Anda di halaman 1dari 11

Gambaran Tingkat Pengetahuan Guru SMP Negeri 1 Medan terhadap Bantuan Hidup

Dasar Tahun 2012


Descriptions of Level of Knowledge in Teachers at SMP Negeri 1 Medan about Basic
Life Support in 2012.
Duas Jourgie S.
1
,

Erjan Fikri
2



1
Mahasiswa Fakultas Kedokteran USU angkatan 2009
2
Staf Pengajar Departemen Bedah Fakultas Kedokteran USU
















Running Title: Pengetahuan terhadap Bantuan Hidup Dasar
Halaman abstrak
ABSTRAK
Seiring dengan perkiraan peningkatan kejadian trauma di dunia dan pentingnya
tindakan bantuan hidup dasar pada pasien trauma, maka setiap orang seharusnya terlatih
dalam pemberian pertolongan pertama atau Bantuan Hidup Dasar. Termasuk orang tua
di dalam lingkungan sekolah, guru SMP Negeri 1 Medan diharapkan mampu
melindungi siswa/i dan masyarakat secara umum. Penelitian ini bertujuan mengetahui
gambaran pengetahuan guru SMP Negeri 1 Medan terhadap Bantuan Hidup Dasar pada
tahun 2012.
Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional
study. Penelitian dilakukan pada guru SMP Negeri 1 Medan. Pengambilan sampel pada
penelitian ini dilakukan dengan cara consecutive sampling dengan besar sampel
sebanyak 75 responden, dimana data diambil dengan menggunakan instrumen kuesioner
yang terdiri dari 20 pertanyaan.
Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan sebanyak 57 responden (76%) dari
75 responden memiliki pengetahuan sedang, dengan responden laki-laki sebanyak 33
responden dan perempuan sebanyak 42 responden.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan pengetahuan guru SMP Negeri 1
Medan tentang Bantuan Hidup Dasar tergolong ke dalam tingkat pengetahuan sedang.
Pengetahuan guru SMP Negeri 1 Medan mengenai pengertian bantuan hidup dasar
adalah baik dan pengetahuan mengenai tujuan bantuan hidup dasar adalah baik. Pada
penelitian ini juga dapat dilihat bahwa pengetahuan guru SMP Negei 1 Medan
mengenai urutan pelaksanaan bantuan hidup dasar adalah sedang dan pengetahuan
mengenai indikasi melakukan bantuan hidup dasar adalah baik.
Kata kunci: Pengetahuan, Bantuan hidup dasar, guru












ABSTRACT
Along with increasing of trauma incidence estimation in the world and the
importance of basic life support to trauma patients, hence the significance of every
people in their preparation of basic life support or first aid. Including parents in school
environment and teachers at SMP Negeri 1 Medan are hoped to be able to protect
students and the community. This studys aim is to describe the knowledge of teachers
at SMP Negeri 1 Medan about Basic Life Support on 2012.
The study is a desciptive study using cross-sectional method. This study is
conducted to teachers at SMP Negeri 1 Medan and selected with consecutive sampling
with 75 observations, where the observations received questionnaire that contains 20
questions.
The result of this study shows 56 from 75 observations have medium knowledge
(76%), with 33 male respondents and 42 female respondents.
The conclusion from this study shows knowledge of teachers from SMP Negeri 1
Medan about Basic Life Support is categorized in medium knowledge. The knowledge
about definition and aims of Basic Life Support are classified good. This study also
shows the knowledge about sequence of Basic Life Support is medium and indications
of Basic Life Support is good in teachers at SMP Negeri 1 Medan.
Keywords: Knowledge, Basic Life Support, Teachers

















