Anda di halaman 1dari 22

1 | P a g e

Nb : tolong kamu lihat dulu ras ya. Kalau memang udah ada di kamu semua, syukur.
Kalau memang belum, kamu gabungin biar lengkap. Untuk gambar2 kartunnya bisa
dipakai untuk PPT presentasi. Ntar kalau jam 8 malam ini udah kelar. Tolong kamu
kirim ke email bu demes ras ya........ hehehe thank before

GEMPA BUMI
A. Pengertian
Gempabumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam
bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak
bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan
lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah
berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke
permukaan bumi.

B. Karakteristik
Adapun karakteristik gempa bumi adalah sebagai berikut:
Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
Lokasi kejadian tertentu
Akibatnya dapat menimbulkan bencana
Berpotensi terulang lagi
Belum dapat diprediksi
Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi

C. Tipe Gempa Bumi
Tipe-tipe gempa bumi dapat digolongkan menjadi:
1. Gempa bumi vulkanik (Gunung Api). Gempa bumi ini terjadi akibat adanya
aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila
keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang
juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya
terasa di sekitar gunung api tersebut.
2 | P a g e

2. Gempa bumi tektonik. Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik,
yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai
kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak
menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang
kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan
oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik
seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga
yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik.
Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari
beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut
dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan
sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang
menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

D. Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya gempa bumi, yaitu:
1. Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi
2. Aktivitas sesar di permukaan bumi
3. Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah
4. Aktivitas gunung api
5. Ledakan Nuklir
Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan ke seluruh
bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan
dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Getaran gempa
juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah
lainnya yang merusak permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan
bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan industri dan transportasi serta banjir
akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya.
E. Terjadinya Gempa Bumi
3 | P a g e


Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa
lempeng tektonik besar. Lempeng tektonik adalah segmen keras kerak bumi yang
mengapung diatas astenosfer yang cair dan panas. Oleh karena itu, maka lempeng
tektonik ini bebas untuk bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Daerah
perbatasan lempeng-lempeng tektonik, merupakan tempat-tempat yang memiliki
kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan gempa bumi, gunung berapi dan
pembentukan dataran tinggi. Teori lempeng tektonik merupakan kombinasi dari
teori sebelumnya yaitu: Teori Pergerakan Benua (Continental Drift) dan Pemekaran
Dasar Samudra (Sea Floor Spreading).
Lapisan paling atas bumi, yaitu litosfir, merupakan
batuan yang relatif dingin dan bagian paling atas
berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan
ini terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut
mantel. Lapisan ini sedemikian panasnya sehingga
senantiasa dalam keadaan tidak kaku, sehingga dapat
bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas
yang kita kenal sebagai aliran konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan bagian
dari litosfir padat dan terapung di atas mantel ikut bergerak satu sama lainnya. Ada
tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng
4 | P a g e

lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling
mendekati(collision) dan saling geser (transform).
Jika dua lempeng bertemu pada suatu sesar,
keduanya dapat bergerak saling menjauhi,
saling mendekati atau saling bergeser.
Umumnya, gerakan ini berlangsung lambat
dan tidak dapat dirasakan oleh manusia
namun terukur sebesar 0-15cm pertahun. Kadang-kadang, gerakan lempeng ini
macet dan saling mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung
terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat
menahan gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal
sebagai gempa bumi.

