Anda di halaman 1dari 95

dr. Setiawan Dalimartha

r

ATI-AS

TUMBT]HAI{

t

*

f

t

.dF

.-.--.-Ti\

/.1_\\

,N:l

OBAiT-

S[A

ffi1?*

>;i'

,fl

-r^

"f-*1.:'' . rt,.i

,{i1&"

:

1 , ,t'

$

il:,F 'Y.i'

;

):

rr.

^-

"o*::, '

{:

i,

l'. ,-

,*r;ri

\9,'r' .;; ';,

.:

t'

,"

L.

.t.

J:,*'- I''o $'riJ

i.'l- -

*- ",r*st {'ii

dib#rftld|g,ffi.!*

ffirywry

sn"

>{
F

"1fu

*;

I

Dr. Setiawan Dalimarlha

ATI-I\S

TUNIBffiOBAT

INIDONESIA \>

Jirid r

'l'rrrbrrs Agriwiclya

A',t't,Ati't't lMlil [tAN (thA't' tNtx )Nt,]stA,titirt I

" stllrRn

Itcn-yrr:rrrrr

I)ct'itrrr'1il r11 t,itrrrl rr r I

Iioto slrrrrlrul ,t. r',r

j)cncrllrl

tr{ctlirllrr

I tt'rr u Isrt ra t.t

('ctakan

rlr i,r Irirrr;rrr I );rltrn;tt.lltit

Irtrrt;rrrl:r

l)o11 1;1111'111;1.11 tll . Sclrlwan Dalinrartha

I r rrlrrr:- Agr rwr<lyir" anggota trkapi

Wrsrrrl lll.;uLr

.ll. Mcliarsari ltaya No.15

'l'e lp. (021) 8729060,87701746,

lracs. (02 1 ) 8729059, 87 12219 E-mail : swara@cbn.net.id Cirnanggis, Depok- tr 5952 : Jl. Gunung Sahari ItrI/7 Telp. (02 I ) 4204402, 425 53 5 4 Facs. (02tr) 4214821

Jakarta-10610

: I-Jakarta,1999

Itr - Jakarta, 2000

III - Jakarta,200l

IV - Jakarta,2002

V-Jakarta"2002

Euku ini dilindungi undang-undang.

Buku ini diterbitkan untuk PT. Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara

FXy034l99

Perpustakaan Nasional RI: Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Dalimartha, Setiawan

Atlas tumbuhan obat jilid 1/Setiawan Dalimartha,-- Cet.X.--

.Iakarta: Trubus Agriwidya, 1999.

viii + 170 hlm.;23,5 crn.

rsBN 979-661-050-7

l. Tanaman obat

I. Judul

533.88

I' I il G TM BAilGIII IIAII PIII TRAPAII PTIIGOBAIAII IRIU fl ll HAt I $PiIT I

OHI IAIANIA

ll'hrolilrilt : lliilJl'N. Dr. Cipto Matlgunkusurno

ll I)rlxrrror;rrro No /l

littllai ll Gcclung G3 Telp./Fax.3923669 Jakarlil l04ilo

KATA SAI\{BUTAN

KETUA SP3T DKI JAKARTA

\,1 :rsyrrr.ukat Inclonesia dalam situasi kondisi perekonomian yang kurang

, ,r1'rrrrlrrngkan dewasa ini, khususnya di bidang pemeliharaan kesehatan, memaksa kita

,,,,r,,t nr('n(:ngok kembali potensi alam nabati Indonesia dalam upaya menanggulangi l, r,',rr pt'nyakit/gangguan kesehatan yang mungkin timbul .

ir.rt;rrrr kaitan demikian Pemerintah kita telah sejak beberapa tahun yang lalu

,,r , rrlrrli Scntra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sentra P3T), , ,r rrr telah ada di 12 propinsi, antara lain DK,I Jakarta. Salah satu tugas Sentra ini

r ,rr rrrr.l;rliukafl penapisan clan pengkajian/penelitian/pengujian pengobatan tradisional

,

.

,

,l.rp,rt rlikcmbangkan .

\, l;r lrgrbagai cara pengobatan tradisional ylng telah berkembang di Indonesia. Salah , lL .l rtirllnya ialah memanfaatkan hasil alam nabati aneka ragam tumbuhan yang ada di

,r, ,,rir ytng merupakan anugerah Tuhan YME. Dalam rangka inilah saya menyambut

,' :ir'nring hati upaya penerbitan buku Arlcs Tumbuhan Obat Indonesin karangan dr.

,,,,r.rrr l)llimartha (salah seorang anggota personalia Sentra P3T DKI Jakarta) dalam

r,ryrrr;ilid.

