Anda di halaman 1dari 6

Assessment

Memerlukan terapi tambahan


Pada tanggal 17, gula darah pasien sangat tinggi tapi tidak mendapat insulin untuk
menurunkannya.
Pada tanggal 18, tekanan darah pasien tinggi tapi tidak mendapat terapi untuk
memperbaiki keadaan tersebut.
Dosis novorapid yang aku dapet per kgBB, BBnya gak tau deh dosisnya bener apa gak
Recommendation
Pasien diberikan novorapid setiap hari secara teratur dengan dosis 0,5-1 iu/kgBB/hari
Pasien diberikan anti hipertensi golongan ACEi (tidak bersamaan dengan novorapid)




DRPs
a. Memerlukan terapi tambahan, yaitu jika kondisi baru yang membutuhkan obat,
kondisi kronis yang membutuhkan kelanjutan terapi obat, kondisi yang
membutuhkan kombinasi obat, dan kondisi yang mempunyai risiko kejadian efek
samping dan membutuhkan obat untuk pencegahannya.
b. Terapi tanpa indikasi, yaitu jika obat yang diberikan tidak sesuai dengan indikasi
pada saat itu, pemakaian obat kombinasi yang seharusnya tidak diperlukan, dan
meminum obat dengan tujuan untuk mencegah efek samping obat lain yang
seharusnya dapat dihindari.
c. Obat salah, yaitu jika obat yang diberikan kepada pasien kurang sesuai dengan
indikasinya, obat tersebut efektif tetapi tidak ekonomis, pasien mempunyai alergi
terhadap obat tersebut, obat yang diberikan mempunyai kontraindikasi dengan obat
lain yang membutuhkan, dan antibiotika yang sudah resisten terhadap infeksi
pasien.
d. Pasien mendapat obat yang tidak mencukupi atau kurang, yaitu jika dosis obat
tersebut terlalu rendah untuk memberikan efek, dan interval dosis tidak cukup.
e. Pasien mendapat dosis obat yang berlebih, yaitu jika dosis obat terlalu tinggi untuk
memberikan efek.
f. Munculnya efek yang tidak diinginkan atau efek samping obat dan adanya interaksi
obat, jika ada alergi, ada faktor risiko, ada interaksi dengan obat lain, dan hasil
laboraturium berubah akibat penggunaan obat.
g. Ketidaktaatan pasien, yaitu jika pasien tidak menerima regimen obat yang tepat
terjadi medication error pada saat peresepan, penyerahan obat dan monitoring
pasien, ketidaktaan pasien, pasien tidak membeli obat yang disarankan karena
mahal, pasien tidak menggunakan obat karena ketidaktahuan cara memakai obat,
pasien tidak menggunakan obat karena ketidak percayaan dengan produk obat yang
dianjurkan

Informasi Obat yang diterima pasien
Kalmeco:
Komposisi:
Mecobalamin

Bentuk Sediaan:
Tablet 500 g dan ampul 500 g

Indikasi:
Neuropati perifer dan neuropati diabetik.

Dosis:
Tablet : 500-1500 mcg perhari
Injeksi:
- Neuritis perifer : 1 ampul sebanding dengan 500 g IM atau IV tiga kali seminggu.
- Dosis harus disesuaikan dengan usia pasien dan beratnya gejala

Kontraindikasi:
-

Peringatan dan Perhatian:Hentikan pengobatan dengan mecobalamin jika tidak ada respon
perbaikan setelah beberapa bulan. Pada pemberian IM:
1. Hindari pengulangan injeksi pada tempat yang sama.
2. Hindari penyuntikan pada bagian saraf.

Efek Samping:
Gejala yang berhubungan dengan saluran cerna : mual, muntah, dan diare, reaksi kulit (skin
rash), reaksi hipersensitivitas. Efek samping tersebut di atas jarang sekali terjadi.

Alinamin
Komposisi: Fursultiamine Indikasi: Suplemen untuk kebutuhan harian vitamin B1 Dosis: 1 kali
sehari 1 tablet Pemberian Obat: Berikan sesudah makan

Alicron
Komposisi: -lipoic acid 300 mg, biotin 0.03 mg, chromium picolinate 0.2 mg Indikasi:
Suplemen untuk diabetes mellitus Dosis: 1 kali sehari 1 kapsul Perhatian: Hamil dan laktasi.
Glukosa darah harus dimonitor Interaksi Obat: Makanan yang diperkaya asam fitat mengurangi
absorpsi kromium. Antibiotik dapat menurunkan distribusi biotin. Antikonvulsan seperti
karbamazepin, fenitoin, phenobarbital dan pirimidon Kemasan: Kapsul 5 x 6

Novorapid
Indikasi: Terapi diabetes melitus tipe 1 dan 2. Dosis: 0,5-1 iu/kgBB/hari. Pemberian Obat:
Diberikan segera sebelum atau setelah makan. Kontra Indikasi: Hipoglikemia. Perhatian:
Penyakit atau obat yang dapat memperlambat absorpsi makanan dan atau meningkatkan
kebutuhan insulin. Pengurangan jadwal makan, aktivitas fisik yang berat. Preparat yang
mengandung metacresol yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Dapat mengganggu kemampuan
mengemudi atau menjalankan mesin. Hamil. Efek Samping: Hipoglikemia; edema. Interaksi
Obat: Obat hipoglikemik oral, oktreotid, MAOI, penyekat- adrenergik non selektif, ACE
inhibitor, salisilat, alkohol, steroid anabolik, sulfonamid. Kontrasepsi oral, tiazid, glukokortoid,
hormon tiroid, simpatomimetik, danazol.

