Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

(Individu)

KULIAH KERJA NYATA
PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN :

SUB UNIT : Gamol
UNIT : SLM-03
KECAMATAN : Gamping
KABUPATEN : Sleman
PROVINSI : D.I. Yogyakarta





Disusun Oleh :

Nama Mahasiswa : Ayub Wijayanto
Nomor Mahasiswa : 10/302076/TK/37274


BAGIAN PENGELOLAAN KKN-PPM
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013
Kode : KKN PPM-UGM-16

I. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Nama saya Ayub Wijayanto dari teknik kimia. Saya kebetulan
mendapat tempat kkn di dusun Gamol, desa Balecatur, kecamatan Gamping,
kabupaten Sleman. Sebelumnya saya mendaftar di tempat lain namun
mungkin karena kuota telah terpenuhi akhirnya saya terdampar di unit SLM-
03 ini.
Warga dusun gamol ini terkesan ramah menyambut adanya kkn di
dusun mereka. Setiap program yang kami paparkan dalam pertemuan
perdana bersama warga disambut dengan sangat positif. Warga mendukung
setiap program kami dengan antusias. Maka dari itu untuk membayar
kepercayaan warga terhadap kami maka saya berjanji akan bersungguh-
sungguh dalam menjalankan setiap program kkn ini.
Kesan pertama saya terhadap warga dusun Gamol ini yaitu ramah,
bersahabat, pekerja keras, dan sederhana. Ramah karena warga di sini
mudah sekali diajak untuk bekerja sama dan mengenal baik satu sama lain.
Warga di sini mayoritas bukan lah orang yang sombong meskipun secara
ekonomi kehidupan di sini ada batas antara yang mampu dan kurang mampu.
Namun semua bisa menyatu hidup rukun tanpa mempedulikan status sosial
mereka. Hal ini yang membuat kami cepat akrab dengan warga dusun Gamol.
Selain itu warga Gamol juga bersahabat. Bukan hanya pemuda
pemudinya namun juga orang tua dan anak-anak mudah sekali untuk diajak
berteman. Hanya dalam kurun waktu dua minggu kami telah mengenal baik
hampir seluruh warga di dusun Gamol ini. Bahkan kami telah dianggap
bagian dari mereka. Hal inilah yang membuat saya merasa berat
meninggalkan dusun Gamol setelah kkn ini selesai. Rasanya sulit untuk
meninggalkan teman-teman saya di sana untuk kembali berkumpul dan
tertawa bersama. Air mata saya pun sempat pecah ketika berpamitan dengan
pemilik rumah yang telah saya anggap seperti orang tua saya sendiri.
Begitupun dengan pemilik rumah yang tak kuasa menahan tangis karena
telah menganggap kami anak mereka sendiri.
Warga dusun Gamol kebanyakan termasuk golongan tidak mampu,
akan tetapi semangat mereka dalam mencari nafkah untuk memenuhi
kebutuhan hidup sangat tinggi. Mereka bekerja keras tak mengenal lelah
demi asap di dapur tetap terjaga kebulannya. Kebanyakan pemuda di sini pun
sudah bekerja. Walaupun hanya menjadi buruh ataupun penjaga stand,
mereka tetap semangat dan tak pernah mengeluh. Hidup sederhana asalkan
bahagia mungkin telah menjadi prinsip hidup mereka. Untuk itu saya salut,
mereka mengajarkan saya bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang kita mau
maka kita harus berusaha, jangan berharap ataupun bergantung pada orang
lain.


