Anda di halaman 1dari 9

PROCEEDING PEMAPARAN HASIL-HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN

2006, PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI



PENYELIDIKAN GEOLISTRIK DI DAERAH PANAS BUMI SONGA WAYAUA,
KABUPATEN HALMAHERA SELATAN, PROVINSI MALUKU UTARA

Sri Widodo, Bakrun
Kelompok Program Penelitian Panas Bumi


SARI
Daerah panas bumi Songa-Wayaua yang secara administratif berada di Desa Songa, Tawa dan Wayaua,
Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara terdapat pada
lingkungan vulkanik kuarter.
Manifestasi keberadaan panas bumi daerah Songa-Wayaua ditandai dengan kemunculan mata air panas,
fumarola, tanah panas, kolam lumpur dan batuan ubahan di lokasi Pelepele, Padopado, Babalelansa dan
Wayaua dengan suhu permukaan antara 45.0 - 98C dan pH netral 6.80 8.20. Fluida di daerah ini
semuanya bertipe klorida.
Perkiraan suhu fluida bawah permukaan daerah Songa adalah 160 - 260C dan termasuk ke dalam entalpi
sedang hingga tinggi, sedangkan di daerah Wayaua berkisar antara 112 - 175C atau tergolong entalpi
rendah s.d. sedang.
Prospek panas bumi di daerah ini dibagi menjadi prospek Songa dan prospek Wayaua. Prospek Songa
tersebar di sepanjang pantai timur antara desa Tawa dan Songa, yang mencapai luas 15 km
2
. Lapisan
reservoir diduga mempunyai kedalaman yang bervariasi dengan kedalaman puncak lapisannya berkisar
antara 400 - 950 meter.
Pemunculan manifestasi panas bumi di lokasi Pelepele dikontrol oleh struktur tegak berarah timur laut
barat daya yang memotong G. Lansa.


1. PENDAHULUAN
Secara administratif lokasi penyelidikan geolistrik
di daerah panas bumi Songa-Wayaua berada di
Desa Songa dan Desa Wayaua, Kecamatan Bacan
Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi
Maluku Utara. Lokasi ini berukuran luas 12 x 9
km
2
pada koordinat geografis antara 9918000 -
9930000 mU dan 345000 354000 mT (Gambar
1).
Penyelidikan geolistrik dengan metode
Schlumberger dan head on dilakukan di daerah
panas bumi Songa Wayaua dimaksudkan untuk
menunjang data penyelidikan geologi dan
geokimia yang ada. Dengan metode penyelidikan
ini diharapkan dapat memberikan gambaran
bawah permukaan baik vertikal maupun lateral.
Berdasarkan tata guna lahan sebagian dari areal
panas bumi Songa - Wayaua termasuk ke dalam
kawasan hutan produksi konversi dan hutan
lindung. Areal ini terdiri atas daerah resapan air
(recharge) yang meliputi 70% luas daerah
penelitian, daerah limpasan (discharge) mencakup
20% luas daerah penelitian, dan daerah aliran air
permukaan (run-off water area) meliputi 10%
daerah penelitian yang berupa daerah aliran
sungai.
2. GEOLOGI DAN GEOKIMIA
Secara umum daerah panas bumi Songa Wayaua
terdapat pada lingkungan vulkanik dengan batuan
dasar batuan malihan (metamorfik). Beberapa
proses geologi yang membentuk gunung-gunung
di sekitar manifestasi panas bumi daerah ini
mempunyai peran penting dalam pembentukan
sistem panas bumi Songa Wayaua.
Beberapa jenis batuan yang berperan dalam
pembentukan sistem panas bumi daerah ini antara
lain lava dan jatuhan piroklastik G. Lansa, lava G.
Bibinoi, lava G. Songa, Aliran dan J atuhan
Piroklastik G. Songa. Semua batuan tersebut
berumur Kuarter.




PROCEEDING PEMAPARAN HASIL-HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN
2006, PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

Indikasi keberadaan panas bumi di daerah Songa-
Wayaua dimanifestasikan dengan adanya
pemunculan mata air panas, fumarola, tanah
panas, kolam lumpur dan batuan ubahan seperti
Pelepele, Padopado, Babalelansa dan Wayaua
dengan suhu antara 45.0 98C dan pH netral
antara 6.80 s.d. 8.20.
Fluida bawah permukaan bertipe klorida dijumpai
di sekitar mata air panas Pelepele Besar, Pelepele
Pesisir, Babalelangsa, Padopado dan Wayaua.
Perkiraan suhu bawah permukaan daerah Songa
dengan geotermometri SiO
2
berkisar antara 160
228C (conductive cooling) yang termasuk ke
dalam entalpi sedang, sedangkan dengan metoda
Na-K (Giggenbach, 1988) berkisar antara 184
260C yang termasuk ke dalam kelompok entalpi
sedang s.d. tinggi. Suhu bawah permukaan di
daerah Wayaua berkisar antara 112C (SiO
2
) s.d.
175C (Na/K) yang termasuk ke dalam entalpi
rendah sampai sedang.