F. Jalur Gempa Bumi Dunia
Indonesia merupakan daerah rawan gempabumi karena dilalui oleh jalur pertemuan
3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng
Pasifik. Lempeng Indo-Australia bergerak relatip ke arah utara dan menyusup
kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah barat.
Jalur pertemuan lempeng berada di laut sehingga apabila terjadi gempabumi besar
dengan kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga
Indonesia juga rawan tsunami.
5 | P a g e

Belajar dari pengalaman kejadian gempabumi dan tsunami di Aceh, Pangandaran dan
daerah lainnya yang telah mengakibatkan korban ratusan ribu jiwa serta kerugian
harta benda yang tidak sedikit, maka sangat diperlukan upaya-upaya mitigasi baik
ditingkat pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana
gempabumi dan tsunami. Mengingat terdapat selang waktu antara terjadinya
gempabumi dengan tsunami maka selang waktu tersebut dapat digunakan untuk
memberikan peringatan dini kepada masyarakat sebagai salah satu upaya mitigasi
bencana tsunami dengan membangun Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia
(Indonesia Tsunami Early Warning System/ Ina-TEWS).
G. Macam-macam Gelombang Gempa
1. Gelombang Longitudinal (Gelombang Primer)
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang pertama kali tercatat pada
seismograf. Gelombang ini dirambatkan dari hiposentrum melalui lapisan
litosfer dan dirambatkan secara menyebar dan cenderung cepat. Jenis
gelombang longitudinal ini sifatnya sama seperti gelombang suara yang bisa
merambat melalui zat padat, cair dan padat.
2. Gelombang Transversal (Gelombang Sekunder)
Gelombang transversal muncul setelah gelombang longitudinal dan tercatat
pada seismograf setelah gelombang longitudinal. Gelombang ini dirambatkan
dari hiposentrum ke segala arah dalam lapisan litosfer dan kecepatannya
lebih rendah dibandingkan gelombang longitudinal dan bergerak tegak lurus
dengan arah rambatannya. Gelombang transversal hanya dapat merambat
melalui zat padat. Jika ia merambat melalui medium cair dan gas maka
gelombang ini akan hilang dan tidak tercatat lagi pada seismograf.
3. Gelombang Panjang (Gelombang Permukaan)
Gelombang panjang adalah gelombang yang merambat melalui episentrum
dan menyebar ke segala arah di permukaan bumi. Gelombang ini melanjutkan
perjalanannya di permukaan bumi dan merupakan gelombang pengiring
setelah gelombang transversal. Gelombang transversal adalah gelombang
yang bersifat merusak karena gelombang ini berjalan terus melalui wilayah
sekitar pusat gempa bumi.

6 | P a g e

Faktor Yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Gempa Bumi
Gempa bumi yang terjadi pada suatu daerah bisa merupakan gempa yang
berskala besar maupun gempa yang berskala kecil. Besar kecilnya gempa itu
dikarenakan beberapa faktor yaitu:
1) Skala atau magnitude gempa. Yaitu kekuatan gempa yang terjadi yang
bukan berdasarkan lokasi observasi pada suatu daerah . Magnitude
gempa biasa dihitung tiap gempa terjadi dan dicatat oleh seismograf
yang dinyatakan dalam satuan Skala Ricther.
2) Durasi dan kekuatan gempa. Yaitu lamanya guncangan gempa yang
terjadi pada suatau daerah dan kekuatan gempa yang terjadi dengan
melihat kerusakan pada daerah tempat terjadinya gempa bumi.
3) Jarak sumber gempa terhadap perkotaan. Jarak sumber gempa yang
jauh dari perkotaan akan memungkinkan intensitas gempa semakin
rendah.
4) Kedalaman sumber gempa. Yaitu kedalaman pusat terjadinya gempa
diukur dari permukaan bumi. Semakin dalam pusat gempa maka
semakin rendah kekuatan gempa yang terjadi.
5) Kualitas tanah dan bangunan. Kualitas tanah yang buruk akibat
bangunan dapat mengakibatkan serangan gempa bumi yang kuat.
6) Lokasi perbukitan dan pantai. Pantai atau daerah perbukitan
merupakan daerah rawan gempa karena perbukitan dan pantai
merupakan daerah pertemuan lempeng. Sehingga dapat
mempengaruhi besar kecil kekuatan gempa berdasarkan
hiposentrumnya.
Klasifikasi Gempa Bumi
1) Berdasarkan Penyebabnya
a). Gempa Tektonik: gempa yang terjadi karena perubahan kedudukan
lapisan batuan yang mengakibatkan adanya pergerakan lempeng-
lempeng pada lapisan kulit bumi.
b). Gempa Vulkanik: gempa yang terjadi karena adanya aktivitas magma
dalam lapisan bawah permukaan bumi.
7 | P a g e

