Anda di halaman 1dari 20

KEPITING

I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Wilayah pesisir Indonesia memiliki berbagai macam tipologi habitat serta
keanekaragaman biota yang tinggi. Kanekaragaman hayati tersebut merupakan
sumber kehidupan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan atau
perdagangan, sehingga keberadaannya sangat rawan terhadap kepunahan akibat
aktifitas kehidupan dan pembangunan. Beberapa bentuk ancaman kelestarian
keanekaragaman hayati antara lain karena pencemaran, eksploitasi sumber daya
alam untuk perdagangan, penebangan hutan dan sebagainya.
Salah satu bentuk ekosistem pesisir Indonesia adalah ekosistem hutan
mangrove. Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem yang unik merupakan
sumberdaya alam yang sangat potensial, mendukung hidupnya keanekaragaman
flora dan fauna. Komunitas terestris akuatik yang ada di dalamnya secara
langsung atau tidak langsung berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia
baik dari segi ekonomi, sosial maupun lingkungan ekologi!. "etapi ekosistem ini
sangat mudah dipengaruhi oleh ekosistem yang ada di sekitarnya serta sulit untuk
dipulihkan kembali #ika ter#adi degradasi.
$kosistem pesisir memiliki bermacam%macam fungsi, antara lain fungsi
fisik, biologis dan sosial ekonomis. &ungsi biologis yang dimiliki kawasan pesisir
antara lain sebagai daerah asuhan nursery grund!, daerah mencari makan
feeding ground! dan daerah pemi#ahan spawning ground! dari berbagai biota
laut, tempat bersarangnya burung, habitat alami bagi berbagai #enis biota, sumber
plasma nutfah 'ahmawaty, ())*!.
+iantara sekian banyak fungsi tersebut, fungsi ekosistem pesisir yang
terpenting adalah sebagai daerah asuhan, mencari makan dan daerah pemi#ahan
bagi ikan, udang, kepiting, moluska serta vertebrata lainnya. +aerah ini terbentuk
secara alamiah yang membuat suasana yang aman dan nyaman bagi hewan%
,
hewan tersebut bertelur, mencari makan dan membesarkan anak sebelum kembali
ke laut men#elang fase dewasa -acKinnon, et al., ()))!.
Seluruh fauna yang hidup di dalam ekositem pesisir mempunyai peranan
yang penting dalam men#aga keseimbangan ekologi. Sekian banyak fauna yang
hidup terdapat beberapa spesies kunci keystone species! yang memegang peranan
yang sangat penting. Salah satu spesies tersebut adalah kepiting yang hidup di
dalam ekosistem pesisir. Kepiting diusulkan sebagai keystone species di kawasan
pesisir karena setiap aktivitasnya mempunyai pengaruh utama pada berbagai
proses paras ekosistem. .eran kepiting di dalam ekosistem diantaranya
mengkonversi nutrien dan mempertinggi mineralisasi, meningkatkan distribusi
oksigen di dalam tanah, membantu daur hidup karbon, serta tempat penyedia
makanan alami bagi berbagai #enis biota perairan .rianto, ())/!.
b. Tujuan
-akalah ini bertu#uan untuk mengenal kepiting dari berbagai aspek, baik
morfologi, daur hidup, habitatnya maupun metode sampling yang digunakan
dalam penelitian.
(
II. MORFOLOGI DAN ANATOMI KEPITING
Kepiting adalah binatang crustacea berkaki sepuluh, yang biasanya
mempunyai 0ekor0 yang sangat pendek bahasa 1unani2 brachy 3 pendek, ura 3
ekor!, atau yang perutnya sama sekali tersembunyi di bawah thora4. Hewan ini
dikelompokkan ke dalam .hylum 5thropoda, Sub .hylum 6rustacea, Kelas
-alacostraca, 7rdo +ecapoda, Suborder .leocyemata dan Infraorder Brachyura.