3. PENYELIDIKAN GEOLISTRIK
3.1 Metode Penyelidikan
Dalam tulisan ini akan disajikan data dari dua
metode geofisika yaitu geolistrik dengan
konfigurasi Schlumberger dan head on.
Berdasarkan jenis sebaran tahanan jenis yaitu
lateral dan vertikal maka geolistrik Schlumberger
dibagi menjadi dua metode yaitu pemetaan
(mapping) dan pendugaan (sounding).
Kegiatan pemetaan tahanan jenis dilakukan
dengan interval jarak antar titik ukur sepanjang
500 m, pada bentangan elektroda arus AB/2 =
250, 500, 800, dan 1000 m serta bentangan
elektroda potensial MN = 100 m. Pengukuran
pendugaan tahanan jenis dilakukan pada titik-titik
terpilih dengan variasi bentangan AB/2 =1.6, 2.5,
4, 6.2, 10, 16, 25, 40, 62, 100, 150, 200, 250, 300,
400, 500, 600, 800, 1000, 1250, 1500, 1750, dan
2000, serta bentangan MN =0.5, 2, 8, 32, 100,
dan 300 m. Penyelidikan head-on dilakukan
dengan interval jarak antar titik ukur 100 m, pada
variasi bentangan AB/2 =200, 400, 500, 600, dan
800 m, serta bentangan MN =100 m.
Gambar 1. Peta Indeks Lokasi Songa - Wayaua
Lokasi Panas Bumi
Songa - Wayaua
Dalam penyelidikan ini diambil asumsi bahwa
kedalaman lapisan dianggap setara dengan
bentangan arus AB/4. Asumsi diambil dengan
argumentasi bahwa pada permukaan datar dan
homogen arus berbentuk setengah bola, bila bola
ini berdiameter AB maka kedalaman penetrasi
arus adalah sama dengan setengah diameter
(AB/2), tetapi di bawah permukaan bumi sifatnya
tidak homogen dan anisotropik sehingga di
dalamnya terdapat hambatan (resistivitas batuan)
yang beragam. Oleh karena itu pengaruh tahanan
jenis batuan diekpresikan dengan suatu asumsi
bahwa penetrasi arus hanya mencapai seperempat
diameter bola atau bentangan arus AB. J adi,
kedalaman lapisan batuan disini dianggap setara
dengan jarak bentangan AB/4, untuk hal tersebut
maka penampang tahanan jenis semu dibuat
dengan mengeplot tahanan jenis semu hasil
pengukuran terhadap bentangan AB/4.

3.2 Geolistrik Schlumberger
3.2.1 Pemetaan Tahanan Jenis
Secara umum nilai tahanan jenis hasil pengukuran
mapping dapat dibagi menjadi lima kelompok
(Gambar 2) yaitu :
1) kelompok tahanan jenis rendah terdiri dari
<15 Ohm-m
2) kelompok tahanan jenis sedang terdiri dari
15 50 Ohm-m dan 50 100 Ohm-m,
dan
3) kelompok tahanan jenis tinggi > 100
Ohm-m.
Pada bentangan AB/2=250 m memperlihatkan
pola kontur tahanan jenis rendah <15 Ohm-m,
berada di bagian utara daerah penyelidikan yaitu
pada lintasan A-3500 sampai dengan A-6000,
kemudian tahanan jenis rendah juga berada di
lembah yang menghubungkan antara desa Songa
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL-HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN
2006, PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

