Anda di halaman 1dari 15

METABOLOMIK/PROTEOMIK

Metabolomik merupakan suatu proses pengukuran senyawa hasil metabolit yang


memiliki berat molekul (BM) 50-5000. Secara garis besar, terdapat dua macam metode
analisis metabolomik yaitu metabolomik sidik ari dan penanda kimia. !erbedaan mendasar
di antara keduanya adalah metabolomik sidik ari akan menelaah metabolisme dari
bioindikator secara keseluruhan, sedangkan metode penanda kimia hanya akan melakukan
kuanti"ikasi terhadap senyawa target tertentu yang kadarnya berkorelasi terhadap perubahan
lingkungan. #edua metode ini akan dielaskan sebagai berikut$
1. METABOLOMIK SIDIK JARI
!engukuran sidik ari metabolisme dilakukan dengan mengekstrak bioindikator
menggunakan pelarut tertentu, misalnya metanol, kemudian langsung dianalisis
menggunakan teknik spektroskopi ultra%iolet, in"ra merah, massa, proton-&M' (Nuclear
Magnetic Resonance), dan lain-lain. (eknik spektroskopi dikembangkan berdasarkan
peman"aatan range "rekuensi tertentu yang berbeda-beda. (eknik spektroskopi massa dan
proton-&M' merupakan teknik yang paling sering digunakan karena mampu mendeteksi
metabolit dalam wilayah yang lebar dan memiliki reproduksibilitas yang baik.
(abel ). 'adiasi *lektromagnetik dan (ipe Spektroskopi
'adiasi elektromagnetik (ipe spektroskopi
Sinar gamma Spektroskopi *misi Sinar +amma
Sinar , Spektroskopi -bsorpsi Sinar ,
Spektroskopi *misi Sinar ,
.ltra %iolet Spektroskopi -bsorpsi ./ /akum
Spektroskopi -bsorpsi ./
Spektroskopi *misi ./
Spektroskopi 0louresensi ./
Sinar tampak Spektroskopi -bsorpsi /is
Spektroskopi *misi /is
Spektroskopi 0louresensi /is
1n"ra merah Spektroskopi -bsorpsi 1'
Spektroskopi 'aman
+elombang mikro Spektroskopi +elombang Mikro
Spektroskopi 'esonansi !aramagnetik *lektron (*!')
+elombang radio Spektroskopi 'esonansi Magnet 1nti
+ambar ). 2aerah utama spektrum elektromagnetik
Nama: Wulandari
NRP : C3113!"#1
A$li%a&i 'mum
!engukuran spektroskopi si"atnya melengkapi pengukuran di"raksi, hal ini dikarenakan
spektroskopi hanya mengukur local order sementara di"raksi long range order. !enerapannya
bisa pada penentuan bilangan koordinasi dan situs simetri, mendeteksi %ariasi pada local
order, adanya pengotor dan kristal tidak sempurna, material amor" seperti gelas dan gel.
2ikenal dua kelompok utama spektroskopi yaitu spektroskopi atom dan spektroskopi
molekul. 2asar dari spektroskopi atom adalah tingkat energi elektron terluar suatu atom atau
unsur sedangkan dasar dari spektroskopi molekul adalah tingkat energi molekul yang
melibatkan energi elektronik, energi %ibrasi, dan energi rotasi. Berdasarkan signal radiasi
elektromagnetik penggolongan spektroskopi dibagi menadi empat golongan yaitu (a)
spektroskopi absorpsi, (b) spektroskopi emisi, (c) spektroskopi scattering, dan (d)
spektroskopi "luoresensi. Spektroskopi absorpsi meliputi spektroskopi absorpsi sinar ,,
spektroskopi absorpsi ./-/akum, spektroskopi absorpsi ./-/1S, spektroskopi absorpsi in"ra
merah (1'), spektroskopi absorpsi gelombang mikro, spektroskopi resonansi magnet inti
(&M'), spektroskopi resonansi spin elektron (*S'), dan spektroskopi photoacoustic.