"ubuh kepiting umumnya ditutupi dengan e4oskeleton kerangka luar! yang
sangat keras, dan dipersen#atai dengan sepasang capit. Kepiting hidup di air laut,
air tawar dan darat dengan ukuran yang beraneka ragam, dari pea crab, yang
lebarnya hanya beberapa milimeter, hingga kepiting laba%laba 8epang, dengan
rentangan kaki hingga 9 m 5nonim, ()):!.
-enurut .rianto ())/!, walaupun kepiting mempunyai bentuk dan ukuran
yang beragam tetapi seluruhnya mempunyai kesamaan pada bentuk tubuh.
Seluruh kepiting mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki #alan ;ambar ,
dan (!. .ada bagian kaki #uga dilengkapi dengan kuku dan sepasang pen#epit,
chelipeds terletak di depan kaki pertama dan setiap #enis kepiting memiliki
struktur chelipeds yang berbeda%beda. Chelipeds dapat digunakan untuk
memegang dan membawa makanan, menggali, membuka kulit kerang dan #uga
sebagai sen#ata dalam menghadapi musuh. +i samping itu, tubuh kepiting #uga
ditutupi dengan Carapace. Carapace merupakan kulit yang keras atau dengan
istilah lain exoskeleton kulit luar! berfungsi untuk melindungi organ dalam
bagian kepala, badan dan insang.
Kepiting se#ati mempunyai lima pasang kaki< sepasang kaki yang pertama
dimodifikasi men#adi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. +i
hampir semua #enis kepiting, kecuali beberapa sa#a misalnya, 'aninoida!,
perutnya terlipat di bawah cephalothora4. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh
ma4illiped yang rata, dan bagian depan dari carapace tidak membentuk sebuah
rostrum yang pan#ang. Insang kepiting terbentuk dari pelat%pelat yang pipih
phyllobranchiate!, mirip dengan insang udang, namun dengan struktur yang
berbeda. Insang yang terdapat di dalam tubuh berfungsi untuk mengambil oksigen
=
biasanya sulit dilihat dari luar. Insang terdiri dari struktur yang lunak terletak di
bagian bawah carapace. Sedangkan mata menon#ol keluar berada di bagain depan
carapace.
;ambar ,. "ubuh bagian dorsal kepiting dewasa Sumber: Quinitio & Parado,
!!"!.
;ambar (. "ubuh bagian ventral kepiting dewasa Sumber: www.portofpeninsula.org,
#$$%&.
9
Berdasarkan anatomi tubuh bagian dalam, mulut kepiting terbuka dan terletak
pada bagian bawah tubuh. Beberapa bagian yang terdapat di sekitar mulut berfungsi
dalam memegang makanan dan #uga memompakan air dari mulut ke insang.
Kepiting memiliki rangka luar yang keras sehingga mulutnya tidak dapat dibuka
lebar. Hal ini menyebabkan kepiting lebih banyak menggunakan sapit dalam
memperoleh makanan. -akanan yang diperoleh dihancurkan dengan menggunakan
sapit, kemudian baru dimakan Shimek, ()):!. 5natomi tubuh kepiting bagian
dalam dapat dilihat pada ;ambar =.
;ambar =. 5natomi tubuh bagian dalam dari kepiting dewasa Sumber: Shimek,
!!'!.
Kepiting bakau ukurannya bisa mencapai lebih dari () cm. Sapit pada #antan
dewasa lebih pan#ang dari pada sapit betina. Kepiting yang bisa berenang ini
terdapat hampir di seluruh perairan pantai Indonesia, terutama di daerah
mangrove, di daerah tambak air payau, muara sungai, tetapi #arang ditemukan di
pulau%pulau karang >ont#i, ())(!. +isamping morfologi sapit, kepiting #antan
dan betina dapat dibedakan #uga berdasarkan ukuran abdomen, dimana abdomen
#antan lebih sempit dari pada abdomen betina ;ambar 9!.
?
