Anda di halaman 1dari 20

Cerita dewasa 17tahun foto bugil video sex video bokep 3gp telanjang

Cerita Seks : ABG yang menggairahkan


Cerita Seks : ABG yang menggairahkan
1 Comment
Dipublikasikan oleh : admin pada tanggal : Sep 13,2007
Berada di kategori : Cerita Dewasa, Cerita Panas, Cerita Panas Daun Muda

Cerita Seks : ABG yang menggairahkan

Tags: Cerita Seks, Cerita Panas, Cerita Dewasa, CeritaÂ

Aku seorang pegawai di salah satu perusahaan swasta di kota DKI, nama aku Iwan. Aku
berumur 30 tahun dengan tinggi badan 170 cm serta berat badan 65 kg dan kata cewek-cewek
sih, aku memiliki wajah dan tubuh yang sangat ideal untuk seorang laki-laki bujangan.
Perusahaan tempat aku kerja memberlakukan lima hari kerja yaitu setiap hari senin sampai
Jumat, sehingga setiap hari sabtu aku selalu berada di rumah yang merupakan salah satu
kompleks elit di kota aku itu. Setiap hari sabtu aku selalu mengisi waktu dengan melihat situs
porno, majalah porno, dan menonton film pornoh yang aku sewa di salah satu rental yang berada
di kompleks tersebut, dan hal itu berlangsung selama berbulan-bulan.

Suatu saat hal tersebut tidak aku lakukan lagi karena setelah aku melihat Riska anak tetangga
aku yang masih duduk di kelas 1 SMP yang kira-kira berumur 13 tahun dan aku sangat
terpesona dengan kemolekan tubuh anak tersebut. Riska memiliki tubuh yang indah untuk
ukuran anak seumur dia dengan tinggi badan sekitar 155 cm dan berat badan sekitar 45kg serta
memiliki dua bukit kembar yang berukuran sedang yang tercermin dari tonjolan padat dibalik
seragam sekolah yang ketat dan tank top yang biasa dikenakannya dan yang tidak kalah
menariknya lagi ia memiliki pantat yang sangat padat dan berisi yang terlihat dari rok sekolah
setinggi lutut dan rok mini yang ia kenakan dan anehnya lagi aku tidak pernah melihat adanya
garis CD yang ia kenakan, dan yang pasti memeknya belum ditumbuhi bulu-bulu halus.

Aku sering melihat riska ke sekolah setiap hari dengan sengaja berdiri didepan rumah sebelum
aku berangkat kerja atau pada sore hari sepulang kerja di saat ia sedang jalan-jalan sore di
sekitar kompleks dan pada saat itu aku selalu memandangi riska dengan sangat tajam dan
penuh nafsu namun ia tak menyadarinnya dan sampai suatu hari riska mulai menyadarinya dan
mulai membalas tatapan aku dengan mata yang sangat menggoda.

Sejak kejadian itu aku selalu terbayang-bayang dengan kemolekan riska setiap usai bekerja
namun bukannya aku jatuh cinta padanya tapi aku suka akan kemolekan tubuhnya dan sangat
bernafsu untuk mencicipinnya, tetapi nafsu birahi tersebut aku tahan dan aku lampiaskan dengan
hanya memandangi tubuhnya dari balik pagar pada sore hari disaat ia sedang berjalan-jalan
dikompleks. Riska selalu menggunakan tank top dan rok mini setiap akan berjalan-jalan disekitar
kompleks bersama kakak dan sepupunya (Yani yang sedang kuliah smst 2 dan Neni yang duduk
di sma kls 3) dan ini dia lakukan setiap sore.

Seperti biasanya pada sore hari setiap pulang kerja aku selalu menunggu riska untuk
memandangi tubuhnya, tetapi pada saat itu aku heran karena riska hanya sendiri saja berjalan
dengan sangat santai dan seperti biasa pula ia hanya memakai tank top yang pada saat itu
berwarna kuning dan rok mini berwarna putih tembus pandang dan yang tidak terlalu ketat.
Dengan sangat nernafsu aku tatap dia dari balik pagar dan dia pun membalasnya dan tanpa aku
sangka-sangka riska menuju ke pintu pagar rumah aku, dan dalam hati aku bertanya mungkin dia
akan marah karena aku selalu menatapnya, tetapi hal tersebut tidak terjadi, dia malah tersenyum
manis sambil duduk dideker didepan pagar rumah aku yang membuat nafsu aku semakin tinggi
karena dengan leluasa aku dapat memandangi tubuh riska dan yang lebih mengasikan lagi ia
duduk dengan menyilangkan pahannya yang membuat sebagian roknya tersingkap disaat angin
meniup dengan lembutnya namun ia diam dan membiarkan saja. Dengan penuh nafsu dan
penasaran ingin melihat tubuh riska dari dekat maka aku dekati dia dan bertannya “Duduk
sendirian nih boleh aku temanin,” dengan terkejut riska mambalikan wajahnya dan berkata “eh…
boooboleh.” Aku langsung duduk tepat di sampingnya dikarenakan deker tersebut hanya pas
untuk dua orang. Dan untuk mengurangi kebisuan aku bertannya pada riska “Biasanya bertiga,
temennya mana… ?”, dengan terbata-bata riska berkata “Gi… gini om, mereka i… itu bukan
temen aku tetapi kakak dan sepupu aku.” aku langsung malu sekali dan kerkata “Sorry.” kemudia
riska menjelaskan bahwa kakak dan sepupunnya lagi ke salah satu mal namannya MM.

Riska mulai terlihat santai tetapi aku semakin tegang jantungku semakin berdetak dengan
kerasnya dikarenakan dengan dekatnya aku dapat memandangi paha mulus riska ditambah lagi
dua bukit kembarnya tersembul dari balik tank topnya apabila dia salah posisi. Diam-diam aku
mencuri pandang untuk melihatnya namun dia mulai menyadarinya tetapi malah kedua bukit
kembarnya tersebut tambah diperlihatkannya keaku yang membuat aku semakin salah tingkah
dan tampa sengaja aku menyentuh pahanya yang putih tanpa ditutupi oleh rok mininya karena
tertiup angin yang membuat riska terkejut dan riskapun tidak marah sama sekali sehingga tangan
aku semakin penasaran dan aku dekapkan tangan aku ke pahanya dan dia pun tidak marah pula
dan kebetulan pada saat itu langitpun semakin gelap sehingga aku gunakan dengan baik dengan
perlahan-lahan tangan kiri aku yang berada di atas pahanya aku pindahkan ke pinggannya dan
meraba-raba perutnya sambil hidungku aku dekatkan ketelingannya yang membuat riska
kegelian karena semburan nafasku yang sangat bernafsu dan mata ku tak berkedip melihat
kedua bukit kembarnya yang berukuran sedang dibalik tank topnya. Tanpa aku sadari tangan kiri
aku telah menyusup kedalam tank top yang ia gunakan menuju kepunggunya dan disana aku
menemukan sebuah kain yang sangat ketat yang merupakan tali BH nya dan dengan sigapnya
tangan aku membuka ikatan BH yang dikenakan riska yang membuat tangan aku semakin
leluasa ber gerilya dipunggunya dan perlahan-lahan menyusup kebukit kembarnya serta tangan
kanan aku membuka ikatan tali BH riska yang berada di lehernya dan dengan leluasa aku
menarik BH riska tersebut keluar dari tank topnya karena pada saat itu riska mengggunakan BH
yang biasa digunakan bule pada saat berjemur. Setelah aku membuka BHnya kini dengan
leluasa tangan aku meraba, memijit dan memelintir bukit kembarnya yang membuat riska
kegelian dan terlihat pentil bukit kembarnya telah membesar dan berwarna merah dan tanpa ia
sadari ia berkata “Terusss… nikmattttt… Ommmm… ahh… ahhhh… ” Dan itu membuat aku
semakin bernafsu, kemudian tangan aku pindahkan ke pinggannya kembali dan mulai
memasukannnya ke dalam rok mini yang ia kenakan dengan terlebih dahulu menurunkan res
yang berada dibelakang roknya, kemudian tangan aku masukan kedalam rok dan CDnya dan
meremas-remas bokongnya yang padat dan berisi dan ternyata riska memakai CD model G
string sehingga membuat aku berpikir anak SMP kayak dia kok sudah menggunakan G string
tetapi itu membuat pikiranku selama ini terjawab bahwa riska selama ini menggunakan G string
sehingga tidak terlihat adanya garis CD. Lima menit berlalu terdengar suara riska “Ahh… terusss
Om… terusss… nikmattttt… ahh… ahhhh… ” hanya kalimat itu yang keluar dari mulut riska pada
saat aku menyentuh dan memasukan jari tengan aku ke dalam memeknya yang belum ditumbuhi
bulu-bulu tersebut dari belakang dan aku pun makin menggencagkan seranganku dengan
mengocok memeknya dengan cepat. Tiba-tiba pecahlah rintihan nafsu keluar dari mulut Riska.
“Ouuhhh… Ommmm… terus… ahhh… ahhhhhhhhh… ahhhhhhhhhhhhhh… ” riska mengalami
orgasme untuk yang pertama kali.

