Anda di halaman 1dari 16

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pertumbuhan dan Perkembangan
Proses tumbuh kembang merupakan hasil interaksi faktor
genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik/keturunan adalah faktor
yang berhubungan dengan gen yang berasal dari ayah dan ibu, sedangkan
faktor lingkungan meliputi lingkungan biologis, fisik, psikologis, dan
sosioekonomi.
Pertumbuhan dan perkembangan mengalami peningkatan yang pesat
pada usia dini, khususnya pada dua tahun pertma. Masa ini sering juga
disebut sebagai fase Golden Age. Golden age merupakan masa yang
sangat penting untuk memerhatikan tumbuh kembang anak secara
cermat agar sedini mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan.
elain itu, penanganan kelainan yang sesuai pada masa golden age
dapat meminimalisir kelainan pertumbuhan dan perkembangan anak
sehingga kelaianan yang bersifat permanen dapat dicegah.
2.1.1. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan
Menurut !oyle "#$$%&, pertumbuhan atau physical growth adalah
peningkatan dalam ukuran tubuh yaitu tinggi badan, berat badan dan juga
bertambah besarnya ukuran organ kecuali jaringan limfa yang akan
mengecil ketika usia anak bertambah. !orland Medical !ictionary "#$$'&
menyatakan bah(a pertumbuhan adalah proses normal dari pembesaran
ukuran organisme yang disebabkan oleh accretion "pertumbuhan& jaringan
tubuh. edangkan )arendra "#$$#& dalam !oyle "#$$%& mendefinisikan
pertumbuhan sebagai bertambahnya ukuran fisik "anatomi& dan struktur
tubuh baik sebagian atau seluruhnya karena ada multiplikasi atau bertambah
banyaknya sel*sel tubuh dan juga karena bertambah besarnya sel sehingga
pertumbuhan adalah sesuatu yang bersifat kuantitatif atau dapat diukur
dengan satuan panjang dan satuan berat.
)arendra "#$$#& menyatakan bah(a perkembangan adalah
bertambahnya kemampuan dan struktur/fungsi tubuh yang lebih kompleks
dalam pola yang teratur dan dapat diperkirakan sebagai hasil dari proses
diferensiasi sel, jaringan tubuh, dan organ*organ. Perkembangan adalah
sesuatu yang bersifat kualitatif dan dapat diukur melalui beberapa indikator
yang spesifik seperti gerakan motorik kasar, gerakan motorik halus,
perkembangan bahasa, kecerdasan, psikososial, penglihatan, pendengaran,
dan kognitif. Proses perkembangan terjadi dalam kecepatan yang berbeda
antara satu anak dengan yang lainnya, mungkin saja ada anak yang sudah
dapat berbicara lebih cepat dibandingkan anak lainnya namun belum dapat
berjalan atau lambat dalam perkembangan motoriknya "!oyle, #$$%&.
2.1.2. TahapTahap Pertumbuhan
Menurut Moersinto(arti "#$$#& tahap*tahap pertumbuhan, antara lain+
a. Masa prenatal atau masa intrauterin "masa janin dalam kandungan&.
Masa ini dibagi menjadi # periode, antara lain+
,& Masa embrio ialah sejak konsepsi sampai umur kehamilan -
minggu.
#& Masa fetus ialah sejak umur % minggu sampai kelahiran.
- Masa fetus dini, sejak usia % minggu sampai dengan trimester
kedua kehidupan intra uterin, terjadi percepatan pertumbuhan,
pembentukan jasad manusia sempurna dan alat tubuh telah
berbentuk dan mulai berfungsi.
- Masa fetus lanjut, pada ttrimester akhir pertumbuhan
berlangsung pesat dan adanya perkembangan fungsi*fungsi.
Pada masa ini terjadi transfer imunoglobulin G ".gG& dari darah
ibu melalui plasenta.
b. Masa postnatal atau masa setelah lahir. Masa ini terdiri dari lima
periode, antara lain+
,& Masa neonatal "$*#- hari&
/erjadinya adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan
sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ*organ tubuh
lainnya.
#& Masa bayi, dibagi menjadi #+
- Masa bayi dini ",*,# bulan&, pertumbuhan yang sangat pesat
dan proses pematangan berlangsung secara kontinyu terutama
meningkatnya fungsi sistem saraf.
