Anda di halaman 1dari 11

PAPER PENGGOLONGAN OBAT

FARMAKOLOGI TERAPI









Nama : Hilda Yuanti Syahra
NIM : 115130100111067
Kelas : C

















PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013

PENGGOLONGAN OBAT

A. ANTIBIOTIK
1. Enrofloxacin
Gol obat : antibiotik
Dosis : 5 mg/kg BB pada anjing
Sediaan : cair
Indikasi : colibacillosis, snot, fowl cholera, salmonellosis, streptococcosis,
staphylococcosis, dan infeksi bakteri lain yang peka terhadap amoxicillim dan colistin
Kontraindikasi : Enrofloxacin dikontraindikasikan terhadap hewan yang diketahui
hipersensitif terhadap quinolone

2. Oxytetrasiklin
golongan : anti bakteri
sediaan: serbuk
indikasi : pgobatan CRD, Coryza, Kolera, Salmonella dll
Dosis dan cara pakai: 1 gram/ lt air minum, dibarikan slma 3-5 hari
Kemasan : 100 g, 1 kg
OBAT KERAS

3. Amoxicillin
golongan obat : antibakteri
dosis : BB > 20 kg : 250- 500 mg tiap 8 jam. BB 20 kg : 20 40 mg/kg BB sehari dalam
dosis terbagi tiap 8 jam.
sediaan : kaplet PO dan cairan PO
INDIKASI : Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka pada
kulit & jaringan lunak, saluran nafas, genitourinari, gonore.
KONTRAINDIKASI :
Penderita hypersensitif atau mempunyai riwayat hipersensitif terhadap antibiotik
betalaktam (penisilin, sefalosporin)

4. Ampisilin
Golongan : vitamin
Dosis : 0,26 mg/g BB
Sediaan : padat
Indikasi : Untuk mencegah dan mengobati kekurangan vitamin C
Kontraindikasi : Hipersensitivitas terhadap komponen dalam sediaan.

5. Ciprofloxacin
Golongan : antibiotik
Dosis : anjing dan kucing adalah 5 sampai 10mg per pon
Sediaan : padat dan cair
Indikasi : Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka
terhadap ciprofloxacin, antara lain pada :
Saluran kemih termasuk prostatitis.
Uretritis dan serpisitis gonore.
Saluran cerna, termasuk demam thyfoid dan parathyfoid.
Saluran nafas, kecuali pneumonia dan streptococus.
Kulit dan jaringan lunak.
Tulang dan sendi.
Kontraindikasi : Penderita yang hipersensitivitas terhadap siprofloksasin dan derivat
quinolone lainnya

6. Gentamicin
gol obat: Antibiotik
dosis : 2 mg/kg BB pada anjing
sediaan : cair
indikasi : Infeksi gram negatif (Pseudomonas, Proteus, Serratia) dan Gram positif
(Staphylococcus), infeksi tulang, infeksi saluran nafas, infeksi kulit dan jaringan lunak,
infeksi saluran urin, abdomen, endokarditis dan septikemia , penggunaan topical, dan
profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah
kontraindikasi : Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain

7. Doxycycline
gol.obat. antibiotika
dosis : Larutkan 1 gram per liter air minum. Diberikan selama selama 3-5 hari berturut-
turut.
sediaan : serbuk
indikasi : icrd, colibacilosis, fowl cholera, polyarthritis, ornithosis, chlamdydiosis
ko ntraindkasi :Pemotongsn bisa dilakukan 3 hari setelah pemberian obat dihentikan

8. Penicillin
gol obat : antibiotik
dosis : anjing 10-20 mg/kg IM tiap 6-8 jam
sediaan : injeksi 3 jt IU/vial
indikasi : infeksi tenggorokan, otitis media, endocarditis, penyakit meningokokus,
pneumonia, sellulolitis, anthrax
kontraindikasi :hipersensitif terhadap penicillin