;ambar 9. .erbedaan morfologi kepiting #antan dan betina Sumber:
www.environment.gov.au, ())/!.
Irmawati ())?! melaporkan bahwa, kepiting bakau dapat diidentifikasi
dengan mengamati ciri%ciri meristik dan morfometril serta pola warna dengan
mengacu pada kunci identifikasi Keenan, 6arpenter dan >iem l@@:!. Hasil
penelitiannya menun#ukkan bahwa berdasarkan warna, bentuk duri pada frontal
dan #umlah duri pada karpus, teridentifkasi = spesies kepiting bakau di kawasan
-angrove Sungai Keera Kabupaten Wa#o Sulawesi Selatan, yaitu Scylla oli(acea,
Scylla serrata dan Scylla paramamosain dimana Scylla oli(acea adalah #enis yang
dominan, yaitu @(A dari total sampel. "erdapat perbedaan karakter meristik yang
dimiliki oleh ketiga spesies kepiting bakau yang ditemukan di kawasan mangrove
tersebut.
Sebagian besar kepiting yang hidup di mangrove memperlihatkan adaptasi
morfologis saat bernafas ketika berada di darat. Bkuran insang kepiting
berkorelasi dengan habitat dan aktivitas metabolik. Spesies intertidal di daerah
temperate umumnya telah mereduksi luas insang dibanding dengan spesies
akuatik. ;e#ala ini ter#adi pada spesies kepiting mangrove )cypode dan *ca
yang mempunyai beberapa filamen insang dibanding kerabat dekatnya di spesies
akuatik. &ilamen insang mengeras sebagai pemelihara bentuk, orientasi dan
fungsi tubuh bila kepiting keluar dari air. 6elah insang men#adi vaskular dan dapat
*
berfungsi sebagai paru%paru. Kepiting ini memompa udara melalui udara yang
tertahan di dalam celah insang yang harus diperbaharui secara teratur dengan
sering masuk ke dalam air Hutching, dan Saenger, ()), dalam .rianto, ())/!.
-enurut .rianto ())/! bahwa, bagian tubuh kepiting #uga dilengkapi bulu
dan rambut sebagai indera penerima. Bulu%bulu terdapat hampir di seluruh tubuh
tetapi sebagian besar bergerombol pada kaki #alan. Bntuk menemukan
makanannya kepiting menggunakan rangsangan bahan kimia yang dihasilkan oleh
organ tubuh. 5ntena memiliki indera penciuman yang mampu merangsang
kepiting untuk mencari makan. Ketika alat pendeteksi pada kaki melakukan
kontak langsung dengan makanan, chelipeds dengan cepat men#epit makanan
tersebut dan langsung dimasukkan ke dalam mulut. -ulut kepiting #uga memiliki
alat penerima sinyal yang sangat sensitif untuk mendeteksi bahan%bahan kimia.
Kepiting mengandalkan kombinasi organ perasa untuk menemukan makanan,
pasangan dan menyelamatkan diri dari predator.
Kepiting memiliki sepasang mata yang terdiri dari beberapa ribu unit optik.
-atanya terletak pada tangkai, dimana mata ini dapat dimasukkan ke dalam
rongga pada carapace ketika dirinya terancam. Kadang%kadang kepiting dapat
mendengar dan menghasilkan berbagai suara. Hal yang menarik pada berbagai
spesies ketika masa kawin, sang #antan mengeluarkan suara yang keras dengan
menggunaklan chelipeds%nya atau menggetarkan kaki #alannya untuk menarik
perhatian sang betina. Setiap spesies memiliki suara yang khas, hal ini digunakan
untuk menarik sang betina atau untuk menakut%nakuti pe#antan lainnya
/
III. DAUR HIDUP KEPITING
Seperti hewan air lainnya reproduksi kepiting ter#adi di luar tubuh, hanya
sa#a sebagian kepiting meletakkan telur%telurnya pada tubuh sang betina. Kepiting
betina biasanya segera melepaskan telur sesaat setelah kawin, tetapi sang betina
memiliki kemampuan untuk menyimpan sperma sang #antan hingga beberapa
bulan lamanya. "elur yang akan dibuahi selan#utnya dimasukkan pada tempat
bagian tubuh! penyimpanan sperma. Setelah telur dibuahi telur%telur ini akan
ditempatkan pada bagian bawah perut abdomen!. 8umlah telur yang dibawa
tergantung pada ukuran kepiting. Beberapa spesies dapat membawa puluhan
hingga ribuan telur ketika ter#adi pemi#ahan. "elur ini akan menetas setelah
beberapa hari kemudian men#adi larva individu baru! yang dikenal dengan
CDoeaE. Ketika melepaskan Doea ke perairan, sang induk menggerak%gerakkan
perutnya untuk membantu Doea agar dapat dengan mudah lepas dari abdomen.
