Anda di halaman 1dari 3

APA ITU TERPEN?

JANUARY 15, 2014 ANSARIKIMIA LEAVE A COMMENT


Terpen merupakan komponen utama resin, dan terpentin dihasilkan dari resin. Nama terpen itu
sendiri berasal dari kata turpentin. Selain itu, peranan mereka sebagai produk-akhir pada
organisme umumnya, terpen merupakan balok bangunan biosintetik utama dalam hampir setiap
ciptaan makhluk hidup. Steroid, misalnya merupakan turunan dari triterpen skualen.
Bila terpen diubah secara kimiawi, seperti melalui oksidasi atau penataan-ulang kerangka
karbon, yang menghasilkan senyawa-senyawa yang secara umum disebut sebagai terpenoid.
Beberapa penulis menggunakan istilah terpen yang meliputi seluruh terpenoid. Terpenoid juga
dikenal sebagai isoprenoid.
Terpen dan terpenoid merupakan konstituen utama dari minyak esensial dari banyak tipe
tanaman dan bunga. Minyak esensial ini digunakan secara luas sebagai aditif penyedapa rasa
alami untuk makanan, sebagai pengharum dalam wewangian, dan dalam obat tradisional dan
alternatif seperti aromateripi. Terpen sintetik yang beraneka-ragam dan turunan terpen dan
terpenoid alami juga sangat banyak keragaman aroma yang digunakan sebagai parfum dan
penyedap, sebagai aditif makanan. Vitamin A adalah salah satu contoh dari suatu terpen.
Terpen yang dilepaskan oleh pepohonan dengan lebih aktif yang kemudian dihangatkan oleh
cuaca, berfungsi sebagai bentuk pembenihan awan alami. Awan mencerminkan cahaya matahari,
yang memungkinkan hutan mengatur suhunya sendiri.
Aroma dan citarasa sangat diinginkan pada beberapa bir, itu berasal dari terpen. Dari terpen pula
menciptakan mirsen, beta-pinen, beta-kariofilen, dan alfa-humulen dijumpai dalam jumlah
terbesar.
BIOSINTESIS
Terpen dihasilkan secara biosintetik dari unit-unit isopren, dengan rumus molekul C
5
H
8
. Rumus
molekul dasar terpen ini adalah kelipatan dari (C
5
H
8
)
n
, di mana n adalah jumlah unit-unit isopren
yang terikat. Ini disebut aturan isopren atau aturan C-5. Uni-unit isoprena dapat saling terkait
kepala ke ekor untuk membentuk rantai-rantai lurus atau dapat juga ditata dalam bentuk cincin.
Yang satu dapat dianggap unit isopren sebagai salah satu dari balok bangunan umum yang alami.
Isopren itu sendiri tidak mengalami proses pembangunan, namun bentuk-bentuk yang lebih
teraktifkan, isopentenil pirofosfat (IPP atau juga isopentenil difosfat) dan dimetilalil pirofosfat
(DMAPP atau juga dimetilalil difosfat), merupakan komponen-komponen dalam jalur
biosintetik. IPP terbentuk dari asetil-KoA melalui intermediasi asam mevalonat dalam jalur
HMG-CoA reductase. Sebuah alternatif, jalur biosintesis total yang tidak terkait dengan IPP
diketahui pada beberapa kelompok bakteri dan plastid tanaman, disebut juga MEP (2-Metil-D-
eritriol-4-fosfat), yang diawali dari gula-C5. Pada kedua jalur, IPP diisomerkan menjadi DMAPP
melalui enzim isopentenil pirofosfat isomerase.
Seperti rantai-rantai dari unit-unit isopren yang dibangun, terpen-terpen yang dihasilkan
digolongkan secara berturut-turut dengan ukuran seperti Hemiterpen, Monoterpen, Seskuiterpen,
Diterpen, Sesterterpen, Triterpen, dan Tetraterpen.
JENIS-JENIS TERPEN
Terpen-terpen dapat diklasifikasi berdasarkan jumlah unit terpen dalam molekulnya; awalan
dengan nama menunjukkan jumlah unit terpen yang dibutuhkan untuk membangun molekul
tersebut.
1. Hemiterpen terdiri dari unit isoterpen tunggal. Isopren itu sendiri hanya dianggap
hemiterpen, tetapi turunannya mengandung oksigen, seperti halnya prenol dan asam
isovalerat.
2. Monoterpen terdiri dari dua unit isopren dan mempunyai rumus molekul C
10
H
16
. Contoh-
contoh dari monoterpen ialah Geraniol, Limonen, dan Terpineol.
3. Seskuiterpen terdiri dari tiga unit isopren dan mempunyai rumus molekul C
15
H
24
. Beberapa
contoh dari seskuiterpen ialah Farnesen, Farnesol. (Awalan seskui- berarti satu dan setengah.)
4. Diterpen terdiri dari empat unit isopren dan mempunyai rumus molekul C
20
H
32
. Diterpen
berasal dari geranil-geranil pirofosfat. Contoh-contoh dari diterpen adalah Cafestol, Kahweol,
Cembran dan Taksadien (prekursor dari taksol). Diterpen juga membentuk dasar bagi
senyawa-senyawa penting secara secara biologi seperti halnya Retinol, Retinal, dan Fitol.
Senyawa-senyawa ini diketahui merupakan anti-mikroba dan anti-radang.
5. Sesterterpen, terpen yang mempunyai 25 unit karbon dan lima unit isopren, adalah relatif
jarang pada ukuran yang lain. (Awalan sester- berarti setengah sampai tiga, yaitu dua dan
setengah.) Satu contoh dari sebuah Sesterterpen ialah Geranilfarnesol.
6. Triterpen terdiri dari enam unit isopren dan mem-punyai rumus molekul C
30
H
48
. Triterpen
skualen yang linier, konstituen utama dari minyak hati ikan hiu, berasal dari dua molekul
pasangan reduktif dari Farnesil pirofosfat. Skualen kemudian diproses secara biosintetik
untuk menghasilkan Lanosterol atau Sikloartenol, prekursor-prekursor struktural bagi semua
steroid.
7. Tetraterpen mengandung delapan unit isopren dan mempunyai rumus molekul C
40
H
64
.
Tetraterpen yang penting secara biologis meliputi likopen asiklik, gamma-karoten
monosiklik, dan alfa- danbeta-lkaroten bisiklik.
8. Politerpen terdiri dari banyak unit isopren rantai panjang. Karet alam terdiri dari poliisopren
dalam mana ikatan rangkap-duanya adalah cis. Beberapa tanaman menghasilkan suatu
poliisopren dengan ikatan-rangkap-dua trans, dikenal sebagai gutta-percha.

KEGUNAAN TERPEN
Penelitian mengenai terpen telah menemukan bahwa bahan aktifnya yang berkualitas sangat
ideal untuk pestisida alami.
Terpin hidrat adalah turunan dari terpentin, suatu espektoran dna humektan. Ini secara umum
digunakan dalam pengobatan bronkitis akut atau kronis dan kondisi-kondisi terkait.
Terpen digunakan oleh anai-anai dari famili Nasutitermiteinae untuk menyerang serangga
musuh, dengan menggunakan mekanisme khusus yang disebut senjata Fontanellar. ***