Anda di halaman 1dari 20

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT NASIONAL

UNIT KEGIATAN ILMIAH MAHASISWA


UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

SESAJEN (SABUN SEHAT MINYAK JELANTAH):
UPAYA KREATIF PEMANFAATAN
LIMBAH MINYAK JELANTAH




Disusun oleh:

Ageng Asita Rini 107493
Rika Nur Syafitri 107512





SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 DEPOK
SLEMAN - YOGYAKARTA
2012
i
HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul:
SESAJEN (SABUN SEHAT MINYAK JELANTAH): UPAYA KREATIF
PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH

2. Ketua
a. Nama Lengkap : Ageng Asita Rini
b. NIS : 107493
c. Kelas : XI AP 1
d. Alamat Rumah : Sarirejo, Maguwoharjo, Depok, Sleman
e. Nomor Telepon : 085878783753
f. Alamat e-mail : agengasitarini@yahoo.co.id

3. Anggota
a. Nama Lengkap : Rika Nur Safitri
b. NIS : 107512
c. Kelas : XI AP 1
d. Alamat Rumah : Girirupo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman
e. Nomor Telepon : 083840355696
f. Alamat e-mail : rikanur_fitri@yahoo.com

4. Pembimbing
a. Nama Lengkap : Lintang Wisesa Atissalam
b. NIM : 10/300414/PA/13247
c. Jurusan/Universitas : S1 Fisika/UGM
d. Alamat Rumah : 02/06 Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo
e. Nomor Telepon : 0888 671 9327
e. Alamat e-mail : lintangwisesa@ymail.com

Yogyakarta, 17 Oktober 2012
Menyetujui,
Pembimbing Ketua




(Lintang Wisesa Atissalam) (Ageng Asita Rini)
NIM. 10/300414/PA/13247 NIS. 107493

Mengetahui,
Kepala Sekolah




(Drs. Eka Setiadi)
NIP. 19591208 198403 1 008
ii
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama Ketua : Ageng Asita Rini
Tempat, tanggal lahir : Sleman, 13 Desember 1994
Nama Anggota : Rika Nur Safitri
Tempat, tanggal lahir : Sleman, 3 Maret 1995
Asal sekolah : SMK Negeri 1 Depok
Dengan ini menyatakan bahwa karya tulis dengan judul:
SESAJEN (SABUN SEHAT MINYAK JELANTAH): UPAYA KREATIF
PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH
Adalah benar-benar hasil karya sendiri dan bukan merupakan plagiat atau saduran
dari karya tulis orang lain serta belum pernah dikompetisikan dan/atau
dipublikasikan dalam bentuk apapun. Apabila di kemudian hari pernyataan ini
tidak benar maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh panitia
LKTI UKIM Unesa berupa diskualifikasi dari kompetisi. Demikian surat ini
dibuat dengan sebenar-benarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana
diperlukan.

Yogyakarta, 17 Oktober 2012


Menyetujui,
Pembimbing Ketua




(Lintang Wisesa Atissalam) (Ageng Asita Rini)
NIM. 10/300414/PA/13247 NIS. 107493









iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat membuat dan menyusun proposal
ini dengan lancar, tanpa suatu hambatan berarti. Tak lupa shalawat serta salam
kami haturkan kepada Rasulullah Muhammad S.A.W. yang telah memberikan
teladan mulia bagi seluruh umat manusia di dunia.
Minyak goreng adalah bahan yang sering digunakan oleh masyarakat, mulai
dari kalangan industri hingga rumah tangga. Maraknya penggunaan minyak
goreng menjadi sebab peningkatan kuantitas limbah minyak goreng yang
dihasilkan. Limbah minyak goreng, atau minyak jelantah, yang tersisa jelas tidak
layak untuk dikonsumsi. Begitu pula jika dibuang di sembarang tempat, justru
akan merusak kondisi lingkungan.
Karya tulis ini menyajikan hasil eksperimen dalam upaya memanfaatkan
limbah minyak jelantah menjadi suatu barang yang berguna, yakni sabun sehat
minyak jelantah (Sesajen). Sesajen merupakan produk yang ekonomis dan ramah
lingkungan, sekaligus mampu mengurangi tingkat pencemaran limbah minyak
jelantah di lingkungan sekitar. Inovasi ini diharapkan mampu menumbuhkan
kesadaran akan bahaya konsumsi minyak jelantah, sekaligus melahirkan produk
sabun sehat yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Ucapan terima kasih kami haturkan kepada kepada Kak Lintang Wisesa
Atissalam yang telah berkenan membimbing kami dalam pelaksanaan eksperimen
ini. Tak lupa pula ungkapan terima kasih kepada kedua orangtua yang senantiasa
setia memberikan dukungan materi maupun moral kepada kami. Semoga inovasi
kami ini dapat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tak ada gading yang tak retak. Maka dari itu kami mohon maaf apabila
dalam pembuatan proposal ini terdapat banyak kesalahan. Kritik yang bersifat
konstruktif sangat kami harapkan guna pengembangan karya ini lebih lanjut.