9. neomicin
gol : antibiotik
dosis : umumnya 2 - 3 kali sehari, oleskan krim pada bagian kulit yang sakit.
sediaan : krim
indikasi : Eksema, Eksema infantile,Dermatitis atopic,Dermatitis kontak,Dermatitis
venenata,Dermatitis seboroik, Neurodermatitis, Psoriasis, tidak termasuk plak psoriasis
yang luas , Intertrigo anal dan genital
kontraindikasi :
-Rosacea, akne, serta dermatitis perioral
-Penggunaan yang luas selama kehamilan
-Penggunaan yang luas pada penderita usia lanjut serta pada penderita gangguan fungsi
ginjal dapat menyebabkan risiko timbulnya ototoksisitas
-Infeksi kulit primer yang disebabkan oleh virus (misal herpes simpleks), jamur (misal
kandidiasis, tinea) atau bakteri (misal impetigo)
-Infeksi primer atau sekunder yang disebabkan oleh ragi, Pseudomonas atau Proteus






10. terramicyn
a. Gol: antibiotik

b. dosis :
IM (domba, sapi, kambing dan rusa) 1 ml / 10 kg BB, SC (kelinci, kucing dan unggas)
0,25 ml / kg BB, waktu henti obat untuk daging 14 hari, untuk susu 7 hari
c. sediaan : cair
d. Indikasi :
Konjungtivitis, dakriosititis, blepharokonjungtivitis, keratitis, trakoma, blepharitis,
profilaksis pre operasi terhadap infeksi.
e. Kontraindikasi : reaksi alergi dan hipersensitivitas terhadap hewan yang sedang
bunting



B. ANTI PARASIT

1. Ivermectin
Gol obat : antihelmint dan ektoparasit
Dosis : Sapi : 1,0 ml per 50 kg BB
Kambing/Domba : 0,5 ml per 25 kg berat badan
Babi :1 ml per 33 kg berat badan
Anjing dan kucing : 0,2 ml per 10 kg berat badan
Sediaan : cair
Indikasi : pengobatan terhadap ektoparasit dan endoparasit seperti cacing pada saluran
pencernaan, cacing paru paru, cacing hidung, kutu dan caplak pada sapi, kambing,
domba, babi, anjing, dan kucing.
Kontraindikasi : tidak boleh diberikan pada penderita dengan gangguan sawar darah
otak, misalnya meningitis dan African sleeping sickness

2. Pirantel pamoat
Golongan : antihelmin
Dosis : 10 mg/kgBB
Sediaan : padat
Indikasi : Pirantel pamoat dapat membasmi berbagai jenis cacing di usus. Beberapa
diantaranya adalah cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale),
cacing gelang (Ascaris lumbrocoides), dan cacing kremi (Enterobius vermicularis).
Kontraindikasi : hipersensitif terhadap pyrantel pamoat

3. Praziquantel
Nama obat : PRAZIQUANTEL
GOLONGAN : ANTHELMINTIK
DOSIS :
- Untuk infestasi S. haematobium dan S. mansoni diberikan dosis tunggal 40
mg/kgBB atau 20 mg/kgBB
- S. japonicum --> 30 mg/kgBB
- D. latum dan H. nana --> 15-25 mg/kgBB
- T. saginata dan T. solium --> 5-10 mg/kgBB
- Paragonimuswesteermani, fasciolasis, clonorchiasis, opisthorchiasis dosisnya
3kali sehari 25 mg/kgBB selama 1-3 hari
SEDIAAN : TABLET
INDIKASI
obat pemberantas cacing secara luas. Digunakan pada anjing untuk mengobati
tapeworms, hookworms, roundworms, whipworms.
KONTRA INDIKASI
Sebaiknya tidak diberikan pada hewan bunting dan menyusui. Hipersensitivitas,
cysticercosis pada mata


4, Scabicid
gol obat: Antiscabies
dosis : (secukupnya) Oleskan seminggu sekali pada bagian tubuh
sediaan : Krim
indikasi : Skabies dan infeksi sekunder karena kuman gram positif, Streptomisin dan
Staphylococcus
kontraindikasi : Hipersensitif terhadap Permethrin, Pirethroid sintetis atau Pirethrin.