Farva kepiting selan#utnya hidup sebagai plankton dan melakukan moulting
beberapa kali hingga mencapai ukuran tertentu agar dapat tinggal di dasar perairan
sebagai hewan dasar .rianto, ())/!. +aur hidup kepiting dapat dilihat pada
;ambar ?.
+aur hidup kepiting meliputi telur, larva Doea dan megalopa!, post larva
atau #uvenil, anakan dan dewasa ;ambar ? dan :!. .erkembangan embrio dalam
telur mengalami @ fase 8uwana, ())9!. Farva yang baru ditetaskan tahap Doea!
bentuknya lebih mirip udang dari pada kepiting ;ambar *!. +i kepala terdapat
semacam tanduk yang meman#ang, matanya besar dan di u#ung kaki%kakinya
terdapat rambut%rambut. "ahap Doae ini #uga terdiri dari 9 tingkat untuk kemudian
berubah ke tahap megalopa dengan bentuk yang lain lagi ;ambar * dan /!. Farva
kepiting berenang dan terbawa arus serta hidup sebagai plankton >ont#i, ())(!.
Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa larva kepiting hanya
mengkonsumsi fitoplankton beberapa saat setelah menetas dan segera setelah itu
lebih cenderung memilih Dooplankton sebagai makanannya Bmar, ())(!.
Keberadaan larva kepiting di perairan dapat menentukan kualitas perairan
:
tersebut, karena larva kepiting sangat sensitif terhadap perubahan kualitas perairan
Sara, dkk., ())*!.
;ambar ?. +aur hidup kepiting Sumber: httpwww.nio.org.gif, ()):!.
;ambar *. Skema bagian%bagian tubuh larva kepiting Doea dan megalopa!
Sumber: +a(ey, !!!!.
@
;ambar /. .erkembangan larva kepiting Sumber: ,nonim, !!%!.
;ambar :. Siklus hidup ra#uangan dan Scylla sp. Sumber: -uwana, !!.!.
,)
IV. HABITAT DAN PENEBARAN KEPITING
Kepiting merupakan fauna yang habitat dan penyebarannya terdapat di air
tawar, payau dan laut. 8enis%#enisnya sangat beragam dan dapat hidup di berbagai
kolom di setiap perairan. Sebagaian besar kepiting yang kita kenal banyak hidup
di perairan payau terutama di dalam ekosistem mangrove. Beberapa #enis yang
hidup dalam ekosistem ini adalah /ermit Crab, *ca sp, 0ud 1obster dan kepiting
bakau. Sebagian besar kepiting merupakan fauna yang aktif mencari makan di
malam hari nocturnal! .rianto, ())/!.
Kepiting pada fase larva Doea dan megalopa! hidup di dalam air sebagai
plankton. Kepiting mulai kehidupan di darat setelah memasuki fase #uvenil dan
dewasa seiring dengan pembentukan carapace. Ilustrasi ini dapat dilihat pada
;ambar @, dimana yang men#adi contoh pada gambar tersebut adalah kepiting
kelapa. Sedangkan habitat dan penyebaran kepiting dalam contoh kepiting merah
Cancer magister! di estuary dan Dona intertidal terlihat pada ;ambar ,).
