Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah
keberadaan atmosfer, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk
hidup Atmosfer terdiri dari lapisan yang berbeda yang tersusun secara berlapis satu diatas
yang lainnya. Ilmuwan menyatakan bahwa atmosfer terdiri dari tujuh lapisan. Oleh karena itu
mengingat pentingnya pengetahuan mengenai atmosfer maka Kami menyusun makalah
sesuai tugas yang di berikan yaitu dengan judul LAPISAN ATMOSFER.

1.2. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini masalah yang akan diangkat adalah:
1.2.1 Apa pengertian atmosfer?
1.2.2 bagaimana struktur atmosfer ?
1.2.3 Bagaimana komposisi Lapisan atmosfer?
1.2.4. Apa Fungsi lapisan Atmosfer?
1.2.5 Sifat-sifat atmosfer?
1.2.6 Bagaimana itu Siklus karbon?



1.3. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar kita mengetahui :
1.3.1 Menjelaskas Pengertian atmosfer.
1.3.2 Mendeskripsikan Komposisi Lapisan atmosfer.
1.3.3 Menjelaskan Fungsi Lapisan Atmosfer.






2


BAB II
PEMBAHASAN
LAPISAN ATMOSFER
2.1 Pengertian Atmosfer
Atmosfer berasal dari dua kata Yunani yaitu atmos berarti uap dan sphira berarti
bulatan, berarti atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti bulatan bumi. Atmosfer bumi
mempunyai ketebalan sekitar 1000 km yang dibagi menjadi lapisan-lapisan berdasarkan
profil temperatur, komposisi atmosfer, sifat radioelektrik dan lain-lain. Karena sebaran panas
tidak sama di dalam atmosfer, maka terjadi gejala-gejala cuaca yaitu dari angin lemah sampai
sangat kencang di dalam badai atau siklon, dari cuaca cerah, cuaca berawan sampai hujan
deras. Keberadaan atmosfer mencegah kerusakan bumi yang bisa disebabkan oleh meteor.
Petunjuk terpenting adalah atap yang terpelihara merupakan medan magnet yang
melingkupi bumi. Lapisan teratas atmosfer ini merupakan medan magnet yang disebut sabuk
Van Hellen. Daerah ini dibentuk oleh sifat-sifat inti bumi. Inti bumi mengandung unsur-
unsur magnetik yang kuat seperti bisi dan nikel. Yang lebih penting, inti bumi terdiri atas dua
struktur yang berbeda, inti dalam berbentuk padat dan inti luar benbentuk cair. Lapisan luar
mengapung diatas lapisan dalam, menciptakan efek magnetik pada logam-logam berat, yang
membentuk medan magnet. Atmosfer menyerap sebagian besar sinar X dan sinar ultraviolet
yang dipancarkan matahari. Tanpa penyerapan ini, dimuka bumi tidak akan ada kehidupan.
Atmosfer yang menyelimuti bimi hanya dapat dilalui oleh sinar yang tidak berbahaya,
gelombang radio dan cahaya tampak.
2.2 Struktur Atmosfer
2.2.1 Troposfer
Lapisan troposfer merupakan lapisan udara yang paling dekat dengan permukaan bumi.
Ketebalan lapisan ini mencapai 18 kilometer di daerah equator dan 8 kilometer di daerah
kutub. Sebagian besar massa atmosfer (80%) berada pada lapisan troposfer. Pada lapisan ini,
setiap kenaikan tempat 100 meter menyebabkan suhu udara akan turun 0,6 C. Hal ini dapat
dibuktikan ketika kita pergi ke daerah pegunungan, suhu udara terasa dingin. Suhu udara di
lapisan teratas troposfer mencapai -60 C. Sedangkan suhu udara rata-rata di permukaan air
laut untuk daerah tropis sekitar 27 C .
Pada lapisan troposfer terjadi fenomena dan gejala cuaca seperti angin, awan, hujan,
halilintar, pelangi, dan sebagainya. Oleh karena itu, lapisan troposfer mempunyai peranan
3

yang penting bagi kehidupan. Di atas lapisan troposfer terdapat lapisan antara yang disebut
tropopause .
2.2.2 Tropopause
Tropopause adalah lapisan udara yang terdapat di antara troposfer dan stratosfer. Udara pada
troposfer bagian atas sangat dingin dengan demikian lebih berat dibandingkan dengan udara
yang berada di atas tropopause, sehingga udara pada troposfer tidak dapat menembus
tropopause. Ketinggian tropopause lebih besar di ekuator daripada di daerah kutub.
Tropopause terletak pada ketinggian 18 kilometer dengan suhu -80 C di ekuator, sedangkan
di kutub tropopause hanya mencapai ketinggian 6 kilometer dengan suhu -40 C .