dan Wayaua (memotong titik F-6000 s.d F-7000,
E-6000, D-7000, C-4500, B-5000, dan B-5500).
Hal yang khusus dalam kelompok ini adalah
terpisahnya kelompok ini menjadi tiga zona yaitu
(1) zona utara yang terdapat di sekitar bukit
Pelepele, (2) zona tengah yang terkonsentrasi di
sekitar kampung Songa, dan (3) zona selatan yang
terdapat di sekitar desa Wayaua. Kelompok
tahanan jenis sedang 15 25 Ohm-m berada di
sekitar lintasan A bagian utara, kemudian tahanan
jenis tersebut terdapat di sekitar F-3000 dan F-
3500 berupa spot, kemudian muncul pula di
bagian selatan yang sebarannya meliputi sebagian
besar lintasan E, D, C sampai lintasan B di dekat
desa Wayaua. Kelompok tahanan jenis sedang 25
50 Ohm-m, menyebar di bagian tengah daerah
penyelidikan mulai dari utara sampai selatan dan
di bagian tenggara. Kelompok tahanan jenis 50
100 Ohm-m menyebar di bagian barat dan timur,
sedangkan kelompok tahanan jenis >100 Ohm-m
hanya muncul di bagian barat daerah penyelidikan
di sekitar medan perbukitan.
Pada bentangan AB/2=500 m kelompok tahanan
jenis rendah <15 Ohm-m menyebar semakin luas
terutama di lintasan A, G dan F serta memanjang
sampai lintasan B di bagian tengah daerah
penyelidikan. Hal yang menarik disini adalah
ketiga zona tahanan jenis rendah (pada bentangan
AB/2=2500m), disini ketiga kelompok utara,
tengah dan selatan tersebut kelihatan menyatu
yang menyebar di sepanjang pantai timur Tawa
Songa kemudian ke arah Wayaua. Kelompok
tahanan jenis sedang 15 100 Ohm-m melapis di
kiri kanan kelompok tahanan jenis rendah <15
Ohm-m ini. Kelompok tahanan jenis tinggi (>100
Ohm-m) berada di bagian barat yaitu di sekitar
titik ukur E-2500, F-2500 dan F-3000.
Pada bentangan AB/2=800m kelompok tahanan
jenis rendah <15 Ohm-m yang menyatu menjadi
satu zona pada bentangan AB/5=500 m kini
terpisah lagi menjadi dua lokasi (zona) yaitu zona
utara-tengah di sepanjang pantai timur Tawa
Songa dan zona selatan di sekitar Wayaua.
Sebaran kelompok tahanan jenis tersebut diikuti
oleh kelompok tahanan jenis sedang yang
penyebarannya menempati bagian barat dan
tenggara daerah penyelidikan dan membuka ke
arah barat dan tenggara. Kelompok tahanan jenis
tinggi pada bentangan ini tidak ditemukan
(Gambar 3.2).
Pada bentangan AB/2=1000 m, hanya dijumpai
kelompok tahanan jenis rendah dan sedang..Pola
sebaran mirip dengan pola pada bentangan
AB/2=800 m. Disini kedua zona dari kelompok
tahanan jenis rendah <15 Ohm-m terpisah saling
menjauh, dan zona selatan menjadi makin luas ke
arah pantai selatan Wayaua. Sebaran kelompok
sedang dan tinggi tidak jauh beda denga pada
bentangan AB/2=800 m yaitu terpisah di bagian
barat dan timur kelompok tahanan jenis rendah.
3.2.2 Penampang Tahanan Jenis Semu
Pembagian kelompok tahanan jenis masih sama
seperti pada peta tahanan jenis diatas, yaitu
kelompok tahanan jenis rendah, sedang dan tinggi.
Lihat Gambar 3.
a. Kelompok tahanan jenis rendah terdiri dari <
15 Ohm-m
Kelompok ini seperti diketahui terbagi menjadi
dua zona yaitu zona utara di sekitar pantai timur
Tawa dan Songa yang meliputi lintasan A, F dan
E, sedangkan zona selatan dijumpai di sekitar desa
Wayaua pada lintasan C dan B.
- Zona utara
Pada lintasan A kelompok tahanan jenis ini
muncul di bagian tengah lintasan, dari permukaan
menembus ke bawah permukaan mulai dari pada
titik ukur A-5500 ke arah selatan sampai dengan
titik A-3000, tapi di bawah kedalaman 500 m
lapisan ini masih menerus ke arah selatan.
Kelompok ini muncul lagi A-6500 pada
kedalaman 250 m dalam bentuk spot kecil.
Penyebaran kelompok tahanan jenis ke selatan
terlihat pada lintasan F, yaitu mulai dari titik F-
3500 yang membuka ke arah timur. Pada titik
ukur F-3500 sampai F-5500 kelompok ini
dijumpai pada kedalaman mulai dari ketinggian 0
m sampai sekitar kedalaman 500 m. Pada lintasan
E kelompok ini terdapat antara titik E-4000 dan E-
4500, dan zona ini tidak muncul lagi di lintasan D.
- Zona Selatan
Zona selatan dari kelompok tahanan jenis rendah
ini muncul di lintasan C dan B yang terdapat di
sekitar desa Wayaua. Pada lintasan C kelompok
ini muncul di permukaan di titik C-4500 yang
menyebar ke barat sampai C-3500 pada
kedalaman 0 500 m, selain itu juga menyebar ke
arah timur sampai C-5500 pada kedalaman 0
200 m. Bergerak ke selatan, kelompok ini muncul
permukaan tanah di B-5500 tapi tidak menerus ke
bawah dan terbatas sampai kedalaman 300 m.
Pada kedalaman antara 300 700 m lapisan in
juga dijumpai antara titik ukur B-2000 dan B-
4500.
b. Kelompok tahanan jenis sedang terdiri dari 15
100 Ohm-m
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL-HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN
2006, PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