- Masa bayi akhir ",*# tahun&, kecepatan pertumbuhan mulai
menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik
dan fungsi ekskresi.
0& Masa prasekolah "#*1 tahun&
Pada saat ini pertumbuhan berlangsung dengan stabil, terjadi
perkembangan dengan aktifitas jasmani yang bertambah dan
meningkatnya keterampilan dan proses berpikir.
'& Masa sekolah atau masa pubertas "(anita+ 1*,$ tahun, laki*laki+ -*
,# tahun&
Pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan masa prasekolah,
keterampilan dan intelektual makin berkembang, senang bermain
berkelompok dengan jenis kelamin yang sama.
2& Masa adolesensi "masa remaja&, "(anita+ ,$*,- tahun, laki*laki+
,#*#$ tahun&
Anak (anita # tahun lebih cepat memasuki masa adolesensi
dibandingkan anak laki*laki. Masa ini merupakan masa transisi
dari periode anak ke de(asa. Pada masa ini terjadi percepatan
pertumbuhan berat dan tinggi badan yang sangat pesat yang
disebut Adolescent Growth Spurt. Pada masa ini juga terjadi
pertumbuhan dan perkembangan pesat dari alat kelamin dan
timbulnya tanda*tanda kelamin sekunder.
2.1.!. "akt#r"akt#r $ang %emengaruhi Pertumbuhan
upariasa "#$$,& mengatakan pertumbuhan dipengaruhi oleh dua
faktor utama yaitu faktor internal seperti biologis, termasuk genetik, dan
faktor eksternal seperti status gi3i.
,. Faktor .nternal "Genetik&
Faktor internal "genetik& antara lain berbagai faktor ba(aan yang
normal dan patologis4 jenis kelamin, ras atau suku bangsa, umur, genetik,
dan kelainan kromosom. Apabila potensi genetik dapat berinteraksi baik
dengan lingkungan, maka pertumbuhan optimal akan tercapai "upariasa,
#$$,&.
#. Faktor 5ksternal
6ang termasuk dalam faktor lingkungan dalam hal ini adalah
lingkungan bio*fisik dan psiko*sosial yang memengaruhi indi7idu setiap
hari dan sangat berperan dalam menentukan tercapainya potensial
ba(aan. Menurut oetjiningsih ",%%2& dalam upariasa "#$$,& secara
garis besar lingkungan dibagi menjadi lingkungan pra natal dan
lingkungan post natal.
a. 8ingkungan Pra*)atal.
8ingkungan pra natal adalah terjadi pada saat ibu sedang
hamil, yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin mulai dari
masa konsepsi sampai lahir seperti gi3i ibu pada saat hamil
menyebabkan bayi yang akan dilahirkan menjadi 998: "9erat
9adan 8ahir :endah& dan lahir mati serta jarang menyebabkan cacat
ba(aan. elain dari pada itu kekurangan gi3i dapat menyebabkan
hambatan pertumbuhan pada janin dan bayi lahir dengan daya tahan
tubuh yang rendah sehingga mudah terkena infeksi, dan selanjutnya
akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan tinggi badan.
elain itu faktor lingkungan pada masa pra natal lainnya yang
berpengaruh adalah mekanis yaitu trauma dan cairan ketuban yang
kurang dapat menyebabkan kelainan ba(aan pada bayi yang akan
dilahirkan. Faktor toksin atau 3at kimia yang disengaja atau tanpa
sengaja dikonsumsi ibu melalui obat*obatan atau makanan yang
terkontaminasi dapat menyebabkan kecacatan, kematian atau bayi
lahir dengan berat lahir rendah.
Faktor hormon yaitu hormon endokrin yang juga berperan
pada pertumbuhan janin adalah somatotropin "gro(th hormon&, yang
disebut juga hormon pertumbuhan. ;ormon ini berperan mengatur
pertumbuhan somatic terutama pertumbuhan kerangka. Pertambahan
tinggi badan sangat dipengaruhi oleh hormon ini. Gro(th hormon
merangsang terbentuknya somatomedin yang kemudian berefek pada
tulang ra(an, dan akti7itasnya meningkat pada malam hari pada saat
tidur, sesudah makan, sesudah latihan fisik, perubahan kadar gula
darah dan sebagainya.