c). Gempa Runtuhan: gempa yang terjadi karena adanya runtuhan pada
terowongan bawah tanah akibat aktivitas pertambangan. Runtuhan
terowongan yang besar tersebut dapat mengakibatkan getaran yang kuat.

2) Berdasarkan Kedalaman Hiposentrum
a). Gempa Dangkal: gempa yang memiliki kedalaman titik
hiposentrumnya rendah. Titik hiposentrum ini dihitung dari permukaan
laut sampai pada titik pusat gempa berada.
b). Gempa Menengah: gempa yang memiliki kedalaman titik
hiposentrumnya tidak terlalu dalam dan jauh dari permukaan bumi.
Berada sekitar 100-300 km di bawah permukaan laut.
c). Gempa Dalam: gempa yang memiliki kedalaman titik hiposentrumnya
sangat jauh dari permukaan laut. Titik hiposentrum > 300 km di bawah
permukaan air lut.
3) Berdasarkan Jarak Episentrum
a). Gempa Setempat: gempa yang guncangannya dirasakan pada
permukaan bumi namun hanya pada daerah tempat titik pusat gempa
berada. Biasanya gempa semacam ini memiliki kekuatan yang sangat
rendah sehingga hanya dirasakan oleh wilayah setempat saja.
b). Gempa Jauh: gempa yang guncangannya dirasakan pada permukaan
bumi dan getarannya dirasakan hingga daerah yang jauh dari titik pusat
gempa berada. Gempa ini dapat terjadi apabila memiliki kekuatan yang
cukup besar sehingga mengakibatkan guncangan yang kuat.
c). Gempa Sangat Jauh: gempa yang guncangannya dirasakan pada
permukaan bumi dan getarannya dapat dirasakan hingga daerah yang
sangat jauh dari daerah asal gempa terjadi. Gempa ini memiliki kekuatan
yang sangat besar sehingga menimbulkan guncangan yang dahsyat dan
mencakup wilayah yang sangat luas.
4) Berdasarkan Bentuk Episentrum
a). Gempa Sentral: gempa yang episentrumnya berupa suatu titik. Gempa
yang dirasakan pada daerah setempat.
8 | P a g e

b). Gempa Linier: gempa yang episentrumnya berupa suatu garis. Gempa
ini dirasakan oleh daerah-daerah yang berada disebelah daerah pusat
gempa dan terus merambat hingga daerah berikutnya sehingga
membentuk suatu garis.
5) Berdasarkan Letak Episentrum
a). Gempa Laut: gempa yang episentrumnya berada di bawah dasar laut.
Gempa ini terjadi karena hiposentrumnnya berada di bawah dasar laut
sehingga guncangan dan getarannya berada di dasar laut. Biasanya gempa
ini dapat mengakibatkan tsunami apa bila kekuatannya sangat besar.
b). Gempa Darat: gempa yang episentrumnya berada di permukaan bumi
atau daratan. Gempa ini terjadi apabila hiposentrumnya berada di bawah
permukaan bumi dan berada pada lempeng benua.
Aktivitas Gempa Bumi Di Indonesia
Bumi kita memiliki dua jalur pegunungan muda yaitu sirkum pasifik dan
sirkum mediterania. Jalur pegunungan tersebut merupakan salah satu dari
proses pembentukan batuan dan dampak dari gempa yang sering terjadi
sehingga mengakibatkan tumbukan antar lempeng terus terjadi dan membentuk
suatu pegunungan yang panjang. Sirkum pasifik dan sikum mediterania ini
bertemu di wilayah Asia dan Indonesia merupakan salah satu negara yang
berada diantara jalur tersebut. Di dunia ada 7 lempeng yang besar yaitu Pasifik,
Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, Antartika, dan Eurasia, tempat
Indonesia berada. Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng yaitu
lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.
Lempeng Eurasia merupakan lempeng yang keadaannya stabil,
sedangkan lempeng Indo-Autralia adalah lempeng yang cenderung bergerak ke
utara dan lempeng Pasifik yang cenderung bergerak ke barat. Itulah yang
membuat Indonesia berada pada daerah rawan bencana gempa bumi. Wilayah-
wilayah di Indonesia yang merupakan daerah rawan yaitu Sumatra terutama
bagian pesisir barat, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua. Berdasarkan sejarah
kekuatan sumber gempa, aktivitas gempa bumi di Indonesia dibagi menjadi 6
daerah aktivitas:
9 | P a g e