2.2.3 Stratosfer
Lapisan stratosfer terletak di atas tropopause sampai pada ketinggian 50 kilometer. Pada
stratosfer terdapat 2 lapisan udara yang sifatnya berbeda, yakni lapisan isothermal, yaitu
lapisan udara pada ketinggian 11-22 kilometer yang suhunya seragam ( -60 C) dan lapisan
inversi, yaitu lapisan yang terletak pada ketinggian 20-50 kilometer di atas permukaan bumi.
Suhu udara pada lapisan ini semakin ke atas semakin meningkat, namun pada ketinggian 50
kilometer suhu udara mencapai -5 C. Terjadinya peningkatan disertai penurunan suhu udara
disebabkan oleh adanya kandungan gas ozon (O
3
). Di atas lapisan stratosfer terdapat lapisan
stratopause yang menjadi pembatas antara stratosfer dengan mesosfer .
2.2.4 Stratopause
Stratopause adalah bagian atmosfer yang berada di antara dua lapisan, yakni stratosfer dan
mesosfer. Stratopause adalah bagian dari atmosfer ketika suhu di stratosfer mencapai titik
tertingginya. Stratopause tidak hanya berada di bumi, namun juga di planet lain yang
memiliki atmosfer. Stratopause terletak 50-55 kilometer di atas permukaan bumi dengan
tekanan atmosfer sekitar 1/1000 tekanan di permukaan laut .

2.2.5 Mesosfer
Lapisan mesosfer terletak pada ketinggian 50-85 kilometer di atas permukaan bumi. Suhu
udara pada lapisan ini semakin ke atas semakin rendah. Setiap naik 1.000 meter suhu udara
akan turun 2,5-3 C dan pada ketinggian 85 kilometer suhu udara mencapai -90 C. Di atas
mesosfer terdapat lapisan mesopause yang membatasi dengan lapisan di atasnya (thermosfer).

2.2.6 Mesopause
Mesopause adalah lapisan batas antara mesosfer dan thermosfer yang memiliki temperatur
minimum. Mesopause adalah tempat terdingin di bumi dengan suhu serendah -100 C karena
kurangnya pemanasan dan pendinginan radiasi matahari yang sangat kuat dari
4

karbondioksida. Mesopause memiliki ketinggian sekitar 85-100 kilometer dari permukaan
bumi .

2.2.7 Thermosfer
Lapisan thermosfer terdapat pada ketinggian 85-500 kilometer di atas permukaan bumi.
Lapisan ini sering disebut lapisan panas (hot layer). Suhu udara di bagian paling atas dari
lapisan ini dapat mencapai > 1.000 C. Lapisan bawah dari thermosfer (85-375 kilometer)
disebut lapisan ionosfer. Lapisan ionosfer berfungsi untuk penyebaran gelombang radio.
Lapisan ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan, yakni lapisan ozon yang terletak antara 80-150
kilometer dengan rata-rata 100 kilometer diatas permukaan laut. Lapisan ini merupakan
tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan pula dengan lapisan ozon
yang mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suhu udara pada lapisan ini berkisar
antara -70 C sampai +50C. Lapisan kedua adalah lapisan udara F yang terletak antara 150-
400 kilometer. Lapisan ini dinamakan pula dengan lapisan udara appleton. Lapisan ketiga
adalah lapisan udara atom dimana materi-materi berada dalam bentuk atom. Letak lapisan ini
antara 400-500 kilometer di atas permukaan laut. Lapisan udara ini menerima panas langsung
dari matahari, dan suhunya dapat mencapai 1200 C .
2.3 Komposisi lapisan Atmosfer
Komposisi udara bersih sangat berfariasi di setiap daerah di permukaan bumi Rata-rata
persentase ( per volume) Gas dalam udara bersih dan kering yaitu Nitrogen sebanyak 78%,
Oksigen sebanyak 20,8%, Argon sebanyak 0,9% dan Gas lainnya sebanyak 0,3%.
komposisi gas lainnya sebanyak 0,3% ini terdiri dari gas permanen dan Gas yang tidak
permanen.Gas permanen ialah gas yang gas yang selalu di temukan di setiap kondisi dan
ketinggian yaitu helium,neon,kriypton,xenon,hydrogen dan metana, sedangkan gas yang
tidak permanen keberadaan nya sangat dipengaruhi oleh kondisi dan ketinggian yaitu
Karbondioksida,ozon,amoniak dan uap air.

