Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
Kehamilan ektopik ialah suatu kehamilan yang berbahaya bagi wanita yang bersangkutan
berhubung dengan besarnya kemungkinan terjadi keadaan yang gawat. Keadaan gawat dapat
terjadi apabila kehamilan ektopik terganggu.
1
Kehamilan ektopik merupakan keadaan emergensi
yang menjadi penyebab kematian maternal selama kehamilan trimester pertama, karena janin
pada kehamilan ektopik secara nyata bertanggung jawab terhadap kematian ibu, maka para
dokter menyarankan untuk mengakhiri kehamilan.
2
Hal yang perlu diingat ialah bahwa pada
setiap wanita dalam masa reproduksi dengan gangguan atau keterlambatan haid yang disertai
dengan nyeri perut bagian bawah, perlu difikirkan dugaan adanya kehamilan ektopik terganggu.
1
BAB II
LAPORAN KASUS
I. IDENTITAS PASIEN
Nama Ny EK
mur !" tahun
#ekerjaan Karyawan
$lamat Komplek twp al blok E %& "'2(
)tatus *enikah
$gama +slam
#endidikan ),&$
-angsa +ndonesia
No rekam medis 11.2/!
&anggal masuk %) 20'1'1.
++. ANAMNESIS : $utoanamnesa pada pasien
Keluhan utama : keluar darah dari kemaluan sejak 1 hari yang lalu
Keluhan tambahan : 2
Riwayat Penyait Sea!an"
#asien datang ke poliklinik kandungan %)$, dengan keluhan keluar darah dari
Kemaluan sejak 1 hari yang lalu, pasien mengaku hamil 32/ minggu, H#H& 4 112321..
&# 4 55 , pasien menyangkal nyeri perut. #asien mengatakan bahwa pernah mengalami
hal seperti ini pada saat mengandung anak ke ! yaitu pada tahun 2(1!.
Riwayat Penyait Dahulu
2 #ernah keguguran pada tahun 2(1! dan dikuret
2 %iwayat pemakaian K- spiral
2 %iwayat hipertensi 627
2 %iwayat 8* 627
2 %iwayat $lergi obat 627
Riwayat #enyait elua!"a
2 %iwayat 8*, hipertensi, asma disangkal
Riwayat Hai$
% *enarche 4 12 tahun
% )iklus 4 21 hari, teratur
% ,amanya 4 / hari
% 8ysmenore 4 627
2 H#H& 4 112321.
Riwayat Ob&tet!i
2 Hamil ke 1 6tahun 1""17 lahir spontan di tolong bidan, -- !(((g, umur 13 tahun
2 Hamil ke 2 6 tahun 2((27 lahir spontan di tolong bidan, -- !1((g, umur 12 tahun
2 Hamil ke ! 6tahun 2(1!7 abortus, umur kehamilan 2 bulan
2 Hamil ke . sekarang
III. PEMERIKSAAN 'ISIK
A. Statu& "ene!ali&
2 Keadaan umum 4 &ampak sakit ringan
2 Kesadaran 4 9ompos *entis
2 &anda2tanda :ital 4
o &ekanan darah 4 12('"( mmHg
o Nadi 4 12;' menit
o %espirasi 4 2(;'menit
o )uhu 4 !3,1 < 9
Peme!i&aan (i&i :
2 *ata 4 9$ = '= , )+ 2'2
2 ,eher 4 K>- dan tiroid tidak teraba membesar
2 &horaks 4 9' )+2++ regular, murmur 627, gallop 627
#' )N :ersikuler, rho 2'2, whe 2'2
2 $bdomen 4 , datar, nyeri tekan 627, - 6=7 N
2 Ekstremitas 4 $kral hangat = = ?edem 2 2
= = 2 2
Statu& )ine*l*"i
2 +nspeksi 4 &ampak perdarahan dari kemaluan
2 +nspekulo 4 &idak dilakukan
+@ #E*E%+K)$$N #ENNA$N>
1. #emeriksaan ,aboratorium 6 &anggal 1( Auni 2(1!7
Ha&il Nilai n*!mal
Hemat*l*"i
,eukosit 3,"(( !,121(,3 ribu'u, Normal
Hemoglobin +,-. 1!,221/,! g'd, *enurun
Hematokrit !" .(202 B Normal