Pada kelompok tahanan jenis ini tidak nampak
keterpisahan antara zona utara dan selatan seperti
pada kelompok tahanan jenis rendah. Di bagian
utara dijumpai antara titik ukur A-5500 yang
menyebar dan membuka ke arah utara. Di bagian
selatan dijumpai dari mulai titik A-3000 yang
menyebar ke selatan melalui lintasan F, E, D, C,
dan B. Di lintasan F kelompok ini muncul antara
titik F-6500 s.d. F-3500 pada kedalaman
bervariasi antara 0 - 700 m, kemudian menyebar
dan membuka ke barat laut pada kedalaman antara
250 350 m yang menerus ke bawah. Pada
lintasan E kelompok ini dijumpai mulai E-3000
yang menyebar ke arah dan membuka ke arah
tenggara kecuali di antara titik E-4000 dan E-4500
yang diisi oleh kelompok tahanan jenis rendah.
Kelompok ini juga dijumpai di seluruh titik ukur
di lintasan D. Pada lintasan C kelompok ini
menyebar dari baratlaut yang menyebar dan
membuka ke arah tenggara, tapi pada titik ukur C-
2000 dan C-2500 hanya dijumpai mulai dari
kedalaman 50 150 m. Pada lintasan B kelompok
in juga dijumpai menyebar ke seluruh titik ukur,
tapi pada titik B-2000 dan B-2500 tertutup oleh
kelompok lapisan tahanan jenis tinggi mulai dari
kedalaman 0 - 200 m.
c. Kelompok tahanan jenis tinggi >100 Ohm-m.
Kelompok ini hanya dijumpai di bagian barat
lintasan-lintasan F, E dan C dan B, dan dijumpai
hanya di permukaan sampai kedalaman 400 m
kecuali di sekitar titik ukur E-2500 yang
menyebar ke bawah sampai batas yang tidak
diketahui.
3.2.3 Penampang tahanan Jenis Sebenarnya
Penampang tahanan jenis sebenarnya yang
digambarkan dengan penampang lintasan A
(Gambar 4), di permukaan diisi oleh kelompok
tahanan jenis 45 - 400 Ohm-m, di bawahnya
didapatkan tahanan jenis 2 - 6 Ohm-m, kemudian
tahanan jenis tersebut berulang pada lapisan ke
empat sampai kedalaman dasar lapisan antara 400
900 m, Disela-sela lapisan ini dijumpai sisipan
dengan tahanan jenis 20 - 60 Ohm-m yang
mempunyai tebal antara 20 - 100 m. Lapisan
terakhir mempunyai tahanan jenis 20 - 75 Ohm-m
dengan kedalaman puncak lapisan ini berkisar
antara 400 950 m dan kedalaman dasarnya tidak
diketahui. Lapisan ini ditafsirkan sebagai lapisan
reservoir.