Yogyakarta, 17 Oktober 2012

Penulis

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................. ii
LEMBAR PERNYATAAN................................................................................ iii
KATA PENGANTAR........................................................................................ iv
DAFTAR ISI....................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR DAN TABEL................................................................... vi
ABSTRAK.......................................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A. Latar Belakang.................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...............................................................................1
C. Tujuan................................................................................................. 2
D. Manfaat............................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................... 3
A. Minyak Jelantah.............................................................................. 3
B. Sabun Mandi Padat................................................................. 4
BAB III METODE PENELITIAN......................................................................5
A. Metode Penelitian............................................................................... 5
B. Tempat dan Waktu......................................................................5
C. Bahan dan Alat................................................................................... 5
D. Rancangan Percobaan......................................................................... 6
E. Tahapan Percobaan............................................................................. 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................ 8
A. Penampakan Fisik............................................................................... 8
B. Lama Reaksi Saponifikasi.................................................................. 8
C. Uji Karakteristik Sabun...................................................................... 9
BAB V PENUTUP.............................................................................................. 10
A. Kesimpulan......................................................................................... 10
B. Saran................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 11
DAFTAR RIWAYAT HIDUP............................................................................ 12
v
DAFTAR GAMBAR DAN TABEL

Gambar 1. Penampakan fisik minyak jelantah................................................ 3
Gambar 2. Penampakan fisik sabun mandi padat........................................... 4
Gambar 3. Alur percobaan pembuatan sabun minyak jelantah....................... 6
Gambar 4. Penampakan fisik sabun hasil eksperimen.................................... 8
Tabel 1. Lama reaksi saponifikasi.................................................................... 8
Tabel 2. Uji karakteristik sabun....................................................................... 9




































vi
Abstrak
Maraknya pemakaian minyak goreng dalam konsumsi rumah tangga maupun
industri menjadi penyebab melimpahnya limbah minyak yang dihasilkan. Limbah
minyak goreng, atau yang biasa disebut minyak jelantah, dapat memberikan efek
buruk bagi kesehatan apabila dikonsumsi. Selain itu, limbah minyak jelantah akan
mendatangkan dampak yang fatal bagi lingkungan jila dibiarkan terbuang di
sembarang tempat. Maka dari itu dibutuhkan suatu upaya kreatif yang mampu
memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi suatu produk yang lebih bernilai.
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi Sesajen
(sabun sehat minyak jelantah) yang ekonomis dan ramah lingkungan. Manfaat
produk ini di antaranya mampu memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi
suatu produk yang berguna, sekaligus dapat mengurangi pencemaran lingkungan
akibat limbah minyak jelantah. Cara pembuatan Sesajen melalui reaksi
saponifikasi minyak jelantah dengan larutan basa NaOH, pewarna alami, dan
pengharum dengan takaran tertentu, yang kemudian dicetak menjadi sabun padat.
Sabun Sesajen yang terbentuk diharapkan mampu memenuhi beberapa standar
kriteria dasar sabun padat. Sesajen nantinya akan tersedia dalam beberapa varian
warna dan aroma. Kesempurnaan produk diharapkan mampu dicapai dengan
adanya beberapa penelitian lanjutan dan uji kelayakan konsumsi.

