Anda di halaman 1dari 35

MAKALAH

KEPERAWATAN ANAK II
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN PENYAKIT APENDIKSITIS
Untuk Memenuhi Tugas Kee!a"atan Anak II
Yang Di#im#ing $%eh Ns& Wit!i Han'i( S& Ke

Disusun )%eh *
KEL)MP)K III
+& L)REN ,UKSEN -./0-+--12
/& N)PI HARTATI -./0-+--
2& RIKA SUKRI3AL -./0-+--

,URUSAN KEPERAWATAN A&4II&GAN,IL
SEK)LAH TINGGI ILMU KESEHATAN 5STIKES6
TRI MANDIRI SAKTI
7ENGKULU
/--1
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat
dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas mata
kuliah Keperawatan Anak II dengan judul Apendiksitis!
"engingat akan keterbatasan waktu, pengetahuan, tenaga dan #asilitas yang
ada dalam pembuatan makalah ini, maka kami menyadari sepenuhnya bahwa
makalah ini belum begitu sempurna baik dari segi keterbatasannya!
$engan selesainya makalah ini kami mengu%apkan rasa terima kasih kepada &
'! Ibu Ns! Witri (andi, S! Kep sebagai d)sen pembimbing mata kuliah Keperawatan
Anak II!
*! +apak,ibu d)sen STIK-S Tri "andiri Sakti +engkulu!
.! Teman-teman seperjuangan yang telah membantu dalam penulisan makalah ini!
Kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat sederhana dan jauh dari
sempurna! /leh karena itu kritik dan saran yang bersi#at membangun sangat kami
harapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya!
Akhirnya kami u%apkan terima kasih dan sem)ga saja makalah ini berman#aat
bagi kita semua!
+engkulu, /kt)ber *001
Penulis
DA8TAR ISI
(A2A"AN 34$42!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! i
KATA P-N5ANTA6!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ii
$A7TA6 ISI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! iii
+A+ I P-N$A(424AN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! '
+A+ II TIN3A4AN T-/6ITIS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *
+A+ III AS4(AN K-P-6AWATAN T-/6ITIS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! '*
+A+ I8 TIN3A4AN KAS4S!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! '1
+A+ 8 P-N4T4P!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! .'
$A7TA6 P4STAKA
7A7 I
PENDAHULUAN
+&+ Lata! 7e%akang
Apendiksitis adalah penyakit paling umum yang memerlukan inter9ensi
bedah selama masa kanak-kanak disebabkan )leh )bstruksi lumen apendiks dan
menimbulkan edema, in#lamasi, bendungan 9ena dan meniaknya tekanan intra
lumen hal ini dapat menyebabkan in#eksi bakteri, nekr)sis, dan per#)rasi yang
menyababkan perit)nitis!
$iagn)sis resik) untuk per#)rasi terbanyak pada usia '-: tahun ;0-;<= dan
terendah pada remaja >:0-.0=? yang insiden tertingginya menurut umur adalah
pada masa anak!, kesulitan dalam membedakan apendiksitis dari penyebab nyeri
perut la@im lain dan meningkatnya m)rbiditas dan m)rtalitas yang menyertai
per#)rasi pada apendiksitis merupakan perhatian klinik d)kter ahli anak!
-pidimi)l)gi sekitar 1000 anak pernah menderita apendiksitis di amerika
setiap tahun, angkanya :,'000 anak dibawah usia ': tahun! Apendiksitis jarang
terjadi pada anak usia dibawah ' tahun!
+&/ Tu9uan
+&/&+ Tu9uan Umum
"empelajari asuhan keperawatan pada anakdengan apendiksitis!
+&/&/ Tu9uan Khusus
'! "ampu melakukan pangkajian pada anak dengan anak dengan
apendiksitis!
*! "ampu melakukan inter9ensi pada anak dengan apendiksitis!
.! "ampu melakukan menge9aluasi pada anak dengan apendiks!
'
7A7 II
LANDASAN TE)RITIS
/&+ De:inisi
Apendiksitis adalah suatu keadaan yang sering terjadi yang membutuhkan
)perasi kegawatan perut pada anak >Ae%illy 2!+et@,*00*?! Apndiksitis adalah
peradangan apendik yang mengenai semua lapisan dinding )rgan tersebut >Syl9ia
Anders)n,*00<?! Apendiksitis adalah penyakit paling umum yang memerlukan
inter9ensi bedah, selama masa kanak-kanak! >Ae%illy 2!+et@,*00*?!
Apendiksitis merupakan peradangan pada apendiks >kantung buntu pada
seasum yang dapat menjadi keadaan darurat, khususnya dalam pembedahan pada
anak! >al a@i@ alimul hidayat, *00B?! Apendiksitis adalah peradangan dari
apendiks 9ermi#)rmis, dan merupakan penyebab abd)men akut yang paling
sering ditemui >"ansj)er, Ari#, *000?! Kemudian menurut Stanley, 6)bbin
>'CC<? apendiksitis adalah merupakan salah satu penyakit saluran pen%ernaan
yang paling umum ditemukan dan yang paling sering memberikan keluhan
abd)men yang akut >a%ut abd)men?!
2ebih lanjut menurut (in%hli##, Sue >'CCC? apendiksitis adalah in#lamasi
apendiks 9ermi#)rmis! Apendiksitis penyebab paling umum in#lamasi akut pada
kuadran bawah kanan dari r)ngga abd)men, adalah penyebab paling umum
untuk bedah abd)men darurat >+runner dan Suddarths, *00'?!
Apendiksitis merupakan suatu peradangan apendiks yang mengenai
semua lapisan dinding )rgan tersebut! Apendiksitis merupakan penyakit bedah
may)r yang paling sering terjadi >Syl9ia, A! Pri%e, 'CC:?! Apendiksitis akut
adalah apendiksitis dengan mula gejala akut yang memerlukan inter9ensi bedah
dan biasanya ditandai dengan nyeri di kuadran abd)men kanan bawah dan
dengan nyeri tekan l)kal dan alih tidak hanya terjadi pada titik "%! +urney
tetapi bisa juga terjadi pada daerah umbilikus, spasme )t)t yang ada di atasnya
*
dan hiperestesia kulit! Apendi%t)my adalah pengangkatan se%ara bedah
apendiks 9ermi#)rmis >$)rland, 'CC1?!