Gabapentin
Gabapentin adalah suatu antikonvulsan atau anti kejang. Obat ini meningkatkan jumlah gamma-
aminobutyric acid (GABA) di otak. Beberapa serangan epilepsi terjadi ketika GABA di dalam
otak berada dalam tingkat yang rendah. Dengan meningkatkan jumlah GABA, gabapentin
mengurangi jumlah kejang.

Gabapentin juga bekerja untuk menghilangkan rasa sakit untuk kondisi tertentu dalam sistem
saraf. Obat ini tidak digunakan untuk nyeri yang disebabkan oleh cedera ringan atau arthritis.
Produk ini tersedia dalam bentuk sediaan Kapsul, Tablet, dan Larutan.

Indikasi
Gabapentin digunakan untuk membantu mengendalikan kejang-kejang dalam pengobatan
epilepsi.
Gabapentin juga digunakan pada orang dewasa untuk mengelola kondisi yang disebut
postherpetic neuralgia, nyeri yang terjadi setelah 'herpes zoster', dengan cara mengubah
alur sensasi tubuh terhadap rasa nyeri.
Tablet Gabapentin extended-release juga digunakan untuk mengobati kondisi yang
disebut Restless Legs Syndrome (RLS), yaitu gangguan neurologis yang mempengaruhi
sensasi dan gerakan di kaki sehingga kaki terasa tidak nyaman. Hal ini menghasilkan
perasaan yang tak tertahankan ingin menggerakkan kaki agar merasa nyaman.
Mekanisme yang terjadi sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti.
Kadang-kadang Gabapentin juga digunakan pada pengelolaan nyeri akibat neuropti
diabetik
Mencegah dan mengobati terjadinya rasa panas akibat pemberian kemoterapi pada
penderita Ca mammae.
Gabapentin juga bekerja untuk menghilangkan rasa sakit untuk kondisi tertentu dalam
sistem saraf, tidak digunakan untuk nyeri yang disebabkan oleh cedera ringan atau
arthritis.
Dosis dan Cara Pemberian

Gabapentin diberikan dalam dosis terbagi, bersama dengan makanan atau dalam keaadaan perut
kosong, dengan interval pemberian tidak boleh lebih dari 12 jam dari satu pemberian ke
pemberian berikutnya. Sedangkan untuk tablet Gabapentin extended-release diberikan satu kali
perhari dan sebaiknya diberikan sekitar jam 5 sore bersama dengan makanan. Gabapentin
extended-release dikonsumsi dengan cara ditelan, dan tidak boleh dikunyah atau dijadikan
bentuk puyer.

Untuk epilepsi:
1. Usia > 12 tahun: Pada awalnya, diberikan 300 mg tiga kali per hari. Selanjutnya, dosis
disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, dosis biasanya tidak lebih dari 1800 mg per hari.
2. Usia 3 - 12 tahun : Dosis didasarkan pada berat badan. Dosis awal adalah 10 sampai 15
mg per kg berat badan per hari, dibagi menjadi tiga dosis. Dosis akan disesuaikan dosis
yang diperlukan. Dosis umum untuk anak-anak 5 tahun ke atas adalah 25 sampai 35 mg
per kg berat badan per hari, dibagi menjadi tiga dosis. Dosis umum untuk anak-anak 3
dan 4 tahun adalah 40 mg per kg berat badan per hari, dibagi menjadi tiga dosis.
3. Usia < 3 tahun : Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.
Untuk postherpetic neuralgia:
1. Dewasa : Pada awalnya, 300 mg diambil sebagai dosis tunggal pada hari ke-1. Pada hari
ke-2, 300 mg dua kali per hari. Pada hari ke-3, 300 mg tiga kali per hari. Jadi pada
pemberian Gabapentin Dokter dapat menyesuaikan dosis yang diperlukan. Namun, dosis
biasanya tidak lebih dari 1800 mg per hari.
2. Anak : Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter Anda.
Untuk Restless Legs Syndrome:
1. Dewasa : 600 mg sekali sehari untuk diminum bersama pada makanan pagi hari. Dokter
dapat menyesuaikan dosis yang diperlukan. Namun, dosis biasanya tidak lebih dari 1200
mg per hari.
2. Anak : Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter Anda.
Efek Samping
1. Penglihatan kabur
2. Gejala flu
3. Delusi
4. Pikun
5. Suara serak
6. Kurangnya atau hilangnya kekuatan
7. Tulang belakang nyeri
8. Pembengkakan pada tangan, atau kaki bagian bawah
9. Gemetar atau bergetar

ALINAMIN F TABLET
Suplemen vitamin B1 dan B2 dibutuhkan pada keadaan :

Meningkatnya kebutuhan, seperti pada saat kehamilan dan menyusui pada saat memerlukan
banyak energi, terjadi gangguan penyerapan, seperti pada diare dan gangguan pencernaan
lainnya.
Alinamin-F tablet mengandung vitamin B1 dalam bentuk TTFD (Thiamini TetrahydroFurfuryl
Disulfidi hydrochloridum).


TTFD mempunyai karakteristik :
- Tidak dirusak oleh enzim aneurinase, suatu enzim yang merusak vitamin B1 yang
dihasilkan oleh beberapa bakteri di dalam usus
- Penyerapan yang optimal dari saluran pencernaan.
Alinamin-F tablet diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin B1dan B2.

KOMPOSISI :

Tiap tablet mengandung :
Thiamini TetrahydroFurfuryl Disulfidi hydrochloridum 54.58 mg
(setara dengan basenya TTFD 50.0 mg
Riboflavinum 5.0 mg


PETUNJUK PENGGUNAAN :

Untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin B1 dan B2.
Biasanya 1 tablet sehari,sesudah makan.