Kata Kunci: minyak jelantah, sabun mandi padat, saponifikasi.

















vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Minyak goreng adalah salah satu bahan pokok yang dibutuhkan oleh
banyak masyarakat untuk menggoreng bahan makanan. Minyak goreng
diproduksi dari bahan-bahan nabati seperti kelapa sawit, kedelai, jagung atau
biji zaitun yang telah dimurnikan melalui serangkaian proses kimiawi
(Ketaren, 1986).
Maraknya pemakaian minyak goreng menyebabkan melimpahnya
limbah yang dihasilkan. Limbah tersebut biasa disebut minyak jelantah.
Minyak jelantah tidak layak dikonsumsi, karena dapat menimbulkan efek
buruk bagi kesehatan konsumen (Rona, 1992). Selain itu minyak jelantah
juga akan mendatangkan dampak buruk bagi lingkungan bila dibuang di
sembarang tempat.
Dampak-dampak buruk konsumsi minyak jelantah di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. Hasil makanan yang digoreng dengan minyak jelantah menjadi tidak enak,
berbau tengik, dan berwarna gelap.
2. Konsumsi minyak jelantah memicu pengendapan lemak dalam pembuluh
darah dan penurunan nilai cerna lemak pada sistem pencernaan manusia.
3. Minyak jelantah yang dibuang di sembarang tempat akan memberikan
dampak negatif bagi lingkungan.
Maka dari itu, perlu adanya pengolahan minyak jelantah agar dapat
mengurangi kuantitas limbah serta dampak akibatnya (Wijana, 2005).
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan
baku pembuatan sabun padat Sesajen (sabun sehat minyak jelantah) yang
memiliki kegunaan dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan permasalahan yang diangkat
dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah proses pembuatan sabun padat
Sesajen (sabun sehat minyak jelantah) dengan menggunakan bahan baku
minyak jelantah?

C. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan cara pembuatan
sabun padat Sesajen (sabun sehat minyak jelantah) dengan menggunakan
bahan baku minyak jelantah.

D. Manfaat
1. Manfaat Bagi Penulis
Diharapkan dengan proposal ini tim penulis akan semakin giat
melakukan penelitian lanjutan mengenai upaya pemanfaatan limbah
menjadi suatu produk yang lebih berguna. Selain itu, diharapkan mampu
meningkatkan semangat meneliti di kalangan rekan-rekan SMK.

2. Manfaat Bagi Masyarakat
Inovasi Sesajen (sabun sehat minyak jelantah) diharapkan dapat
menjadi upaya alternatif dalam mengurangi konsumsi limbah minyak
jelantah. Selain itu, inovasi ini juga diproyeksikan untuk diaplikasikan
sendiri oleh masyarakat lantaran proses yang sederhana dan ketersediaan
minyak jelantah yang pasti ada di setiap keluarga. Sehingga nantinya
masyarakat mampu memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi sabun
padat secara mandiri.

3. Manfaat Bagi Pemerintah
Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi limbah minyak jelantah
sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat. Sesajen menjadi
peluang usaha ramah lingkungan yang minim modal bagi masyarakat.
Sehingga akan memicu peningkatan kualitas sosial dan ekonomi
masyarakat.





2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Minyak Jelantah
Minyak goreng merupakan lemak nabati yang terdiri dari berbagai
senyawa kompleks. Komposisi terbanyak dari minyak goreng adalah asam
lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh yang terkandung
dalam minyak goreng di antaranya asam miristat, asam palmitat, asam laurat,
dan asam kaprat. Sedangkan asam lemak tak jenuhnya adalah asam oleat dan
asam linoleat (Djatmiko, 1984).
Minyak goreng yang telah digunakan lebih dari sekali, atau minyak
goreng bekas, kerap disebut sebagai minyak jelantah (waste cooking oil).
Yakni limbah minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur,
minyak samin, dan sebagainya (Djatmiko, 1984). Kadar kebeningan minyak
jelantah semakin jauh dari minyak goreng asalnya.
Umumnya, minyak jelantah masih digunakan kembali oleh khalayak
ramai untuk keperluan kuliner rumah tangga. Padahal bila ditinjau dari
komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa racun
karsinogenik akibat proses pemanasan seperti keton, aldehid, hidrokarbon,
alkohol, lakton, dan polimer (Yuliana, 2007). Hal inilah yang menyebabkan
konsumsi minyak jelantah yang berkelanjutan dapat memicu pengendapan
lemak dalam pembuluh darah (artherosclerosis), kanker dan mengurangi
tingkat kecerdasan. Sehingga diperlukan upaya kreatif agar limbah minyak
jelantah tidak menimbulkan kerugian bagi kesehatan dan lingkungan.