Spektroskopi emisi terdiri atas emisi sinar gamma, spektroskopi emisi sinar,, dan
spektroskopi emisi ./-/is. Spektroskopi scattering adalah spektroskopi 'aman, sedangkan
Spektroskopi "luoresensi terdiri dari spektroskopi "luoresensi sinar , dan spektroskopi
"luoresensi ./-/1S. !enggolongan spektroskopi lainnya yaitu berdasar analisis permukaan
seperti -*S (Auger Electron Spectroscopy), S1MS (Secondary Ion Mass Spectroscopy), 1SS
(Ion Scattering Spectroscopy), dan *S3- (Electron Spectroscopy for Chemical Analysis) atau
,!S (X-Ray hotoelectron Spectroscopy). !enggolongan lainnya yaitu berdasar kimia ion
yang dikenal dengan spektroskopi massa.
Berbagai teknik spektroskopi banyak digunakan dalam analisis senyawa anorganik
(senyawa kompleks koordinasi), antara lain$ spektroskopi ./-/1S, spektroskopi absorpsi
atom, spektroskopi in"ra merah, spektroskopi "luorensi, spektroskopi &M', dan spektroskopi
masses. 2aerah sinar tampak mulai dari warna merah pada panang gelombang 450 nm
sampai warna ungu pada panang gelombang 650 nm (kisaran "rekuensi )7500-78600 cm-l),
sedangkan daerah ultra %iolet dan panang gelombang 650 nm sampai )50 nm (kisaran
"rekuensi 78600-55500 cm- l). *nergi pada daerah ultra %iolet dan sinar tampak berkisar dari
)90 sampai 880 k:;mol.
Spektroskopi in"ra merah dilakukan pada daerah in"ra merah yaitu dari panang
gelombang 0.45 sampai )000 urn atau pada kisaran "rekuensi )7500 - )0 cm . (eknik
spektroskopi in"ra merah terutama untuk mengetahui gugus "ungsional suatu senyawa, uga
untuk mengidenti"ikasi senyawa, menentukan struktur molekul, mengetahui kemurnian, dan
mempelaari reaksi yang sedang beralan.
-nalisis senyawa anorganik dengan spektroskopi "luoresensi adalah sangat spesi"ik dan
sensiti". (eknik analisisnya serupa dengan spektroskopi absorpsi ./-/1S, pengukurannya
uga pada daerah ultra %iolet dan sinar tampak. 2alam hal ini perbedaannya yang diukur
adalah radiasi yang diemisikan oleh sampel. Salah satu kelemahan dari teknik ini adalah
terbatasnya bahan kimia. <igan-ligan organik pada kompleks koordinasi umumnya
mengandung hidrogen atau proton. (eknik spektroskopi resonansi magnet inti (&M')
memberikan keterangan tentang umlah proton, dan tipe proton dalam suatu senyawa.
-nalisis dengan teknik spektroskopi resonansi magnet inti dilakukan pada daerah gelombang
radio yaitu dari panang gelombang 6000 sampai 6 m atau dengan kisaran "rekuensi 0.)-)00
M=>. .mumnya gabungan antara spektrum &M' dengan spektrum in"ra merah digunakan
untuk menentukan struktur suatu senyawa yang belum diketahui.
1.1. S$(%)r*&%*$i R(&*nan&i Ma+n() In)i ,NMR - Nuclear Magnetic Resonance.
Spektroskopi resonansi magnetik nuklir (&M') memberikan gambaran mengenai enis
atom, umlah, maupun lingkungan atom hidrogen (
)
= &M') serta karbon (
)6
3 &M').
Spektroskopi &M' didasarkan pada penyerapan gelombang radio oleh inti-inti tertentu dalam
molekul organik, apabila molekul tersebut berada dalam medan magnet yang kuat. 1nti-inti
atom unsur-unsur dapat dikelompokkan sebagai mempunyai spin atau tidak mempunyai spin.
Suatu inti berspin akan menimbulkan medan magnet kecil, yang ditunukkan oleh suatu
momen magnet nuklir, berupa suatu %ektor.
+ambar 7. Standar "rekuensi (MS
1nti atom yang mempunyai nilai geseran kimia (?) daerah rendah (dekat (MS) disebut
high shielded field (daerah medan magnet tinggi), sedangkan daerah makin auh dari (MS
disebut lo! shielded field (daerah medan rendah). #erapatan elektron disekeliling proton
dipengaruhi oleh berbagai "aktor antara lain$
). E/(% indu%&i berbagai gugus yang bekera melalui ikatan kimia yang terdapat pada
proton, yang umumnya disebabkan oleh adanya atom-atom yang bersi"at elektronegati",
seperti @, &, 3l. !roton atau inti atom yang makin dekat dengan atom elektronegati"
elektron yang mengelilingi proton tersebut menadi kurang rapat.
