Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM PARASIT DAN PENYAKIT IKAN Ektoparasit

Irsyah Rahmi

05111005015

PRAKTIKUM PARASIT DAN PENYAKIT IKAN Ektoparasit Irsyah Rahmi 05111005015 PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN A. Latar Belakang

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN

A. Latar Belakang

2013

Dalam usaha budidaya ikan tentu tidak lepas dari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi hasil budidaya, salah satunya yaitu penyakit. Pada kegiatan budidaya ikan, fase pembenihan merupakan fase yang paling rawan dan sensitif terhadap serangan penyakit, yaitu parasit. Dalam budidaya ikan kewaspadaan terhadap hama dan penyakit yang menyerang benih harus mendapat prioritas yang utama supaya produksi budidaya ikan tidak mengalami penurunan, bahkan dapat mengalami kematian ikan, dan kerugian ekonomi (Purbomartono, 2004). Salah satu faktor yang berperan adalah faktor eksternal. Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar yang bersifat patogen dan non patogen. Salah faktor eksternal yang bersifat patogen yaitu parasit. Parasit adalah organisme yang hidup pada tubuh organisme lain dan umumnya menimbulkan efek negatif pada

organism yang ditempatinya. Serangan parasit dapat menyebabkan kerugian secara ekonomis (Irianto, 2005). Selain faktor-faktor tersebut, parasit juga menyerang berdasarkan tempatnya yaitu ektoparasit. Ektoparasit adalah parasit yang hidup dalam permukaan luar tubuh inang (ikan), di dalam liang-liang kulit yang mempunyai hubungan dengan dunia luar. Ikan yang terserang ektoparasit sangat mempengaruhi baik produksi, kualitas ikan itu sendiri serta dapat merugikan usaha budidaya perikanan baik dari segi ekonomi maupun biologi.

B. Metodologi

a. Waktu dan Tempat

Praktikum Parasit dan Penyakit Ikan dilakukan pada hari Rabu, 20 November 2013 pukul 14.30 WIB s.d. selesai di Laboratorium Dasar Bersama Perikanan, Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya.

b. Alat dan Bahan

Adapun Alat yang digunakan dalam praktikum Parasit dan Penyakit Ikan adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Alat yang digunakan dalam praktikum.

Alat

Kegunaan

Alat bedah

Untuk membedah ikan dan mengambil

Mikroskop

organ ikan yang akan diamati Untuk mengamati organ ikan yang

Preparat Pipet tetes Sterofoam Alat tulis dan buku gambar

terserang penyakit Untuk tempat sampel yang akan diamati Untuk mengambil Aquadest Untuk tempat membedah ikan Untuk mencatat hasil

Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam praktikum.

Bahan

Kegunaan

Ikan mas koki

Sebagai sampel

Aquadest

Sebagai pengencer

c. Cara Kerja

Adapun cara kerja yang digunakan pada praktikum Parasit dan Penyakit Ikan

adalah sebagai berikut :

  • 1. Ambil ikan mas koki yang terserang ektoparasit.

  • 2. Lalu ambil organ yang akan diamati seperti sirip, sisik dan insang.

  • 3. Letakkan di kaca preparat dan cacah lalu amati di Mikroskop.

  • 4. Catat hasil yang didapat didalam buku gambar

    • C. Hasil dan Pembahasan

Adapun hasil dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3. Hasil yang didapat dalam praktikum.

Organ yang diamati

Nama Parasit

Gambar

Sisik

Sirip

Cymothoa stromatei

Transversotrema larvei

c. Cara Kerja Adapun cara kerja yang digunakan pada praktikum Parasit dan Penyakit Ikan adalah sebagai
c. Cara Kerja Adapun cara kerja yang digunakan pada praktikum Parasit dan Penyakit Ikan adalah sebagai

Insang

Entamoeba

c. Cara Kerja Adapun cara kerja yang digunakan pada praktikum Parasit dan Penyakit Ikan adalah sebagai

Hasil yang didapat dari pengamatan beberapa organ pada ikan mas koki ternyata banyak yang teridentifikasi parasit. Organ yang diamati adalah organ bagian luar diantaranya sisik, sirip dan insang. Pada sisik terdapat jenis parasit yaitu Cymothoa stromatei. Parasit C. stromatei terdapat abdomen/ berbuku-buku seperti yang ada pada udang. Parasit C.stromatei banyak menyerang ikan air tawar, umumnya ikan yang diserang adalah ikan-ikan yang sistem imunnya rendah. Pada organ sirip parasit yang teridentifikasi adalah Transversotrema larvei. Parasit T. larvei berbentuk elips namun sedikit ada sedikit cekungan kedalam pada bagian tengahnya. Didalam inti tubuh parasit ini terdapat organ pencernaan. Parasit ini menyerang ikan yang terlihat keadaannya telah tidak baik lagi. Organ yang terakhir diamati adalah organ insang. Parasit yang ditemukan adalah Entamoeba. Parasit ini juga berbentuk elips namun terdapat benjolan kecil diatasnya. Di dalam tubuh parasit ini terdapat inti yang berbentuk bulat dan terdapat bintik-bintik hitam. Parasit ini banyak menyerang ikan yang sistem imunnya lemah.

D.

Daftar Pustaka

 

Irianto,

A.

2005.

Patologi

Ikan Teleotei. Universitas Gadjah Mada Press.

Yogyakarta.

Purbomartono, C., P. Susatyo dan A. Setiawan. 2004. Pola penyebaran sel mucus pada saluran pencernaan ikan tawes (Punctius javanicus). Jurnal Perikanan, 2004. 6(2) : 62-65.