Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

ANALISA DAN QUALITY CONTROL













Disusun Oleh :

Nama : Rishang Rangga Yudhistira
NIM : 11/14354/TP/STIK SMART
Jurusan : Teknik Pertanian
Fakultas : Teknologi Pertanian
Acara : Penentuan Kadar Lemak
Co. Ass : Okdyan Kurnia
Pembimbing : Maria Ulfah, STP. MP


INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2012
I. ACARA : PENENTUAN KADAR LEMAK
II. HARI / TANGGAL : Jumat, 3 Agustus 2012
III. TUJUAN : 1. Untuk dapat menentukan kadar lemak
2. Mengenal peralatan analisis kadar lemak
IV. DASAR TEORI
Lemak merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang
terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak,
malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D,
E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid
(termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.
Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon (-
CH2-CH2-CH2-) maka lemak mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi
alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di dalam air. Lemak
dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organik seperti: eter,
Chloroform, atau benzol. Fraksi Lemak atau minyak dari suatu hasil
pertanian dapat dipisahkan ke dalam bagian-bagiannya dengan jalan
mengekstraksinya dengan suatu zat pelarut, misalnya petroleum ether, ethyl
ether, chloroform, benzene dan lain-lain.
Lemak atau minyak didapat dari jaringan hewan maupun tumbuh-
tumbuhan. Lemak atau minyak ternyata terdiri dari berbagai macam
trigliserida.
Lemak dan minyak merupakan zat makanan yang penting untuk
menjaga kesehatan tubuh manusia, selain itu lemak dan minyak juga
merupakan sumber energi yang lebih efektif dibanding dengan karbohidrat
dan protein. Satu gram minyak dapat menghasilkan 9 kkal, sedangkan
karbohidrat dan protein hanya menghasilkan 4 kkal/gram. Minyak atau
lemak khususnya minyak nabati mengandung asam lemak essensial seperti
asam linoleat, lenolena, dan arakidonat yang dapat mencegah peyempitan
pembuluh darah akibat penumpukan kolestrol. Minyak dan lemak juga
berfungsi sebagai sumber dan pelarut bagi vitamin-vitamin A,D,E dan K.
Hampir semua bahan pangan banyak mengandung lemak dan minyak,
terutama bahan yang berasal dari hewan. Lemak dalam jaringan hewan
terdapat pada jaringan adipose. Dalam tanaman lemak disintesis dari satu
molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak yang terbentuk dari
kelanjutan oksidasi karbohidrat dalam proses respirasi. Proses pembentukan
lemak dalam tanaman dapat di bagi menjadi tiga tahap, yaitu pembentukan
glisrol, pembentukan molekul asam lemak, kemudian kondensasi asam
lemak dengan gliserol membentuk lemak.
Prinsip penentuan kadar lemak dengan metode soxhlet yaitu lemak
diekstrak dengan pelarut lemak yaitu ether (diethyl ether) atau hexane secara
terus menerus. Setelah pelarutnya diuapkan, lemaknya dapat ditimbang dan
dihitung presentasenya.
V. ALAT DAN BAHAN
A. Alat :
Alat distilasi Soxhlet : 1 unit
Tabung ekstraksi Soxhlet : 1 buah
Botol timbang : 1 buah
Penangas air : 1 buah
Timbangan analit : 1 unit
Oven : 1 buah
Erlenmeyer : 1 buah
B. Bahan :
Mesokarp Buah Sawit : 2 gram
N-Hexane : 250 gram
VI. CARA KERJA
A. Teoritis
1) Menimbang dengan teliti 2 gram bahan yang telah dihaluskan
(sebaikmya yang kering dan dan lewat 40 mesh).
2) Masukkan ke dalam tabung ekstraksi dalam timble.
3) Mengalirkan air pendingin melalui kondensor.
4) Memasang tabung ekstraksi pada alat distilasi soxhlet dengan pelarut
N-Hexane secukupnya selama 4 jam. Setelah residu dalam tabung
ekstraksi diaduk, ekstraksi dilanjutkan lagi selama 2 jam dengan
pelarut yang sama.
5) Memindahkan N-Hexane yang telah mengandung ekstrak lemak dan
minyak ke dalam botol timbang yang bersih dan diketahui beratnya
kemudian diuapkan dengan penangas air sampai agak pekat.
Teruskan pengeringan dalam oven 100
o
C sampai berat konstan.
6) Berat residu dalam botol timbang dinyatakan sebagai berat lemak
dan minyak.