Gambar 1. Penampakan fisik minyak jelantah.
Sumber: infoedukasi.net (2012)
B. Sabun Mandi Padat
Sabun mandi menjadi salah satu produk kebutuhan primer dalam
kehidupan masyarakat masa kini. Sabun mandi padat merupakan campuran
senyawa basa natrium atau basa kalium (basa kuat) dengan asam lemak dari
minyak nabati atau lemak hewani, yang dicetak berbentuk padat, lunak, atau
cair, serta berbusa sebagai sarana pembersih badan. Dengan menambahkan
zat pewangi dan bahan lainnya yang tidak membahayakan kesehatan, sabun
mandi padat menjadi produk pembersih yang sehat dan ramah lingkungan.
Sabun dihasilkan melalui proses saponifikasi, yaitu hidrolisis lemak
menjadi asam lemak dan gliserol dalam kondisi basa. Pembuat kondisi basa
yang biasa digunakan dalam pembuatan sabun padat adalah basa kuat natrium
hidroksida NaOH (Camarata, 1993). Asam lemak yang berikatan dengan
natrium inilah yang menjadi sabun. Hasil samping dari reaksi saponifikasi
adalah gliserol dan gugus asam karboksilat.
Asam lemak yang dapat digunakan dalam pembuatan sabun adalah
trigliserida. Sehingga trigliserida yang terkandung juga dalam minyak
jelantah dapat dijadikan bahan baku pembuatan sabun mandi padat.

Gambar 2. Penampakan fisik sabun mandi padat.
Sumber: soapmakersdiary.wordpress.com (2012)









4
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium, yakni
melalui pemanfaatan reaksi saponifikasi dalam pembuatan sabun mandi
padat. Reaksi saponifikasi dilakukan dengan variasi tambahan zat pewarna
dan pengharum. Data kemudian dianalisis untuk mendapatkan langkah-
langkah pembuatan sabun mandi padat dari minyak jelantah yang efektif dan
efisien. Hasil pembuatan sabun kemudian diukur nilai pH-nya serta dilakukan
uji organoleptik.

B. Tempat dan Waktu
Penelitian pembuatan sabun dari minyak jelantah ini dilaksanakan di
SMK Negeri 1 Depok, Sleman, D.I.Yogyakarta selama kurang lebih kurang
lebih 2 bulan lamanya, mulai bulan Agustus hingga bulan Oktober 2012.

C. Bahan dan Alat
Bahan yang dibutuhkan antara lain:
1. Minyak jelantah
2. NaOH
3. H
2
O
2

4. H
2
O (akuades)
5. Batu zeolit
6. Zat pengharum
7. Zat pewarna makanan
Alat yang dibutuhkan antara lain:
1. Masker
2. Kacamata google
3. Sarung tangan latex
4. Wadah cetak
5. Spatula (sendok pengaduk)
6. Kain penyaring
7. Kertas penyaring
8. Corong
9. Gelas ukur
10. Neraca (timbangan)
11. Pipet
12. Kertas PH universal
13. Kantong plastik
14. Botol plastik

D. Rancangan Percobaan































Gambar 3. Alur percobaan pembuatan sabun minyak jelantah.

E. Tahapan Percobaan
1. Pemurnian Minyak Jelantah
Proses pemurnian minyak jelantah dilakukan untuk mendapatkan
minyak jelantah yang berwarna lebih jernih. Pertama-tama 200 mL minyak
jelantah disaring dengan menggunakan kain penyaring dan batuan zeolit
pengikat karbon. Kemudian hasil saringan dicampur dengan 3 sendok
Pemurnian Minyak Jelantah
Proses Saponifikasi
Pencampuran Zat Tambahan
Pembuatan Larutan Basa
Pencetakan dan Penyimpanan
Analisis dan Uji Produk


6
makan H
2
O
2
untuk mendapatkan minyak jelantah yang jernih. Pemurnian
ini dimaksudkan untuk mendapatkan tampilan sabun yang jernih sehingga
dapat dimodifikasi dengan zat pewarna dan pengharum.

2. Pembuatan Larutan Basa
Larutan basa yang digunakan adalah larutan NaOH, yang dibuat
melalui pencampuran basa kuat NaOH dan 100 mL akuades H
2
O.
Caranya, padatan NaOH dimasukkan ke dalam akuades secara perlahan
kemudian diaduk perlahan hingga larut seluruhnya. Jumlah basa NaOH
divariasikan, yakni 30 gram, 32 gram, 34 gram, dan 36 gram.