3.3 Head On
Penyelidikan head-on dilakukan pada lintasan F
(F-1800 sampai F-4200) dan lintasan G (G-3200-
G-5300) dengan interval jarak 100m (Gambar 5).
Pada lintasan G yang terdapat di bagian utara
dijumpai sebuah zona kelurusan tegak antara titik G-
3500 sampai G-3600. Di bawah G-3500 kelurusan
ini miring ke arah barat dengan sudut 10 35,
kelurusan ini ditandai dengan adanya perbedaan
litologi batuan yang dicirikan dengan berbedanya
nilai tahanan jenis batuan (antara <100 dan >100
Ohm-m). Kelurusan yang berada di bawah G-3600
tidak dijumpai di permukaan, kelihatannya tertutup
oleh suatu lapisan batuan yang kemungkinan
mengisi celah yang terbentuk akibat adanya struktur.
Kelurusan yang terdapat pada lintasan F dijumpai di
bawah titik-titik ukur F-2350, F-2600, F-2675, dan
F-3600. Kelurusan di titik F-2350 berdiri sendiri
sebagai suatu kemungkinan struktur yang tegak lurus
dengan permukaan tanah. Kelurusan F-2600 dan F-
2675 membentuk suatu zona struktur yang hampir
tegak. Zona ini terdapat di bawah suatu bentuk
topografi perbukitan kecil di sebelah barat laut G.
Lansa. Kelurusan ketiga berada di bawah titik F-
3600 yang terdapat di perbukitan sebelah timur laut
G. Lansa.
Berdasarkan simulasi dari hasil penarikan garis
struktur di permukaan (Gambar 6) didapati dua
buah kelurusan/struktur yang berarah timur laut
barat daya (35 - 40), yang memotong G. Lansa.
Bila mengacu pada struktur geologi, maka
struktur tersebut merupakan struktur yang
memotong G. Lansa dan memanjang ke arah barat
daya yang melalui perbatasan litologi batuan
metamorfik dengan batuan produk vulkanik.
Struktur ini diduga telah mengantarkan air panas
dari reservoir ke permukaan di sekitar kompleks
manifestasi Pelepele dan Padopado.

4. PEMBAHASAN
Panas bumi Songa Wayaua secara geologi
berada lingkungan gunungapi kuarter, seperti G.
Lansa, G. Babelelansa, G. Pelepele, G. Songa, dan
G. Bibinoi. Aktivitas vulkanisme di wilayah ini
masih cukup aktif memasok panas, terbukti
dengan dijumpainya manifestasi panas bumi yang
antara lain berupa fumarol, tanah panas, dan mata
air panas di sekitar Padopado, Pelepele, dan
Songa. Manifestasi tersebut merupakan gambaran
akan terdapatnya sistem panas bumi daerah Songa
Wayaua.
Berdasarkan kelompok nilai tahanan jenis rendah
(<15 Ohm-m) dari hasil pengukuran geolistrik
daerah panas bumi Songa Wayaua dapat dibagi
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL-HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN
2006, PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

menjadi dua kelompok lokasi yaitu (1) kelompok
Songa yang terdapat di antara desa Tawa dan
Songa, (2) kelompok Wayaua yang terdapat di
sekitar desa Wayaua. Pertimbangan lain dalam
memisahkan kedua prospek tersebut pertama
adalah tipe fluida (klorida) yang berarti kedua
prospek berasal dari aktivitas sumber yang dekat,
padahal jarak antara kedua manifestasi di prospek
Songa dan Wayaua tersebut cukup jauh (>5 km),
kedua hasil geotemometri kelompok Songa
memiliki fluida reservoir berentalpi sedang
tinggi, sedang di Wayaua memiliki fluida
reservoir berentalpi rendah sampai sedang.
Dengan pertimbangan hal tersebut maka secara
tentatif dapat ditarik suatu simpulan bahwa kedua
kelompok tersebut mempunyai sistem yang
berbeda.
Zona tahanan jenis rendah di sepanjang pantai
timur Tawa Songa dan menyebar ke selatan
sampai Bukit Airpanas (sebelah tenggara
Wayaua) bisa mencapai luas 15 km
2
, dan zona
tersebut diasumsikan sebagai daerah prospek
panas bumi, atau dengan kata lain luas prospek
panas bumi daerah ini mencapai 15 km
2
.
Reservoir panas bumi yang diasumsikan dari
kelompok tahanan jenis 20 - 75 Ohm-m dijumpai
mulai dari kedalaman 400 m, tapi di beberapa
tempat kedalaman puncak lapisan reservoir ini
mencapai 950 m.