I )r Scrtiawan Dalimartha merupakan salah seorang di antara banyak dokter pemerhati

L ,,,.,,lrrrtirrr traclisional. Uraian yang disajikannya secara sistematik beserta foto-fotonya

,t,rrr lrrrkuini tentangtumbuhanobatyangmungkinsudahkitakenalkarenaterdapatdi

I

lrlril!l kita, tetapi kurang diperhatikan kegunaannya menggugah

kita untuk

,',;,t.r llrlikan kembali dan mengkaji khasiatnya sebagai obat. Namun, harus disadari pula

,t',r;r llrirsiut tumbuhan sebagai obat tergantung pada banyak faktor, baik dari senyawa

, rr, r y iy rl tlikanclungnya, maupun keadaan penyakit penderitanya. Hal ini akan mendorong

lr,r

rlnnrwltrt untuk melakukan penelitian lebih lanjut, dan mendapat manfaat

1'.rnvrl\ lrirnyaknya dari hasit alam anugerah Sang Maha Pencipta.

lilrrrop.rr huku ini benar bermanlaat bagi kita semua.

I )l lnl ll I Ml I'l hl l;l I IAIAN lll

Itn l)n N Pl Nl llllnN l)nN l'ENGEMUANGAN KESI":lln lnN

I't rr,nt I't Nt liltnN t)nN t,t N(it MBANC^N t:AltMASl

ll ll,rcol.rk:rr N{r(Ji[ir 2lJ Kol;rk lt)s 1226Telp 4261088

.lakarla 1 0560

SAMBUTAN

KI'PALA PUSAT PENELITIAN DAN

PENGEMBANGAN FARMASI

Saya menyambut baik penerbitan buku "Allas Tumbuhan Obat Indonesia " ini karena

keberadaan buku ini akan menambah khasanah buku mengenai tumbulran obat.

Saya tahu telah banyak buku sejenis yang telah diterbitkan oleh berbagai pihak, namun saya lilrat ada beberapa hal spesifik dari buku ini, karena telah mencoba memasukkan unsur

pcnelitian yang dilakukan di dalam maupun di lual ncgcri untuk memberi dukungan ilmiah

tumbuhan.'Di sarnping itu, scbitgai tenaga dokter tentu ada pandangan

pada masing-masing

atau faktor yitng rncndorong hcliau untuk ntcnulis buktt semacam ini.

Dukungarr pcnclitian claprt nrcrrrbcr.i hobot sckaligus dapat mendekatkan pengetahuan tcrraga kcschutan rlulunr nrcnggunakan tunrbuhln ohat. Buku ini dapat sebagai salah satu acuan bagi tcrngu kcschutan un(uk rncmanf'aa(kan tumbuhan obat dalam rnenanggulangi

pcnyakit.

Pe njelasan rrengenai tumbuhan obat oleh tcnaga kesehatan akan memberi arti tersendiri

bagi rnasyarakat pemakai tumbulran obat. Pencantuman hasil penelitian dalam buku ini juga akan mendorong para peneliti tumbuhan obat untuk lebih aktif melakukan penelitian

karena hasilnya dapat dimanf-aatkan oleh tenaga kesehatan.

Mudah-mudahan keberadaan buku ini akan bermanfaat bagi tenaga kesehatan dalam melcngkapi kebutuhan inlbrmiisi tumbuhan obat secara lebih ilmiah, disamping pengetahuan

dari segi empirik yang diperoleh dari buku-buku scbclutnrnya atau dari rnasyarakat yang nrcnggunakan tumbuhan obat dan selanjutnya dapat rneningkatkan apresiasi masyarakat

terhadap lurnbuhan obat maupurr obat tladisronal.

#KS

;ffitsl#{

w

Juli 1999

jasrvadi Wiryowidngdo

l,liN(;n N'l'n ll' l'liN[Jl,ls

I )(.\\irslt rttt Pt'rrt'lrluur tllrn

r

l

lx't)gcttll)lttlg,ltt)

ltlttll)ttltltlt olrrrl l'.rrl. rlt

,rn nrirul)urr tli lrnrr nc!,ct'i lrrrt'kctttbang pcsat. I)crttc:litiltlt lt'rltl.tltt,t

tlirltul scgi l'ttrrrrakologi Inaupr-rn l'itokirltiallyil bcl'(lilsill l\llll

'.nrl)iult'. ,lrl.;rsr lrrrrrlrrrlt:ut ol)itl yang tclah cligunakan oleh sebagian fflasylll'ill(lrt

r,,.ur lilrrrsilLt yang tcluji sccafa empiris. Hasil penelitian terseburt,

r rrr|\/l

lcbilt nte tnantapkan para pengguna tumbuhan obat akan khasiat

, 1,rrrr licgLrttaannya. Terlebih lagi, uji toksikologi juga telah banyak

r rL iln oleh para peneliti untuk mengetahui keamanan tumbuhan obat

,r'r'ing digunakan untuk pemakaian jangka panjang, maupun

I ,r;rn insidentil. Para pengobat tradisional pun telah banyak

irLri tumbuhan obat yang beracun, namun tetap menggunakannya

,lroreka mengetahui cara pengolahannya. Dengan demikian racun

terlebih dahulu, misal dengan cara mengukus,

'rcliminasi

,,t)r1gSerg,

;rknn.