Setelah riska mengalami orgasme aku langsung tersentak mendengar suara beduk magrib
dan aku menghentikan seranganku dan membisikan kata-kata ketelinga riska “Udah dulu ya… ”
dengan sangat kecewa riska membuka matanya dan terlihat adanya kekecewaan akibat
birahinya telah sampai dikepala dan aku menyuruhnya pulang sambil berkata “Kapan-kapan kita
lanjutkan lagi,” ia langsut menyahut “Ya om sekarang aja tanggung nih, lihat memek aku udah
basah… ” sambil ia memegang memeknya yang membuat aku berpikir anak ini tinggi juga
nafsunya dan aku memberinya pengertian dan kemudian ia pulang dengan penuh kekecewan
tanpa merapikan tank top dan roknya yang resnya masih belum dinaikan namun tidak membuat
rok mininya turun karena ukuran pingganya yang besar, tetapi ada yang lebih parah ia lupa
mengambil BH nya yang aku lepas tadi sehingga terlihat bukit kembarnya bergoyang-goyang dan
secara samar-samar terlihat putting gunung kembarnya yang telah membesar dan berwarna
merah dari balik tank topnya yang pastinya akan membuat setiap orang yang berpapasan
dengannya akan menatapnya dengan tajam penuh tanda tanya. Setelah aku sampai di rumah
aku langsug mencium BH riska yang ia lupa, yang membuat aku semakin teropsesi dengan
bentuk gunung kembarnya dan dapat aku bayangkan dari bentuk BH tersebut.

Sejak kejadian sore itu, lamunanku semakin berani dengan menghayalkan nikmatnya
bersetubuh dengan riska namun kesempatan itu tak kunjung datang dan yang mengherankan
lagi riska tidak pernah berjalan-jalan sore lagi dan hal tersebut telah berlangsung selama 1
minggu sejak kejadian itu, yang membuat aku bertanya apakah dia malu atau marah atas
kejadian itu, sampai suatu hari tepatnya pada hari sabtu pagi dan pada saat itu aku libur, cuaca
sangat gelap sekali dan akan turun hujan, aku semakin BT maka kebiasaan aku yang dulu mulai
aku lakukan dengan menonton film porno, tapi aku sangat bosan dengan kaset tersebut.
Hujanpun turun dengan derasnya dan untuk menghilangkan rasa malas dan bosan aku
melangkah menuju keteras rumah aku untuk mengambil koran pagi, tapi setibanya didepan kaca
jendela aku tersentak melihat seorang anak SMP sedang berteduh, ia sangat kedinginan
dikarenakan bajunya basah semuannya yang membuat seluruh punggunya terlihat termasuk tali
BH yang ia kenakan. Perlahan-lahan nafsuku mulai naik dan aku perhatikan anak tersebut yang
kayaknya aku kenal dan ternyata benar anak tersebut adalah Riska, dan aku berpikir mungkin dia
kehujanan saat berangkat sekolah sehingga bajunya basah semua. Kemudian aku mengatur
siasat dengan kembali ke ruang tengah dan aku melihat film porno masih On, maka aku pun
punya ide dengan megulang dari awal film tersebut dan akupun kembali ke ruang tamu dan
membuka pintu yang membuat riska terkejut.

Pada saat riska terkejut kemudia aku bertannya pada dia “Lo riska ngak kesekolah nih?”
dengan malu-malu riska menjawab “Ujan om… ” aku langsung bertannya lagi “Ngak apa-apa
terlambat.” “Ngak apa-apa om karena hari ini ngak ada ulangan umum lagi.” riska menjawab dan
aku langsung bertannya “Jadi ngak apa-apa ya ngak kesekolah?”. “Ia om”, riska menjawab dan
dalam hati aku langsung berpikir bahwa selama ini riska tidak pernah kelihatan karena ia belajar
untuk ulangan umum, dan inilah kesempatan yang aku tunggu-tunggu dan aku langsung
menawarinya untuk masuk kedalam dan tanpa malu-malu karena udah kedingin dia langsung
masuk kedalam ruang tamu dan langsung duduk dan pada saat itu aku memperhatikan gunung
kembarnya yang samar-samat tertutupi BH yang terlihat dari balik seragam sekolahnya yang
telah basah sehingga terlihat agak transparan.

Melihat riska yang kedinginan, maka aku menawari dia untuk mengeringkan badannya di
dalam dan dia pun setuju dan aku menunjukan sebuah kamar di ruang tengah dan aku memberi
tahu dia bahwa di sana ada handuk dan baju seadannya. Dengan cepat riska menuju ke ruang
tengah yang disana terdapat TV dan sedang aku putar film porno, hal tersebut membuat aku
senang, karena riska telah masuk kedalam jebakanku dan berdasarkan perkiraan aku bahwa
riska tidak akan mengganti baju tetapi akan berhenti untuk menonton film tersebut. Setelah
beberapa lama aku menunggu ternyata riska tidak kembali juga dan akupun menuju keruang
tengah dan seperti dugaanku riska menonton film tersebut dengan tangan kanan di dalam roknya
sambil mengocok memeknya dan tangan kiri memegang bukit kembarnya. Aku memperhatikan
dengan seksama seluruh tingkah lakunya dan perlahan-lahan aku mengambil handy cam dan
merekam seluruh aktivits memegang dan mengocok memek dan bukit kembarnya yang ia
lakukan sendiri dan rekaman ini akan aku gunakan untuk mengancamnya jika ia bertingkah.
Setelah merasa puas aku merekamnya. Aku menyimpan alat tersebut kemudian aku dekati riska
dari belakang.

Aku berbisik ketelinga riska, enak ya, riska langsung kaget dan buru-buru melepaskan
tangannya dari memek dan bukit kembarnya, aku langsung menangkap tangannya dan berbisik
lagi “Teruskan saja, aku akan membantumu.” kemudian aku duduk dibelakang riska dan
menyuruh riska untuk duduk di pangkuanku yang saat itu penisku telah menegang dan aku rasa
riska menyadari adanya benda tumpul dari balik celana yang aku kenakan. Dengan perlahan-
lahan, tanganku aku lingkarkan keatas bukit kembarnya dan ciumanku yang menggelora
mencium leher putih riska, tangan kananku membuka kancing baju riska satu demi satu sampai
terlihat bukit kembarnya yang masih ditutupi BH yang bentuknya sama pada saat kejadian yang
sore lalu. Riska sesekali menggelinjat pada saat aku menyentuh dan meremas bukit kembarnya
namun hal tersebut belum cukup, maka aku buka sebagian kancing baju seragam yang basah
yang digunakan riska kemudian tagan kiri aku masuk ke dalam rok riska dan memainkan bukit
kecilnya yang telah basah dan pada saat itu rok yang ia gunakan aku naikan ke perutnya dengan
paksa sehingga terlihat dengan jelas G string yang ia gunakan. Aku langsung merebahkan
badannya diatas karpet sambil mencium bibir dan telinganya dengan penuh nafsu dan secara
perlahan-lahan ciuman tersebut aku alihkan ke leher mulusnya dan menyusup ke kedua gunung
kembarnya yang masih tertutup BH yang membuat riska makin terangsang dan tanpa dia sadari
dari mulutnya mengeluarkan desahan yang sangat keras.

“Ahhhhh terussssssss Omm… terusssssss… nikmattttttt… ahh… ahhhhhhhhhhh… isap terus


Om… Ahhhh… mhhhhhhhh. Omm… ” Setelah lama mengisap bukit kembarnya yang membuat
pentil bukit kembarnya membesar dan berwarna merah muda, perlahan-lahan ciuman aku
alihkan ke perutnya yang masih rata dan sangat mulus membuat riska tambah kenikmatan. “Ahh
ugggh… uuhh… agh… uhh… aahh”, Mendengar desahan riska aku makin tambah bernafsu
untuk mencium memeknya, namun kegiatanku di perut riska belum selesai dan aku hanya
menggunakan tangan kiri aku untuk memainkan memeknya terutama klitorisnya yang kemudian
dengan menggunakan ketiga jari tangan kiri aku, aku berusaha untuk memasukan kedalam
memek riska, namun ketiga jari aku tersebut tidak pas dengan ukuran memeknya sehingga aku
mencoba menggunakan dua jari tetapi itupun sia-sia yang membuat aku berpikir sempit juga
memek anak ini, tetapi setelah aku menggunakan satu jari barulah dapat masuk kedalam
memeknya, itupun dengan susah payah karena sempitnya memek riska. Dengan perlahan-lahan
kumaju mundurkan jari ku tersebut yang membuat riska mendesah. “Auuuuuggggkkkk… ” jerit
Riska. “Ah… tekan Omm… enaaaakkkkk… terusssss Ommm… ” Sampai beberapa menit
kemudia riska mendesah dengan panjang. “Ahh ugggh… , uuhh… , agh… , uhh… , aahh”, yang
membuat riska terkulai lemah dan aku rasa ada cairan kental yang menyempor ke jari aku dan
aku menyadari bahwa riska baru saja merasakan Orgasme yang sangat nikmat. Aku tarik tangan
aku dari memeknya dan aku meletakan tangan aku tersebut dihidungnya agar riska dapat
mencium bau cairan cintannya.