5. SIMPULAN

Beberapa simpulan yang dapat ditarik dari hasil
penyelidikan diatas, disajikan seperti berikut ini.
1) Prospek panas bumi Songa Wayaua berada di
lingkungan vulkanik kuarter yang dicirikan
dengan keberadaan beberapa gunungapi seperti G.
Lansa, G. Babelelansa, G. Bibinoi, dan G. Songa.
2) Manifestasi panas bumi daerah Songa -
Wayaua ditandai dengan kemunculan mata air
panas, fumarol, tanah panas, kolam lumpur dan
batuan ubahan di lokasi Pelepele, Padopado,
Babale-lansa dan Wayaua dengan suhu
permukaan antara 45.0 - 98C dan pH netral
antara 6.80 8.20.
3) Perkiraan suhu fluida bawah permukaan daerah
Songa adalah 160 - 260C dan termasuk ke dalam
entalpi sedang hingga tinggi, sedangkan di daerah
Wayaua berkisar antara 112 - 175C atau
tergolong entalpi rendah s.d. sedang. Fluida di
kedua daerah ini semuanya bertipe klorida.
4) Prospek panas bumi di daerah ini dibagi
menjadi dua zona prospek yaitu prospek Songa
dan prospek Wayaua, berdasarkan
pengelompokan tahanan jenis rendah (<15 Ohm-
m) yang didukung data geokimia. Prospek Songa
tersebar di sepanjang pantai timur antara desa
Tawa dan Songa yang mencapai luas 15 km
2
.
Zona ini diduga sebagai zona akumulasi panas
(reservoar) yang kedalaman puncak lapisannya
bervariasi antara 400 - 950 meter.
5) Pemunculan manifestasi panas bumi di
permukaan dikontrol oleh adanya struktur berarah
timur laut barat daya yang memotong lokasi
mata air panas Songa dan Tawa. Berdasarkan
hasil penyelidikan metode head on dan geolistrik
Schlumberger keberadaan struktur tersebut
ditunjukkan dengan adanya dua kelurusan/struktur
tegak yang berarah timur laut barat daya dan
memotong G. Lansa dan zona manifestasi
Pelepele.

DAFTAR PUSTAKA
Bakrun dkk., 2006. Laporan Terpadu Geologi,
Geokimia, dan Geofisika daerah Panas
Bumi Songa Wayaua, Kabupaten
Halmahera Selatan, Provinsi Maluku
Utara. Tidak dipublikasikan.
Bemmelen, van R.W., 1949. The Geology of
Indonesia. Vol. I A. General Geology Of
Indonesia And Adjacent Archipelagoes.
Government Printing Office. The Hague.
Netherlands.
Dobrin, M.B; 1976: Introduction to Geophysical
Prospecting. Mc. Grow Hill, p.357-475.
Hochstein, MP;1982: Introduction to Geothermal
Prospecting, Geothermal Institute,
University of Auckland, New Zealand.
Lawless, J . 1995. Guidebook: An Introduction to
Geothermal System. Short course. Unocal
Ltd. J akarta.
Mahon K., Ellis, A.J ., 1977. Chemistry and
Geothermal System. Academic Press Inc.
Orlando.
Telford, W.M. et al, 1982. Applied Geophysics.
Cambridge University Press. Cambridge.
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL-HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN
2006, PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

