Anda di halaman 1dari 8

Detail Sambungan Beton Tahan Gempa

Kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat kurang baiknya pendetailan adalah :


1.Penampang kurang daktil (secara umum, daktilitas berarti kemampuan struktur untuk
mengalami lendutan yang besar tanpa mengalami keruntuhan.secara teknik, daktilitas
adalah perbandingan antara lendutan sebelum runtuh dengan lendutan saat mulai rusak)

2.Kerusakan akibat penjangkaran yang kurang panjang
3.Tertekuknya tulangan tekan (artinya perletakan tulangan beton yang tidak sesuai
dengan peruntukanya)

Karena peran daktilitas sangat besar pada kemampuan struktur untuk memancarkan
energy pada waktu terjadi gempa besar, maka pendetailan yang baik sangat penting
sekali dalam perencanaan struktur beton (Ir. Gideon H. Kusuma M.Eng dalam Dasar-
dasar Perencanaan Beton Bertulang))
Paragraf di atas merupakan lanjutan dari paragraph di bawah ini, di mana paragraph
dibawah ini merupakan sebagian tulisan dengan judul Pembesian / Penulangan Sloof III (
Detail Membuat Sloof)dalam postng sebelumnya.
Banyak ahli struktur mengatakan "Dalam Perencanaan Bangunan Di daerah Rawan
Gempa Pendetailan Struktur Sama Pentingya Dengan Analisa Stuktur Bahkan Lebih
Penting", Karena beban gempa itu sangat sulit diperkirakan dan dihitung distribusi
gayanya. (Ir. Gideon H. Kusuma M.Eng dalam Dasar-dasar Perencanaan Beton
Bertulang))

Nah dua paragraph di atas mengisyaratkan kepada kita arti pentingnya pendetailan
struktur bangunan. Di dalam pendetailan struktur bagunan tentu saja sangat banyak, akan
tetapi dalam blog kita ini hanya kita batasi pada beberapa pendetailan terutama detail joint
atau pertemuan antara komponen struktur, detail penyambungan tulangan, detail
penjangkaran. Beberapa detail pekerjan tulangan pernah kita tuliskan pada bab
sebelumnya Metode Pekerjaan Penulangan Beton.
Kenapa kita pilih detail joint atau pertemuan antara komponen struktur, karena dari hasil
pengamatan para ahli pasca terjadinya gempa yang menimbulkan kerusakan pada
bangunan, pada lokasi inilah yang banyak terjadi kerusakan. Semoga dalam tulisan
kedepan dapat disajikan kerusakan-keruskan akibat gempa dan cara memperbaikinya.

Dan detail penulangan tersebut adalah :
1. Detail Sambungan Pada Sloof meliputi sambungan antara sloof dng sloof dan
sloof dengan kolom
Detail penulangan sloof pada ilustrasi gambar disebutkan juga dengan detail penulangan
balok fondasi. Sebenarnya telah kita uraikan pada posting sebelumnya (ilustrasinya bikin
sendiri), akan tetapi tidak ada salahnya kita ulang lagi pada tulisan kali ini dengan ilusrasi
yang berbeda supaya lebih hapal.







Kesalahan pendetailan penulangan pada pertemuan ini adalah sebagai berikut :

2. Detail Sambungan Pada Kolom dan Balok
Pada detail pertemuan balok dan kolom, disini kita ilustrasikan dengan detail Sambungan
tahan gempa

Ilustrasi di atas sedikit komplet bukan? Yailustrasi gambar diatas ada detail sambungan yang
benar ditandai dengan tanda centang hijau sedang detail yang salah ditandai dengan tanda silang
merah, pada ilustrasi di atas juga terdapat cara penyambungan (pojok kanan bawah) disebut
dengan sambungan lewatan. Ilustrasi sambungan di atas sesuai dengan kaidah pada Metode
Pekerjaan Penulangan Beton bahwa ujung tulangan baja tulangan polos harus dibuat kait atau
penjangkaran.
3. Detail Sambungan Pada Kolom, Balok dan Sloof Tampak Samping
Pada ilustrasi gambar di bawah ini sebenarnya adalah tambahan keterangan point 1 dan 2
di atas, hanya saja ilustrasi dibawah ini adalah tampak samping dari detail prinsip
sambungan pada poin-point di atas.

4. Detail Pada Gunungan Atap
Pada ilustrasi gambar dibawah ini kita sebut dengan detail Dinding Amping.

Nah pembaca sekalian detail pada gunungan atap atau amping (pada ilustrasi di atas) merupakan
bagian yang penting untuk anda laksanakan. Pengalaman penulis dulu ketika gempa jogja 2006
banyak yang terjadi kerusakan pada bagian ini karena tidak ada betonnya pada gunungan ini atau
jika memang ada betonya maka metode penulangan yang tidak benar. Bagian gunungan ketika
gempa menjadi bagian yang menderita gaya yang besar karena posisinya yang tinggi dari tanah,
nah ketika bagian ini mengalami kerusakan dan sampai hancur akan jauh lebih membahayakan
lagi adalah bongkahan pasangan bata yang rusak bisa menimpa penghuni dibawahnya (ketika
gempa jogja tahun 2006 hal ini banyak penulis temui bongkahan bata di atas ranjang tidur pemilik
rumah). Apa yang terjadi jika kita sedang tidur bongkahan tadi menimpa kita.....?


Kegagalan atau kesalahan pendetailan sambungan struktur bisa berakibat seperti foto-foto di bawah
ini :


Tanda lingkaran merah pada gambar di atas secara ilmu sipil salah satunya disebabkan karna
pendetailan sambungan tulangan beton yang salah dimana kolom (tiang beton) dalam keadaan tidak
rusak akan tetapi pertemuan (joint) antara kolom dan balok rusak atau patah.

Lihat pembaca sekalian, apa kita mau menempati rumah dengan keadaan setelah gempa seperti ini.
Nah gambar yang satu ini juga dimungkinkan karena pendetailan yang tidak benar antara pertemuan
komponen struktur (dalam gambar ini pertemuan antara kolom dan balok).

Barang kali ketika membangun rumah bukan anda sendiri yang melakukan pekerjaan besi, akan tetapi
mintalah tukang anda untuk membuat penulangan di daerah pertemuan antara komponen struktur
seperti gambar-gambar di atas dan yang lebih penting sebelum melakukan pengecoran yakinkan
pekerjaan tukang anda sudah sesuai dengan yang diinginkan.