7. E/(% ani&*)r*$i &ua)u i%a)an %imia, seperti adanya ikatan kimia yang mengandung
gugus alkena (3A3), alkuna (3B3), karbonil (3A@), dan aromatik (-r). *"ek anisotropy
ini dapat menghasilkan medan magnet pada daerah proton yang memperkuat atau
memperlemah medan magnet yang digunakan.
6. I%a)an 0idr*+(n, pembentukan ikatan hidrogen dari suatu atom = dari gugus hidroksil
dengan gugus karbonil (3A@) menyebabkan nilai geseran kimia ke arah medan rendah,
menauhi dari (MS dan akan muncul pada daerah sekitar )6 ppm.
9. P(laru), pelarut yang polar akan sedikit berpengaruh terhadap senyawa polar, sebab dapat
teradi ikatan hidrogen, terutama pada sampel yang mengandung gugus 3@@=, &=
7
, dan
@=. *"ek ikatan hidrogen terhadap pelarut dapat dihindari dengan menggunakan pelarut
yang kurang polar, konsentrasi encer, atau temperatur ditinggikan.
5. T(m$(ra)ur, akan sedikit berpengaruh pada sampel yang cenderung membentuk ikatan
hidrogen. 2aerah geseran kimia proton bernilai antara 0C)7 ppm, berikut daerah geseran
kimia yang penting untuk beberapa proton.
+ambar 6. 2aerah geseran kimia proton bernilai antara 0C)7 ppm
Lan+%a01lan+%a0 2ara m(n+in)(r$r()a&i &$(%)ra NMR
(entukan;perhatikan $
:umlah sinyal, menunukkan ada berapa macam perbedaan proton yang terdapat dalam
molekul.
#edudukan sinyal, ditunukkan oleh geseran kimia (?) ppm, menunukkan enis proton.
1ntensitas sinyal atau harga integrasi masing-masing sinyal, perbandingan harga integrasi
menyatakan perbandingan umlah proton.
!emecahan (spliting), menerangkan tentang lingkungan dari sebuah proton dengan proton
lainnya yang berdekatan.
3ara penulisan data &M'$ ? ppm (umlah =, m, : =>), m A multiplisitas (singlet (s)D
doublet (d)D triplet (t), "uartet (E)D dan multiplet (m).
+ambr 9. Spektrum
)
=-&M' (800 M=>, 323
l6
)
S$(%)r*&%*$i Kar3*n113 ,
13
C NMR.
Spektroskopi
)6
3 &M' menghasilkan in"ormasi struktur mengenai karbon-karbon
dalam sebuah molekul organik. Spektroskopi
)
= &M' kita bekera dengan isotop hidrogen
alamiah dengan kelimpahan FF,F55 G, atom hidrogen alamiah adalah
)
=, sedangkan atom
karbon dalam alam F5,F G adalah )73, suatu isotop yang intinya tak mempunyai spin (1 A 0).
#arbon-)6 hanya merupakan ),) G atom karbon yang terdapat di alam (1 A H). 2isamping
itu transisi dari paralel ke antiparalel dari sebuah inti
)6
3 adalah transisi energi rendah.
Spektra
)6
3 &M' hanya dapat diperoleh dengan spektrometer yang sangat sensiti".