1) Daerah sangat aktif. Magnitude lebih dari 8 SR mungkin terjadi di
daerah ini. Yaitu di Halmahera, pantai utara Irian.
2) Daerah aktif. Magnitude 8 SR mungkin terjadi dan magnitude 7 SR
sering terjadi. Yaitu di lepas pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa,
Nusa Tenggara, Banda.
3) Daerah lipatan dan retakan. Magnitude kurang dari 7 SR mungkin
terjadi. Yaitu di pantai barat Sumatra, kepulauan Suna, Sulawesi
tengah.
4) Daerah lipatan dengan atau tanpa retakan. Magnitude kurang dari 7
SR bisa terjadi. Yaitu di Sumatra, Jawa bagian utara, Kalimatan bagian
timur.
5) Daerah gempa kecil. Magnitude kurang dari 5 SR jarang terjadi. Yaitu
di daerah pantai timur Sumatra, Kalimantan tengah.
6) Daerah stabil, tak ada catatan sejarah gempa. Yaitu daerah pantai
selatan Irian, Kalimantan bagian barat.
Indonesia memiliki banyak sejarah gempa yang terjadi. Salah satu gempa
yang terdahsyat yaitu di tahun 2004 pada bulan desember yang mengguncang
Aceh dan sekitarnya dengan gempa yang berkekuatan 9,8 SR. Gempa ini
mengakibatkan timbulnya tsunami karena hiposentrumnya yang berada pada
dasar laut.

Dampak Terjadinya Gempa Bumi
Gempa bumi memiliki dampak negatif bagi manusia diantaranya
kerusakan berat pada tempat tinggal warga yang bertempat tinggal ditempat
kejadian. Terutama apabila gempa yang terjadi memiliki kekuatan yang besar.
Banyak dari korban bencana kehilangan tempat tinggal dan tempat berlindung.
Selain itu gempa yang menyebabkan banyaknya bangunan yang runtuh akan
mengakibatkan banyak korban jiwa berjatuhan akibat tertindih bangunan.
Selain kerusakan fisik, gempa juga memiliki dampak negative bagi
psikologis korban yang mengalami bencana. Beberapa dari korban juga akan
mengalami trauma atas kejadian yang dialaminya. Ini juga dapat berdampak bagi
perekonomian negara karena secara tidak langsung negara perlu mengeluarkan
10 | P a g e

banyak biaya untuk mengatasi korban-korban bencana alam baik dari pangan
maupun sandang. Tenaga medis dan fasilitasnyapun sangat diperlukan untuk
mengatasi dampak dari bencana tersebut.
Gempa juga dapat mengakibatkan timbulnya gelombang besar tsunami
apabila gempa tersebut hiposentrumnya berada pada dasar laut dan memiliki
kekuatan yang besar. Gelombang trunami tersebut dapat merusak semua benda
yang dilaluinya dan membawa semua material-material kedalam laut.
H. Tips Ketika Terjadi Gempa Bumi
Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat
dijadikan pegangan di manapun anda berada:
1. Di dalam rumah. Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu,
anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah
ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda
tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang
menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya
kebakaran.
2. Di sekolah. Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau
buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang
terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan
pohon.
3. Di luar rumah. Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di
daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya
kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan
tangan, tas atau apapun yang anda bawa.
4. Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall. Jangan menyebabkan kepanikan
atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.
5. Di dalam lift. Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran.
Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka
tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan
mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan
menggunakan interphone jika tersedia.
11 | P a g e

