Anda di halaman 1dari 39

Proses Metabolisme Karbohidrat

Kategori Proses Metabolisme




Metabolisme mengakar pada kata metabole dari bahasa Yunani yang berarti berubah. Dalam
dunia ilmu pengetahuan, secara sederhana metabolism diartikan sebagai proses kimiawi yang
berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup yang bertujuan untuk menghasilkan energi.
Proses metabolisme karbohidrat secara garis besar terdiri dari dua cakupan yakni reaksi
pemecahan atau katabolisme dan reaksi pembentukan atau anabolisme. Pada proses
pembentukan, salah satu unsur yang harus terpenuhi adalah energi. Energi ini dihasilkan dari
proses katabolisme. Sementara itu, tahapan metabolisme sendiri terdiri atas beberapa bagian
yakni glikolisis, oksidasi piruvat ke asetil-KoA, glikogenesis, glikogenolisis, hexose
monophosphate shunt dan terakhir adalah Glukoneogenesis.


Glikolisis Hingga Glikogenesis

Proses glikolisis mencakup oksidasi glukosa atau glikogen yang diurai menjadi piruvat juga
laktat dengan jalan emben-meyerhof Pathway atau biasa disingkat EMP. Proses glikolisis ini
terjadi di semua jaringan. Proses selanjutnya adalah oksidasi piruvat ke asetik KoA. Langkah
ini dibutuhkan sebelum proses masuknya hasil glikolisis di dalam siklus asam nitrat yang
merupakan jalan akhir oksidasi semua komponen senyawa protein, karbohidrat, dan juga
lemak. Sebelum asam piruvat memasuki asam nitrat, ia terlebih dahulu harus disalurkan ke
mitokondria dengan jalan transport piruvat khusus yang membantu pasasi melewati membran
di area mitokondria. Setelah sampai di wilayah mitokondria, piruvat mengalami proses
dekarboksilasi dan diolah menjadi senyawa asetil KoA. Proses dekarboksilasi ini terjadi
karena bantuan tiamin difosfat yang berperan sebagai derivate hidroksietil cincin tiazol dan
terkait dengan enzim.

Proses metabolisme karbohidrat selanjutnya adalah tahapan glikogenesis. Secara umum
proses ini menghasilkan sintesis glikogen dari glukosa. Merupakan lintasan metabolisme
dimana glikogen dihasilkan dan disimpan di dalam organ gati. Hormon yang berperan dalam
proses ini adalah insulin sebagai reaksi atas rasio gula di dalam darah yang kadarnya
meningkat.

Glikogenolisis Hingga Glukoneogenesis

Selanjutnya adalah tahapan glikogenolisis. Ia merupakan lintasan metabolisme yang
dipergunakan oleh tubuh dengan fungsi menjaga keseimbangan senyawa glukosa dalam
plasma darah sehingga simtoma hipoglisemia bisa dihindari. Proses glikogenolisis mencakup
gradasi glikogen secara berurut yakni 3 enzim, glikogen fosforilase, dan fosfoglukomutase
dan dihasilkanlah glukosa sebagai hasil akhir. Di dalam proses ini, beberapa hormone juga
terlibat antara lain adrenalin dan glucagon.

Tahapan berikutnya adalah hexose monophosphate shunt atau biasa disingkat HMP Shunt
dan juga dikenal dengan istilah Pentose phosphate pathway. HMP-Shunt merupakan jalur
pentose fosfat atau heksosa monofosfat yang menghasilkan NADPH juga ribosa di wilayah
luar mitokondria. Komponen NADPH sendiri dibutuhkan dalam proses biosintesis asam
lemak, steroid, kolesterol dan senyawa lainnya. Proses HMP-Shunt ini juga menghasilkan
pentose untuk digunakan dalam sintesis nukleotida juga asam nukleat. Sementara itu ribose
5-fosfat bereaksi dengan komponen ATP menjadi komponen 5-fosforibosil-1-pirofosfar atau
biasa disingkat PRPP.

Tahapan terakhir dalam proses metabolisme karbohidrat adalah Glukoneogenesis. Merupakan
lintasan metabolisme yang oleh tubuh digunakan untuk menjaga keseimbangan glukosa
dalam plasma darah agar terhindar dari simtoma hipoglisemia. Pada proses glukoneogenesis,
glukosa mengalami proses sintesis dengan substrat yang tak lain adalah hasil dari lintasan
aatau proses glikolisis antara lain asam piruvat, asam laktat, asam oksaloasetat dan suksinat.



Metabolisme Karbohidrat

Karbohidrat adalah derivate aldehid atau keton dari alkohol polihidris atau senyawa lain yang
menghasilkan derivat tersebut pada hidrolisinya. Karbohidrat dikelompokkan menjadi:
1. Monosakarida, tidak dapat dihidrolisis menjadi senyawa karbohidrat yang lain tanpa kehilangan
sifat-sifat sebagai karbohidrat. Misalnya: gliserol, ribose, galaktosa, dan fruktosa.
2. Disakarida, jika dihidrolisis menjadi 2 molekul monosakarida. Misalnya: maltose, skrosa, laktosa
dan trehalosa.
3. Olisakarida, jika dihidrolis menghasilkan sampai 10 molekul monosakarida. Misalnya: raffinosa.
4. Polisakarida, jika dihidrolisis menghasilkan lebih dari 10 molekul monosakarida. Misalnya: amilum,
dekstran, dekstrin, glikogen, selulosa, galaktan, dll.

Pencernan karbohidrat kompleks dimulai dalam mulut dengan amilase saliva yang menghidrolisis
pati (amylase, amilo pectin, glikogen) menjadu unit-unit yang lebih kecil dan sebagian menjadi
disakarida. Dari sana, sudah sangat sedikit pemecahan karbohidrat kompleks sampai mencapai usus
kecil bagian atas, dimana banyak terjadi pencernaan karbohidrat. Enzim pancreas dan intestine,
terutama amlas pancreas, mereduksi kompleks karbohidrat menjadi unit-unit dimerik maltose
(glukosa-glukosa). Sintesis amylase penkreas diatur oleh insulin dan proses ini akan terganggu pada
saat menderita diabetes. Kemudian enzim-enzim disakarida (sukrosa dan laktosa) menjadi heksosa-
heksosa penyusunnya. Unit heksosa tersebut diserap ke dalam mukosa intestine seperti proses
pemecahan disakarida dan diangkat dari tempat pemecahan tersebut ke hati melalui peredaran
darah portal.

Penyerapan beberapa monosakarida (glukosa, fruktosa, dan galaktosa) terjadi dalam proses yang
membutuhkan energimelibatkan inklinasi kimiawi Na+ ekstraselular melintasi brush border, pompo
Na+. Antara gukosa dan galaktosa berkompetisi untuk system pengangkutan yang sama. Disakarida,
sucrose diserap secara bersama atau lebih cepat sebagai glukosa dan fruktosa pada saat dipecah
dalam brush border sel mukosa intestine.

Oleh karena kebiasaan mukosa intestine mengambil mono dan disakarida maka konsumsi gula-gula
ini dan banyak karbohidrat lain akan meningkatkan kadar glukosa, fruktosa, dan galaktosa plasma
dengan cepat dan secara nyata. Hal ini akan menghasilkan suatu seri aktivitas adaptasi guna
mempertahankan homeostasis plasma. Memakan beberapa bahan makanan yang mengandung
karbohidrat kompleks (polimerik) yang dapat dicerna tidak akan mengubah konsentrasi gukosa
darah scara cepat, hal ini kemungkinan di sebabkan oleh pencernan pati yang lebih lamban oleh
amylase saliva dan pancreas. Akibatnya aktivitas adaptasi yan gkurang drastic (trmasuk sekersi
insulin) mungkin diperlukan kalau karohidrat yang dimakan dalam bentuk pati dengan gula.

Masuknya glukosa ke dalam darah, meningkatkan kadar glukosa darah, yang menyebabkan
tersekresinya insulin dari pancreas dan menurunkan sekresi glucagon. Selanjutnya menyebabkan
peningkatan pengambilan glukosa oleh hati, urat daging dan jaringan lemak. Juga merangsang
sintesis glikogen dalam hati dan urat daging dengan jalan mengurangi produksi cyclic Adenin
Monofosfat (cAMP) dan proses fosforilasi atau sintesis glukogen terbatas secara fisik, oleh karena
sifat molekul glikogen yang sangat voluminous (terhidrasi) dan diperkirakan bahwa tidak lebih dari
10-15 jam setara energy glukosa dapat disimpan dalam hati (sekitra 100 g). dalam kondisi
pengambilan atau konsumsi glukosa maksimal ada kemungkinan lebih banyak lagi glikogen (sekitar
0,5 kg) yang diencerkan dalam massa jaring yang lebih besar, disimpan dalam urat daging.
Kelebihan glukosa akan dikonversi menjadi asam-asam lemak dan tigliserida terutama oleh hati dan
jaringan lemak. Trigliserida yang terbentuk dalam hati dibebaskan ke plasma sebagai Veri Low
Density Lipoprotein (VLDL) yang akan diambil oleh jaringan lemak untuk disimpan.

Setiap substrat yang akan masuk ke dalam siklus krebs harus berupa asam karboksilat (senyawa
gula). Oleh karena itu substrat respirasi yang berasal dari karbohidrat dan lemak serta protein harus
mengalami proses penguraian menjadi substrat respirasi yang sederhana.