Kepiting dan ra#ungan tergolong dalam satu suku familia! yakni .ortunidae
dan seksi sectio! Brachyura. 6ukup banyak #enis yang termasuk dalam suku ini.
+r. kasim -oosa yang banyak menggeluti taksonomi kelompok ini
mengemukakan bahwa di Indo%.asifik Barat sa#a diperkirakan ada (=9 #enis, dan
di Indonesia ada ,(9 #enis. +i "eluk 8akarta dan Kepulauan Seribu diperkirakan
ada 9* #enis. "etapi dari sekian #enis ini, hanya ada beberapa sa#a yang banyak
dikenal orang karena biasa dimakan, dan tentu sa#a berukuran agak besar. 8enis
yang tubuhnya berukuran kurang dari * cm tidak laDim dimakan karena terlalu
kecil dan hampir tidak mempunyai daging yang berarti. Beberapa #enis yang dapat
dimakan ternyata #uga dapat menimbulkan keracunan >ont#i, ())(!.
-enurut .rianto ())/!, bahwa di seluruh dunia terdapat lebih dari ,)))
spesies kepiting yang dikelompokkan ke dalam ?) famili. Sebagian besar
kepiting hidup di laut, tersebar di seluruh lautan mulai dari Dona supratidal hingga
di dasar laut yang paling dalam. Sebagian #enis kepiting ada yang hidup di air
tawar. Keanekaragaman kepiting yang paling tinggi ada di daerah tropis dan di
selatan 5ustralia, disini lebih dari ,)) #enis kepiting telah diidentifikasi.
,,
Konsentrasi maksimum kepiting ter#adi pada malam hari pada saat air
pasang. Kebanyakan kepiting meman#at akar mangrove dan pohon untuk mencari
makan. .ada saat siang hari, waktu pasang terendah kebanyakan kepiting tinggal
di dalam lubang untuk berlindung dari serangan burung dan predator lainnya.
Beberapa spesies seperti Sesarma erythrodactyla dan Paragrapsus lae(is pada
saat air surut, turun ke bawah untuk berasosiasi dengan telur%telur ikan.
Kepiting mangrove seperti Scylla serrata 0ud Crab! merupakan hewan
yang hidup di wilayah estuaria dengan didukung oleh vegetasi mangrove. Hewan
ini merupakan hewan omnivora dan kanibal, memakan kepiting lainnya, kerang
dan bangkai ikan. Kepiting ini dapat tumbuh sampai ukuran (? cm atau dengan
berat mencapai ( kg, dimana kepiting betina ukurannya lebih besar dari yang
#antan +.I G &, ())=!.
;ambar @. "ahap%tahap morfologi dan perkembangan kepiting kelapa 2irgus
latro! dan habitat yang ditempatinya Sumber2 /sieh, !!.!.
Selain kepiting atau ra#ungan, masih banyak #enis lainnya dari seksi
Brachyura yang mempunyai ciri%ciri bentuk, sifat%sifat hidup dan lingkungan yang
berbeda%beda. +i daerah pasang surut dengan hamparan pasir yang luas di daerah%
,(
daerah tertentu dapat ditemukan kepiting 0yctyris, nama Inggrisnya adalah
soldier crab sedangkan disini sering diberi #ulukan tentara -epang. +i pantai
dekat -erauke, #ika air sedang surut, mereka bisa terlihat bergerak kian kemari di
atas pasir, serentak dalam gerombolan besar yang terdiri dari ratusan atau ribuan
individu, dengan penuh kewaspadaan. +engan sedikit sa#a gangguan, misalnya
dengan langkah seseorang yang mendekat, maka tiba%tiba sa#a mereka akan
lenyap seketika secara serempak, memasuki lubang perlindungan. Baru setelah
situasi dianggap aman, mereka akan ke luar lagi beramai%ramai hilir mudik di atas
pasir >ont#i, ())(!.