PENDAHULUAN
Bantuan hidup dasar (BHD) adalah fondasi untuk menyelamatkan nyawa setelah
cardiac arrest. Aspek dasar dalam bantuan hidup dasar termasuk dalam pengenalan
cepat gejala cardiac arrest dan aktifasi sistem tanggap darurat, resusitasi
kardiopulmonary (CPR) dan defibrilisasi secara cepat dengan defibrillator eksternal
automatis (AED). Pengenalan awal dan respon juga dianggap sebagai bagian dari BHD
(Berg et al, 2010). Tujuan bantuan hidup dasar ialah untuk oksigenasi darurat secara
efektif pada organ vital seperti otak dan jantung melalui ventilasi buatan dan sirkulasi
buatan sampai paru dan jantung dapat menyediakan oksigen dengan kekuatan sendiri
secara normal (Latief, 2009).
Cardiac arrest terhitung sekitar 11% dari setiap kematian per tahun di Jerman
dan dianggap sebagai resiko yang serius terhadap populasi. Pasien yang mendapatkan
resusitasi kardiopulmonary (CPR) memiliki kelangsungan hidup dua sampai tiga kali
lebih tinggi daripada yang tidak mendapatkan CPR (8,2% vs 2,5%) (Meissner et al,
2012).
Cedera merupakan salah satu penyebab kematian. Pada tahun 1990 3,2 juta
kematian dan 312 juta orang mengalami cedera di seluruh dunia. Pada tahun 2000
kematian akan mencapai 3,8 juta dan pada tahun 2020 diperkirakan cedera/trauma akan
menyebabkan penyebab kematian ketiga atau kedua untuk semua kelompok umur
(IKABI, 2004).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat
pengetahuan guru Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Medan terhadap pengertian,
tujuan, urutan (algoritma), dan indikasi Bantuan Hidup Dasar.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini berjenis deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan
tujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan guru Sekolah Menengah Pertama
Negeri 1 Medan. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan pada bulan September
2012.
Populasi adalah sejumlah besar subjek yang mempunyai karekteristik tertentu
Pada penelitian ini populasinya adalah guru Sekolah Menengah Pertama Negeri 1
Medan. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu hingga
dianggap dapat mewakili populasinya. Pengambilan sampel pada penelitian ini
dilakukan dengan cara consecutive sampling dimana setiap sampel yang ada dan
memenuhi syarat kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah sampel
yang diperlukan tercapai.
Jenis data yang dikumpulkan dari penelitian ini berupa data primer, yaitu data
yang langsung diambil dari responden penelitian yang memenuhi kriteria inklusi yang
berada di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Medan. Responden penelitian diberikan
kuesioner sebagai alat ukur penelitian untuk diisi.
Pengolahan dan analisa data dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain
pertama, mengecek nama dan kelengkapan identitas responden serta memastikan bahwa
semua jawaban telah terisi sesuai petunjuk; kedua, memberi kode atau angka tertentu
pada kuesioner untuk mempermudah saat mengadakan tabulasi dan analisa; ketiga,
memasukkan data dari kuesioner ke dalam program komputer ; keempat, mengecek
kembali data yang telah dimasukkan untuk mengetahui ada kesalahan atau tidak.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa dari keseluruhan 75 responden, didapati
responden terbanyak ialah perempuan dengan total sebanyak 42 orang (56%)
dibandingkan dengan laki-laki dengan total sebanyak 33 orang (44%).
Tabel 2 menunjukkan 60 orang (80%) responden menjawab dengan benar
mengenai pengertian Bantuan Hidup Dasar, 55 orang (73.3%) responden menjawab
dengan benar mengenai tujuan, 61 orang (81.3%) menjawab dengan benar mengenai
algoritma dan 69 orang (92%) menjawab dengan benar mengenai indikasi dilakukannya
Bantuan Hidup Dasar. Tabel 3 menunjukkan gambaran pengetahuan diklasifikasikan
menjadi tiga kategori yaitu baik, sedang dan kurang. Dari hasil penelitian diperoleh
kelompok tertinggi memiliki gambaran pengetahuan sedang, yaitu sebanyak 57 orang
(76%) dan kelompok responden terendah dengan kategori pengetahuan kurang
sebanyak 1 orang (1.3%).
Dari hasil penelitian Chandrasekaran dkk pada tahun 2010 di india yang
dilakukan dengan media kuesioner menunjukkkan bahwa 31% kalangan medis,
mahasiswa keperawatan, mahasiswa kedokteran gigi dan mahasiswa kedokteran tidak
mengetahui singkatan BLS yang merupakan Basic life support. Dimana 51% gagal
melakukan usaha penyelamatan sebagai langkah awal dalam bantuan hidup dasar, dan
74% tidak mengetahui lokasi yang tepat untuk kompresi dada pada tindakan bantuan
hidup dasar.
Dari hasil penelitian Felayati (2011) mengenai pengetahuan tentang Bantuan
Hidup Dasar didapatkan pengetahuan mahasiswa FKM USU sedang sebanyak 56.3 %
dari total responden. Hal ini sesuai dengan hasil yang didapatkan pada penelitian ini.
Responden pada penelitian ini adalah guru SMP Negeri 1 Medan yang dimana
jarang dilakukan penyuluhan mengenai Bantuan Hidup Dasar. Hal ini mengakibatkan
responden memiliki pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar dengan kategori sedang.





