Contoh dari penyakit yang disebabkan karena kelebihan karbohidrat dan adalah obesitas yaitu suatu
keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih. Obesitas terjadi karena karena
ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Body Mass Index (BMI)
atau Indeks Massa Tubuh (IMT) telah diakui sebagai metoda yang paling praktis dalam menentukan
tingkat overweight dan obesitas pada orang dewasa di bawah umur 70 tahun.




BIOMOLEKUL

Disusun oleh : Rafael Yovan
Staf pengajar Akper Dharma Insan Pontianak

Nutrien (zat gizi) adalah komponen kimia dalam makanan yang digunakan oleh
tubuh sebagai sumber energi & membantu pertumbuhan, perbaikan, & perawatan
sel-sel tubuh. Terdapat enam kelas zat gizi :
- protein
- karbohidrat makronutrien
- lemak
- vitamin
- mineral mikronutrien
- air

Pertumbuhan, perkembangan & kesehatan yang optimal bergantung pada nutrisi
yang baik serta jumlah & kualitas nutrien yang memadai bagi sel. Makromolekul
makanan yang tidak larut harus dicerna agar menjadi subunit yang larut & dapat
diserap.
Komponen utama makanan (makronutrien) adalah karbohidrat, protein & lemak.
Mikronutrien esensial adalah vitamin & mineral. Air juga merupakan bagian penting
dari makanan.
Diet yang seimbang mengandung semua jenis nutrien dalam jumlah yang cukup
untuk mempertahankan kesehatan. Diet yang seimbang harus mengikuti aturan
berikut ini :
- makan berbagai jenis makanan.
- sebagian besar makanan yang dimakan adalah karbohidrat, misalnya pasta, nasi &
kentang.
- makan 4 6 porsi buah-buahan atau sayuran setiap harinya.
- makan kacang, produk susu, & daging tanpa lemak dalam jumlah sedang.
- gunakan lemak, gula, & garam seminimal mungkin.
- alkohol diminum dalam jumlah yang sedikit.
Sebagian besar molekul yang mendapat perhatian dalam fisiologi manusia memiliki
3 unsur pokok : karbon (C), hidrogen (H), & oksigen (O). Molekul2 yang
mengandung karbon dikenal sebagai molekul organik, karena pada awal mulanya
molekul2 ini dianggap hanya ada / bisa didapatkan dari tumbuh-tumbuhan & hewan
saja. Kata organik berarti didapat dari makhluk hidup tetapi sekarang beribu-ribu
senyawa organik seperti obat-obatan & plastik dibuat secara artifisial di laboratorium.
Molekul2 organik yang berhubungan dengan organisme hidup dinamakan juga
biomolekul.

Terdapat 4 jenis biomolekul : karbohidrat, lipid, protein & nukleotida. 3 jenis yang
pertama digunakan oleh tubuh untuk energi & sebagai penyusun komponen2
seluler. Sedangkan nukleotida meliputi DNA & RNA ; komponen struktural materi
genetik. Senyawa yang membawa energi seperti ATP, atau meregulasi metabolisme
seperti cAMP juga merupakan nukleotida.

KARBOHIDRAT
Karbohidrat adalah sumber energi utama dalam sebagian besar makanan manusia.
Monosakarida, misalnya glukosa, fruktosa & galaktosa biasanya tidak dikonsumsi
dalam jumlah besar walaupun ketiganya terdapat di buah-buahan. Sumber utama
karbohidrat dalam makanan adalah zat pati dari sumber tumbuhan, ditambah
glikogen dari hati & otot hewan.
Karbohidrat hanya mengandung karbon, hidrogen & oksigen. Dinamakan
karbohidrat karena rasio hidrogen terhadap oksigen adalah 2:1, yang sama dengan
rasio pada air. Semua karbohidrat mengandung gugus fungsional hidroksil OH
yang termasuk kelompok alkohol. Senyawa karbohidrat adalah polihidroksi
aldehida atau polihidroksi keton yang mengandung unsur2 karbon (C), hidrogen
(H), & oksigen (O) dengan rumus empiris total (CH
2
O)
n
.
Karbohidrat dalam tubuh manusia & hewan dibentuk dari beberapa asam amino,
gliserol lemak, & sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-
tumbuhan.
Karbohidrat terbagi menjadi 3 kelompok berdasarkan ukuran & kelarutannya :
- Monosakarida satu unit gula & larut dalam air. Merupakan unit pembangun karbohidrat lainnya.
- Disakarida dua unit gula & larut dalam air.
- Polisakarida banyak unit gula & tidak larut dalam air.

Karbohidrat adalah suatu polimer yang tersusun atas monomer2. Berdasarkan
monomer yang menyusunnya, karbohidrat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :
monosakarida, oligosakarida, & polisakarida.
1. Monosakarida : karbohidrat paling sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi
karbohidrat lain. Bentuk ini dibedakan kembali menurut jumlah atom C yang dimiliki
& sebagai aldosa atau ketosa. Monosakarida yang terpenting adalah glukosa,
galaktosa & fruktosa. Contoh lainnya tercantum pada tabel.

Monosakarid
a

Rumus
molek
ul
Aldosa Ketosa
Triosa C
3
H
6
O
3
Gliseros
a
Dihidrok
si aseton
Tetrosa C
4
H
8
O
4
Eritrosa Eritrulos
a
Pentosa C
5
H
10
O
5

Ribosa Ribulosa
Heksosa C
6
H
12
O
6

Glukosa Fruktosa

Monosakarida mengandung banyak gugus
fungsional hidroksil (-OH). Gugus hidroksil dapat
membentuk ikatan hidrogen dengan air, membuat
monosakarida larut dalam air. Adanya gugus OH
pada atom karbon dalam molekul juga dianggap
memberikan rasa manis pada gula.
Monosakarida terdapat dalam bentuk rantai
terbuka & bentuk cincin. Kedua bentuk ini dengan
mudah saling bertukar bentuk. Di dalam larutan
bentuk rantai terbuka menutup & membentuk
struktur cincin yang lebih stabil. Lht gbr.
Tiga monosakarida yang sering terdapat dalam
makanan adalah glukosa (gula darah / dekstrosa),
fruktosa (gula buah), & galaktosa. Ketiganya memiliki rumus molekul C
6
H
12
O
6
&
disebut juga heksosa karena memiliki enam atom karbon. Monosakarida dengan 5
atom karbon disebut pentosa, contohnya ribosa & deoksiribosa. Rumus molekulnya
C
5
H
10
O
5
. Lht jg tabel.
Fruktosa, galaktosa, & glukosa merupakan isomer (memiliki rumus molekul yang
sama tetapi rumus strukturnya berbeda). Jadi ketiganya memiliki sifat kimiawi yang
berbeda.


Gambar 4.2 Isomer monosakarida.





Glukosa mengandung gugus fungsional aldehida (gambar bawah) & disebut aldosa.

Fruktosa memiliki gugus fungsional keton (gambar bawah) & disebut ketosa.

Semua monosakarida merupakan gula pereduksi karena mudah bereaksi dengan
reagen seperti larutan Benedict & Fehling. Monosakarida akan mereduksi larutan
reagen yang berwarna biru menjadi merah bata.
Glukosa digunakan oleh sel tubuh sebagai sumber energi. Nilai normal glukosa
darah adalah 3,5 5,5 mmol/L. Saat ini, paramedis dapat menguji glukosa dalam
urin menggunakan reagen urinalisis berbentuk strip yang akan berubah warna
berdasarkan konsentrasi glukosa, misalnya Clinistix

atau Labstix

.
Tes darah dapat memberikan pengukuran glukosa darah secara langsung. Sampel
darah didapat dengan menusuk ujung jari & meneteskan darah pada strip reagen &
memasukkannya ke glukometer, misalnya Glukotrend

yang menampilkan hasil


pengukuran secara digital.

2. Oligosakarida : karbohidrat yang tersusun dari dua sampai sepuluh satuan
monosakarida. Oligosakarida yang umum adalah disakarida, yang terdiri atas dua
satuan monosakarida & dapat dihidrolisis menjadi monosakarida.
Disakarida yang penting dalam makanan adalah sukrosa (gula meja / gula tebu),
laktosa (gula susu), & maltosa (gula malt). Laktosa & maltosa merupakan gula
pereduksi, tetapi sukrosa bukan merupakan gula pereduksi.
Disakarida terbentuk bila dua monosakarida bergabung dengan melepas satu
molekul air dalam reaksi kondensasi. Ikatan kovalen yang menggabungkan dua unit
monosakarida disebut ikatan glikosidik. Ikatan C-O-C- ini merupakan gugus
fungsional eter.

Gambar 4.5 Sintesis disakarida.


Disakarida di usus harus dicerna menjadi monosakarida sebelum diabsorpsi. Hal ini
terjadi melalui proses hidrolisis (hidro = air, lisis = pemecahan). Hidrolisis merupakan
kebalikan dari kondensasi & melibatkan penambahan air, biasanya dibantu enzim
sebagai katalis.

3. Polisakarida : karbohidrat yang tersusun lebih dari 10 satuan monosakarida & dapat
berantai lurus / bercabang. Polisakarida adalah rantai panjang molekul2 gula.
Struktur seperti ini disebut polimer / makromolekul. Polisakarida dapat mengandung
hingga 26.000 molekul glukosa & biasanya tidak larut air karena ukurannya yang
besar. Polisakarida dapat dihidrolisis oleh asam / enzim tertentu yang kerjanya
spesifik. 3 polisakarida yang penting adalah selulosa, glikogen & pati (amilum).


a. Selulosa (serat).