6. Di kereta api. Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan
terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah
mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi
petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
7. Di dalam mobil. Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan
roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah
mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan
berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka
keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
8. Di gunung/pantai. Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung.
Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari
tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah
mengungsi ke dataran yang tinggi.
9. Beri pertolongan. Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat
terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit
akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah
memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar
anda.
10. Dengarkan informasi. Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul
kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap
tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat
memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan
bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

I. Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Bencana Gempa Bumi
Untuk menghadapi bencana gempa bumi, maka diperlukan strategi yang tepat,
diantaranya:
1. Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah
rawan gempa.
2. Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
3. Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
4. Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
12 | P a g e

5. Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan
hunian di daerah rawan gempa bumi.
6. Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
7. Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan
cara - cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
8. Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan
masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan
pertolongan pertama.
9. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan
perlindungan masyarakat lainnya.
10. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam
menghadapi gempa bumi.
11. Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan
pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.
12. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan
perlindungan masyarakat lainnya.
13. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam
menghadapi gempa bumi.

J. Jenis Kegiatan Siaga Bencana
Kegiatan penanganan siaga bencana memang berbeda dibandingkan pertolongan medis
dalam keadaan normal lainnya. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian penting.
Berikut beberapa tnidakan yang bisa dilakukan oleh perawat dalam situasi tanggap
bencana:
1. Pengobatan dan pemulihan kesehatan fisik
Bencana alam yang menimpa suatu daerah, selalu akan memakan korban dan
kerusakan, baik itu korban meninggal, korban luka luka, kerusakan fasilitas
pribadi dan umum, yang mungkin akan menyebabkan isolasi tempat, sehingga
sulit dijangkau oleh para relawan. Hal yang paling urgen dibutuhkan oleh
13 | P a g e

korban saat itu adalah pengobatan dari tenaga kesehatan. Perawat bisa turut
andil dalam aksi ini, baik berkolaborasi dengan tenaga perawat atau pun
tenaga kesehatan profesional, ataupun juga melakukan pengobatan bersama
perawat lainnya secara cepat, menyeluruh dan merata di tempat bencana.
Pengobatan yang dilakukan pun bisa beragam, mulai dari pemeriksaan fisik,
pengobatan luka, dan lainnya sesuai dengan profesi keperawatan
2. Pemberian bantuan
Perawatan dapat melakukan aksi galang dana bagi korban bencana, dengan
menghimpun dana dari berbagai kalangan dalam berbagai bentuk, seperti
makanan, obat obatan, keperluan sandang dan lain sebagainya. Pemberian
bantuan tersebut bisa dilakukan langsung oleh perawat secara langsung di
lokasi bencana dengan memdirikan posko bantuan. Selain itu, Hal yang harus
difokuskan dalam kegiatan ini adalah pemerataan bantuan di tempat bencana
sesuai kebutuhan yang di butuhkan oleh para korban saat itu, sehinnga tidak
akan ada lagi para korban yang tidak mendapatkan bantuan tersebut
dikarenakan bantuan yang menumpuk ataupun tidak tepat sasaran.
3. Pemulihan kesehatan mental
Para korban suatu bencana biasanya akan mengalami trauma psikologis akibat
kejadian yang menimpanya. Trauma tersebut bisa berupa kesedihan yang
mendalam, ketakutan dan kehilangan berat. Tidak sedikit trauma ini menimpa
wanita, ibu ibu, dan anak anak yang sedang dalam massa pertumbuhan.
Sehingga apabila hal ini terus berkelanjutan maka akan mengakibatkan stress
berat dan gangguan mental bagi para korban bencana. Hal yang dibutukan
dalam penanganan situasi seperti ini adalah pemulihan kesehatan mental yang
dapat dilakukan oleh perawat. Pada orang dewasa, pemulihannya bisa
dilakukan dengan sharing dan mendengarkan segala keluhan keluhan yang
dihadapinya, selanjutnya diberikan sebuah solusi dan diberi penyemangat
untuk tetap bangkit. Sedangkan pada anak anak, cara yang efektif adalah
dengan mengembalikan keceriaan mereka kembali, hal ini mengingat sifat
14 | P a g e