Setelah beberapa saat aku melihat riska mulai merasa segar kembali dan kemudian aku
menyuruh dia untuk mengikuti gerakan seperti yang ada di film porno yang aku putar yaitu
menari striptis, namun riska tampak malu tetapi dia kemudian bersedia dan mulai menari
layaknya penari striptis sungguhan. Perlahan-lahan riska menanggalkan baju yang ia kenakan
dan tersisa hanyalah BH seksinya, kemudian disusul rok sekolahnya yang melingkar diperutnya
sehingga hanya terlihat G string yang ia kenakan dan aku menyuruhnya menuju ke sofa dan
meminta dia untuk melakukan posisi doggy, riska pun menurutinya dan dia pun bertumpuh
dengan kedua lutut dan telapak tangannya. Dengan melihat riska pada posisi demikian aku
langsug menarik G string yang ia kenakan ke arah perutnya yang membuat belahan memeknya
yang telah basah terbentuk dari balik G string nya, dan akupun mengisap memeknya dari balik G
string nya dan perlahan-lahan aku turunkan G string nya dengan cepat sehingga G string yang
riska kenakan berada di ke dua paha mulusnya, sehingga dengan leluasa dan penuh semangat
aku menjilat, meniup, memelintir klitorisnya dengan mulut aku. “Aduh, Ommm… ! Pelan-pelan
dong… !” katanya sambil mendesis kesakitan Riska menjatuhkan tubuhnya kesofa dan hanya
bertumpuh dengan menggunakan kedua lututnya. Aku terus menjilati bibir memeknya, klitorisnya,
bahkan jariku kugunakan untuk membuka lubang sanggamanya dan kujilati dinding memeknya
dengan cepat yang membuat riska mendesah dengan panjang. “Uhh… , aahh… , ugghh… ,
ooohh”. “Hmm… , aumm… , aah… , uhh… , ooohh… , ehh”. “Oooom… , uuhh… ” Riska
menggeliat-geliat liar sambil memegangi pinggir sofa. “Ahhh… mhhh… Omm… ” demikian
desahannya. Aku terus beroperasi dimemeknya. Lidahku semakin intensif menjilati liang
kemaluan Riska. Sekali-sekali kutusukkan jariku ke dalam memeknya, membuat Riska tersentak
dan memekik kecil. Kugesek-gesekkan sekali lagi jariku dengan memeknya sambil memasukkan
lidahku ke dalam lubangnya. Kugerakkan lidahku di dalam sana dengan liar, sehingga riska
semakin tidak karuan menggeliat.
Setelah cukup puas memainkan vaginanya dengan lidahku dan aku dapat merasakan
vaginanya yang teramat basah oleh lendirnya aku pun membuka BH yang dikenakan riska
begitupun dengan G string yang masih melingkar dipahanya dan aku menyuruh di untuk duduk
disofa sambil menyuruh dia membuka celana yang aku gunakan, tetapi riska masih malu untuk
melakukannya, sehingga aku mengambil keputusan yaitu dengan menuntun tanggannya masuk
ke balik celana aku dan menyuruh dia memegang penis aku yang telah menegang dari tadi.
Setelah memegang penis aku, dengan sigapnya seluruh celana aku (termasuk celana dalam
aku) di turunkannya tanpa malu-malu lagi oleh riska yang membuat penis aku yang agak besar
untuk ukuran indonesia yaitu berukuran 20 cm dengan diameter 9 cm tersembul keluar yang
membuat mata riska melotot memandang sambil memegangnya, dan aku meminta riska
mengisap penis aku dan dengan malu-malu pula ia mengisap dan mengulum penis aku, namun
penisku hanya dapat masuk sedalam 8 cm dimulut riska dan akupun memaksakan untuk masik
lebih dalam lagi sampai menyentuh tenggorokannya dan itu membuat riska hampir muntah,
kemudian ia mulai menjilatinya dengan pelan-pelan lalu mengulum-ngulumnya sambil mengocok-
ngocoknya, dihisap-hisapnya sembari matanya menatap ke wajahku, aku sampai merem melek
merasakan kenikmatan yang tiada tara itu. Cepat-cepat tangan kananku meremas bukit
kembarnya, kuremas-remas sambil ia terus mengisap-isap penisku yang telah menegang
semakin menegang lagi. Kemudian aku menyuruh riska mengurut penisku dengan menggunakan
bukit kembarnya yang masih berukuran sedang itu yang membuat bukit kembar riska semakin
kencang dan membesar. Dan menunjukan warna yang semakin merah.

Setelah puas, aku rebahkan tubuh riska disofa dan aku mengambil bantal sofa dan meletakan
dibawan bokong riska (gaya konvensional) dan aku buka kedua selangkangan riska yang
membuat memeknya yang telah membesar dan belum ditumbuhi bulu-bulu halus itu merekah
sehingga terlihat klitorisnya yang telah membesar. Batang penisku yang telah tegang dan keras,
siap menyodok lubang sanggamanya. Dalam hati aku membatin, “Ini dia saatnya… lo bakal
habis,riska… !” mulai pelan-pelan aku memasukkan penisku ke liang surganya yang mulai basah,
namun sangat sulit sekali, beberapa kali meleset, hingga dengan hati-hati aku angkat kedua kaki
riska yang panjang itu kebahu aku, dan barulah aku bisa memasukan kepala penisn aku, dan
hanya ujung penisku saja yang dapat masuk pada bagian permukaan memek riska. “Aduhhhhhh
Omm… aughhhhghhhhh… ghhh… sakit Omm… ” jerit Riska dan terlihat riska menggigit bibir
bawahnya dan matanya terlihat berkaca-kaca karena kesakitan. Aku lalu menarik penisku
kembali dan dengan hati2 aku dorong untuk mencoba memasukannya kembali namun itupun sia-
sia karena masih rapatnya memek riska walaupun telah basah oleh lendirnya. Dan setelah
beberapa kali aku coba akhirnya sekali hentak maka sebagian penis aku masuk juga. Sesaat
kemudian aku benar-benar telah menembus “gawang” keperawanan riska sambil teriring suara
jeritan kecil. “Oooooohhhhgfg… sa… kiiiit… Sekkkallliii… Ommmmm… “, dan aku maju
mundurkan penis aku kedalam memek riska “Bless, jeb… !” jeb! jeb! “Uuh… , uh… , uh… ,
uuuh… “, ia mengerang. “Auuuuuggggkkkk… ” jerit Riska. “Ommm Ahh… , matt… , maatt… ,
.ii… aku… ” Mendengar erangan tersebut aku lalu berhenti dan membiarkan memek riska
terbiasa dengan benda asing yang baru saja masuk dan aku merasa penis aku di urut dan di isap
oleh memek riska,namun aku tetap diam saja sambil mengisap bibir mungilnya dan membisikan
“Tenang sayang nanti juga hilang sakitnya, dan kamu akan terbiasa dan merasa enakan.”

Sebelum riska sadar dengan apa yang terjadi, aku menyodokkan kembali penisku ke dalam
memek riska dengan cepat namun karena masih sempit dan dangkalnya nya memek riska maka
penisku hanya dapat masuk sejauh 10 cm saja, sehingga dia berteriak kesakitan ketiga aku
paksa lebih dalam lagi. “Uhh… , aahh… , ugghh… , ooohh”. “Hmm… , aumm… , aah… , uhh… ,
ooohh… , ehh”. “Ooommm… ,sakkkitt… uuhh… , Ommm… ,sakitttt… ahh”. “Sakit sekali…
Ommm… , auhh… , ohh… ” “Riska tahan ya sayang”. Untuk menambah daya nikmat aku
meminta riska menurunkan kedua kakinya ke atas pinggulku sehingga jepitan memeknya
terhadap penisku semakin kuat… Nyaman dan hangat sekali memeknya… ! Kukocok keluar
masuk penisku tanpa ampun, sehingga setiap tarikan masuk dan tarikan keluar penisku
membuat riska merasakan sakit pada memeknya. Rintihan kesakitannya semakin menambah
nafsuku. Setiap kali penisku bergesek dengan kehangatan alat sanggamanya membuatku
merasa nikmat tidak terkatakan. Kemudian aku meraih kedua gunung kembar yang berguncang-
guncang di dadanya dan meremas-remas daging kenyal padat tersebut dengan kuat dan
kencang, sehingga riska menjerit setinggi langit. Akupun langsung melumat bibir riska membut
tubuh riska semakin menegang. “Oooom… , ooohh… , aahh… , ugghh… , aku… , au… , mau… ,
ah… , ahh… , ah… , ah… , uh… , uhh”, tubuh riska menggelinjang hebat, seluruh anggota
badannya bergetar dan mengencang, mulutnya mengerang, pinggulnya naik turun dengan cepat
dan tangannya menjambak rambutku dan mencakar tanganku, namun tidak kuperdulikan.
Untunglah dia tidak memiliki kuku yang panjang… ! Kemudian riska memeluk tubuhku dengan
erat. Riska telah mengalami orgasme untuk yang kesekian kalinya. “Aaww… , ooww… , sshh… ,
aahh”, desahnya lagi. “Aawwuuww… , aahh… , sshh… , terus Ommm, terruuss… , oohh”
“Oohh… , ooww… , ooww… , uuhh… , aahh… “, rintihnya lemas menahan nikmat ketiga hampir
18 cm penisku masuk kedalam memeknya dan menyentuh rahimmnya. “Ahh… , ahh… , Oohh…
” dan, “Crrtt… , crtr… , crt… , crtt”, air maninya keluar. “Uuhh… uuh… aduh… aduh… aduhh…
uhh… terus… terus… cepat… cepat aduhhh… !” Sementara nafas saya seolah memburunya,
“Ehh… ehhh… ehh… ” “Uhhh… uhhh… aduh… aduh… cepat… cepat Ommm… aduh… !”
“Hehh… eh… eh… ehhh… ” “Aachh… aku mau keluar… oohh… yes,” dan… “Creeet… creeet…
creeet… ” “Aaaoooww… sakit… ooohhh… yeeaah… terus… aaahhh… masukkin yang dalam
Ommm ooohhh… aku mau keluar… terus… aahhh… enak benar, aku… nggak tahaaan…
aaakkhhh… ”

