Anda di halaman 1dari 14

SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA

disusun sebagai persyaratan untuk memenuhi Tugas matakuliah


IT Audit & Digital Forensic
disusun oleh :
Ahmad Priyono
Anggi Octavia Irawan
Evanti Andriani
PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
BASIS DATA (DATABASE)
Basis data adalah suatu gabungan file yang saling berhubungan dan dikoordinasi secara
terpusat. Pendekatan database memberlakukan data sebagai sumber daya organisasi yang
seharusnya dipergunakan serta dikelola oleh seluruh bagian dari organisasi tersebut bukan
hanya suatu departemen atau fungsi tertentu sa!a. "okusnya adalah intregasi data dan
pembagian data dengan seluruh pemakai yang berhak memakainya.
FILE DATAR VERSUS PENDEKATAN BASIS DATA
PENDEKATAN BASIS DATA
FIGUR
Konsep basis data ( Data Base )
BA#I# $A%A
Pengguna &
%ransaksi
Pengguna '
%ransaksi
Pengguna (
%ransaksi
Figu !"# menya!ikan ulasan sederhana pendekatan basis data dengan pengguna dan
keperluan data yang sama seperti dalam figure !"$% Perubahan paling !elasdari model file
datar adalah pengelompokan data me!adi sebuah basis data umum yang dapat digunakan
secara bersama oleh semua pengguna system informasi.
PEN&ELESAIAN 'ASALA( FILE DATAR
A
B
)
*
+
,
-
Program 1
Program 2
Program 3
Pengguna data secara bersama.sama /tidak adanyan kepemilikan data0 merupakan konsep
utama dari pendekatan basis data. -asalah.masalah yang ter!adi dapat diatasi dan
diselesaikan yaitu:
%idak ada redundansi data. #etiap elemen data di simpan hanya sekali sehingga
menghilangkan redundansi data dan mengurangi biaya penyimpanan data. #etiap
informasi yang efisien menangkap dan menyimpan data hanya satu kali dan membuat
sumber tunggal ini tersedia bagi semua pengguna yang membutuhkan.
#atu kali pembaruan data. 1arena setiap elemen data hanya terdapat pada satu tempat
dibutuhkan hanya satu kali pembaruan data. Ini tentu mengurangi waktu dan biaya
untuk men!aga kekinian data.
2ilai kekinian data. Perubahan terhadap basis data yang dilakukan oleh seorang
pengguna akan berlaku bagi semua pengguna. -isalnya !ika pengguna & mencatat
perubahan alamat seorang pelanggan pengguna ( akan segera mendapatkan
perubahan ini. Adanya kegagalan untuk memperbarui semua file yang terpengaruh
perubahan status.
Interpendensi tugas data. Pengguna memiliki akses sepenuhnya ke data yang ada di
perusahaan. 1ebutuhan informasi seoarang pengguna bisa meluas diluar wilayah
langsung peker!aannya namun kebutuhan ini dapat dengan segera di penuhi dengan
pendekatan file datar. Para pengguna hanya di batasi oleh keterbatasan data yang
disediakan oleh organisasi /seluruh basis data0 dan legitimasi yang di perlukan untuk
mengakses data tersebut.
SISTE' 'ANA)E'EN BASIS DATA
1onsep basis data
Pengguna &
%ransaksi
A
B
)
*
+
,
-
D
B
M
S
Program 1
Pengguna '
%ransaksi
Pengguna (
%ransaksi
"I345 di atas menambah elemen baru dalam yang berada diantara program
pengguna dan basis data fisik adalah siste* *ana+a*en basis data /database management
sytem.$B-#0. Siste* 'ana+e*en Basis Data / database management system.$B-#0
merupakan system peranti lunak khusus yang diprogram untuk mengetahui elemen data mana
yang bisa diakses oleh pengguna. Program pengguna mengirimkan permintaan data kepada
$B-# yang mengesahkan dan mengotorisasi akses ke basis data sesuai dengan tingkat
otoritas pengguna. 6ika pengguna meminta data yang dia tidak punya otoritasnya permintaan
itu akan ditolak. 6adi prosedur untuk menetapkan otoritas pengguna sistem informasi di
dalam sebuah organisasi merupakan masalah pengendalaian penting yang harus diperhatikan
oleh seorang akuntan.
