tripel adalah temperatur dan tekanan tertentu dengan 5asa gas- 2air-
dan padat suatu Jat bisa terdapat se2ara serentak1 Pada temperatur dan tekanan di ba:ah titik
tripel- 5asa 2air suatu bahan tidak mungkin ada 3ipler- 1)).- 6.)-6)141
2.2 T'.&)+)*'( 9%3 K%(/8.%2/ T'.&)+)*'(
ermometer yang banyak dipakai dalam laboratorium riset dan keteknikan ialah
termokopel- berupa hubungan 3junction4 dua #enis logam atau logam 2ampuran1 Pada gambar
011- hubungan ini dituliskan Chubungan u#i 3test junction4D dan #enis logam ditulis A dan ,1
%ubungan patokan terdiri atas dua hubungan yaitu yang satu menghubungkan A dengan
tembaga dan yang satu lagi menghubungkan , dengan tembaga1 @edua hubungan ini dibuat
tetap konstan pada suhu sekehendak1 Suhu ini disebut dengan patokan1 @oordinat-keadaan
termometer ini adalah sebuah besaran kelistrikan yang disebut gaya gerak listrik 3ggl4 yang
dapat diukur dengan potensiometer1 &ang sering dipakai ialah termokopel yang salah satu
hubungannya terbuat dari platina murni dan yang satu lagi )(N platina dan 1(N rhodium1
embaga dan suatu logam 2ampuran yang disebut konstantan #uga sering dipakai 3Sears dan
Hemansky- 1))*- +6.41
4
Fambar 011 ermokopel- memperlihatkan titik-hubung u#i dan titik hubung patokan
3Sears dan Hemansky- 1))*- +6.4
,esarnya ggl yang ter#adi tergantung dari selisih temperatur kedua titik hubung tersebut dan
#enis pasangan logam1
Fambar 010 ermoelemen
3Dosen-dosen Fisika IS- 1)..- 1)*4
Pada gambar 010 melukiskan bagan termoelemen yang terdiri dari 0 ma2am ka:at yang
dihubungkan sehingga membentuk rangkaian tertutup1 Jika temperatur titik hubung A dan ,
berbeda- maka di dalam rangkaian akan timbul gaya gerak listrik 3ggl41 ermoelemen dapat
digunakan sebagai termometer dengan 2ara titik hubung , dipertahankan pada temperatur
(78- sedang titik hubung A ditempelkan pada benda yang akan diukur temperaturnya1
%ubungan u#i
@a:at ,
@a:at A
@a:at tembaga
@e potensiometer
@a:at tembaga
%ubungan patokan
A ,
embaga Merah
,esi
8hrom murni
Aluminium
murni
8
,
F
A
5
Fambar 01+ ermokopel
3Dosen-dosen Fisika IS- 1)..- 1)64
Dalam penggunaannya- termoelemen disusun seperti pada gambar 01+ dan disebut
termokopel1 itik hubung , dan 8 temperaturnya dipertahankan pada (78 dengan
memasukkannya ke dalam es dan air di be#ana De:ar- sedang titik A ditempelkan pada benda
yang akan diukur temperaturnya1 Fgl nya diba2a pada gal9anometer F yang sebelumnya
sudah ditera terhadap perubahan temperatur1 ermometer ini biasa dipakai pada temperatur
yang tinggi dan termasuk termometer yang peka 3Dosen-dosen Fisika IS- 1)..- 1)*-1)641
Prinsip dasar kalibrasi termokopel yaitu apabila u#ung sebuah logam penghantar diberi
beda suhu yang 2ukup besar- maka elektron bebas akan bergerak dari u#ung yang memiliki
suhu lebih tinggi ke u#ung yang memiliki suhu rendah1 Dengan demikian- akan ter#adi arus
listrik pada logam tersebut atau akan ter#adi beda potensial yang ditimbulkan ke2il #uga1
Untuk mendapatkan beda potensial yang lebih besar dapat diperoleh dengan 2ara
menyambung dua #enis logam penghantar1 %al ini ter#adi karena besar kerapatan elektron
bebas dari tiap #enis logam disebut e5ek termolistrik1 %al ini ditemukan pertama kali oleh 1 J1
Seebe2k pada tahun 1.0G1 'angkaian penghantar berlainan1
Fe#ala tersebut tersebut di atas yang telah dipaparkan disebut CermokopelD dan beda
potensial yang ditimbulkan disebut ggl termo atau Cggl Seebe2kD1 Adapun persamaan umum
dari ggl yang ditimbulkan terhadap beda suhu dapat dituliskan sebagai berikut1
/ K a M b
0
301*4
Dengan / adalah ggl termokopel dan adalah beda suhu- sedangkan a dan b merupakan
konstanta yang mempunyai harga tergantung pada #enis logam yang digunakan 3Muhammad
%ikam- 0((6- ;141
2.3 <'3/2 <'3/2 T'.&)+)*'(
ermokopel mempunyai #enis-#enis berbeda- yang pertama ermokopel ipe @
38hromel 3Ni-8r4>Alumel 3Ni-Al44- termokopel yang digunakan untuk tu#uan umum1 Jenis ini
mempunyai rentang suhu O0(( ?8 hingga M1+(( ?8 dan harga Seebe2knya *1
<=>?81 @emudian termokopel #enis kedua- yaitu ermokopel ipe / 38hromel 3Ni-8r4>
8onstantan 38u-Ni441 ipe / memiliki rentang suhu pengukurannya antara -0(( ?8 sampai
M1((( ?8 dan harga Seebe2k sebesar G+ <=>?81 @etiga- ermokopel ipe J 3Iron>8onstantan