lahiriah anak anak yang berada pada masa bermain. Perawat dapat
mendirikan sebuah taman bermain, dimana anak anak tersebut akan
mendapatkan permainan, cerita lucu, dan lain sebagainnya. Sehinnga
kepercayaan diri mereka akan kembali seperti sedia kala.
4. Pemberdayaan masyarakat
Kondisi masyarakat di sekitar daerah yang terkena musibah pasca bencana
biasanya akan menjadi terkatung katung tidak jelas akibat memburuknya
keaadaan pasca bencana., akibat kehilangan harta benda yang mereka miliki.
sehinnga banyak diantara mereka yang patah arah dalam menentukan hidup
selanjutnya. Hal yang bisa menolong membangkitkan keadaan tersebut adalah
melakukan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat perlu mendapatkan
fasilitas dan skill yang dapat menjadi bekal bagi mereka kelak. Perawat dapat
melakukan pelatihan pelatihan keterampilan yang difasilitasi dan
berkolaborasi dengan instansi ataupun LSM yang bergerak dalam bidang itu.
Sehinnga diharapkan masyarakat di sekitar daerah bencana akan mampu
membangun kehidupannya kedepan lewat kemampuan yang ia miliki.

K. Antisipasi Gempa Bumi
Sebelum Terjadi Gempabumi
15 | P a g e

A. Kunci Utama adalah

Mengenali apa yang disebut gempabumi Pastikan bahwa struktur dan
letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh
gempabumi (longsor, liquefaction dll) Mengevaluasi dan merenovasi
ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya
gempabumi.
B. Kenali Lingkungan Tempa Anda Bekerja

Perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat,
apabila terjadi gempabumi, sudah mengetahui tempat
paling aman untuk berlindung.

Belajar melakukan P3K

Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran

Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi
pada saat terjadi gempabumi.
C. Persiapan Rutin pada tempat Anda bekerja dan
tinggal

Perabotan (lemari, cabinet, dll) diatur menempel pada
dinding (dipaku, diikat, dll) untuk menghindari jatuh,
roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang
tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak
sedang digunakan.
16 | P a g e

D. Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempabumi
adalah akibat kejatuhan material

Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah

Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat
gempabumi terjadi (misalnya lampu dll)
E. Alat yang harus ada di setiap tempat

Kotak P3K
Senter/lampu battery
Radio
Makanan suplemen dan air

Saat Terjadi Gempabumi
17 | P a g e

A. Jika Anda berada di dalam bangunan

Lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan
bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dll

Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan
goncangan

Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan
B. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka

Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda
seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll

Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila
terjadi rekahan tanah
C. Jika Anda sedang mengendarai mobil

Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika
terjadi pergeseran atau kebakaran. Lakukan point B.
18 | P a g e

D. Jika Anda tinggal atau berada di pantai

Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami. .
E. Jika Anda tinggal di daerah pegunungan

Apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang
mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempabumi
19 | P a g e

A. Jika Anda berada di dalam bangunan

Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib

Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift,
gunakan tangga biasa.

Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.

Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi
luka parah pada Anda atau sekitar Anda.
B. Periksa lingkungan sekitar Anda

Periksa apabila terjadi kebakaran.

Periksa apabila terjadi kebocoran gas.