atau merebus dengan api kecil selama 4-5 jam' sebelum

'(.rperintah dalam hal ini Departemen Kesehatan juga mendukung , rlrittan tradisional yang berkembang di Indonesia, terutama untuk

,r,antisipasi harga obat yang mahal. Untuk itu, telah terbit Surat

)utusan Menteri Kesehatan tentang pembentukan Sentra

,r'(.lnbangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sentra P3T). Saat

.,rrtlah terbentuk 12 Sentra P3T di 12 propinsi, satu di antaranya di

.I Jlkarta yang berkedudukan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.

rri Kcsehatan Nasional tanggal 12 November 1998 yang lalu pun

r(t.rrrakan "Kembali ke Alam, Manfaatkan Obat Asli Indonesia".

l)rrlam buku ini, selain menampilkan contoh tumbuhan obat yang

rrrurl,sucl, juga nama botani, Suku, atau familia, nama daerah, nama asing,

rr r trrrnbLrhan obat, kandungan kimia; sifat dan khasiat, bagian tumbuhan

,rrg tligunakan, indikasi, cara pemakaian, contoh pemakaian, efek

,rrlukologis dan hasil penelitian, efek samping, dan'beberapa catatan

rilg cliperlukan. Tidak semua indikasi yang dicantumkan bisa

,:t'nrbuhkan dengan tumbuhan obat dimaksud. Ini karena khasiat

lrrrrrlrrrlr;rrr llt;tl lt,l;tl. l1'1 lt'lr;t" rl;rt t l.,lll(l(llll'.illl l\lllllllll\/il

St"rl,tttl'l.,ttt

l\i1l(ll1tt,:1r lrl11.r l1,l ,1tl' 11.r'.lllJ' ltttrtltttlt,ttt ,lrltl Itt:,,t :tl'ltlt lr, tlr,,l.t tlt

SClittp rvrllr\r,rll .rl,1t 1( )',g,t. [.lt( tttt l( tl';tllllllll' ,llttr lltltttt. Itt'lllll']'lllll.

l('t lrlrtl:rp l)('nllnrntittltl)';t kt't'tlllli yltrrg tttttllrttlt lillt,

c'llln sc:llttlt ;rrrr\,:r lrrr.,rr lrtlrrl' {t'rlr'lxts tlltl.i r'itltt l)cll8,()litllttllllyit. Misltlttylt

icttis tlrrrirlr, pr'r l,rl

u,tlr

fisl

1ls:lr1glll ( iuir rlrst'tlrrlr (irrlirs). lrarus tlircl)Lls ditlaln jarlgka waktLl

beberapir lrrrnrr. rttrttt It:.u'r-rs dititn. tsila bcrupa t'amuan yang terdiri clari

bi-ii, kLrlit lirryrr, cllurr. bunga, akat, dern umbi, kadangkala ada bagian

yang harnri tlilcbus terlebih dahulu, atau harus direbus terpisah.

Jcluslah kata, penggunaan tumbuhan obat tidak sesederhana seperti

yang dipikirkan orang selama ini. semuanya harus dipelajari dan

memerlukan pengalaman tersendiri. Salah mengenali tumbuhan obat

yang dimaksud juga tidak akan menyembuhkan penyakit, apalagi salah menggabungkan beberapa tumbuhan obat yang khasiatnya berlawanan.

Akhir kata, saya menyadari bzrhwa buku ini masih belum sempurna.

Segala kritik dan saran akan diterima dengan tangan terbuka. Ucapan

terima kasih juga sayzr sampaikan kepada semua pihak yang telah

berperan serta sehingga penerbitan buku ini bisa terlaksana.

