Anda di halaman 1dari 8

40

BAB V
PEMBAHASAN
5.1. Karakteristik Ibu yang Mengalami Partus Tak Maju
5.1.1. Umur

Gambar 5.1. Diagram Bar Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Umur di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011 - 2012
Berdasarkan gambar 5.1. dapat dilihat bahwa proporsi umur tertinggi adalah 20
35 tahun yaitu sebesar 78,0% dan terendah adalah < 20 tahun yaitu sebesar 2,9%.
Tingginya ibu yang mengalami partus tak maju pada kelompok umur 20 35 tahun
diasumsikan karena pada kelompok umur tersebut aktif dalam bereproduksi sehingga
banyak ibu yang melahirkan pada umur tersebut.
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fantu et
al. pada November 2008 sampai April 2009 di Jimma University Specialized
Hospital yang menyatakan bahwa kelompok usia ibu yang mengalami partus tak
maju terbanyak adalah kelompok usia 20 29 tahun (61,5%), disusul oleh kelompok
usia 30 34 tahun (16,8%) dan yang terendah adalah kelompok usia 19 tahun
(8,4%).
2.9%
78%
19.1%
0.0%
50.0%
100.0%
< 20 Tahun 20 - 35 Tahun > 35 Tahun
Umur
41



5.1.2. Suku

Gambar 5.2. Diagram Pie Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Suku di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011 2012
Berdasarkan gambar 5.2. dapat dilihat bahwa proporsi suku tertinggi adalah
Batak yaitu sebesar 54,4% dan terendah adalah India yaitu sebesar 0%. Hal ini
menunjukkan bahwa ibu yang mengalami partus tak maju di RSUD Dr. Pirngadi
Medan mayoritas suku Batak.
5.1.3. Agama

Gambar 5.3. Diagram Bar Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Agama di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011 2012
54%
1.5%
7.3%
32.4%
0.0% 4.4%
Suku
Batak
Tionghoa
Melayu
Jawa
India
Lain-lain
63.2%
30.9%
5.9%
0.0% 0.0% 0.0%
0.0%
10.0%
20.0%
30.0%
40.0%
50.0%
60.0%
70.0%
Islam Kristen
Protestan
Kristen Katolik Hindu Buddha Konghucu
Agama
42



Berdasarkan gambar 5.3. dapat dilihat bahwa proporsi agama tertinggi adalah
Islam yaitu sebesar 54,4% dan terendah adalah Hindu, Buddha, dan Konghucu yaitu
sebesar 0%. Hal ini menunjukkan bahwa ibu yang mengalami partus tak maju di
RSUD Dr. Pirngadi Medan mayoritas beragama Islam.
5.1.4. Pekerjaan

Gambar 5.4. Diagram Bar Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Pekerjaan di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011 - 2012
Berdasarkan gambar 5.4. dapat dilihat bahwa proporsi pekerjaan tertinggi adalah
ibu rumah tangga yaitu sebesar 54,4% dan terendah adalah wiraswasta yaitu sebesar
7,4%.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dipta TP di
RS Santa Elisabeth Medan pada tahun 2005 2009 yang menyatakan bahwa
pekerjaan ibu yang mengalami partus tak maju yang terbanyak adalah ibu rumah
tangga (54,5%) dan yang terendah adalah wiraswasta (5,0%).

16.2%
8.9%
7.4%
23.5%
Pekerjaan
Pegawai Negeri Pegawai Swasta Wiraswasta Ibu Rumah Tangga
43



5.1.5. Paritas

Gambar 5.5. Diagram Pie Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Paritas di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011 2012
Berdasarkan gambar 5.5. dapat dilihat bahwa proporsi paritas tertinggi adalah 0
yaitu sebesar 58,8% dan terendah adalah > 3 yaitu sebesar 5,9%.
Panggul pada ibu nullipara, panggul belum optimal untuk proses persalinan
sehingga dapat terjadi cephalopelvic disproprortion yang merupakan salah satu
penyebab partus tak maju.
5.1.6. Usia Kehamilan

Gambar 5.6. Diagram Bar Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Usia Kehamilan di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011 -
2012
Berdasarkan gambar 5.6. dapat dilihat bahwa usia kehamilan seluruh ibu yang
mengalami partus tak maju sudah memasuki usia aterm. Hal ini menunjukkan bahwa
58,8%
35,3%
5,9%
Paritas
0
1 - 3
> 3
0%
100%
0%
Preterm (< 37 minggu) Aterm (37 42 minggu) Post-term (> 42 minggu)
Usia Kehamilan
44



ibu yang mengalami partus tak maju di RSUD Dr. Pirngadi Medan sudah saatnya
melahirkan.
5.1.7. Penyebab

