Anda di halaman 1dari 1

DEKSTROMETORFAN

TINJAUAN PUSTAKA.
Dekstrometorfan (d-3-metoksin-N-metilmorfinan), berbeda dengan l-isomernya, tidak berefek
analgetik atau bersifat adiktif. Zat ini meningkatkan ambang rangsangan refleks batuk secara sentral
dan kekuatannya sama dengan kodein. Berbeda dengan kodein, zat ini jarang menimbulkan kantuk
atau gangguan saluran cerna. Dalam dosis terapi dekstrometorfan tidak menghambat aktivitas silia
bronkus dan efek antitusifnya bertahan 6-5 jam. Toksisitas zat ini rendah sekali, tetapi dosis sangat
tinggi dapat menimbulkan depresi napas. Dekstrometorfan tersedia dalam bentuk tablet 10mg dan
sebagai sirop dengan kadar 10mg dan 15mg/ 5mL. Dosis dewasa 10-30mg diberikan 3-4 kali sehari.

FARMAKOKINETIK DAN FARMAKOLOGI DEKSTROMETROFEN.
Dextromethorphan (DMP) bekerja dengan cara menekan pusat refleks batuk yg berada di
batang otak. DMP sangat cepat diabsorpsi oleh pencernaan & memiliki durasi kerja 6 jam.
DMP boleh diberikan pada kehamilan (selama 5-7 hari) dengan mempertimbangkan rasio
manfaatnya lebih besar dibanding risiko yang didapat (risk vs benefit ratio). Batuk dapat
meningkatkan tekanan intrabdominal dan meningkatkan risiko pendarahan antepartum.
Kategori dekstrometorfan untuk kehamilan menurut USD FA adalah kategori C: penelitian
pada hewan menimbulkan efek teratogenik pada embrio/janin namun belum ada laporan/data
yang lengkap pada manusia.

REKOMENDASI.
Dengan demikian pemakaian dekstrometorfan pada ibu hamil harus diperhatikan dosisnya.
CARA PEMAKAIAN OBAT.