Anda di halaman 1dari 5

Dasar teori

Sukun adalah sumbe rmakanan yang banyak mengandung karbohidrat dan rasanya yang
enak, ternyata memiliki kandungan gizi, obat dan juga peluang bisnis yang cerah. Sukun ditanam
cukup mudah, menguntungkan karena dapat menghasilkan buah yang sangat banyak dan
dijual dengan harga yang tinggi. Tanaman sukun merupakan tanaman
hutan yang tingginya mencapai 20 m. Kayunya lunak dan kulit kayu berserat
kasar. Semua bagian tanaman bergetah encer. Daun dan batang Daunnya lebar
sekali, bercanggap menjari, dan berbulu kasar. Batangnya besar, agak lunak, dan
bergetah banyak. Cabangnya banyak, pertumbuhannya cenderung ke atas. Bunga
Bunga sukun berkelamin tunggal (bunga betina dan bunga jantan terpisah), tetapi
berumah satu. Bunganya keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan ranting.
Bunga jantan berbentuk tongkat panjang yang disebut ontel. Bunga betina berbentuk
bulat bertangkai pendek (babal) seperti pada nangka. Bunga betina merupakan
bunga majemuk sinkarpik seperti pada nangka. Kulit buah menonjol rata sehingga
tampak tidak jelas yang merupakan bekas putik dari bunga sinkarpik. Pada buah
keluwih, tonjolan pada kulit buah merupakan duri yang lunak. Penyerbukan bunga
dibantu oleh angin, sedangkan serangga yang sering berkunjung kurang berperan
dalam penyerbukan bunga. Pada buah sukun, walaupun terjadi penyerbukan,
pembuahannya mengalami kegagalan sehingga buah yang terbentuk tidak berbiji.
Pada keluwih (Artocarpus communis) kedua proses dapat berlangsung normal
sehingga buah yang terbentuk berbiji normal dan kulit buah berduri lunak
sekali. Duri buah keluwih merupakan bekas tangkai putik bunga majemuk sinkarpik.
Buah Buah sukun mirip dengan buah keluwih (timbul). Perbedaannya adalah duri
buah sukun tumpul, bahkan hampir tidak tampak pada permukaan buahnya. Selain
itu, buah sukun tidak berbiji (partenokarpi). Akar Tanaman sukun mempunyai akar
tunggang yang dalam dan akar samping dangkal. Akar samping dapat tumbuh tunas
yang sering digunakan untuk bibit. Pohon sukun mulai berbuah setelah berumur lima sampai
tujuh tahun dan akan terus berbunga hingga umur 50 tahun. Produktivitasnya cukup tinggi.
Dalam satu tahun akan diperoleh buah sukun sebanyak 400 buah pada umur 5-6 tahun, dan
700-800 buah per tahun pada umur 8 tahun (Koswara, 2)
A. Uraian tentang tanaman sukun

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Urticales
Famili : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus altilis Park


1. Buahnya berukuran kecil, daunnya menyirip, tepi daun bercangap dengan
lekuk dangkal. Kedudukan daun agak menguncup ke atas
2. Buahnya agak besar (medium). Daunnya menyirip, tepi daun bercangap
dengan lekuk dangkal. Kedudukan daun agak menguncup ke atas. Spesies ini
jarang didapati di lapangan
3. Buahnya besar, Daunnya menyirip, tepi daun bercangap dengan lekuk dalam,
kedudukan daun mendatar (Pitojo, 1992). Pohon sukun umumnya adalah pohon
tinggi, dapat mencapai 30 m, meski umumnya di pedesaan hanya belasan meter
tingginya. Hasil perbanyakan dengan klon umumnya pendek dan bercabang
rendah. Batang besar dan lurus hingga 8 m, akarnya memanjang. Bertajuk
renggang, bercabang mendatar dan berdaun besarbesar yang tersusun
berselang-seling, lembar daun 20-40 20-60 cm menyirip ke dalam, liat agak
keras seperti kulit, warna hijau tua mengkilap di sisi atas, sert kusam, kasar danA
berbulu halus di bagian bawah. Kuncup tertutup oleh daun penumpu besar yang
berbentuk kerucut. Semua bagian pohon mengeluarkan getah putih (lateks)
apabila dilukai (Anonimous, 2007).
B. Golongan senyawa kimia daun sukun
C. Efek farmakologis daun suku
Buah sukun yang telah tua dapat direbus, digoreng, dibuat
tepung dan keripik, serta dapat dibuat tape melalui fermentasi. Kayu tanaman
sukun tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan, tetapi tidak baik untuk kayu
bakar. Demikian pula, kayu tanaman keluwih. Buah keluwih umumnya dipanen muda
untuk disayur. Bunga jantan tanaman sukun yang telah kering dapat dimanfaatkan
sebagai obat nyamuk. Rebusan daun sukun atau daun keluwih dapat digunakan untuk
obat penyakit kuning (hepatitis).

