Anda di halaman 1dari 4

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ENERGI ANGIN

DI DAERAH TERTINGGAL


1. PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
Indonesia merupakan suatu negara kepulauan dengan jumlah penduduk sekitar 250
juta jiwa, dan sekitar 60% penduduk tinggal di daerah terpencil yang tak memiliki
akses ke jaringan listrik PLN.
Faktor-faktor penghambat penyediaan energi listrik di daerah tertinggal, al.: kondisi
geografi , terbatasnya kemudahan akses, terbatasnya infrastruktur, rendahnya
sumberdaya manusia, rendahnya kemampuan modal local, tingkat ekonomi yang
lemah, dll
Indonesia secara umum memiliki potensi sumber energy lokal/terbarukan (surya,
angin, dll) cukup melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Penggunaan energi alternatif (khususnya energi angin) untuk pembangkit listrik
merupakan suatu solusi terhadap masalah penggunaan bahan bakar fossil dan
reduksi terhadap polusi.

1.2. Tujuan
Memanfaatkan sistem pembangkit listrik tenaga angin untuk melistriki daerah-
daerah terpencil, sehingga dapat meningkatkan capaian pengembangan wilayah
tertinggal
Untuk memfasilitasi desa-desa di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar
dengan infrastruktur dasar.
Untuk meningkatkan kemampuan teknis local agar menyediakan dukungan
jangka panjang bagi pengguna sistem turbin angin.
Untuk membentuk lembaga masyarakat berbasis kapasitas

1.3. Ruang Lingkup
Mempromosikan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga angin untuk
mempercepat komersialisasi teknologi turbin angin berkelanjutan di Indonesia,
dan untuk mempercepat program elektrifikasi pedesaan di daerah terpencil.
Membangun organisasi berbasis masyarakat serta kapasitas
Menyiapkan pendukung sistem pembangkit listrik tenaga angin, seperti
memperkuat kemampuan sumber daya manusia local, dan peningkatan
kapasitas komponen uji.
Pelatihan untuk enjiner dan teknisi di luar negeri pada operasi dan pemeliharaan
peralatan

1.4.Keluaran
Meningkatkan standar hidup dan kualitas kehidupan masyarakat pedesaan di
daerah terpencil melalui pemanfaatan sumberdaya energi angin.
Menyediakan listrik berkelanjutan di daerah terpencil dengan pemanfaatan
sumberdaya energi angin yang ramah lingkungan dan terbarukan.
Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sebagai Program Nasional Indonesia.

2. PELAKSANAAN SURVEY
Survey akan dilakukan di beberapa lokasi potensial pada 3 provinsi: NTT, NTB, dan
SULUT.
Personil survey dibagi dalam beberapa Team, dimana tiap team meliputi para ahli
dari KPDT, BPPT, LAPAN, dan instansi terkait lainnya)
Survey perdana (8-12.6.09) dilakukan ke provinsi NTT, meliputi 4 kabupaten:
Kupang, TTS, Rotendao, dan Sumba Timur.

3. PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dilakukan baik sebelum maupun pada saat survey
Data yang dikumpulkan, antara lain
1. Data potensi angin di lokasi survey (LAPAN)
2. Data wilayah dalam angka (BPS, Bapeda, dll)
3. Data umum dan keenergian (terutama energy listrik) wilayah: kondisi yang
ada dan rencana pengembangannya (ESDM, Bapeda, PLN,instansi
terkait lainya)
4. Data potensi energy angin (data sekunder), data meteorology, dan
energy terbarukan lainnya di wilayah survey (ESDM, BMG, Dinas
Pertanian, dll)
5. Pengukuran potensi energy angin di lokasi pembangkit listrik tenaga bayu
(PLTB yang direncanakan)
6. Penentuan layout/denah PLTB, lokasi beban, beserta jaringan
distribusinya
7. Data penunjang lainnya.


4. ANALISA POTENSI ENERGI ANGIN DI WILAYAH SURVEY
o Analisis ponesi energy angin di wilayah survey
o Monthly average of wind speed and wind direction
o Annual profile winds peed and wind direction (time-series)
o Windrose
o Wind class and wind power density
o Weibull distribution
o dll
o Potensi energy baru dan terbarukan lainnya di wilayah survey
o Analisis pemanfaatan energy angin di wilayah survey
o Energi listrik (PLTB atau PLTH)
o Energi mekanik (Pompa air) dan kebutuhan lainnya

5. ANALISIS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU HIBRIDA DI WILAYAH SURVEY
o Analisis teknis operasional,
o Analisis ekonimis dan dampak lingkungan
o Peluang dan hambatan


6. PEMBENTUKAN ORGANISASI MASYARAKAT SETEMPAT (OMS)
Untuk menjamin kelanjutan proyek ini, maka organisasi masyarakat setempat
(OMS) akan diikutsertakan.
OMS akan didirikan oleh konsultasi dengan pemerintah local atau unit koperasi
desa (KUD).
Organisasi terpilih akan diberi pelatihan dalam hal kemampuan manajerial, teknis
dan lingkungan, baik di lokasi proyek maupun di J akarta bergantung pada tingkat
manajemen.
Semua biaya pelatihan dalam rogram ini akan ditanggung melalui biaya proyek
ini.



LAYOUT LAPORAN SURVEY

I. PENDAHULUAN

II. DESKRIPSI WILAYAH SURVEY
a. Umum (geografi, demografi, ekonomi, sosial, budaya)
b. Kondisi ketenagalistrikan yang ada
c. Rencana pengembangan ketenagalistrikan

III. POTENSI ENERGI ANGIN DAN ENERGI LAINNYA
3.1 Analisis ponesi energy angin di wilayah survey
o Monthly average of wind speed and wind direction
o Annual profile winds peed and wind direction (time-series)
o Windrose
o Wind speed classification and wind power density
o Weibull distribution, dll

3.2 Potensi energy baru dan terbarukan lainnya di wilayah survey
3.3 Analisis pemanfaatan energy angin di wilayah survey
a) Energi listrik (PLTB atau PLTH)
b) Energi mekanik (Pompa air) dan kebutuhan lainnya

IV. ANALISIS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU HIBRIDA
a. Disain, engineering, dan operasi
b. Analisa kinerja system
c. Analisa ekonomi dan investasi
d. Analisa dampak lingkungan, dll.

V. PEMBENTUKAN ORGANISASI MASYARAKAT SETEMPAT
VI. KESIMPULAN DAN SARAN

LAMPIRAN-LAMPIRAN