Anda di halaman 1dari 22

Mico Tjandra

O41.212.113
NO. KASUS : 04/01/2014
CST MODUL MALOKLUSI
IDENTITAS PASIEN

Nama pasien : Laila Safitri
Jenis kelamin : Perempuan
Tgl. Lahir : 10 Desember 2003 (10 tahun 2 bulan)
Alamat : Jl. Tomang Banjir Kanal Rt 09/011 no 38
Pekerjaan : Pelajar
Keinginan pasien : merapikan gigi
ORANG TUA
Nama Ayah : Walnisril
Usia : 35 tahun
Pekerjaan : Buruh
Nama Ibu : Leha
Usia : 30 tahun
Pekerjaan : ibu rumah tangga
2
ANAMNESIS
Keluhan utama : ingin merapikan gigi depannya yang tidak
rapi
Kelahiran : normal
Penyakit yang pernah/sedang di derita : tidak ada
Apakah ada keluarganya yang pernah dirawat ortodontik?
tidak
Kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik : tidak ada
Kesehatan sekarang : baik
3
Nama : Laila Safitri
Umur : 10 tahun 2
bulan
Tgl foto : 13
anuary 2014
4
PEMERIKSAAN EKSTRA ORAL
Muka : Mesofasial/sedang
Simetris, seimbang

5
Profil : konveks
- Maxilla : normal
- Mandibula : normal


6
Kelainan Temporo mandibular : tidak
Bibir :
- atas : normal - tonus : normal
- bawah : normal - tonus : normal

7
PEMERIKSAAN INTRA ORAL
Kebersihan mulut : buruk
Frenulum labii : Atas : rendah, Bawah : rendah
Gingiva : pigmentasi fisiologis
Lidah : - bentuk dan aktivitas : normal
- posisi postural : normal
- posisi pada waktu bicara : normal
Palatum : normal
Adenoid (RO) : pembengkakan
Tonsil : tak
Hubungan rahang : ortognatik
Bentuk dan ukuran gigi abnormal : -
Umur dentalis : 11, 24, 35, 45
8
Keterangan :
D : gigi susu
P : gigi tetap
UE : belum erupsi
M : missing
ST : gigi berlebih
X: gigi di ekstraksi
O : gigi karies
NV : gigi non-vital
SA : sisa akar
T : tumpatan

D O D M M M M D M SA
UE UE UE UE P P P UE P P
P UE UE P P P UE UE UE P
M T D M M M M D O M
UE UE P
UE UE P
P UE UE
P UE UE
9
PEMERIKSAAN FUNGSIONAL
Interocclusal clearance : 2mm
Occlusal interference : -
10
HUBUNGAN GIGI (SAGITAL,
TRANSVERSAL, VERTIKAL) & OKLUSI
Molar : Kanan : kelas I
Kiri : kelas I
Kaninus : Kanan : -
Kiri : -
11
Insisivus : overjet : 3 mm
overbite : 3 mm
openbite : -
Midline : berimpit
Bentuk lengkung gigi rahang atas : simetris ovoid
Bentuk lengkung gigi rahang bawah : simetris
ovoid
12
INKLINASI AKSIAL GIGI-GIGI

18 28
17 27
Normal 16 11 mm 11 mm 26 Normal
15 7 mm 25 Infraklusi
14 24 Infraklusi
13 23
12 7 mm 22 Labioversion
Normal 11 9 mm 9 mm 21 Normal
Normal 41 6 mm 6 mm 31 Normal
Infraklusi 42 6 mm 32
43 33
44 34
Infraklusi 45 8 mm 8 mm 35 Infraklusi
Normal 46 11 mm 11 mm 36 Normal
47 37
48 38
13
right
14
ANALISIS RUANG
1. Analisis ruang periode gigi campur
Rahang Atas Kanan Kiri
Jarak 2-6 sesudah insisivus diperbaiki : 21 mm 23 mm
Tabel Moyers : 23,1 mm 23,1 mm
Arch Length Discrepancy Rahang atas : -2,1 mm -0,1 mm

Rahang Bawah Kanan Kiri
Jarak 2-6 sesudah insisivus diperbaiki : 21 mm 20 mm
Tabel Moyers : 22,8 mm 22,8 mm
Arch Length Discrepancy Rahang bawah: -1,8 mm -2,8 mm
2. Total Arch Length Discrepancy :
A.L.D Rahang Atas : -2,2 mm
A.L.D Rahang Bawah : -4,6 mm
Jarak I-APg : 5 mm
(4-(5)) x 2 = : -2 mm
T.A.L.D Gabungan : -2 + (-4,6) = -6,6 mm
Pencabutan : Tidak perlu

15
16
A. ANALISIS SEFALOMETRIK
ANALISIS SKELETAL

Rerata Sd Penderita Cd
= Rerata-Pend
Sd
Kesimpulan
1. Sudut SNA 82
o
2 83
o
1 Kedudukan maksila
terhadap basis kranii
protrusif ringan
2. Sudut SNB 80
o
2 77
o
2 Kedudukan
mandibula terhadap
basis kranii retrusif
sedang
3. Sudut fasial 87
o
3 83
o
1 Kedudukan menton/
mandibula terhadap
profil retrusif ringan
4. Sudut FM 26
o
3 33
o
2 Tipe fasial
dolicofasial
5. Jarak A-NPg 4 mm 1 6 mm 2
Kedudukan maksila
terhadap profil protrusif
sedang
17
ANALISIS DENTO-SKELETAL







Skeletal kelas : SNA-SNB = 6 (kelas I)

Rerata Sd Penderita Cd
= Rerata Pend
Sd
Kesimpulan
1. Jarak I-APg 4 mm 2 5 mm 1 Kedudukan insisif bawah
normal
2. Sudut I-APg 25
o
2 29
o
2 Kedudukan insisif bawah
proklinasi sedang
18
19
B. PANORAMIK
Etiologi : kekurangan ruang
Diagnosis : Skeletal kelas I dengan maloklusi kelas
tipe 1
Prognosis : baik
20
RENCANA PERAWATAN
Rahang atas :
1. Skelling + pencabutan sisa
akar
1. Ekspansi bilateral
2. Retraksi gigi 22
3. Regulasi anterior
4. Observasi

Rahang bawah :
1. Ekspansi bilateral
2. Protraksi gigi 42
3. Regulasi anterior
4. Observasi





21
TERIMA KASIH
22