Anda di halaman 1dari 4

ABU DAUD

Nama lengkap : Sulaiman bin al-Asyas bin Ishak bin Basyir bin Syidad bin
Amar al-Azdi as-Sijistani
Tempat / Tanggal Lahir : di Bashrah pada tahun 202 H
Tanggal Wafat : pada tahun 275 H
Sangat ahli dalam bidang : perawi hadits
Nama buku yang dikarang : kitab Sunan Abu Dawud.








Nama lengkap : Imam al-Hafizh Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin
ad-Dahhak as-Sulami at-Tirmizi
Tempat / Tanggal Lahir : 279 H di kota Tirmiz
Tanggal Wafat : 13 Rajab tahun 279 H (8 Oktober 892)
Sangat ahli dalam bidang : perawi hadits
Nama buku yang dikarang : Kitab Al Jami', atau biasa dikenal dengan kitab Jami' Tirmizi




SEJARAH TOKOH ILMUWAN MUSLIM YANG TERKENAL
PADA MASA BANI ABBASIYAH


1. Ibnu Sina (370 H 428 H / 980 M 1037 M)
Abu Ali Al-Husaini bin Abdullah bin Sina (Ibnu Sina) adalah seorang
ahli kedokteran Muslim. Ia dilahirkan di Bukhara 370 H/980 M. Beliaau dibesarkan di lembah
Sungah Daljah dan Furat, tepi selatan Laut Kaspia, kawasan Bukhara. Di sana ia banyak belajar
ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Ia mendalami filsafat, biologi dan kedokteran.
Pada usia 17 tahun, ia telah emmahami seluruh teori kedokteran melebihi sipa pun. Ibnu sina
diangkat menjadi penasihat para dokter yang praktik pada masa itu. Ia dikenal sebagai Bapak
Kedokteran Dunia. Bukunya yang terkenal adalah Qanun fi Al-Thibb (Dasar-Dasar Ilmu
Kedokteran). Ia juga menulis buku berjudul Asy-Syifa' dan An-Najat.

2. Al-Farabi (870 M 950 M)
Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzlagh al-Farabi dilahirkan di Farab dan
meninggal di Aleppo. Pada masa kecil, ia dikenal sebagai anak yang cerdas. Ia banyak belajar
ilmu agama, bahasa Arab, Turki dan Persia. Ia berpindah di Bagdad selama 20 tahun. Berikutnya
pindah ke Haran untuk belajar filsafat Yunani kepada beberapa orang ahli seperti Yuhana bin
Hailan.
Ia menguasai 70 bahasa, sehingga ia menguasai banyak ilmu pengetahuan, yang paling menonjol
adalah ilmu mantik. Kemahirannya dalam ilmu mantik melebihi Aristoteles. Ia kemudian dikenal
sebagai guru kedua dalam ilmu filsafat. Al-Farabi memasukkan ilmu logika dalam kebudayaan
Arab.
Dalam bidang filsafat, AlFarabi lebih menitikberatkan pada persoalan kemanusiaan, seperti
akhlak, kehidupan intelektual, politik dan seni. Ia termasuk ke dalam filsuf kemanusiaan dan
berpendapat bahwa antara filsafat dan agama tidak bertentangan.

3. Ibnu Rusyd
Abdul Walid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd (w. 595 H / 1198 M) lahir di Kordoba, Spanyol.
Ia dibesarkan dalam keluarga yang tegun menegakkan agama dan berpengetahuan luas.
Neneknya seorang ahli fikih dan tokoh politik yang berpengaruh serta hakim agung di Andalusia.
Ibnu Rusyd belajar matematika, astronomi, filsafat, dan kedokteran kepada Ibnu Basykawal,
Ibnu masarroh dan Abu Ja'far Harun. Beliau dikenal orang barat dengan nama Averroes, lewat
karyanya yaitu Al-Kulliyat yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Pemikiran-
pemikiran Ibnu Rusyd sangat berpengaruh di negara-negara Eropa, dan banyak dikaji di tingkat
universitas. Ia adalah seorang tokoh muslim yang ahli dalam bidang filsafat dan kedokteran.