Jakarta,2l Juni 1999

dr. Setiawan Dalimartha

DAIITAR ISI

r I lil I I r\N

l',1 , I t lz\ Sl'l'l' l)l(l Jn Kn l<'l'A

r \ I lll l'l AN Kl:lAt-A l)tiSAf PENELITIAN

, .r l'l ,N( ;lrMllANGAN FARMASI DEPKES RI

( ;,\N'I'N R PENULIS

I \ti tsl

VI

VIl

ix

J ] ] . I I JK SEPUTAR PE,NGGUNAAN

]I

I

I

II

IIANOBAT

xiii

I '; .llrNIS TUMBUHAN OBAT INDONESIA

I

I

i

,\tlas

lJlrru cina

Itrryam duri

liclr"rntas

llcringin

('rrbe jawa

('rrkar ayam

( lcremai

l)rrrrn dewa

t) l)rrun duduk

l)aun encok

I

'

i l)aun sendok

I)aun wungu

l)aun madu

Foeniculum vulg,are

Artemisia vulgaris

Amaranthus spittosus

,

".'

1

1

13

18

22

25

29

32

36

4t

44

Pluchea indica (L.) Less.

Ficus benjamina

Piper retrofractumYahl- Selaginella doederleinli Hieron

Phyllanthus acidus (L.) Skeels

Gynura sege{um (Lour.) VIerr.

Desmodiurn triquetrumDC.

Plumbugo Teylcmica

Barleria cristata

'

'

':

".'.""

48

'

50

5l

Plantagrt mayor L

Graprophyllum picrum (L.) Griff.

I tr.

( irrrk.

I l.

ln;'1'rt

Iti.

l\('ntunlnt'.

19. l(orrrpr r

('ttltunt.\' t"ttf tttt (l,irrtr, ) Mrllrl

lluttt (tu,t:n,\t ilitl itt ( l

) l'r'r :.

AI trt t',n'tr 1ttrrrit'rtItrItt (1,.) .1lrcIi

,\' .\, t t t I t I t.\, I r,t.t t r

t 1f I

i t'

i r tu

I c

L.

(r5

(rli

't3

78

20.

l-iuttlt';r

IJtt rl a riu prionitis

82

21.

I-lrrtlik

Ij a

r Le ria. I up wlinc Lindl.

85

22.

Mangkokan

N o tho p anax s c utel Larium Merr.

81

23.

Mr-rlbei

Morus albaL.

90

24.

Pacar cina

Aglaia odorata

96

25.

Padi

Oryza

99

26.

Pandan Wangi

P ctndctnus antary llifu llus Roxb.

103

2l.

Prasman

E np ato ri urn trip line rve Vahl.

l07

28.

Pulai

Alstonia scholari,s R. Br.

110

29.

Pule pandak

Rauvolfia serpentina (L.) Bentham ex. Kurz

115

30.

Sambiloto

Artcl ro g ruph i s pun

it'u I at a

 

(Burm.f.) Nees.

120

31.

32.

JJ.

34.

Sembung

Senggani

Senggugu

Som jawa

35. Sosor bebek

36.

5t.

38.

39.

40. Tempuyung

Srigading

Tapak dara

Teh

Tembelekan

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Blumea balsamfera(L.)

Melastctma candidurn D. Don. Clerodendron serratum (L.) Spr.

Talinum paniculatum (Jacq.)

Knlanchoe pinnctta (Lam.)

Nyctanthes arbor-tristls

Catharanthus roseus (L.) G. Don

Cumellir sinensis (L.) Kuntze

Lantana cam.ara

Sonchus arvensis L.

"

"

t26

130

133

136

139

143

146

150

154

158

162

t66

N( ).

NANIA I,A'I'IN

t. A,ql t t i t r t x I t t n t I tt L<lttl'.

2. A l,; I r t rr i t t ^sclt r tl.uri,s R. Br.

J. 1

Anut runl hus spinosus L.

4. And ro g rap hi s p aniculata (Burm.f. )

5. Artemisia vulgaris L.

6. Barleria cristataL.

7. Barleria lupulina Lindl.

Nees.

8. Barleria prionitis L.

9. Blwmea b als amife ra (L:) DC.

10. Cajanus cajan (Linn.) MillsP.

11. Camellia sinensis (L.) Kuntze

12. Catharanthus rosers (L.) G. Don

t3.

Clerodendron serratum (L.) SPr.

14. De smodium t ri quet rum DC.

15. E up at o rium t rip line lY e Vahl.

16. Ficus beniaminaL.

t] .

F o eni culum v ul I are MrlL

18. Graptophyllum Pictum (L.) Griff.

19. Gynura segetum (Lour.) Merr'

20. Justicia gendarussa Burm. f.

21. Kalanchoe pinnata (Lam.) Pers.

22. Lantana camara Linn.

23. M elastoma candidum D. Don.

24. Morus albaL.

25. Murraya paniculata (L.) Jack

26"

N o tho p anax s c ut ellariwm Merr.

27. Ny ctanthe s arbo r-tristis L.

2r{.

