Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Metabolisme dapat diartikan sebagai interkonversi bahan-bahan kimia dalam tubuh,


jalur-jalur yang dilalui molekul-molekul tertentu, interrelasi dan mekanisme yang meregulasi
aliran metabolit yang melalui jalur tersebut 3 kategori jalur metabolik:

1. jalur anabolik:
- sintesis komponen-komponen yang lebih besar dan kompleks dari prekursor prekursornya.
ex: sintesis protein dari asam amino
- bersifat endotermik

2. jalur katabolik:
- penghancuran molekul-molekul besar, umumnya melibatkan reaksi oksidatif
- bersifat eksotermik, menghasilkan ekuivalen pereduksi dan ATP (terutama melalui rantai
respirasi)

3. jalur amfibolik:
- penghubung antara jalur anabolik dan katabolik, ex: siklus asam sitrat

Metabolisme normal meliputi adaptasi terhadap keadaan lapar/starvation, exercise,
kehamilan dan laktasi
Metabolisme abnormal dapat diakibatkan oleh defisiensi nutrisi, defisiensi enzim, sekresi
hormon abnormal, obat-obatan dan toksin.

Kebutuhan manusia dewasa (BB 70 kg) 2400 2900 kcal/hr.didapatkan dari 40 60
% KH, 30 40 % lemak (terutama triacylglycerol) dan 10 15 % protein; kombinasinya
tergantung keadaan kenyang/puasa dan intensitas kerja fisik Kebutuhan akan bahan bakar
metabolik relatif konstan sepanjang hari; akitivitas fisik hanya menaikkan kecepatan
metabolik 40 50 % dari BMR

Asupan bahan bakar metabolik didapatkan dari 2 3x mkn/hr; terdapat simpanan KH
(glikogen dalam liver dan otot) dan lemak (triacylglycerol dalam jaringan adiposa) yang
digunakan pada jeda waktu dimana tidak terdapat asupan makanan.

Jika asupan selalu besar dari pada pemakaian energi, kelebihannya sebagian besar
disimpan dalam bentuk triacylglycerol akibatnya dapat mengarah pada obesitas dan masalah
kesehatan. Jika asupan selalu lebih kecil pemakaian energi,terdapat sedikit sekali simpanan
KH dan lemak, asam amino lebih banyak digunakan untuk metabolisme pembentukan energi
dari pada untuk sintesis protein akibatnya mengarah pada kekurusan dan akhirnya kematian.

Dalam keadaan kenyang, terdapat banyak asupan KH dan bahan bakar metabolik bagi
sebagian besar jaringan adalah glukosa.

Dalam keadaan puasa, glukosa harus disimpan untuk aktivitas SSP dan RBC.Jaringan
lain yang dapat menggunakan bahan bakar selain glukosa mengoksidasi asam lemak: liver
mensintesa badan keton dari asam lemak untuk dikirim ke otot dan jaringan lain. Selama
simpanan glikogen berkurang, asam amino digunakan untuk glukoneogenesis

Formasi dan penggunaan simpanan triacylglycerol dan glikogen, serta oksidasi glukosa
sebagian besar dikontrol oleh hormon insulin dan glukagon.Pada diabetes melitus terdapat
kelainan sintesis dan sekresi insulin (juvenile onset; DM tipe 1) atau kelainan sensitivitas
jaringan terhadap kerja insulin (adult onset; DM tipe 2)


JALUR2 PROSES PRODUK UTAMA PENCERNAAN

KH, lipid dan protein dicerna menjadi glukosa,asam lemak, gliserol dan asam amino
kemudian
dimetabolisme menjadi produk umum acetyl-CoA dioksidasi oleh citric acid cycle