Periksa apabila terjadi hubungan arus pendek listrik.

Periksa aliran dan pipa air.

Periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan
(mematikan listrik, tidak menyalakan api dll)
C. Jangan mamasuki bangunan yang sudah terkena
gempa

karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
20 | P a g e

D. Jangan berjalan di daerah sekitar gempa

kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
E. Mendengarkan informasi.

Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio
(apabila terjadi gempa susulan).

Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang
tidak jelas sumbernya.
F. Mengisi angket yang diberikan oleh instansi
terkait untuk mengetahui seberapa besar
kerusakan yang terjadi
21 | P a g e

G. Jangan panik dan jangan lupa selalu berdo'a
kepada Tuhan YME demi keamanan dan
keselamatan kita semuanya.





Kesimpulan
Gempa bumi adalah getaran yang berasal dari energi dalam bumi yang bisa
disebabkan oleh pergerakan batuan atau pergerakan lempeng, aktivitas magma,
maupun aktivitas yang dilakukan manusia. Proses terjadinya gempa bumi juga
dipengaruhi oleh jenis gempa yang terjadi baik tektonik maupun vulkanik. Gelombang
gempa ada 3 yaitu gelombang longitudinal, transversal dan panjang. ada beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya gempa yaitu, skala atau magnitude,
durasi dan kekuatan, jarak sumber gempa dengan perkotaan, kedalaman sumber
gempa, kualitas tanah dan bangunan, dan lokasi perbukitan dan pantai. Gempa dibagi
menjadi beberapa macam yaitu:
1) Berdasarkan penyebabnya: tektonik-vulkanik-runtuhan
2) Berdasarkan kedalaman hiposentrum: dangkal-menengah-dalam
3) Berdasarkan jarak episentrum: setempat-jauh-sangat jauh
4) Berdasarkan bentuk episentrum: sentral-linier
5) Berdasarkan letak episentrum: laut-dasar
Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana gempa karena
Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng besar di dunia yaitu lempeng Eurasia,
22 | P a g e

Indo-Australia an Pasifik. Wilayah-wilayah di Indonesia yang dilalui oleh lempeng
tersebut sehingga mengakibatkan wilayah tersebut rawan bencana gempa bumi adalah
Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua. Kalimantan merupakan satu pulau yang
aman dari gempa bumi karena posisinya yang berada di tengah-tengah lempeng.
Gempa dapat membawa dampak negatif bagi manusia. Baik secara fisik maupun
psikologis. Secara fisik tentu dapat merusak bangunan-bangunan tempat terjadinya
gempa sehingga banyak warga yang kehilangan tempat tinggal. Selain itu juga banyak
korban jiwa yang timbul karena tertimbun oleh bangunan-bangunan yang runtuh.
Dampak negatif dari segi psikologis adalah beberapa dari korban bencana gempa dapat
mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Gempa yang berkekuatan besar dan yang
memiliki sumber gempa di dasar laut juga memiliki dampak terjadinya tsunami.
Dampak-dampak tersebut juga dapat berpengaruh bagi keadaan negara karena
mempengaruhi perekonomian juga keamanan negara seperti banyaknya bantuan yang
harus dijalankan pemerintah untung mengatasi bencana tersebut.
Saran
Masyarakat harus lebih tahu mengenai gejala-gelaja alam yang sering terjadi di
Indonesia dan pemerintah juga harus sering mengadakan penyuluhan-penyuluhan serta
pengetahuan bagi masyarakat agar mereka mengerti dan dapat mengetahui apa yang
harus mereka lakukan apabila suatu saat mereka dihadapkan dengan bencana gempa
bumi.
Pemerintah juga harus betindak cepat dalam menangani segala bencana yang
terjadi agar tidak memakan banyak korban jiwa. Apabila dihadapkan dengan bencana
gempa bumi, disaranakan yang pertama paling penting adalah menyelamatkan diri
dibandingkan harta benda yang dimiliki.