Hal pertama yang kami lakukan agar dapat menyatu dengan
masyarakat yaitu dengan cara mendekatkan diri dengan masyarakat dusun
Gamol. Targrt pertama kami yaitu bisa kenal baik dengan tokoh masyarakat
dusun Gamol. Pertama mengakrabkan diri dengan pemilik rumah pondokan
yang kami tempati yang kebetulan adalah kepala padukuhan gamol beserta
keluarganya. Selanjutnya mengakrabkan diri dengan ketua RW dan RT serta
tokoh masyarakat lain yang nantinya akan sangat membantu kami dalam
menjalankan program-progam kami ke depannya.
Setelah mengakrabkan diri dengan para tokoh masyarakat maka
kemudian baru kami mengakrabkan diri dengan pemuda dusun Gamol.
Kebetulan sekali waktu kkn berbarengan dengan datangnya bulan suci
Ramadhan yang biasanya banyak kegiatan di masjid. Dan benar saja remaja
masjid cukup aktif sehingga dengan kami bergabung dalam program mereka
menjadikan kami cepat akrab dan mengenal satu sama lain.
Keterlibatan kami dalam masyarakat yang pertama yaitu melalui
program lomba bulan ramadhan yang panitianya adalah kami tim kkn dengan
dibantu remaja masjid. Kegiatan ini cukup mendapat sambutan yang menarik
karena menambah semarak bulan ramadhan. Lomba ramadhan ini selain
bertujuan untuk memeriahkan acara di bulan ramadhan juga untuk
menambah keimanan.
Selanjutnya keterlibatan kami dalam masyarakat yaitu dengan ikut
kerja bakti dalam menjaga kebersihan lingkungan serta dalam menyambut
datangnya hari kemerdekaan tanggal 17 agustus. Di dusun ini sama seperti
daerah lain juga ada yang namanya malam tirakatan atau malam 17-an.
Acaranya yaitu syukuran malam 17 agustus dan juga mengenang perjuangan
para pahlawan yang telah gugur demi merah putih berkibar tahun 1945.
Dalam persiapan malam itu kami ikut dalam persiapan acara mulai dari
dekorasi hingga persiapan konsumsi. Jujur ini adalah pengal aman yang
menarik buat saya karena bisa berpartisipasi dalam acara tersebut. Belajar
bekerja sama dalam kegembiraan. Pengalaman yang tak ingin saya lupakan.
Setelah malam tirakatan acara yang mungkin paling ditunggu-tunggu
adalah lomba 17 agustus. Seperti namanya, lomba ini dilaksanakan tanggal
17 agustus. Kebanyakan lomba memang ditujukan untuk anak-anak. namun
menjadi bagian dari lomba ini juga sangat menyenangkan rasanya. Seperti
mengulang memori beberapa tahun lalu saat saya masih ikut dalam lomba
seperti memasukan pensil ke dalam botol, makan kerupuk, balap kelereng,
dan masih banyak yang lain. Biarpun setelah itu badan terasa letih tapi
kegembiraan yang terpancar dari wajah teman-teman saya di sini membuat
letih itu tertutupi. Saya bahagia, sangat bahagia.
Hari setelahnya ditutup dengan karnaval sepeda hias keliling kampung.
Sebagai seksi dokumentasi saya menyiapkan kamera untuk mengabadikan
kenangan ini agar dapat diingat suatu saat nanti. Bersepeda mengelilingi
desa yang masih hijau walaupun letaknya sudah dekat dengan kota. Mungkin
beberapa tahun lagi suasana di sini akan lain, maka dari itu saya beruntung
masih bisa menjadi bagian dari desa yang masih asri ini. tergambar jelas dari
hasil foto yang saya dapat kegembiraan dari warga yang ikut di dalamnya.
Tidak hanya anak-anak dan remaja tapi orang tua pun ikut dalam kemeriahan
ini. mungkin ini menjadi momen bersepeda saya dan warga Gamol untuk
yang pertama kali, namun saya tidak ingin menyebut ini yang terkahir. Suatu
saat saya ingin kembali ke sini dan bersepeda bersama lagi, semoga
kesempatan itu akan datang suatu hari nanti.
Kesempatan menambah pengalaman ada setelah saya ditawari untuk
ikut dalam kesenian ketoprak yang rencananya akan digelar di akhir bulan
Agustus sebagai malam penutup kegiatan perayaan kemerdekaan sekaligus
acara perpisahan dengan tim kkn. Kesempatan itu tidak saya buang begitu
saja, saya mengiyakan untuk ikut tampil dalam ketoprak yang berjudul
Suminten Edan. Dalam ketoprak tersebut saya berperan menjadi Wareng
Yudho, yaitu ajudan dari patih Setyo Projo di kadipaten Trenggalek. Meskipun
dialog saya tidak terlalu banyak saya cukup menikmati peran saya. Ini
merupakan pengalaman pertama saya dalam kesenian ketoprak.
Hubungan dengan pemuda dusun Gamol terjalin sanga baik, bahkan
pertemanan kami yang mungkin cukup singkat namun terlihat sudah cukup
lama. Saya sangat sulit untuk meninggalkan mereka. Saya berniat untuk
selalu berkunjung di setiap ada kesempatan datang ke sana. karena mereka
bukan sekedar teman lagi, tetapi sudah seperti saudara.