Komposisi Atmosfer Bumi tersusun oleh beberapa gas sebagai berikut :
- Nitrogen ( N
2
) = 78,08 %
- Oksigen ( O
2
) = 20,95 %
- Argon ( Ar ) = 0,93 %
- Karbondioksida ( CO
2
) = 0,037 %
- Neon ( Ne ) = 0,0018 %
- Helium ( He ) = 0,0005 %
5

- Ozon ( O
3
) = 0,000004 %
- Hidrogen ( H ) = 0,00006 %
- Klorofluorokarbon ( CFC ) = 0,00000002 %
- Xenon ( Xe ) = 0,000009 %
- Metana ( CH
4
) = 0,00017
Lapisan atmosfer adalah merupakan campuran dari gas yang tidak tampak dan tidak
berwarna. Empat gas, nitrogen, oksigen, argon dan karbondioksida meliputi hampir seratus
persen dari volume udara kering, Gas lain yang stabil adalah neon, helium, metana, kripton,
hidrogen, xenon dan yang kurang stabil termasuk ozon dan radon juga terdapat di atmosfer
dalam jumlah yang sangat kecil.

Empat buah gas dari volume udara kering :
Macam gas volume% massa%
Nitrogen(N
2
) 78,088 75,527
Oksigen (O
2
) 20,949 23,143
Argon (Ar) 0,930 1,282
Karbondioksida 0,030 0,045
jumlah 99,997 99,997

2.4 Fungsi Lapisan Atmosfer
Atmosfer berperan sangat penting bagi kehidupan.Atmosfer melindungi Bumi sari benda-
benda Angkasa dan Radiasi Sinar Ultraviolet.
Atmosfer Menyebabkan Terjadinya Gejala Alam Antara lain Awan,hujan dan Angin yang
bermanfaat bagi kehidupan di Bumi.
berikut ini fungsi atmosfer antara lain :
Mengurangi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dan
hilangnya panas yang berlebihan pada malam hari. Peran Atmosfer dalam mengurangi radiasi
matahari sangat penting. Apabila tidak ada Lapisan Atmosfer dan bila 100% radiasi matahari
diterima oleh permukaan bumi, maka suhu permukaan bumi akan sangat tinggi dan
dikhawatirkan tidak ada organisme yang mampu bertaham hidup, termasuk manusia.
Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi. Dalam mendistribusikan air
antar wilayah di permukaan bumi, peran atmosfer ini terlihat dalam siklus hidrologi. Tanpa
6

adanya atmosfer yang mampu menampung uap air, maka seluruh air di permukaan bumi
hanya akan mengumpul pada tempat yang paling rendah. Sungai-sungai akan kering, seluruh
air tanah akan merembes ke laut, sehingga air hanya akan mengumpul di samudera dan laut
saja. Pendistribusian air oleh atmosfer ini memberikan peluang bagi semua mahluk hidup
untuk tumbuh dan berkembang di seluruh permukaan bumi.
Menyediakan okisgen dan karbon dioksida. Selain itu, atmosfer dapat menyediakan
oksigen bagi mahluk hidup. Kebutuhan tumbuhan akan CO2 juga dapat diperoleh dari
atmosfer.
Sebagai penahan Meteor yang akan jatuh ke bumi