38u-Ni44 yang memiliki rentang suhu terbatas yaitu O0(( ?8 hingga M)(( ?8 dan harga
Seebe2k sebesar 6+ <=>?81 Jenis termokopel selan#utnya adalah ipe N 3Ni2rosil 3Ni-8r-Si4>
Nisil 3Ni-Si44 yang dapat mengukur suhu -0(( ?8 sampai M10(( ?81 %arga Seebe2knya
bernilai 0. <=>?81 ermokopel ipe , 3Platinum-'hodium>Platinum-'hodium4 mengukur
6
suhu ( ?8 hingga M1.(( ?81 ipe ini memiliki harga Seebe2k + <=>?81 Ealu ipe '
3Platinum>Platinum-1+N'hodium4 yang mengukur suhu ( ?8 hingga M1*(( ?81 %arga
Seebe2knya rendah- yaitu sebesar G <=>?81 Jenis selan#utnya yaitu ermokopel ipe S
3Platinum>Platinum-1(N'hodium4 dengan pengukuran suhu ( ?8 hingga M1*(( ?8 dan
harga Seebe2k nya #uga rendah sama seperti ipe '- yaitu G <=>?81 erakhir ermokopel ipe
38opper>8onstantan4 untuk pengukuran suhu antara O0(( ?8 hingga M*(( ?81 ipe
memiliki harga Seebe2k *+ <=>?8 3Sears dan Hemansky- 1))*- +6G-+6.41
2. P'.*/39%1%3 P%3%2
Perpindahan panas dapat melalui + metode- yaitu konduktor- kon9eksi- dan radiasi1
&ang pertama akan dibahas mengenai perpindahan panas melalui metode konduksi1 Jika salah
satu u#ung sebuah batang logam diletakkan di dalam nyala api- sedangkan u#ung yang satu
lagi dipegang- bagian batang yang dipegang ini akan terasa makin lama makin panas-
:alaupun tidak kontak langsung dengan nyala api itu1 Dalam hal ini dikatakan bah:a panas
sampai diu#ung batang yang lebih dingin se2ara konduksi 3hantaran4 sepan#ang atau melalui
bahan batang itu1 @onduksi panas hanya dapat ter#adi dalam suatu benda apabila ada bagian-
bagian benda itu berada pada suhu yang tidak sama- dan arah alirannya selalu dari titik yang
suhunya lebih tinggi ke titik yang suhunya lebih rendah1
&ang kedua yaitu kon9eksi- istilah kon9eksi dipakai untuk perpindahan panas dari satu
tempat ke tempat lain akibat perpindahan bahannya sendiri1 ungku udara panas dan sistem
pemanasan dengan air panas adalah dua 2ontohnya1 Jika bahan yang dipanaskan dipaksa
bergerak dengan alat peniup atau pompa- prosesnya disebut kon9eksi yang dipaksa-
sedangkan bahan tersebut mengalir akibat perbedaan rapat massa- prosesnya disebut kon9eksi
alamiah atau kon9eksi bebas1
&ang ketiga yaitu radiasi1 Jika didekatkan pada samping radiator- tangan masih tetap
akan men#adi panas- :alaupun konduksi le:at udara ke2il sekali dan tangan tidak berada
di#alan arus-arus kon9eksi1 Dalam hal ini energi panas men2apai tangan karena radiasi1 Istilah
radiasi maksdunya ialah pan2aran 3emisi4 energi terus-menerus dari permukaan semua benda1
/nergi ini dinamakan energi radian dan dalam bentuk gelombang ele2tromagnet 3Sears dan
Hemansky- 1))*- +)1-+).41
2.5 A6)& 9%3 E('+6.)3
Jumlah elektron di dalam sebuah atom pada keadaan normalnya disebut dengan
bilangan atom- yang dituliskan dengan H1 Inti berisi H proton dan se#umlah neutron1 Muatan
proton dan neutron besarnya sama tetapi tandanya berla:anan- sehingga pada atom normal
muatan listrik bersih adalah nol1 Sebab elektron-elektron ditarik menu#u inti- maka
diperkirakan keadaan-kedaan kuantum yang berhubungan dengan daerah-daerah yang dekat
kepada inti mempunyai tenaga yang paling rendah1 Si5at-si5at kimia sebuah atom pada
dasarnya ditentukan oleh interaksi yang melibatkan elektron yang paling luar- sehingga
merupakan sesuatu yang menaruh perhatian khusus untuk menemukan bagaimana elektron-
elektron itu tersusun1 8ontohnya yaitu apabila sebuah atom mempunyai satu elektron yang
2ukup #auh dari inti #ika dibandingkan dengan elektron-elektron lainnya- maka elektron ini
akan agak kehilangan gaya ikatnya1 Atom tersebut 2enderung akan melepaskan elektron dan
akan membentuk apa yang oleh sar#ana kimia disebut dengan elektro9alensi atau ikatan ion-
dengan 9alensi M11 Si5at ini merupakan :atak logam-logam alkali lithium- natrium- kalsium-
dan lain sebagainya 3Sears dan Hemansky- 1).;- 110;41
7
2." S-1- 9%3 T'3%>% G'.%+ P%.6/+'( G%2 I9'%(
@ela#uan partikel gas ke i di dalam :adah adalah =
i
1 ,ila di dalam gas terdapat NP
buah partikel maka kela#uan rerata dari semua partikel itu adalah1
=
rata-rata
K 30164
@uadrat kela#uan rerata seluruh partikel gas tersa#i1
=
0
rata-rata
K 301G4
Dapat dilihat bah:a NPm K M merupakan massa keseluruhan gas di dalam :adah maka
dipenuhi pada hubungan1
NPm K Q = 301;4
