Anda di halaman 1dari 9

Tut-2 Dokter Judes

Langkah I (Klarifikasi Istilah)


Sehat
Fisik
Surat keterangan sehat
Pemeriksaan Fisik.
Judes


Sehat :
Keadaan sejahtera badan , jiwa, sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif.
Keadaan tubuh yang baik bebas dari segala penyakit baik secara psikis dan
jiwa.
Surat keterangan sehat :
Keterangan yang diberikann RS, puskesmas, atau dokter kepada pasien yang
menyatakan pasien itu sehat atau tidak.
Surat keterangan yang diberikan dokter kepada seseorang tentang kondisi
kesehatan dasar setelah melakukan pemeriksaan kesehatan dan digunakan
untuk kepentingan sesuai keterangan tersebut.
Fisik : eksternal dari sesuatu yang bisa ditangkap oleh panca indera.
Pemeriksaan Fisik :
Pemeriksaan badan yang tubuh meliputi bagian anggota tubuh tertentu.
Sebuah proses dari ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan
tanda klinis dari penyakit.
Judes :
Perubahan dimana tingkat emosi seseorang meningkat dan disebabkan oleh
suatu hal.
Raut wajah dan sikap yang kurang ramah.

Langkah II (Menegaskan Masalah)
1. Apakah perkataan dokter tersebut sudah memenuhi etika, hukum, komunikasi
efektif dan agama ?
2. Mengapa dokter tidak memberikan surat keterangan sehat pada si pasien dan
alasannya ?
3. Mengapa dokter marah, dan bagaimana seharusnya sikp dokter ?
4. Dilihat dari kasus ini apakah tindakan pasien dapat di benarkan atau disalahkan ,
dan mengapa ?

Langkah III (Analisa masalah)
1. Sikap dan perilaku dokter ditinjau dari segi etika, hukum, komunikasi
efektif dan agama .
1.1 ETIKA
a. Sesuai dengan KODEKI pasal 7 (Dokter hanya memberi keterangan
atau pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya).
b. Melanggar KODEKI pasal 7c (Dokter harus menghormati hak pasien).
c. Melanggar KODEKI pasal 10 (Dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan
mempergunakan mempergunakan segala ilmu dan ketrampilannya
untuk kepentingan pasien)
d. Melaksanakan KODEKI pasal 2 (Dokter memenuhi standar
profesinya).
e. Melaksanakan sumpah dokter lafal 3 (Dokter memelihara martabat dan
tradisi luhur profesi kedokteran)
f. Dokter bertentangan mukadimah KODEKI yang ke-2 (kemurnian
niat), yg ke-4 (kerendahan hati), yang ke-5 (kesungguhan kerja).
g. Melanggar sumpah dokter lafal 11 (Menaati dan mengamalkan
KODEKI)

1.2 HUKUM
a. Menaati UU No 29 tahun 2004 pasal 44 ayat 1 (mengikuti standar
pelayanan kedokteran).
b. Melaksanakan kewajiban sesuai dengan UU No 29 tahun 2004 pasal
51 (memberikan standar profesi dan standar prosedur operasional)
c. Melanggar UU No 29 tahun 2004 pasal 53a (memberikan info yang
lengkap mengenai kondisi pasien ).
d. Melanggar UU No 23 tahun 1992 pasal 53 ayat 2 (tenaga kesehatan
harus menghormati hak pasien).
SASBEL*
1.3 AGAMA
Surat Al-Anfal ayat 27 : mengenai amanah . SASBEL*

1.4 KOMUNIKASI EFEKTIF
a. Dokter tidak mengamalkan langkah-langkah komunikasi SAJI.
b. Dokter tidak melaksanakan info consent.
c. Dokter menyalahi kiat komunikasi efektif, meredam emosi, tidak
menyadari dampak bahasa tubuh.
SASBEL*.
2. Mengapa dokter tidak memberikan surat keterangan sehat pada pasien
serta alasannya ?
Karena menjalankan serta bertanggung jawab terhadap keprofesiannya dan menjalankan
standar keprofesiannya. Bekerja secara hati hati, seksama dan berdasarkan disiplin ilmu
yang jelas. Dokter memenuhi nilai nilai profesionalisme. Dokter bertanggung jawab
terhadap isi dan kebenaran surat keterangan sehat.

3. Mengapa dokter marah, dan bagaimana seharusnya sikp dokter ?
Karena dokter merasa hal tersebut tidak sesuai dengan standar prosuder oprasional
karewna hanya menginginkan hasil instan saja. Seharusnya dokter bisa merendam emosi
dan tenang.

4. Dilihat dari kasus ini apakahtindakan pasien dapat di benarkan atau
disalahkan , dan mengapa ?
Pasien tidak dapat disalahkan juga, karena pasien tidak mengetahui standar prosedur
oprasional, namun pasien juga dapat disalahkan yaitu menurut UU No 29 tahun 2004
pasal 53c : mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan. Pasien tidak
sesuai UU No 29 tahun 2004 pasal 23a. Pasien juga tidak dapat disalahkan karena pasien
juga memiliki hak untuk menolak segala tindakan medis yang akan dilakukan.