METABOLISME KARBOHIDRAT

Glukosa merupakan bahan bakar utama bagi hampir seluruh jaringan
Glukosa (glikolisis) piruvat :
a. aerob: acetyl-CoA citric acid cycle oksidasi menghasilkan CO2 dan H2O;
fosforilasi oksidatif membentuk ATP
b. anaerob: laktat Glukosa juga mengalami proses lain:
1. sintesis simpanan glikogen polimer pada otot skelet dan liver
2. pentose phosphate pathway (bagian alternatif jalur glikolisis); merupakan sumber NADPH
untuk sintesis asam lemak dan sumber ribose untuk sintesis nukleotida dan asam nukleat
3. triose phosphate; memisahkan bagian gliserol dari triacylglycerol
4. piruvat dan sebagian dari citric acid cycle menyediakan kerangka karbon untuk sintesis
asam amino; acetyl-CoA merupakan prekursor dari asam lemak dan kolesterol
Glukoneogenesis merupakan proses pembentukan glukosa dari prekursor non KH, ex: laktat,
asam amino, gliserol


METABOLISME LIPID

Sumber asam lemak rantai panjang: asupan lemak makanan atau sintesis de novo dari acetyl-
CoA (berasal dari KH atau asam amino).Asam lemak dapat mengalami:
- -oksidasi: teroksidasi menjadi acetyl-CoA
- esterifikasi dengan gliserol: membentuk triacylglycerol
Acetyl-CoA dari -oksidasi dapat mengalami:
1. teroksidasi menjadi CO2 + H2O melalui citric acid cycle
2. merupakan prekursor untuk sintesis kolesterol dan steroid lain
3. dalam liver: digunakan untuk membentuk badan keton (acetoacetate dan 3-
hydroxybutyrate) merupakan bahan bakar yang penting saat puasa berkepanjangan.


METABOLISME PROTEIN

Asam amino diperlukan untuk sintesis protein terdiri:
- asam amino esensial: harus didapatkan dari diet karena tidak dapat disintesis dalam tubuh
- asam amino non esensial: didapatkan dari diet, tapi dapat juga terbentuk melalui
transaminasi menggunakan amino nitrogen dari asam amino lain.Setelah deaminasi, amino
nitrogen diekskresi sebagai urea dan kerangka karbon yang tersisa dapat:
1. teroksidasi menjadi CO2 melalui citric acid
2. dipakai untuk sintesis glukosa (gluconeogenesis)
3. untuk membentuk badan keton.Beberapa asam amino juga merupakan prekursor
komponen lain (ex: purin,pirimidin), hormon (ex: epinefrin, tiroksin) dan neurotransmitter


TINGKATAN JALUR METABOLIK

Tingkatan berdasarkan lokasi dan integrasi jalur metabolik:
1. level jaringan dan organ: substrat yang masuk dan metabolit yang keluar dari jaringan dan
organ sudah jelas
2. level subcellular: tiap organel (ex: mitokondria) dan bagian sel (ex: sitosol) mempunyai
peranan khusus yang membentuk bagian pola subcellular dalam jalur metabolik


LEVEL JARINGAN dan ORGAN

Asam amino dan glukosa diabsorbsi melalui v.porta hepatika.Liver mempunyai peranan
meregulasi konsentrasi metabolit larut air dalam darah; untuk glukosa, hal tersebut dicapai
dengan mengambil glukosa melebihi kebutuhan saat itu dan merubahnya menjadi glikogen
(glikogenesis) atau asam lemak (lipogenesis).Pada saat jeda antar waktu makan, liver
mempertahankan konsentrasi glukosa darah dari glikogen (glikogenolisis). Juga bersama
dengan ginjal, mengubah metabolit non KH (laktat, gliserol, asam amino) menjadi glukosa
(glukoneogenesis)

Maintenance konsentrasi glukosa darah sangat diperlukan bagi jaringan yang memakai
glukosa sebagai bahan bakar utama (otak) dan satu-satunya (RBC).Liver juga terlibat dalam:
- sintesa plasma protein utama (ex: albumin)
- deaminasi asam amino yang melebihi kebutuhan, membentuk urea ginjal ekskresi