#elimpahan
)6
3 yang rendah akan mengurangi kerumitan spektra
)6
3 dibandingkan spektra
)
= &M'. .ntuk menentukan spektra
)6
3 luas di bawah puncak tidak perlu sebanding
terhadap umlah atom-atom karbon yang ekui%alen, akibatnya spektra
)6
3 tidak dapat di
integrasikan. (erdapat dua tipe utama spektrum
)6
3 &M'. (ipe spektrum
)6
3 &M' off
resonansi, interaksi antar karbon yang berdekatan diabaikan, tetapi karbon dapat berinteraksi
dengan proton yang diikat oleh masing-masing karbon menyebabkan teradinya spliting yang
menunukkan puncak (n I )), n A umlah =, oleh karena itu sinyal masing-masing karbon
dari$
J karbon metil (3=
6
-3) akan muncul 9 puncak
J karbon metilen (-3=
7
-) akan muncul 6 puncak
J karbon metil (-3=-) akan muncul 7 puncak
J karbon kuarterner (-3-) akan muncul ) puncak
Spektrum
)6
3 &M' off resonansi ini memiliki keuntungan, karena langsung dapat
membedakan enis-enis karbon, namun akan menadi sangat rumit apabila banyak terdapat
sinyal karbon yang saling o#erlap. (ipe spektrum karbon yang kedua adalah spektrum
dekopling-proton
)6
3, adalah suatu spektrum dimana
)6
3 tidak terkopling dengan
)
=, adi
tidak menunukkan pemisahan spin-spin. $ekopling dapat dicapai secara elektronis dengan
menggunakan suatu radio "rekuensi kedua terhadap sampel. *nergi tambahan tersebut
menyebabkan teradinya interkon%ersi cepat antara keadaan spin paralel dan antiparalel dari
proton-proton tersebut. -kibatnya sebuah inti
)6
3 hanya melihat suatu rata-rata dari dua
keadaan spin proton dan isyaratnya tak akan terurai, #arena tak ada penguraian dalam suatu
spektrum dekopling-proton, maka isyarat untuk tiap kelompok atom karbon yang ekui%alen
secara magnetik akan muncul sebagai suatu singlet. .ntuk membedakan enis karbon, metil,
metilen, metin, dan karbon kuarterner digunakan analisis spektrum 2*!(
)6
3 &M' atau
&M' dua dimensi (=MK3 A korelasi antara proton-karbon satu ikatan). -da dua enis
spektrum 2*!(
)6
3 &M', yaitu $
2*!( F0
o
A hanya muncul sinyal 3-=
2*!( )65
o
A muncul sinyal 3= dan 3=
6
masing-masing berharga positi", sedangkan sinyal
3=
7
akan muncul sebagai sinyal berharga negati".
2aerah geseran kimia proton bernilai antara 0 C 700 ppm, berikut daerah geseran kimia yang
penting untuk beberapa enis karbon
+ambar 5. 2aerah geseran kimia proton bernilai antara 0 C 700 ppm
+ambar 8. Spektrum
)6
3-&M' (800 M=>, 323l
6
) dengan teknik -!(
1.". S$(%)r*&%*$i Ma&&a
!rinsip dasar kera spektroskopi massa, spektroskopi massa ber"ungsi untuk$
Menghasilkan berkas sinar kation dari >at
Menghasilkan berkas kation menadi bentuk spektrum massa (m;>)
Mendeteksi dan mencatat nilai massa relati" (m;>) dan kelimpahan isotopnya (G) atau
intensitasnya
Ta0a$ $(r)ama: I*ni&a&i
-tom di-ionisasi dengan mengambil satu atau lebih elektron dari atom tersebut supaya
terbentuk ion positi". 1ni uga berlaku untuk unsur-unsur yang biasanya membentuk ion-ion
negati" (sebagai contoh, klor) atau unsur-unsur yang tidak pernah membentuk ion (sebagai
contoh, argon). Spektrometer massa ini selalu bekera hanya dengan ion positi".
Ta0a$ %(dua : P(r2($a)an
1on-ion tersebut dipercepat supaya semuanya mempunyai kinetik yang sama. 1on-ion
positi" yang ditolak dari ruang ionisasi tersebut akan melewati 6 celah, dimana celah terakhir
itu bermuatan 0 /. 3elah yang berada di tengah mempunyai %oltase menengah. Semua ion-
ion tersebut dipercepat sampai menadi sinar yang sangat ter"okus.
Ta0a$ %()i+a : P(m3(l*%an
1on-ion tersebut dibelokkan dengan menggunakan medan magnet, pembelokan yang
teradi tergantung pada massa ion tersebut. Semakin ringan massanya, akan semakin
dibelokan. Besarnya pembelokannya uga tergantung pada besar muatan positi" ion tersebut.