TIGA ',DEL K,NSEPTUAL
Pendekatan basis data tidak diwakili oleh arsitektur tunggal modal basis data awal berbeda
dengan model basis data modern karena basis data awal dari file data tradisional. Pendekatan
basis data yang paling umum digunakan oleh sistem informasi bisnis adalah model hierarkis
/hierarchical model0 model jaringan /network model0 dan model relasional /relational
model0 karena kemiripan konseptual tertentu basis data hierarkis dan !aringan disebut *ode-
na.igasiona- (na.igationa- *ode-) atau testu/tu /structured model0. )ara data diatur
dalam system basis data awal ini mendorong para pengguna untuk men!ela!ahi diantara
elemen.elemen data dengan menggunakan !alur.!alur yang sudah terstruktur. -odel
relasional !auh lebih fleksibel karena memungkinkan para penggunanya menciptakan !alur
yang baru dan unik melalui basis data untuk memecahkan masalah.masalah bisnis yang lebih
luas cakupannya.
Program 2
Program 3
ELE'EN LINGKUNGAN BASIS DATA
PENGGUNA
Pengguna /user) mengakses basis data dalam dua cara :
&. Akses basis data dapat dicapai melalui program.program pengguna yang disiapkan oleh
professional system.
'. Akses basis data melalui permintaan langsung yang tidak memerlukan program.program
formal dari pengguna.
SISTE' 'ANA)E'EN BASIS DATA
#etiap model $B-# mencapai tu!uan ini dengan cara yang berbeda tetapi ada beberapa ciri
yang umum di antaranya :
&. Pengembangan program% $B-# berisi peanti -una/ penge*bangan ap-i/asi
/application development software0. Baik pemrograman maupun pengguna akhir dapat
menggunakan fitur ini guna menciptakan aplikasi untuk mengakses basis data.
'. Cadangan dan pemulihan. $B-# secara berkala membuat file-file cadangan untuk basis
data fisik. 6ika ter!adi kerusakan /kegagalan disket kesalahan program atau tindak
ke!ahatan0 yang menyebabkan basis data tidak dapat diguanakan $B-# dapat pulih
keversi sebelumnya yang dianggap benar.
(. Penggunaan basis data untuk pelaporan. "itur ini mencatat data statistic tentang data
yang sedang digunakan siapa yang menggunakannya.
7. Akses basis data. Fitur yang paling penting dari $B-# adalah memungkinkan pengguna
yang memiliki otorisasi untuk mengakses basis data.
BA(ASA DEFINISI DATA
Bahasa definisi data /data definition language-$$,0 adalah bahasa pemrograman yang
digunakan untuk mendefinisikan basis data fisik $B-#. %erdapat tiga tingkat yang disebut
tampilan (vie)! dalam definisi ini yaitu :
Ta*pi-an Intena- yaitu menya!ikan pengaturan record secara fisik dalam basis data.
Ta*pi-an Konseptua- (S/e*a) yaitu menya!ikan basis data secara logis dan secara
abstrak bukan bagaimana basis data itu secara fisik disimpan.
Ta*pi-an Pengguna (Subs/e*a) yaitu mendefinisikan bagaimana seorang pengguna
melihat basis data.
BA(ASA 'ANIPULASI DATA
Ba0asa *anipu-asi data (data manipulation language- D"#) adalah bahasa pemograman
kepemilikan yang digunakanoleh $B-# tertentu untuk mengambil memproses dan
menyimpan data.
BA(ASA PER'INTAAN DATA
Ba0asa pe*intaan testu/tu (structured $uery language%#8,0 merupakan bahasa
generasi keempat dan bahasa nonprocedural dengan banyak perintah yang memungkinkan
pengguna untuk memasukkan mengambil dan memodifikasi data dengan mudah.
AD'INISTRAT,R BASIS DATA
Ad*inistato basis data /data administrator%$BA0 bertanggung!awab untuk mengelola
sumber daya basis data.
"ungsi.fungsi Administrator Basis $ata
Peen1anaan Basis Data2
-engembangkan strategi basis data organisasi
-endefinisikan lingkungan basis data
-engembangkan kamus data
Desain2
Basis data logis /skema0
%ampilan pengguna eksternal /subskema0
Pengendali basis data
I*p-e*entasi2
-enentukan kebi!akan akses
-engimplementasikan pengendali keamanan
-enentukan prosedur pengu!ian
-enetapkan standar pemrograman
,peasi dan Pe*e-i0aaan2
-engevaluasi kiner!a basis data
-enyusun ulang basis data sesuai dengan
kebutuhan pengguna
-enin!au kembali standard an prosedur
Peuba0an dan Petu*bu0an2
Perubahan dan Pertumbuhan:
-erencanakan perubahan dan pertumbuhan
-engevaluasi teknologi baru
INTERAKSI ,RGANISASI,NAL D
1etika kebutuhan informasi meningkat para pengguna mengirimkan permintaan formal
untuk aplikasi computer kepada para profesional system /pemprogram0 organisasi.