346000 348000 350000 352000
BK. JERE
BK. LANSA
Songa
Teluk Lapan
Wayaua
Teluk Wayaua
BK. GENEM
682
659
282
B 1000
B 1500
B 2000
B 2500
B 3000
B 3500
B 4000
B 4500
B 5000
B 5500
B 6000
B 6500
B 7000
C 1000
C 1500
C 2000
C 2500
C 3000
C 3500
C 4000
C 4500
C 5000
C 5500
C 6000
C 6500
C 7000
C 7500
D 2000
D 2500
D 3000
D 3500
D 4000
D 4500
D 5000
D 5500
D 6000
D 6500
D 7000
D 7500
D 8000
D 8500
E 1000
E 1500
E 2000
E 2500
E 3000
E 3500
E 4000
E 4500
E 5000
E 5500
E 6000
E 6500
E 7000
E 7500
F 1000
F 1500
F 2000
F 2500
F 3000
F 3500
F 4000
F 4500
F 5000
F 5500
F 6000
F 6500
F 7000
F 7500
A 1000
A 1500
A 2000
A 2500
A 3000
A 3500
A 4000
A 4500
A 5000
A 5500
A 6000
A 6500
A 7000
A 7500
A 8000
G 3000
G 3500
G 4000
G 4500
G 5000
G 5500
P. Gamjaha
346000 348000 350000 352000
9916000
9918000
9920000
9922000
9924000
9926000
9928000
250
250
250
500
250
500
500
500
BK. JERE
BK. LANSA
Songa
A
. S
o
n
g
a
A
.
W
a
y
a
u
a
Teluk Lapan
Wayaua
Teluk Wayaua
BK. GENEM
A
. T
a
w
a
682
659
282
B 1000
B 1500
B 2000
B 2500
B 3000
B 3500
B 4000
B 4500
B 5000
B 5500
B 6000
B 6500
B 7000
C 1000
C 1500
C 2000
C 2500
C 3000
C 3500
C 4000
C 4500
C 5000
C 5500
C 6000
C 6500
C 7000
C 7500
D 2000
D 2500
D 3000
D 3500
D 4000
D 4500
D 5000
D 5500
D 6000
D 6500
D 7000
D 7500
D 8000
D 8500
E 1000
E 1500
E 2000
E 2500
E 3000
E 3500
E 4000
E 4500
E 5000
E 5500
E 6000
E 6500
E 7000
E 7500
F 1000
F 1500
F 2000
F 2500
F 3000
F 3500
F 4000
F 4500
F 5000
F 5500
F 6000
F 6500
F 7000
F 7500
A 1000
A 1500
A 2000
A 2500
A 3000
A 3500
A 4000
A 4500
A 5000
A 5500
A 6000
A 6500
A 7000
A 7500
A 8000
G 3000
G 3500
G 4000
G 4500
G 5000
G 5500
P. Gamjaha
346000 348000 350000 352000
9916000
9918000
9920000
9922000
9924000
9926000
9928000
BK. JERE
BK. LANSA
Songa
Teluk Lapan
Wayaua
Teluk Wayaua
BK. GENEM
682
659
282
B 1000
B 1500
B 2000
B 2500
B 3000
B 3500
B 4000
B 4500
B 5000
B 5500
B 6000
B 6500
B 7000
C 1000
C 1500
C 2000
C 2500
C 3000
C 3500
C 4000
C 4500
C 5000
C 5500
C 6000
C 6500
C 7000
C 7500
D 2000
D 2500
D 3000
D 3500
D 4000
D 4500
D 5000
D 5500
D 6000
D 6500
D 7000
D 7500
D 8000
D 8500
E 1000
E 1500
E 2000
E 2500
E 3000
E 3500
E 4000
E 4500
E 5000
E 5500
E 6000
E 6500
E 7000
E 7500
F 1000
F 1500
F 2000
F 2500
F 3000
F 3500
F 4000
F 4500
F 5000
F 5500
F 6000
F 6500
F 7000
F 7500
A 1000
A 1500
A 2000
A 2500
A 3000
A 3500
A 4000
A 4500
A 5000
A 5500
A 6000
A 6500
A 7000
A 7500
A 8000
G 3000
G 3500
G 4000
G 4500
G 5000
G 5500
P. Gamjaha
5
10
15
25
50
75
100
250
500
1000
346000 348000 350000 352000
BK. JERE
BK. LANSA
Songa
Teluk Lapan
Wayaua
Teluk Wayaua
BK. GENEM
682
659
282
P. Gamjaha
B 1000
B 1500
B 2000
B 2500
B 3000
B 3500
B 4000
B 4500
B 5000
B 5500
B 6000
B 6500
B 7000
C 1000
C 1500
C 2000
C 2500
C 3000
C 3500
C 4000
C 4500
C 5000
C 5500
C 6000
C 6500
C 7000
C 7500
D 2000
D 2500
D 3000
D 3500
D 4000
D 4500
D 5000
D 5500
D 6000
D 6500
D 7000
D 7500
D 8000
D 8500
E 1000
E 1500
E 2000
E 2500
E 3000
E 3500
E 4000
E 4500
E 5000
E 5500
E 6000
E 6500
E 7000
E 7500
F 1000
F 1500
F 2000
F 2500
F 3000
F 3500
F 4000
F 4500
F 5000
F 5500
F 6000
F 6500
F 7000
F 7500
A 1000
A 1500
A 2000
A 2500
A 3000
A 3500
A 4000
A 4500
A 5000
A 5500
A 6000
A 6500
A 7000
A 7500
A 8000
G 3000
G 3500
G 4000
G 4500
G 5000
G 5500
0 1000 2000
U
AB/2 =500 m
AB/2 =1000 m
AB/2 =250 m
AB/2 =800 m
TAWA
SONGA
SONGA
SONGA SONGA
TAWA
TAWA
TAWA
WAYAUA
WAYAUA
WAYAUA
WAYAUA


Gambar 2. Peta tahanan jenis semu daerah panas bumi Songa - Wayaua



PROCEEDING PEMAPARAN HASIL-HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN
2006, PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI













