Selulosa terdapat dalam semua tumbuhan
sebagai bagian dari dinding selnya. Selulosa
terdiri dari rantai lurus molekul glukosa yang
panjang & tidak dapat dicerna karena manusia
tidak memiliki enzim selulase. Selulosa bersifat
higroskopik, yaitu menyerap air sehingga
membuat tinja lebih bermassa & lebih lunak untuk dikeluarkan.
Serat yang berlebihan dapat menyebabkan flatulensi (buang gas) karena fermentasi
selulosa & makanan yang tidak tercerna oleh bakteri di usus besar menghasilkan
gas seperti metana & hidrogen sulfida yang menyebabkan bau. Diet tinggi serat
dapat mencegah kanker usus besar.

b. Glikogen
Kelebihan glukosa akan disimpan sebagai glikogen. Glikogen dapat ditemukan di
hati & otot rangka, & terbentuk dari banyak molekul glukosa yang saling bertautan
dalam rantai2 bercabang.

Susunan yang bercabang ini memungkinkan
hidrolisis glikogen secara cepat. Sekitar
sepertiga cadangan glikogen tubuh terdapat
pada hati & dua pertiga pada otot rangka. Di
sel hati (hepatosit) glukosa diubah menjadi
glikogen dengan adanya insulin, proses ini disebut glikogenesis.
Proses sebaliknya (glikogen menjadi glukosa) disebut glikogenolisis.
Dalam tubuh terdapat cadangan karbohidrat yang cukup berupa glikogen untuk
persediaan energi satu hari, & glukosa untuk kebutuhan energi selama satu jam.
Glikogen yang disimpan dalam otot rangka juga dapat diubah menjadi glukosa oleh
enzim fosforilase otot. Glukosa yang dihasilkan di otot dengan cara ini hanya
digunakan untuk energi kontraksi otot. Jika cadangan glikogen penuh maka glukosa
dapat diubah menjadi lemak & disimpan di jaringan adiposa.

c. Pati (amilum)
Tumbuhan menyimpan kelebihan glukosa sebagai pati ratusan atau ribuan
molekul glukosa yang saling bertautan membentuk rantai yang panjang & lurus
(amilosa) atau bercabang (amilopektin).

Pati & glikogen merupakan zat cadangan yang baik karena tidak terlalu larut dalam
air.
Tes untuk pati adalah dengan pemberian iodin, dimana larutan coklat iodin akan
berubah menjadi biru kehitaman jika ada pati.
Pencernaan pati dimulai dari mulut. Amilase saliva pada ludah akan memecah pati
menjadi dekstrin & maltosa. Semakin lama makanan dikunyah, enzim akan bekerja
lebih efektif. Sebagian besar pencernaan karbohidrat dilakukan di usus halus.
Pankreas akan mensekresi amilase pankreas ke duodenum & akan menghidrolisis
setiap pati yang ada menjadi maltosa. Kemudian pencernaan akan diselesaikan oleh
enzim pada sel-sel permukaan (brush border). Semua gula diabsorpsi ke dalam
kapiler darah usus halus & ditranspor ke hati melalui sistem porta hepatika.

Monosakarida & disakarida memiliki rasa manis, sehingga sering disebut gula. Rasa
manis dari gula disebabkan oleh gugus hidroksilnya. Kebanyakan monosakarida &
disakarida, kecuali sukrosa, adalah gula pereduksi. Sifat mereduksi disebabkan oleh
adanya gugus aldehida / keton bebas dalam molekulnya. Larutan gula bereaksi
positif dengan pereaksi Fehling, pereaksi Tollens, maupun pereaksi Benedict.
Sebaliknya, kebanyakan polisakarida adalah gula nonpereduksi.
Karbohidrat olahan umumnya dominan gula & tepung, tetapi miskin zat-zat penting
lainnya terutama vitamin, mineral, enzim, & serat. Karbohidrat olahan dapat
menyebabkan kegemukan karena sebagian besar tidak bisa diserap, sehingga
menumpuk di dalam tubuh serta disimpan sebagai glikogen & lemak tubuh.
Sebaliknya, karbohidrat alami atau yang tidak terlalu banyak diproses seperti buah-
buahan, sayur-sayuran, & biji-bijian alami (wholegrains) tidak menyebabkan
kegemukan karena kaya akan serat, vitamin, mineral, & enzim. Serat menyebabkan
perut cepat kenyang meskipun hanya dimakan sedikit. Serat pun mengikat &
sekaligus membuang lemak & kolesterol jahat di saluran usus. Sebaliknya, enzim,
vitamin & mineral sangat penting dalam proses metabolisme karbohidrat.

Karbohidrat merupakan jenis biomolekul yang paling berlimpah.
Monosakarida merupakan penyusun karbohidrat kompleks & memiliki 5 karbon
(ribosa) atau 6 karbon (glukosa/dekstrosa, fruktosa, & galaktosa). Suatu molekul
besar yang tersusun atas unit2 yang berulang dinamakan polimer. Dengan demikian
seluruh karbohidrat kompleks merupakan polimer glukosa. Karena polimer2 ini
hanya memiliki 1 jenis molekul (glukosa), perbedaan dalam polisakarida2 didapatkan
dari cara bagaimana molekul2 glukosa tersebut terhubung.
Seluruh sel hidup menyimpan glukosa untuk energi dalam bentuk suatu polisakarida,
& sel-sel tertentu juga menghasilkan polisakarida untuk kepentingan struktural. Sel-
sel hewan membuat suatu simpanan polisakarida yang dinamakan glikogen,
dijumpai dalam seluruh jaringan tubuh. Tumbuhan membuat 2 jenis polisakarida :
pati sebagai molekul penyimpanan yang dapat dicerna manusia, & selulosa sebagai
molekul struktural yang tidak dapat dicerna manusia.


Gambar 2-13. Karbohidrat.

Gula sederhana seperti glukosa merupakan nutrien utama dari sel. Pemecahannya
menyediakan sumber energi seluler & bahan baku untuk mensintesis unsur pokok
sel yang lain. Polisakarida merupakan bentuk simpanan dari gula & membentuk
komponen struktural sel. Glukosa (C
6
H
12
O
6
) sangat penting di dalam sel karena ia
merupakan sumber utama energi seluler. Monosakarida dapat saling berikatan
melalui reaksi dehidrasi dimana H
2
O dihilangkan & gula2 dihubungkan oleh ikatan
glikosidik. (gambar bawah).

Gambar 2.3. Pembentukan ikatan glikosidik.

2 gula sederhana dihubungkan melalui suatu reaksi dehidrasi (reaksi dimana air
dihilangkan). Pada contoh yang diperlihatkan, 2 molekul glukosa dalam konfigurasi
dihubungkan melalui suatu ikatan antara karbon 1 & 4, sehingga dinamakan ikatan
glikosidik (1 4).
Jika hanya sedikit gula yang saling berikatan, polimer yang dihasilkan dinamakan
oligosakarida. Jika sejumlah besar (ratusan / ribuan) gula yang terlibat, polimer yang
dihasilkan merupakan makromolekul yang dinamakan polisakarida.
Gula dengan 5 karbon / lebih dapat melingkar membentuk cincin, yang ada dalam 2
bentuk alternatif ( & ) tergantung pada konfigurasi karbon 1. Dua polisakarida
umum (glikogen & pati) merupakan bentuk simpanan karbohidrat pada sel hewan
(untuk glikogen) & sel tumbuhan (untuk pati). Struktur glikogen & pati pada dasarnya
mirip, dengan fungsi menyimpan glukosa.




Sebaliknya selulosa memiliki fungsi yang cukup berbeda, sebagai komponen
struktural utama dari dinding sel tumbuhan. Namun ternyata selulosa juga secara
keseluruhan terdiri dari molekul glukosa.
Glikogen, zat tepung (= pati) & selulosa semuanya secara keseluruhan terdiri dari
residu glukosa yang dihubungkan melalui ikatan glikosidik (1 4) pada glikogen &
zat tepung, tapi melalui ikatan (1 4) pada selulosa. Glikogen & satu bentuk dari
zat tepung (amilopektin) juga sesekali mengandung ikatan (1 6) yang bertindak
sebagai titik percabangan dengan menghubungkan dua rantai (1 4) yang
terpisah.




Selain peranan mereka dalam penyimpanan energi & struktur sel, oligosakarida &
polisakarida penting dalam berbagai proses pengiriman sinyal sel. Sebagai contoh :
oligosakarida seringkali terhubung dengan protein, & mereka bertindak sebagai
pemberi tanda bagi protein sasaran untuk diangkut ke permukaan sel / digabungkan
ke dalam organel2 subseluler yang berbeda. Oligosakarida & polisakarida juga
bertindak sebagai pemberi tanda pada permukaan sel, berperan penting dalam
pengenalan sel & interaksi antara sel dalam jaringan organisme multiseluler.
Karbohidrat
Selain diperoleh secara langsung dari makanan / dihasilkan melalui fotosintesis,
glukosa dapat disintesis dari molekul organik lain. Pada sel-sel hewan, sintesis
glukosa (glukoneogenesis) biasanya dimulai dengan laktat (dihasilkan melalui
glikolisis anaerob), asam amino (didapat dari pemecahan protein), atau gliserol
(dihasilkan melalui pemecahan lipid). Tumbuh-tumbuhan (tetapi tidak pada hewan)
juga dapat mensintesis glukosa dari asam lemak. Baik pada sel-sel hewan maupun
sel-sel tumbuhan, gula-gula sederhana dipolimerisasi & disimpan sebagai
polisakarida.
Glukoneogenesis meliputi konversi piruvat menjadi glukosa pada dasarnya
kebalikan dari glikolisis. Konversi glikolitik glukosa menjadi piruvat merupakan suatu
jalur penghasil energi, menghasilkan molekul ATP & NADH.
Secara keseluruhan, pembentukan glukosa dari 2 molekul piruvat memerlukan 4
molekul ATP, 2 GTP & 2 NADH. Pada sel tumbuhan, glukosa disimpan dalam
bentuk polisakarida yaitu pati. Sedangkan pada sel hewan, glukosa juga disimpan
dalam bentuk polisakarida yaitu glikogen. Sintesis polisakarida, seperti halnya
semua makromolekul lainnya, merupakan suatu reaksi yang memerlukan energi.