Dalam menjalankan program kkn ini tetap ada kendalanya, saya yakin
di tempat lain pun seperti itu. Tetapi kendala yang ada lebih banyak
permasalahan intern antara individu dalam tim. Saya akui ini sangat
menghambat jalannya program. Kalau boleh sedikit bercerita di tempat kkn
saya sering sekali terjadi masalah. Bahkan sempat terdapat dua kubu yang
saling beradu argumen tiap harinya. Bisa jadi mungkin karena latar belakang
kami yang berbeda ataupun karena ego kami yang sama-sama tinggi dan
susah untuk merendah. Namun biarpun begitu program tetap say laksanakan
dengan sungguh-sungguh. Beda halnya hubungan dengan warga yang kami
justru memiliki hubungan yang sangat baik.
Hambatan selanjutnya yaitu masalah dana yang memang membuat
program kami menjadi terbatas. Awalnya saya kurang begitu mengerti kenapa
tim pengusul sepertinya tidak terlalu ngotot dalam meminta dana ke mitra-
mitra atau lembaga yang mungkin bisa membantu. Mereka terkesan pasif.
Namun sebagai anggota yang memang bukan pengusul saya tidak bisa
menyalahkan mereka sepenuhnya. Mungkin memang harus ada pergerakan
lebih lanjut untuk mencari bantuan guna mengsukseskan program kkn.
Awalnya program tema kami adalah tentang Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM), namun melihat potensi UMKM di dusun Gamol ini yang
kurang begitu berpotensi maka program kami berubah menjadi lingkungan.
Kebetulan dari Pertamina Rewulu juga ada program tentang lingkungan maka
bisa berjalan selaras.
Program-program kami antara lain yaitu sosialisasi tentang sampah,
pemilahan sampah, dan pengelolaan sampah mandiri. Kesulitan yang kami
hadapi adalah bagaimana merubah pola pikir warga dalam mengelola
sampah dengan cara mereka (cara lama) dengan cara baru yang memang
lebih baik untuk lingkungan. Cara-cara lama masih sangat sulit untuk
ditinggalkan walaupun sebagian warga telah menyadari pentingnya
lingkungan yang bersih untuk kehidupan yang akan datang.
Berjuang dan berjuang akhirnya usaha yang kami lakukan cukup
berhasil hingga ada bukti konkretnya. Terbentuknya bank Sampah yang
merupakan bukti keseriusan warga dalam mengelola sampah secara mandiri,
serta juara 2 dalam lomba yang dilaksanakan oleh Pertamina Rewulu.
Setidaknya ini cukup membanggakan karena kepedulian warga terhadap
lingkungan akhirnya timbul.