2engan kata lain, semakin banyak elektron yang diambil pada tahap ), semakin besar muatan
ion tersebut, pembelokan yang teradi akan semakin besar.
Ta0a$ %((m$a) : P(nd()(%&ian
Sinar-sinar ion yang melintas dalam mesin tersebut dideteksi dengan secara elektrik.
#etika sebuah ion menubruk kotak logam, maka ion tersebut akan dinetralisasi oleh elektron
yang pindah dari logam ke ion (gambar kanan). =al ini akan menimbulkan ruang antara
elektron-elektron yang ada dalam logam tersebut, dan elektron-elektron yang berada dalam
kabel akan mengisi ruang tersebut. -liran elektron di dalam kabel itu dideteksi sebagai arus
listrik yang bisa diperkuat dan dicatat. Semakin banyak ion yang datang, semakin besat arus
listrik yang timbul.
I*ni&a&i dan /ra+m(n)a&i
2alam spektro"otometer massa, reaksi pertama suatu molekul adalah ionisasi awal,
pengambilan sebuah elektron.
M I e L M
oI
I 7 e
M
oI
disebut ion massa molekul (m;> paling besar, peak paling kanan pada spektrum
MS. *lektron yang paling mudah terlepas dalam molekul biasanya adalah elektron dalam
orbital berenergi tertinggi. :ika sebuah molekul mempunyai elektron-elektron n (menyendiri),
maka salah satunya akan dilepaskan. :ika tidak terdapat elektron n, maka akan dilepaskan
sebuah elektron pi, dan ika tidak terdapat elektron pi barulah elektron pada orbital sigma (M).
Setelah ionisasi awal, ion molekul akan mengalami "ragmentasi, suatu proses dimana
radikal-radikal bebas atau molekul netral kecil dilepaskan dari ion molekul tersebut. Sebuah
ion molekul tidak pecah secara acak, melainkan cenderung membentuk "ragmen-"ragmen
yang paling stabil. 2alam persamaan yang menunukkan "ragmentasi biasanya "ragmen
radikal bebas tidak dituliskan karena tidak terdeteksi dalam spektro"otometer massa.
Beberapa molekul kecil yang stabil yang mudah terlepas dari ion molekul antara lain =
7
@D
3@
7
D 3@D 3
7
=
9
!ercabangan dalam suatu rantai hydrogen menghasilkan "ragmentasi yang teradi
terutama pada cabang, karena radikal ion sekunder dan karbokation sekunder lebih stabil dari
pada bentuk primer, sebagai contoh ion molekul metilpropana menghasilkan terutama kation
isopropyl dan radikal metil.
E/(% 0()(r*a)*m
0ragmentasi ion molekul biasa teradi pada posisi Nterhadap heteroatom, terutama teradi
pada amina atau eter.
P(na)aan ulan+ M2 La//(r)4
!enataan ulang Mc <a""erty teradi bila terdapat sebuah atom hidrogen O terhadap gugus
karbonil dalam ion molekul. Beberapa aturan dalam spektroskopi MS.
5u%um ni)r*+(n. Suatu molekul yang massa molekulnya genap tidak mungkin
mengandung nitrogen, kalaupun mengandung nitrogen maka umlah nitrogennya harus
genap. !ecahan molekul umumnya bermassa ganil kecuali kalau teradi penataan ulang.
:umlah ketidakenuhan (2B* A double bond ekui#alent) A (umlah karbon I )) CH (P=
-P, I P& ) = A hidrogenD , A halogenD & A nitrogen
1.3. S$(%)r*&%*$i 6i3ra&i*nal: IR dan Raman
-tom dalam padatan ber%ibrasi pada "rekuensi )0
)7
hingga )0
)6
=>. +erak %ibrasi ini
melibatkan pasangan atau satu kelompok atom yang terikat dan dapat tereksitasi ke keadaan
energi lebih tinggi dengan menyerap radiasi pada "rekuensi yang sesuai. !ada teknik 1',
"rekuensi radiasi yang diberikan, di%ariasikan kemudian kuantitas radiasi yang terabsorpsi
atau ditransmisikan diukur. !ada teknik 'aman, sampel disinari dengan sinar monokromatik
hingga dihasilkan dua cahaya sebaran. Sebaran 'ayleigh timbul dengan energi dan panang
gelombang sama persis dengan sinar awal. Sebaran 'aman biasanya memiliki intensitas
kurang dibanding 'ayleigh dan muncul pada panang gelombang beda (lebih
panang;pendek) dibanding sinar awal. (idak seperti spektra 1' senyawa molekular organik,
spektra padatan memiliki perbedaan karena aturan seleksi yang berbeda, agar menadi akti"
1' momen dipole ybs harus berubah-ubah selama siklus %ibrasi, konsekuensinya pusat
simetri tak akti" 1', agar menadi akti" 'aman, gerak inti yang terlibat harus mampu
menghasilkan perubahan polarisabilitas.
