Anda di halaman 1dari 6

Pemeriksaan Rangsang Meningeal

Bila selaput otak meradang atau di rongga subarakhnoid terdapat benda


asing, maka hal ini dapat merangsang selaput otak dan terjadilah iritasi
menigeal. Manifestasi subjektif dari keadaan ini adalah keluhan yang
dapat berupa sakit kepala, kuduk terasa kaku, fotofobia dan hiperakusis
(peka terhadap suara). Pemeriksaan rangsang meningeal berupa
pemeriksaan kaku kuduk, tanda Lassegue, Kernig, Brudzinski I dan
Brudzinski II.
Kaku Kuduk (nuchal rigidity)
Tangan pemeriksa ditempatkan di bawah kepala pasien yang
sedang berbaring. Kemudian kepala ditekukkan (fleksi) dan
diusahakan agar dagu mencapai dada. Selama penekukan inidiperhatikan a
danya tahanan.Bila terdapat kaku kuduk kita
dapatkan tahanan dan dagu tidak dapat mencapai dada. Kaku
kuduk dapat bersifat ringan atau berat. Pada kaku kuduk yang berat,
kepala tidak dapat ditekuk, malah sering kepala terkedik kebelakang.
Pada keadaan ringan, kaku kuduk dinilai dari tahanan yang dialami waktu
menekukkan kepala. Pada pasien yang koma kadang-
kadang kaku kuduk menghilang
atau berkurang. Untuk mengetahui adanya kaku kuduk pada
penderita dengan kesadaran menurun, sebaiknya penekukan
kepala dilakukan sewaktu pernafasan pasien dalam keadaan ekspirasi,
sebab bila dilakukan dalam keadaan inspirasi, biasanya dapat juga ada
tahanan, dan hal ini dapat mengakibatkan salah tafsir. Pada kaku kuduk
oleh rangsang meningeal, tahanan didapatkan bila kita menekukkan
kepala, sedangkan bila kepala dirotasi, biasanya
dapat dilakukan dengan mudah dan umumnya tahanan tidak bertambah,
demikian juga gerak hiperekstensi dapat dilakukan.
Tanda Lasseque
Pasien yang sedang berbaring diluruskan (ekstensi) kedua tungkainya.
Kemudian satu tungkai diangkat lurus, dibengkokkan(fleksi) pada
persendian panggulnya. Tungkai yang satu lagi harus
selalu berada dalam keadaan ekstensi (lurus). Pada keadaan normal, kita
dapat mencapai sudut 70o
sebelum timbul rasa sakit dan tahanan. Bila sudah timbul rasa sakit dan
tahanan sebelum mencapai 70o,
maka disebut tanda Lasseque positif. Namun demikian, pada pasien yang
sudah lanjut usia diambil patokan
60o. Tanda Lasseque positif ditemukan pada: rangsang selaput otak,
ischialgia dan iritasi pleksus lumbosakral.
Tanda Kernig

Penderita yang sedang berbaring difleksikan pahanya pada persendian
panggul sampai membuat sudut 90o. Setelah itu tungkai
bawah diekstensikan pada persendian lutut. Biasanya kita dapat
melakukan ekstensi ini sampai sudut 135o. Antara tungkai bawah dan
tungkai atas. Bila terdapat tahanan dan rasa byeri sebelum
tercapai sudut ini, maka dikatakan bahwa tanda Kernig positif. Tanda ker
nig positif pada: kelainan meningen, iritasi akar
lumbosakral atau pleksusnya. Pada meningitis biasanya tanda Kernig
positif bilateral, sedangkan iritasi unilateral.
Tanda Brudzinski I
Dengan tangan yang ditempatkan dibawah kepala pasien yang
sedang berbaring kita tekukkan kepala sejauh mungkin sampai dagu
mencapai dada. Tangan yang satu lagi sebaiknya ditempatkan
di dada pasien untuk mencegah diangkatnya badan. Bila tanda
Brudzinski positif, maka tindakan ini mengakibatkan fleksi kedua
tungkai. Sebelumnya perlu diperhatikan apakah tungkai tidak lumpuh.
Sebab jika lumpuh tungkai tidak akan difleksikan.
Tanda Brudzinski II
Pada pasien yang sedang berbaring, satu tungkai difleksikan pada
persendian panggul, sedang tungkai yang satu lagi berada dalam
keadaan eksensi. Bila tungkai yang satu ini ikut terfleksi, maka tanda
Brudzinski II positif.
2.Cara pemeriksaan hemiparese
3.Gejala dan tanda infeksi susunan saraf pusat
Meningitis viral
Gejala:
Ringan sampai berat
Demam
Gejala agak berat: nyeri kepala dan kaku kuduk
Malaise
Muntah
Eksantema Tanda:
Demam
GRM: (-)/(+)

LP: pleiositosis limfositer
Meningitis bakteri akut
Gejala:
sakit kepala
nyeri retroorbital
nyeri otot
didahului penyakit lain, seperti: infeksi nasofaring, otitis media
Tanda:
Demam
GRM (+)
LP, CCS: pleiositosis polinuklearis >1000/mm
3, glukosa rendah,protein meningkat, hasil kultur (+) bakteri
Meningitis tuberkulosa
Gejala:
progresivitas lambat

4.Gejala, tanda dan hasil pemeriksaan penunjang.
Emboli
Thrombosis
Perdarahan
Perdarahan subarachnoid