Anda di halaman 1dari 2

Pembangunan destinasi wisata pesisir pada dasarnya bukan hal

yang sederhana sebab ada banyak komponen yang terlibat serta wajib untuk
dipertimbangkan dalam perencanaan. Pembangunan di daerah pesisir selalu
berdampak terhadap perubahan ekologis di wilayah tersebut. Alih fungsi
lahan hampir pasti akan menimbulkan perubahan pola interaksi antar
berbagai sistem kehidupan yang ada pada suatu wilayah. Sering kali terjadi
suatu proses pembangunan dengan tujuan yang positif justru dapat
berakibat negatif terhadap aspek yang lain. Oleh karena itu dibutuhkan
kecermatan dalam membuat suatu perencanaan agar rencana tersebut dapat
diimplementasikan dan berdampak positip terhadap kehidupan manusia
dan lingkungan alam tetap terjaga.
Dari asumsi tersebut kita dapat melihat bahwa rencana
pengembangan wisata di Ujungnegoro Kabupaten Batang dapat dilakukan
dengan melalui beberapa tahapan proses yaitu:
1. Menyusun agenda kebijakan.
Pada tahapan ini, jika merujuk pada pengertian kebijakan publik yang
dikemukakan Carl Friedrich maka yang perlu dilakukan adalah
mengidentifikasi persoalan kebijakan berkaitan dengan pemanfaatan
peluang sumber daya pariwisata di Ujungnegoro Kabupaten Batang.
2. Formulasi Kebijakan.
Para analis pada fase ini mulai mengaplikasikan beberapa teknik
analisis dalam upaya memperoleh suatu keyakinan tentang pilihan
kebijakan pemanfaatan lahan pesisir Ujungnegoro sebagai destinasi
wisata merupakan pilihan yang lebih baik dari yang lain.
3. Adopsi Kebijakan.
Pada tahap ini ditentukan pilihan-pilihan kebijakan dengan dukungan
dari mayoritas legislative dan konsensus di antara para stakeholder
setelah melalui proses rekomendasi.
4. Implementasi kebijakan.
Tahap ini berkenaan dengan berbagai kegiatan yang diarahkan untuk
merealisasikan program. Rencana kebijakan pengembangan wisata
pantai Ujungnegoro mulai diimplementasikan dengan memanfaatkan
resources yang dimiliki. Fungsi para administrator menjadi urgen
pada tahapan ini.



5. Evaluasi kebijakan.
Pada tahap ini dilakukan penilaian terhadap pelaksanaan kebijakan
pengembangan wisata pantai Ujungnegoro, apakah telah sesuai
dengan yang telah ditentukan atau tidak.