( )t't'. tt \(tln'(t 1,.

29. I' t t r t t I t t t t r t,s' t t r t t t t t'1t I I i.li t I i t t,t. l{<lx b.

30. l'

31. l'

l

i

t

1

y l

l

t

r t

t

I

I

i

t t,s'

t r t.

i

t

l

u.^r (L. ) S kccls.

tt' t' t? I ro.f'rac tu ru yahl.

32.

.\.

JJ.

34"

l'lttrr./ugo mayor L.

Pl,ttchea indica (L.) Less.

Plumbago zq)lanica L.

35. Rauvoffia

.serpentina

(L.) Bentham ex. Kurz.

36. Ruta angustifolia

(L) pers.

37. S e la g ine lla do e de rle inii Hieron

38. Sonchus arvensis L.

39. Symphytum officinale L.

40. Thlinum paniculatum (J acq.) Gaertn.

xll

I't ItJNf Ut( sEtruTAI( I'ENCCtTNAAN TUMIJUHAN OBA

I

fl|

l t

,rl;rrrr rrrcrrggr-rr-rakan tumbuhan obat, ada beberapa hal yrrrrg

il :: *ff '*:Ifi :".,Hif : #,H:.,:il:l"J:' Ji?Jil:

nt'l',luliuur tumbuhan obat di bawah ini.

\. lrlcntifikasi

l)irlam buku ini terdapat ilustrasi tumbuhan obat dengan foto

lr, r'Wilrn& disertai uraiannya yang cukup jelas sehingga

pembaca dapat

ini perlu

,r,'ngetahui ciri-ciri tumbuhan obat yang dimaksud. Hal

,lrrrerhatikan karena banyak tirmbuhan yang mirip tetapi tidak

lrt'ikhasiat atau mempunyai khasiat yang berbeda.

ll. Nama

Beberapa hal perlu dijelaskan tentang nama tumbuhan obat yang

rlrpakai dalam buku ini.

r) Nama pada judul: menggunakan nama yang paling umum

digunakan pada kepustakaan yang ada.

.t)

f

i

Nama ilmiah: menggunakan nama latin yang paling umum

d ipaka i.

Sinonim: nama latin lain untuk tumbuhan obat yang sama, atau

tumbuhan obat yang berbeda namun mempunyai khasiat yang

sama.

Nama asing: menggunakan nama yang paling umum dipakai pada buku-buku kepustakaan luar negeri.

(. Waktu Pengumpulan

Guna mendapatkan bahan yang terbaik dari tumbuhan obat, perlu rl iperhatikan saat-saat pengumpulan atau pemetikan bahan berkhasiat.

lit'ttl'trl

ul l)('{1rt111,1" rr',rl.lrr l}r'1j,l1trl)1l,ttt l,,rlr,rrr llr;tl st,t.;lt;t 1t1111.

lrilrr lrtl;rl' tlrrr\,rt,rl,,ln l.rn

I

)

2)

l)lttltt rlthrrrrrlrrtll.,.ttt',r'\\'lrklrr l:rn:luilr l)('rlrr;111,;1 tl;ut sr'lrt'lutrr lrrr;rlt

IllLrl) iir(l I I n;r',;r I'

Illt ttt',lr rlll'tttttpttlli;tlt st'lrcluttt lrlirrr scrllcl'lr sctcllrlr lllL:lil5'.

3) Bulrlr rlipt'til' tllrllrrrr Lclrcluarr tnasak.

4) Biii rlil'rrrrrptrlliun rlal'i burah yang

masak scmpurna.

5) Akiu. r'urrl)ung (rhizoma), umbi (tuber), dan umbi lapis (buLbus)

clikurnpulkan sewaktu proses pertumbuhannya terhenti.

D. Pencucian dan Pengeringan

Bahan obat yang sudah dikumpulkan segera dicuci bersih,

sebaiknya.dengan air yang mengalir. Setelah bersih, dapat segera dimanfaatkan bila diperlukan pemakaian bahan segar. Namun, bisa

pula dikeringkan untuk disimpan dan digunakan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dan mencegah pembusukan oleh cendawan atau bakteri. Dengan demikian, bahan

dapat disimpan lebih lama dalam stoples atau wadah yang tertutup

rapat. Bahan kering juga rnudah dihaluskan bila ingin dibuat serbuk.

Berikut ini cara mengeringkan bahan obat.

1) Bahan berukuran besar atau banyak mengandung air dapat

dipotong-potong

seperlunya terlebih dahuiu.

2) Pengeringan bisa langsung di bawah sinar matahari, atau memakai

pelindung seperti kawat halus jika menghendaki pengeringan yang tidak terlalu cepat.

