Anda di halaman 1dari 4

ARSITEKTUR PASCA MODERN

PENGERTIAN:
Merupakan filsafat, pola berpikir, pokok berpikir, dasar berpikir, ide, gagasan, dan teori.
Dapat berarti sehabis modern, setelah modern, atau sebagai kelanjutan modern (modern masih
berlangsung terus, tetapi dengan melakukan penyesuaian/adaptasi dengan perkembangan dan
pembaruan yang terjadi di masa kini)
Sebagai langgam, di dalam Arsitektur Pasca-Modern terdapat beberapa langgam:
- Post-Modern (Purna-Modern)
- Neo-Modern (Late-Modern)
- Dekonstruksi


Arsitektur Post-Modern

Latar Belakang
Di era arsitektur modern terdapat 2 kelompok yang berseberangan.
Kritik Jane Jacobs tentang untuk siapa arsitektur itu (dia mengkritik apartemen tempat tinggalnya
karena tidak ada fasilitas yang ia perlukan/untuk bermain anak-anak).
Pameran yang berjudul Architecture without Architect, yang dilakukan oleh Benard Rudofsky.
Kesadaran berarsitektur dan berlingkungan.
Kebosanan terhadap arsitektur modern.
Transformasi yang terjadi pada Philip Johnson.
Dirobohkannya apartemen (perumahan) Pruitt Igue di St. Luis, rancangan Minoru Yamasaki (karena
tingginy tingkat kriminalitas, padahal sebelumnya mendapat America Award).
Kecenderungan manusia menoleh ke belakang.

Pengertian
Post-Modern berusaha merombak konsep modern yang memutus hubungan dengan masa seni dan
arsitektur.
Diperkenalkan oleh Charles Jencks dalam sebuah seminar di TH Eindhoven Belanda 1970. Disusul
dengan terbitnya buku yang berjudul Languange of Post-modern Architecture.
Bukan suatu gejala yang menggantikan Arsitektur Modern, melainkan hanya merupakan
perkembangan mutahir dari Arsitektur modern.
Yang berbeda adalah pendekatannya yang specific, local.
Merupakan gerakan yang merindukan jati diri yang muncul dari karakter local.
Tidak sekedar tempelan, tidak perduli dengan material yang dipasang, tidak menolak kontras, asal
ada kesinambungan visual.
Percampuran antara tradisional dengaan non-tradisional, perpaduan antara lama dan baru.
Sehingga mempunyai style yang hybrid (pepaduan dua unsur) dan double coding.
Memadukan antara Elitisme (golongan elot/minoritas) dengan Populisme (masyarakat umum),
dimana kebutuhan keduanya harus dipenuhi.
Bukanlah gerakan revolusioner yang ingin lepas dan membuang nilai-nilai modernism.
Tidak memakai semboyan Form Follows Function.
Mendefinisikan arsitektur sebagai sebuah bahasa, oleh karena itu arsitektur tidak mewadahi
melainkan mengkomunikasikan.
Yang dikomunikasikan adalah identitas regional, identitas cultural, atau identitas historical. Hal-hal
yang ada di masa silam itu dikomunikasikan, sehingga orang bisa mengetahui bahwa arsitektur itu
hadir sebagai bagian dari perjalanan sejarah kemanusiaan.


Langgam dalam Arsitektur Post-Modern:
1. Historicism
2. Straight Revivalism
3. Neo-Vernacularism
4. Contextual
5. Metaphor and Metaphysics
6. Post-Modern Space