Otot skelet memakai bahan bakar glukosa, baik secara aerobik (membentuk CO2) maupun
anaerobik (membentuk laktat) Otot skelet menyimpan glikogen sebagai bahan bakar untuk
kontraksi otot dan mensintesa protein otot dari asam amino plasma Massa otot 50 % massa
tubuh menggambarkan simpanan protein yang dapat diambil berupa asam amino untuk
glukoneogenesis saat starvation Triacylglycerol (lipid utama dari diet) dihidrolisa menjadi
monoacylglycerol dan asam lemak dalam usus direesterifikasi dalam mukosa usus:
dibungkus dengan protein disekresi ke dalam sistim limfatik ke aliran darah sebagai
chylomicrons (lipoprotein plasma yang terbesar).Chylomicron triacylglycerol dimetabolisme
oleh jaringan yang mempunyai lipoprotein lipase : menghidrolisa triacylglycerol, melepas
asam lemak ke lemak jaringan atau mengoksidasinya menjadi bahan bakar.Sumber utama
asam lemak rantai panjang yang lain adalah sintesis (lipogenesis) dari KH dalam jaringan
adiposa dan liver
Simpanan utama bahan bakar tubuh adalah jaringan adiposa triacylglycerol dihidrolisa
(lipolisis) gliserol dan asam lemak bebas dilepas ke sirkulasi gliserol menjadi susbtrat
untuk glukoneogenesis; asam lemak diambil oleh hampir seluruh jaringan (kecuali otak dan
RBC) kemudian diesterifikasi menjadi acylglycerol atau dioksidasi menjadi bahan bakar
Dalam liver : triacylglycerol dari lipogenesis, asam lemak bebas dan sisa chylomicron
disekresi ke sirkulasi dalam bentuk VLDL (very low density lipoprotein) triacylglycerol
dan chylomicron mengalami nasib yang sama; sebagian oksidasi asam lemak membentuk
badan keton (ketogenesis) yang ditransport ke jaringan ekstrahepatik sebagai bahan bakar
pada puasa atau starvasi yang berkepanjangan

LEVEL SUBCELLULAR

Pembagian jalur ke dalam bagian subcellular / organel yang terpisah memungkinkan integrasi
dan regulasi metabolisme.Tidak semua jalur memmpunyai kepentingan yang sama pada
semua sel
Berikut gambaran pembagian subcellular jalur metabolik dalam sel parenkim liver:

Mitokondria memegang peranan sentral karena merupakan pusat metabolisme KH, lemak
dan asam amino Berisi enzim-enzim citric acid cycle, -oksidasi asam lemak dan
ketogenesis, rantai respirasi dan ATP synthase Sitosol merupakan tempat terjadinya
glikolisis, pentose phosphate pathway dan sintesis asam lemak Dalam glukoneogenesis:
substrat (laktat dan piruvat) terbentuk dalam sitosol masuk mitokondria membentuk
oksaloasetat (prekursor sintesis glukosa)
Membran retikulum endoplasma mengandung enzim untuk sintesis triacylglycerol.Ribosom
berperan dalam sintesis protein.


INTERKONVERSI BAHAN BAKAR METABOLIK

KH dan simpanan glikogen dalam otot dan liver, dapat digunakan untuk sintesis asam lemak
dan triacylglycerol dalam jaringan adiposa dan liver (lipogenesis).Asam lemak dan badan
keton tidak dapat digunakan untuk sintesis glukosa; sangat jarang asam lemak (dengan
jumlah atom karbon ganjil dapat menghasilkan propionil CoA sebagai hasil akhir -oksidasi)
dapat menjadi substrat untuk gluconeogenesis sebagaimana glycerol dari lipolisis pada
simpanan jaringan adiposa triacylglycerol.
Sebagian besar asam amino (glukogenik) yang melebihi kebutuhan sintesis protein,
menghasilkan piruvat atau 4 dan 5 karbon intermediate citric acid cycle dikarboksilasi
menjadi oksaloasetat bahan utama untuk glukoneogenesis Lysine dan leucine
menghasilkan acetyl-CoA pada oksidasi tidak dapat digunakan untuk glukoneogenesis
Phenylalanine, tyrosine, tryptophan dan isoleucine menaikkan acetyl-CoA dan intermediates
citric acid cycle disebut ketogenik karena acetyl-CoA digunakan untuk sintesis badan
keton dalam liver saat puasa berkepanjangan dan starvation