;ambar ,). Siklus hidup, habitat dan penyebaran kepiting merah Cancer
magister! di wilayah estuaria dan Dona intertidal Sumber:
www.shim.bc.ca, !!'!.
,=
V. KEPITING !EBAGAI KEYSTONE SPECIES
Spesies kunci keystone species! adalah suatu spesies yang menentukan
kelulushidupan se#umlah spesies lain. +engan kata lain spesies kunci adalah
spesies yang keberadaannya menyumbangkan suatu keragaman hidup dan
kepunahannya secara konsekuen menimbulkan kepunahan bentuk kehidupan lain
.ower G -ills, ,@@? dalam .rianto, ())/!.
Secara tindak langsung melalui pola tingkah laku dan kebiasaannya,
kepiting telah memberikan manfaat yang besar terhadap keberlangsungan proses
biologi di dalam ekosistem pesisir, seperti hutan mangrove. -enurut .rianto
())/!, beberapa peran kepiting di dalam ekosistem pesisir, adalah sebagai
berikut2
,. konversi nutrien dan mempertinggi mineralisasi< Kepiting berfungsi
menghancurkan dan mencabik%cabik daunHserasah men#adi lebih kecil
ukuran detritus! sehingga mikrofauna dapat dengan mudah
menguraikannya. Hal ini men#adikan adanya interaksi lintas permukaan,
yaitu antara daun yang gugur akan berfungsi sebagai serasah produsen!,
kepiting sebagai konsumen dan detrivor, mikroba sebagai pengurai<
(. meningkatkan distribusi oksigen dalam tanah< Fubang yang dibangun
berbagai #enis kepiting mempunyai beberapa fungsi diantaranya sebagai
tempat perlindungan dari predator, tempat berkembang biak dan bantuan
dalam mencari makan. +isamping itu, lubang%lubang tersebut berfungsi
untuk komunikasi antar vegetasi misalnya mangrove, yaitu dengan
melewatkan oksigen yang masuk ke substrat yang lebih dalam sehingga
dapat memperbaiki kondisi anoksik<
=. membantu daur hidup karbon< +alam daur hidup karbon, unsur karbon
bergerak masuk dan keluar melewati organisme. Kepiting dalam hal ini
sangat penting dalam konversi nutrien dan mineralisasi yang merupakan
#alur biogeokimia karbon, selain dalam proses respirasinya<
9. penyedia makanan alami< +alam siklus hidupnya kepiting menghasilkan
ratusan bahkan pada beberapa spesies dapat menghasilkan ribuan larva
,9
dalam satu kali pemi#ahan. Farva%larva ini merupakan sumber makanan bagi
biota%biota perairan, seperti ikan. Farva kepiting bersifat neuston yang
berarti melayang%layang dalam tubuh perairan, sehingga merupakan
makanan bagi ikan%ikan karnivora.
,?
VI. METODE SAMPLING KEPITING
Wilayah pesisir merupakan wilayah yang unik karena ditemukan berbagai
ekosistem mulai dari daerah pasang surut, estuaria, hutan mangrove, terumbu
karang, padang lamun dan rumput laut. Kepiting merupakan biota khas yang
hidup di wilayah pesisir terutama di hutan mangrove dan pantai berpasir.
Farva kepiting yang hidup di wilayah perairan tergolong dalam kelompok
plankton. .lankton umumnya berukuran kecil, #umlahnya di perairan relatif sangat
tidak padat. 7leh karena itu, pengambilan sampel plankton harus dilakukan
dengan alat yang dapat menyaring air sedemikian rupa sehingga plankton yang
tersaring cukup #umlahnya untuk dianalisis. Bntuk keperluan ini alat khusus yang
biasa digunakan adalah #aring plankton plankton net!. Setiap mata #aring yang
digunakan ukurannya mesh si3e! harus berbeda, tergantung dari plankton yang
akan dikumpulkan, apakah itu fitoplankton atau Dooplankton. 8ika yang
diinginkan fitoplankton, maka ukuran mata #aring harus kecil, demikian
sebaliknya untuk Dooplankton &achrul, ())/!.