Keterangan gambar halaman berikutnya :
Glukosa 1 fosfat bereaksi dengan UTP (uridin trifosfat) menghasilkan UDP-glukosa
& pirofosfat yang dihidrolisis menjadi fosfat dengan pelepasan energi bebas
tambahan. (lihat gambar). UDP-glukosa merupakan suatu senyawa antara aktif yang
kemudian mendonasikan residu glukosanya kepada rantai polisakarida yang sedang
bertumbuh. Energi kimiawi dalam bentuk ATP & UTP mendorong sintesis
polisakarida dari gula2 sederhana.




BIOMOLEKUL PROTEIN

Biomolekul merupakan senyawa-senyawa organik sederhana pembentuk organisme
hidup dan bersifat khas sebagai produk aktivitas biologis. Biomolekul dapat dipandang
sebagai turunan hidrokarbon, yaitu senyawa karbon dan hidrogen yang mempunyai kerangka
dasar yang tersusun dari atom karbon, yang disatukan oleh ikatan kovalen. Kerangka dasar
hidrokarbon bersifat sangat stabil, karena ikatan tunggal dan ganda karbon-karbon
menggunakan pasangan elektron bersama-sama secara merata. Biomolekul bersifat
polifungsionil, mengandung dua atau lebih jenis gugus fungsi yang berbeda. Pada molekul
tersebut, tiap gugus fungsi mempunyai sifat dan reaksi kimia sendiri-sendiri.
Senyawa-senyawa biomolekul biasanya dikenal dalam empat bentuk: protein, asam
nukleat, karbohidrat, dan lipid. Keempat golongan biomolekul tersebut mempunyai sifat
umum memiliki struktur yang relatif besar (berat molekul besar), dan karenanya disebut
makromolekul.
PROTEIN
Protein merupakan salah satu kelompok bahan makronutrien. Tidak seperti bahan
makronutrien lainnya (karbohidrat, lemak), protein ini berperan lebih penting dalam
pembentukan biomolekul daripada sumber energi. Namun demikian apabila organisme sedang
kekurangan energi, maka protein ini dapat juga di pakai sebagai sumber energi. Keistimewaan
lain dari protein adalah strukturnya yang selain mengandung N, C, H, O, kadang mengandung S,
P, dan Fe (Sudarmadji, 1989).
Protein adalah molekul makro yang mempunyai berat molekul antara lima ribu hingga
beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai asam amino, yang terikat satu sama lain dalam
ikatan peptida. Asam amino yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen
; beberapa asam amino disamping itu mengandung unsur-unsur fosfor, besi, iodium, dan cobalt.
Unsur nitrogen adalah unsur utama protein, karena terdapat di dalam semua protein akan tetapi
tidak terdapat di dalam karbohidrat dan lemak. Unsur nitrogen merupakan 16% dari berat protein.
Molekul protein lebih kompleks daripada karbohidrat dan lemak dalam hal berat molekul dan
keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya (Almatsier. S, 1989).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan
polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein
merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan
oleh Jns Jakob Berzelius pada tahun 1838.
Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA
ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan
ribosom. Sampai tahap ini, protein masih mentah, hanya tersusun dari asam amino
proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi
penuh secara biologi.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan
dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan
sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem
kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam
transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam
amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Senyawa organik yang merupakan satuan penyusun protein yang mempunyai gugus
amino dan karboksilat disebut asam amino. Semua jenis protein terdiri dari rangkaian dan
kombinasi dari 20 asam amino. Setiap jenis protein mempunyai jumlah dan urutan asam
amino yang khas. Di dalam sel, protein terdapat baik pada membrane plasma maupun
membran internal yang menyusun organel sel seperti mitokondria, retikulum endoplasma,
nukleus dan badan golgi dengan fungsi yang berbeda-beda tergantung pada tempatnya.
Protein-protein yang terlibat dalam reaksi biokimia sebagian besar berupa enzim banyak
terdapat di dalam sitoplasma dan sebagian terdapat pada kompartemen dari organel sel.
Protein merupakan kelompok biomakromolekul yang sangat heterogen. Ketika berada di luar
makhluk hidup atau sel, protein sangat tidak stabil. Asam amino yang terdapat sebagai
komponen protein mempunyai gugus NH2 pada atom karbon dari posisi gugus COOH.
Rumus umum untuk asam amino ialah :

Pada umumnya asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organik non
polar seperti eter, aseton, dan kloroform. Sifat asam amino ini berbeda dengan asam karboksilat
maupun dengan sifat amina. Asam karboksilat alifatik maupun aromatik yang terdiri atas
beberapa atom karbon umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik.
Demikian amina pula umumnya tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik (Poejiadi.
A, 1994).
Asam amino adalah senyawa yang memiliki satu atau lebih gugus karboksil (COOH)
dan satu atau lebih gugus amino (NH2) yang salah satunya terletak pada atom C tepat disebelah
gugus karboksil (atom C alfa). Asam-asam amino bergabung melalui ikatan peptida yaitu ikatan
antara gugus karboksil dari asam amino dengan gugus amino dari asam amino yang
disampingnya (Sudarmadji. S, 1989).
Ciri-ciri Protein
Protein diperkenalkan sebagai molekul makro pemberi keterangan, karena urutan
asam amino dari protein tertentu mencerminkan keterangan genetik yang terkandung dalam
urutan basa dari bagian yang bersangkutan dalam DNA yang mengarahkan biosintesis
protein. Tiap jenis protein ditandai ciri-cirinya oleh:
1. Susunan kimia yang khas
Setiap protein individual merupakan senyawa murni
2. Bobot molekular yang khas
Semua molekul dalam suatu contoh tertentu dari protein murni mempunyai bobot molekular
yang sama. Karena molekulnya yang besar maka protein mudah sekali mengalami perubahan
fisik ataupun aktivitas biologisnya.
3. Urutan asam amino yang khas
Urutan asam amino dari protein tertentu adalah terinci secara genetik. Akan tetapi,
perubahan-perubahan kecil dalam urutan asam amino dari protein tertentu (Page, D.S. 1997)
Struktur Protein
Keistimewaan lain dari protein ini adalah strukturnya yang mengandung N (15,30-18%),
C (52,40%), H (6,90-7,30%), O (21- 23,50%), S (0,8-2%), disamping C, H, O (seperti juga
karbohidrat dan lemak), dan S kadang-kadang P, Fe dan Cu (sebagai senyawa kompleks
dengan protein). Dengan demikian maka salah satu cara terpenting yang cukup spesifik untuk
menentukan jumlah protein secara kuantitatif adalah dengan penentuan kandungan N yang
ada dalam bahan makanan atau bahan lain (Sudarmaji, S, dkk. 1989)
Molekul protein merupakan rantai panjang yang tersusun oleh mata rantai asam-asam amino.
Dalam molekul protein, asam-asam amino saling dirangkaikan melalui reaksi gugusan karboksil
asam amino yang satu dengan gugusan amino dari asam amino yang lain, sehingga terjadi ikatan
yang disebut ikatan peptida. Ikatan pepetida ini merupakan ikatan tingkat primer. Dua molekul
asam amino yang saling diikatkan dengan cara demikian disebut ikatan dipeptida. Bila tiga
molekul asam amino, disebut tripeptida dan bila lebih banyak lagi disebut polypeptida.
Polypeptida yang hanya terdiri dari sejumlah beberapa molekul asam amino disebut oligopeptida.
Molekul protein adalah suatu polypeptida, dimana sejumlah besar asam-asam aminonya saling
dipertautkan dengan ikatan peptida tersebut (Gaman, P.M, 1992)

Sifat Protein
Protein merupakan molekul yang sangat besar, sehingga mudah sekali mengalami perubahan
bentuk fisik maupun aktivitas biologis. Banyak faktor yang menyebabkan perubahan sifat
alamiah protein misalnya : panas, asam, basa, pelarut organik, pH, garam, logam berat, maupun
sinar radiasi radioaktif. Perubahan sifat fisik yang mudah diamati adalah terjadinya penjendalan
(menjadi tidak larut) atau pemadatan (Sudarmadji. S, 1989).
Ada protein yang larut dalam air, ada pula yang tidak larut dalam air, tetapi semua protein
tidak larut dalam pelarut lemak seperti misalnya etil eter. Daya larut protein akan berkurang jika
ditambahkan garam, akibatnya protein akan terpisah sebagai endapan. Apabila protein
dipanaskan atau ditambahkan alkohol, maka protein akan menggumpal. Hal ini disebabkan
alkohol menarik mantel air yang melingkupi molekul-molekul protein. Adanya gugus amino dan
karboksil bebas pada ujung-ujung rantai molekul protein, menyebabkan protein mempunyai
banyak muatan dan bersifat amfoter (dapat bereaksi dengan asam maupun basa). Dalam larutan
asam (pH rendah), gugus amino bereaksi dengan H+, sehingga protein bermuatan positif. Bila
pada kondisi ini dilakukan elektrolisis, molekul protein akan bergerak kearah katoda. Dan
sebaliknya, dalam larutan basa (pH tinggi) molekul protein akan bereaksi sebagai asam atau
bermuatan negatif, sehingga molekul protein akan bergerak menuju anoda (Winarno. F.G, 1992).