3. Proses Saponifikasi
Proses saponifikasi dilakukan dengan cara larutan basa yang berhasil
dibuat dan minyak jelantah hasil pemurnian dicampur menjadi satu dan
diaduk hingga kondisi sabun mulai kental terbentuk (trace). Kondisi trace
ditandai dengan larutan yang kental dan cukup elastis layaknya adonan
tepung terigu. Jumlah minyak jelantah 200 ml sebagai variabel konstan.

4. Pencampuran Zat Tambahan
Saat kondisi trace tercapai, zat pewarna dan pengharum dapat
ditambahkan secukupnya. Variasi pemberian pewarna dan pengharum
dilakukan, yakni 0:0, 1:1, 2:1, dan 1:2. Penambahan pewarna dan
pengharum ditujukan sebagai modifikasi sabun padat supaya lebih menarik
seperti sabun mandi komersial lainnya.

5. Pencetakan dan Penyimpanan
Terakhir, trace sabun dicetak dengan wadah dan disimpan selama
kurang lebih 3-7 hari hingga didapat sabun mandi yang padat.

6. Analisis dan Uji Organoleptik
Sabun yang dihasilkan kemudian dianalisis warna, nilai PH, serta uji
organoleptik atau uji pemakaian.





7
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Penampakan Fisik
Sabun yang berhasil didapatkan disajikan dalam gambar 4 berikut.

Gambar 4. Penampakan fisik sabun hasil eksperimen.

B. Lama Reaksi Saponifikasi
Lama reaksi saponifikasi yakni waktu yang dibutuhkan mencapai
keadaan trace. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah basa kuat yang digunakan
untuk membuat larutan basa. Pada eksperimen ini divariasikan jumlah basa
NaOH yang digunakan, yakni 30 gram, 32 gram, 34 gram, dan 36 gram.

Tabel 1. Lama reaksi saponifikasi.
No. Minyak Jelantah (ml) NaOH (gram) waktu (menit)
1. 200 30 28
2. 200 32 19
3. 200 34 14
4. 200 36 7


C. Uji Karakteristik Sabun
Uji karakteristik sabun dilakukan usai sabun selesai dibuat. Secara
keseluruhan hasil pembuatan sabun dapat diamati melalui tabel 2 berikut,
meliputi warna, aroma, nilai pH, dan uji organoleptik.

Tabel 2. Uji karakteristik sabun.
No. Jelantah (ml) NaOH (gram)
Pewarna :
pengharum
pH Organoleptik
1. 200 30 0:0 9 Mirip plastisin
2. 200 32 1:1 13 Plastisin-sabun
3. 200 34 2:1 13 Padat keras
4. 200 36 1:2 13 Padat keras

Dari tabel 2 didapatkan bahwa nilai pH sabun yang terbentuk
mengindikasikan basa (pH>7). Pada uji organoleptik, sabun pertama memiliki
bentuk yang padat namun cukup lembek seperti plastisin. Sabun kedua
bersifat padat layaknya sabun padat komersial lainnya. Sedangkan sabun
ketiga dan keempat berbentuk padat dan keras.
Dari uji karakteristik sabun ini dapat disimpulkan bahwa sabun kedua
merupakan komposisi yang mendekati ideal, yakni 200 ml jelantah, 32 gram
NaOH, pewarna:pengharum=1:1, walaupun waktu saponifikasinya cukup
lama, mencapai 19 menit.














9
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan karya ilmiah ini di
antaranya adalah:
1. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat sabun mandi
padat yang ekonomis dan ramah lingkungan.
2. Lama reaksi saponifikasi tercepat diperoleh pada variasi 200 ml jelantah
dan 36 gram NaOH, dengan waktu 7 menit.
3. Karakteristik sabun padat minyak jelantah ideal diperoleh dengan
komposisi 200 ml jelantah, 32 gram NaOH, pewarna:pengharum=1:1,
dengan waktu reaksi saponifikasinya mencapai 19 menit.

B. Saran
Demi penyempurnaan sabun mandi dari minyak jelantah ini masih
dibutuhkan beberapa penelitian lanjutan. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya
untuk tetap mengutamakan keamanan di saat melakukan eksperimen,
terutama saat pembuatan larutan basa NaOH yang bersifat korosif. Inovasi
selanjutnya, peneliti akan mencoba bereksperimen memproduksi sabun
minyak jelantah dalam bentuk sabun cair. Semoga karya ilmiah ini semakin
memicu dan memacu karya-karya inovatif anak bangsa lainnya.