B. Skematis
1. Ditimbang dengan teliti 2 g bahan yang telah
dihaluskan (sebaiknya yang kering dan lewat
40 mesh).
2. Dimasukkan ke dalam tabung ekstraksi
soxhlet dalam timble.
3. Dialirkan air pendingin melalui kondensor.
4. Dipasang tabung ekstraksi pada alat distilasi
soxhlet dengan pelarut petrolium ether
secukupnya selama 4 jam. Setelah residu
dalam tabung ekstraksi diaduk, ekstraksi
dilanjutkan lagi selama 2 jam dengan pelarut
yang sama.
5. Dipindahkan ke dalam botol timbangan yang
bersih N-Hexane yang telah mengandung
ekstrak lemak dan minyak dan diketahui
beratnya kemudian diuapkan dengan penangas
air sampai agak pekat.
6. Berat residu dalam botol timbangan
dinyatakan sebagai berat lemak dan minyak.


VII. HASIL PENGAMATAN
Bahan
Berat Bahan Berat Sampel
% Lemak
W
2
W
3
W
1

Mesokarp 36,77 g 38,1675 g 2,0165 g 69,37
W
1
= berat sampel
W
2
= berat cawan
W
3
= Berat cawan + sampel setelah dioven
Kalkulasi
% Lemak mesokarp =

100 %
=

100 %
= 69,37 %
VIII. PEMBAHASAN
Di dalam praktikum ini kita mempelajari tentang bagaimana
menentukan dan menghitung kadar lemak pada buah sawit, khususnya di
bagian mesokarp atau bagian serabutnya. Buah sawit merupakan buah yang
cukup banyak mengandung lemak atau minyak nabati. Lemak dari bagian
mesokarp sebagian besar terdiri dari ikatan trigliserida yang tersusun dari
satu gliserol dan tiga asam lemak. Asam lemak yang banyak terdapat di
bagian mesokarp ialah asam palmitat. (Anonim, 2012)
Lemak atau minyak didapat dari jaringan hewan maupun tumbuh-
tumbuhan. Lemak atau minyak ternyata terdiri dari berbagai macam
trigliserida. Hampir semua bahan pangan banyak mengandung lemak dan
minyak. Dalam tanaman lemak disintesis dari satu molekul gliserol dengan
tiga molekul asam lemak yang terbentuk dari kelanjutan oksidasi
karbohidrat dalam proses respirasi. Proses pembentukan lemak dalam
tanaman dapat di bagi menjadi tiga tahap, yaitu pembentukan glisrol,
pembentukan molekul asam lemak, kemudian kondensasi asam lemak
dengan gliserol membentuk lemak. (Anonim, 2012)
Lemak dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organik seperti:
eter, chloroform, atau benzol. Fraksi Lemak atau minyak dari suatu hasil
pertanian dapat dipisahkan ke dalam bagian-bagiannya dengan jalan
mengekstraksinya dengan suatu zat pelarut, misalnya petroleum ether, ethyl
ether, chloroform, benzene dan lain-lain. Didalam praktikum ini, zat pelarut
yang digunakan adalah n-hexane. Dalam penentuan kadar lemak dengan
pelarut, akan terikut juga senyawa-senyawa lain, misalnya fosfolipida,
sterol, asam lemak bebas, karoten dan pigmen lain. Oleh karena itu, hasil
analisisnya disebut minyak kasar. (Anonim, 2012)
Metode yang digunakan untuk menghitung kadar lemak dalam
praktikum ini adalah dengan metode soxhlet. Soxhlet merupakan suatu
peralatan yang digunakan untuk mengekstrak suatu bahan dengan pelarutan
yang berulang-ulang dengan pelarut yang sesuai. Sampel yang akan
diekstraksi ditempatkan dalam suatu timbel yang permeabel terhadap pelarut
dan diletakkan di atas tabung destilasi, dididihkan dan dikondensaasikan di
atas sampel. Kondesat akan jatuh ke dalam timbel dan merendam sampel
dan diakumulasi sekeliling timbel. Setelah sampai batas tertentu, pelarut
akan kembali masuk ke dalam tabung destilasi secara otomastis. Proses ini
berulang terus dengan sendirinya di dalam alat terutama dalam peralatan.
Prinsip penentuan kadar lemak dengan metode soxhlet adalah lemak
diekstrak dengan pelarut lemak yaitu n-hexane secara terus menerus. Setelah
pelarutnya diuapkan, lemaknya dapat ditimbang dan dihitung presentasenya
(Anonim, 2012).
Langkah praktikum ini dimulai dengan menimbang sampel mesokarp
sawit yang telah disiapkan dan menghaluskannya. Sebaiknya menggunakan
mesokarp yang telah kering untuk mempercepat proses destilasi nantinya.
Selanjutnya bahan tadi dimasukkan dalam tabung ekstraksi soxhlet,
sementara air pendingin dialirkan dalam kondensor. Campurkan n-hexane
dengan sampel tadi. N-hexane berguna untuk melarutkan lemak atau minyak
pada mesokarp, sehingga lemak atau minyak tersebut ikut terdistilasi pada
alat soxhlet. Biarkan selama 4 jam hingga terbentuk residu, dan ekstraksi
kembali menggunakan n-hexane selama 2 jam. Berikutnya, setelah lemak
telah benar-benar terlarut pada n-hexane, panaskan alat dengan penangas air
untuk mendistilasi atau menguapkan pelarut, hingga pekat. Dan selanjutnya
pemanasan dilanjutkan dalam oven dengan suhu 105
o
C. Timbang sampel,
dan hentikan pemanasan dalam oven ketika beratnya telah konstan.
(Anonim, 2012).
Berat lemak dari mesokarp tersebut didapat dari berat sampel awal
dikurangi dengan berat sampel setelah pemanasan di oven. Dan prosentase
kadar lemak dari mesokarp didapatkan dari berat lemak dibagi dengan berat
sampel mula-mula dan dikali dengan seratus persen. (Anonim, 2012).