2.5 JUMLAH DEBU DI ATMOSFER MENINGKAT

-Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah debu di atmosfer memang telah berlipat
ganda dibanding abad lalu.
-Tak hanya membuat rumah dan segala isinya kotor, kenaikan jumlah debu yang dramatis itu
juga mempengaruhi iklim dan ekologi diseluruh dunia. Debu ini bukan hanya sesuatu yang
biasa kitabersihkan dari permukaan meja, tapi juga partikel
halus yangmengambang di udara di lapisan atmosfer bumi dan berasal darigurun-
gurun di Afrika Selatan serta Timur Tengah.
-Studi yang dipimpin oleh Natalie Mahowald, pakar ilmu kebumiandan atmosfer di Cornell
University, tersebut menggunakanpemodelan komputer dan data yang tersedia untuk
memperkirakanjumlah debu gurun, atau partikel tanah, di atmosfer sepanjang abad ke-20.
Studi yang dipresentasikan dalam pertemuan American Geophysical Union di San
Francisco, Desember 2010, tersebut adalah penelitian pertama
yang melacak fluktuasi partikel aerosol alami (bukan yang diakibatkan kegiatan manusia)
di seluruh duniaselama satu abad.
-Untuk mengukur fluktuasi dalam debu gurun selama seabad, para
ilmuwan mengumpulkan data dari pengeboran inti es, sedimen danau, dan terumbu karang,
yang masing-masing menyimpan informasi tentang konsentrasi debu gurun di kawasan
itu pada masa lampau. Data setiap sampel itu kemudian dihubungkan dengan daerahasal
debu. Dari informasi tersebut, para ilmuwan menghitung tingkatpengendapan debu selama
itu.
-Dengan mengaplikasikan komponen sistem pemodelan komputeryang disebut
sebagai Community Climate System Model, timMahowald merekonstruksi pengaruh debu
7

gurun terhadaptemperatur, kuantitas (jumlah) air yang jatuh kembali ke bumi,endapan zat
besi laut, dan penangkapan karbon terrestrial selamasatu abad.
-Di antara hasil yang mereka peroleh, para ilmuwan menemukan bahwa perubahan
temperatur dan presipitasi regional menyebabkanpenurunan penangkapan karbon terrestrial
global sebesar 6 parts per million (ppm) selama abad ke-20. Simulasi itu
juga memperlihatkanbahwa debu yang mengendap di
laut meningkatkan penangkapankarbon dari atmosfer sekitar 6 persen, atau 4 ppm,
selama periode yang sama.
-Berbeda dengan mayoritas riset lain tentang dampak partikel aerosol terhadap iklim yang
hanya difokuskan pada aerosol anthropogenic, yang dilepaskan kegiatan
manusia lewat pembakaran, kata Mahowald, studinya juga menitikberatkan peran
penting aerosol alami. Kini kami mempunyai sejumlah informasi tentang bagaimanadebu
gurun berfluktuasi, katanya. Hal itu benar-benar membawadampak besar untuk
memahami sensitivitas iklim, dan kami sangat membutuhkan lebih banyak data dari berabad-
abad lalu. (Zakir, A., 2008)

2.6 Sifat sifat Atmosfer
Lapisan atmosfer sebagai lapisan pelindung bumi memiliki beberapa sifat, yaitu tidak
memiliki warna, tidak berbau, dan tidak memiliki wujud, serta hanya bisa dirasakan oleh
indera perasa manusia dalam bentuk angin. Atmosfer memiliki berat sehingga dapat
menyebabkan tekanan. Atmosfer memiliki sifat elastis dan dinamis, sehingga dapat
mengembang dan mengerut hingga dapat bergerak dan berpindah .

2.7 Siklus karbon
Karbon adalah bahan dasar penyusun semua senyawa organik. Pergerakannya melalui suatu
ekosistem berbarengan dengan pergerakan energi, melebihi zat kimia lain; karbohidrat
dihasilkan selama fotosintesis, dan CO
2
dibebaskan bersama energi selama respirasi. Dalam
siklus karbon, proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler menyediakan suatu
hubungan antara lingkungan atmosfer dan lingkungan terestrial. Tumbuhan mendapatkan
karbon, dalam bentuk CO
2
dari atmosfer melalui stomata daunnya dan menggabungkannya
ke dalam bahan organik biomassanya sendiri melalui proses fotosintesis. Sejumlah bahan
organik tersebut kemudian menjadi sumber karbon bagi konsumen. Respirasi oleh semua
organisme mengembalikan CO
2
ke atmosfer.
8