elah dikenal %ukum ,oyle Faylussa2 3persamaan 01)41 Selain itu telah dikenal pula
bentuk kaitan
P K NP 3 m 9
0
4 301.4
dan kombinasi kedua persamaan itu memberikan kaitan1
M =
0
K 3 M =
0
4 K n' 301)4
Menga2u pada persamaan 301)4- tenaga gerak seluruh partikel gas di dalam :adah dapat
dinyatakan1
/
k
K n' 3011(4
Jika #umlah partikel gas di dalam :adah 3NP4 itu diketahui- pada bilangan a9ogadro 3A4
G-(0 R 1(
0+
dalam atom permol atau molekul permol- maka #umlah mol gas di :adah itu 3n4
dapat ditentukan berdasar kaitan1
n K 301114
dikenal pula tetapan ,oltJman 3@4 yang dinyatakan1
@ K K K 1-+. R 1(
0+
J>@
8
Sehingga tenaga gerak seluruh partikel gas di dalam :adah dapat diketahui sebagai
berikut1
/
k
K NP @t 301104
Untuk massa setiap gas di dalam :adah m- #umlah gas per-9olume adalah N- dan ter#adi
pada saat bersuhu 3dalam kel9in4 sehingga tenaga gerak 1 partikel gas adalah sebagai
berikut1
m 9
0
K k 3011+4
Atau
9
0
K 3011*4
Akhirnya dapat diperoleh akar rerata kuadrat dari kela#uan partiekl gas- yaitu1
9
rms
K 301164
3Priyambodo dan Jati- 0((.- 0.14
2.7 L)>%&
Si5at-si5at dari logam salah satunya yaitu memiliki bentuk yang menarik1 8ahaya dari
logam sangat spesi5ik- sehingga disebut 2ahaya metal 3metallic luster41 Eogam #uga
mempunyai si5at yang sama dalam kemampuannya mengubah bentuk tanpa pe2ah- #ika
ditempa dengan pemukul 3hammer4 atau ditarik untuk meluruskannya1 Semua logam
mempunyai kemampuan seperti ini sampai dera#at tertentu1 @emampuan mengubah bentuk
#ika dipukul disebut maliebilitas 3maliebility4 dan beberapa logam- misalnya emas dapat
ditempa atau diperas sampai sangat tipis1 Si5at mudah ditempa 3lentur4 dari logam #uga
merupakan si5at yang dapat digunakan oleh pandai besi untuk membuat sepatu kuda dan
pandai perak dalam membuat kera#inan dari perak1 @emampuan logam yang dapat diluruskan
#ika ditarik dari arah yang berla:anan di sebut mempunyai si5at lentur1 Si5at ini digunakan
dalam pembuatan ka:at1 Eogam yang akan di #adikan dapat berupa ba#a- tembaga atau bros
32ampuran dari logam tembaga dan seng4- dibuat dulu men#adi batang1
Eogam merupakan penghantar arus listrik yang baik1 Eogam #uga sebagai penghantar
panas yang baik1 @enyataanya benda benda dari logam lebih panas dari yang bukan logam
#ika di panasi dengan matahari1 Eebih dari ;(N unsur unsur adalah logam- meskipun ada
kesamaan si5at di antara logam tersebut- perbedaannya pun sangat banyak1 ,atas perbedaan
reakti9itas kimia logam logam sangat besar1 Natrium adalah salah satu 2ontoh yang sangat
ekstrim rekti9itasnya dan emas adalah 2ontoh ekstrim yang berla:anaan dengan natrium1
/mas sangat rendah reakti9itasnya dan mempunyai si5at penghantar arus listrik yang sangat
tinggi1 Di samping reakti9itas kimia- logam #uga mempunyai si5at 5isik yang berbeda-
misalkan kekerasan dan titik leleh1 @hrom dan besi adalah 2ontoh logam yang keras- emas
9
dan timah adalah 2ontoh logam yang lunak1 Natium #uuga merupakan logam yang lunak1
ungsten adalah elemen yang mempunyai titik leleh paling tinggi- +*(( 81 Sedangkan air
raksa 3mercury4 merupakan logam yang mempunyai titik leleh yang paling rendah- -+.1) 8
3James / ,rady- 1)))- 10(-10041
2.@ !'9% P)6'32/%(
,eda potensial antara titik A dan , adalah ker#a yang di lakukan terhadap gaya gaya
listrik dalam mengalirkan satu satuan muatan u#i positi5 dari A ke ,1 Dapat dinyatakan bah:a
beda potensial antara A dan , sebagai =,-=A atau =1 Satuannya adalah satuan ker#a per
satuan muatran 3#oule> 2oloumb4 dan di sebut 9olt 3=41
1=K 1 J>8
@arena usaha merupakan besaran skalar- begitu #uga beda potensial1 Seperti halnya
usaha- beda potensial bisa positi5 atau positi51 Usaha $ yang dilakukan untuk menggerakkan
sebuah muatan B dari satu titik A ke titik kedua , adalah1
$K B 3=
,
-=
A
4 K B 3011G4
Dimana tanda yang sesuai 3M atau -4 harus di berikan pada muatan tersebut1 Jika 3=
,
-
=
A
4 dan B keduanya adalah positi5 atau negati5- usaha yang dilakukan adalah positi51 Jika 3=
,
-
=
A
4 dan B memiliki tanda yang berla:anan- usaha yang di lakukan adalah negati5 3Frederi2k
dan /ugene- 0((G- 1;G41
2.9 E5'+ S''8';+
ermokopel merupakan salah satu #enis termometer yang banyak digunakan dalam
laboratorium teknik1 eori dasar dari e5ek termokopel ditemukan dari si5at perpindahan listrik