3) Pengeringan bisa juga dilakukan dengan mengangin-anginkan bahan di tempat yang teduh atau di dalam ruang pengering yang aliran udaranya baik.

E. Sifat dan Cita Rasa

Di dalam Traditional Chinese Pharmacology dikenal 4 macam

sifat dan 5 macam iita rasa tumbuhan obat, yang merupakan bagian

dari cara pengobatan tradisional timur. Adapun keempat macam sifat

tumbuhan obat itu ialah dingin, panas, hangat, dan sejuk. Tumbuhan

,'l

.ilr1, ,,rllrlrr\':l lriiltit,,, ,l;rrr lt;rrr1';rl rltlrlrl;rt rtttlttL rr itit.rlr,rl,ili

,, i, ,rrr.r ,lrilt,ilt.

,,( |r'tlr

l),t

t('n

\';ttrl, l;rlrrtl rlilll,ill, 1.ilrr,,ilt,1rrr I rl r

i,

i,,

l, r

r lr,l.rlr ;)rr(;rl.;tlirtt n;r(ll lrrlrrlr:tl.'ltttttlrullrn olr.tl \,ur].l,i r.rl.rt

' 'i.tlt :,t';rrk rlil'un:rl\:ul tut{ttl< 1lr'ttlt,tlllrtltrr sintltorrr:r l):ul,t,. ,i lt, I lr

'1 n r;r";t llttts, tr,:tnrir l\('n('irrg l<trrrittg ttlt, litlltlt tnc:l'lrlt, itlinr tlr.rrl.rrt

!r,1t.ll

rir,r ilrir('lllil t'itrr |ilsil rllrIi tumbuhan obat ialah pedas, rulrrris,

l,,rlrrt. tlrrrr lrsirr. (litu rursa ini digunakan untuk tujuan tertcnl.Ll

, ' ,,r'lrrirr lrc:r'hubungan clengan organ tubuh, juga mempunyai

,

1i,,i

rr r l;rrr kcgunaran terscndiri. Misalnya rasa pedas mempunyai sifat

, lurr tlun merangsang. Rasa manis berkhasiat tonik dan

I r r L lt iut . Rasa asam berkhasiat mengawetkan dan pengelat. Rasa

t.rpirt rrenghilangkan panas dan lembap. Sementara rasa asin

' , i , rli liun clzrn sebagai pencahar. Kadang,kadang ada penulis yang

keenam, yaitu netral atau tawar yang

, ,llrltkan citn rasa yang

i ,irrt sebagai peluruh kencing.

I u':r Mercbus Ramuan Obal

rr'lrusan umumnya dilakukan dalam pot tanah, pot keramik,

, '.rrrci enail. Pot keramik dapat dibeli di toko obat tradisional

I

,

lroir. Panci dari bahan besi, aluminium, atau kuningan sebaiknya

r , ,ligunakan untuk merebus. Hal ini perlu diingat karena bahan r, I'rr( rlapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang ', ,rlr. tcrbentuknya racun, atau menimbulkan efek samping akibat

,,

r,lnrva reaksi kimia dengan bahan obat.

r irrrrirkan air yang bersih untuk merebus. Sebaiknya digunakan , ' i .,\\,iu , kecuali ditentukan lain. Cara merebus bahan sebagai berikut.

I lr.rrr *rbat dimasukkan ke dalam pot tanah. Masukkan air

sampai

| ,.rr lt'r'cndam seluruhnya dan permukaan air berada sekitar 30 mm

,rirsnyu. Perebusan dimulai bila air telah meresap ke dalam bahan

' 'rr,rrr rlbat.

, r

l,rrkukan perebusan dengan api sesuai petunjuk pembuatan. ,lrill nyala api tidak ditentukan, biasanya perebusan dilakukan

':rr) api besar sampai airnya mendidih. Selanjutnya api dikecilkan

, ,rk lrrcncegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Meski

rlcrrrikirrrr. irrlirkirlirtrvl irlrt ltcsltt rlrtrr rtpi kt't'rl tltlitttutklttt st'tttliti

scntlit'i sr'wlrl., lrr trrt'tt'lrrr:, lrrrlrlrrr ollrrl. St'lrltl',ill ('().tll()lt, oltltl yltttp',

borltlrirsiirl lorrrlr rnnlulul.yl tlirclrrts tlcnglut ltpi licci; 5L:ltiltggtt zitl

berkhasiirtrryrr tllrplrl s('('itril lcngklrlr tlikcltrarkln tl:tlittu itit't'c,bitsan.