Permintaan ini ditangani melalui prosedur pengembangan system formal yang menghasilkan
aplikasi terprogram.
KA'US DATA
"ungsi penting lainya dari $BA adalah pembuatan dan pemeliharaan data. #alah satu
komponen kunci dari $atabase -anagement #ystem /$B-#0 adalah kamus data yang
mencakup informasi mengenai struktur database. Ka*us data /data dictionary0 men!elaskan
setiap elemen data yang terdapat dalam basis data. "ungsi ini memungkin kan semua
pengguna /pemprogram0 untuk berbagi tampilan yang sama terdapat sumber daya data
sehingga sangat membantu dalam menganalisis kebutuhan pengguna.
BASIS DATA FISIK
Pendekatan ini merupakan tingkat terendah dari basis data. $ata base tersusun dari titik.titik
magnetis pada disket magnetis. $i tingkat fisik basis data merupakan kumpulan record dan
file& Basis data relasional didasarkan pada struktur file berurutan berindeks (inde'ed
se$uential file)&
Stu/tu data adalah dasar penyusun basis data. #truktur data memungkinkan catatan untuk
ditemukan disimpan dan ditelusuri dan memungkinkan pergerakan dari satu catatan ke
catatan lainya.
,ganisasi Data % Organisasi suatu file mengacu pada cara catatan diatur secara fisik di alat
penyimpanan sekunder. Ini bisa bersifat berurutan atau acak.
-etode A/ses Data adalah teknik yang digunakan untuk mencari catatan dan bernavigasi
basis data.
',DEL BASIS DATA RELASI,NAL
-odel basis dara relasional menggambarkan data dalam bentuk table dua dimensi:
hubungan . tabel database
atribut /elemen data0 9 kolom bentuk
tupel /catatan0 9 baris bentuk
$ata 9 persimpangan baris dan kolom.
RELASI,NAL TABEL &ANG DIRAN3ANG DENGAN BENAR
%idak ada pengulangan nilai 9 #emua ke!adian di persimpangan dari baris dan kolom
adalah nilai tunggal.
2ilai atribut dalam kolom manapun semua harus dari kelas yang sama.
#etiap kolom dalam tabel tertentu harus memiliki nama yang unik.
#etiap baris dalam table harus unik dalam setidaknya satu atribut yang merupakan
kunci utama.
4 TIPE AN,'ALI
Perbarui Anomali: #ebuah modifikasi pada atribut harus dilakukan di setiap baris di
mana atribut muncul
Penyisipan Anomali: #ebuah item baru tidak dapat ditambahkan ketabel sampai
setidaknya satu entitas menggunakan sebuah item atribut tertentu.
Penghapusan Anomali: 6ika item atribut yang digunakan oleh hanya satu entitas yang
dihapus semua informas itentang item atribut hilang.

ENA' TA(APAN DALA' 'ERAN3ANG BASIS DATA RELASI,NAL


(& "engidentifikasi entitas
-engidentifikasi entitas utama organisasi
membangun model data hubungan mereka
)& "embangun model data yang menun*ukkan asosiasi entitas
-enentukan hubungan antara entitas
-odel asosias imen!adi diagram E5
+& Tambahkan kunci primer dan atribut
-enetapkan kunci utama untuk semua entitas dalam model untuk secara unik
mengidentifikasi catatan
#etiap atribut akan muncul satu atau lebih dalam pandangan pengguna
,& "enormalkan dan menambahkan kunci asing
-enghapus pengulangan kelompok parsial dan ketergantungan transitif
-enetapkan kunci asing untuk dapat menghubungkan table
-& "embangun database fisik
-embuat table fisik
-engisi table dengan data
.& /iapkan pandangan pengguna
%able normalisasi harus mendukung semuap andangan yang dibutuhkan
pengguna sistem
Pandangan pengguna membatasi user darimengakses data yang tidak sah.
PENDISTRIBUSIAN BASIS DATA
0embagian 1asis Data
-embagi database pusat men!adi segmen yang didistribusikan kepada pengguna
utama mereka.
keuntungan:
o )ontrol pengguna meningkat oleh data memiliki disimpan di situs local
o Peningkatan waktu respon pemrosesan transaaksi
o volume data yang ditransmisikan antara IP4s berkurang
o mengurangi potensi kehilangan data dari bencana
Fenomena Deadlock
$eadlock ter!adi di sini karena ada pengecualian bersama untuk data dan transaksi
berada dalam keadaan menunggu sampai kunci di hapus. :al ini dapat mengakibatkan
transaksi yang tidak lengkap diproses dan korupsi dari database. #ebuah kebuntuan adalah
kondisi permanen yang harus diselesaikan oleh perangkat lunak khusus yang menganalisis
setiap kondisi kebuntuan untuk menentukan solusi terbaik. 1arena implikasi untuk proses
transaksi akuntan harusmenyadari isu.isu yang berkaitan dengan resolusi kebuntuan.