Setelah riska orgasme aku semakin bernafsu memompa penisku kedalam memeknya, aku
tidak menyadari lagi bahwa cewek yang aku nikmati ini masih ABG berumur 12 tahun. Riska pun
semakin lemas dan hanya pasrah memeknya aku sodok. Sementara itu … aku dengarkan lirih …
suara riska menahan sakit karena tekanan penisku kedalam liang memeknya yang semakin
dalam menembus rahimnya. Aku pun semakin cepat untuk mengayunkan pinggulku maju
mundur demi tercapainya kepuasan. Kira-kira 10 menit aku melakukan gerakan itu. Tiba-tiba aku
merasakan denyutan yang semakin keras untuk menarik penisku lebih dalam lagi, dan…
“Terus… , Omm… , terus… kan… ! Ayo… , teruskan… sedikit lagi… , ayo… !” kudengar pintanya
dengan suara yang kecil sambil mengikuti gerakan pinggulku yang semakin menjadi. Dan tidak
lama kemudian badan kami berdua menegang sesaat, lalu… , “Seerr… !” terasa spermaku
mencair dan keluar memenuhi memek riska, kami pun lemas dengan keringat yang semakin
membasah di badan.

Aku langsung memeluk riska dan membisikan “Kamu hebat sayang, apa kamu puas… ?”
diapun tersenyum puas, kemudian aku menarik penis aku dari memeknya sehingga sebagian
cairan sperma yang aku tumpahkan di dalam memeknya keluar bersama darah
keperawanannya, yang membuat nafsuku naik kembali, dan akupun memompa memek riska
kembali dan ini aku lakukan sampai sore hari dan memek riska mulai terbiasa dan telah dapat
mengimbagi seluruh gerakanku dan akupun mengajarinya beberapa gaya dalam bercinta. Sambil
menanyakan beberapa hal kepadanya “Kok anak SMP kaya kamu udah mengenakan G string
dan BH seksi” riska pun menjelaskannya “bahwa ia diajar oleh kakak dan sepupunya” bahkan
katanya ia memiliki daster tembus pandang (transparan). Mendengar cerita riska aku langsung
berfikir adiknya saja udah hebat gimana kakak dan sepupunya, pasti hebat juga. Kapan-kapan
aku akan menikmatinya juga.

Setelah kejadian itu saya dan riska sering melakukan seks di rumah saya dan di rumahnya
ketika ortu dan kakanya pergi, yang biasanya kami lakukan di ruang tamu, kamar tidur, kamar
mandi, meja kerja, meja makan, dapur., halaman belakang rumah dengan berbagai macam gaya
dan sampai sekarang, apabila saya udah horny tinggal telepon sama dia dan begitupun dengan
dia. Riska sekarang telah berumur 14 tahun dan masih suka dateng mengunjungi rumah saya,
bahkan riska tidak keberatan bila aku suruh melayani temen-temen aku dan pernah sekali ia
melayani empat sekaligus temen-temen aku yang membuat riska tidak sadarkan diri selama 12
jam, namun setelah sadar ia meminta agar dapat melayani lebih banyak lagi katanya. Yang
membuat aku berpikir bahwa anak ini maniak sex, dan itu membuat aku senang karena telah ada
ABG yang memuaskan aku dan temen-temen aku, dan aku akan menggunakan dia untuk dapat
mendekati kakak dan sepupunya.
- Tamat -

One Response for "Cerita Seks : ABG yang menggairahkan"

1. Cwe montok October 14th, 2009 at 2:15 pm

Wow. . .enak tuh. .pgen jg rasa’x. . .akh. .akh

Leave a comment

Type the two words:Type what you hear:Incorrect. Try again.


Get a new challenge
Get an audio challengeGet a visual challenge
Help

*
Top Download Bokep 3gp
o Ngentot cewek bispak
o Video bokep ngentot cewek dua sekaligus
o Bokep 3gp Dita bispak kalimantan
o Video Sex skandal Guru dan murid
o Video bokep 3gp mahasiswi brawijaya
o Ngentot di kursi
o Video ngentot pembantu
o ABG bangka lagi ngentot
o Ngentot pada waktu hamil
o Video dokumentasi ngentot cewek panti pijat mesum
*
Pencarian
*
Kategori
o ABG Telanjang
o Adult Stuf
o Artis Indonesia
o Bercinta
o Cerita 17Tahun
o Cerita Dewasa
o Cerita Panas
o Cerita Panas Daun Muda
o Cerita Pemerkosaan
o Cerita Sedarah
o Cerita Seks
o Cerita Seru
o Chika Bugil
o Film Bokep
o Film Dewasa
o Foto Bugil
o Foto Telanjang
o Health
o Jilbab
o Model Indonesia
o Ngentot
o Pesta Sex
o Setengah Baya
o Sex Education
o Sexy Asian Girl Picture
o Situs Bugil
o situs dewasa
o SMU Bugil
o Tante Girang
o Video Bokep
o Y! Intai
*
Archives
o October 2009
o September 2009
o December 2008
o November 2008
o September 2008
o August 2008
o July 2008
o June 2008
o May 2008
o April 2008
o March 2008
o February 2008
o January 2008
o December 2007
o November 2007
o October 2007
o September 2007
*
Tags
17 tahun 17tahun 17thn abg bugil ABG Telanjang adult stuff asian amateur video asian girl
bugil cerita cerita 17 tahun Cerita 17Tahun Cerita Dewasa Cerita Panas cerita porno Cerita Seks
Cerita Seru cewekbugil cewek bugil cewek bugil indonesia cewek indonesia cewek telanjang
dewasa Foto Bugil Foto Cewek Bugil Foto Telanjang gambar bugil gambar foto bugil hot
indonesia model isep kontol japanese girl model bugil Ngentot ngentot abg penis enlargment
penis extender porno sekertaris bugil sekretaris sex sexy situs dewasa sma bugil telanjang
*
Resources
o Foto Bugil
o 17Tahun
[Click to see how many people are online]
Feedage Grade B rated Subscribe My Feed

Copyright © 2008 Cerita dewasa 17tahun foto bugil video sex video bokep 3gp telanjang. All
rights reserved .
Cerita dewasa 17tahun foto bugil video sex video bokep 3gp telanjang
Cerita 17 tahun : Wanita Indonesia 1: Ina
Cerita 17 tahun : Wanita Indonesia 1: Ina
1 Comment
Dipublikasikan oleh : admin pada tanggal : Jul 2,2008
Berada di kategori : Cerita 17Tahun, Cerita Dewasa, Cerita Panas, Cerita Seks, Situs Bugil, situs
dewasa

Cerita 17 tahun : Wanita Indonesia 1: Ina. Pembaca yang budiman, seri yang saya tulis berikut ini
adalah benar-benar kejadian yang pernah saya alami sendiri ditambah dengan sedikit bumbu
penyedap. Beberapa wanita yang pernah berhubungan dengan saya kebetulan berasal dari suku
dan etnis yang berbeda. Umumnya usianya lebih tua dari saya, namun beberapa ada yang
seumur bahkan lebih muda dari saya. Saya tidak bermaksud untuk melecehkan atau menghina
siapapun. Pengalaman ini saya sampaikan semata-mata hanya untuk berbagi pengalaman saja,
tanpa ada maksud lainnya.

Kali ini saya akan bercerita tentang Ina, seorang wanita berdarah campuran Aceh-Melayu.

*****

Entah bagaimana awalnya sepulang dari kantor aku tahu-tahu sudah berada di Stasiun Tanah
Abang. Padahal rumahku di kawasan Jakarta Timur. Waktu itu, 1994, Stasiun Tanah Abang lagi
direnovasi. Kulihat seorang wanita sedang asyik menelepon dari telepon umum koin di dalam
stasiun. Aku mendekat dengan tidak menyolok, seolah-olah aku antri mau menelpon. Kuamat-
amati dari dekat wanita tadi. Wajahnya bulat, rambut ikal sebahu, kulit agak gelap tapi bersih,
tidak terlalu cantik alias STD, badannya montok, kurasa sedikit overweight namun badannya
kelihatan kencang, tinggi sekitar 163 cm, dada 34 B.