;al lainnya yang dapat memengaruhi kehidupan pada masa
pra natal adalah stress ibu saat hamil, infeksi, immunitas yang
rendah dan anoksia embrio atau menurunnya jumlah oksigen janin
melalui gangguan plasenta juga dapat menyebabkan kurang gi3i dan
berat badan bayi lahir rendah "998:&.
b. 8ingkungan Post*)atal
- Gi3i "masukan makanan kualitatif dan kuantitatif& /ermasuk
dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein,
karbohidrat, lemak, mineral dan 7itamin.
- Penyakit "penyakit kronis dan kelainan kongenital& 9eberapa
penyakit kronis seperti glomerulonefritis kronik, tuberkulosis
paru dan penyakit seliak dapat mengakibatkan retardasi
pertumbuhan jasmani. ;al yang sama juga dapat terjadi pada
penderita kelainan jantung ba(aan.
- 8ingkungan, antara lain keadaan sosial*ekonomi, penga(asan
medis, perbaikan sanitasi, pendidikan, faktor psikologi dan lain*
lain. ;al ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan
anak.
Pertumbuhan dan Status S#sia& 'k#n#mi
9eberapa hal yang juga sebagai penyebab timbulnya masalah gi3i
yang memengaruhi pertumbuhan seseorang adalah faktor sosial ekonomi
yang meliputi+ pendidikan orang tua, pekerjaan dan pendapatan, teknologi,
budaya dan lain*lain. <eterbatasan sosial ekonomi ini juga berpengaruh
langsung terhadap pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan akan
makanan, berpengaruh pada praktek pemberian makanan pada bayi
berpengaruh pula pada praktek pemeliharaan kesehatan dan sanitasi
lingkungan yang akhirnya mempengaruhi daya beli dan asupan makanan
untuk memenuhi kebutuhan akan pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh
serta pencegahan terhadap penyakit infeksi yang kesemuanya berakibat
pada gangguan pertumbuhan "Aritonang, ,%%'&.
Penelitian di .ndia elatan, bah(a pola pembelanjaan makanan pada
masyarakat yang miskin dan kaya tercermin dari kebiasaan pengeluaran
mereka. Masyarakat miskin akan menghabiskan -$= uangnya untuk
membeli makanan dan apabila ada peningkatan pendapatan maka makanan
yang akan dipilih adalah yang kaya akan protein. edangkan di negara*
negara maju hanya '2 = uangnya dibelanjakan untuk makanan dan uang
yang berlebih biasanya susunan hidangan menjadi lebih baik.
!engan demikian tingkat pendapatan menentukan pola makan dan apa
yang akan dibeli baik kualitas maupun kuantitasnya. >adi jelas bah(a ada
hubungan yang erat antara pendapatan dan gi3i yang didorong oleh
pengaruh yang menguntungkan dari pendapatan yang meningkat bagi
perbaikan kesehatan dan masalah*masalah kesehatan yang berkaitan dengan
gi3i keluarga "9erg dan ayogo, ,%-1&.
Matrolell et al."cit /haha,#$$$&, melaporkan hasil studi longitudinal
terhadap ,$$$ anak diba(ah usia ? tahun di ;onduras dan menemukan
adanya korelasi yang positif antara ukuran antropometri 3*score tinggi
badan, 3*score berat badan, area otot lengan atas dan lingkar lengan atas
"88A& dengan indikator sosial ekonomi keluarga. Makin tinggi skor sosial
ekonomi, maka makin baik ukuran antropometri tersebut. Analisa lebih
lanjut menyimpulkan bah(a populasi yang tingkat sosial ekonominya
rendah dan gambaran keadaan lingkungan lebih jelas menerangkan adanya
perbedaan ukuran antropometri dalam populasi tersebut dibanding faktor
genetik.
Matrorell et al."cit. >alal dan oekirman, ,%%$&, membandingkan
peran faktor genetik dengan sosial ekonomi keluarga terhadap rata*rata
kenaikan tinggi badan pada anak laki*laki usia ? tahun dari berbagai bangsa
dengan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda, ternyata bah(a anak*
anak yang berasal dari keluarga kaya pertumbuhannya berkisar pada
presentil ke 2$ referensi international "@;A*)B;&.
)amun jika dibedakan pola pertumbuhan anak*anak pada keluarga
kaya dan miskin dari bangsa yang sama terlihat ada perbedaan. Perbedaan
tinggi badan anak dari keluarga kaya kerana faktor genetik berkisar # C 0
cm, sedangkan perbedaan yang disebabkan karena faktor sosial ekonomi
adalah sekitar ,$ C ,# cm.