SUPLAI BAHAN BAKAR METABOLIK SAAT MAKAN dan PUASA

Eritrosit sepenuhnya tergantung pada glikolisis anaerobik dan pentose phosphate
pathway.Otak dapat memetabolisme badan keton untuk memenuhi 20 % kebutuhan
energinya,sisanya harus dipenuhi oleh glukosa.Perubahan metabolisme saat puasa dan
starvation merupakan konsekuensi kebutuhan akan simpanan glukosa dan glikogen dalam
liver dan otot untuk penggunaan bagi otak dan RBC; juga untuk memastikan persediaan
bahan bakar metabolik alternatif bagi jaringan lain.
Pada kehamilan, fetus membutuhkan glukosa dalam jumlah yang cukup banyak; sebagaimana
sintesis laktosa selama masa laktasi.Berikut merupakan gambar interrelasi metabolik antara
jaringan adiposa, liver dan jaringan ekstrahepatik. Pada jaringan (ex:jantung) bahan bakar
metabolik dioksidasi menurut urutan: badan keton > asam lemak> glukosa




SUPLAI BAHAN BAKAR METABOLIK SAAT MAKAN

Beberapa jam setelah makan, selagi hasil pencernaan diabsorbsi, terdapat banyak sekali
persediaan bahan bakar metabolik glukosa menjadi bahan bakar utama oksidasi pada
sebagian besar jaringan.Uptake glukosa ke otot dan jaringan adiposa dikontrol oleh insulin
yang disekresi oleh sel pankreas sebagai respon atas peningkatan konsentrasi glukosa dalam
darah portal.Pada keadaan puasa, transporter glukosa untuk otot dan jaringan adiposa (GLUT
4) berada dalam vesikel intraselular. Bila terdapat insulin: vesikel bergerak ke permukaan sel
bersatu dengan membran plasma mengeluarkan transporter glukosa aktif.
Jaringan peka insulin hanya mengambil glukosa dari aliran darah sampai jumlah tertentu
sesuai dengan keberadaan hormon.Pada keadaan puasa, sekresi insulin menurun
mengurangi uptake glukosa.
Uptake glukosa liver tidak tergantung insulin,tetapi liver mempunyai isoenzim hexokinase
(glucokinase) dengan Km tinggi sehingga peningkatan konsentrasi glukosa yang masuk liver
disertai dengan peningkatan kecepatan sintesis glukosa 6 fosfat (di luar kebutuhan akan
metabolisme penghasil energi) terutama digunakan untuk sintesis glikogen