-enurut Sara, dkk. ())*! bahwa, sampling larva kepiting Scylla spp.! di
perairan dilakukan dengan menggunakan alat miller net high speed yang
dimodifikasi. Spesifikasi alat tersebut yaitu, mata #aring berukuran =)) m,
diameter mulut #aring () cm, pan#ang #aring ,)) cm dan pan#ang lengan
pegangan! ,)) cm. 5lat sampling ini digunakan dengan cara diayunkan dari atas
ke bawah permukaan air terus%menerus selama ,)%() menit dengan kecepatan
yang sama. Sampel larva kepiting yang diperoleh difiksasi dengan larutan
formalin 9A.
Sedangkan menurut &achrul ())/!, untuk sampling Dooplankton yang
berukuran besar, seperti larva kepiting, dapat digunakan #aring dengan diameter
mulut #aring ),9? m, pan#ang (,,) m dan ukuran mata #aring ),?) mm. Selain itu
#uga sampling plankton dapat dilakukan dengan menyaring air sebanyak ,)) liter
dari lokasi sampling, dengan menggunakan water sampler ,) liter atau
,*
penyaringan dapat pula dilakukan dengan menggunakan ember ukuran ? liter
sebanyak () kali penyaringan.
5ir yang terkumpul kemudian disaring dengan plankton net dimana #aring
plankton tersebut telah dilengkapi dengan tabung pengumpul plankton yang
mempunyai ukuran (? ml. Selan#utnya sampel plankton yang ter#ebak ditampung
dalam tabung pengumpul plankton dan diawetkan dengan lugol atau formalin 9A
yang telah dinetralkan dengan boraks atau alkohol /)A dan diberi label.
.encacahan Dooplankton dilakukan dilaboratorium dengan menggunakan kaca
pembesar atau mikroskop dan dihitung berdasarkan #umlah individu yang terlihat.
Sampling #uvenil dan kepiting dewasa biasanya dilakukan dengan
menggunakan perangkap dengan model yang beraneka ragam. -enurut +.I G &
())?!, perangkap kepiting yang digunakan dalam pengambilan sampel berupa
pot yang disebar di beberapa lokasi sampling. "iap%tiap pot diberi nomor yang
berbeda%beda sesuai titik sampel untuk memudahkan dalam identifikasi lokasi.
Selain itu #uga sampling kepiting dewasa dapat dilakukan dengan menggunakan
perangkap yang terbuat dari kawat atau #aring dimana biasanya di dalam
perangkap tersebut diberikan umpan dengan #enis dan #umlah yang sama.
Berbagai model perangkap kepiting dapat dilihat pada ;ambar ,,.
,/
;ambar ,,. Berbagai bentuk perangkap kepiting Sumber: http:44www.fao.org,
!!'!
DAFTAR PU!TAKA
5nonim. ())/. Pengamatan ,spek 2iologi 5a6ungan dalam 0enun6ang
7eknik Perbenihannya, 7nline!, http2HHwww.utkampus.net, diakses , -ei
()):!
%%%%%%%%%. ()):. 8epiting, 7nline!, http2HHmangrove.unila.ac.id, diakses (, 5pril
()):!.
+avey, K. ())). +ecapod Crabs 5eproduction and +e(elopment, 7nline!,
http2HHwww.mesa.edu.au, diakses , -ei ()):!.
+.I G &. ())=. 9ish :uide. Saltwater, 9reshwater and ;oxious Species, 7nline!,
"he ;reat 7utdoors .ublications, Brisbane, www(.dpi.Ild.gov.au,
diakses ,= -ei ()):!.