KESIMPULAN
1. Pengetahuan guru SMP Negeri 1 Medan mengenai Bantuan Hidup Dasar tergolong
kedalam tingkat pengetahuan sedang.
2. Guru SMP Negeri 1 Medan memiliki pengetahuan baik mengenai Bantuan Hidup
Dasar.
3. Untuk tujuan Bantuan Hidup Dasar, guru SMP Negeri 1 Medan memiliki
pengetahuan baik.
4. Pengetahuan guru SMP Negeri 1 Medan mengenai urutan pelaksanaan Bantuan
Hidup Dasar adalah sedang.

SARAN
1. Dinas Pendidikan agar lebih sering melakukan penyuluhan mengenai Bantuan Hidup
Dasar dengan harapan terjadinya peningkatan pengetahuan dari guru SMP Negeri,
mengingat Bantuan Hidup Dasar merupakan tindakan darurat yang dapat dilakukan
oleh siapa saja khususnya bidang kesehatan.
2. Guru SMP Negeri 1 Medan agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang Bantuan
Hidup Dasar yang diperoleh dari seminar atau buku-buku tentang Bantuan Hidup
Dasar.





DAFTAR PUSTAKA
Latief, Said A., Kartini A. Suryani, M. Rusman D. 2009. Petunjuk Praktis
Anastesiologi. Edisi Dua. Jakarta: Bagian Anastesiologi dan Terapi Intensif FK
UI.
Messner, T. M., Kloppe, C. & Hanefeld, C., 2012. Resuscitation and Emergency
Medicine. Basic life support skills of high school students, p. 1.
Komisi Trauma Ikatan Ahli Bedah Indonesia. 2004. Advanced Trauma Life Support for
Doctors. Edisi Tujuh. Jakarta: Komisi Trauma IKABI.
Chandrasekaran, et al. 2010. Awareness of basic life support among medical, dental,
nursing students and doctors.
Available: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20661349
Felayati, D. 2011. Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Angkatan 2008 tentang Bantuan Hidup Dasar di Universitas Sumatera Utara.
Available from: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31633/7














Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah (n) %
Laki-laki 33 44
Perempuan 42 56
Total 75 100
Tabel 1 terletak pada bagian Hasil dan Pembahasan pada halaman 6.
Tabel 2. Distribusi Frekuensi dan Persentasi Pengetahuan Responden Tiap Pertanyaan
Pengetahuan Mengenai Bantuan Hidup Dasar
Pertanyaan Pengetahuan Mengenai Bantuan Hidup Dasar
No. Item Pertanyaan Pengetahuan
Benar Salah
n % n %
1.
2.
3.

4.
5.
6.
7.
8.

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

16.
Pengertian Bantuan Hidup Dasar
Tujuan Bantuan Hidup Dasar
Siapa yang dapat melakukan Bantuan Hidup
Dasar
Indikasi Bantuan Hidup Dasar
Rangkaian Bantuan Hidup Dasar
Pengertian ABC
Penanganan awal korban tidak sadar
Penanganan selanjutnya jika korban masih
tidak sadar
Cara membebaskan jalan nafas
Cara menilai kelancaran jalan nafas
Pemberian bantuan nafas
Cara menilai denyut jantung
Lokasi titik tumpu pijat jantung
Tempat melakukan pijat jantung
Perbandingan pijat jantung dengan bantuan
nafas
Frekuensi pijat jantung
60
55
69

69
35
61
44
25

58
66
40
31
55
39
34

11
80
73.3
92

92
46.7
81.3
58.7
33.3

77.3
88
53.3
41.3
73.3
52
45.3

14.7
15
20
6

6
40
14
31
50

17
9
35
44
20
36
41

64
20
26.7
8

8
53.3
18.7
41.3
66.7

22.7
12
46.7
58.7
26.7
48
54.7

85.3
17.
18.
19.
20.

Kedalaman tekanan pijat jantung
Posisi pemulihan
Kapan tindakan pijat jantung dihentikan
Mengetahui Bantuan Hidup Dasar dapat
dilakukan dimana saja tanpa peralatan
29
26
72
60
38.7
34.7
96
80
46
49
3
15

61.3
65.3
4
20
Tabel 2 terletak pada bagian Hasil dan Pembahasan pada halaman 6.

Tabel 3. Distribusi Pengetahuan Responden Mengenai Bantuan Hidup Dasar
Tingkat
Pengetahuan
Jumlah (n)

% Jumlah (n)

%
Kurang 0 0% 1 2.4%
Sedang 25 75.8% 32 76.2%
Baik 8 24.2% 9 21.4%
Total 33 100% 42 100%
Tabel 3 terletak pada bagian Hasil dan Pembahasan pada halaman 6.