2.1.(. Parameter Pertumbuhan Ba$i
Parameter untuk mengukur kemajuan pertumbuhan biasanya yang
dipergunakan adalah berat badan dan panjang badan, yang pada penelitian
ini difokuskan pada 7ariable berat badan.
9erat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan
paling sering digunakan pada bayi baru lahir "neonatus&. Pada masa bayi*
balita, berat badan dapat digunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik
maupun status gi3i. 9erat badan juga penting sebagai dasar perhitungan
dosis obat dan makanan. Penentuan berat badan dilakukan dengan cara
menimbang "upariasa, #$$#&.
9ayi yang cukup bulan, berat badan (aktu lahir akan kembali pada
hari ke*,$. Pertambahan berat badan bayi selama 0 bulan pertama sekitar
#$$ g/minggu, pada 0 bulan kedua ,2$ g/minggu dan pada tahun kedua '#
g/minggu "acharin, ,%%1&.
<enaikan berat badan anak pada tahun pertama kehidupan, bila anak
mendapat gi3i yang baik adalah berkisar sekitar antara+
,& ?$$*,$$$ g/bulan pada tri(ulan .
#& 2$$*1$$ g/bulan pada tri(ulan ..
0& 02$*'2$ g/bulan pada tri(ulan ...
'& #2$*02$ g/bulan pada tri(ulan .D
!apat pula digunakan rumus yang dikutip dari 9ehrman, ,%%# untuk
memperkirakan berat badan anak adalah+
/abel #.,. Perkiraan 9erat 9adan dalam <ilogram
Emur 9erat 9adan
8ahir
0*,# bulan
,*1 tahun
0.#2 kg
Emur "bulan& F % dibagi #
Emur "tahun& G # F -
umber+ oetjiningsih, ,%%2
Gambar #.,. <ur7a pencapaian berat badan untuk anak laki*laki dan perempuan
"Bameron, #$,#&
Gambar #.#. <ur7a kecepatan pertumbuhan berat badan untuk anak laki*laki dan
perempuan "Bameron, #$,#&
Pada masa bayi*balita, berat badan digunakan untuk mengetahui
pertumbuhan fisik dan status gi3i. tatus gi3i erat kaitannya dengan
pertumbuhan, sehingga untuk mengetahui pertumbuhan bayi, status gi3i
diperhatikan.
!i .ndonesia, baku rujukan yang digunakan sebagai pembanding
penilaian satus gi3i dan pertumbuhan perorangan maupun masyarakat
adalah baku rujukan @;A*National Center for Health Statistics (NCHS).
9aku rujukan @;A*)B; ini membedakan antara laki*laki dan
perempuan, agar diperoleh perbedaan yang lebih mendasar. Pembagiannya
dikategorikan menjadi gi3i baik, kurang, buruk, dan lebih "oekirman,
#$$$&.
/abel #.#. Pembagian status Gi3i berdasarkan 9erat 9adan
<ategori Ambang 9atas
Gi3i 9aik
Gi3i <urang
Gi3i 9uruk
Gi3i 8ebih
F# ! H skorIJ K *# !
*# ! H korIJ K *0!
korIJ L *0 !
korI J K F# !

2.2. Standar )a*u Pertumbuhan +,-
Peninjauan akan efektifitas dari penggunaan dan interpretasi data
antropometrik terus dilakukan oleh World Health Organization "@;A&.
;asil tinjauan @;A pada tahun ,%%0 menyimpulkan bah(a interpretasi
status pertumbuhan yang menggunakan National Center for Health
Statistics ")B;)*@;A yang telah digunakan sejak akhir tahun ,%?$*an,
tidak cukup untuk me(akili pertumbuhan anak usia dini. Aleh karena itu,
dibutuhkan kur7a pertumbuhan yang baru. Majelis kesehatan dunia
kemudian mengesahkan rekomendasi ini pada tahun ,%%'. !ilanjutkan
dengan diadakan @;A !ulticenter Growth "eference Study "MG:&
antara tahun ,%%? dan #$$0, tujuannya untuk mengembangkan standar
pertumbuhan internasional untuk anak*anak di ba(ah usia 2 tahun. ;asil
obser7asi menunjukkan bah(a status pertumbuhan dipengaruhi nilai
panjang atau tinggi badan, berat badan, dan usia. ;asil ini dirilis oleh @;A
pada April, #$$1. !iikuti hasil obser7asi pada tahun berikutnya, yaitu nilai
pelengkap untuk interpretasi status pertumbuhan adalah lingkar kepala dan
lengan, serta lipatan kulit trisep dan supskapular "@;A Multicentre Gro(th
:eference tudy Group, #$$1a4 #$$?&.