Baik dalam liver maupun otot skelet, insulin bertindak untuk menstimulasi glikogen sintetase
dan menghambat glikogen fosforilase.Beberapa tambahan glukosa dalam liver juga
digunakan untuk lipogenesis dan sintesis triacylglycerol.Dalam jaringan adiposa, insulin
menstimulasi uptake glukosa, perubahannya menjadi asam lemak dan esterifikasinya menjadi
triacylglycerol
Insulin menghambat intraseluler lipolisis dan pelepasan asam lemak bebas.Hasil pencernaan
lemak masuk dalam sirkulasi berupa chylomicrons (lipoprotein plasma terbesar), terutama
sangat banyak pada triacylglycerol.Pada jaringan adiposa dan otot skelet,lipoprotein lipase
ekstraseluler disintesa dan diaktivasi sebagai respon terhadap insulin; hasilnya asam lemak
yang tidak teresterifikasi banyak diambil olleh jaringan dan digunakan untuk sintesis
triacylglycerol,sementara gliserolnya tetap dalam aliran darah dan diambil oleh liver untuk
glukoneogenesis dan sintesis glikogen atau lipogenesis.Sisa asam lemak dalam aliran darah
diambil oleh liver dan diesterifikasi kembali.
Sisa chylomicron yang bebas lemak dibersihkan oleh liver dan sisa triacylglycerol
dikeluarkan dalam very low density lipoprotein.Dalam kondisi normal, kecepatan
katabolisme protein jaringan kurang lebih konstan sepanjang hari; kecuali pada cachexia
yang berkaitan dengan kanker tingkat lanjut dan penyakit lain, dimana terdapat peningkatan
kecepatan katabolisme protein.Terdapat katabolisme protein bersih dalam keadaan puasa dan
sintesis protein bersih
dalam keadaan kenyang, ketika kecepatan sintesis naik 20-25%.
Peningkatan kecepatan sintesis protein untuk meningkatkan availabilitas asam amino dan
bahan bakar metabolik, juga merupakan respon terhadap aksi insulin.
Sintesis protein merupakan proses mahal energi karena dapat mengambil sampai 20%
pengeluaran energi istirahat setelah makan, tapi hanya 9% dalam keadaan puasa


SUPLAI BAHAN BAKAR METABOLIK SAAT PUASA

Terdapat sedikit penurunan glukosa plasma dalam keadaan puasa, kemudian sedikit
perubahan bila puasa diperpanjang menjadi starvation.
Asam lemak bebas plasma meningkat pada kadaan puasa, kemudian meningkat sedikit lagi
pada keadaan starvation, sehingga konsentrasi badan keton plasma (acetoacetate dan
hydroxybutyrate) meningkat
Dalam keadaan puasa konsentrasi glukosa dalam darah portal menurun, sehingga sekresi
insulin menurun, dan otot skelet dan jaringan adiposa mengambil lebih sedikit glukosa.
Peningkatan sekresi glukagon oleh sel pankreas menghambat glikogen sintetase dan
mengaktivasi glikogen fosforilase dalam liver.Hasilnya glukosa 6-fosfat dihidrolisa oleh
glukosa 6-fosfatase dan glukosa dilepaskan ke aliran darah untuk digunakan oleh otak dan
eritrosit.
Glikogen otot tidak dapat langsung mengkontribusi glukosa plasma karena otot hanya
mempunyai sedikit glukosa 6- fosfatase dan tujuan utama keberadaan glikogen otot adalah
untuk menjadi sumber glukosa 6-fosfat bagi metabolisme penghasil energi dalam otot itu
sendiri.
Acetyl-CoA yang terbentuk dari oksidasi asam lemak dalam otot menghambat piruvat
dehidrogenase, mengarah pada akumulasi piruvat. Sebagian besar ditransaminasi menjadi
alanin dari asam amino hasil penghancuran simpanan protein yang labil dalam keadaan
kenyang
Alanin dan banyak asam amino hasil transaminasi tersebut diekspor dari otot ke liver dimana
alanin ditransminasi menjadi piruvat.Hasil asam amino sebagian besar kembali ke otot untuk
menyediakan gugus amino untuk pembentukan alanin lagi, sementara piruvat merupakan
substrat utama untukglukoneogenesis dalam liver.Pada jaringan adiposa, penurunan insulin
dan
peningkatan glukagon dapat menghambat lipogenesis, inaktivasi lipoprotein lipase dan
aktivasi intracellular hormone-sensitive lipase.Hal tersebut mengarah pada pelepasan gliserol
dan asam lemak bebas dalam jumlah besar dari jaringan adiposa; yang digunakan sebagai
bahan bakar metabolik bagi liver,jantung dan otot skelet.
Meski otot lebih dahulu mengambil dan memetabolisme asam lemak bebas dalam keadaan
puasa, tetap tidak dapat memenuhi kebutuhan energinya dengan -oksidasi.Liver mempunyai
kapasitas akan -oksidasi melebihi kebutuhannya akan energi. Bila keadaan puasa
berkepanjangan, liver membentuk acetyl-CoA lebih banyak untuk mensintesis badan keton
yang merupakan bahan bakar metabolik utama untuk otot skelet dan jantung serta sedikit
kebutuhan otak. Dalam starvation, hanya terdapat glukosa kurang dari 10 % metabolisme
tubuh penghasil energi.Ketika sudah tidak terdapat sumber glukosa lagi, glikogen otot dan
liver akan habis setelah sekitar 18 jam puasa.Bersamaan dengan keadaan puasa yang
diperpanjang, asam amino yang dilepaskan dari katabolisme protein juga semakin banyak dan
digunakan untuk glukoneogenesis dalam liver dan ginjal.Berikut tabel metabolisme utama
pada organorgan tertentu


