Anda di halaman 1dari 11

PAPER CHF

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah


KMB I
Pada Semester III



Disusun Oleh :
Eko Purwanto (A01301743)
Endah Kurniasih (A01301745)
Endah Puji N. (A01301746)
Esti Dwi F. (A01301748)
Feri Gunawan (A01301750)
Fitrianingsih (A01301754)
Hening Muji R. (A01301760)
Herlina Yulianti K. (A01301763)
Ika Herlina (A01301766)
Ike Puji A. (A01301767)
Ikhlas Arif M. (A01301768)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MUHAMMADIYAH GOMBONG
2014

1. Identifikasi Dan Klarifikasi Skenario
Pada tanggal 9 april 2012 pasien Ny.K masuk ke IGD RSU Persahabatan
dengan keluhan nyeri dada 3 minggu sebelum masuk rumah sakit timbul, terutama
saat batuk dan sesak nafas sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit, dan apabila
melakukan aktifitas sehari-hari bertambah sesak tidak berkurang, dengan pemberian
obat dari dokter serta tidur menggunakan bantal lebih dari 2, dengan tanda-tanda vital
TD:140/90 mmHg, N:100 x/menit, RR : 20 x/menit, Suhu : 36,5
0
C.

Kata-kata Sulit
a) CHF
b) Gagal jantung kongetif
c) Kardiomiopati
d) Aritmia
e) Infeksi sistemik
f) Miokardium
g) Edema pulmoner
h) Preload
i) Kontraktilitas
j) Afterload
k) Kateterisasi jantung
l) Rongent dada
m) Sonogram (ekokardiogram, ekokardiogram dopple)

2. Masalah Dalam Skenario
a. Pengkajian yang sering muncul ?
b. Diagnosa keperawatan ?
c. Intervensi keperawatan ?
d. Cek Laboratorium yang harus dilakukan ?