&rombosit !1(k 10(2..( ribu'u, Normal
2. ltrasonografi 6)>7
Hasil )> 4
2 terus sedikit membesar
2 &ampak gambaran endometrium menebal
2 &idak terdapat massa intrauterin
2 &ampak massa di tuba kanan
Ke&an : Kehamilan Et*#i $i tuba $e&t!a
+@. %E)*E
)eorang pasien wanita usia !( tahun, rujukan dari %umah )akit -akti *ulia
datang dengan keluhan keluar darah dari kemaluan sejak jam 21.(( 6tanggal 1('3'1!7 dan
nyeri pada perut bagian bawah secara tiba2tiba. #asien mengaku hamil . minggu. / jam
)*%) pasien mengeluh keluar darah berwarna coklat gelap dan sedikit2sedikit dari
kemaluannya disertai nyeri perut hebat yang tidak berkurang dengan berbaring. #asien
juga mengeluh nyeri saat -$K. *enurut pasien, ini merupakan hal pertama terjadi saat
kehamilan ini. )ebelumnya nyeri perut kadang2kadang dirasakan sejak C 2 minggu yang
lalu, namun pasien hanya membiarkannya. *ual 6=7, muntah 6=7, demam 627 dan sering
sulit -$- 6=7. #asien mengaku pernah keguguran pada tahun 2((! dan dikuret. %iwayat
pemakaian K- jenis spiral 0 tahun yang lalu dan sudah dilepas 6=7.#ada pemeriksaan
fisik, didapatkan tanda konjukti:a anemis 6='=7 dan adanya nyeri tekan 6=7 pada
abdomen. #ada pemeriksaan ginekologi, pada inspeksi terlihat darah yang keluar dari
kemaluan. #ada laboratorium, HbD /,0, Ht D2!. #ada pemeriksaan )> didapatkan
adanya kehamilan ektopik pada tuba dekstra.
E> -$F$H +N+ -,?* )E*$
@. 8+$>N?)+) KE%A$
2 >+++ #1 $1 hamil . minggu dengan Kehamilan Ektopik &erganggu 6KE&7
@+. #EN$&$,$K)$N$$N
2 #emberian oksigen 2 l'menit
2 #emasangan 89
2 Konsul dr )p?>
2 Konsul anestesi
2 %encana untuk dilakukan salpingektomi
/O#e!a&i tan""al ++ 0uni ,1+23
Aenis operasi 4 )alfingektomi dekstra
&emuan operasi 4 %uptur tuba pars ismika dekstra
&erapi post operasi 4
2 #ersiapan transfusi #%9 . kantong 61(((cc7
2 +@G8 %, 4 80BD 24! !( tetes permenit
2 $mpicillin !;1g
2 >entamisin 2;1(mg
2 #rofenid supp !;1
2 &erapi oral 4 9efadro;il 2;0((mg
$sam mefanamat !;0((mg
Hemobion 2;1
@++. G?,,?F #
1. &anggal 12'3'2(1!
2 ) 4 Nyeri daerah operasi6=7, flatus 6=7
2 ? 4 K 4 -aik
&ensi 4 11('/(mmHg
Nafas 4 11;'menit
)uhu 4 !3,0 <9
Nadi 4 11;'menit
*ata 4 9$ 2'2 , )+ 2'2
&hora; 4 9or )12)2 reguler, murmur 627, >allop 627
#ulmo )N :esikuler 2'2, rhonki2'2,wheeHing 2'2
$bdomen 4 ,uka operasi baik, kering 6=7, - 6=7normal
#emeriksaan ,aboratorium 6 &anggal 12 Auni 2(1!, Aam (3..( F+-7
Ha&il Nilai n*!mal
Hemat*l*"i
,eukosit 3,!(( !,121(,3 ribu'u, Normal
Hemoglobin 4-5 1!,221/,! g'd, *enurun
Hematokrit ,6 .(202 B *enurun
&rombosit !!(k 10(2..( ribu'u, Normal
#emeriksaan ,aboratorium 6 &anggal 12 Auni 2(1!, Aam 22.(/ F+-7
Ha&il Nilai n*!mal
Hemat*l*"i
,eukosit ",.(( !,121(,3 ribu'u, Normal
Hemoglobin ++-7 1!,221/,! g'd, *enurun
Hematokrit 27 .(202 B *enurun
&rombosit !3.k 10(2..( ribu'u, Normal
2 $ 4 #ost salphilectomy hari ke +
2 # 4 9efadro;il 2;0((mg
$sam mefanamat !;0((mg
Hemobion 2;1
2. &anggal 1!'3'2(1!