Jenis jenis Protein

a. Kolagen, protein struktur yang diperlukan untuk membentuk kulit, tulang dan ikatan tisu.
b Antibodi, protein sistem pertahanan yang melindungi badan daripada serangan penyakit.
c Dismutase superoxide, protein yang membersihkan darah kita.
d Ovulbumin, protein simpanan yang memelihara badan.
e Hemoglobin, protein yang berfungsi sebagai pembawa oksigen
f Toksin, protein racun yang digunakan untuk membunuh kuman.
g Insulin, protein hormon yang mengawal aras glukosa dalam darah.
h Tripsin, protein yang mencernakan makanan protein.


Sumber Protein

Dalam kualifikasi protein berdasarkan sumbernya, telah kita ketahui protein hewani dan
protein nabati. Sumber protein hewani dapat berbentuk daging dan alat-alat dalam seperti hati,
pankreas, ginjal, paru, jantung , jerohan. Yang terakhir ini terdiri atas babat dan iso (usus halus
dan usus besar). Susu dan telur termasuk pula sumber protein hewani yang berkualitas tinggi.
Ikan, kerang-kerangan dan jenis udang merupakan kelompok sumber protein yang baik, karena
mengandung sedikit lemak, tetapi ada yang alergis terhadap beberapa jenis sumber protein hasil
laut ini. Jenis kelompok sumber protein hewani ini mengandung sedikit lemak, sehingga baik
bagi komponen susunan hidangan rendah lemak. Namun kerang-kerangan mengandung banyak
kolesterol, sehingga tidak baik untuk dipergunakan dalam diet rendah kolesterol. Ayam dan jenis
burung lain serta telurnya, juga merupakan sumber protein hewani yang berkualitas baik. Harus
diperhatikan bahwa telur bagian merahnya mengandung banyak kolesterol, sehingga sebaiknya
ditinggalkan pada diet rendah kolesterol (Sediaoetama. A.D, 1985).
Sumber protein nabati meliputi kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai,
kacang tanah, kacang hijau, kacang koro, kelapa dan lain-lain. Asam amino yang terkandung
dalam protein ini tidak selengkap pada protein hewani, namun penambahan bahan lain yaitu
dengan mencampurkan dua atau lebih sumber protein yang berbeda jenis asam amino
pembatasnya akan saling melengkapi kandungan proteinnya. Bila dua jenis protein yang memiliki
jenis asam amino esensial pembatas yang berbeda dikonsumsi bersama-sama, maka kekurangan
asam amino dari satu protein dapat ditutupi oleh asam amino sejenis yang berlebihan pada protein
lain. Dua protein tersebut saling mendukung (complementary) sehingga mutu gizi dari campuran
menjadi lebih tinggi daripada salah satu protein itu. Contohnya yaitu dengan mencampurkan dua
jenis bahan makanan antara campuran tepung gandum dengan kacang-kacangan, dimana tepung
gandum kekurangan asam amino lisin, tetapi asam amino belerangnya berlebihan, sebaliknya
kacang-kacangan kekurangan asam amino belerang dan kelebihan asam amino lisin.
Pencampuran 1: 1 antara tepung gandum dan kacang-kacangan akan membentuk bahan makanan
campuran yang telah meningkatkan mutu protein nabati. Karena itu susu dengan serealia, nasi
dengan tempe, kacang-kacangan dengan daging atau roti, bubur kacang hijau dengan ketan hitam
merupakan kombinasi menu yang dapat meningkatkan mutu protein (Winarno. F.G, 1992).
Kualitas protein didasarkan pada kemampuannya untuk menyediakan nitrogen dan asam
amino bagi pertumbuhan, pertahanan dan memperbaiki jaringan tubuh. Secara umum kualitas
protein tergantung pada dua karakteristik berikut:
1. Digestibilitas protein (untuk dapat digunakan oleh tubuh, asam amino harus dilepaskan
dari komponen lain makanan dan dibuat agar dapat diabsorpsi. Jika komponen yang tidak
dapat dicerna mencegah proses ini asam amino yang penting hilang bersama feses).
2. Komposisi asam amino seluruh asam amino yang digunakan dalam sintesis protein tubuh
harus tersedia pada saat yang sama agar jaringan yang baru dapat terbentuk.dengan demikian
makanan harus menyediakan setiap asam amino dalam jumlah yang mencukupi untuk
membentuk asam amino lain yang dibutuhkan.
Faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein:
a. Perkembang jaringan
Periode dimana perkembangn terjadi dengan cepat seperti pada masa janin dan kehamilan
membutuhkan lebih banyak protein.
b. Kualitas protein
Kebutuhan protein dipengaruhi oleh kualitas protein makanan pola asam aminonya. Tidak
ada rekomendasi khusus untuk orang-orang yang mengonsumsi protein hewani bersama
protein nabati. Bagi mereka yang tidak mengonsumsi protein hewani dianjurkan untuk
memperbanyak konsumsi pangan nabatinya untuk kebutuhan asam amino.
c. Digestibilitas protein
Ketersediaan asam amino dipengaruhi oleh persiapan makanan. Panas menyebabkan ikatan
kimia antara gula dan asam amino yang membentuk ikatan yang tidak dapat dicerna.
Digestibitas dan absorpsi dipengaruhi oleh jarak antara waktu makan, dengan interval yang
lebih panjang akan menurunkan persaingan dari enzim yang tersedia dan tempat absorpsi.
d. Kandungan energi dari makanan
Jumlah yang mencukupi dari karbohidrat harus tersedia untuk mencukupi kebutuhan energi
sehingga protein dapat digunakan hanya untuk pembagunan jaringn. Karbohidrat juga
mendukung sintesis protein dengan merangsang pelepasan insulin.
e. Status kesehatan
Dapat meningkatkan kebutuhan energi karena meningkatnya katabolisme. Setelah trauma
atau operasi asam amino dibutuhkan untuk pembentukan jaringan, penyembuhan luka dan
produksi faktor imunitas untuk melawan infeksi (Anonim. 2007).

Fungsi dan Peranan Protein
Protein memegang peranan penting dalam berbagai proses biologi. Peran-peran tersebut
antara lain:
1. Katalisis enzimatik
Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh enzim dan hampir semua
enzim adalah protein.
2. Transportasi dan penyimpanan
Berbagai molekul kecil dan ion-ion ditansport oleh protein spesifik. Misalnya transportasi
oksigen di dalam eritrosit oleh hemoglobin dan transportasi oksigen di dalam otot oleh
mioglobin.
3. Koordinasi gerak
Kontraksi otot dapat terjadi karena pergeseran dua filamen protein. Contoh lainnya adalah
pergerakan kromosom saat proses mitosis dan pergerakan sperma oleh flagela.
4. Penunjang mekanis
Ketegangan kulit dan tulang disebabkan oleh kolagen yang merupakan protein fibrosa.
5. Proteksi imun
Antibodi merupakan protein yang sangat spesifik dan dapat mengenal serta berkombinasi
dengan benda asing seperti virus, bakteri dan sel dari organisma lain.
6. Membangkitkan dan menghantarkan impuls saraf
Respon sel saraf terhadap rangsang spesifik diperantarai oleh oleh protein reseptor. Misalnya
rodopsin adalah protein yang sensitive terhadap cahaya ditemukan pada sel batang retina.
Contoh lainnya adalah protein reseptor pada sinapsis.
7. Pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi
Pada organisme tingkat tinggi, pertumbuhan dan diferensiasi diatur oleh protein faktor
pertumbuhan. Misalnya faktor pertumbuhan saraf mengendalikan pertumbuhan jaringan
saraf. Selain itu, banyak hormon merupakan protein (Santoso, H. 2008)

Penggolongan Protein

Protein adalah molekul yang sangat vital untuk organisme dan terdapat di semua sel. Protein
merupakan polimer yang disusun oleh 20 macam asam amino standar. Rantai asam amino
dihubungkan dengan ikatan kovalen yang spesifik. Struktur & fungsi ditentukan oleh
kombinasi, jumlah dan urutan asam amino sedangkan sifat fisik dan kimiawi dipengaruhi
oleh asam amino penyusunnya.
Penggolongan protein dibedakan menjadi beberapa macam, antara
lain:
1. Berdasarkan struktur molekulnya
Struktur protein terdiri dari empat macam :
1. Struktur primer (struktur utama)
Struktur ini terdiri dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara kovalen
melalui ikatan peptida.


2. Struktur sekunder
Protein sudah mengalami interaksi intermolekul, melalui rantai samping asam amino. Ikatan
yang membentuk struktur ini, didominasi oleh ikatan hidrogen antar rantai samping yang
membentuk pola tertentu bergantung pada orientasi ikatan hidrogennya. Ada dua jenis
struktur sekunder, yaitu:

3. Struktur Tersier
Terbentuk karena adanya pelipatan membentuk struktur yang kompleks. Pelipatan distabilkan
oleh ikatan hidrogen, ikatan disulfida, interaksi ionik, ikatan hidrofobik, ikatan hidrofilik.

4. Struktur Kuartener
Terbentuk dari beberapa bentuk tersier, dengan kata lain multi sub unit. Interaksi
intermolekul antar sub unit protein ini membentuk struktur keempat/kuartener.