/&/ Eti$%$gi
Ada beberapa #akt)r yang mempermudah terjadinya radang apendiks,
diantaranya&
*!*!' 7akt)r sumbatan
7akt)r )bstruksi merupakan #akt)r terpenting terjadinya apendiksitis
>C0=? yang diikuti )leh in#eksi! Sekitar B0= )bstruksi disebabkan )leh
hyperplasia jaringan lymph)id sub muk)sa, .<= karena stasis #ekal, :=
karena benda asing dan sebab lainnya, '= diantaranya sumbatan )leh
parasit dan %a%ing! /bstruksi yang disebabkan )leh #ekalith dapat ditemui
pada berma%am-ma%am apendiksitis akut, diantaranya & #ekalith ditemukan
:0= pada kasus apendiksitis kasus sederhana, B<= pada kasus apendiksitis
akut gangren)sa tanpa ruptur dan C0= pada kasus apendiksitis akut dengan
ruptur!
*!*!* Ke%enderungan #amiliar
(al ini dihubungkan dengan terdapatnya mal#)rmasi yang herediter
dari )rgan, apendiks yang terlalu panjang, 9askularisasi yang tidak baik dan
letaknya yang mudah terjadi apendiksitis! (al ini juga dihubungkan dengan
kebiasaan makanan dalam keluarga terutama dengan diet rendah serat dapat
memudahkan terjadinya #ek)lith dan mengakibatkan )bstruksi lumen!
*!*!. 7akt)r ras dan diet
7akt)r ras hubungan dengan kebiasaan dan p)la makanan sehari-
hari! +angsa kulit putih yang dulunya p)la makan rendah serat mempunyai
risik) lebih tinggi dari negara yang p)la makannya banyak serat! Namun
saat sekarang, kejadiannya terbalik! +angsa kulit putih telah merubah p)la
makan mereka ke p)la makan tinggi serat! 3ustru negara berkembang yang
dulunya memiliki tinggi serat kini beralih ke p)la makan rendah serat,
.
memiliki risik) apendiksitis yang lebih tinggi >http&,,ijul!#kua!bl)gs!
#riendster!%)m?!
Pada penelitian ligasi >)bstruksi? apendik menyebabkan peningkatan
men%)l)k tekanan intra lumen yang dengan %epat melebihi tekanan darah
sist)lik pada awalnya, k)ngesti darah 9ena menjlek, menjadi tr)mb)sis,
nekr)sis dan per#)rasi se%ara klinis )bstruksi lumen menjadi penyebab
utama apendiksitis! /bstruksi ini disebabkan )leh pengerasan bahan tinja
>#ekalit?! +ahan yang mengeras ini bisanya mengapur, terlihat dalam #)t)
r)ntgen sampai apendik k)lik >'<-*0=?! /bstruksi akibat dari edema
muk)sa dapat disertai dengan in#eksi 9irus atau bakteri >yersinia,
salm)nella, shigella? sistemik! "ukus yang tidak n)rmal terkesan sebagai
penyebab meningkatnya ensiden ependik! Pada anak dengan kistis, #ibr)sis,
tum)r karsin)id, benda asing, as%aris jarang menjadi penyebab apendiksitis!
/&2 Pat$:isi$%$gi
Apendiksitis biasanya disebabkan )leh penyumbangan lumen apendiks
)leh hyperplasia #)likel lim#)id, #ekalit, benda asing, striktur karena #ik)sis
akibat peradangan sebelumnya atau ne)plasma!
/bstruktsi tersebut menyebabkan mukus dipr)duksi muk)sa mengalami
bendungan! "akin lama mu%us tersebut makin banyak, namun elastisitas dinding
apendiks mempunyai keterbatasan sehingga menyebabkan peningkatan tekanan
intralumen, tekanan yang meningkat tersebut akan menghambat aliran lim#e yang
mengakibatkan edema! $ia#)resis bakteri dan ulserasi muk)sa pada saat inilah
terjadi apendiksitis akut #)kal yang ditandai )leh nyeri epigastrium!
+ila sekresi mukus terus berlanjut, tekanan akan terus meningkat hal
tersebut akan menyebabkan )bstruksi 9ena, edema bertambah dan bakteri akan
menembus dinding apendiks! Peradangan yang timbul meluas dan mengenai
perit)neum setempat sehingga menimbulkan nyeri di abd)men kanan bawah,
keadaan ini disebut dengan apendiksitis sukurati# akut!
:
+ila kemudian aliran arteri terganggu akan terjadi in#ark dinding apendiks
yang diikuti dengan gangrene stadium ini disebut dengan apendiksitis
gangren)sa! +ila dinding yang telah rapuh ini pe%ah akan terjadi apendiksitis
per#)rasi!
+ila semua pr)ses di atas berjalan lambat, )mentum dan usus yang
berdekatan akan bergerak ke arah apendiks hingga timbul suatu massa l)kal yang
disebut in#iltrate apendukularis, peradangan apendiks tersebut dapat menjadi
abses atau menghilang!
Pada anak-anak karena )mentum lebih pendek dan apendiks lebih
panjang, dinding apendik lebih tipis, keadaan tersebut ditambah dengan daya
tahan tubuh yang masih kurang memudahkan terjadinya per#)rasi, sedangkan
pada )rang tua per#)rasi mudah terjadi karena telah ada gangguan pembuluh
darah >Ari# "ansj)er, *000?!
/&; Mani:estasi K%inis
"ani#estasi klinis apendiksitis memiliki gejala k)mbinasi yang khas,
yang terdiri dari &
*!:!' Tanda awal & nyeri mulai di epigastrium,regi)n umbilikus disertai mual
dan an)reksia!
*!:!* Nyeri pindah ke kanan bawah >yang akan menetap dan diperberat bila
berjalan atau batuk? dan menunjukkan tanda rangsangan perit)neum l)kal
di titik "%! +urney & nyeri tekan, nyeri lepas, de#ans muskuler!
*!:!. Nyeri rangsangan perit)neum tidak langsung &
'? Nyeri pada kuadran kanan bawah saat kuadran kiri bawah ditekan
>6)9sing Sign?!
*? Nyeri kanan bawah bila tekanan disebelah kiri dilepas >+lumberg?!
.? Nyeri kanan bawah bila perit)neum bergerak seperti napas dalam,
berjalan, batuk, mengedan!
*!:!: $emam yang tidak terlalu tinggi
<
*!:!< +iasanya terdapat k)nstipasi, tapi kadang-kadang terjadi diare!