IX. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
1) Buah sawit merupakan buah yang kandungan lemaknya tinggi, hal
dibuktikan dari persentase lemak dalam mesokarpnya lebih dari setengah
berat lemak.
2) Berat lemak dari mesokarp tersebut didapat dari berat sampel awal
dikurangi dengan berat sampel setelah pemanasan di oven.
3) Prosentase kadar lemak dari mesokarp didapatkan dari berat lemak
dibagi dengan berat sampel mula-mula dan dikali dengan seratus persen
4) Kadar lemak dalam mesokarp 69,37 %
5) Dalam 2 gram sampel mesokarp, terdapat 1,38 gram lemak.
6) Soxhlet merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk mengekstrak
suatu bahan dengan pelarutan yang berulang-ulang dengan pelarut yang
sesuai.
7) Asam lemak yang banyak terdapat di bagian mesokarp ialah asam
palmitat.
8) Buah sawit merupakan buah yang cukup banyak mengandung lemak
atau minyak nabati.
9) Fraksi lemak atau minyak dari suatu hasil pertanian dapat dipisahkan ke
dalam bagian-bagiannya dengan jalan mengekstraksinya dengan suatu
zat pelarut.
10) Prinsip penentuan kadar lemak dengan metode soxhlet adalah lemak
diekstrak dengan pelarut lemak yaitu n-hexane secara terus menerus.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2012. Buku Petunjuk Praktikum Analisa dan Quality Control. Institut
Pertanian Stiper. Yogyakarta.
Anonim, 2012. Penentuan Kadar Lemak Metode Soxhlet muzhoffarbusyro.
wordpress.com
Anonim, 2012. Penentuan Kadar Asam Lemak pada Minyak Kelapa Sawit dan
Pemanfaatannya Untuk Pembuatan Sabun dengan Metode Alkalimetri
ebudihartono70.blogspot.com
Anonim, 2012. Lemak id.wikipedia.org















Yogyakarta, 19 September 2012
Mengetahui
Co. Ass Praktikan





(Okdyan Kurnia) (Rishang Rangga Y.)