2. Berdasarkan Bentuk dan Sifat Fisik:
1. Protein globular
Terdiri dari polipeptida yang bergabung satu sama lain (berlipat rapat) membentuk bulat
padat. Misalnya enzim, albumin, globulin, protamin. Protein ini larut dalam air, asam, basa,
dan etanol.
2. Protein serabut (fibrous protein)
Terdiri dari peptida berantai panjang dan berupa serat-serat yang tersusun memanjang, dan
memberikan peran struktural atau pelindung. Misalnya fibroin pada sutera dan keratin pada
rambut dan bulu domba. Protein ini tidak larut dalam air, asam, basa, maupun etanol.

3. Berdasarkan Fungsi Biologi
Pembagian protein didasarkan pada fungsinya di dalam tubuh, antara lain:
1. Enzim (ribonukease, tripsin)
2. Protein transport (hemoglobin, mioglobin, serum, albumin)
3. Protein nutrien dan penyimpan (gliadin/gandum, ovalbumin/telur, kasein/susu,
feritin/jaringan hewan)
4. Protein kontraktil (aktin dan tubulin)
5. Protein Struktural (kolagen, keratin, fibrion)
6. Protein Pertahanan (antibodi, fibrinogen dan trombin, bisa ular)
7. Protein Pengatur (hormon insulin dan hormon paratiroid)

4. Berdasarkan Daya Larutnya
1. Albumin
Larut air, mengendap dengan garam konsentrasi tinggi. Misalnya albumin telur dan albumin
serum
2. Globulin Glutelin
Tidak larut dalam larutan netral, larut asam dan basa encer. Glutenin (gandum), orizenin
(padi).
3. Gliadin (prolamin)
Larut etanol 70-80%, tidak larut air dan etanol 100%. Gliadin/gandum, zein/jagung
4. Histon
Bersifat basa, cenderung berikatan dengan asam nukleat di dalam sel. Globin bereaksi dengan
heme (senyawa asam menjadi hemoglobin). Tidak larut air, garam encer dan pekat (jenuh 30-
50%). Misalnya globulin serum dan globulin telur.
5. Protamin
Larut dalam air dan bersifat basa, dapat berikatan dengan asam nukleat menjadi
nukleoprotamin (sperma ikan). Contohnya salmin.

5. Protein Majemuk
Adalah protein yang mengandung senyawa bukan hanya protein
1. Fosfoprotein
Protein yang mengandung fosfor, misalnya kasein pada susu, vitelin pada kuning telur
2. Kromoprotein
Protein berpigmen, misalnya asam askorbat oksidase mengandung Cu
3. Fosfoprotein
Protein yang mengandung fosfor, misalnya kasein pada susu, vitelin pada kuning telur
4. Kromoprotein
Protein berpigmen, misalnya asam askorbat oksidase mengandung Cu

5. Protein Koenzim
Misalnya NAD+, FMN, FAD dan NADP+
6. Protein Koenzim
Misalnya NAD+, FMN, FAD dan NADP+
7. Lipoprotein
Mengandung asam lemak, lesitin
8. Metaloprotein
Mengandung unsur-unsur anorganik (Fe, Co, Mn, Zn, Cu, Mg dsb)
9. Glikoprotein
Gugus prostetik karbohidrat, misalnya musin (pada air liur), oskomukoid (pada tulang)
10.Nukleoprotein
Protein dan asam nukleat berhubungan (berikatan valensi sekunder) misalnya pada jasad
renik


BIOMOLEKUL
Biomolekul merupakan senyawa-senyawa organik sederhana pembentuk
organisme hidup dan bersifat khas sebagai produk aktivitas biologis. Biomolekul
dapat dipandang sebagai turunan hidrokarbon, yaitu senyawa karbon dan hidrogen
yang mempunyai kerangka dasar yang tersusun dari atom karbon, yang disatukan
oleh ikatan kovalen. Kerangka dasar hidrokarbon bersifat sangat stabil, karena
ikatan tunggal dan ganda karbon-karbon menggunakan pasangan elektron bersama-
sama secara merata. Biomolekul bersifat polifungsionil, mengandung dua atau lebih
jenis gugus fungsi yang berbeda. Pada molekul tersebut, tiap gugus fungsi
mempunyai sifat dan reaksi kimia sendiri-sendiri.

Terdapat 4 jenis biomolekul : karbohidrat, lipid, protein & nukleotida. 3 jenis yang
pertama digunakan oleh tubuh untuk energi & sebagai penyusun komponen2
seluler. Sedangkan nukleotida meliputi DNA & RNA ; komponen struktural materi
genetik. Senyawa yang membawa energi seperti ATP, atau meregulasi metabolisme
seperti cAMP juga merupakan nukleotida.

KARBOHIDRAT
Karbohidrat adalah sumber energi utama dalam sebagian besar makanan manusia.
Monosakarida, misalnya glukosa, fruktosa & galaktosa biasanya tidak dikonsumsi
dalam jumlah besar walaupun ketiganya terdapat di buah-buahan. Sumber utama
karbohidrat dalam makanan adalah zat pati dari sumber tumbuhan, ditambah
glikogen dari hati & otot hewan.
Karbohidrat hanya mengandung karbon, hidrogen & oksigen. Dinamakan
karbohidrat karena rasio hidrogen terhadap oksigen adalah 2:1, yang sama dengan
rasio pada air. Semua karbohidrat mengandung gugus fungsional hidroksil OH
yang termasuk kelompok alkohol. Senyawa karbohidrat adalah polihidroksi
aldehida atau polihidroksi keton yang mengandung unsur2 karbon (C), hidrogen
(H), & oksigen (O) dengan rumus empiris total (CH
2
O)
n
.
Karbohidrat dalam tubuh manusia & hewan dibentuk dari beberapa asam amino,
gliserol lemak, & sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-
tumbuhan.

KARBOHIDRAT terbagi menjadi tiga bagian monosakarida , disakarida ,
oligosakarida ,dan polisakarida

1. Monosakarida : karbohidrat paling sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi
karbohidrat lain. Bentuk ini dibedakan kembali menurut jumlah atom C yang dimiliki
& sebagai aldosa atau ketosa. Monosakarida yang terpenting adalah glukosa,
galaktosa & fruktosa. Contoh lainnya tercantum pada tabel.

Monosakarida

Rumus molekul Aldosa Ketosa
Triosa C
3
H
6
O
3
Gliserosa Dihidroksi aseton
Tetrosa C
4
H
8
O
4
Eritrosa Eritrulosa
Pentosa C
5
H
10
O
5
Ribosa Ribulosa
Heksosa C
6
H
12
O
6
Glukosa Fruktosa

Monosakarida mengandung banyak gugus fungsional hidroksil (-OH). Gugus
hidroksil dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air, membuat monosakarida larut
dalam air. Adanya gugus OH pada atom karbon dalam molekul juga dianggap
memberikan rasa manis pada gula.Monosakarida terdapat dalam bentuk rantai
terbuka & bentuk cincin. Kedua bentuk ini dengan mudah saling bertukar bentuk. Di
dalam larutan bentuk rantai terbuka menutup & membentuk struktur cincin yang
lebih stabil.iga
monosakarida yang sering terdapat dalam makanan adalah glukosa (gula darah /
dekstrosa), fruktosa (gula buah), & galaktosa. Ketiganya memiliki rumus molekul
C
6
H
12
O
6
& disebut juga heksosa karena memiliki enam atom karbon. Monosakarida
dengan 5 atom karbon disebut pentosa, contohnya ribosa & deoksiribosa. Rumus
molekulnya C
5
H
10
O
5
.
Fruktosa, galaktosa, & glukosa merupakan isomer (memiliki rumus molekul yang
sama tetapi rumus strukturnya berbeda). Jadi ketiganya memiliki sifat kimiawi yang
berbeda.






A. LATAR BELAKANG
Kita sering menemukan senyawa organik yang diperlukan tubuh seperti lemak, protein,
karbohidrat, dan lainnya. Salah satu senyawa yang sangat berguna bagi tubuh adalah karbohidrat.
Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani ,
skcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi.
Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar
(misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan),
dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada
proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.
Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang
disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak karbohidrat merupakan
polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat
pula bercabang-cabang, disebut polisakarida, misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida
dan polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida
(rangakaian beberapa monosakarida).
Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama
bagi manusia dan hewan yang harganya relatif murah. Semua karbohidrat berasal dari tumbuh-
tumbuhan.
Dari uraian diatas maka kami dari kelompok III tertarik ingin mengkaji tentang karbohidrat.


B. TUJUAN PENULISAN
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui ruang lingkup tentang karbohidrat

2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui ruang lingkup karbohidrat
2. Untuk mengetahui pengertian karbohidrat
3. Untuk mengetahui jenis-jenis karbohidrat
4. Untuk mengetahui sumber karbohidrat
5. Umtuk mengetahui metabolisme karbohidrat
6. Untuk mengetahui peran karbohidrat dalam kehidupan sehari-hari
7. Untuk mengetahui penyakit yang ditimbulkan oleh karbohidrat

C. MANFAAT PENULISAN

1. Manfaat Teoritis
1. Sebagai pengembangan bahan masukan atau pengkajian baru khususnya tentang karbohidrat
2. Dapat menjadi acuan bagi pengkajian selanjutnya.

2. Manfaat Praktis
1. Manfaat bagi institusi
Kepada institusi makalah ini diharapkan dapat dijadikan bahan literature atau refrensi pembuatan
makalah selanjutnya
2. Manfaat bagi mahasiswa
Kepada mahasiswa diharapkan makalah ini sebagai sumber informasi tentang senyawa organik,
karbohidrat khususnya.