Pada peninjauan berikutnya diputuskan untuk mengembangkan
standar laju/kecepatan untuk 7ariabel antropometri berikut+ berat badan
"pengukuran yang paling umum digunakan dan yang paling responsif
terhadap inter7ensi jangka pendek&, lingkar kepala "pengukuran yang paling
banyak digunakan berikutnya untuk tindakan klinis&, dan panjang/tinggi
badan "berguna dalam identifikasi dini gangguan pertumbuhan, khususnya
pada dua tahun pertama kehidupan&.
Pada tahun #$$%, nilai baru standar laju pertumbuhan resmi
dikeluarkan oleh @;A.
2.2.1. +,- Child Growth Velocity Standards. 2//0
@;A !ulticenter Growth "eference Study "MG:& yang
dilaksanakan antara tahun ,%%? dan #$$0 menggunakan data primer dan
informasi berkaitan dari -''$ bayi dan anak muda sehat yang disusui,
berasal dari berbagai macam etnis dan latar belakang budaya "de Anis et al.,
#$$'a&. tandar dibuat menggunakan pendekatan preskriptif berdasarkan
kriteria yang jelas, metode pengumpulan data yang ketat, dan prosedur data
manajemen yang baik "de Anis et al., #$$'b4 9orghi et al., #$$1&. Anak*anak
diukur saat lahir4 pada minggu ,, #, ', dan 14 setiap bulan saat usia #*,# bulan4 dan
setiap dua bulan pada tahun kedua.
8ain halnya dengan teknik penilaian status pertumbuhan sebelumnya
yang harus dilakukan follow#up dengan mengunakan standar baru yang
dibuat @;A tentang laju pertumbuhan memungkinkan penelitian status
pertumbuhan menggunakan pendekatan longitudinal. elain itu, beberapa
peneliti setuju bah(a laju pertumbuhan merupakan ukuran kuantitatif yang
lebih baik daripada nilai*nilai antropometri "berat, panjang, dan lingkar
kepala& dibandingkan dengan umur untuk menentukan status pertumbuhan.
"/anner, ,%2#4 :oche and ;imes, ,%-$4 9aumgartner et al., ,%-14 Guo et
al., ,%%,&.
Ada beberapa perbedaan pokok antara laju/kecepatan pertumbuhan
dan ukuran pertumbuhan 7ariabel "99, P9//9, 8<& yang memengaruhi
bagaimana standar kenaikan berat badan seharusnya digunakan dan
diinterpretasikan. Perbedaan utama adalah kurangnya korelasi antar nilai
kenaikan berat badan. !alam standar @;A #$$%, probabilitas kenaikan
bulan*, atau bulan*# secara berurutan yang jatuh diba(ah persentil 2 adalah
sebesar $,0=. >ika persentil ,2 yang dipilih, probabilitas ini meningkat
hanya sampai #= dan ,,-=. Emumnya anak*anak yang sedang tumbuh
mempunyai z#score yang sangat tinggi pada bulan pertama dan sangat
rendah pada bulan berikutnya. !engan demikian, sebuah nilai tunggal yang
rendah tidaklah informatif. )amun, nilai z#score yang sangat rendah,
(alaupun baru diobser7asi satu kali, seharusnya menimbulkan pertanyaan
apakah ada morbiditas yang mendasari dalam penilaian klinis anak secara
holistik "@;A, #$$%&.
alah satu yang menjadi pertimbangan penting mengenai penyajian
standar adalah apakah persentil disajikan dalam bentuk kur7a atau tabulasi.
<ur7a pertumbuhan digunakan untuk menginterpretasikan pola
pertumbuhan indi7idu, tetapi kur7a tidak dapat menilai kecepatan
pertumbuhan. Maka nilai akan ditabulasikan. Entuk berat, maka perlu untuk
menyatukan delta di inter7al untuk masing*masing jenis kelamin "12$ g
untuk anak laki*laki dan -$$ g untuk anak perempuan&. <ompleksitas dalam
menerapkan laju pertumbuhan direkomendasikan menggunakan skala
perubahan 3*skor.