-enyelesaikan kebuntuan biasanya melibatkan mengorbankan satu atau lebih
transaksi. Ini harus dihentikan untuk menyelesaikan pemrosesan transaksi urutan kebuntuan.
%ransaksi mendahului kemudian harus sudah dimulai. $alam transaksi preempting perangkat
lunak resolusi kebuntuan upaya untuk meminimalkan total biaya memecahkan kebuntuan.
2eplikasi 1asis Data
$i beberapa organisasi $uplikasi seluruh database untuk beberapa IP4s.
5eplikasi basis data efektif untuk perusahaan yang memiliki situasi dengan berbagai
data tingkat tinggi tapi tidak ada pengguna utama.
Pembenaran utama untuk database direplikasi adalah untukmendukung read.
only ;uery. -aksudanya dengan data direplikasi di setiap situs akses data untuk
tu!uan permintaan ter!amin penutupan dan penundaan karena lalu lintas !aringan yang
diminimalkan
3oncurrency 0roblems and 3ontrol Issues
1onkurensi $atabase adalah adanya data yang lengkap dan akurat di semua situs IP4.
$engan database direplikasi men!aga data pada saat masa.masa sulit. +ang kedua
adalah stamping waktu yang digunakan untuk seriali<e transaksi. -etode ini
mencegah dan menyelesaikan konflik yang diciptakan oleh pembaruan data
padaberbagai IP4s.
Pengenda-ian In5ensi
#alah satu keuntungan dari permintaan data ke basis adalah kemampuanya untuk
menyediakan ringkasan dan data statistik ke pengguna untuk mengambil keputusan.
4ntuk men!ada kerahasiaan dan integritas basis data pengendalian inferensi harus
ditempatkan untuk mencegah pengguna yang ingin mengacaukan data tertentu.
Pengendalian infrensi berusaha mencegah tiga !enis kompromi ke basis data yaitu :
a. 1ompromi positif
b. 1ompromi negatif
c. 1ompromi perkiraan
Tu+uan audit memverifikasi bahwa otoritas akses basis data dna hak khusus
diberikan ke para pengguna sesuai dengan kebutuhan logis mereka.
Posedu Audit 6ang te/ait 2
a %anggung !awab untuk table otoritas dan subskema
b Otoritas akses yang sesuai
c Pengendalian Biometrik
d Pengendalian inferensi
e Pengendalian enkripsi
Pengenda-ian 3adangan da-a* Ling/ungan Fi-e Data
%eknik cadangan yang digunakan akan bergantung pada media dan struktur file.
Tu+uan Audit%
-emverifikasi bahwa pengendalian pembuatan cadangan yang diterapkan berfungsi
efektif dalam melindungi file data dari kerusakan fisik kehilangan penghapusan yang
tidak disenga!a dan korupsi data karena kegagalan sistem dan kesalahan program.
Posedu Audit
a )adangan file berurutan /3P)0
b "ile transaksi cadangan
c )adangan file akses langsung
d Penyimpanan di tempat lain
Pengenda-ian 3adangan da-a* Ling/ungan Basis Data
1arena saling berbagi data adalah tu!uan mendasar dari pendekatan basis data
lingkungan ini cukup rentan dari kerusakan dari pengguna individual.
3adangan. "itur pembuatan cadangan dari seluruh basis data secara berkala. Ini
adalah prosedur otomatis yang harus dilakukan minimal satu kali sehari.
Log Tansa/si (+una-). "itur log transaksi menyediakan !e!ak audit dari semua
transaksi yang diproses.
Fitu poin pe*ei/saan. "asilitas poin pemeriksaan menunda semua pemrosesan
data ketika sistem merekonsiliasi log transaksi dan log perubahan basis data dengan
basis data.
'odu- pe*u-i0an% -odul ini menggunakan log dan file cadangan untuk
men!alankan kembali sistem setelah mengalami kegagalan.
Posedu Audit
Auditor harus memverifikasi bahwa cadangan dibuat secara rutin dan sering untuk
memfasilitasi pemulihan data yang hilang rusak atau terkorupsi tanpa terlalu banyak
pemrosesan.
=
DAFTAR PUSTAKA
:all 6ames A. Accounting Information #ystems (rd '>>& #outh ?estern Publishing 4#A.