ASPEK KLINIK

Dalam starvation yang diperpanjang,simpanan jaringan adiposa telah habis,terdapat
peningkatan tajam dari katabolisme protein untuk penyediaan asam amino tidak hanya
utuk substrat glukoneogenesis,tetapi juga sebagai bahan bakar utama untuk semua jaringan.
Kematian terjadi ketika jaringan protein esensial dikatabolisa dan tidak diganti

Pada pasien cachexia, pelepasan cytokines (karena adanya tumor) dan kondisi patologis
lainnya menyebabkan peningkatan katabolisme jaringan protein dan peningkatan kecepatan
metabolisme sehingga berada pada keadaan starvation tingkat lanjut. Lagi, kematian terjadi
ketika jaringan protein esensial dikatabolisa dan tidak diganti.Kebutuhan yang tinggi akan
glukosa pada fetus dan akan sintesis laktosa pada laktasi,dapat mengarah pada ketosis. Hal ini
dapat dilihat sebagai ketosis ringan dengan hipoglikemia.

Pada DM tipe I yang tidak terkontrol, pasien dapat mengalami hipoglikemia sebagian
karena kurangnya insulin untuk menstimulasi pengambilan dan penggunaan glukosa,
sebagian lagi karena tidak adanya insulin sehingga meningkatkan glukoneogenesis asam
amino dalam liver.Pada saat yang sama, kurangnya insulin berakibat peningkatan lipolisis
pada jaringan adiposa hasil asam lemak bebasnya digunakan untuk ketogenesis dalam
liver.
Penggunaan badan keton tersebut dalam otot (dan jaringan lain) dapat tidak sempurna karena
kekurangan oxaloacetate (semua jaringan memerlukan metabolisme glukosa yang cukup
untuk mempertahankan jumlah oxaloacetate dalam siklus asam sitrat).

Pada DM yang tidak terkontrol, ketosis dapat sangat parah menjadi ketoasidosis karena
acetoacetate dan -hydroxybutyrate merupakan asam kuat. Koma terjadi karena asidosis dan
peningkatan osmolalitas cairan ekstraselular (akibat hiperglikemia)






METABOLISME TERPADU
DR. LOO HIAN DAO
INTERKONVERSI BAHAN MAKANAN POKOK
Manusia memiliki keterbatasan untuk konversi glukosa menjadi asam lemak, khususnya di
dalam jaringan adiposa.
Piruvat dikonversi menjadi asetil-koa, dimana asetil-koa merupakan bahan pangkal utk
sintesa asam lemak rantai panjang.
Pada proses sebaliknya konversi asam lemak jadi glukosa, reaksi piruvat dehidrogenase
bersifat irreversibel sehingga mencegah konversi langsung asetil-koa piruvat.
Konversi netto asetil-koa menjadi oksaloasetat lewat siklus kreb tidak mungkin terjadi,
karena dibutuhkan 1 mol oksaloasetat utk bergabung dengan asetil-koa & hanya 1 mol
oksaloasetat yg dibentuk kembali.
Konversi netto asam lemak dengan jumlah atom-C genap (yg membentuk asetil-koa)
menjadi glukosa atau glikogen tidak mungkin terjadi.