Pada permulaan timbulnya penyakit belum ada keluhan abd)men yang
menetap! Namun dalam beberapa jam nyeri abd)men bawah akan semakin
pr)gresi#, dan dengan pemeriksaan seksama akan dapat ditunjukkan satu titik
dengan nyeri maksimal! Perkusi ringan pada kuadran kanan bawah dapat
membantu menentukan l)kasi nyeri, akan semakin meyakinkan diagn)sa klinis
apendiksitis >"ansj)er, Ari#, *000?!
/&. K%asi:ikasi
Apendiksitis Akut
*!<!' Apendiksitis akut sederhana
5ejalanya diawali dengan rasa kurang enak di ulu hati,daerah pusat,
mungkin disertai dengan k)lik, muntah, kemudian an)reksia, malaise, dan
demam ringan!
*!<!* Apendiksitis akut supurati9a
$itandai dengan adanya rangsangan pertin)neum l)kal seperti nyeri
tekan, nyeri lepas di titik "%! +urney, adanya de#ans muskuler dan nyeri
pada gerak akti# dan pasi#! Nyeri dan de#ans muskuler dapat terjadi pada
seluruh perut disertai dengan tanda-tanda perit)nitis umum, seperti demam
tinggi!
*!<!. Apendiksitis akut gangren)sa
Tampak apendiks udem, hiperemis, dengan gangren pada bagian
tertentu, dinding apendiks berwarna ungu, hijau keabuan atau merah
kehitaman!
*!<!: Apendiksitis akut per#)rate
+ila apendiks yang sudah gangren itu pe%ah, terjadilah per#)rasi!
*!<!< Apendiksitis abses
+ila masa l)kal yang terbentuk berisi nanah!
B
Apendiksitis Kronik
5ejalanya lebih samar-samar, maka lebih jarang ditemukan dan semua rasa nyeri
yang kurang jelas pada abd)men kanan bawah >http&,,ijul!#kua!
bl)gs!#riendster!%)m?
/&0 K$m%ikasi
*!B!' Per#)rasi
Insidens per#)rasi '0-.*=, rata-rata *0=, paling sering terjadi pada
usia muda sekali atau terlalu tua, per#)rasi timbul C.= pada anak-anak di
bawah * tahun antara :0-;<= kasus usia di atas B0 tahun ke atas! Per#)rasi
jarang timbul dalam '* jam pertama sejak awal sakit, tetapi insiden
meningkat tajam sesudah *: jam!
Per#)rasi terjadi ;0= pada kasus dengan peningkatan suhu .C,<
)
A
tampak t)ksik, nyeri tekan seluruh perut dan leuk)sit)sis meningkat akibat
per#)rasi dan pembentukan abses!
*!B!* Perit)nitis
Perit)nitis yaitu radang perit)neum yang disebabkan )leh iritasi
kimia dan in9asi bakteri >$)rland, 'CC1?!
Perit)nitis adalah tr)mb)#ebitis septik pada sistem 9ena p)rta
ditandai dengan panas tinggi .C
)
A-:0
)
A menggigil dan ikterus merupakan
penyakit yang relati# jarang >"ansj)er, Ari#, *000?!
*!B!* Tr)mb)#lebitis supurati#
Tr)mb)#lebitis supurati# dari sistem p)rtal, jarang terjadi tetapi
merupakan k)mplikasi yang letal!
*!B!. Abses sub#renikus dan #)kal sepsis intraabd)minal lain!
*!B!: /bstruksi intestinal juga dapat terjadi akibat perlengketan!>"ansj)er, Ari#,
*000?!
;
/&< Peme!iksaan Penun9ang
Akan terjadi leuk)sit)sis ringan >'0!000-*0!000,ml? dengan peningkatan
jumlah netr)#il! Pemeriksaan urin juga diperlukan untuk membedakan dengan
kelainan pada ginjal dan saluran kemih!
Pada kasus akut tidak diperb)lehkan melakukan barium enema, sedangkan
pada apendiksitis kr)nis tindakan ini dibenarkan! 4S5 dilakukan bila telah
in#iltrat apendikularis >"ansj)er, Ari#, *000?!
/&1 Penata%aksanaan
Observasi
'! $alam 1-'* jam setelah timbulnya keluhan, tanda dan gejala apendiksitis
sering kali belum jelas! $alam keadaan ini )bser9asi ketat perlu dilakukan!
Pasien diminta melakukan tirah baring dan dipuasakan! 2aksati# tidak b)leh
diberikan bila di%urigai adanya apendiksitis ataupun bentuk perit)nitis
lainnya! Pemeriksaan abd)men dan re%tal serta pemeriksaan darah >leuk)sit
dan hitung jenis? diulang se%ara peri)dik, #)t) abd)men dan t)raks tegak
dilakukan untuk men%ari kemungkinan adanya penyulit lain! Pada
kebanyakan kasus diagn)sis ditegakkan dengan l)kalisasi nyeri di daerah
kanan bawah dalam '* jam setelah timbulnya keluhan!
*! Intubasi bila perlu >tindakan memasukkan bumbung ke dalam suatu alat
tubuh, khususnya kedalam pangkal tengg)r)kan melalui %elah tengg)r)k
>gl)ttis? untuk men%egah mati lemas, karena penyempitan pangkal
tengg)r)kan?
.! Antibi)tik >diberikan sebelum )perasi karena apendiksitis tersebut
disebabkan )leh in#eksi bakteri >Sulistia, 5, 'CC<?!
Operasi apendiktomy
Ada . %ara apendikt)my yang mempunyai keuntungan dan kerugian &
'! Insisi menurut "%! +urney >grid in%isi)n atau mus%le splitting in%isi)n?!
1
Sayatan yang dilakukan pada garis yang tegak lurus pada garis yang
menghubungkan spina iliaka anteri)r superi)r >SIAS? dengan umbili%us pada
sepertiga lateral >titik "%! +urney? sayatan ini mengenai kutis, subkutis dan
#asia! /t)t-)t)t dinding perut dibelah se%ara tumpul menurut arah serabutnya!
Setelah itu akan tampak perit)neum parietal >mengkilat dan berwarna biru
keabu-abuan? yang disayat se%ukupnya untuk meluksasi sekum! Sekum
dikenali dari ukurannya yang besar, mengkilat, lebih kelabu,putih,
mempunyai haustrae dan taenia k)li, sedangkan ileum lebih ke%il, lebih
merah dan tidak mempunyai haustrae atau taenia k)li, basis apendiks di%ari
pada pertemuan ketiga taenia k)li!