+.I G &. ())?. 9isheries 1ong 7erm 0onitoring Program Sampling Protocol
0ud Crab: <!!! = !!>&, 7nline!, +epartment of .rimary Industries and
&isheries, http2HHwww(.dpi.Ild.gov.au, diakses ,9 -ei ()):!.
&achrul, -.&. ())/. 0etode Sampling 2ioekologi. Bumi 5ksara. 8akarta.
Hsieh, H.F. ())9. 7owards ?etland 5estoration for the @?etland 7hree
0usketeersA, , /orseshoe Crab, , 9iddler Crab, and , Coconut Crab,
7nline!, 'esearch 6enter for Biodiversity, 5cademia Sinica, "aipei,
biodiv.sinica.edu.tw, diakses ,9 -ei ()):!.
Irmawati. ())?. Keanekaragaman 8enis Kepiting Bakau Scylla sp +i Kawasan
-angrove Sungai Keera Kabupaten Wa#o Sulawesi Selatan, 1embaga
Penelitian *;/,S, 7nline!, http2HHwww.unhas.ac.id, diakses =) 5pril
()):!.
8uwana, S. ())9. .enelitian Budi +aya 'a#ungan dan Kepiting2 .engalaman
Faboratorium dan lapangan, Prosiding Simposium Bnteraksi +aratan dan
1autan. Fembaga Ilmu .engetahuan Indonesia. 8akarta.
-acKinnon, K., Hatta, ;., Halim, H. G -angalik, 5. ())). Ckologi 8alimantan.
.renhallindo. 8akarta.
>ont#i, 5. ())(. 1aut ;usantara. .enerbit +#ambatan. 8akarta.
,:
.rianto, $. ())/. .eran Kepiting Sebagai Spesies Kunci 8eystone Spesies! pada
$kosistem -angrove. Prosiding 9orum Perairan *mum Bndonesia BD.
Balai 'iset .erikanan .erairan Bmum. Banyuasin.
Juinitio, $.". G .arado, $.&.+. ())=. Biology and Hatchery of the -ud 6rabs
Scylla spp. ,Euaculture Cxtension 0anual, 7nline!, >o. =9, S$5&+$6
5Iuaculture +epartment, Iloilo, .hilippines rfdp.seafdec.org.ph, diakses
,? -ei ()):!.
'ahmawaty. ())*. *paya Pelestarian 0angro(e 2erdasarkan Pendekatan
0asyarakat 7nline!, &akultas .ertanian Bniversitas Sumatera Btara,
-edan, http2HHlibrary usu.ac.id, diakses ( 5pril ()):!.
Sara, F. dkk. ())*. 5bundance and +istribution .atterns of Scylla spp. Farvae in
the Fawele Bay, Southeast Sulawesi, Indonesia, ,sian 9isheries Science,
7nline!, Kol. ,@< ==,%=9/, www.asianfisheriessociety.org, diakses , -ei
()):!.
Shimek, '.F. ()):. Crabs, 7nline!, www.reefkeeping.com, diakses ,? -ei
()):!.
Bmar, >.5. ())(. /ubungan antara 8elimpahan 9itoplankton dan Fooplankton
<8opepoda& dengan 1ar(a 8epiting di Perairan 7eluk Siddo 8abupaten
2arru Sulawesi Selatan, 7nline!, I.B.
www.environment.gov.au. ())/. 5ed Crabs :ecarcoidea natalis <Pocock, #'''&,
7nline!, diakses ,? -ei ()):!.
www.fao.org. ()):. 7rap Crab, 7nline!, diakses ,? -ei ())*!.
www.nio.org.gif. ()):. Crab 1ife Cycle, 7nline!, diakses ,? -ei ())*!.
www.portofpeninsula.org. ,@@/. Crab. Washington State +epartment of &ish G
Wildlife, 7nline!, diakses ,? -ei ()):!.
www.shim.bc.ca. ()):. 5ed 5ock Crab, 7nline!, diakses ,? -ei ()):!.
,@
()