2 ) 4 627
2 ? 4 K 4 -aik
&ensi 4 11('/(mmHg
Nafas 4 11;'menit
)uhu 4 !3,0 <9
Nadi 4 11;'menit
*ata 4 9$ 2'2 , )+ 2'2
&hora; 4 9or )12)2 reguler, murmur 627, >allop 627
#ulmo )N :esikuler ='=, rhonki2'2,wheeHing 2'2
$bdomen 4 ,uka operasi baik, kering 6=7, - 6=7 N
2 $ 4 #ost salphilectomy hari ke ++
2 # 4 9efadro;il 2;0((mg
$sam mefanamat !;0((mg
Hemobion 2;1
@+++. #%?>N?)+)
2 $d :itam 4 -onam
2 $d sanasionam 4 8ubia
2 $d fungsionam 4 8ubia ad bonam
BAB I8
TIN0AUAN PUSTAKA
KE*$&+$N A$N+N
De(ini&i
*enurut FH? dan The American College of Obstetricians and Gynecologists yang disebut
kematian janin adalah janin yang mati dalam rahim dengan berat badan 0(( gram atau lebih atau
kematian janin dalam rahim pada kehamilan 2(minggu atau lebih. Kematian janin merupakan
hasil akhir dari gangguan pertumbuhan janin, gawat janin, atau infeksi.
Dia"n*&i&
%iwayat dan pemeriksaan fisik sangat terbatas nilainya dalam membuat diagnosis kematian
janin. mumnya penderita hanya mengeluh gerakan janin berkurang. #ada pemeriksaan fisik
tida terdengar denyut jantung janin. 8iagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan ultrasound,
dimana tidak tampa adanya gerakan jantung janin.
#ada anamnesis gerakan menghilang. #ada pemeriksaan pertumbuhan janin tidak ada,
yang terlihat pada tinggi fundus uteri menurun, berat badan ibu menurun, dan lingkaran perut ibu
mengecil.
8engan fetoskopi dan 8oppler tida dapat didengar adanya bunyi jantung janin. 8engan
sarana penunjang diagnostic lain yaitu )>, tampak gambaran janin tanpa tanda kehidupan.
8engan foto radiologic setelah 0hari tampak tulang kepala kolaps, tulang kepala saling tumpah
tindih 6gejala IspaldingJ7 tulang belakang hiperefleksi, edema sekitar tulang kepalaK tampak
gambaran gas pada jantung dan pembuluh darah.
#emeriksaan h9> urin menjadi negati:e setelah beberapa hari kematian janin.
Komplikasi yang dapat terjadi ialah trauma psikis ibu ataupun keluarga, apalagi bila waktu
antara kematian janin dan persalinan berlangsung lama. -ila terjadi ketuban pecah dapat terjadi
infeksi. &erjadi koagulopati bila kematian janin lebih dari 2minggu.
Eti*l*"i
#ada 2023(B kasus penyebab kematian janin tidak jelas. Kematian janin dapat disebabkan oleh
faktor maternal, fetal, atau kelainan patologik plasenta.
Faktor maternal antara lain adalah
#os term 6L.2minggu7, diabetes mellitus tidak terkontrol, sistemik lupus eritematosus,
infeksi, hipertensi, preeclampsia, eklampsia, hemoglobinopati, umur ibu tua, penyakit
rhesus, rupture uteri, antifosfolipid sindrom, hipotensi akut ibu, kematian ibu.