3. Analisis Masalah
A. Jawaban klarifikasi kata kata sulit
a) CHF adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh
tubuh.
b) Gagal jantung kongetif adalah keadaan dimana terjadi bendungan sirkulasi
akibat gagal jantung dan mekanisme kompenstoriknya atau kelebihan
beban sirkulasi akibat bertambahnya volume darah pada gagal jantung.
c) Kardiomiopati adalah istilah umum untuk gangguan otot jantung yang
menyebabkan jantung tidak bisa lagi berkontraksi secara memadai.
d) Aritmia adalah gangguan irama jantung, suatu kondisi di mana jantung
berdenyut tidak menentu.
e) Infeksi sistemik adalah penyakit atau gejala mempengaruhi tubuh secara umum.
f) Miokardium adalah lapisan otot jantung, yang bertanggung jawab untuk
tindakan pemompaan jantung, yang memasok seluruh tubuh dengan darah.
g) Edema pulmoner adalah gangguan jantung kiri yang menyebabkan
pengumpulan cairan didalam paru yang mengakibatka sesak nafas.
h) Preload adalah sinonim dengan hokum straling pada jantung yang
menyatakan bahwa jumlah darah yang mengisi jantung terbanding
langsung dengan tekanan yang di timbulkan oleh panjangnya regangan
selaput jantung.
i) Kontraktilitas adalah perubahan kekuatan kontraksi yang terjadi pada
tingkat sel dan berhubungan dengan perubahan panjang seraput jantung
dan kadar kalsium
j) Aferload adalah mengacu pada besarnya tekanan ventrikel yang harus dihasilkan
untuk memompa darah melawan perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh
tekanan arteriole.
k) Kateterisasi jantung adalah tekanan abnormal merupakan indikasi dan
membantu membedakan gagal jantung kanan dan gagal jantung kiri dan
stenosis katup atau insufisiensi.
l) Rongent dada adalah dapat menunjukkan pembesaran jantung, bayangan
mencerminkan dilatasi atau hipertropi bilik, atau perubahan dalam
pembuluh darah abnormal.
m) Sonogram (ekokardiogram, ekokardiogram dopple) adalah dapat
menunjukkan dimensi pembesaran bilik, perubahan dalam fungsi/struktur
katup, atau area penurunan kontraktilitas ventrikular.
B. Pengkajian pada CHF
Gagal serambi kiri/kanan dari jantung mengakibatkan ketidakmampuan
memberikan keluaran yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan
menyebabkan terjadinya kongesti pulmonal dan sistemik. Dihubungkan
dengan morbiditas dan mortalitas.
1) Aktivitas/istirahat
Gejala : keletihan/kelelahan terus menerus sepanjang hari, insomnia,
nyeri dada dengan aktivitas, dyspnea pada saat istirahat.
Tanda : gelisah, perubahan status mental misal : letargi, TTV berubah
pada aktivitas.
2) Sirkulasi
Gejala : riwayat hipertensi, penyakit jantung, anemia, bengkak pada kaki,
telapak kaki, abdomen.
Tanda : Tekanan darah, tekanan nadi (menyepit), irama jantung
(disritmia), frekuensi jantung (takikardi), nadi apical (menyebar dan
merubah ), posisi jantung (S3 adl diagnostic), hepar (pembesaran/dapat
teraba), bunyi nafas (krekels, ronkhi).
3) Integritas Ego
Gejala : ansietas, kuatir dan takut. Stres yang b.d penyakit/keperihatian
finansial (pekerjaan/perawatan medis).
Tanda : marah, ketakutan dan mudah tersinggung.
4) Eliminasi
Gejala : penurunan berkemihan, urine berwarna gelap, diare/konstipasi.
5) Makanan/cairan
Gejala : kehilangan nafsu makan, mual/muntah, diet tinngi garam.
Tanda : penambahan berat badan cepat.
6) Higiene
Gejala : keletihan/kelemahan aktivitas.
Tanda : penampilan menandakan kelalaian perawatan personal.
7) Nyeri/kenyamanan
Gejala : nyeri dada, angina akut atau kronis, nyeri abdomen kanan atas
dan sakit pada otot.
Tanda : tidak tenang, gelisah, focus menyempit dan perilaku melindungi
diri.
8) Pernafasan
Gejala : dyspnea saat aktivitas, tidur sambil duduk, riwayat penyakit
kronis, penggunaan bantuan pernapasan.
Tanda : pernapasan : takipnea, napas dangkal, penggunaan otot asesori
penpasan, batuk : kering/batuk terus menerus tanpa pembentukan sputum,
sputum : mungkin bersemu darah, merah muda/berbuih (edema