Satu koin telah habis dan dia memasukkan koin berikutnya. Ternyata sampai koin kedua habis
dia masih belum selesai berbicara. Dia menatapku dan memberi isyarat apakah aku punya koin
dan dia boleh minta koinku. Kuulurkan dua koin kembalian naik mikrolet tadi. Dia mengangguk
dan dengan gerakan bibir dia katakan terima kasih. Belum habis satu koin dariku tadi dia sudah
menutup pembicaraannya. Dikembalikannya satu koin kepadaku, tapi kutolak dengan isyarat
tangan.

“Terima kasih koinnya” dia membuka percakapan, “Silakan kalau mau telpon” lanjutnya.

“Tadinya sih memang mau telpon, tapi tiba-tiba aku ingat kalau orang yang kutuju lagi keluar
kota” jawabku cari alasan. Aku memang tidak ada niat telepon, hanya karena kulihat dia dari jauh
agak OK makanya kudekati.

“Kelihatannya penting amat telponnya tadi, tapi sorry bukan aku mau tahu urusan orang” kataku.
“Iya, telpon ke adikku. Besok ada acara keluarga, rame-rame sebulan sekali” jawabnya ramah.
“Ohh iya, aku Anto” kuulurkan tanganku.
“Ina” sahutnya pendek menyambut tanganku. Busyet, keras amat jabatan tangannya. Jangan-
jangan kuli angkat stasiun pikirku.

Kami keluar dari ruangan stasiun dan berdiri di teras. Kembali basa-basi standar orang timur
terjadi. Pertanyaan-pertanyaan baku seperti dari mana? Mau ke mana? Dengan siapa? Meluncur
begitu saja. Kuamati sekali lagi dari atas ke bawah dengan cermat. Meskipun tidak terlalu cantik,
kelihatannya OK juga kalau diajak bergumul di atas ranjang.

Kuberanikan diriku untuk mengajaknya ke wisma kecil di depan stasiun. Kupikir untung-untungan
aja. Kalau dia marah, ya tinggal aja. Kalau mau, itu dia yang diharapkan.
“Ina mau ikut saya” tanyaku memancing.
“Ke mana?”
“Itu tuh ke depan situ ” sambil tanganku menunjuk ke arah wisma.

Wisma tersebut memang kelihatan bukan seperti tempat penginapan tapi lebih mirip kafe dengan
belahan bambu yang disusun sebagai dinding depan. Kelihatannya cukup bersih bagi sebuah
hotel melati. Dan aku sangat yakin bahwa wisma tersebut dipakai untuk lembur “short time” bagi
pasangan selingkuh ataupun pasangan cinta kilat yang ada di sekitarnya.

“Boleh aja” akhirnya dia menjawab setelah sekilas melihat ke arah wisma.

Kami masuk ke wisma dan membayar di kasir. Ternyata betul dugaanku, kamar wisma ini
disewakan per jam. Kami masuk ke dalam kamar. Ina terlihat agak kaget ketika melihat isi kamar,
sebuah ranjang single bed dan sebuah almari pakaian.

“Lho, kita mau ngapain di sini? Jangan macam-macam padaku” tanyanya menatapku.
“Lah, tadi katanya mau diajak ke sini, sekarang kok tanya lagi” sahutku tenang.
“Kukira tadi ini kafe, kamu mau ngajak makan atau minum di sini. Ternyata.. ” Ina kelihatannya
mau protes.
“OK, aku nggak biasa maksa wanita. To the point saja, kita mau making love di sini, kalau
keberatan ya kita cabut aja,” kataku.

Dia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengatupkan bibirnya.

“Baiklah kalau begitu, saya juga tidak keberatan kalau kamu ngajak ML sekarang. Jadi apa
sekarang?”

Ina merebahkan tubuhnya ke ranjang. Aku mengikuti menjatuhkan tubuhku di sampingnya.

“Tadinya kalau kamu mau macem-macem kuhajar kamu. Aku atlet Tae Kwon Do dan pernah ikut
seleksi daerah” katanya datar.

Situasi sudah aman terkendali. Kulihat dari nada bicaranya dia udah jinak.

“Gak lah, kan tadi sudah kubilang aku nggak suka maksa orang”.

Tanganku mulai bergerilya. Pertama-tama kuselusupkan tanganku kiriku dari bawah badannya
dan memeluk bahu kirinya. Kuremas lembut dan kuelus-elus. Ina kelihatan makin santai dan
mulai menikmati. “Yess.. ” sorakku dalam hati. Kami diam beberapa saat.

“Berapa umurmu?” tanyaku memecah kesunyian.


“Kenapa emangnya?”
“Nggak pa-pa, kalau nggak mau kasih tau”.
“Tiga puluh, kamu berapa? Dua delapan?” tanyanya agak ragu.
“Belum, baru dua lima kok”.
“Wajahmu kelihatan lebih dewasa dibanding umurmu, tadinya kusangka malahan seumurku”.
“Kamu punya suami In?” tanyaku.
“Aku punya, tapi bukan suami resmi. Kami hidup bersama tanpa nikah. Dia kerja sebagai DJ di
Mabes, aku waitress di tempat yang sama. Sekarang aku lagi ada masalah sama dia. Aku mau
cari kontrakan sendiri “.

Kueratkan pelukanku seolah-olah ikut menanggung bebannya dan memberikan simpatiku. Ia


melepaskan diri dari pelukanku dan bangkit berdiri.

“Sebentar To, aku ke kamar mandi dulu”.


Beberapa saat kemudian terdengar suara siraman air. Ina keluar dari kamar mandi dan duduk di
tepi ranjang. Kupeluk dia dari belakang, tanganku kulingkarkan di pinggangnya. Kusibakkan
rambutnya, kucium dan kugigit tengkuknya dengan gigitan kecil. Berdasarkan pengalamanku
dengan gigitan kecil di tengkuk, aku akan dapat menguasainya tanpa dia merasa tertekan.

“Sebentar, aku buka dulu bajuku ya,” Katanya sambil berdiri dan membuka kancing bajunya satu
persatu.

Ia membuka baju dan kemudian celana panjangnya. Kini ia tinggal mengenalan pakaian dalam
saja, semuanya berwarna hitam. Bra dan celana dalamnya dari bahan transparan sehingga
dapat kulihat puting dan padang rumput di bawah perutnya. Ada sedikit gumpalan lemak di perut
dan pahanya.

“Ayo To, atau kamu cuma mau lihatin aku terus” tangannya menarik tanganku.

Aku berdiri dan kuangkat kedua tanganku ke atas. Ia mengumam ” Dasar manja”. Tangannya
kemudian membuka kancing bajuku dan menariknya hingga terlepas, lalu kemudian membuka
ikat pinggangku dan akhirnya menarik ritsluiting dan dengan perlahan ia menarik celanaku ke
bawah. Kini kami sama-sama hanya mengenakan pakaian dalam saja.

“Kamu sering ke sini ya?” tanyanya. Sebuah pertanyaan standar lagi, dan rasanya dia dan juga
wanita lainnya pasti tahu jawabannya.
“Ah nggak” kataku.
“Nggak percaya, kok tahu ini sebuah wisma, padahal kelihatannya dari luar seperti kafe”.
“Kamu nggak perhatikan sih. Ada kok papan namanya kecil di atas pintu masuk”
“Kamu masih perjaka?” ia bertanya lagi.
“Emangnya kenapa. Jujur saja aku nggak perjaka lagi?”
“Eehhngng, .. ” Ia mendesah ketika lehernya kujilati dalam posisi berdiri.

Ina mendorongku ke ranjang dan menindihku. Tanganku bergerak kebelakang punggungnya


membuka pengait bra-nya. Kini terbukalah dadanya di hadapanku. Buah dadanya besar dan
kencang. Putingnya berwarna coklat dan keras.

Ina memainkan lidahnya jauh ke dalam rongga mulutku. Bibirnya agak tebal dan kaku. Ina kurang
mahir dalam berciuman bibir. Lidahnya memainkan lidahku. Aku tidak mau aktif, paling sesekali
gantian mendorong lidahnya. Tangan kananku memilin puting serta meremas payudaranya.

Ina menggerakkan tubuhnya agak ke atas. Payudaranya pas sekali di depan mulutku. Segera
kuterkam payudaranya dengan mulutku. Putingnya kuisap pelan dan kugigit kecil.

“Aaacchh, Ayo Anto.. Teruskan Anto.. Teruskan”. Ia mengerang..

Kemaluanku mengeras. Ina menekankan selangkangannya pada selangkanganku. Kemaluanku


agak sakit jika dia terlalu keras menekanku. Puting dan payudaranya semakin keras. Kusedot
payudaranya sehingga semuanya masuk ke dalam mulutku, putingnya kumainkan dengan
lidahku. Dadanya mulai naik turun dengan cepat pertanda nafsunya mulai naik. Napasnya
terputus-putus.

Tangan Ina menyusup di balik celana dalamku, kemudian mengelus, meremas, mengocok dan
menggoyang-goyangkan meriamku. Ditariknya celana dalamku dan dilepaskannya ke bawah.
Kini aku dalam keadaan bugil.