Teknik inilah yang paling sering dikerjakan karena keuntungannya tidak
terjadi benj)lan dan tidak mungkin terjadi herniasi, trauma )perasi minimum
pada alat-alat tubuh dan masa istirahat pas%a bedah yang lebih pendek karena
penyembuhan lebih %epat! Kerugiannya adalah lapangan )perasi terbatas,
sulit diperluas dan waktu )perasi lebih lama lapangan )perasi dapat diperluas
dengan mem)t)ng )t)t se%ara tajam!
*! Insisi menurut 6)uD >muscle cutting incision?
2)kasi dan arah sayatan sama dengan "%! +urney, hanya sayatannya
langsung menembus )t)t dinding perut tanpa memperdulikan arah tersebut
sampai tampak perit)neum! Keuntungannya adalah lapangan )perasi lebih
luas, mudah diperluas, sederhana dan mudah! Sedangkan kerugiannya adalah
diagn)sis yang harus tepat sehingga l)kasi dapat dipastikan, lebih banyak
mem)t)ng sara# dan pembuluh darah sehingga perdarahan menjadi lebih
banyak! "asa istirahat pas%a bedah lebih lama karena adanya benj)lan yang
mengganggu pasien, nyeri pas%a )perasi lebih sering terjadi kadang-kadang
dengan hemat)ma yang terin#eksi dan masa penyembuhan lebih lama!
.! Insisi pararektal
$ilakukan sayatan pada garis batas lateral mus%ulus rektus abd)minalis
dekstra se%ara 9ertikal dari %ranial ke kaudal sepanjang '0 %m!
C
Keuntungannya teknik ini dapat dipakai kasus-kasus apendiks yang belum
pasti dan kalau perlu sayatan dapat apendiks yang belum pasti dan kalau
perlu sayatan dapat diperpanjang dengan mudah, sedangkan kerugiannya
sayatan ini tidak se%ara langsung mengarah ke apendiks atau sekum,
kemungkinan mem)t)ng sara# dan pembuluh darah lebih besar dan untuk
menutup luka )perasi diperlukan jahitan penunjang!
Setelah perit)neum dibuka dengan retra%t)r, maka basis apendiks dapat di%ari
pada pertemuan tiga taenia k)li, untuk membebaskannya dari masa apendiks
ada dua %ara yang dapat dipakai sesuai dengan situasi dan k)ndisi yaitu &
a? Apendikt)my se%ara biasa bila kita mulai dari apeks ke basis apendiks
untuk mem)t)ng mes)apendiks ini dilakukan pada apendiks yang
tergantung bebas pada sekum atau bila pun%ak apendiks mudah
ditemukan!
b? Apendikt)my se%ara retr)grad & bila kita mem)t)ng mas)apendiks dari
basis ke arah pun%ak, ini dilakukan pada apendiks yang letaknya sulit &
misalnya retr)sekal atau pun%aknya sukar di%apai karena tersembunyi,
misalnya karena telah terjadi perlengketan dengan sekitarnya!
Pasca Operasi
'! Tanda-tanda 9ital
Perlu dilakukan )bser9asi tanda-tanda 9ital >tekanan darah, nadi, pernapasan
dan suhu? setiap '< menit, dalam dua jam kemudian setiap B0 menit sampai
keadaan umum membaik untuk mengetahui terjadinya perdarahan di dalam,
sy)k, hipertermia atau gangguan pernapasan!
*! ")bilisasi
Pada hari pertama, klien dianjurkan untuk bed rest >istirahat? t)tal selama '*-
*: jam setelah )perasi! (ari kedua, melakukan miring ke kanan dan kiri! (ari
ketiga, klien dapat duduk < menit dan meminta untuk berna#as dalam-dalam
lalu menghembuskannya disertai batuk-batuk ke%il yang digunakan untuk
mel)nggarkan perna#asan dan menumbuhkan keper%ayaan bahwa ia mulai
'0
pulih! Kemudian p)sisi tidur terlentang dirubah menjadi p)sisi setengah
duduk!
Selanjutnya se%ara berturut-turut, hari demi hari dianjurkan belajar duduk
selama sehari-hari, belajar berjalan kemudian berjalan sendiri pada hari
ketiga sampai hari ke lima setelah )perasi! ")bilisasi se%ara teratur dan
bertahap serta diikuti dengan istirahat dapat membantu penyembuhan!
.! Aairan dan nutrisi
(ari pertama, )bser9asi klien selama '* jam, jika peristalti% usus belum ada,
pasien dipuasakan! 3ika terdengar peristalti% usus ditandai dengan platus, lalu
diberikan minum '< %% setiap jam selama .-: jam lalu naikkan menjadi .0
ml,jam!
(ari kedua, apabila tidak terjadi kembung, mulai diberikan makanan saring!
(ari ketiga, dapat diberikan makanan lunak! Pada hari ketiga dan keempat
p)st )perasi diharapkan pasien sudah dapat turun dari tempat tidur dan dapat
memenuhi kebutuhan sehari-hari se%ara mandiri!
(ari kelima p)st )perasi jahitan luka dibuka setengah dan hari ketujuh jahitan
luka )perasi dapat diangkat seluruhnya! Apabila pasien mengalami
peningkatan suhu tubuh diberikan antibi)ti% dan k)mpres dingin untuk
menurunkan suhu tubuh pasien >Arie# "ansj)er, *000?!
''
7A7 III
ASUHAN KEPERAWATAN TE)RITIS
+erikut ini tinjauan te)ritis tentang pelaksanaan pada pasien deng apendiksitis!
.!' Pengkajian
"eliputi &
a! Identitas pasien yaitu & nama umur, jenis kelamin, agama, pendidikan,
pekerjaan, alamat dan indentitas penanggung jawab!
b! 6iwayat kesehatan sekarang, pasien mengeluh mengalami nyeri abd)men
superi)r dekstra ke umbilikus, muntah, panas, nyari!
%! 6iwayat kesehatan dahulu, apakah pasien menderita apendiksitis dan apakah
pasien pernah dirawat di rumah sakit!
d! 6iwayat kesehatan keluarga, mungkin diantara kelaurga pasien ada yang
menderita penyakit apendiksitis!
a! Tanda-Tanda 8ital
'! Tekanan darah anak ''<,B0
*! Nadi <0-C0E
.! Perna#asan '1D,menit!
