Anda di halaman 1dari 25

KOLIK ABDOMEN

Oleh:
Ika Niswatul Chamidah
102011101086


Pembimbing:
dr. Hudoyo, Sp.PD
DEFINISI
Nyeri yang dapat terlokalisasi dan dirasakan seperti
perasaan tajam. Nyeri ini terjadi karena adanya
sumbatan baik parsial ataupun total dari organ tubuh
berongga atau organ yang dipengaruhi peristaltik.

Nyeri yang timbul dapat disebabkan oleh:
Rangsang mekanik (regangan, obstruksi)
Rangsang kimiawi (peradangan)
ETIOLOGI
SERING KURANG SERING JARANG
Kolik bilier
Kolangitis Infark miokard
Kolik renal
Pielonefritis Nekrosis hepatoma
Obstruksi usus
Ruptur kista ovarium,
KET
Infark lien
Peritonitis Abses Pneumonia
Appendisitis Eksaserbasi ulkus
peptikum
Ketoasidosis diabetikum
Kolisistitis Chrons disease Volvulus sigmoid,
caecum, lambung
Salpingitis Infark mesenterika Herpes zoster
Divertikulitis Torsi kista ovarium,
testis, omentum
Perforasi viskus
Pankreatitis
ANAMNESIS
Nyeri timbul tiba-tiba atau sudah
berlangsung lama.
Nyeri dapat terlokalisir atau berasal dari
seluruh lapangan abdomen.
Disertai mual, muntah, anoreksia,
kembung, gangguan BAB, flatus atau
tidak.
Nyeri di daerah punggung/pinggang yang
sifatnya menjalar.

PEMERIKSAAN FISIK
Posisi pasien (supine atau duduk)
Palpasi abdomen melokalisir nyeri,
adanya nyeri tekan, nyeri lepas, atau
teraba massa
Murphy sign, nyeri titik Mc. Burney, nyeri
seluruh lapang perut, nyeri ketok ginjal
Auskultasi bising usus atau bruit
PEMERIKSAAN LAB/RADIOLOGI
DL, UL
Foto polos abdomen 3 posisi
USG abdomen
Pemeriksaan lainnya: colon in loop,
endoskopi sluran cerna, CT scan
abdomen
TERAPI
Simtomatis
Analgesik
Antibiotik
Terapi endoskopi
Operasi pembedahan
KOLIK BILIER
Kolik bilier gejala klinis dari penyakit batu empedu
(kolelitiasis/koledokolitiasis)
Nyeri paroksismal, meningkat progresif secara
perlahan, dirasakan sesaat setelah makan
Nyeri visera berasal dari desakan batu di sistem
hepatobilier, dirasakan di kuadran kanan atas.
Nyeri kolik lebih dari 30 menit dan kurang dari 12
jam
Nyeri dirasakan sesaat setelah makan.
Dapat disertai mual, muntah dan panas


Anamnesis
Nyeri kolik bilier biasanya tiba-
tiba dan mencapai intensitas
maksimum dalam 60 menit pada
2/3 pasien kolik abdomen.
Rasa sakit biasanya berlanjut dan
hilang secara bertahap dalam 2-6
jam.
Nyeri yang lebih dari 6 jam harus
dicurigai kolesistitis akut.

Pemeriksaan Fisik
Pasien berkeringat, pucat, dan
perasaan tidak nyaman.
Rasa sakit biasanya disertai muntah.
4 F (Female, Fat, Fertil, Fourty)
Pasien kolik empedu tanpa
komplikasi biasanya tidak disertai
demam, menggigil, dan hipotensi.
Sinus takikardi terjadi selama sakit.
Diagnosis
Berdasarkan gejala yang ada
Laboratorium:
Leukositosis
Kenaikan ringan bilirubin dan faal hati
Dengan pemeriksaan penunjang:
Endoscopic Ultrasonography
Magnetic Resonance Cholangiopancreatography
Terapi
Jika nyeri hebat, diberikan pereda nyeri
golongan narkotika yaitu
meperidine(pethidine) dengan dosis 1-
1,5mg/kgbb IM selama 3 jam.
Jika muntah diberikan metoklopamid.
Tidak selalu disarankan pembedahan
untuk kolik bilier tanpa komplikasi,
karena kolik dapat mereda cukup dengan
terapi konservatif.
KOLIK RENAL
Nyeri dimulai dari pertengahan belakang
atas lateral dari sudut costovertebral dan
kadang-kadang subkosta, menyebar ke
inferior dan anterior menuju pangkal paha.
Nyeri diakibatkan:
Pelebaran, peregangan, dan kejang
akibat obstruksi saluran kemih akut.
Iritasi lokal dinding ureter/pelvis ginjal


Tingkat keparahan rasa sakit tergantung dari
derajat dan lokasi obstruksi bukan dari ukuran
batu.

Ureter 1/3
Proksimal dan
pelvis ginjal
Ureter 1/3 medial Ureter 1/3 distal
Nyeri menyebar ke
daerah panggul dan
lumbal.
Nyeri pada mid
uretral yang
menjalar ke
anterior dan kaudal.
Nyeri menyebar ke
pangkal paha, testis
atau labia mayor.
DD:
kolesistitis
kolelitiasis,
gastritis, ulkus
peptik, pankreatitis
DD:
Apendisitis
divertikulitis

DD:
Sistitis
uretritis
Terapi
Analgesik
Antibiotik
Anti spasmodik
Diuretik Thiazid (hidroklorotiazid 25-50 mg/hr)
Operatif pembedahan
Diet
Meningkatkan masukan cairan
Hindari softdrink
Kurangi masukan protein


KOLIK KARENA OBSTRUKSI
USUS
Sebuah obstruksi usus kecil (SBO) disebabkan oleh
berbagai proses patologis. Penyebab utama SBO di negara
maju adalah perlekatan pasca operasi (60%) diikuti oleh
keganasan, penyakit Crohn's, dan hernia.
Obstruksi bisa parsial, total, non strangulata atau
strangulata.
Penyebab
Penyebab paling umum adalah adhesi pasca operasi
Perlekatan pasca operasi
Etiologi lain: tumor ganas (20%), hernia (10%),
penyakit radang usus (5%), volvulus (3%)
SBO pada anak karena atresia kongenital, stenosis
pilorus, dan intususepsi.
Gejala
Nyeri perut, dapat disertai dengan distensi
abdomen
Mual
Muntah, yang lebih berhubungan dengan obstruksi
proksimal
Diare (temuan awal)
Konstipasi, flatus (-)
Demam, hipotensi, takikardi akibat strangulasi.
Riwayat operasi abdomen atau pelvis dahulu
Riwayat keganasan (terutama ovarium dan usus)
Dehidrasi
Komplikasi peritonitis



Terapi
Dekompresi usus dg NGT
Rehidrasi cairan
Observasi keseimbangan cairan, urin
produksi, tanda-tanda vital
Analgetik, antibiotik
Pembedahan

TERIMA KASIH