dan panas dari logam yang berbeda1 Dalam keadaan tertentu- ketika suhu yang berbeda
diberikan pada logam- 9ibrasi dan pergerakan atom elektron diakibatkan dalam 2ara
perbedaan potensial pada bahan1 Perbedaan potensial ini dihubungkan dengan 5akta bah:a
elektron lebih panas1 arus yang ber9ariasi untuk logam yang berbeda pada suhu yang sama
disebabkan perbedaan kondukti9itas panasnya1 Jika rangakaian tertutup oleh hubungan
konduktor- arus akan ditemukan yang mengalir pada loop tertutup1 Di mana termokopel
berupa sambungan 3junction4 dua #enis logam atau logam 2ampuran- yang salah satu
sambungan logam tadi diberi perlakuan suhu yang berbeda dengan sambungan lainnya1
Fambar 01* 'angkaian mikro9oltmeter dengan termokopel
3Moran dan Shapiro- 0((*- 0+4
Misalnya pada sambungan I diberikan suhu
1
3dibuat tetap4 dan sambungan II diberi
suhu
0
3
0
S
1
4- akibat adanya perbedaan suhu antara kedua sambungan tersebut maka pada
mikro9oltmeter akan mengalir arus listrik dan terba2a adanya gaya gerak listrik 3ggl4 yang
10
diindikasikan dengan penyimpangan mikro9oltmeter pada rangakaian tersebut1 Artinya pada
termokopel besaran 5isis yang berubah dengan berubahnya sedikit suhu adalah gaya gerak
listrik1 Sambungan logam pada termokopel terdiri dari dua sambungan- yaitu yang pertama-
Reference Junction 3Cold Junction4- merupakan sambungan a2uan yang suhunya di#aga
konstan dan biasanya diberi suhu yang dingin 3(7841 &ang kedua yaitu Measuring Junction
3Hot Junction4- merupakan sambungan yang dipakai untuk mengukur suhu atau disebut #uga
sambungan panas1
Fambar 016 pengukuran /MF
3Moran dan Shapiro- 0((*- 0*4
Jika 2old #un2tion open 2ir2uit dan dihubungkan dengan mikro9oltmeter dengan
impedansi yang tak terhingga 3besar sekali4- seperti yang terlihat pada gambar 016 - maka akan
terba2a tegangan pada mikro9oltmeter- tegangan tersebut dikenal sebagai tegangan Seebe2k1
Ea#u perubahan nilai tegangan akibat perubahan temperatur disebut dengan koe5isien
Seebe2k1 Dimana bunyi e55e2t seebae2k yaitu C#ika 0 buah logam yang berbeda disambungkan
salah satu u#unganya- kemudian diberikan suhu yang berbeda pada sambungan- maka ter#adi
perbedaan tegangan pada u#ung yang satu dengan u#ung yang lainD1
Jika termokopel digunakan untuk mengukur temperatur hot #un2tion gambar 016 maka
tegangan Seebe2k pada 2old #un2tion- hot #un2tion serta temperatur 2old #un2tion harus
diketahui terlebih dahulu1 @arena 2old #un2tion #uga menghasilkan tegangan Seebe2k maka
untuk mempermudah pemba2aan temperatur pada tabel termokopel- 2old #un2tion
ditempatkan pada i2e point o5 :ater 3titik 2air es41 /MF- sebenarnya timbul karena gradien
temperatur sepan#ang ka:at yang menghubungkan hot #un2tion dan 2old #un2tion1 Dengan
mengasumsikan ka:at termokopel homogen maka /MF didapat akibat perbedaan temperatur
hot #un2tion dan 2old #un2tion1
%ubungan tegangan antara termoelemen A dan , dengan perbedaan temperatur adalah "

34 K

34 T 3011;4
di mana " /
A,
34 adalah tegangan Seebe2k
S 34 adalah koe5isien Seebe2k-
T adalah perbedaan temperatur antara hot #un2tion dengan 2old #un2tion1
11
Fambar 01G ,ak es sebagai re5eren2e #un2tion
3Moran dan Shapiro- 0((*- 0G4
ermokopel adalah tranduser yang mengubah besaran 5isis ke besaran elektrik1 !utput
yang dihasilkan adalah tegangan d21 !utput dapat diukur menggunakan mikro9oltmeter dan
potensiometer- tetapi mengharuskan penggunaan eksternal kompensator untuk 2old #un2tion
dimana hal ini tidak e5isien karena harus menyediakan media isotermal untuk re5eren2e
#un2tion dan memerlukan penggunaan tabel untuk mengkon9ersi tegangan men#adi besaran
temperatur1 Saat ini output termokopel dihubungkan ke thermometer readout selain tidak
memerlukan media isotermal- kelebihan lain adalah keluaran termokopel langsung terba2a1
dalam besaran temperatur1 ermometer readout telah menyediakan kompensator 2old #un2tion
38J84 yang tertanam didalamnya 3Moran dan Shapiro- 0((*- 0+-0G41
!A! III
METODOLOGI
3.1 A(%6 9%3 !%1%3
Alat dan bahan yang digunakan dalam per2obaan ermokopel 3P+4 yaitu
mikro9oltmeter 3=4 satu buah- termokopel dua set- termometer satu buah- statip dengan
kelengkapannya satu set- kompor listrik satu buah- gelas beker satu buah- serta potongan es
batu se2ukupnya1
3.2 L%3>+%1 K'.?%