Meskipun CO
2
terdapat di atmosfer dengan konsentrasi yang relatif rendah (sekitar 0,03%),
karbon bersiklus ulang dengan laju yang relatif cepat, karena tumbuhan mempunyai
kebutuhan yang tinggi akan gas ini. Setiap tahun, tumbuhan mengeluarkan sekitar sepertujuh
dari keseluruhan CO
2
yang terdapat di atmosfer, diseimbangkan melalui proses respirasi.
Sejumlah karbon bisa dipindahkan dari siklus tersebut dalam waktu yang lebih lama.
Perombakan metabolik oleh detritivora akhirnya mendaur ulang karbon ke atmosfer sebagai
CO
2
.
Jumlah CO
2
dalam atmosfer sedikit bervariasi tergantung musim. Konsentrasi CO
2
paling
rendah terjadi selama musim panas di belahan bumi utara dan paling tinggi selama musim
dingin. Naik turunnya konsentrasi CO
2
secara musiman ini terjadi karena terdapat lebih
banyak daratan di belahan bumi utara dibandingkan dengan di belahan bumi selatan,
sehingga juga terdapat lebih banyak vegetasi. Vegetasi tersebut mempunyai aktivitas
fotosintesis maksimum selama musim panas,sehingga mengurangi jumlah CO
2
global di
atmosfer. Selama musim dingin, tumbuhan melepaskan lebih banyak CO
2
melalui respirasi
untuk fotosintesis, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan global gas CO
2
tersebut.
Siklus karbon dalam lingkungan akuatik melalui interaksi CO
2
dengan air dan batu
kapur. Karbon dioksida yang terlarut bereaksi dengan air membentuk asam karbonat
(H
2
CO
3
). Asam karbonat selanjutnya bereaksi dengan batu kapur (CaCO
3
) yang sangat
berlimpah pada kebanyakan perairan, termasuk lautan, untuk membentuk ion bikarbonat dan
karbonat .
Ketika CO
2
digunakan dalam fotosintesis di lingkungan akuatik dan laut, bikarbonat
berubah menjadi CO
2
. Bikarbonat akan berfungsi sebagai reservoir CO
2
. Autotrof akuatik
bisa juga menggunakan bikarbonat terlarut secara langsung sebagai sumber karbon. Secara
keseluruhan, jumlah karbon yang terdapat dalam berbagai bentuk anorganik di lautan, tidak
termasuk sedimen, adalah sekitar 50 kali yang tersedia di atmosfer. Karena reaksi anorganik
CO
2
ini di dalam air, dan juga pengambilannya oleh fitoplankton laut, lautan bisa berfungsi
sebagai suatu penyangga (buffer) penting yang dapat menyerap sejumlah CO
2
yang
ditambahkan ke atmosfer dengan cara pembakaran bahan bakar fosil .









9


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah
keberadaan atmosfer, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk
hidup Atmosfer terdiri dari lapisan yang berbeda yang tersusun secara berlapis satu diatas
yang lainnya.
Salah satu fungsi atmosfer adalah melindungi bumi dari bahaya radiasi sinar kosmik,
radiasi sinar matahari, dan bahaya tumbukan meteor

3.2 Kritik dan saran
Saya sadar bahwa makalah yang saya buat ini masih memiliki kekurangan dan
kesalahan, maka saran saya bagi yang telah membaca makalah saya ini, saya mengharapkan
kritik dan saran bagi teman-teman dan Bapak/Ibu guru yang membacanya.
Atas perhatian dan saran dari teman-teman saya mengucakan banyak terima kasih












10


DAFTAR PUSTAKA


Bayong Tjasyono. 2007. Metereologi Indonesia 1 Karakteristik dan Sirkulasi Atmosfer.
Badan Meteorologi da Geofisika. Jakarta.
Danang endarto, 2009, geografi 1, Grahadi
Jasin Maskoeri, ,2009,Ilmu Alamiah Dasar,PT Raja Grafindo Persada
Wikipedia, 2012, Atmosfer, Wikipedia
Zakir, A., 2008, Modul Praktis Analisa dan Prakiraan Cuaca, Pusat Pendidikan dan Latihan
Meteorologi dan Geofisika, Jakarta

http://blog.ub.ac.id/anatasia/2013/06/23/makalah-atmosfer/
http://endrymesuji.blogspot.com/2012/05/makalah-atmosfer.html