BAB II
TINJAUAN TEORI

A. PENGERTIAN
Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani ,
skcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi.
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang disintesis dari senyawa organik yang mengandung
unsur-unsur karbon (C).hidrogen (H) dan oksigen (O).

B. JENIS-JENIS KARBOHIDRAT
Komponen dasar karbohidrat adalah monosakarida,yaiitu karbohidrat yang paling
sederhana,yang hanya memiliki satu gugus gula dan mempunyai rasa manis. Selain monosakarida
,dikenal juga disakarida, polisakarida, dan oligosakarida. Disakarida dan polisakarida merupakan hasil
dari gabungan beberapa monosakarida .
1. MONOSAKARIDA
Monosakarida adalah gula sederhana yang hanya tersusun atas satu molekul gula.
Monosakarida memiliki rumus umum C
n
H
2n
O
n.
Ada tiga jenis monosakarida yang penting dalam ilmu
gizi, yaitu glukods, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini mengandung jenis dan
jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Perbedaannya
hanya terletak pada cara penyusunan atom-atom hidrogen dan oksigen di sekitar atom-atom
karbon. Perbedaan dalam susunan atom inilah yang menyebabkan perbedaan dalam tingkat
kemanisan, daya larut, dan sifat lain ketiga monosakarida tersebut.


Berdasarkan kandungan unsur karbon (C), molekul monosakarida dapat dibedakan menjadi :
1. Triosa : mengandung tiga atom C, contohnya gliseroldehida dan hidroksi aseton.
2. Tetrosa : mengandung empat atom C, contohnya eritrosa dan treosa.
3. Pentose : mengandung lima atom C, contohnya ribose dan arabinosa.
4. Heksosa : mengandung enam atom C, contohnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa.
a. Glukosa, dinamakan juga dekstrosa atau gula anggur, terdapat luas di alam dalam jumlah sedikit,
yaitu di dalam sayur, buah, sirup jagung, sari pohon, dan bersamaan dengan fruktosa dalam madu.
Glukosa memegang peranan sangat penting dalam ilmu gizi. Glukosa merupakan hasil akhir
pencernaan pati, sukrosa, maltosa, dan laktosa pada hewan dan manusia. Dalam proses
metabolisme, glukosa merupakan bentuk karbohidrat yang beredar di dalam tubuh dan di dalam sel
merupakan sumber energi.
b. Fruktosa, dinamakan juga levulosa atau gula buah, adalah gula paling manis. Fruktosa mempunyai
rumus kimia yang sama dengan glukosa, C
6
H
12
O
6
, namun strukturnya berbeda. Susunan atom dalam
fruktosda merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis.
c. Galaktosa, tidak terdapat bebas di alam seperti halnya glukosa dan fruktosa, akan tetapi terdapat
dalam tubuh sebagai hasil pencernaan laktosa.




2.
DISAKARIDA
Ada tiga jenis disakarida, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, dan laktosa. Disakarida terdiri
atas dua unit monosakarida yang terikat satu sama lain melalui reaksi kondensasi. Kedua
monosakarida saling mengikat berupa ikatan glikosidik melalui satu atom oksigen (O). Ikatan
glikosidik ini biasanya terjadi antara atom C nomor 1 dengan atom C nomor 4 dan membentuk
ikatan alfa, dengan melepaskan satu molekul air. Hanya karbohidrat yang unit monosakaridanya
terikat dalam bentuk alfa yang dapat dicernakan. Disakarida dapat dipecah kembali mejadi dua
molekul monosakarida melalui reaksi hidrolisis.
a. Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga gula tebu. Secara komersial gula pasir yang 99% terdiri atas
sukrosa dibuat dari keuda macam bahan makanan tersebut melalui proses penyulingan dan
kristalisasi.
b. Maltosa (gula malt) tidak terdapat bebas di alam. Maltosa terbentuk pada setiap pemecahan pati,
seperti yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan bila benih atau bijian berkecambah dan di dalam usus
manusia pada pencernaan pati.
c. Laktosa (gula susu) hanya terdapat dalam susu dan terdiri atas satu unit glukosa dan satu unit
galaktosa.

3. POLISAKARIDA
Polisakarida tersusun atas banyak unit monosakarida. Rumus umu
polisakarida adalah (C
6
H
10
O
5
)
n.
Contoh polisakarida adalah amilum, glikogen, dan selulosa.



(Butir-butir pati, salah satu jenis karbohidrat cadangan makanan pada tumbuhan, dilihat
dengan mikroskop cahaya.)


4. OLIGOSAKARIDA
Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida.
Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa adalah oligosakarida yang terdiri atas unit-unit glukosa, fruktosa,
dan galaktosa. Ketiga jenis oligosakarida ini terdapat du dalam biji tumbuh-tumbuhan dan kacang-
kacangan serta tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim perncernaan.
Fruktan adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang terdiri atas beberapa unit fruktosa
yang terikat dengan satu molekul glukosa. Fruktan terdapat di dalam serealia, bawang merah,
bawang putih, dan asparagus. Fruktan tidak dicernakan secara berarti. Sebagian ebsar di dalam usus
besar difermentasi.
C. SUMBER KARBOHIDRAT
Sumber karbohidrat adalah padi-padian atau serealia, umbi-umbian, kacang-kacang kering, dan
gula. Hasil olah bahan-bahan ini adalah bihun, mie, roti, tepung-tepungan, selai, sirup, dan
sebagainya. Sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat. Sayur umbi-
umbian, seperti wortel dan kacang-kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripada
sayur daun-daunan. Bahan makanan hewani seperti daging, ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali
mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan pokok di
Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas, dan sagu.
D. METABOLISME KARBOHIDRAT
Karbohidrat diserap tubuh oleh usus halus dalam bentuk glukosa, galaktosa, dan fruktosa.
Setelah diserap, zat makanan akan masuk ke kapiler venula pada vili usus yang akan bergabung pada
vena porta hepatica menuju hati. Di dalam sel-sel hati, galaktosa dan fruktosa di ubah menjadi
glukosa dan ditimbun sebagai glikogen.
Glukosa kemudian memasuki tahapan respirasi sel, yang terdiri atas glikolisis, dekarboksilasi
oksidatif, siklus krebs, dan rantai transpor elektron. Respirasi sel akan menghasilkan energi yang
terkandung dalam ATP. Reaksi respirasi sel adalah:
C
6
H
12
O
6
+ 6O
2
6CO
2
+6H
2
O+ ATP
Satu gram karbohidrat menghasilkan 4,1 kilokalori (kkal)


E. PERAN KARBOHIDRAT DALAM KEHIDUPAN

1. Peran dalam biosfer
Fotosintesis menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di bumi, baik secara
langsung atau tidak langsung. Organisme autotrof seperti tumbuhan hijau, bakteri, dan alga
fotosintetik memanfaatkan hasil fotosintesis secara langsung. Sementara itu, hampir semua
organisme heterotrof, termasuk manusia, benar-benar bergantung pada organisme autotrof untuk
mendapatkan makanan.
Pada proses fotosintesis, karbon dioksida diubah menjadi karbohidrat yang kemudian dapat
digunakan untuk mensintesis materi organik lainnya. Karbohidrat yang dihasilkan oleh fotosintesis
ialah gula berkarbon tiga yang dinamai gliseraldehida 3-fosfat.menurut Rozison (2009), senyawa ini
merupakan bahan dasar senyawa-senyawa lain yang digunakan langsung oleh organisme autotrof,
misalnya glukosa, selulosa, dan pati.
2. Peran sebagai bahan bakar dan nutrisi
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup.
Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Misalnya, pada vertebrata,
glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut
menyerap glukosa dan mengambil tenaga yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses
respirasi seluler untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon monosakarida juga
berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil lainnya, termasuk asam
amino dan asam lemak.

(Kentang merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung banyak karbohidrat.)
Sebagai nutrisi untuk manusia, 1 gram karbohidrat memiliki nilai energi 4 Kalori. Dalam
menu makanan orang Asia Tenggara termasuk Indonesia, umumnya kandungan karbohidrat cukup
tinggi, yaitu antara 7080%. Bahan makanan sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian atau
serealia (gandum dan beras), umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), dan gula.