Faktor fetal antara lain adalah
Hamil kembar, hamil tumbuh terhambat, kelainan congenital, kelainana genetic, infeksi.
Faktor plasental antara lain adalah
Kelaianan tali pusat, lepasnya plasenta, ketuban pecah dini, :asa pre:ia
Sedangkan faktor risiko terjadinya kematian janin interauterin meningkat pada usia ibu
L.(tahun, pada ibu infertile, kemokonsentrasi pada ibu,riwayat bayi dengan berat badan
lahir rendah, infeksi ibu 6ureplasma urelitikum7, kegemukan, ayah berusia lanjut.
ntuk diagnosis pasti penyebab kematian sebaiknya dilakukan otopsi janin dan pemeriksaan
plasenta serta selaput. 8iperlukan e:aluasi secara komprehensif untuk mencari penyebab
kematian janin termasuk analisis kromosom, kemungkinan terpapar infeksi untuk mengantisipasi
kehamilan selanjutnya.
#engelolaan kehamilan selanjutnya bergantung pada penyebab kematian janin. *eskipun
kematian janin berulang jarang terjadi, demi kesejahteraan keluarga, pada kehamilan berikut
diperlukan pengelolaan yang lebih ketat tentang kesejahteraan janin.
#emantauan kesejahteraan janin dapat dilakukan dengan anamnesis, ditanyakan akti:itas
gerakan janin pad a ibu hamil. -ila mencurigakan dapat dilakukan pemeriksaan kardiotokografi.
Pen"el*laan
-ila diagnosis kematian janin telah ditegakkan, penderita segera diberi informasi. 8iskusikan
kemungkinan penyebab dan rencana penatalaksanaannya. %ekomendasikan untuk segera
diinter:ensi.
-ila kematian janin lebih dari!2.minggu kadar fibrinogen menurun dengan
kecenderungan terjadinya koagulopati. *asalah menjadi rumit bila kematian janin terjadi pada
salah satu dari bayi kembar.
-ila diagnosis kematian janin telah ditegakkan, dilakukan pemeriksaan tanda :ital ibuK
dilakukan pemeriksaan darah perifer, fungsi pembekuan, dan gula darah. 8iberikan K+E pada
pasien dan keluarga tentang kemungkinan penyebab kematian janinK rencana tindakanK dukungan
mental emosional pada penderita dan keluarga, yakinkan bahwa kemungkinan lahir
per:aginam.
#ersalinan per:aginam dapat ditunggu lahir spontan setelah 2 minggu, umumnya tanpa
komplikasi. #ersalinan dapat terjadi secara aktif dengan induksi persalinan dengan oksitosin atau
misoprostol. &indakan perabdominam bila janin letak lintang. +nduksi persalinan dapat
dikombinasi oksitosin=misoprostol. Hati2hati pada induksi dengan uterus pasca seksio sesarea
ataupun miomektomi, bahaya terjadinya rupture uteri.
#ada kematian janin 2.221 minggu dapat digunakan, misoprostol secara :aginal 60(21((
microgram tiap .23jam7 dan induksi oksitosin. #ada kehamilan di atas 21minggu dosis
misoprostol 20microgram per:aginam'3jam.
)etelah bayi lahir dilakukan ritual kegamaan merawat mayat bayi bersama keluarga.
+dealnya pemeriksaan otopsi atau patologi plasenta akan membantu mengungkap penyebab
kematian janin.
Pen9e"ahan
paya mencegah kematian janin, khususnya yang sudah atau mendekati aterm adalah bila ibu
merasa gerakan janin menurun, tidak bergerak, atau gerakan janin terlalu keras, perlu dilakukan
pemeriksaan ultrasonografi. #erhatikan adanya solusio plasenta. #ada gemelli dengan &2& 6twin
to twin transfusion7 pencegahan dilakukan dengan koagulasi pembuluh anastomosis.