pulmonal), bunyi napas : mungkin terdengar, mental : menurun,
kegelisahan, warna kulit : pucat, sianosis.
C. Diagnosa keperawatan
a. Penurunan curah jantung b.d perubahan kontraktilitas
miokardial/perubahan inotropic. Perubahan struktual dengan :
a) Peningkatan frekuensi jantung
b) Perubahan tekanan darah (hipertensi)
c) Bunyi ekstra (S3&S4)
d) Penurunan keluaran urine
e) Nadi perifer tidak teraba
f) Kulit dingin kusam
g) Ortopnea, krakles, pembesaran hepar, edema dan nyeri dada.
b. Aktivitas intoleran b.d ketidakseimbangan antara suplai oksigen.
Berbaring lama /immobalisasi, ditandai dengan : kelemahan, kelelahan,
perubahan TTV, adanya disritmia, dyspnea, pucat, berkeringat.
c. Kelebihan volume cairan b.d menurunya laju filtrasi glomerulus
(menurunya curah jantung) / meningkatnya produksi ADH dan retensi
natrium/air. Ditandai dengan : ortopnea, bunyi jantung S3, oliguria, edema,
peningkatan berat badan, hipertensi, distress pernapasan, bunyi jantung
abnormal.
d. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas b.d perubahan membrane kapiler
avaluasi.
e. Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit b.d tirah baring lama,
edema dan penurunan perfusi jaringan.
f. Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan program pengobatan b.d
kurang pemahaman/kesalahan persepsi tentang hubungan fungsi jantung.
D. Intervensi keperwatan
a. Penurunan curah jantung b.d perubahan kontraktilitas
miokardial/perubahan inotropic.
a) Auskultasi nadi apical : mengkaji frekuensi, Irama jantung.
b) Mencatat bunyi jantung
c) Mengpalpasi nadi perifer
d) Pantau tekanan darah
e) Mengkaji kulit terhadap pucat dan sianosis
f) Berikan oksigen tambahan dengan kanula nasal/masker dan obat
sesuai indikasi (kolaborasi).
b. Aktivitas intoleran b.d ketidakseimbangan antara suplai oksigen.
a) Periksa TTV sebelum dan setelah aktivitas
b) Catat respons kardiopulmonal terhadap aktivitas, dyspnea berkeringat
dan pucat.
c) Evaluasi peningktan intolerasi aktivitas
d) Implementasi program rehabilitasi jantung/aktivitas (kolaborasi).
c. Kelebihan volume cairan b.d menurunya laju filtrasi glomerulus
(menurunya curah jantung) / meningkatnya produksi ADH dan retensi
natrium/air.
a) Pantau pengeluaran urine, catat jumlah dan warna saat diuresis terjadi
b) Hitung keseimbangan pemasukan dan pengeluran selama 24 jam
c) Pertahankan dengan posisi semifowler
d) Pantau TD dan CVP
e) Pemberian obat sesuai indikasi (kolaborasi)
f) Konsul dengan ahli diet.
d. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas b.d perubahan membrane kapiler
avaluasi.
a) Pantau bunyi nafas, catat krekles
b) Ajarkan klien batuk efektif/napas dalam
c) Dorong perubahan posisi
d) Berikan obat/oksigen tambahan sesuai indikasi
e. Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit b.d tirah baring lama,
edema dan penurunan perfusi jaringan.
a) Pantau kulit, catat penjolan tulang
b) Pijat area kemerahan atau yang memutih
c) Ubah posisi sering ditempat tidur/aktif
d) Berikan perawatan kulit, minimal kelembaban/ekskresi
e) Hindari obat intramuskuler.
f. Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan program pengobatan b.d
kurang pemahaman/kesalahan persepsi tentang hubungan fungsi jantung.
a) Melakukan perubahan pola hidup
b) Mengidentikasi sters pribadi/factor resiko dan beberapa teknik untuk
menangani
c) Mengidentikasi hubungan terapi untuk mencegah komplikasi.
E. Cek Laboratrium
1. Pemeriksaan EKG (hipertrofi atrial atau ventrikuler, penyimpangan aksis,
iskemia dan kerusakan pola mungkin terlihat.
2. Sonogram dapat menunjukkan dimensi pembesaran bilik, perebuhan
fungsi katup atau penurunan kontraktilitas ventricular.
3. Scan jantung atau tindakan penyutikan fraksi dan memperkirakan
pergerakan dinding.
4. Kateterisasi jantung, tekanan abnormal merupakan indikasi dan membantu
membedakan gagal jantung sisi kanan verus sisi kiri dan stenosis katup
insufisiens juga potensi arteri coroner.