:! Suhu .1,<
b! Pemeriksaan 7isik
Kesadaran & 5elisah
Sistem integumen & berkeringat tidak ada edema!
Pemeriksaan abd)men
- Inspeksi
+entuk abd)men & simetris
+enj)lan , massa & tidak ada
- Palpasi
Tanda nyeri tekan & nyeri tekan pada titik m% burney!
'*
Tanda asites & tidak ada
(epar & tidak ada hpat)megalia!
- Perkusi
- Auskultasi
Peristaltik usus berkurang!
DATA DASAR PENGKA,IAN PASIEN
Akti=itas>isti!ahat *
5ejala & malaise
Si!ku%asi
Tanda & Takikardia
E%iminasi
5ejala & k)nnstipasi pada awitan awal!
>$iare kadang-kadang?
Tanda &distensi abd)men, nyeri tekan,nyeri lepas, kekakuan
Penurunan atau tak ada bising usus!
Makanan> ?ai!an
5ejala & an)reksia, mual muntah
Nyeri, kenyamanan
5ejala & nyeri abd)men sekitar epigastrium dan umbilikus, yang meningkat berat dan
terl)kalisasi pada! "A burney >setengah jarak antara umbilikus dan tulang ileum
kanan?, meningkat, karena berjalan, bersin, batuk, atau na#as dalam > nyeri berhenti
tiba-tiba diduga per#)rasi atau in#ark pada ependik
Keluhan berbagai rasa nyeri atau gejala tak jelas >sehubungan denga l)kasi apendik,
%)nt)h retr)sekal atau sebelah ureter?!
Tanda perilaku berhati-hati Fberbaring kesamping atau terlentang dengan lutut
ditekukF menigkatnya nyeri pada kaudran kanan bawah karena p)sisi ekstensi kaki,
p)sisi duduk tegak!
Nyeri lepas pada sisi kiri diduga in#lamasi perit)neal!
'.
Keamanan
Tanda & demam >biasanya rendah?
Pe!na:asan
Tanda & takipnea >perna#asan dangkal?
Pen@u%uhan 'an em#e%a9a!an
5ejala &6iwayat k)ndisi lain yang berhubungan dengan nyeri abd)men %)nt)h pielitis
akut, batu uretra salpingitis akut!
Pertimbangan & $65 menunjukan rerata lama dirawat :,* hari!
6en%ana pemulangan membutuhkan bantuan
Sedikit dalam transp)rtasi, tugas pemeliharaan rumah!
PEMERIKSAAN DIAGN)STIK
S$P & leuk)sit)sis diatas '*ribu mm
.
, neutr)#il meningkat sampai ;<=!
4rinalsis & n)rmal, tetapi eritr)sit,leuk)sit mungkin ada!
7)t) abd)men& dapat menyatakan adanya pengerasan material pada apendik >#ekalit,
ileus terl)kalisir?!
DIAGN)SA KEPERAWATAN
'! 5angguan rasanya nyaman nyeri berhubungan dengan pr)ses in#lamasi!
Tujuan & Setelah dilakukan perawatan selama .D*: jam pasien pasien
tidak mengalami nyeri atau nyeri menurun sampai tingkat yang dapat diterima
anak!
Kriteria hasil &Anak dapat istirahat dengan tenang dan tidak menunjukan tanda-
tanda ketidak nyamanan!
Inter9ensi &
'! Kaji nyeri, %atat l)kasi, karakteristik, beratnya > Sekala 0-'0?!
6asi)nal,
+erguna dalam pengawasan kee#ekti#an )bat, kemajuan penyembuhan!
':
Perubahan pada karakteristik nyeri menunjukan terjadinya abses atau,
perit)nitis, memerlukan upaya e9alusi medik dan inter9ensi!
*! Pertahankan istirahat dengan p)sisi semi #)wler!
5ra9itasi mel)kalisasi eksudat in#lamasi dalam abd)men bawah,pel9is,
menghilangkan tegangan abd)men yang bertambah dengan p)sisi terlentang!
.! $)r)ng ambulasi dini!
"eningkatkan n)rmalisasi #ungsi )rgan, %)nt)h merangsang peristaltik dan
kelan%aran #latus, menurunkan ketidaknyamanan abd)men!
:! +erikan akti9itas hiburan!
7)kus perhatian kemabali, meningkatkan relaksasi, dan dapat meningkatkan
kemampuan k)ping!
K)lab)rasi
<! Pertahankan puasa atau penghisapan N5 pada awal
menurunkan ketidaknyamanan pada peristaltik usus dini dan irigasi
gaster,muntah!
B! +erikan analgesik sesuai indikasi!
"enghilangkan nyeri, mempermudah kerjasama dengan inter9ensi terapi lain
%)nt)h ambulasi, batuk!
;! +erikan kant)ng es pada abd)men
"enghilangkan dan mengurangi nyeri melalui penghilangan rasa ujung
syara#!%atatan jangan lakukan k)mpres panas karena dapat menyebabkan
k)ngesti jaringan!
*! 6esik) tinggi kekurangan 9)lume %airan berhubungan dengan mual muntah!
Tujuan & Pasien mendapatkan untuk hidrasi yang adekuat!
Kriteria hasil & Anak mendapatkan %airan yang %ukup!Anak menunjukan tanda-
tanda hidrasi adekuat!
'! Awasi tekanan darah!
Tanda yang membantu mengidenti#ikasi #luktuasi intra9askuler!
'<
*! 2ihat memran muk)sa, kaji turg)r kulit dan pengisian kapiler
Indikat)r keadekuatan sirkulasi #eri#er dan hidrasi seluler
.! Awasi masukan haluaran, %atat warna urine, k)ntraksi, berat jenis!
Penurunan haluaran urine pekat dengan peningkatan berat jenis diduga
dehidrasi, kebutuhan peningkatan %airan!
:! Auskultasi bising usus! Aatat kelan%aran #latus, gerakan usus!
Indikat)r kembalinya peristaltik, kesiapan untuk pemasukan per)ral!
<! +erikan sejumlah ke%il minuman jernis bila pemasukan per)ral dimulai, dan
dilanjutkan dengna diet sesuai t)leransi!