Eangkah ker#a yang dilakukan dalam per2obaan ermokopel 3P+4 yaitu sebagai berikut1
Pertama- peralatan dirangkai seperti pada gambar +11 dan diharapkan hati-hati saat
digunakannya kompor listrik dan mikro9oltmeter1 Serta ditanyakan pada asisten sebelum
dihubungkan dengan tegangan PEN1
Fambar +11 'angkaian per2obaan ermokopel
3Dosen-dosen Fisika IS- 0(1+- 1.4
@edua- isi gelas beker dengan air sebanyak 16( ml dan ditambahkan es batu
se2ukupnya sampai termometer menun#ukkan suhu sebesar 1678 dan #uga dipasangkan
termometer pada gelas beker serta dipasangkan #uga rangkaian termokopel 1 3hati-hati saat
meletakkan termometer di atas gelas beker 3#angan sampai gelas beker disentuh oleh
termometer dan rangkaian termokopel 141
@etiga- mikro9oltmeter dihubungkan dengan tegangan PEN dan dinyalakan- serta
diatur pula saat dinyalakan dengan pembesaran 1(
-*
1 Pembesaran tersebut digunakan saat
kenaikan dan penurunan suhu pada termokopel 11 @eempat- gelas beker dimasukkan
bongkahan es sehingga suhu turun ke 1( 78 - kompor listrik dinyalakan saat dilakukannya
proses kenaikan suhu dari suhu ruang 3sebelumnya dihubungkan dulu pada tegangan PEN41
Proses kenaikan suhu dilakukan dari 1678 sampai .(78 dengan rentang kenaikan sebesar 6781
Di2atat pula :aktu serta beda potensial yang tertera pada mikro9oltmeter1
@elima- proses penurunan suhu dilakukan dengan dimatikannya kompor listrik serta
ditambahkan sedikit es batu agar proses penurunan suhu tidak diperlukan :aktu yang lama1
Di2atat pula :aktu serta beda potensial yang tertera saat penurunan suhu dari .(78 sampai
1678 dengan rentang penurunan sebesar 6781 Di2atat pula :aktu serta beda potensial yang
12
ermometer
A
,
@ompor Eistrik
Mikro9olt
meter
13
tertera pada mikro9oltmeter1 Dilakukan pula per2obaan dengan 9ariasi termokopel 0 dengan
digunakannya langkah ker#a mulai 1-61 Di2atat pula :aktu serta beda potensial yang tertera
pada mikro9oltmeter saat ter#adi kenaikan serta penurunan suhu1
Selain itu- langkah per2obaan ermokopel 3P+4 ini #uga dapat disa#ikan dengan
diagram 5lo: 2hart sebagai berikut1
Fambar +10 Diagram 5lo: 2hart per2obaan ermokopel 3P+4
Fra5ik
@enaikan
Suhu
Fra5ik
Penurunan
Suhu
%ubungan Fra5ik
%asil
@enaikan Suhu Penurunan Suhu @enaikan Suhu Penurunan Suhu
ermokopel 1 ermokopel 0
Per2obaan ermokopel
%asil
Fra5ik
@enaikan
Suhu
Fra5ik
Penurunan
Suhu
%ubungan Fra5ik
!A! IA
HASIL DAN PEM!AHASAN
.1 A3%(/2% D%6%
,erdasarkan per2obaan yang telah dilakukan yang memiliki tu#uan umum yaitu untuk
men#elaskan konsep dari temperatur pada logam serta menera termokopel- maka dapat
diperoleh data-data yang terdiri dari besarnya beda potensial 3=4 yang dihasilkan oleh
rangkaian logam pertama 3termokopel 14 dan rangkaian logam kedua 3termokopel 04 serta
perubahan suhu yang digunakan untuk menurunkan serta menaikkan suhu sebesar 6781 Dalam
per2obaan ini digunakan dua 9ariasi- yaitu 9ariasi rangkaian logam 3termokopel4 pertama
dengan langkah per2obaan berupa kenaikan dan penurunan suhu dari 1678 sampai .( 78
dengan rentang kenaikan dan penurunan sebesar 678- serta 9ariasi kedua berupa rangkaian
logam 3termokopel4 kedua dengan langkah per2obaan seperti halnya dengan 9ariasi rangkaian
logam 3termokopel4 pertama1 @arena a:alnya menggunakan suhu 1678- maka terlebih dahulu
air di dinginkan dengan bongkahan es1 Adapun prinsip ker#a dari per2obaan ini yaitu
berdasarkan e5ek Seebe2k yang melibatkan rangkaian hot dan cold junction1 &ang mana saat
suhu tinggi maka daerah tersebut disebut sebagai hot junction sedangkan pada suhu rendah
cold junction. Dan karena adanya perbedaan suhu pada masing masing u#ung maka timbulah
suatu beda potensial yang akan terba2a oleh mikro9oltmeter1 ,erikut merupakan data-data
per2obaan ermokopel yang diperoleh berdasarkan per2obaan yang telah dilakukan selama 0
hari- yaitu pada hari 'abu- 1 Mei 0(1+ serta pada hari Jumat- + Mei 0(1+1
abel *11 Data per2obaan ermokopel dengan menggunakan rangkaian logam pertama
S-1- (B$) !'9% P)6'32/%( (&A)
16 110)
0( 110*
06 *1))
+( G1.(
+6 )1.1
*( 101*.
*6 1*1*+
6( 1;1*0
66 0(16
G( 0+11
G6 061G
;( 0;1)
;6 +(1)
.( +*1*
abel *10 Data per2obaan ermokopel dengan menggunakan rangkaian logam pertama
S-1- (B$) !'9% P)6'32/%( (&A)
.( +*1*
;6 +(11
;( 0;1;
G6 0*1.