4. Mapping


5. Tujuan Belajar
a) Mahasiswa mampu menyebutkan definidi CHF .
b) Mahasiswa mampu menyebutkan dan memahami piata laksanaan
CHF.
c) Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah keperawatan yang
muncul pada klien yang menderita CHF.
d) Mahasiswa mampu membuat rencana tindakan keperawatan kepada
pasien yang menderita CHF.

6. Diskusi Tanya Jawab Diskusi
1) Apa yang di maksud dengan gagal jantung kongestif ?
Jawab :
Gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah
ke seluruh tubuh. Risiko gagal jantung kongestif akan meningkat pada orang
lanjut usia karena penurunan fungsi ventrikel akibat penuaan. Gagal jantung
kongestif ini dapat menjadi kronik apabila disertai dengan penyakit-penyakit lain,
seperti hipertensi, penyebab katup jantung, kardiomiopati, dan lain-lain.
2) Terjadinya gagal jantung dapat di sebabkan oleh apa saja ?
Jawab :
b. Disfungsi miokard (kegagalan miokardial)
c. Beban tekanan berlebihan atau pembebanan sistolik (systolic overload)
3) Apa penyebab dari gagal jantung kanan ?
Jawab :
Disebabkan oleh beban kerja (tekanan atau volume) yang berlebihan dan atau
gangguan otot jantung itu sendiri. Beban volume atau preload disebabkan karena
kelainan ventrikel memompa darah lebih banyak semenit sedangkan beban
tekanan atau afterload disebabkan oleh kealinan yang meningkatkan tahanan
terhadap pengaliran darah ke luar jantung.Kelainan atau gangguan fungsi
miokard dapat disebabkan oleh menurunnya kontraktilitas dan oleh hilangnya
jaringan kontraktil (infark miokard). Dalam menghadapi beban lebih, jantung
menjawab (berkompensasi) seperti bila jantung menghadapi latihan fisik. Akan
tetapi bila beban lebih yang dihadapi berkelanjutan maka mekanisme kompensasi
akan melampaui batas dan ini menimbulkan keadaan yang merugikan.
4) Sebutkan tanda gejala dari gagal jantung ?
Jawab :
a. Meningkatnya volume intravaskuler.
b. Kongestif jaringan akibat tekanan arteri dan vena meningkat.
c. Edema paru akibat peningkatan tekanan vena pulmonalis,sehingga cairan
mengalir dari kapiler paru ke alveoli, yang dimanifestasikan dengan batuk
dan nafas pendek.
d. Edema perifer umum dan penambahan berat badan akibat tekanan sistemik.
e. Turunnya curah jantung akibat darah tidak dapat mencapai jaringan dan
organ.
f. Tekanan perfusi ginjal menurun sehingga mengakibatkan terjadinya
pelepasan renin dari ginjal, yang pada gilirannya akan menyebabkan sekresi
aldosteron, retensi natrium, dan cairan, serta peningkatan volume
intravaskuler.
g. Tempat kongestif tergantung dari ventrikel yang terlibat, misalnya disfungsi
ventrikel kiri atau gagal jantung kiri.
5) Pemeriksaan penunjang apa saja yang dapat di lakukan pada penderita gagal
jantung ?
jawab : Elektrokardiogram (EKG)
6) Diet apa yang harus di berikan pada pasien gagal jantung ?
Jawab:
a. Pemantauan status kalium jika pasien mendapatkan terapi diuretik; pada
hipokalemia, kalium dapat diberikan dalam bentuk makanan yang banyak
mengandung kalium seperti air kacang hijau atau suplemen kalium.
b. Pembatasan asupan garam (natrium) hingga 2-3 gram natrium per hari
(konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan retensi cairan sehingga
menambah berat gejala edema yang biasa terjadi pada dekompensasi
jantung). Diet rendah natrium merupakan kontraindikasi pada salt-depleting
renal diseases seperti pielonefritis yang mengganggu fungsi tubulus ginjal
dalam menyerap natrium.
c. Penyesuaian pembatasan cairan dilakukan menurut :
1. Respons pasien terhadap pengobatan
2. Kepatuhan terhadap pembatasan natrium
3. Intensitas/ progresivitas penyakit
7) Bagaimana mekanisme terjadinya oedem paru ?
Jawab :
a. Darah di pompa ke dalam paru
b. Tekanan pengisian paru meningkat
c. Ventrikel kiri gagal memompa
d. Gagal jantung kiri
8) .Bagaimana mekanisme terjadinya akral dingin ?
Jawab :
Dari pemeriksaan fisik dapat ditemukan pasien yang tampak sesak dengan napas
yang pendek pada kasus yang berat namun tampak tidak ada gangguan pada
keadaan yang ringan. Tekanan darah sistolik umumnya normal atau meningkat
pada keadaan awal, namun turun pada gagal jantung yang lebih parah karena
disfungsi ventrikel kiri. Sinus takikardia, vasokonstriksi yang membuat akral
teraba dingin dan sianosis terjadi akibat aktivitas adrenergic yang berlebihan.
Tekanan vena jugularis dapat meningkat, dan pada keadaan awal dapat normal
namun meningkat bila dilakukan tekanan pada abdomen (abdominojugular
reflux). Pada pemeriksaan paru-paru dapat ditemukan ronki basah dan disertai
oleh wheezing. Efusi pleura bilateral dapat pula terjadi akibat transudasi cairan
rongga pleura
9) Aterosklerosis dapat mengakibatkan apa ?
Jawab :
Aterosklerosis koroner mengakibatkan disfungsi miokardium karena
terganggunya aliran darah ke otot jantung. Terjadi hipoksia dan asidosis (akibat
penumpukan asam laktat). Infark miokardium (kematian sel jantung) biasanya
mendahului terjadinya gagal jantung. Infark miokardium menyebabkan
pengurangan kontraktilitas, menimbulkan gerakan dinding yang abnormal dan
mengubah daya kembang ruang jantung.