+ambar 4. Spektra -bsorpsi 1' (a) 3alcite, 3a3@
6
(b) &a&@
6
(c) gypsum, 3aS@
9
.7=
7
@
3ontoh aplikasi 'aman untuk membedakan dua polimor" silika, Euart> dan cristobalite
+ambar 5. <aser raman spectra (a) sEuart> (b) kristabolit
1.7. S$(%)r*&%*$i 6i&i3l( dan 'l)ra8i*l()
(ransisi elektron dikulit terluar terkait dengan perubahan energi pada range Q)0
9
-)0
5
cm
-)
atau )0
7
-)0
6
k:;mol. Beberapa tipe transisi dapat diamati ika atom - dan B saling
bertetangga pada suatu struktur padatan (anion dan kation). #ulit elektron bagian dalam
terlokalisasi pada masing-masing atom sedangkan kulit terluar saling o#erlap membentuk
pita energi terdelokalisasi.
+ambar F. (ransisi elektronik pada padatan
P(n9(la&an
1. !romosi elektron dari orbital terlokalisasi pada satu atom ketingkat energi lebih tinggi
pada orbital terlokalisasi atom yang sama
". !romosi elektron dari orbital terlokalisasi satu atom ke orbital terlokalisasi diatom
sebelahnya
3. !romosi elektron dari orbital terlokalisasi satu atom ke pita energi terdelokalisasi, pita
konduksi.
7. !romosi elektron dari pita energi (pita %alensi) ke pita lain dengan energi lebih tinggi
(pita konduksi.
Prin&i$ Da&ar S$(%)r*&%*$i '616IS
Molekul mempunyai tingkat energi elektron yang analog dengan tingkat energi elektron
dalam atom. (ingkat energi molekul ini disebut orbital molekul. @rbital molekul timbul dari
antaraksi orbital atom daripada atom yang membentuk molekul itu.
1.. S$(%)r*&%*$i ESR
1nteraksi spin-spin antara elektron tak berpasangan yang bertetangga, ini dapat diatasi
dengan menggunakan konsentrasi kecil elektron tak berpasangan mis. 0,) s.d. ) persen ion
logam transisi paramagnetik dilarutkan dalam struktur host diamagnetik. -danya keadaan
tereksitasi yang terletak rendah dekat dengan keadaan dasar ini menyebabkan seringnya
teradi transisi elektron, waktu relaksasi pendek dan puncak melebar. .ntuk mengatasinya
dengan pengukuran pada suhu rendah, biasanya dalam suhu helium liEuid 9,7 #.
In)(r$r()a&i ESR
#eadaan oksidasi, kon"igurasi elektron dan bilangan koordinasi ion paramagnetik.
#eadaan dasar kon"igurasi orbital d ion paramagnetik dan adanya distorsi struktural.
Besarnya ko%alensi ikatan-ikatan antar ion paramagnetik dan anion atau ligan
disekelilingnya.
1.:. S$(%)r*&%*$i In/ram(ra0
Spektrum in"ramerah terletak pada daerah dengan panang gelombang 0,45 sampai
)000 m atau bilangan gelombang dari )7500 sampai )0 cm-). Spektrum in"ramerah dapat
dibagi menadi in"ramerah dekat, in"ramerah pertengahan, dan in"ramerah auh, seperti
diperlihatkan pada (abel 7.