D. Budidaya tanaman sukun, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan
Syarat Tumbuh
Tanaman sukun baik dikembangkan di dataran rendah hingga
ketinggian 1200 m dpl yang bertipe iklim basah. Curah hujan antara 2.000-3.000
mm per tahun. Tanah aluvial yang mengandung banyak bahan organik disenangi oleh
tanaman sukun. Derajat keasaman tanah seldtar 6-7. Tanaman sukun relatif
toleran terhadap pH rendah, relatif tahan kekeringan, dan tahan naungan. Di
tempat yang mengandung batu karang dan kadar garam agak tinggi serta sering
tergenang air, tanaman sukun masih mampu tumbuh dan berbuah.
Cara Perbanyakan Stek Batang
Perbanyakan tanaman Biasanya
tanaman sukun diperbanyak dengan setek akar atau cangkok. Walaupun tanaman
dapat diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk pada batang bawah semai
keluwih, tetapi cara ini tidak dianjurkan karena persentase keberhasilannya
rendah dan relatif lama. Akar samping pohon sukun ditarik ke atas, lalu
dipotong sepanjang 20-30 cm, kemudian disemaikan untuk bibit. Pada akar yang tampak
di permukaan tanah sering tumbuh tunas. Tunas ini dapat dipotong beserta akar
induknya untuk dijadikan bibit.
Cara Perbanyakan Stek Batang
Memperbanyak stek tanaman sukun melalui stek batang dilakukan sebagai alternatif untuk
mendapatkan benih dalam jumlah banyak dan juga seragam baik varietas maupun ukurannya.
Bahan yang dibutuhkan untuk stek batang adalah bibit sukun asal stek akar yang telah berumur +
1 tahun atau mempunyai ketinggian batang 1 m. Sebagai perkiraaan, benih yang
mempunyai ketinggian 1 m dapat dijadikan sebagai bahan stek sekitar 8-10 stek
dengan ukuran 10 cm/stek, dengan perkiraaan tersebut dengan mudah menghitung
berapa benih yang akan dihasilkan dan mudah menyesuaikan ketersediaan benih
yang dijadikan pohon induk.
Lakukan penceluhan bahan stek batang dengan air kelapa muda dan juga campuran
bawang merah dan air dengan
perbandingan 1 : 2 yang telah diblender, dimaksudkan untuk meningkatkan
tumbuhnya perakaran stek. Kemudian stek ditanam pada polibag yang telah diisi
media tumbuh dan lakukan penyungkupan yang rapat agar suhu dan kelembaban tetap
terjaga, tempat penyungkupan harus dibawah naungan paranet 70% atau atap daun
kelapa yang rapat. Sungkup mulai dibuka secara bertahap setelah 2 bulan, jika
pertumbuhan benih sudah kuat maka sungkup sudah bisa dibuka semuanya. Langkah
selanjutnya melakukan pemupukan untuk meningkatkan pertumbuhan stek, tunggu
benih/stek mempunyai ketinggian batang minimal 30 cm atau berumur 6 bulan maka
benih siap ditanam.
Pedoman Budidaya
Bibit sukun yang .telah mencapai tinggi kurang lebih 70 cm ( stek akar) atau 30 cm
(stek batang) dapat ditanam di kebun. Ukuran lubang tanam 40 cm x 40 cm x 30 cm. Setiap
lubang diberi 10kg pupuk kandang yang telah matang. Sebaiknya bibit muda dilindungi dulu
dengan daun kelapa atau daun lainnya untuk mencegah sengatan sinar matahari dan diberi
air yang cukup bila musim kemarau.
Pemeliharaan
Pemangkasan cabang jarang
dilakukan. Namun, bila pembentukan percabangan belum bagus maka batang utamanya
sebaiknya dipangkas agar bertunas banyak. Pupuk buatan berupa NPK (15:15:15)
diberikan tiga bulan sekali sebanyak 25-1000 g per pohon per tahun sesuai
dengan umur tanaman. Setelah tanaman berbuah, pemupukan cukup diberikan 1-2
kali pertahun sebelum berbunga dan sesudah panen raya.
Hama dan Penyakit
Hama yang biasa menyerang tanaman
sukun adalah penggerek batang (Xyleberus sp.) dan lalat buah (Dacus sp.).
Lubang gerekan pada batang disumbat rapat dengan aspal atau batangnya disiram
dengan larutan insektisida sistemik dapat mengatasi serangan. Hama penggerek
ini dapat mematikan pohon. Oleh karena itu, bila ada serangan harus cepat
diberantas. Penyakit yang biasa mengancam tanaman sukun adalah mati pucuk
(Fusarium sp.), busuk buah lunak (Phytophthora palmivora), dan busuk tangkai
buah (Rhizopus sp.). Namun, penyakit ini belum merupakan ancaman serius.
Panen dan Pasca Panen
Tanaman mulai berbuah pada umur
3-4 tahun. Tanaman sukun dapat berbuah sepanjang tahun. Musim panen terbesar
biasanya pada bulan Januari-Maret. Buah dapat dipanen setelah tua benar. Buah
sukun dipanen setelah tua benar. Tandanya, tonjolan kulit buah mulai merata dan
buah berwarna kekuningan kusam. Buah sukun yang dibungkus sejak petil
menunjukkan warna kekuningan bersih dan menarik. Buah dipotong pada tangkainya
dengan galah yang ujungnya diberi pisau. Getah yang keluar dari tangkai buah
dapat dihentikan dengan mencelupkan buah ke dalam air. Buah tidak boleh jatuh
ke tanah agar tidak memar. Bagian buah yang memar menjadi pangkal serangan
busuk buah yang berakibat buah terasa pahit.


Daftar pustaka

http://www.doktergaul.com/tentang/makalah-daun-sukun.html
http://www.iptek.net.id
http://www.doktergaul.com/tentang/morfologi-daun-sukun.html
https://www.google.co.id/#q=golongan+senyawa+kimia+yang+terdapat+pada+daun+sukun
+
https://www.google.co.id/#q=daun+sukun+klasifikasi
http://johnfiterirawan.com/nama-ilmiah-kandungan-kimia-dan-efek-farmakologis-sukun