"enurunkan iritasi gaster,muntah untuk meminimalkan kehilangan %airan!
B! +erikan perawatan mulut sering dengan perhatian khusus pada perlindungan
bibir!
$ehidrasi mengakibatkan bibir dan mulut kering dan pe%ah-pe%ah!
K)lab)rasi
;! Pertahankan penghisapan gaster, usus!
Selang biasanya dimasukan pada pra)perasi dan dipertahankan pada #ase
segera pas%a)perasi untuk dek)mpresi usus!meningkatkan istirahat usu,
men%egah muntah!
1! +erikan %airan I8 dan elketr)lit!
Perit)nium bereaksi terhadap iritasi,in#eksi dengan menghasilkan sejumlah
besar %airan yang dapat menurunkan 9)lumme sirkulasi darah, mengakibatkan
hip)9)lumia! $ehidrasi dan dapat terjadi ketidakseimbangan elektr)lit!
.! 5angguan m)bilitas #isik berhubungan dengan nyeri!
Tujuan & Klien merasakan nyaman pada saat menggerakan tubuh!
Kriteria hasil &Klien mampu melakukan akti9itas sehari-hari!
'! Kaji skla tingkat #ungsi klien dalam melakukan akti#itasnya!
$iharapkan dengan mengkaji skla akan diketahui apakah klien dapat mandiri,
atau semua akti#itas dibantu!
'B
*! +erikan m)ti9asi agar klien dapat melakukan akti#itasnya dalam batas-batas
tertentu yang dapat klien lakukan!
4ntuk men%egah nyeri yang timbul jika akti9itas )t)t yang terlalu!
.! Pantau tanda-tanda 9ital!
+ila terjadi kelebihan berakti9itas tanda-tanda 9ital akan berubah!
';
7A7 I4
TIN,AUAN KASUS
I& Pengka9ian
Nama & An! A Penanggung 3awab
3enis Kelamin & Pria Nama & Ny! N
4mur & '' Tahun (ubungan dengan pasien &/rang tua
Agama & Islam Pekerjaan & Tani
Alamat & (ibrida 6aya Alamat & (ibrida 6aya
Tgl! "asuk & ':-'0-*001
N)! 6egister & 0*'*
5)l)ngan $arah & /
$iagn)sis "edis & Apendiksitis!
II& A%asan Masuk
Pasien An! A anak dari Ny! N, masuk ke rumah sakit dengan keluhan nyeri pada
abd)men kanan bagian bawah, yang disertai mual, muntah, dan demam, klien
mengatakan nyeri apabila perutnya ditekan atau pada saat menggerakan tubuh
nyerinya akan bertambah, Ny! N mengatakan bahwa anak susah makan!
III& Ri"a@at Kesehatan Seka!ang
Nyeri yang disebabkan )leh apendiksitis yang dirasakan An! A sehingga tidak
bisa melakukan akti9itas sehari-hari, An! A merasakan nyeri pada saat mual,
muntah dan pada saat menggerakan tubuh nyerinya akan bertambah! Nyeri juga
terasa hingga abd)men bagian kiri, dengan skala nyeri '-., nyeri akan hilang
timbul dan tergantung pada p)sisi yang nyaman!
'1
I4& Ri"a@at Kesehatan Masa La%u
Penyakit yang pernah dialami demam dan diare! Peng)batan klien ber)bat ke
puskesmas!
4& Ri"a@at Kesehatan Ke%ua!ga
Keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan klien!
4I& Ri"a@at Pe!kem#angan
Imunisasi & An! A mendapatkan imunisasi lengkap, An! A tidak mengalami
keterlambatan dalam perkembangannya!
4II& Peme!iksaan 8isik
A! Keadaan 4mum
Klien terlihat sedikit pu%at, klien meringis merasakan nyeri pada abd)men
kanan bagian bawah!
+! Tanda-tanda 8ital
T$ & ''<,10
N & 1< D menit
66 & *0 D , menit
++ & .< kg
T+ & '*< %m
Suhu & .1
)
A
'! Kepala dan rambut
'! Kepala
+entuk & Simetris
4bun-ubun & Sudah menutup
Kulit kepala & +ersih
*! 6ambut
Penyebaran dan keadaan rambut & merata
'C
+au & Keringat
Warna rambut & (itam
.! Wajah
Warna kulit & Saw) matang
Struktur & Simetris
Kelainan & Tidak ada
*! "ata
'! Kelengkapan dan kesimetrisan
Simetris dan tidak ada ke%a%atan
*! Palpebra
Kel)pak mata atas lebih lebar dari kel)pak mata bagian bawah dan
tidak ada ptiaris
.! K)njungti9a & merah muda
:! Sklera jernih tidak ikterik
<! Pupil & re#lek terhadap %ahaya
B! A)rnea jernih
;! Iris & berwarna hitam
1! 8isus & tajam
.! (idung
'! Tulang hidung dan p)sisi septum nasi!
Tidak ada #raktur dan bengkak!
*! 2ubang hidung
Simetrik dan tidak ada p)lip atau penyakit lainnya!
.! Auping hidung
Tidak ada pernapasan %uping hidung
:! Telinga
'! +entuk telinga & simetris
*! 4kuran telinga & sedikit lebar dan simetris
.! 2ubang telinga & adanya serumen
*0
:! Ketajaman pendengaran & masih tajam
<! "ulut dan 7aring
'! Keadaan bibir & Tidak kering
*! Keadaan gusi dan gigi & 5usi klien tidak ada st)matitis, terdapat
%aries dentis pada gigi graham bawah!
.! Keadaan lidah & $apat menelan makanan dan baik
:! /r)#aring & Tidak ada nyeri
B! 2eher
'! P)sisi tra%hea & Simetris
*! Thyr)id & Tidak ada pembesaran pada kelenjar
thyr)id
.! Suara & 3elas dan tidak ada gangguan!
:! Kelenjar lim#e & Tidak ada pembengkakan!