1. Historicism
- Merupakan oposisi dari aliran fungsionalisme, bukan hanya sekedar sebuah bangunan dengan
fungsi statis belaka tapi sebuah karya yang dekoratif dan ekspresif dari masa lalu yang belum tentu
kalah dengan arsitektur modern.
- Bersikeras menampilkan proporsi dan komponen-komponen bangunan seperti lonic, Doric, dan
Corinthian yang jelas mengindikasikan berasal dari Arsitektur Klasik.
- Menggunakan ornament dan bentuk-bentuk lama (rumit) sebagai bentuk kerinduan akan masa lalu.
- Masih menggunakan konsep, dan detail arsitektur klasik secara utuh.
- Unsur sejarah dalam perancangan diterapkan pada komposisi, bentuk, bahan, dan warna yang
kontras dengan yang baru tetapi masih dalam komposisi yang harmonis.
- Menggubah bangunan dengan titik tolak elemen klasik.
- Tokoh yang memakai aliran ini yaitu: Norman Neuerburg, Aero Saarinen, Phillip Johnson, Robert
Venturi, Kisho Kurokawa, Kyonori Kikutake.
Contoh:
Getty Museum (1970-1975) di Malibu California, rancangan Dr. Norman Neuerburg.
Pengulangan kolom Corinthian dan Dorik, Pilaster Romawi, dan portico beratap yang diambil dari
Arsitektur Klasik Italia.


2. Straight Revivalism
- Berusaha mengembalikan kembali ingatan masa lalu (kebangkitan kembali masa lalu) dengan
mengeksploitasi sejarah untuk menimbulkan efek-efek yang lebih menarik sehingga membangun cita
rasa keindahan baru.
- Kebangkitan kembali langgam neo-klasik ke dalam bangunan yang bersifat monumental dengan
irama komposisi yang berulang dan simetris.
- Aliran yang sulit menghilangkan langgam yang sudah ada di masyarakat sejak lama seperti
Renaissance, Gothic, Islamic.
- Mengambil bentuk-bentuk Arsitektur Klasik untuk ornament pada sebuah bangunan tapi dengan
sedikit perubahan.
- Ketika berkembangnya aliran ini ternyata di masyarakat sudah dikenal banyak sekali macam
langgam (misalnya Renaissance, Gothic, Roman, Islamic, dan lain sebagainya) dan bahkan boleh
dikata sudah sangat mendarah daging, sehingga penganut-penganut aliran ini merasa kesulitan untuk
menghilangkan pemakaian langgam-langgam tersebut. Maka dari itu produk-produk yang terlahir
memiliki tingkat elektisisme yang tinggi.
Contoh:
Kantor pusat perusahaan telekomunikasi AT & T di New York, Rancangan Philip Johnson (1980-
1983). Merupakan monument pertama arsitektur post-modern. Bentuk simetris yang diperkuat oleh
pintu dan jendela masuk utama pada sumbu tengah melengkung di bagian atas. Bagian atas pada
puncak gedung dibuat semacam gable wall atau fronton yang dominan, membangkitkan memori
terhadap Arsitektur Klasik. Bentuk lingkaran yang tidak fungsional menggambarkan oposisi terhadap
konsep fungsionalis.

3. Neo Vernacular
- Vernacular artinya bahasa setempat; dalam arsitektur istilah ini untuk menyebut bentuk-bentuk yang
menerapkan unsur-unsur budaya, lingkungan termasuk iklim setempat yang diungkapkan dalam
bentuk fisik arsitektural.
- Neo-Vernacular adalah arsitektur yang mengambil bentuk-bentuk arsitektur masa kini dengan
mengaplikasikan budaya setempat. Atau dapat dikatakan sebagai menghidupkan kembali suasana
atau elemen tradisional dengan membuat bentuk dan pola-pola bangunan local.
Contoh:
Hotel Fragrant Hill (1979-1982), 30 km barat laut Peking. Karya leoh Ming Pei arsitek Amerika
kelahiran Cina.
Tetap menggunakan unsur-unsur lokal spt: tumbuhan (bambu), batu-batu penghias taman, kolam
yang merupakan cirri taman Cina. Mempertahankan sebuah dinding kuno yang yang sudah ada
sebelumnya sebagai symbol penghubung antara yang baru dgn yang lama.