14
15
G( 011.
66 1)10
6( 1;
*6 101.
*( 1111
+6 )1*
+( G1*)
06 +1.)
0( 111)
16 01(*
abel *1+ Data per2obaan ermokopel dengan menggunakan rangkaian logam kedua
abel *1* Data per2obaan ermokopel dengan menggunakan rangkaian logam kedua
S-1- (B$) !'9% P)6'32/%( (&A)
.( 0)16
;6 061+
;( 0*16
G6 011)
G( 1.16
66 1;11
6( 161.
*6 101;
*( 11
+6 )
+( G1;
06 61*
0( +10
16 110
.2 P'&8%1%2%3
S-1- (B$) !'9% P)6'32/%( (&A)
16 01+1
0( *1+.
06 G106
+( .1(.
+6 1(1+0
*( 111)*
*6 1*11(
6( 1G1+6
66 1.1(;
G( 0(10
G6 001)
;( 0610
;6 0;10
.( 0)16
16
Dari data-data yang telah diperoleh tersebut- maka dapat dibuat gra5ik perbandingan
antara rangkaian logam pertama 3termokopel 14 serta rangakain logam kedua 3termokopel 04
saat ter#adi kenaikan dan penurunan suhu1 ,erikut merupakan gra5iknya"
.2.1 T'.&)+)*'( ()>%& *'.6%&%
ermokopel logam pertama ini menun#ukkan bah:a kenaikkan suhu dan
penurunan suhu sebanding dengan kenaikkan dan penurunan beda potensial yang
ter#adi1 %al tersebut dapat terlihat #elas pada gra5ik kenaikkan dan penurunan suhu yang
ter#adi pada termokopel logan pertama1 Fra5iknya sebagai berikut"

Fambar *11 Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi kenaikan
suhu pada termokopel logam pertama
Pada gra5ik kenaikkan suhu- sumbu A menyatakan pertambahan suhu yang
ter#adi sedangkan sumbu y menyatakan besar pertambahan nilai beda potensial1 Fra5ik
ini men#elaskan hubungan pertamabahan suhu dengan nilai beda potensial yang
dihasilkan pada termokopel logam pertama1 Jadi- setiap kenaikan suhu 6 78- nilai beda
potensial akan bertambah besar1 Proses ter#adinya pertambahan suhu dari 16 78 yaitu
dengan menambahkan bongkahan es ke dalam air yang ada di gelas beker terlebih
dahulu agar suhu ruangan men#adi rendah hingga men2apai 16 781 @emudian mulai di
panaskan dengan menggunakan kompor listrik hingga men2apai suhu .( 781 Saat a:al
pengambilan data- pada saat a:al dari suhu 16 78 menu#u ke 0( 78 ter#adi penurunan
beda potensial1 %al ini di karenakan- kesalahan yang ter#adi pada alatnya1 Sedangkan
hasil yang lain telah mampu membuktikan kesebandingan nilai beda potensial dengan
suhu1
17
Fambar *10 Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi penurunan
suhu pada termokopel logam pertama
Pada gra5ik penurunan suhu- sumbu A menyatakan penurunan suhu yang
ter#adi sedangkan sumbu y menyatakan besar penurunan nilai beda potensial1 Fra5ik
ini men#elaskan hubungan penurunan suhu dengan nilai beda potensial yang
dihasilkan pada termokopel logam pertama1 Proses ter#adinya penurunan suhu ini yaitu
saat suhu men2apai .(78- kompor listrik segera di matikan dan penurunan suhunya
dengan menambahkan bongkahan es- semmakin banyak bongkahan es yang di berikan
maka semakin 2epat pula suhu air yang ada pada beker gelas akan turun1 %al itu di
lakukan se2ara berkala hingga suhu rendah yang di inginkan yaitu 16781 Namun
berbeda dengan kenaikkan suhu- saat penurunan suhu tidak ter#adi suatu kesalahan
pada nilai beda potensial sehingga hasil yang di peroleh nilai penurunan beda
potensial sebanding dengan nilai penurunan suhu pada termokopel logam pertama
.2.2 T'.&)+)*'( ()>%& +'9-%
ermokopel logam kedua ini menun#ukkan bah:a kenaikkan suhu dan
penurunan suhu sebanding dengan kenaikkan dan penurunan beda potensial yang
ter#adi1 %al tersebut dapat terlihat #elas pada gra5ik kenaikkan dan penurunan suhu
yang ter#adi pada termokopel logan pertama1 Fra5iknya sebagai berikut"
18
Fambar *1+ Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi
kenaikan suhu pada termokopel logam kedua
Pada gra5ik kenaikkan suhu- sumbu A menyatakan pertambahan suhu yang
ter#adi sedangkan sumbu y menyatakan besar pertambahan nilai beda potensial1 Fra5ik
ini men#elaskan hubungan pertambahan suhu dengan nilai beda potensial yang
dihasilkan pada termokopel logam kedua1 Jadi- setiap kenaikan suhu 6 78- nilai beda
potensial akan bertambah besar1 Proses ter#adinya pertambahan suhu dari 16 78 yaitu
dengan menambahkan bongkahan es ke dalam air yang ada di gelas beker terlebih
dahulu agar suhu ruangan men#adi rendah hingga men2apai 16 781 @emudian mulai di