5. Ketokonazol
gol obat : anti fungi
dosis : Anjing : 5 mg/kg dengan frekuensi 24 jam per-oral, Kucing : 5 mg/kg dengan
frekuensi 24 jam per-oral
sediaan :Ketoconazole 200 mg tablet ( 1 box berisi 5 strip @ 10 tablet), Topikal : krim
2% dan shampo 2%
indikasi : Ketokonazol terutama efektif untuk histoplasmosis paru,tulang, sendi dan
jaringan lemak.
kontraindikasi : Ketokonazol tidak dianjurkan untuk meningitis Kriptokokus ( Radang
selaput otak Karena Bakteri kokus ), karena penetrasinya kurang baik tapi obat ini
efektif untuk kriptokus nonmeningeal.
Penggunaan ketokonazol bersama dengan terfenadin, astemizol atau sisaprid
dikontraindikasikan karena dapat menyebabkan perpanjangan interval QT dan dapat
menyebabkan aritmia vertrikel jantung.


C. SUPLEMEN
1. b-complex
Gol obat : vitamin
Dosis : Sapi, kuda 10 30 ml; Anak sapi, anak kuda 15 ml; Kambing, domba 1 5 ml;
Babi 3 5 ml / 40 kg BB; Anak babi 1 2 ml/ 40 kg BB; Anjing,kucing,kelinci 1 2
ml. Diberikan 2 3 kali seminggu
Sediaan : cair
Indikasi : Antidefisiensi vitamin pada sapi, kuda, kambing, domba, babi, anjing, kucing
dan kelinci
Kontraindikasi : tidak ada

2. Vitamin C
Golongan : vitamin
Dosis : 0,26 mg/g BB
Sediaan : padat
Indikasi : Untuk mencegah dan mengobati kekurangan vitamin C
Kontraindikasi : Hipersensitivitas terhadap komponen dalam sediaan


3. Biosalamin
golongan : multivitamin
dosis : penyuntikan secara IV atau IM
anjing.................................................2 - 5 ml
kucing.....................................................1 ml
anak sapi/kuda....................................10 ml
sapi/kuda.............................................20 ml
kambing/domba...............................2 - 5 ml
sediaan : cair
indikasi : untuk mengatasi gangguan otot / muskulus pada anjing, kucing, sapi ,
kuda,anak sapi/kuda, kambing, domba, sebelum dan sesudah transportasi ,serta
meningkatkan kondisi dan daya tahan tubuh pada anakan dan hewan dewasa yang
mengalami proses penyembuhan waktu sedang sakit atau baru sembuh dari sakit
kontraindikasi : -

4. Vitamin K
Golongan : vitamin
Dosis : 0,5-1 mg / kg BB
Sediaan : cair
Indikasi : Digunakan untuk mencegah atau mengatasi perdarahan akibat
defisiensi vitamin K
Kontraindikasi : neonates, hewan bunting tua

D. ANESTESI
1. Ketamine
Nama obat : ketamine

Golongan : anestesi (halusinogenik)

Dosis : pada kucing 10-30 mg/kg secara intra muskulerdosis ketamin pada anjing dan
kucing ialah 10-20 mg/kg diberikan secara intra muskuler.

Sediaan : cair (injeksi)

Indikasi : Ketamin dipakai baik sebagai obat tunggal maupun sebagai induksi pada
anestesi umum :1. Untuk prosedur dimana pengendalian jalan nafas sulit, misalnya pada
koreksi jaringan sikatrik daerah leher, disini untuk melakukan intubasi kadang-kadang
sukar.2. Untuk prosedur diagnostik pada bedah syaraf/radiologi (arteriografi)3. Tindakan
orthopedi (reposisi, biopsi)4. Pada pasien dengan resiko tinggi : ketamin tidak
mendepresi fungsi vital. Dapat dipakai untuk induksi pada shock.5. Untuk tindakan
operasi kecil.6. Di tempat di mana alat-alat anestesi tidak ada.7. Pada asma, merupakan
obat pilihan untuk induksinya

kontraindikasi. Pasien hipertensi dengan sistolik 160 mmHg pada istirahat dan diastolik
100 mmHg.2. Pasien dengan riwayat CVD.3. Dekompensasi cordis.4. Penyakit dengan
peningkatan tekanan intrakranial (edema serebri) atau peningkatan tekanan intra
okuler.Harus hati-hati pada :1. Pasien dengan riwayat kelainan jiwa.2. Operasi-operasi
pada daerah faring karena refleks masih baik.