0
-500
-1000
A-7000 A-6000
A-2000
A-5000
A-4000 A-3000
UTARA SELATAN
-500
0
B 2000
B 2500
B 3000 B 3500 B 4000 B 4500 B 5000 B 5500 B 6000
B 6500
5 10 15 25 50 75 100 250 500 1000 Ohm-m
BARAT LAUT
TENGGARA
-500
0
C 2000
C 2500
C 3000
C 3500
C 4000
C 4500
C 5000 C 5500
C 6000
C 6500 C 7000
-500
0
D 3000
D 4000
D 4500
D 5000
D 5500
D 6000 D 6500 D 7000 D 7500 D 8000 D 8500
-500
0
500 E 2500
E 3550
E 4000
E 4500
E 5000
E 5500 E 6000
E 6500
E 7000
-500
0
500
F 2000
F 2500
F 3000
F 3500
F 4000
F 4500
F 5000
F 5500
F 6000 F 6500 F 7000
Gambar 3. Penampang tahanan jenis semu daerah panas bumi Songa - Wayaua
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL-HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN
2006, PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

0 m 250 m 500 m 750 m
KETERANGAN
45 - 400 ohm-m
75 - 110 ohm-m
2 - 6 ohm-m
20 - 75 ohm-m
-1000
-800
-600
-400
-200
0
200
E
L
E
V
A
S
I

(
m

)
A 3000
A 3500 A 4000
A 4500
A 5000
A 5500 A 6000
75
6
110
60
400
75
2.5
65
4
30
55
4
25
2
125
55
3
25
2
125 45
3.2
45
2
20
3
20
3.5
15
120
9
20
3
20
SELATAN
UTARA
SKALA


Gambar 4. Penampang tahanan jenis sebenarnya daerah panas bumi Songa - Wayaua


























0
200
400
53.7
52.6
410.5
338.0
263.4
74.0
319.9
198.7
83.7
411.0
279.5
303.7
506.6
1436.7
269.9
54.7
183.6
48.0
1426.6
141.4
111.1
132.1
56.3
860.6
169.3
61.7
41.4
46.7
1359.3
391.9
164.5
57.6
58.8
906.8
276.1
216.9
191.8
44.3
530.5
160.3
80.1
59.4
51.2
292.6
75.8
63.5
73.7
19.0
21.9
47.0
28.8
27.9
19.5
47.0
56.5
41.0
29.1
10.8
12.5
24.4
20.8
17.8
9.8
15.9
18.2
16.2
11.1
16.9
15.9
16.4
15.0
F 2200 F 2300
F 2400
F 2500
F 2600
F 2700
F 2800
F 2900
F 3000
F 3100
F 3200
F 3300
F 3400
F 3500 F 3600
F 3700
F 3800
10 25 75 250 1000
-100
0
100
200
62.7
82.7
44.6
12.4
29.7
5.3
58.1
44.9
15.1
8.9
5.8
56.2
14.1
10.7
1389.3
53.7
83.4 1004.8
G 3100
G 3200 G 3300
G 3400
G 3500
G 3600 G 3700
G 3800
G 3900
G 4000
G 4100
LINTASAN G
LINTASAN F
Ohm-m
BARAT LAUT
TENGGARA
Gambar 5. Interpretasi struktur head on daerah panas bumi Songa - Wayaua
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL-HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN
2006, PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI


346000 348000 350000 352000
9916000
9918000
9920000
9922000
9924000
9926000
9928000
250
250
250
500
250
500
500
500
BK. JERE
BK. LANSA
Songa
A
. S
o
n
g
a
A
.
W
a
y
a
u
a
Teluk Lapan
Wayaua
Teluk Wayaua
BK. GENEM
A
. T
a
w
a
682
659
282
B 1000
B 1500
B 2000
B 2500
B 3000
B 3500
B 4000
B 4500
B 5000
B 5500
B 6000
B 6500
B 7000
C 1000
C 1500
C 2000
C 2500
C 3000
C 3500
C 4000
C 4500
C 5000
C 5500
C 6000
C 6500
C 7000
C 7500
D 2000
D 2500
D 3000
D 3500
D 4000
D 4500
D 5000
D 5500
D 6000
D 6500
D 7000
D 7500
D 8000
D 8500
E 1000
E 1500
E 2000
E 2500
E 3000
E 3500
E 4000
E 4500
E 5000
E 5500
E 6000
E 6500
E 7000
E 7500
F 1000
F 1500
F 2000
F 2500
F 3000
F 3500
F 4000
F 4500
F 5000
F 5500
F 6000
F 6500
F 7000
F 7500
A 1000
A 1500
A 2000
A 2500
A 3000
A 3500
A 4000
A 4500
A 5000
A 5500
A 6000
A 6500
A 7000
A 7500
A 8000
G 3000
G 3500
G 4000
G 4500
G 5000
G 5500
P. Gamjaha
0 1000 2000
U
Gambar 6. Peta struktur head on daerah panas bumi Songa - Wayaua