panaskan dengan menggunakan kompor listrik hingga men2apai suhu .( 781 Pada
termokopel logam kedua ini- data gra5ik yang di hasilkan sangatlah sempurna dalam
menun#ukkan kesebandingan suhu dan beda potensial1 Dan nilai beda potensial yang
dihasilkan pada logam kedua ini 2ukup lebih ke2il di bandingkan dengan logam
pertama1
Fambar *1* Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi
penurunan suhu pada termokopel logam kedua
Pada gra5ik penurunan suhu- sumbu A menyatakan penurunan suhu yang
ter#adi sedangkan sumbu y menyatakan besar penurunan nilai beda potensial1 Fra5ik
ini men#elaskan hubungan penurunan suhu dengan nilai beda potensial yang
dihasilkan pada termokopel logam kedua1 Proses ter#adinya penurunan suhu ini yaitu
19
saat suhu men2apai .(78- kompor listrik segera di matikan dan penurunan suhunya
dengan menambahkan bongkahan es- semmakin banyak bongkahan es yang di berikan
maka semakin 2epat pula suhu air yang ada pada beker gelas akan turun1 %al itu di
lakukan se2ara berkala hingga suhu rendah yang di inginkan yaitu 16781 Penurunan
suhu ini- mempunyai nilai beda potensial yang rendah1
Dari gra5ik termokopel tersebut baik dari gra5ik kenaikkan dan penurunan suhu
tersebut telah diketahui bah:a presentasi kesalahan dari data per2obaan ini sangatlah ke2il1
Sehingga dapat di pastikan harga nilai seebe2k dari masing masing logam dapat di ketahui
se2ara akurat1 Nilai seebe2k akan di hasilkan pada gra5ik histerisis dari kenaikkan dan
penurunan suhu yang menun#ukkan nilei beda potensialnnya1 Adapun gra5ik dari termokopel
kedua logam yaitu"
Fambar *16 Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi kenaikan
dan penurunan suhu pada termokopel logam pertama
Pada gra5ik di tun#ukkan bah:a sumbu A mengambarkan kenaikan suhu sedangkan
sumbu y mengambarkan kenaikan beda potensial1 Fra5ik tersebut menun#ukkan 5ungsi linear
yang menyimpilkan bah:a semakin suhu yang di berikan pada sebuah termokopel maka
semakin tinggi pula beda potensial yang mampu di hasilkan pada sebuah termokopel1 Pada
5ungsi linear- gradient garis tersebut menun#ukkan besar nilai seebe2k yang dihasilkan pada
sebuah termokopel1 Dimana gra5ik pertama yang menggambarkan keadaan termokopel pada
logam pertama- mempunyai nilai seebe2k sebesar (16+;A1(
-*
<=>?81 sehingga dapat
disimpulkan bah:a termokopel pada logam pertama ini merupakan termokopel tipe J 3Iron >
8onstantan 38u-Ni44 yang memiliki rentang suhu terbatas yaitu O0(( ?8 hingga M)(( ?8 dan
harga Seebe2k sebesar 6+ <=>?81 @etelitian harga seebe2k ini #uga dapat dilihat dari nilai
error yang di hasilkan oleh gra5ik- yang mana nilai errornya (1))G1 Nilai error yang semakin
mendekati angka satu menandakan bah:a semakin akurat data yang dihasilkan1 Sehingga
#elas bah:a logam pertama yang digunakan dalam per2obaan yaitu tipe J1
20
Fambar *1G Fra5ik beda potensial 3m=4 terhadap suhu 3784 saat ter#adi kenaikan
dan penurunan suhu pada termokopel logam kedua
Sedangkan pada logam kedua- mempunyai harga seebe2k sebesar (1*1)A1(
-*
<=>?81
sehingga logam kedua ini tergolong termokopel tipe @ 38hromel 3Ni-8r4 > Alumel 3Ni-Al44-
termokopel yang digunakan untuk tu#uan umum1 Jenis ini mempunyai rentang suhu O0(( ?8
hingga M1+(( ?8 dan harga Seebe2knya *1 <=>?81 Seperti pada logam pertama- logam kedua
#uga mampu membuktikan ketelitian nilai seebe2k yang di peroleh1 &ang mana nilai error
pada termokopel logam kedua yaitu (1))0- hal ini ketelitiannya tidak #auh beda dengan logam
yang pertama sehingga dapat dipastikan bah:a logam kedua merupakan termokopel tipe @1
Pada kedua bahan termokopel tersebut- tipe termokopel yang paling bagus untuk
digunakan yaitu termokopel tipe @1 karena termokopel tipe @ mempunyai rentang suhu yang
lebih besar di bandingkan dengan termokopel tipe J yaitu sekitar rentang suhu O0(( ?8 hingga
M1+(( ?81dan #uga pada termokopel tipe @ mampu menghasilkan beda potensial yang lebih
besar di bandingkan dengan tipe J1
Pada pembahasan sebelumnya telah di#elaskan bah:a beda potensial yang ter#adi pada
kedua bahan termokopel menun#ukan perbandingan yang mempunyai nilai sebanding dengan