(abel 7. 2aerah spektrum in"ramerah
!enggunaan yang paling banyak adalah pada daerah pertengahan dengan kisaran
bilangan gelombang 9000 sampai 840 cm-) at-au dengan panang gelombang 7.5 sampai )5
Rm. #egunaan yang paling penting adalah untuk identi"ikasi senyawa berikatan ko%alen
karena spektrumnya sangat kompleks terdiri dari banyak puncak-puncak. radiasi in"ra merah
dengan "rekuensi dalam kisaran )0000 sampai )00 cm-) atau dengan panang gelombang )
sampai )00 um, maka radiasi akan diserap oleh molekul dan dikon%ersi ke dalam energi
%ibrasi molekul. /ibrasi molekul hanya akan teradi bila suatu molekul terdiri dari dua atom
atau lebih. (erdapat dua enis %ibrasi molekul yaitu stretching (ulur) dan bending (tekuk).
/ibrasi stretching adalah pergerakan atom yang teratur sepanang sumbu ikatan. antara dua
atom sehingga arak antara atom dapat bertambah atau berkurang. /ibrasi stretching meliputi
stretching simetris dan stretching asimetris.
+ambar )0. /ibrasi .lur Simetris dan -simetris
/ibrasi bending adalah pergerakan atom yang menyebabkan perubahan sudut ikatan
antara dua ikatan atau pergerakan dari sekelompok atom terhadap atom lainnya. /ibrasi
bending meliputi scissoring %deformation&' !agging' t!isting dan rocking. +ambar di dawah
menunukkan gerakan dari keempat %ibrasi bending.
+ambar )). (ipe %ibrasi tekuk
2ari keempat %ibrasi bending, %ibrasi scissoring dan rocking terletak pada satu bidang
sedangkan %ibrasi !agging dan t!isting terletak di luar bidang. (anda I dan - pada %ibrasi
twisting menunukkan arah tegak lurus dengan bidang, I arahnya ke muka dan - arahnya ke
belakang.
+ambar )7. /ibrasi tekuk ke-luar bidang dan ke-dalam bidang
Spektrum in"ra merah ini menunukkan hubungan antara absorpsi dan "rekuensi atau bilanEan
gelombang atau panang gelombang. Sebagai absis adalah "rekuensi (=ert>, detik-)) atau
panang gelombang (Rm) atau bilangan gelombang (cm-)) dan sebagai ordinat adalah
transmitans (G) atau absorbans. 3ontoh spektrum absorpsi in"ra merah dapat dilihat pada
gambar 5.)0. dan 5.)).
+ambar )6. Spektrum -bsorbans 1n"ramerah -sam <aktat
+ambar )9. Spektrum (ransmitans 1n"ramerah -sam <aktat
Spektrum in"ra merah merupakan spektrum yang menunukkan banyak puncak absorpsi
pada "rekuensi yang karakteristik. Spektroskopi in"ra merah disebut uga spektroskopi
%ibrasi. .ntuk setiap ikatan kimia yang berbeda seperti 3 - 3, 3A 3, 3A- 0, 3 A 0, 0 A = dan
sebagainya mempunyai "rekuensi %ibrasi yang berbeda sehingga kemungkinan dua senyawa
berbeda yang mempunyai spektrum absorpsi yang sama adalah kecil sekali.
.ntuk mengidenti"ikasi senyawa yang belum diketahui perlu dibandingkan dengan
spektrum standar yang dibuat pada kondisi sama. 2aerah absorpsi pada kisaran "rekuensi
)500 sampai 400 cm-) atau panang gelombang 8,4-)9 Rm disebut daerah sidik ari (ati diri).
Senyawaan yang mempunyai spektrum in"ra merah sama adalah identik. !ada (abel 6. tertera
beberapa gugus "ungsional beserta puncak absorpsi karakteristiknya yang dapat membantu
dalam mengidenti"ikasi suatu senyawa.
+ugus "ungsional yang memberikan banyak puncak absorpsi dapat diidenti"ikasi lebih
tepat dari pada gugus "ungsional yangShanya mempunyai satu puncak. #eton 3A0 (stretching)
mempunyai satu puncak absorpsi pada "rekuensi )850-)460 cm-). +ugus ini lebih sukar
diidenti"ikasi dari pada ester yang mempunyai dua puncak absorpsi yaitu 3A0 (stretching)
pada )465-)450 cm-) dan 3-0 (stretching) pada )000-)600 cm-). +ugus ester ini lebih sukar
dari pada amida yang mempunyai tiga absorpsi yaitu dua puncak absorpsi yang menunukkan
3A0 (stretching) dan &-= (de"ormasi) pada )860 -)8F0 cm-) dan satu puncak absorpsi &-=,
stretching pada 6)00-6500 cm-).