INTERKONVERSI BAHAN MAKANAN POKOK

Hanya bagian terminal 3 karbon pada asam lemak dengan jumlah atom-C ganjil yg bersifat
glukogenik, karena bagian ini akan membentuk propionil-koa pada oksidasi-.
Moietas gliserol pada triasilgliserol akan membentuk glukosa setelah diaktivasi menjadi
gliserol 3-fosfat, dimana senyawa ini merupakan sumber glukosa yg penting pada starvasi.
Kerangka karbon pada A.A non-essensial dapat diproduksi dari karbohidrat lewat siklus
asam sitrat & reaksi transaminasi.
Sebaliknya dari A.A glukogenik dihasilkan rangka karbon yg bisa merupakan anggota atau
prekursor pada siklus kreb.
A.A glukogenik dapat dikonversikan melalui lintasan glukogenik menjadi glukosa &
glikogen.
A.A ketogenik menghasilkan asetoasetat yg akan dimetabolisme sebagai badan keton
sehingga terbentuk asetil-koa dalam jaringan ekstrahepatik.
Konversi rangka karbon pada asam amino glukogenik menjadi asam lemak terjadi lewat
pembentukan piruvat & asetil-koa atau lewat pembalikan sejumlah reaksi pada siklus asam
sitrat yg tidak terjadi dalam mitokondria dari -ketoglutarat sitrat yg diikuti oleh kerja
enzim ATP-sitrat liase utk membentuk asetil-koa.


PENGELOLAAN METABOLISME KARBOHIDRAT & LIPID

Sistem saraf pusat & eritrosit memerlukan pasokan glukosa yg berkesinambungan.
Pasokan minimal glukosa diperlukan oleh jaringan ekstrahepatik utk mempertahankan
kadar oksaloasetat & keutuhan siklus asam sitrat.
Glukosa merupakan sumber utama gliserol 3-fosfat dalam jaringan yg tidak mempunyai
enzim gliserol kinase, seperti jaringan adiposa.
Glukosa dalam jumlah besar juga diperlukan utk nutrisi janin & sintesa laktosa dalam air
susu.
Penggunaan badan keton & asam lemak bebas akan menghambat oksidasi glukosa dalam
otot dengan cara menghambat influks glukosa ke dalam sel, menghambat fosforilasinya
menjadi glukosa 6-fosfat, menghambat reaksi fosfofruktokinase & dekarboksilasi piruvat.
Oksidasi FFA& badan keton akan meningkatkan [sitrat] intrasel sehingga terjadi inhibisi
alosterik fosfofruktokinase. Selain itu juga terjadi peningkatan rasio [asetil-koa]/[koa] dan
[ATP]/[ADP] dengan inhibisi enzim piruvat dehidrogenase.
Pada keadaan kekurangan karbohidrat, oksidasi bahan bakar berikut terjadi secara
berurutan, yaitu : Badan keton (mungkin juga asam lemak rantai pendek seperti asetat), Asam
lemak bebas, dan glukosa.
Kombinasi berbagai efek asam lemak bebas dalam menghindarkan pemakaian glukosa
dalam otot & jantung serta efek umpan balik dari glukosa yg menghambat mobilisasi asam
lemak bebas didalam jaringan adiposa disebut SIKLUS GLUKOSA-ASAM LEMAK.