Ina menggerakkan bibirnya ke arah leherku, mengecup, menjilati leherku dan menggigit kecil
daun telingaku. Hembusan napasnya terasa kuat. Dia mulai menjilati putingku dan tangannya
bermain-main dengan bulu dadaku. Aku terangsang hebat sekali. Kugelengkan kepalaku untuk
menahan rangsangan ini. Kupeluk pinggangnya kuat-kuat.
Tangannya lalu membuka celana dalamnya sendiri dan melemparkannya ke dekat kaki. Tangan
kiriku bermain di antara selangkangannya. Rambut kemaluannya tidak lebat dan tidak panjang.
Kubuka bibir luar dan bibir dalam vaginanya. Jari tengahku masuk sekitar 2 cm dan menekan
bagian atas organ kewanitaannya menonjol seperti kacang. Setiap aku mengusapnya Ina
mengerang tertahan. Aku tidak mau jariku terlalu masuk ke dalam, cukup hanya masuk satu ruas
dan mengusap serta menekan dinding atas vaginanya. Aku pernah baca tentang G-Spot, tapi
aku juga tidak terlalu berharap untuk menemukannya pada wanita yang kukencani. Aku percaya
bahwa setiap wanita punya titik rangsangan yang unik.

“Oouuhh.. Aaauhh.. Ngngnggnghhk”

Kulepaskan tanganku dari selangkangannya. Mulutnya semakin ke bawah, menjilati bulu dada
dan perutku. Tangannya masih bermain-main di kejantananku. Dengan bahasa tubuh
kuisyaratkan agar dia mau menghisap meriamku. Entah kenapa kali ini dengan Ina aku ingin
sekali melakukan oral sex. Biasanya aku menyerahkan pada inisiatif lawan mainku. Dia hanya
menggeleng dan bibirnya terus menyusuri perut dan pinggangku.

Ina kembali bergerak ke atas, tangan kirinya memegang dan mengusap kejantananku yang telah
berdiri mengeras. Badannya kurasakan memang kencang dan keras, maklum atlet. Kugulingkan
badannya sehingga aku berada di atas. Kembali kami berciuman. Tapi memang Ina kurang bisa
bermain dengan bibirnya sehingga ciuman kami juga tidak terlalu nikmat. Kuisap-isap puting
susunya sehingga dia mendesis dan memekik perlahan dengan suara sengau.

“SShh.. Ssshh .. Ngghh..

Perlahan lahan kuturunkan pantatku sambil memutar-mutarkannya. Penisku bagian ujung lebih
besar daripada pangkalnya. Kepala penisku digenggam dengan telapak tangannya, dan digesek-
gesekkan di mulut vaginanya. Terasa hangat dan mulai berair. Dia mengarahkan kejantananku
untuk masuk ke dalam vaginanya. Kuminta dia untuk melepaskan tangannya dari penisku. Aku
ingin memasukkan tanpa bantuan tangan, hanya dengan daya ketegangan dan kekerasan penis.
Ina merenggangkan kedua pahanya dan sedikit mengangkat pantatnya. Kepala penisku sudah
mulai menyusup di bibir vaginanya. Kugesek-gesekkan di bibir luarnya sampai terasa keras
sekali. Ina hanya merintih dan memohon padaku untuk segera memasukkannya semua.

“Ayolah Anto, please.. Pleasse.. ”

Aku mencoba untuk menusuk lebih dalam, tetapi ternyata masih agak sulit. Akhirnya
kukencangkan otot Kundaliniku dan kali ini.. Blleessh. Usahaku berhasil.

“Ouhh.. Ina ouhh,” kini aku yang setengah berteriak.

Aku bergerak naik turun. Perlahan-lahan saja kugerakkan, sambil mencari posisi dan saat yang
tepat. Ina mengimbangi dengan memutar pinggulnya. Kepalanya mendongak ke atas dan
bergerak ke kanan kiri. Kedua tanganku bertumpu menahan berat badanku. Ketika lendirnya
sudah membasahi vaginanya kupercepat gerakanku. Kadang-kadang kubuat tinggal kepala
penisku saja yang menyentuh mulut vaginanya.

Kuhentikan gerakanku, kurebahkan tubuhku di atasnya. Kini penisku kukeraskan dengan cara
seolah-olah menahan kencing hingga terasa mendesak dinding vaginanya. Kutunggu reaksinya.
Aku mengharap agar ia juga melakukan kontraksi dinding vaginanya. Ia hanya terpejam dan bola
matanya memutih setiap penisku berkontraksi. Ternyata ia tidak terlatih untuk melakukan
kontraksi otot kemaluannya. Beberapa saat kami dalam posisi itu tanpa menggerakkan tubuh,
hanya otot kemaluanku saja yang bekerja sambil saling berciuman dan memagut bagian tubuh
lawan main kami.
“Anto, .. Sedap.. Nikmat sekali.. Ooouuhh” desisnya sambil menciumi leherku.

Kuputar kaki kanannya melewati kepalaku sehingga aku berada di belakangnya. Kuputar
tubuhnya lagi sampai aku menindihnya dalam posisi kami berdua tengkurap di ranjang. Dalam
posisi ini gerakanku naik turunku menjadi bebas. Tangannya meremas-remas tepi ranjang.
Kuciumi tengkuk dan lehernya. Ketika kucium lehernya di bagian samping, kepalanya terangkat
dan mulutnya mencari-cari bibirku. Kusambut mulutnya sebentar. Kuatur gerakanku dengan ritme
pelan namun kutusukkan dengan dalam sampai kurasakan kepala penisku menyentuh mulut
rahimnya. Ketika penisku menyentuh rahimnya Ina mengangkat pantatnya sehingga tubuh kami
merapat.

Kupegang pinggulnya dan kutarik sehingga pantatnya terangkat ke belakang. Ina tahu
keinginanku. Kepalanya ditaruh miring di atas bantal dan pantatnya menggantung dalam posisi
nungging. Doggie Style!! Kupegang pinggulnya dengan kuat. Pantatku kugerakkan maju mundur
dan terkadang memutar. Ina juga mengimbanginya dengan menggerakkan pantatnya maju
mundur. Bunyi paha beradu memenuhi seluruh ruangan kamar. Kadang kujulurkan tanganku ke
depan untuk memainkan payudaranya.

“Plok.. Plok plok plok.. ”

“Anto.. Ayo lebih cepat lagi.. Ayoo”

Kupercepat gerakanku dan Ina juga mengimbanginya. Kulirik jam dinding. Sudah setengah jam
lebih kami bertempur. Kupikir sebentar lagi akan kutuntaskan permainan ini.

“Lebih cepat lagi, oohh.. Aku mau keluar aacchhkk.. ”

Akupun merasa ada yang mau terlepas dari laras meriamku. Aku selalu mau mencapai puncak
dalam posisi konvensional. Kucabut meriamku dan kugulingkan lagi tubuhnya kembali dalam
posisi konvensional. Tidak mungkin dalam posisi doggie style kembali ke konvensional tanpa
mencabut penis. Kumasukkan kembali penisku dengan perlahan dan dengan ketegangan yang
penuh. Ina memelukku erat. Kakinya membelit pahaku, matanya terpejam, kepalanya terangkat.

Kuubah gerakanku, kugerakkan dengan pelan dan ujung penisku saja yang masuk beberapa kali.
Dan kemudian kutusukkan sekali dengan cepat sampai seluruh batang terbenam. Matanya
semakin sayu dan gerakannya semakin ganas. Aku menghentikan gerakanku dengan tiba-tiba.
Payudaranya sebelah kuremas dan sebelah lagi kuhisap kuat-kuat. Tubuh Ida bergetar “Ayo
jangan berhenti, teruskan.. Teruskan lagi ” pintanya.

Aku merasa wanita ini hampir mencapai puncak. Kugerakkan lagi pantatku dengan gerakan yang
cepat dan dalam. Bunyi seperti kaki yang berjalan di tanah becek makin keras bercampur dengan
bunyi desah napas yang memburu

“Crrok crok crok.. “.


“Ayolah Anto, aku mau kelluu.. “.

Gerakan pantatku semakin cepat dan akhirnya

“Sekarang.. Sayang.. Sekarang..!!”

Tubuhnya menegang, dinding vaginanya berdenyut kuat, napasnya tersengal dan tangannya
memukuli punggungku. Kukencangkan otot perut dan kutahan, terasa seperti ada aliran yang
mau keluar. Aku berhenti sejenak dalam posisi kepala penis saja yang masuk vaginanya,
kemudian kuhunjamkan cepat dan dalam.

Crot Crott.. Crott, beberapa kali spermaku kutembakkan. Kami saling berteriak tertahan untuk
menyalurkan rasa kepuasan.

“Yess.. Achh.. Auuhhkk”.

Pantatnya naik menyambut hunjamanku dan tubuhnya gemetar, pelukan dan jepitan kakinya
semakin erat sampai aku merasa sesak, denyutan di dalam vaginanya terasa kuat sekali
meremas kejantananku. Beberapa saat kami berdiam untuk memulihkan tenaga. Kucabut
meriamku dan kami membersihkan diri.

“Kamu OK In, hanya satu kekuranganmu. Kurang romantis dan kurang lihai bermain bibir” kataku
memuji sekaligus mengkritik.
“Yach, memang itulah kemampuanku” jawabnya.
“Di dalam arena pertandingan mungkin aku babak belur kena tendanganmu, tapi di atas ranjang
jangan coba-coba, kamu tahu sendiri hasilnya kan? Makanya jangan macam-macam denganku ”
kataku bercanda.