A! Pemeriksaan Integumen
'! Kebersihan & +ersih
*! Kehangatan & (angat
.! Warna & Saw) matang
:! Turg)r & -lastis
<! Kelembaban & 2embab
B! Kelainan Pada kulit & Tidak ada dekubitus atau penyakit lainnya
$! Pemeriksaan Th)rak , $ada
'! Inspeksi Th)rak
a! +entuk th)rak & arteri) p)steri)r, trans9ersal & ' & *!
b! Perna#asan
7rekuensi & *0 D , menit
Irama & eupneu
%! Tanda kesulitan na#as & tidak ada
*! Pemeriksaan Paru
a! Palpasi getaran suara & ta%til 9remitus
*'
b! Perkusi & res)nan
%! Auskultasi
Suara na#as & +r)n%) 9esikuler
Suara tambahan & tidak ada
.! Pemeriksaan jantung
a! Inspeksi & Palpasi
b! Palpasi & Teraba
Pulssari & Apikal
I%tus %)rdis & Teraba
-! Pemeriksaan Abd)men
'! Inspeksi
a! +entuk abd)men & simetris
b! +enj)lan,masa & tidak ada
%! +ayangan pembuluh darah & tidak ada
*! Auskultasi
a! Peristaltik usus & G <-*< D , menit
b! +unyi jantung anak >+3A? & Tidak ada
.! Palpasi
a! Tanda nyeri tekan & nyeri tekan pada abd)men bagian kanan bawah
b! +enj)lan , masa & tidak ada
%! Titik "%! +urney & adanya nyeri tekan dan nyeri lepas!
:! Perkusi
a! Suara abd)men & hipertimpani
b! Pemeriksaan a%ites & tidak terjadi pembesaran abd)men!
<! Anus dan perineum
a! 2ubang anus & ada
b! Kelainan pada anus & tidak ada
%! Perineum & tidak ada kelainan
**
7! Pemeriksaan Neur)l)gi
Tingkat kesadaran & k)mp)s mentis!
5! P)la -liminasi
'! +A+
a! P)la +A+ & ' D, tidak menggunakan lakratit
b! Karakter #e%es & lunak
%! 6iwayat perdarahan & tidak ada
d! $iare & tidak terjadi
e! K)nstipasi & tidak terjadi
*! +AK
P)la +AK & : D , hari tidak ink)ntinensia!
(! P)la Kegiatan dan Akti9itas
Terbatas karena keadaan penyakit!
I! Pemeriksaan $iagn)stik
S$P & 2euk)sit)sis diatas '*!000,mm
.
, neutr)#il meningkat ;<
=!
4rinalisis & n)rmal
7)t) abd)men & dapat menyatakan adanya pengerasan material pada apendik
>#ekalit?, ileus terl)kalisir!
*.
ANALISIS DATA
N$ Simt$m Eti$%$gi P!$#%em
' $S& - "engeluh nyeri pada
abd)men kanan bawah
- Nyeri akan bertambah pada
p)sisi yang kurang nyaman,
pada saat mual dan muntah!
- 7ungsi skala .
- "erasakan nyeri tekan
meningkat
- dan nyeri lepas meningkat
$/& - "eringis
- "emegang bagian yang
sakit
- +erjalan agak membungkuk
sambil memegang abd)men
kanan
- 2emah
TT8& T$ & ''<,10
N & 1< D menit
66 & *0 D , menit
S & .1
)
A
Nyeri akibat dari
pr)ses in#lamasi
5angguan rasa
nyaman nyeri
* $S& - "engeluh jika bergerak
akan bertambah
- "erasakan )t)t susah untuk
digerakkan
- 2emah
$/& - Skala tingkat nyeri pada
skala .
- Akti9itas dibantu
Nyeri 5angguan
m)bilitas #isik
. $S& - Klien mengeluh mual dan
muntah, #rekuensi * D
disertai demam!
- Ny! N mengatakan bahwa
An! A susah makan!
$/& - Klien tampak lemas dan
pu%at
$istensi abd)men
menurunnya
peristalti% usus
Kekurangan
9)lume %airan
*:
N$ Diagn$sa Kee!a"atan Tu9uan Kee!a"atan
Ren?ana Kee!a"atan
Pa!a:
Inte!=ensi Rasi$na%
' 5angguan rasa nyaman nyeri
berhubungan dengan pr)ses
im#lamasi ditandai dengan
nyeri tekan, nyeri lepas pada
abd)men kanan bawah, skala
., meringis!

$alam jangka waktu
pendek ' D B0 menit
nyeri dapat berkurang
dengan kriteria hasil &
'! Klien re#leks, tidak
meringis!
*! Skala nyeri menurun
.! TT8 tidak meningkat
T$ & ''<,10 mm(g
N & 1< D , menit
66 & *0 D , menit
S & .;
)
A
"andiri &
'! Pantau kualitas, l)kasi dan derajat
nyeri!
*! 2akukan teknik distraksi
.! Atur p)sisi yang nyaman
:! Anjurkan klien untuk latihan teknik
napas dalam
<! Pantau tanda-tanda 9ital
K)lab)rasi &
'! K)lab)rasi dalam pemberian analgetik
dan antibi)ti% dengan d)kter!
Agar dapat waspada terhadap
karakteristik ketidaknyaman!
$iharapkan dengan latihan teknik
distraksi klien dapat lupa sejenak
terhadap nyeri!
$iharapkan dengan p)sisi yang
nyaman nyeri dapat berkurang!
4ntuk menurunkan stress dan
relaksasi )t)t!
4ntuk perubahan sesuai derajat
nyeri
Analgetik & untuk menghilangkan
nyeri!
Antibi)tik & untuk men%egah
in#eksi )leh kuman!
* 5angguan m)bilitas #isik
berhubungan dengan nyeri
ditandai dengan mengeluh
jika bergerak nyeri akan
bertambah, digerakkan,
lemah skala tingkat #ungsi .,
Klien mampu melakukan
akti9itas sehari-hari
dengan kriteria hasil!
'! Skala tingkat #ungsi!
*! $apat melakukan
akti9itas se%ara
'! Kaji skala tingkat #ungsi klien dalam
melakukan akti9itasnya!
*! +erikan m)ti9asi agar klien dapat
melakukan akti9itasnya dalam batas-
batas tertentu yang dapat klien lakukan!
$iharapkan dengan mengkaji skala
akan diketahui apakah klien dapat
mandiri, atau semua akti9itas dibantu!
4ntuk men%egah nyeri yang timbul
jika akti9itas )t)t yang terlalu!
*<
N$ Diagn$sa Kee!a"atan Tu9uan Kee!a"atan
Ren?ana Kee!a"atan
Pa!a:
Inte!=ensi Rasi$na%
akti9itas dibantu! mandiri .! Pantau tanda-tanda 9ital +ila terjadi kelebihan berakti9itas
tanda-tanda 9ital akan berubah!
