Anda di halaman 1dari 7

MODUL 9

APLIKASI SCHMITT TRIGGER DAN


RANGKAIAN SENSOR SEDERHANA

A. TUJUAN
1. Mampu mengetahui cara kerja schmitt trigger dan rangkaian sensor
2. Mengetahui penggunaan Schmitt trigger dan rangkaian sensor

B. TEORI
Sinyal digital dari computer yang sedang bekerja berupa gelombang persegi.
Bila sinyal digital tersebut dikirimkan dan kemudian diterima oleh pihak lain, seringkali
sinyal tersebut akan terganggu oleh derau atau factor lainnya. Maka bentuk
gelombang digitalnya akan mengalami gangguan (bentuknya akan bergerigis ataupun
sebagainya). Dengan menggunakan schmitt trigger, maka gelombang outputnya akan
berupa gelombang persegi yang telah diperbaiki (diperhalus).
Schmitt Trigger adalah contoh rangkaian converter atau pengubah bentuk
gelombang sinusoidal menjadi gelombang persegi. Contoh dari rangkaian Schmitt
trigger adalah IC 74244, yang berfungsi untuk memperbaiki keluaran agar dapat
terbaca dengan baik oleh piranti digital lainnya. Bila sebuah sistem mikroprosesor
sedang beroperasi, keluaran gerbang-gerbangnya dengan cepat beralih dari suatu
keadaan kekeadaan lainnya. Bila kita amati dengan osiloskop, seringkali sinyal-sinyal
digital yang dikeluarkan tersebut terganggu dengan noise atau faktor lain sehingga
sinyal yang dikirimkan tidak berbentuk persegi. Jika kita menggunakan sinyal-sinyal
yang tidak persegi ini untuk menjalankan gerbang atau piranti digital lain, maka kita
akan menemui operasi yang tidak dapat diandalkan. Maka disinilah masuknya peranan
pemicu Schmitt ( Schmitt Trigger), yang dapat membersihkan sinyal-sinyal tersebut
sehingga dihasilkan transisi hampir vertikal antara keadaan rendah ke tinggi dan
sebaliknya. Dengan kata lain IC 74244 ini dapat menghasilkan keluaran berbentuk
persegi, lepas dari bentuk gelombang masukannya.
Schmitt trigger memiliki dua keadaan stabil. Pada dasarnya schmitt trigger
merupakan komparator yang memiliki nilai hysteresis, dimana nilai ini dibatasi oleh
UTP dan LTP. Rangkaian ini banyak dipakai pada saklar elektronik dan pembangkit
gelombang kotak asimetris.
Dalam rangkaian elektronika, tranducer adalah sensor yang dipakai dalam
merubah energy masukan (misalnya temperature, gaya, dan posisi) menjadi energy
listrik. Sensor-sensor yang lazim dipakai dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Sensor suhu :
termistor
termokopel
resistansi platinum
semikonduktor junction

2. Sensor cahaya :
sel fotokonduktif
fotodioda
foto transistor
Relay adalah suatu perangkat elektronika yang menggunakan magnet listrik
untuk mengoperasikan perangkat kontak, bila kumparan kawat dialiri arus listrik maka
medan magnet yang dibangun akan menarik armateur berporos. Gerakan ini dipakai
untuk menutup atau membuka satu atau banyak kontak yang bekerja secara
serempak.
Beberapa susunan kontak yang lazim digunakan:
1. Normally open dimana relay akan menutup bila dialiri arus listrik
2. Normally close dimana relay akan membuka bila dialiri arus listrik
3. Changeover dimana relay ini memiliki kontak tengah yang normalnya tertutup dan
akan melepaskan diri dan menbuat kontak lainnya berhubungan

C. KOMPONEN
1. Komponen
2. Resistor
3. Kapasitor
4. Potensio
5. NTP/PTC
6. LDR

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Schmitt Trigger
a. Susun rangkaian seperti gambar 9.1
b. Berikan sinyal segitiga dengan amplitude 6 Vpp
c. Amati gelombang keluaran, perbesar amplitude, perbesar amplitude jika keluarannya
bukan gelombang persegi. Gambarkan gelombang masukan dan keluaran
d. Hitung nilai UTP, LTP, dan Hysterisis (Tanyakan pada asisten tentang prosedur
pengambilan data)









Gambar 9.1
Rangkaian Schmitt Trigger

2. Sensor Suhu
a. Susun rangkaian seperti gambar 9.2
b. Gunakan NTC sebagai sensor dan panaskan, ukur kenaikan tegangan untuk setiap
kenaikan harga potensiometer
c. Ganti NTC dengan PTC dan lakukan hal yang sama












Gambar 9.2
Rangkaian Sensor Suhu

3. Sensor Cahaya
a. Susun rangkaian seperti gambar 9.3
b. Perhatikan perubahan yang terjadi
pada relay dengan
memperlihatkan keadaan LED,
ketika LDR ditutup dan terkena
cahaya







Gambar 9.3
Rangkaian Sensor Cahaya

V. TUGAS PENDAHULUAN

1.
R1 = 1,2 k Vin = Vsat = 20 Vpp
R2 = 18 k
B =
2 1
1
R R
R


B = 0625 , 0
) 18 2 , 1 (
2 , 1



k
k

UTP = + B Vsat = + 0,0625.20Vpp = 1,25 Vpp
LTP = - B Vsat = - 0,0625.20Vpp = -1,25 Vpp
Untuk Hysteresis dicaridenganpersamaan:
H = 2BVsat = 2,5 Volt


2.


Rp
Vcc
Ip
I
B1
= Ip
Maka,
I
E1
= I
C1
=
1
I
B1

Terdapat R = 39 pada basis,
jadi I
E1
= I
B2
=
1
I
B1

I
E2
= I
C2
=
2
I
B2
=
1

2
I
B1


Jadi Vout R
PTC
atau R
NTC







3.
Syarat minimum agar LED menyala :
1. Relay closed normal; V
CE
pada transistor 2 harus lebih kecil dari Vrelay.
2. Relay open; V
CE
pada transistor 2 harus lebih besar dari Vrelay.

Syarat minimum agar LED mati:
1. Jika relay closed; V
CE
pada transistor 2 harus lebih besar dari Vrelay.
2. Jika relay open; V
CE
pada transistor 2 harus lebih kecil dari Vrelay.