(abel 6. -bsorpsi 1n"ramerah Beberapa +ugus 0ungsional
". METABOLOMIK PENANDA KIMIA BIOINDIKATOR
Berbeda dengan pengukuran sidik ari yang melibatkan analisis metabolit bioindikator
secara keseluruhan, metabolomik penanda kimia hanya akan menganalisis satu atau beberapa
senyawa target dari bioindikator. (erdapat banyak senyawa yang dapat diaplikasikan sebagai
penanda kimia. @leh karena itu, pengetahuan mengenai "ungsi dari penanda kimia terhadap
bioindikator penghasil menadi hal yang sangat penting. Misalnya pada lingkungan perairan
dengan kadar oksigen rendah, biota laut akan meningkatkan kadar senyawa betaines untuk
menyeimbangkan kehilangan asam amino yang teroksidasi dari media intraselular (/iant et
al. 7006). !roses awal analisis penanda kimia serupa dengan teknik sidik ari, yaitu
mengekstrak bioindikator menggunakan pelarut tertentu. Selanutnya, penanda kimia
dipisahkan dari metabolit lain menggunakan teknik kromatogra"i, seperti (igh erformace
)i"uid Chromatography (=!<3) atau *as Chromatography (+3). #adar dari penanda kimia
ditentukan berdasarkan luas area puncak kromatogram hasil analisis kromatogra"i tersebut.
=!<3 ((igh erformance )i"uid Chromatography) atau biasa uga disebut dengan
kromatogra"i. #romatogra"i adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan
distribusi dari komponen-komponen campuran tersebut diantara dua "ase, yaitu "ase diam
(padat atau cair) dan "ase gerak (cair atau gas). Bila "ase diam berupa >at padat yang akti",
maka dikenal istilah kromatogra"i penyerapan (adsorption chromatography). Bila "ase diam
berupa >at cair, maka teknik ini disebut kromatogra"i pembagian (partition chromatography).
1nstrumentasi =!<3 pada dasarnya terdiri atas$ wadah "ase gerak, pompa, alat untuk
memasukkan sampel (tempat ineksi), kolom, detektor, wadah penampung buangan "ase
gerak, dan suatu komputer atau integrator atau perekam.
+ambar )5. Skema 1nstrumen =!<3
Prin&i$ %(r9a 5PLC
2engan bantuan pompa "ase gerak dialirkan melalui kolom ke detektor. Sampel yang
dilarutkan dalam sol%ent, dimasukkan ke dalam aliran "asa gerak dengan cara ineksi. 2i
dalam kolom teradi pemisahan komponen-komponen campuran berdasarkan perbedaan
kekuatan interaksi anatara analat (solut-solut) dengan stationary phase pada kolom.
Solut-solut yang kurang kuat interaksinya dengan "ase diam akan keluar dari kolom
terlebih dahulu. Sebaliknya, solut-solut yang kuat berinteraksi dengan "asa diam maka
solut-solut tersebut akan keluar dari kolom lebih lama. Setiap komponen campuran yang
keluar dari kolom dideteksi oleh detektor kemudian direkam dalam bentuk kromatogram.
#romatogram =!<3 serupa dengan kromatogram +3 dengan umlah peak
menyatakan umlah komponenD luas area peak menyatakan konsentrasi dalam campuran
Sisitim =!<3 dapat dihubungkan dengan so"tware pada komputer dan dioperasikan
secara computeri>e
+ambar )8. #romatogram tablet %itamin 3
R(/(r(n&i
<in 3T, /iant M', (eerdema 'S. 7008. Metabolomics$ methodologies and application in the
en%ironmental sciences. +ournal of esticides Science. 6) (6)$ 795C75).
/iant, M.'., 'osenblum, *.S., and (eerdema, '.S. 7006. &M'-Based Metabolomics$ a
power"ul approach "or characteri>ing the e""ects o" en%ironmental stressors on organism
health. En#ironmental Science ,echnologies. 64$ 9F57C9F5F.