4. Al-Khawarizmi ( 780 M 850 M)
Nama lengkapnya adalah Abu Ja'far Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi. Ia termasuk tokoh
dalam bidang matematika. Dia dikenal sebagai bapak Aljabar. Di barat, dikenal dengan sebutan
Algoarismi / Algorism, yaitu aritmatika atau ilmu hitung desimal dengan menggunakan angka
arab. Istilah algoritma disandarkan pada namanya tersebut. Ia juga ahli dalam bidang astronomi
dan geografi.
Pemikiran Al-Kawarizmi dalam bidang matematika diakui oleh dunia, bahkan masih
berpengaruh dan dimanfaatkan hingga sekarang. Hasil karyanya adalah penemuan angka nol,
dan tabel-tabel trigonometri.
Aljabar dalam matematika merujuk pada karyanya, yaitu Hisab al-Jabr wal Muqabalah (kalkulasi
integral dan persamaan). Ia memiliki karya tentang teori segitiga sama kaki, yang dijelaskan
cara menghitung luas segitiga, jajar genjang, lingkaran, dan cara menghitung tinggi sebuah
segitiga sampai pada harga phi (), perbandingan keliling sebuah lingkaran terhadap garis
tengah.
Karyanya dalam bidang astronomi adalah Zij As-Sindhind, yang menjelaskan tetnang
penanggalan, perhitungan letak matahari, bulan dan planet-planet secara benar. Buku ini juga
menjelaskan tetnang peredaran benda-benda angkasa, astrologi, perhitungan gerhana dan
penampakan bulan.
Dalam bidang geografi, Al-Khawarizmi menuulis buku Surah Al-Ardh (bentuk bumi), yang
membahas tentang garis lintang, garis bujur kota-kota, gunung-gunung, laut, pulau dan sungai-
sungai pada peta bumi. Dialah yang pertama kali menciptakan geografi bumi dan
menggambarkan peta Benua Afrika.
Para tokoh ilmuwan Muslim setelah Al-Khawarizmi adalah Al-Khazim, Giyatuddin Jamsid al-
Kasyi, Abu Wafa Al-Bayazani dan Umar Khayam
Al-Khazim adalah ilmuwan muslim dalam bidang matematika yang mampu memecahkan soal-
soal archimides. Ia berasal dari Khurasan. Karya-karyanya dalam bidang matematika antara lain
Al-Masail Al-Adadiyah, Mathalib Juz'iyyah fil Qura Al-Mustaqimah dan Syakl Al-Katta.
Ghiyatuddin Jamsid al-Kasyi, adalah seorang tokoh dalam bindang ilmu falak. Teori bilangannya
dan teknik komputasinya tidak ada yang menandingi saat itu. Ia berhasil memecahkan dalil
binamial, menghitung nilai dan menciptakan mesin hitung. Hasil karyanya yang terkenal adalah
Ar Risalah al-Muhtiyyah.
Abu Wafa Al-bayazani ahli dalam bidang astronomi dan matematika. Ia mengembangkan
trigonometri. Karyanya antara lain Fi Ma Yahtaju Ilaihil Kitab wal Ummal min Ilmil Hisab.
Yang mebahas tentang aritmetika. Alkamil yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Al
Handasah yang ditulis dalam bahasa Rab dan persia.

5. Al-Ghazali
Al-Ghazali adalah seorang tokoh ahli tasawuf. Dia termasuk tokoh alrian tasawuf sunni, bersama
Abu Qasim Al-Qusairi. Perkembangan ilmu tasawuf ditandai degnan peralihan dari tasawuf ke
zuhud. Perkembangan selanjutnya adalah tasawuf akhlaki dan falsafi. Tasawuf falsafi
berdasarkan pada AL_Qur'an dan Hadis. Tasawuf ini dinamakan tasawuf sunni.
Tasawuf falsafi bercampur dengan metafisika. Tasawuf ini disebtu tasawuf flsafat. Tokohnya
adalah Zunnun Al-Misri dan Abu Yazid al Bustami. Al-Ghazali sebagai tokoh tasawuf, banyak
mengkritik ahli filsafat, seperti yang tertuang dalam karyanya Tahafutul Falasifah maupun
Tahafut al-Tahafut. Di antara karyanya yang terkenal adalah Ihya' Ulumuddin (Menghidupkan
kembali ilmu-Ilmu agama), maupun 'Ajaibul Qalbi (keajaiban-keajaiban hati)

6. Ibnu Khaldun
Ibunu Khaldun disebtu sebagai bapak sosiologi islam. Lahir di Tunisia pada 732 H/1332 M dan
meninggal pada 808 H/1406 M. Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abddurrahman bin
Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin Al Hasan. Karyanya yang terkenal
adalah Muqaddimah. Kitab ini berisi pembahasan tentang masalah sosial manusia. Kitab ini
membuka jalan menuju pembahasan ilmu-ilmu sosial. Dia dipandang sebagai peletak dasar ilmu
sosial dan politik Islam