Dernikiun ;rtrlrr ltrnltttltittt ttbat yang l-ncngandung ritcull pcrlu dircbr-rs

dengan irlri lict'il rlalam waktu yang agak lama, sekitar 3-5 jam

untuk nronllut'itngi kadar racunnya. Nyala api yang besar

digunakan untuk ramuan obat yang berkhasiat mengeluarkan

keringat, seperti ramuan obat untuk influenza atau demam. Hal ini

dimaksudkan agar pendidihan mejadi cepat dan penguapan

berlebihan dari zat yang merupakan komponen aktif tumbuhan dapat

dicegah.

Apabila tidak ditentukan khusus, perebusan dianggap selesai

ketika air rebusan tersisa setengah dari jumlah air semula. Namun, jika bahan obat yang direbus banyak yang keras seperti biji, batang,

dan kulit kayu maka perebusan selesai setelah air tersisa

sepertiganya. Berikut ini cara perebusan yang sedikit berbeda dari

cara konvensional yang telah diuraikan di atas karena adanya bahan-

bahan yang memerlukan perlakuan khusus.

1) Direbus terlebih dahulu. Dilakukan bila ada bahan obat yang

besar atau keras dan sukar diekstrak seperti kulit kerang atau

bahan mineral. Bahan tersebut perlu dihancurkan dan direbus terlebih dahulu 10 menit sebelum bahan lainnya dimasukkan.

2) Direbus paling akhir. Dilaksanakan bila ada bahan obat yang mudah menguap atau bahan aktifnya mudah terurai. Contohnya

pepermint, akar costirs atau bahan pewangi. Bahan tersebut biasa

dimasukkan paling akhir, kira-kira 4-5 menit menjelang rebusan obat siap diangkat.

3) Direbus dalam bungkusan. Beberapa bahan obat harus

dibungkus terlebih dahulu dengan kain sebelum direbus untuk mencegah timbulnya kekeruhan, lengket, dan terbentuknya

bahan yang dapat menimbulkan iritasi pada tenggorokan.

4) Dididihkan perlahan-lahan atau direbus terpisah. Maksudnya

untuk menghindari rusaknya zat berkhasiat atau terserapnya zat

tersebut bila direbus dengan bahan lain. Contohnya ginseng.

'!r

llirlrirrr rrri lrct lrr rlrrr rs t.tpts tipis ltt.rrrrrrliirrr rlrlrlrrlr lefltir.th rlnlltttt

ltol lr'tlttlttp rlr'tt1'.;rn ltpt I'r't ll st'1tr11111.) I l)illrt'rrll\iln (l('nl',iut pt'ttyt'tlltlrrut. l)iittlittlitrtr lrrl;r;rrl,r llr,1l 1;111y' lcngli,r:t, lit'ttlltl, :tllut tttttrlltlt lc:r ttt'lti lrilir tlircrlrtrs lt'r l;tlrr l,rrrr;r

tlcttgiut lltluttt ollrl llrirrlyit, ittau tnuclah rnclck:rt rli tlirrrlrrrli pol

InaLlpLln cli [laltirtt obat li.tin schingga keluarnya zat aktil'olxrt l:rrrr terhambert. Contohnya gelatin kulit keledai. Bahan tcrscbrrt dimasukkan ke dalam cangkir terpisah, lalu diseduh dengan air

rebusan obat.

( i" Waktu Minum Obat Bila tidak terdapat petunjuk pemakaian, biasanya obat

,lrrninum sebelum makan kecuali obat tersebut merangsang lambung

rrr;rlia diminum setelah makan. Obat berkhasiat tonik diminum

',, ir'uktu perut kosong, dan obat berkhasiat sedatif diminum sewaktu

rrnin tidur. Pada penyakit akut obat diminum setiap saat, pada

lh rlyakit kronis diminum sesuai jadwal secara teratur. Rebusan obat

lrr',;r diminum sesering mungkin sesuai kebutuhan atau diminum

'.r' I rrr gni pengganti teh.

ll. ('ara Minum Obat

Obat biasanya diminum satu dosis sehari yang dibagi untuk 2-3 l,,rlr minum. Umumnya obat diminum selagi hangat, terutama untuk

l)('nriobatan sindroma luar. Setelah minum obat, pakailah baju tebal

;rt.riLr tidur berselimut supaya tubuh tetap hangat dan mudah

rrr, r rgeluarkan keringat.

t Intuk pengobatan sindroma panas, obat diminum dalam keadaan

r I r r r r', i n. Sebaliknya untuk pengobatan sindroma dingin obat diminum

rl.rl,rrll keadaan hangat. Obat yang sedikit toksik, diminum sedikit

,1, rni sedikit tetapi sering. Tambahkan dosisnya secara bertahap

',r lrurgga efek pengobatan tercapai"