. Kekurangan 9)lume %airan
berhubungan dengan
terjadinya distensi abd)men
dan penurunan peristaltik
usus
$alam jangka waktu ' D
*: jam masalah
kekurangan 9)lume
%airan teratasi dengan
kriteria hasil &
'! Kelembaban
membran muk)sa!
*! Turg)r kulit baik
.! Tanda 9ital stabil
:! (aluaran urine
adekuat!
'! Awasi T$ dan nadi
*! Kaji turg)r kulit, dan penghasilan
kapiler
.! Auskultasi bising usus
:! +erikan pemasukan %airan se%ara
parenteral!
Tanda yang membantu
mengidenti#ikasi #luktuasi 9)lume
intra9askuler!
Indikat)r keadekuatan sirkulasi
peri#er dan hidrasi seluler
Indikat)r kembalinya peristaltik
usus
$apat meningkatkan keseimbangan
elektr)lit dan 9)lume sirkulasi darah!
*B
AATATAN PERKEM7ANGAN
Nama Pasien & An! A
$D! "edis & Apendiksitis
(ari,Tgl,3am
N)!
$D
Implementasi Para#
Kamis,
':-'0-*001
01!00 Wib
0C!00 Wib
'*!00 Wib
'
'! "emantau kualitas, l)kasi dan derajat nyeri
6esp)n pasien &
Nyeri pada skala . dan nyeri tekan, lepas pada daerah
abd)men kanan bawah!
*! "elakukan teknik distraksi dengan klien
dengan %ara mengajak klien ber%erita
6esp)n pasien &
"au diajak ber%erita dan pasien sedikit dapat
melupakan rasa nyeri!
.! "engatur p)sisi yang nyaman yaitu p)sisi semi
#)wler dan p)sisi sim!
6esp)n pasien &
Pasien merasa nyaman!
:! "engukur tanda-tanda 9ital
6esp)n pasien &
"au dilakukan pemeriksaan tanda-tanda 9ital!
<! "enganjurkan klien untuk latihan napas dalam
6esp)n pasien &
"au melakukan latihan napas dalam selama '<
menit!
K)lab)rasi &
'! "emberikan injeksi
- Ter#a%e# & . D ' gram
- Ae#)taDim & * D * gram
- 5enta & * D ' amp
- Tri#)na@an & . D ' r)lla#
*;
Kamis
':-'0-*001
01!00 Wib
'0!00 Wib
'*!00 Wib
*
'! "engkaji skala tingkat #ungsi klien dalam
melakukan akti9itasnya
6esp)n pasien &
Skala tingkat #ungsi & skala :
*! "emberikan m)ti9asi agar klien dapat melakukan
akti9itasnya dalam batas-batas tertentu yang dapat
klien lakukan!
6esp)n pasien &
Pasien dalam melakukan akti9itas memerlukan
bantuan alat dan bantuan )rang lain!
.! "emantau tanda-tanda 9ital
6esp)n pasien &
"au dilakukan pemeriksaan tanda-tanda 9ital &
T$ & '*0,10
S & .B,<
)
A
N & 1: D , menit
66 & ** D , menit
Kamis
':-'0-*001
. '! "emantau tekanan darah nadi
*! "engkaji elastisitas turg)r kulit!
.! "emberikan %airan I8 dan elektr)lit!
*1
E4ALUASI
Nama Pasien & An! N
$iagn)sa "edis & Apendiksitis
N$& DB E=a%uasi Pa!a:
' S & - Klien mengeluh nyeri pada abd)men kanan bawah
- Nyeri saat ditekan
- Nyeri lepas
- Skala .
/& - Terlihat meringis
- "asih memegang bagian yang sakit
- 2emah
- TT8 &
T$ & ''<,10 mm(g,
S & .1,<
)
A
N & 1< D , menit
66 & *0 D , menit
A& "asalah belum teratasi
P & 6en%ana tindakan dilanjutkan
* S & - Pasien mengatakan sudah dapat berjalan ke WA tetapi
masih merasakan sedikit nyeri
- "erasa lemah
/& - Skala tingkat #ungsi akti9itas *
- Pasien terlihat sudah bisa makan sendiri tanpa dibantu
- Ibu klien menyiapkan makanan di dalam piring, gelas
dan send)k!
A& "asalah teratasi sebagian
P & 6en%ana tindakan dilanjutkan

*C
. S & "erasa tidak lemas lagi
/& Turg)r kulit n)rmal kembali!
A& "asalah teratasi sebagian
P & 6en%ana tindakan dilanjutkan
.0
7A7 4
PENUTUP
.&+& Kesimu%an
Apendiksitis adalah peradangan dari apendik 9ermi#)rmil, dan merupakan
penyebab abd)men akut yang paling sering! Penyakit ini dapat mengenai semua
umur baik laki-laki perempuan!
Apendiksitis biasanya disebabkan )leh penyumbatan lumen apendik! /leh
hyperplasia #)likel limp)la, #ekalt, benda asing, striktur karena #ibr)sis akibat
peradangan sebelumnya, atau ne%plasma!
.&/& Sa!an
Sem)ga makalah mengenai apendiksitis beserta asuhan keperawatannya
ini berman#aat bagi mahasiswa keperawatan! Setelah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri
"andiri Sakti +engkulu, baik di lahan praktek maupun masyarakat nantinya!
.'
DA8TAR PUSTAKA
Ari# "ansj)er, dkk! *000! Kapita Selekta Kedokteran. 7K4I! 3akarta!
Su@anne! A! Smelt@er, dkk! *00*! Keperawatan Medikal Bedah Volume . -5A!
Ked)kteran! 3akarta!
"arylin -! $)enges, dkk! *000! !encana Asuhan Keperawatan. -5A! Ked)kteran!
3akarta!
+runner dan Suddarth! *00'! Keperawatan Medikal Bedah. -5A! 3akarta!
Alimul (idayah A@i@! *00B! Pengantar "lmu Keperawatan Anak. 3akarta!
A! Pri%e! Syl9ia! *00<! Pato#isiologi. -5A! 3akarta!
2! +et@ Ae%illy! *00*! Buku Saku Keperawatan Pediatri. -5A! 3akarta!
Alimul (idayah A@i@! *00:! Kebutuhan Pasar Manusia. -5A! 3akarta!

.*