Kami keluar dari hotel dan pulang bersama-sama karena kebetulan rumah kami searah. Setelah
itu kami masih sering bikin janji untuk berkencan. Pernah sekali kukerjain dia di kamar
kontrakannya di lantai II, sementara yang punya rumah tinggal di lantai I. Lucunya ketika masih
dalam keadaan bugil dan berhimpitan dia dipanggil karena ada telepon buatnya. Kubilang terima
dulu telponnya deh, tapi dia bilang biar saja, lagi tanggung katanya. Sampai akhirnya waktu kami
berpisaHPun dia masih belum mahir untuk melakukan french kiss. Erangannya ketika kami
bercinta selalu membuat adrenalinku berpacu. Satu hal keistimewaannya adalah kenikmatan
yang luar biasa ketika doggie style.

(Where are you now, In?)

One Response for "Cerita 17 tahun : Wanita Indonesia 1: Ina"

1. roy October 10th, 2009 at 7:31 pm

bisa kita ketemu inggak,…????

Leave a comment

Type the two words:Type what you hear:Incorrect. Try again.


Get a new challenge
Get an audio challengeGet a visual challenge
Help

*
Top Download Bokep 3gp
o Ngentot cewek bispak
o Video bokep ngentot cewek dua sekaligus
o Bokep 3gp Dita bispak kalimantan
o Video Sex skandal Guru dan murid
o Video bokep 3gp mahasiswi brawijaya
o Ngentot di kursi
o Video ngentot pembantu
o ABG bangka lagi ngentot
o Ngentot pada waktu hamil
o Video dokumentasi ngentot cewek panti pijat mesum
*
Pencarian
*
Kategori
o ABG Telanjang
o Adult Stuf
o Artis Indonesia
o Bercinta
o Cerita 17Tahun
o Cerita Dewasa
o Cerita Panas
o Cerita Panas Daun Muda
o Cerita Pemerkosaan
o Cerita Sedarah
o Cerita Seks
o Cerita Seru
o Chika Bugil
o Film Bokep
o Film Dewasa
o Foto Bugil
o Foto Telanjang
o Health
o Jilbab
o Model Indonesia
o Ngentot
o Pesta Sex
o Setengah Baya
o Sex Education
o Sexy Asian Girl Picture
o Situs Bugil
o situs dewasa
o SMU Bugil
o Tante Girang
o Video Bokep
o Y! Intai
*
Archives
o October 2009
o September 2009
o December 2008
o November 2008
o September 2008
o August 2008
o July 2008
o June 2008
o May 2008
o April 2008
o March 2008
o February 2008
o January 2008
o December 2007
o November 2007
o October 2007
o September 2007
*
Tags
17 tahun 17tahun 17thn abg bugil ABG Telanjang adult stuff asian amateur video asian girl
bugil cerita cerita 17 tahun Cerita 17Tahun Cerita Dewasa Cerita Panas cerita porno Cerita Seks
Cerita Seru cewekbugil cewek bugil cewek bugil indonesia cewek indonesia cewek telanjang
dewasa Foto Bugil Foto Cewek Bugil Foto Telanjang gambar bugil gambar foto bugil hot
indonesia model isep kontol japanese girl model bugil Ngentot ngentot abg penis enlargment
penis extender porno sekertaris bugil sekretaris sex sexy situs dewasa sma bugil telanjang
*
Resources
o Foto Bugil
o 17Tahun
[Click to see how many people are online]
Feedage Grade B rated Subscribe My Feed

Copyright © 2008 Cerita dewasa 17tahun foto bugil video sex video bokep 3gp telanjang. All
rights reserved .

Cerita dewasa 17tahun foto bugil video sex video bokep 3gp telanjang
Cerita 17Tahun : Baby sitterku sayang
Cerita 17Tahun : Baby sitterku sayang
0 Comments
Dipublikasikan oleh : admin pada tanggal : Aug 29,2008
Berada di kategori : Bercinta, Cerita Panas Daun Muda, Cerita Pemerkosaan, Cerita Sedarah

Cerita 17Tahun : Baby sitterku sayang. Aku adalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga
yang mampu di mana papaku sibuk dengan urusan kantornya dan mamaku sibuk dengan arisan
dan belanja-belanja. Sementara aku dibesarkan oleh seorang baby sitter yang bernama Marni.
Aku panggil dengan Mbak Marni.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 1996 saat aku lulus SMP Swasta di Jakarta. Pada waktu itu aku
dan kawan-kawanku main ke rumahku, sementara papa dan mama tidak ada di rumah. Adi,
Dadang, Abe dan Aponk main ke rumahku, kami berlima sepakat untuk menonton VCD porno
yang dibawa oleh Aponk, yang memang kakak iparnya mempunyai usaha penyewaan VCD di
rumahnya. Aponk membawa 4 film porno dan kami serius menontonnya. Tanpa diduga Mbak
Marni mengintip kami berlima yang sedang menonton, waktu itu usia Mbak Marni 28 tahun dan
belum menikah, karena Mbak Marni sejak berumur 20 tahun telah menjadi baby sitterku.

Tanpa disadari aku ingin sekali melihat dan melakukan hal-hal seperti di dalam VCD porno yang
kutonton bersama dengan teman-teman. Mbak Marni mengintip dari celah pintu yang tidak
tertutup rapat dan tidak ketahuan oleh keempat temanku.
“Maaf yah, gue mau ke belakang dulu…”
“Ya… ya.. tapi tolong ditutup pintunya yah”, jawab keempat temanku.
“Ya, nanti kututup rapat”, jawabku.
Aku keluar kamarku dan mendapati Mbak Marni di samping pintuku dengan nafas yang
tersengal-sengal.
“Hmm.. hmmm, Mas Ton”, Mbak Marni menegurku seraya membetulkan posisi berdirinya.
“Ada apa Mbak ngintip-ngintip Tonny dan kawan-kawan?” tanyaku keheranan.
Hatiku berbicara bahwa ini kesempatan untuk dapat melakukan segala hal yang tadi kutonton di
VCD porno.
Perlahan-lahan kukunci kamarku dari luar kamar dan aku berpura-pura marah terhadap Mbak
Marni.
“Mbak, apa-apaan sih ngintip-ngintip segala.”
“Hmm.. hmmm, Mbak mau kasih minum untuk teman-teman Mas Tonny”, jawabnya.
“Nanti aku bilangin papa dan mama loh, kalo Mbak Marni ngintipin Tonny”, ancamku, sembari
aku pergi turun ke bawah dan untungnya kamarku berada di lantai atas.
Mbak Marni mengikutiku ke bawah, sesampainya di bawah, “Mbak Marni, kamu ngintipin saya
dan teman-teman itu maksudnya apa?” tanyaku.
“Mbak, ingin kasih minum teman-teman Mas Tonny.”
“Kok, Mbak nggak membawa minuman ke atas”, tanyaku dan memang Mbak Marni ke atas tanpa
membawa minuman.
“Hmmm.. Hmmm..” ucap Mbak Marni mencari alasan yang lain.

Dengan kebingungan Mbak Marni mencari alasan yang lain dan tidak disadari olehnya, aku
melihat dan membayangkan bentuk tubuh dan payudara Mbak Marni yang ranum dan seksi
sekali. Dan aku memberanikan diri untuk melakukan permainan yang telah kutonton tadi.

“Sini Mbak”
“Lebih dekat lagi”
“Lebih dekat lagi dong..”
Mbak Marni mengikuti perintahku dan dirinya sudah dekat sekali denganku, terasa payudaranya
yang ranum telah menyentuh dadaku yang naik turun oleh deruan nafsu. Aku duduk di meja
makan sehingga Mbak Marni berada di selangkanganku.

“Mas Tonny mau apa”, tanyanya.


“Mas, mau diapain Mbak”, tanyanya, ketika aku memegang bahunya untuk didekatkan ke
selangkanganku.
“Udah, jangan banyak tanya”, jawabku sembari aku melingkari kakiku ke pinggulnya yang seksi.
“Jangan Mas.. jangan Mas Tonny”, pintanya untuk menghentikanku membuka kancing baju baby
sitterku.
“Jangan Mas Ton, jangan.. jangan..” tolaknya tanpa menampik tanganku yang membuka satu
persatu kancing bajunya.

Sudah empat kancing kubuka dan aku melihat bukit kembar di hadapanku, putih mulus dan
mancung terbungkus oleh BH yang berenda. Tanpa kuberi kesempatan lagi untuk mengelak,
kupegang payudara Mbak Marni dengan kedua tanganku dan kupermainkan puting susunya
yang berwarna coklat muda dan kemerah-merahan.

“Jangan.. jangaaan Mas Tonny”


“Akh.. akh… jangaaan, jangan Mas”
“Akh.. akh.. akh”
“Jangan.. Mas Tonnn”

Aku mendengar Mbak Marni mendesah-desah, aku langsung mengulum puting susunya yang
belum pernah dipegang dan di kulum oleh seorang pria pun. Aku memasukkan seluruh buah
dadanya yang ranum ke dalam mulutku sehingga terasa sesak dan penuh mulutku. “Okh.. okh..
Mas.. Mas Ton.. tangan ber..” tanpa mendengarkan kelanjutan dari desahan itu kumainkan puting
susunya dengan gigiku, kugigit pelan-pelan. “Ohk.. ohk.. ohk..” desahan nafas Mbak Marni
seperti lari 12 kilo meter. Kupegang tangan Mbak Marni untuk membuka celana dalamku dan
memegang kemaluanku. Tanpa diberi aba-aba, Mbak Marni memegang kemaluanku dan
melakukan gerakan mengocok dari ujung kemaluanku sampai pangkal kemaluan.