L l,ama Pengobatan

'l'r-rmbuhan obat yang masih berupa simplisia, hasil pengobatannya

t,rrrrlrrk lambat, namun sifatnya konstruktif atau membangun. Hal ini

XVIl

bcrlrt'rlir (l('r'rllirr olrrrl kirrrirrwi yirttll lt;tsilltcttllolltlitttttyir lct'liltitl r'r'prtl

llilillun tlt'slrrrLlrl ( )lt'lr h;r('nlr iltt, olrrl yrtnl', lrctiislrl rlltti lttntlrttlurtt

l"iclak tliirrrlrrrhrrrr l)('nl',lr,uniriulny:l untul\ pcnyirkil pt'nylrkil _irrlr'lisi

akut. l'trrrrllrrllrrr olr;rl lt'lrilr tlirrl:rrrurklu) ur)lttk tttt:ntclilltt'it kcsc:ltitlun

dan pengol)ittiur lx'nylrkit klonis yarrg tirllk tl;.r1lal clisc:ntbtthkan dcngan

obat kirnilwi, lrllrrr rrrcnrcrlukan kombinasi pcngobittitn antara obat kimiawi rl:ngun obat dari tumbuhan berkhasiat.

xvlll

ADAS

(l'ot't t it't t I tt ttt uulgart, M i I l.)

rrrrl rr

\l'r:r. t.ilt. 1[ IrrrlrCllil'Cr:rC)

rttt,l

,

l,

Sirrolrint l.' t,llit.irtuk: All., Anethurn

l, trttit'ttlum L.

N:una daerah

S rrrnllcra: das pedas

tAt'rlt), adas, adas pedas

r A,lrltt.vu ), adeh, manih

r

X4 ittungkahau). Jawa:

lrirtlcs (Sunda), adas, adas

l()n(la, adas landi (Jawa),

:rr llurs (Madura). Sulawesi:

| )i ri rl)an g, paamp as (M enndo),

t)opaas (Alfuru), denggu_

t I t' I I lgu (G o rontalo), papaato

I I I t u t l), porotomo (Baree),

;rr lirsa, rempasu (Makasar),

rrrlrrsc

( lirtli).

(Bzgzs), kumpasi (Sangir Thlaurt). Nusa Tenggara: Adas

wala wunga (Sumba).

karee, mellet karee (Thai), jintan manis

madhurika (Ip), fennel, "orri_o' fennel,

fenkel, spigel (I).

(

\:una asing

llsirro hui (C), phong

r Mrrl.ysia), barisaunf,

sr,vcct fennel,

rl. N:rrna simplisia

lrrcniculi Fructus (buah adas).

,rirrr'lhnrbuhan

\rlrrs rrrcruperk:rrr s.ttr d'ri scmbiran tr.rmbuhan

'rrrrl' jizrrt cli Arrgl, S.xrrr. l)i lrcloncsia telah

obat yang dianggap

oiuuiiaJyakan

dan

rrr;' st'llilgrri tirrrirrrr;rrr lrrrrrrlrrr lrlrrrr llrurrniur ohat. Tr-rmbuhan ini

. lttMut,lt^N olt^t tNlroNt iltA

.,il il, I

tlrtlltl ltirlrrp rl;ttt rl,rl,lr;ur rr'ttrlrrlt r;nul)iu I'r'lrrr1'1'r;rrr I l-i(X) rrr rlr;rl;rs

1tr'llttttk;uttt l;trtl. n,unrrtr.rl':rrr lrtrrrlrrrlr l,'lrrlr lrrrrl' p;rtl:r tl;rl;u;lt lutl'.1't.

Aslr lrtylt tl;il t l'rr'|;r Sr'l;rl;rrr tl;rrr Aslir. rllrrr Itiil('nil ntiilllititlnylt kcttttttlilttt lr;trr\';rl' ,lrliruiurrtli ltttlottt'srr, Irttlilr. AItt'trlrrlr, lro;ir. rllrrr

Jeparrg. T'crtur lrcrrrrrrr l)iu).i llr)9, tirrggi 50 crrr - 2 nr, turnbulr nlcl'urnl)Llt't. Satu nrrrrprrrr lrirrsrrrrya tcrdiri clari 3 - 5 batang. Batang hijaLr kcbirLr-

biruan, bcnrlrrr', lrcruas, berlubang, bila memar berunya wangi. Letak

daun hclsr:ling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip

yang son4rit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing. tepi rata,

berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya

berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung

majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 10 cm, panjang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarnzr kuning,

keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10

mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak

hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun,

warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasany;i relatif

seperti kam {-er.

Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan h<