DAFTAR PUSTAKA

Camarata, Martin. 1993. Pemanfaatan Gliserin Anorganik dalam Pembuatan
Sabun Mandi. Bogor: Departemen THP Institut Pertanian Bogor.
Djatmiko, Budi. 1984. Teknologi Minyak dan Lemak Jurusan Teknik Industri
Pertanian IPB. Bogor: Agro Industri Press.
Ketaren, Sudibyo. 1986. Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: Penerbit UI Press.
Rona, Nainggolan. 1992. Pengaruh Pemakaian Minyak Goreng Bekas Berulang-
ulang Terhadap Stabilitas Minyak dan Mutu Bahan Gorengan. Medan:
Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Wijana, Susinggih. 2005. Mengolah Minyak Goreng Bekas. Surabaya: Trubus.
Yuliana, Veronica. 2007. Minyak Goreng Bekas Dijernihkan Kembali. Bone:
Widyamandala.
http://www.infoedukasi.net diakses pada 20 April 2012.
http://www.soapmakersdiary.wordpress.com diakses pada 20 April 2012.
























11
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Ketua Penulis

Nama Lengkap : Ageng Asita Rini
Tempat, tanggal lahir : Sleman, 13 Desember 1994
NIS : 107493
Kelas : XI AP 1
Alamat Rumah : Sarirejo, Maguwoharjo,
Depok, Sleman, DIY
Nomor Telepon : 085878783753
Alamat email : agengasitarini@yahoo.co.id




Riwayat Pendidikan
TK An-Nur 3
SD Negeri 1 Depok
SMP Negeri 3 Depok
SMK Negeri 1 Depok

2. Anggota Penulis

Nama Lengkap : Rika Nur Safitri
Tempat, tanggal lahir : Sleman, 3 Maret 1995
NIS : 107512
Kelas : XI AP 1
Alamat Rumah : Girirupo, Sukoharjo,
Ngaglik, Sleman, DIY
Nomor Telepon : 083840355696
Alamat email : rikanur_fitri@yahoo.com




Riwayat Pendidikan
TK Indria Sari
SD Negeri Condongcatur
SMP Negeri 2 Ngaglik
SMK Negeri 1 Depok








12
3. Pembimbing

Nama Lengkap : Lintang Wisesa Atissalam
Tempat, tanggal lahir : Surakarta, 26 November 1991
NIM : 10/300414/PA/13247
Prodi / Universitas : Fisika / UGM
Alamat Rumah : Kr. Tengah 02/VI, Ngadirejo,
Kartasura, Sukoharjo, 57163
Nomor Telepon : 0888 671 9327
Alamat email : lintangwisesa@ymail.com


Capaian
Penerima Beasiswa PPA Universitas Gadjah Mada (2010)
Penghargaan Donor Darah Sukarela 10 kali PMI (2010)
Juara Favorit Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia, MIPA Untuk
Negeri, FMIPA Universitas Indonesia (2011)
Finalis Airlangga Ideas Competition, UKM Penalaran Universitas
Airlangga (2011)
Juara 1 English Physics Article, Komunitas Fisika Gadjah Mada,
Universitas Gadjah Mada (2011)
Program Kreatifitas Mahasiswa PKM-M didanai Dikti (2012)
Paper Presented on UMTAS, University Malaysia Terengganu (2012)

Karya ilmiah yang dihasilkan
Integrasi Program Sekolah Siaga Bencana dalam Lembaga
Kemasyarakatan Sebagai Manajemen Bencana Mandiri Masyarakat
Lokal (2011)
Arabian Scientists, the Beginning of the Flowering of Physics
Technology (2011)
Pembentukan Kelompok Masyarakat Siaga Bencana: Langkah Awal
Pengurangan Risiko Bencana (2011)
Pemanfaatan Limbah Lahar Dingin Merapi Sebagai Pembangkit
Listrik yang Ekonomis dan Ramah Lingkungan Berbasis Teknologi
Microbial Fuel Cell (2011)
Destabox: Alat Bantu Pernafasan Buatan Berbasis Reaksi
Dekarboksilasi Sederhana (2012)
Visualisasi Gejala Fisika Sederhana Berbasis Microsoft Excel Sebagai
Media Pembelajaran Ala Guru Kreatif (2012)
The Utilization of Municipal Organic Waste as a Raw Material for
RDF (Refuse Derived Fuel) on its Application for Substitution
Material of Coal in a Steam-Electrical Power Plant (2012)







13