KEADAAN KENYANG PROVISI ENERGI JARINGAN PADA KELAPARAN
Pada pemberian diit tinggi K.H.,terjadi inhibisi lipolisis dalam jaringan adiposa yg
disebabkan oleh tingginya kadar glukosa darah serta insulin, sehingga kadar FFAtetap
rendah.
Pada saat peralihan dari keadaan kenyang ke keadaan lapar, kadar glukosa & glikogen
hati disekresikan utk mempertahankan kadar glukosa darah, kadar
insulin & glukagon .
Penurunan pemakaian glukosa di jaringan adiposa & hilangnya efek inhibisi insulin
terhadap lipolisis, menyebabkan lemak akan dimobilisasi sebagai asam lemak + gliserol.
FFAdiangkut ke jaringan, dimana FFAakan mengalami oksidasi atau esterifikasi.
Gliserol diaktivasi jadi gliserol 3-fosfat, kemudian bergabung dengan depot K.H., yg
berlangsung di hati & ginjal.
Pengadaan K.H. oleh jaringan adiposa dalam bentuk gliserol & glukoneogenesis dari
protein merupakan sumber glukosa pada keadaan kelaparan.
Pada kelaparan yg lama pada manusia, glukoneogenesis dari protein karena berkurangnya
pelepasan asam amino, khususnya alanin dari otot. Keadaan ini diikuti adaptasi jaringan otak
utk mengganti oksidasi glukosa yg dibutuhkan dengan badan keton.
KEADAAN PUASA 12 JAM PADA KELAPARAN JANGKA PANJANG

KETOSIS SEBAGAI ADAPTASI METABOLIK PADA KELAPARAN
Fungsi primer ketogenesis adalah utk mengeluarkan karbon asam lemak dari hati dalam
bentuk yg mudah dioksidasi oleh jaringan ekstrahepatik sebagai pengganti glukosa.
Ketosis timbul sebagai akibat defisiensi K.H. yg tersedia.
Kadar insulin menyebabkan pelepasan FFA ke dalam sirkulasi darah. FFA merupakan
bahan utk membentuk badan keton.
Setelah FFA masuk kedalam hati, keseimbangan esterifikasi & oksidasi diatur oleh karnitin
palmitoiltransferase I, dimana pe aktivitasnya disebabkan oleh [FFA] & rasio
[glukagon]/[insulin].
Semakin meningkat oksidasi, maka semakin banyak badan keton yg terbentuk & lebih
sedikit CO2 yg terbentuk, diatur sedemikian rupa sehingga produksi total ATP di hati tetap
konstan.
KETOSIS STARVASI
Ketosis pada keadaan starvasi & diit lemak relatif lebih ringan daripada ketosis pada
keadaan diabetes mellitus unregulated,toksemia kehamilan pada biri-biri betina, atau ketosis
pada sapi dalam keadaan laktasi.
Pada D.M. tipe I, kekurangan insulin lebih berpengaruh pada jaringan adiposa, yg
menyebabkan pelepasan FFA sehingga kadarnya didalam plasma me 2 x lipat daripada
individu normal yg berpuasa, disertai juga pe kadar badan keton.
Selain itu juga terjadi pe glukoneogenesis di hati maupun proses sekresi glukosa kedalam
darah meskipun kadar glukosa darah tinggi.
Pada ketosis ruminan (ketosis pada hewan pemamah biak) terjadi pengurasan glukosa yg
hebat dari dalam darah akibat kebutuhan janin kembar yg berlebihan atau kebutuhan utk
laktasi yg sangat besar. Hal ini menimbulkan hipoglikemi berat ditambah dengan kadar
glikogen hati yg rendah, sekresi insulin sehingga pemakaian glukosa& lipolisis dalam
jaringan adiposa.
Wanita hamil memperlihatkan ketosis ringan.
Pada D.M. tipe I yg tidak diobati, dapat terjadi kematian akibat ketoasidosis yg terjadi
akibat deplesi kation yg diperlukan utk menetralkan badan keton yg bersifat asam yg
disekresikan kedalam urine.

Anda mungkin juga menyukai