8aju pertumbuhan diakui sebagai ukuran kuantitatif yang lebih efektif
untuk menentukan status pertumbuhan "/anner, ,%2#4 :oche and ;imes,
,%-$4 9aumgartner et al., ,%-14 Guo et al., ,%%,&. !alam penelitian
didapatkan bah(a faktor patogenetik memengaruhi laju pertumbuhan secara
langsung "/anner, ,%2#&. ;al ini menjelaskan bah(a laju pertumbuhan
dapat menjadi identifikasi dini untuk masalah pertumbuhan.
Amerika erikat telah menggunakan perhitungan laju pertumbuhan
sejak tahun ,%2,. !alam jurnal yang berjudul Co$parison of the World
Health Organization Growth %elocity Standards with &'isting (S "eference
)ata "Mercedes de Anis dkk, #$,,& menyimpulkan bah(a terdapat
perbedaan yang cukup signifikan antara standar laju pertumbuhan @;A
#$$% dengan standar laju pertumbuhan A, disebut dengan weight and
length gain Guo et al2. Perbedaan standar dikarenakan berbedanya kenaikan
dan penyebaran distribusi penelitian. etelah dilakukan e7aluasi dari kedua
standar tersebut, dinyatakan bah(a standar laju pertumbuhan @;A
merupakan standar yang lebih baik untuk menaksir laju pertumbuhan dan
membantu untuk membuat keputusan klinis "Pediatrics #$,,4,#-+e,-Ce#1&.
)a*u Pertumbuhan Berat Badan
8aju pertumbuhan untuk berat badan oleh @;A dibagi dalan # jenis
output. Autput pertama fokus pada kenaikan berat badan sesuai usia. Masuk
ke dalam inter7al bulan*, untuk anak usia $*,# bulan, inter7al bulan*#
sampai bulan*1 untuk anak usia $*#' bulan. edangkan output kedua
menyajikan presentil empiris dari kenaikan anak usia $*1$ hari dalam
inter7al minggu*, dan minggu*# yang bertepatan dengan jad(al pengukuran
dalam MG:+ $*? hari, ?*,' hari, ,'*#- hari, #-*'# hari, dan '#*1$ hari.
!ata*data ini disajikan sebagai kenaikan bersih "net incere$ent) "gram& dan
laju/kecepatan setiap indeks periode "gram/hari&.
Ada beberapa perbedaan pokok antara laju/kecepatan pertumbuhan
dan ukuran pertumbuhan 7ariabel "99, P9//9, 8<& yang memengaruhi
bagaimana standar kenaikan berat badan seharusnya digunakan dan
diinterpretasikan. Perbedaan utama adalah kurangnya korelasi antar nilai
kenaikan berat badan. !alam standar @;A #$$%, probabilitas kenaikan
bulan*, atau bulan*# secara berurutan yang jatuh diba(ah persentil 2 adalah
sebesar $,0=. >ika persentil ,2 yang dipilih, probabilitas ini meningkat
hanya sampai #= dan ,,-=. Emumnya anak*anak yang sedang tumbuh
mempunyai z#score yang sangat tinggi pada bulan pertama dan sangat
rendah pada bulan berikutnya. !engan demikian, sebuah nilai tunggal yang
rendah tidaklah informatif. )amun, nilai z#score yang sangat rendah,
(alaupun baru diobser7asi satu kali, seharusnya menimbulkan pertanyaan
apakah ada morbiditas yang medasari dalam penilaian klinis anak secara
holistik "@;A, #$$%&.
2.!. Kerangka Te#ri
9agan #., <erangka /eori
<eterangan+
1bold) * diteliti
+ tidak diteliti
"akt#r 'ksterna&
Prenatal
Postnatal+
* Gi3i
* Penyakit kronis
* )ingkungan+ sosioekonomi,
penga(asan medis, perbaikan
sanitasi, pendidikan,
psikologi, dll
Faktor .nternal
>enis kelamin
:as/suku bangsa
Emur
Potensi genetic
<elainan kromosom
Pertumbuhan
Perkembangan
Standar )a*u Pertumbuhan
+,-
Status Pertumbuhan