“Okh.. okh.. Mbak.. Mbaaak”


“Terusss.. sss.. Mbak”
“Masss.. Masss.. Tonnny, saya tidak kuat lagi”
Mendengar itu lalu aku turun dari meja makan dan kubawa Mbak Marni tiduran di bawah meja
makan. Mbak Marni telentang di lantai dengan payudara yang menantang, tanpa kusia-siakan
lagi kuberanikan untuk meraba selangkangan Mbak Marni. Aku singkapkan pakaiannya ke atas
dan kuraba-raba, aku merasakan bahwa celana dalamnya sudah basah. Tanganku mulai
kumasukkan ke dalam CD-nya dan aku merasakan adanya bulu-bulu halus yang basah oleh
cairan liang kewanitaannya.

“Mbak, dibuka yah celananya.” Mbak Marni hanya mengangguk dua kali. Sebelum kubuka, aku
mencoba memasukkan telunjukku ke dalam liang kewanitaannya. Jari telunjukku telah masuk
separuhnya dan kugerakkan telunjukku seperti aku memanggil anjingku.

“Shs.. shss.. sh”


“Cepat dibuka”, pinta Mbak Marni.
Kubuka celananya dan kulempar ke atas kursi makan, aku melihat kemaluannya yang masih
orisinil dan belum terjamah serta bulu-bulu yang teratur rapi. Aku mulai teringat akan film VCD
porno yang kutonton dan kudekatkan mulutku ke liang kewanitaannya. Perlahan-lahan
kumainkan lidahnku di sekitar liang surganya, ada rasa asem-asem gurih di lidahku dan
kuberanikan lidahku untuk memainkan bagian dalam liang kewanitaannya. Kutemukan adanya
daging tumbuh seperti kutil di dalam liang kenikmatannya, kumainkan daging itu dengan lidahku.

“Masssh.. Masss..”
“Mbak mau kellluaaar…”
Aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan “keluar”, tetapi aku semakin giat memainkan daging
tumbuh tersebut, tanpa kusadari ada cairan yang keluar dari liang kewanitaannya yang
kurasakan di lidahku, kulihat liang kewanitaan Mbak Marni telah basah dengan campuran air
liurku dan cairan liang kewanitaannya. Lalu aku merubah posisiku dengan berlutut dan
kuarahkan batang kemaluanku ke lubang senggamanya, karena sejak tadi kemaluanku tegang.
“Slepp.. slepp” Aku merasakan kehangatan luar biasa di kepala kemaluanku.

“Mass.. Masss pellannn donggg..” Kutekan lagi kemaluanku ke dalam liang surganya. “Sleep..
sleep” dan, “Heck.. heck”, suara Mbak Marni tertahan saat kemaluanku masuk seluruhnya ke
dalam liang kewanitaannya. “Mass.. Masss.. pelaaan..” Nafsu birahiku telah sampai ke ubun-
ubun dan aku tidak mendengar ucapan Mbak Marni. Maka kupercepat gerakanku. “Heck.. heck..
heck.. tolong.. tolllong Mass pelan-pelan” tak lama kemudian, “Mas Tonnny, Mbaaak keluaaar
laaagi” Bersamaan dengan itu kurasakan desakan yang hebat dalam kepala kemaluanku yang
telah disemprot oleh cairan kewanitaan Mbak Marni. Maka kutekan sekuat-kuatnya kemaluanku
untuk masuk seluruhnya ke dalam liang kewanitaan Mbak Marni. Kudekap erat tubuh Mbak Marni
sehingga agak tersengal-sengal, tak lama kemudian, “Croot.. crooot” spermaku masuk ke dalam
liang kewanitaan Mbak Marni.

Setelah Mbak Marni tiga kali keluar dan aku sudah keluar, Mbak Marni lemas di sampingku.
Dalam keadaan lemas aku naik ke dadanya dan aku minta untuk dibersihkan kemaluanku
dengan mulutnya. Dengan sigap Mbak Marni menuruti permintaanku. Sisa spermaku disedot
oleh Mbak Marni sampai habis ke dalam mulutnya. Kami melakukan kira-kira selama tiga jam,
tanpa kusadari teman-temanku teriak-teriak karena kunci pintu kamarku sewaktu aku keluar tadi.
“Tonnny.. tolong bukain dong, pintunya” Maka cepat-cepat kuminta Mbak Marni menuju ke
kamarnya untuk berpura-pura tidur dan aku naik ke atas membukakan pintu kamarku. Bertepatan
dengan aku ke atas mamaku pulang naik taksi. Dan kuminta teman-temanku untuk makan oleh-
oleh mamaku lalu kusuruh pulang.

Setelah seluruh temanku pulang dan mamaku istirahat di kamar menunggu papa pulang. Aku ke
kamar Mbak Marni untuk meminta maaf, atas perlakuanku yang telah merenggut
keperawanannya.
“Mbak, maafin Tonny yah!”
“Nggak apa-apa Mas Tonny, Mbak juga rela kok”
“Keperawanan Mbak lebih baik diambil sama kamu dari pada sama supir tetangga”, jawab Mbak
Marni. Dengan kerelaannya tersebut maka, kelakuanku makin hari makin manja terhadap baby
sitterku yang merawatku semenjak usiaku sembilan tahun. Sejak kejadian itu kuminta Mbak
Marni main berdiri, main di taman, main di tangga dan mandi bersama, Mbak Marni bersedia
melakukannya.

Hingga suatu saat terjadi, bahwa Mbak Marni mengandung akibat perbuatanku dan aku ingat
waktu itu aku kelas dua SMA. Papa dan mamaku memarahiku, karena hubunganku dengan
Mbak Marni yang cantik wajahnya dan putih kulitnya. Aku dipisahkan dengan Mbak Marni, Mbak
Marni dicarikan suami untuk menjadi bapak dari anakku tersebut.

Sekarang aku merindukan kebersamaanku dengan Mbak Marni, karena aku belum mendapatkan
wanita yang cocok untukku. Itulah kisahku para pembaca, sekarang aku sudah bekerja di
perusahaan ayahku sebagai salah satu pimpinan dan aku sedang mencari tahu ke mana Mbak
Marni, baby sitterku tersayang dan bagaimana kabarnya Tonny kecilku.

Leave a comment

Type the two words:Type what you hear:Incorrect. Try again.


Get a new challenge
Get an audio challengeGet a visual challenge
Help

*
Top Download Bokep 3gp
o Ngentot cewek bispak
o Video bokep ngentot cewek dua sekaligus
o Bokep 3gp Dita bispak kalimantan
o Video Sex skandal Guru dan murid
o Video bokep 3gp mahasiswi brawijaya
o Ngentot di kursi
o Video ngentot pembantu
o ABG bangka lagi ngentot
o Ngentot pada waktu hamil
o Video dokumentasi ngentot cewek panti pijat mesum
*
Pencarian
*
Kategori
o ABG Telanjang
o Adult Stuf
o Artis Indonesia
o Bercinta
o Cerita 17Tahun
o Cerita Dewasa
o Cerita Panas
o Cerita Panas Daun Muda
o Cerita Pemerkosaan
o Cerita Sedarah
o Cerita Seks
o Cerita Seru
o Chika Bugil
o Film Bokep
o Film Dewasa
o Foto Bugil
o Foto Telanjang
o Health
o Jilbab
o Model Indonesia
o Ngentot
o Pesta Sex
o Setengah Baya
o Sex Education
o Sexy Asian Girl Picture
o Situs Bugil
o situs dewasa
o SMU Bugil
o Tante Girang
o Video Bokep
o Y! Intai
*
Archives
o October 2009
o September 2009
o December 2008
o November 2008
o September 2008
o August 2008
o July 2008
o June 2008
o May 2008
o April 2008
o March 2008
o February 2008
o January 2008
o December 2007
o November 2007
o October 2007
o September 2007
*
Tags
17 tahun 17tahun 17thn abg bugil ABG Telanjang adult stuff asian amateur video asian girl
bugil cerita cerita 17 tahun Cerita 17Tahun Cerita Dewasa Cerita Panas cerita porno Cerita Seks
Cerita Seru cewekbugil cewek bugil cewek bugil indonesia cewek indonesia cewek telanjang
dewasa Foto Bugil Foto Cewek Bugil Foto Telanjang gambar bugil gambar foto bugil hot
indonesia model isep kontol japanese girl model bugil Ngentot ngentot abg penis enlargment
penis extender porno sekertaris bugil sekretaris sex sexy situs dewasa sma bugil telanjang
*
Resources
o Foto Bugil
o 17Tahun
[Click to see how many people are online]
Feedage Grade B rated Subscribe My Feed

Copyright © 2008 Cerita dewasa 17tahun foto bugil video sex video bokep 3gp telanjang. All
rights reserved .