Langkah IV (Skema)







Langkah V (Menentukan sasaran belajar)
Dokter Puskesmas
1. Minta surat
2. Menolak tindakan medis
pasien
marah
malanggar
melaksanakan melaksanakan
malanggar
- Etik
- Hukum
- AIK
- Kom.Efekt
if
- Standar
keprofesian
- Etik
- Hukum
- Hak Pasien
1. Menelaah lebih lanjut mengenai sikap dan prilaku di tinjau dari segi agama,
hukum dan dan komunikasi efektif
2. Menelaah lebih lanjut tntang apa saja mengenai surat keterangan 3sehat.
Langkah VII (Hasil Diskusi Belajar)
1. Menelaah lebih lanjut sikap dan perilaku dokter ditinjau dari segi agama,
hukum dan komunikasi efektif :
1.1 Hukum
a. Melaksanakan UU No 23 tahun 1992 pasal 50 ayat 1
Tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan
kesehatan sesuai dengan bidang keahian dan atau kewenangan tenaga
kesehatan yang bersangkutan.
b. Melaksanakan UU No 29 tahn 2004 pasal 44 ayat 1
Dokter atau dokter gigi dalam menyelenggarakan praktik kedokteran wajib
mengikuti standar pelayanan kedokteran atau kedokteran gigi
c. Melanggar UU No 23 tahun 1992 pasal 53 ayat 2
Tenaga kesehatan harusmenghormati hak pasien

1.2 Komunikas Efektif
a. Dokter kurang komunikatif , sehingga tidak terjalinnya sambung rasa
dan menyebabkan tidak timbulnya rasa percaya pasien yaitu
terhambatnya penyaluran informasi dari pasien-dokter.
b. Pasien tidak dapat disalakan dan dibenarkan karena pasien juga
menggunakan haknya yaitu berhak menolak segala tindakan medis
yang akan dilakukan. Namun dokter juga kurang tepat dalam
melakukan penyampaian informasi, walaupun dokter tersebut
melaksanakan kewajibannya. Sehingga tidak tersampainya
kesepakatan.
c. Dokter tidak melakukan karakteristik komunikasi efektif yaitu
persuasif, dokter tidak dapat mempengaruhi pasien untuk mengikut apa
yang disarankan.

1.3 Agama
a. Hadis Riwayat Bukhori , orang yang kuat adalah orang yang mampu
menahan diri dikala dia marah
b. Al Baqoroh ayat 153, seruan untuk bersikap sabar
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan
(kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan)shalat, sesungguhnya
Allah beserta orang-orang yang sabar
c. Al Baqoroh ayat 100 , seruan bersikap sabar
Artinya: Patuhkah (ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali
mereka mengakat janji, segoongan mereka melemparkannya? Bahkan
sebagian besar dari mereka tidak beriman
d. Ali Imran 156, menganjurkan untuk sabar
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti
orang-orang kafir (orang-orang yang munafik) itu yang mengatakan
kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan
perjalanan di muka bumi atau beperang. kalau mereka tetap bersama-
sama kita tentulah mereka tidak mati an tidak dibunuh. Akibat dari
perkataan dan perbuatan mereka yang demikian itu, Allah
menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah
menghidupkan dan mematikan. Dan Allah memlihat apa yang kamu
kerjakan.

e. Al Hujarat 3 , merendahkan suara dalam berbicara
Artinya: Sesungguhnya orang orang yang merendahkan suaranya
disisi rasullulloh mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati
mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala
yang besar.
f. An Nisa ayat 58 , penyampaian amanat
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan
amanah yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila
mnetapkan hukum diantara manusia supaaya kamu menetapkan
dangan adil. Sesungguhya Allah memberi pengajaran yangsebaik-
baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi
Maha Melihat
g. Al Maarij 32, orang orang yang menjalankan amanat.
Artinya: Dan orng-orang yang memelihara amanah-amanah (yang
dipikulnya) dan janjinya.
h. Yunus 69 , tidak melakukan kebohongan
Artinya: Katakanlah sesungguhnya orang-orang yang melakukan
kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.
1.4 Etika
a. Dokter melanggar tanggung jawab profesi, yaitu tidak menjalankan
kompetensi keprofesiannya sesuai dengan kaidah norma.
b. Dokter menjalankan kewajibannya untuk tunduk terhadap pembatasan
yang di tetapkan Undang - undang.
c. Sikap dan perilaku dokter sesuai dengan hak , dokter karena dokter
berhak untuk menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan
kebenaran
d. Dokter menjalankan kewajibannya untuk mematuhi atau memenuhi
hukum yang berlaku sesuai dengan profesi dokter.

2. Menelaah lebih lanjut mengenai surat keterangan sehat.
Pengertian menurut KBBI, surat keterangan adalah surat keterangan
tertulis yang dibuat oleh dokter untuk tujuan tentang kesehatan atau
penyakitpasien atas permintaan pasien atau pihak ke 3 dengan
persetujuan pasien atau pihak ke 3 yang dapat dibuktikan
kebenarannya.
Surat Keterangan sehat adalah surat yang diberikan dokter kepada
pasien tentang kondisi kesehatan dasar setelah melakukan pemeriksaan
kesehatan yang digunakan untuk kepentingan atau keperluan tertentu.







BAB II
PENUTUP

Kesimpulan
Dokter melanggar etika, hukum, agama, sedangkan pasien tidak dapat disalahkan karena
pasien tidak mengetahui kewajiban dokter, pasien tidak diberi penjelasan oleh dokter, dan
pasien menggunakan haknya untuk menolak tindakan medis.

Saran
Sebagai dokter profesional tidak boleh bersikap buruk terhadap pasien agar terjadi
kesepakatan antara dokter dan pasien.
















DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran Al Karim
Bagian Hukum Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI.
Himpunan Risalah Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Pelayanan Medik.
2002. Jakarta
Hanafiah, M Jusuf dan Amir, Amri. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan.
1999. Jakarta: EGC
Tim Penyusun. Kamus Kedokteran. 1997. Jakarta : Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia
Tim Penyusun. Pedoman Penyelenggaraan Praktik Dokter. 2006. Semarang :
Universitas Diponegoro