4. Adhoc Kontekstual Urbanis
- Adhoc merupakan keasikan menambahkan berbagai komponen baru pada suatu rancangan .
- Kontekstual artinya situasi yang tidak memungkinkan sebuah obyek ada di satu tempat tanpa
mengindahkan obyek-obyek yang sudah ada di tempat itu lebih dahulu.
- Persoalan yang berkaitan dengan Adhoc dan Kontekstual terjadi di perkotaan.
- Arsitektur yang kontekstual tidak berdiri sendiri dan berteriak lihatlah aku! tetapi hadir simpatik dan
selaras dengan tetangganya, lingkungannya.
- Di dalam menciptakan lingkungan yang selaras dan simpatik dapat dilakukan dengan:
- Penyisipan (membuat bangunan baru di antara dua bangunan yang sudah ada).
- Membuat bangunan baru di sebelah bangunan lama.
- Membuat dua bangunan Baru di sebelah kiri dan kanan bangunan lama.
Contoh:
Rumah tinggal Rancangan Bruce Goff (1957) di Norman, Okahoma.
Sebagian besar karakteristik tapak masih tetap dipertahankan. Antara bangunan dan lingkungan
saling bertautan. Bahan-bahan alami seperti batu dan karang dieksposed pada tampilan bangunan.

5. Methapor dan Metafisik
- Methapor merupakan suatu kiasan atau analogi suatu benda dalam hal ini bangunan, dimana suatu
bangunan dianalogikan menyerupai benda-benda baik itu berupa bentuk-bentuk visual seperti alam,
manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan atau benda-benda visual lainnya.
- Methapor juga dapat berupa suatu yang non-visual seperti gagasan atau ide. Semua bentuk-bentuk
tersebut merupakan bentuk-bentuk yang fungsional yang diambil sebagai tanda atau symbol tertentu.
Contoh:
Sydney Opera House (1956-1973), Sydney, Australia.
Karya John Utzon, Metaphor: kura-kura.
- Metafisik merupakan hal-hal diluar akal sehat yang dapat memberikan spirit (bersifat niskala) yang
dilatarbelakangi oleh budaya setempat.
Contoh:
Alam terdiri dari layer-layer seperti sapta petala, triloka. Tidak semua layer dapat dibuka atau
diaktifkan oleh manusia. Batasan di dalam berarsitektur tidak hanya terletak pada layer yang kasat
mata seperti Perda dan kaidah berarsitektur pada umumnya maupun teknologi. Ada tempat-tempat
dimana tidak boleh berarsitektur, walaupun secara teknologi, Perda tidak ada masalah.
Bagaimana mewujudkan karya yang mempunyai spirit, berjiwa atau metaksu.

6. Post-Modern Space
- Arsitektur modern seringkali mengekspose space sebagai subjek utamanya dimana space
merupakan bagian dari sebuah bentuk. Berusaha mengekspresikan kebudayaan.
- Zoning ambigu bersifat irasional dan transformasional dalam hubungan antar bagian ataupun
keseluruhannya. Batas-batas dari space seringkali tidak jelas dan seolah-olah memiliki luas yang tak
terbatas.
- Memperlihatkan pembentukan ruang dengan mengkomposisikan komponen bangunan itu sendiri.
Bentuknya mempunyai karakteristik abstrak namun masih bersifat rasional dan logis.
Contoh:
Taman tradisional Cina, dimana batas-batas antar taman dibatasioleh sebuah gerbang yang
memiliki bentuk lingkaran yang hanya memiliki fungsi filosofis dan simbolis dimana bentuk lingkaran
menyimbolkan bulan sebagai penyucian diri, dan juga sebagai symbol keberuntungan, selain itu
gerbang tersebut juga memiliki fungsi sebagai tujuan akhir (goal) dari jalur pedestrian di dalamnya.
Piazza dItalia rancangan Charles Moore (1975-1980) di New Orleans AS.
- Menggambarkan alam dan budaya Italia
- Memasukkan elemen arsitektur modern dan Klasik.