3. Pemberi Rasa Manis pada Makanan
Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya monosakarida dan disakarida.
4. PenghematProtein
Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk memenuhi
kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila
karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun.
5. Membantu Pengeluaran Feses
Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara emngatur peristaltik usus dan
memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam serat makanan mengatur peristaltik usus. Serat
makanan mencegah kegemukan, konstipasi, hemoroid, penyakit-penyakit divertikulosis, kanker usus
besar, penyakiut diabetes mellitus, dan jantung koroner yang berkaitan dengan kadar kolesterol
darah tinggi.
Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium. Laktosa lebih lama tinggal dalam saluran cerna,
sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan.
6. Peran sebagai materi pembangun
Organisme membangun materi-materi kuat dari polisakarida struktural. Misalnya, selulosa
ialah komponen utama dinding sel tumbuhan. Selulosa bersifat seperti serabut, liat, tidak larut di
dalam air, dan ditemukan terutama pada tangkai, batang, dahan, dan semua bagian berkayu dari
jaringan tumbuhan. Kayu terutama terbuat dari selulosa dan polisakarida lain, misalnya hemiselulosa
dan pektin. Sementara itu, kapas terbuat hampir seluruhnya dari selulosa.
Polisakarida struktural penting lainnya ialah kitin, karbohidrat yang menyusun kerangka luar
(eksoskeleton) arthropoda (serangga, laba-laba, crustacea, dan hewan-hewan lain sejenis). Kitin
murni mirip seperti kulit, tetapi akan mengeras ketika dilapisi kalsium karbonat. Kitin juga ditemukan
pada dinding sel berbagai jenis fungi.
Sementara itu, dinding sel bakteri terbuat dari struktur gabungan karbohidrat polisakarida
dengan peptida, disebut peptidoglikan. Dinding sel ini membentuk suatu kulit kaku dan berpori
membungkus sel yang memberi perlindungan fisik bagi membran sel yang lunak dan sitoplasma di
dalam sel.
Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan molekul gabungan karbohidrat dengan
molekul lain ialah proteoglikan, glikoprotein, dan glikolipid. Proteoglikan maupun glikoprotein terdiri
atas karbohidrat dan protein, namun proteoglikan terdiri terutama atas karbohidrat, sedangkan
glikoprotein terdiri terutama atas protein. Proteoglikan ditemukan misalnya pada perekat antarsel
pada jaringan, tulang rawan, dan cairan sinovial yang melicinkan sendi otot. Sementara itu,
glikoprotein dan glikolipid (gabungan karbohidrat dan lipid) banyak ditemukan pada permukaan sel
hewan. Karbohidrat pada glikoprotein umumnya berupa oligosakarida dan dapat berfungsi sebagai
penanda sel. Misalnya, empat golongan darah manusia pada sistem ABO (A, B, AB, dan O)
mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel darah.
7. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh manusia.


F. PENYAKIT YANG DITIMBULKAN OLEH KARBOHIDRAT
Penyakit yang disebabkan karena kelebihan karbohidrat adalah obesitas yaitu suatu keadaan
dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas terjadi karena
ketidakseimbangan antara energy yang masuk dengan energy yang keluar.
Didalam tubuh manusia,glukosa merupakan jenis monosakarida penghasil energi utama. Dalam
keadaan normal,darah seseorang mengandung 70-100 mg glukosa setiap 100 ml darah.Jika kadar
glukosa darah lebih rendah dari kisaran normal disebut HIPOGLIKEMIA,sebaliknya jika kadar
glukosa darah lebih tinggi dari kisaran normal disebut HIPERGLIKEMIA.


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen dan
oksigen. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil energi di dalam
tubuh. Tiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal dan energi
hasil proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk
menjalankan berbagai fungsi-fungsinya seperti materi fotosintesis tumbuhan, sebagai bahan energi,
dan lainnya.
Berdasarkan penyusunnya, karbohidrat terbagi atas tiga macam, yakni monosakarida, diakarida,
oligosakarida, dan polisakarida.
Sumber karbohidrat dapat didapat dari padi-padian atau serealia, umbi-umbian, kacang-kacang
kering, dan gula.
Tujuan akhir pencernaan dan absorpsi karbohidrat adalah mengubah karbohidrat menjadi
ikatan-ikatan lebih kecil, terutama berupa glukosa dan fruktosa, sehingga dapat diserap oleh
pembulu darah melalui dinding usus halus.


Karbohidrat yang merupakan polimer alam (biopolimer) adalah polisakarida. Polisakarida terbentuk
dari monomer-monomer monosakarida yang bergabung melalui ikatan kovalen berupa ikatan
glikosida dalam reaksi polimerisasi kondensasi.

Monasakarida + Monosakarida + Polisakarida + H
2
O

Karbohidrat dengan rumus umum C
x
(H
2
O)
y
biasanya diklasifikasikan menjadi gula dan
nongula. Gula biasanya berasa manis, berbentuk kristal, dan larut dalam air. Selain itu gula masih
dikelompokkan menjadi mono, di, ataupun trisakarida. Karbohidrat nongula yaitu polisakarida.

1. Monosakarida
Monosakarida adalah bentuk paling sederhana dari karbohidrat yang tidak dapat terhidrolisis
lagi. Rumus umumnya adalah (CH
2
O)n dimana n adalah bilangan positif umumnya kurang dari 10.
Monosakarida merupakan senyawa karbonil dengan gugus fungsi berupa aldehida (-CHO) atau
keton (-CO-). Berdasarkan gugus fungsi ini, monosakarida dapat dibedakan menjadi aldosa dengan
gugus CHO atau ketosa dengan gugus CO.
Selanjutnya berdasarkan gugus fungsinya, monosakarida juga dapat dikelompokkan
berdasarkan jumlah atom C dalam molekulnya, yaitu triosa (3 atom C), tetrosa (4 atom C), pentosa
(5 atom C), heksosa (6 atom C), dan seterusnya.
Rumus molekul monosakarida biasa ditulis dengan struktur rantai terbuka seperti yang
diajukan Emil Fischer. Rangka C ditulis secara vertikal, dengan gugus aldehida atau keton
diletakkan di atas. Kedua gugus OH terakhir diarahkan ke kanan untuk D-isomer atau ke kiri untuk L-
isomer. Semua monosakarida mempunyai atom C asimetris sehingga monosakarida mempunyai
isomer optis (diastereo isomer), misalnya antara glukosa dan galaktosa keduanya mempunyai rumus
molekul sama tetapi rumus strukturnya berbeda.

Monosakarida rantai terbuka juga dapat melangsungkan reaksi intramolekul dan membentuk
struktur cincin (siklik). Suatu aldosa seperti glukosa membentuk cincin lingkar 6, sedangkan suatu
ketosa seperti fruktosa membentuk cincin lingkar 5. Perubahan dari struktur rantai terbuka ke struktur
cincin dapat digambarkan dengan struktur Haworth. Misalnya: pembentukan struktur cincin atau
siklik dari glukosa:

Keterangan:
glukosa dengan struktur rantai terbuka akan menekuk
gugus karbonil (CH=O) bereaksi secara adisi dengan gugus OH pada atom C lainnya.
terbentuklah struktur cincin atau siklik.

Sifat-sifat monosakarida
Mempunyai rasa manis
Larut dalam air tetapi tidak terhidrolisis
Bersifat optis aktif
Merupakan reduktor (gula pereduksi)

2. Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari dua monosakarida melalui reaksi
kondensasi. reaksi yang terjadi melibatkan gugus OH dari atom C anomerik pada monosakarida
pertama, dengan suatu gugus OH yang terikat pada suatu atom C dari monosakarida kedua. Jenis
ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen antara atom C anomerik dengan atom O. Ikatan ini
disebut dengan ikatan glikosida (ikatan C-O).

Disakarida mempunyai rumus umum C
12
H
22
O
12
. Karena disakarida diperoleh dari reaksi kondensasi
dua monosakarida, maka sebaliknya disakarida juga dapat terurai kembali melalui reaksi hidrolisis.
Reaksi ini dapat berlangsung dengan bantuan asam atau enzim invertase.
Disakarida + H2O -----------------> Monosakarida + Monosakarida (Katalis:Enzim, ss. Asam)

Sifat-sifat disakarida
Mempunyai rasa manis
Larut dalam air
Terhidrolisis menjadi dua monosakarida sejenis ataupun berlainan jenis
Laktosa dan maltosa adalah gula pereduksi sedangkan sukrosa tidak



Contoh disakarida adalah:

a. Sukrosa
Merupakan gula tebu
Bersifat optik aktif
Bukan gula pereduksi
Terhidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa


b. Maltosa
Merupakan gula gandum
Menunjukkan mutarotasi
Merupakan Gula pereduksi
Terhidrolisis menjadi glukosa dan glukosa

c. Laktosa
Merupakan gula susu
Menunjukkan mutarotasi
Merupakan Gula pereduksi
Terhidrolisis menjadi glukosa dan galalktosa


3. Polisakarida
Polisakarida adalah karbohidrat berupa polimer yang terbentuk dari banyak monomer-
monomer monosakarida melalui ikatan glikosida dalam suatu reaksi polimerisasi kondensasi.
Polisakarida mempunyai rumus umum (C
6
H
10
O
5
)n di mana n adalah bilangan positif.

a. Amilum



Amilum terdiri dari dua komponen utama, yaitu amilosa dan amilopektin. Perbedaan amilosa dan
amilopektin yaitu terletak pada sifat-sifatnya yaitu:

b. Glikogen
Glikogen terdiri dari banyak -glukosa membentuk rantai bercabang melalui ikatan glukosida
-(1,4) pada rantai lurus dan -(1,6) pada percabangan.


c. Selulosa
Selulosa terdiri dari rantai-rantai lurus -D-glukosa yang terikat dengan ikatan glikosida -(1-
4). Panjang rantai lurus selulosa rata-rata mengandung 3.000 monomer glukosa. Rantai-rantai lurus
ini terikat oleh ikatan hidrogen karena terdapat banyak gugus OH pada rantai. Adanya banyak ikatan
hidrogen membuat selulosa memiliki kekuatan yang cukup besar. Ikatan ini menyebabkan selulosa
tidak larut dalam air dan semua pelarut organik tetapi larut dalam Scweiteaer.

4. Karbohidrat dalam kehidupan sehari-hari

Karbohidrat mempunyai peranan penting bagi makhluk hidup, antara lain sebagi sumber
energi; memungkinkan berlangsungnya reaksi-reaksi seperti kontraksi otot dan pengeluaran hormon;
sebagai komponen struktur sel, seperti pada dinding sel tanaman; serta sebagai komponen penting
dalam kontrol genetika pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

Anda mungkin juga menyukai