Selanjunya kemitraan yang terlibat dalam kkn kami yaitu KLH (Kantor
Lingkungan Hidup) kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan kabupaten Sleman,
dan Dinas PU (Pekerjaan Umum) kabupaten Sleman.
Awalnya kami bermitra dengan Pertamina Rewulu yang dijembatani
oleh tim CSR Pertamina yang juga alumni UGM dari sebuah jurusan. Namun
seiring berjalannya waktu bantuan langsung dari Pertamina Rewulu tak juga
datang malah bahkan menghilang. Namun secara tidak langsung sebenarnya
ada andil dari Pertamina dalam kelancaran program kkn kami, yaitu dengan
adanya lomba kebersihan lingkungan. Kami berjalan selaras dan akhirnya
berhasil menjalankan program kami yang juga diliput oleh harian Bernas Joga
dan juga stasiun Televisi lokal RBTv. Untuk jam tayang dan tanggal mungkin
akhir Agustus saat kkn kami telah usai.
Pihak yang sangat membantu kami yaitu KLH kabupaten Sleman. Baik
dana maupun alat telah diberikan oleh KLH Sleman. Ketidakputusasaan kami
dalam mencari bantuan akhirnya terbayar dengan kepercayaan pihak KLH
Sleman untuk memberikan bantuan yang selaras dengan program kami yaitu
tentang lingkungan. Bantuan berupa tanaman perindang juga kami dapat dari
KLH Sleman.
Selain itu dari Dinas PU dan juga dinas Kesehatan juga membantu
kami dalam melaksanakan program. Dari dinas kesehatan kami dibantu
pengadaan leaflet tentang kesehatan yang kami bagikan ke warga
masyarakat. Sementara dari dinas PU kami mendapat leaflet dan juga
pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang sangat bermanfaat.
Maka dari itu kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan
dari pihak-pihak tadi sehingga program kami dapat berjalan lancar dan
berguna bagi masyarakat padukuhan Gamol meskipun dengan dana yang
pas-pasan.
Terima kasih juga untuk maysarakat yang telah berpartisipasi dalam
program kami salah satunya yaitu pembangunan TPS (Bank Sampah) yang
nantinya akan sangat berguna untuk pengelolaan sampah mandiri secara
terpadu. Tanpa adanya kerja sama yang baik dengan masyarakat maka tidak
akan dapat berjalan lancar program-program kami.

Hasil kegiatan kkn ini bisa digolongkan menjadi dua, yang pertama
yaitu hasil yang diperoleh individu yang kkn dan hasil yang dirasakan
bersama warga. Untuk hasil individu yang saya peroleh sangatlah banyak.
Mulai dari pegalaman-pengalaman berharga, memahami nilai-nilai kehidupan,
mendapatkan indahnya persahabatan, dan intinya hidup dalam masyarakat.
Untuk masyarakat bersama hasil yang diperoleh yaitu lingkungan yang lebih
bersih, pola hidup sehat yang lebih baik, dan masih banyak lagi. Saya sangat
berterima kasih atas kkn ini yang memang bermakna untuk diri saya pribadi.
Harapanya kkn bukan sekedar laporan ataupun kegiatan liburan saja, tapi
lebih dari itu kkn adalah pembelajaran untuk bermasyarakat dan belajar
berguna bagi masyarakat.


Kesenian ketoprak menjadi peninggalan budaya yang masih lestari di
sini maka dari itu untuk kedepanya bisa dipublikasikan ataupun digalakkan
lagi supaya kesenian ini tetap lestari sampai generasi yang selanjutnya.


II. KESIMPULAN
Kesimpulan yang saya dapatkan dari kkn ini adalah sebuah
pengalaman dan pembelajaran yang mungkin hanya sekali saya dapatkan
seumur hidup. Menjadi orang yang berguna bagi masyarakat adalah sebuah
kebahagiaan.

III. SARAN
Untuk kelanjutan program mungkin bisa menjadikan dusun Gamol ini
sebagai desa wisata dengan pengelolaan sampah yang baik dan kesenian
ketopraknya yang masih lestari dan masyarakat yang ramah ramah.

IV. LAMPIRAN

Mungkin itu laporan kegiatan kkn saya, maaf jika memang kurang
lengkap, selanjutnya saya lampirkan foto-foto kenangan saya di dusun
Gamol.


Foto ini adalah salah satu kegiatan di bulan ramadhan yaitu malam
pengajian nuzulul Quran.

foto di atas adalah saat karnaval sepeda bersama







foto lomba 17 agustus, Tarik tambang.



Foto pembangunan Bank Sampah



Foto malam pentas seni ketoprak, (saya sebelah kiri)






Dan gambar di atas adalah kenangan saya bersama teman-teman saya di
Gamol.