Gambar 5.7. Diagram Pie Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Penyebab di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011 - 2012
Berdasarkan gambar 5.7. dapat dilihat bahwa proporsi penyebab tertinggi adalah
kelainan pada jalan lahir yaitu sebesar 70,5% dan terendah adalah malpresentasi janin
dan abnormalitas janin yaitu sebesar 5%.
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fantu et
al. pada November 2008 sampai April 2009 di Jimma University Specialized Hospital
yang menyatakan bahwa penyebab partus tak maju terbanyak adalah cephalopelvic
disproportion (67,6%). WHO (2002) menyatakan bahwa cephalopelvic disproportion
tidak dapat didiagnosis sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu karena sebelum
usia kehamilan tersebut kepala janin belum mencapai ukuran lahir normal.

70.5%
7.4%
14.7%
7.4%
Penyebab
Kelainan pada jalan lahir
Malpresentasi janin
Malposisi janin
Abnormalitas pada janin
45



5.1.8. Status Komplikasi

Gambar 5.8. Diagram Pie Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Status Komplikasi di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun
2011 - 2012
Berdasarkan gambar 5.8. dapat dilihat bahwa proporsi status komplikasi tertinggi
adalah tidak ada komplikasi yaitu sebesar 91,1%. Hal ini ada kaitannya dengan
tindakan persalinan yang dilakukan dimana seksio caesaria kemungkinan komplikasi
lebih rendah dibandingkan dengan persalinan forcep (Bobak et al., 2004).
5.1.9. Jenis Komplikasi

Gambar 5.9. Diagram Bar Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Jenis Komplikasi di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011
- 2012
Berdasarkan gambar 5.9. dapat dilihat bahwa proporsi jenis komplikasi tertinggi
adalah ketuban pecah dini yaitu sebesar 83,3% dan terendah adalah pembukaan
abnormal, ruptur uterus, dan fistula yaitu sebesar 0%.
9%
91%
Status Komplikasi
Ada komplikasi
Tidak ada komplikasi
83.3%
0.0% 0.0% 0.0%
16.7%
Ketuban pecah
dini
Pembukaan
abnormal
Ruptur uterus Fistula Sepsis puerperalis
Jenis Komplikasi
46



Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dipta TP di
RS Santa Elisabeth Medan pada tahun 2005 2009 yang menyatakan bahwa jenis
komplikasi yang terbanyak adalah ketuban pecah dini (67,3%). WHO (2002) juga
menyatakan bahwa bahaya infeksi akan semakin meningkat karena pemeriksaa
vagina yang berulang.
5.1.10. Tindakan Persalinan

Gambar 5.10. Diagram Bar Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Tindakan Persalinan di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun
2011 - 2012
Berdasarkan tabel 4.10. dapat dilihat bahwa semua ibu yang mengalami partus
tak maju menjalani operasi seksio caesaria. Hal ini dikarenakan seksio caersaria
merupakan tindakan persalinan dengan resiko maupun komplikasi yang lebih sedikit
dibandingkan dengan ekstraksi forcep dan vakum. (Bobak et al., 2004)
Hal ini juga dapat diasumsikan bahwa ibu yang mengalami partus tak maju di
RSUD Dr. Pirngadi Medan tidak memenuhi syarat untuk dilakukannya persalinan
normal.

100.0%
0.0% 0.0%
0.0%
Seksio caesarea Ekstraksi vakum Ekstraksi forcep Persalinan normal
Tindakan Persalinan
47



5.1.11. Berat Badan Lahir Bayi

Gambar 5.11. Diagram Bar Distribusi Proporsi Ibu Yang Mengalami Partus Tak Maju
Berdasarkan Berat Badan Lahir Bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan
Tahun 2011 - 2012
Berdasarkan gambar 5.11. dapat dilihat bahwa proporsi berat badan lahir bayi
tertinggi adalah 2.500 4.000 gram yaitu sebesar 92,7% dan terendah adalah < 2.500
gram yaitu sebesar 0%.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dipta TP di
RS Santa Elisabeth Medan pada tahun 2005 2009 yang menyatakan bahwa berat
badan bayi yang lahir dari ibu yang mengalami partus tak maju adalah 2.400 4.000
gram (86,1%)
5.2. Keterbatasan Penelitian
Ada keterbatasan pada penelitian ini. Data yang digunakan merupakan data
sekunder dari rekam medis dan merupakan kelemahan dari penelitian ini. Tetapi
meskipun demikian, pada akhirnya diharapkan penelitian ini dapat menjadi salah satu
sumber informasi untuk penelitian kedepannya.
0.0%
92.7%
7.3%
< 2.500 gram 2.500 - 4.000 gram > 4.000 gram
Berat Badan Lahir Bayi