pertambahan maupun pengurangan suhu1 &ang pada dasarnya terkait dengan perpindahan
panas serta elektron pada suatu bahan yang memiliki kerapatan yang berbeda1 Sehingga
mun2ul ggl yang dapat menimbulkan beda potensial yang dapat terba2a #ika dihubungkan
dengan mikro9oltmeter1
!A! A
KESIMPULAN
,erdasarkan per2obaan yang telah dilakukan- maka dapat ditarik beberapa kesimpulan
sebagai berikut1
11 Pada termokopel pertama- harga seebe2k yang dihasilkan berdasarkan gra5ik yaitu (16+;
<=>?81
01 Pada termokopel kedua- harga seebe2k yang dihasilkan berdasarkan gra5ik yaitu (1*1)
<=>?81
+1 Pada termokopel 1 yaitu pada logam pertama merupakan termokopel tipe J
3Iron>8onstantan 38u-Ni44- sedangkan pada termokopel 0 yaitu pada logam kedua
merupakan termokopel tipe @ 38hromel 3Ni-8r4>Alumel 3Ni-Al441
*1 Jenis termokopel yang bagus digunakan yaitu termokopel tipe @1
DAFTAR PUSTAKA
21
22
Dosen-dosen Fisika IS1 1)).1 CFisika ID1 Surabaya " IS Press1
/1 ,rady- James1 1)))1 C@imia Uni9ersitas AJas dan Struktur Jilid I /disi @elimaD1 Jakarta "
,inarupa Aksara1
%ikam- Muhammad- dkk1 0((61 C/ksperimen Fisika Dasar untuk Perguruan inggiD1 Jakarta "
@en2ana1
J1 ,ue2he- Frederi2k dan %e2ht- /ugene1 0((G1 CS2haumPs !utlines o5 heory and Problems
o5 8ollege Physi2s enth /ditionD1 8ali5ornia " M2 Fra:-%ill1
Moran- J Mi2hel dan Saphiro- N %o:ard1 0((*1 Cermodinamika eknik /disi *D1 Jakarta "
/rlangga1
Priyambodo- ri @untoro dan Jati- ,ambang Murdaka /ka1 0((.1 CFisika Dasar untuk
Mahasis:a Ilmu-Ilmu /ksakta dan eknikD1 &ogyakarta " 81= Andi !55set1
Priyambodo- ri @untoro dan Jati- ,ambang Murdaka /ka1 0(()1 CFisika Dasar untuk
Mahasis:a Ilmu @omputer dan In5ormatikaD1 &ogyakarta " 81= Andi !55set1
Sears- Fran2is $eston dan Hemansky- Mark $1 1).;1 CFisika untuk Uni9ersitas + !ptika dan
Fisika ModernD1 Jakarta " ,ina2ipta1
Sears- Fran2is $eston dan Hemansky- Mark $1 1))*1 CFisika untuk Uni9ersitas 1 Mekanika-
Panas-,unyiD1 Jakarta " ,ina2ipta1
ipler- Paul A1 1)).1 CFisika untuk Sains dan eknik Jilid I /disi @etigaD1 Jakarta " /rlangga1
Huhal dan Hhanggis2han1 0((*1 CPrinsip Dasar /lektroteknikD1 Jakarta " P1 Framedia
Pustaka Utama1
!IODATA PENULIS
23
Penulis dilahirkan di Fresik- 00 Juli 1))+- merupakan anak kedua
dari 0 bersaudara1 Penulis telah menempuh pendidikan 5ormal
yaitu di @ @A'I@A =-.6 Fresik- SDN Sidomoro I= Fresik-
SMPN 1 Fresik dan SMAN 1 Fresik1 Setelah lulus dari SMAN
tahun 0(()- Penulis mengikuti SNMPN Jalur Undangan dan
diterima di Jurusan Fisika FMIPA-IS pada tahun 0(() dan
terda5tar dengan N'P1 11101(((1(1
Penulis dilahirkan di Surabaya- 0. September 1))*- merupakan
anak kedua dari + bersaudara1 Penulis telah menempuh
pendidikan 5ormal yaitu di @ @A'INI- SDN @etabang +
Surabaya- pada tahun 0((+ di SDN Pulo Eor 1 Jombang- MS N
Plandi Jombang- SMAN 0 Jombang- dan pada tahun 0(11 di
SMAN 10 Surabaya1 Setelah lulus dari SMAN tahun 0(()-
Penulis mengikuti SNMPN Jalur ulis dan diterima di Jurusan
Fisika FMIPA-IS pada tahun 0(() dan terda5tar dengan N'P1
11101(((0)1
Penulis dilahirkan di Mo#okerto- 0 Juni 1))6- merupakan anak
ketiga dari + bersaudara1 Penulis telah menempuh pendidikan
5ormal yaitu di @ Al-Usmani- SDN @ranggan 6- SMPN * Puri
dan SMAN 1 Puri1 Setelah lulus dari SMAN tahun 0(()- Penulis
mengikuti SNMPN Jalur ulis dan diterima di Jurusan Fisika
FMIPA-IS pada tahun 0(() dan terda5tar dengan N'P1
11101(((6;1
Penulis dilahirkan di Madiun- 1. Pebruari 1))*- merupakan anak
kedua dari 0 bersaudara1 Penulis telah menempuh pendidikan
5ormal yaitu di @ Dharma $anita $onoasri- SDN Sidomulyo I-
SMPN 1 Me#ayan dan SMAN 1 Me#ayan1 Setelah lulus dari
24
SMAN tahun 0(()- Penulis mengikuti SNMPN Jalur ulis dan diterima di Jurusan Fisika
FMIPA-IS pada tahun 0(() dan terda5tar dengan N'P1 11101(((;G1
Penulis dilahirkan di ,ekasi- 11 Maret 1))*- merupakan anak
ketiga dari + bersaudara1 Penulis telah menempuh pendidikan
5ormal yaitu di @ Nasional 1- SD Nasional 1 ,ekasi- SMP Putra
1 Jakarta dan SMA G; Jakarta1 Setelah lulus dari SMA tahun
0(()- Penulis mengikuti SNMPN Jalur P@M Mandiri dan
diterima di Jurusan Fisika FMIPA-IS pada tahun 0(() dan
terda5tar dengan N'P1 11101((1(11