2. Acepromaxine maleat
Golongan Obat : anestesi
Dosis : Intravena rute - 61,37 mg / kg, Subkutan rute - 130,5 mg / kg ,dan, Oral - 256,8
mg / kg
Sediaan : Cair Injeksi dan oral
Indikasi : Acepromazine maleat Injection sangat berguna sebagai agen preanesthetic (1)
untuk meningkatkan dan memperpanjang efek barbiturat, sehingga mengurangi
kebutuhan untuk anestesi umum, (2) sebagai tambahan untuk operasi di bawah anestesi
lokal.
Kontraindikasi : jangan gunakan Acepromazine maleat Injeksi untuk mengontrol tremor
yang berhubungan dengan keracunan fosfat organik dan jangan gunakan dalam
hubungannya dengan vermifuges organofosfat atau ectoparasiticides, jangan gunakan
dengan prokain hidroklorida.

3. Diazepam
Gol obat : obat penenang (psikotropika)
Dosis : 0,1 m/ kg BB (IM, SC)
Sediaan : tablet, injeksi dan gel rectal
Indikasi : Pemakaian jangka pendek pada ansietas atau insomnia, serangan panik,
tambahan pada putus alkohol akut, status epileptikus, kejang demam, tetanus dan spasme
otot.
kontraindikasi :Hipersensitivitas.

4. Xylazine
Golongan : alpha2-adrenoceptorstimulant atau alpha-2 adrenergic receptor agonist
(preanestetikum)
Dosis : diberikan secara intravena,intramuskular, subkutan. .Dosis intramuskular
hingga 0,3 mg / kg untuk ternak telah. Untukmenginduksi muntah pada kucing, xylazine
adalah dosis pada 0,2 sampai 0,5 mgper pon (0,44-1 mg / kg) intramuskular. Untuk
anjing dosis bahkan bisa lebihtinggi. Xylazine tersedia dalam 20 mg / ml dalam
konsentrasi 20 botol ml dan100 mg / ml pada konsentrasi 50ml botol.
Sediaan : cairan injeksi
Indikasi : banyakdigunakan dalam subtansi kedokteran hewan dan sering digunakan
sebagai
Anastetika umum pada anjing dan kucing. obatpenenang (sedatif), nyeri (analgesik) dan
relaksasi otot rangka (relaksanotot). tetapi memiliki efek farmakologis banyak lainnya.
Sebagian besar terdiridari efek bradikardia dan hipotensi. Xylazine menghambat efek
stimulasi saraf postganglionik.
Kontraindikasi : Xylazine tidakboleh digunakan pada hewan dengan hipersensitivitas
atau alergi terhadap obattersebut. Xylazine tidak dianjurkan pada hewan yang menerima
epinefrin,penyakitjantung,darah rendah,penyakit ginjal dengan atau jika hewan ini
sangat lemah.

E. ANTI HISTAMIN
1. Dipenhidramin
Gol obat : antihistamin / anti alergi
Dosis : penekan batuk 2-4 mg/kg PO ; Anti pruritis 1-2 mg/kg PO, IM
Sediaan : cair dan padat
Indikasi : antihistamin,reksi ekstra piramidal karena pengaruh obat, anti emesis dan
menekan batuk.
Kontraindikasi : Hipersensitif pada difenhidramin, asma akut dan tidak boleh untuk
neonates

2. Chlorpheramine maleat
- Golongan obat: antialergi, yaitu histamin (H1-receptor antagonist)
- Dosis: Dosis untuk kucing 2-4 mg/kg berat badan setiap hari; pada anjing 4-8 mg/kg
berat badan setiap hari; tetapi tidak pada kelinci, dan marmot/GP karena sifatnya toksis.
- Sediaan: Tablet

- Indikasi: Kondisi alergi Bersin, gatal, mata berair, hidung atau tenggorokan gatal, dan
pilek yang disebabkan oleh hay fever (rinitis alergi), atau alergi pernapasan lainnya.
Serta Syok anafilaktik

- Kontraindikasi: Pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap obat antihistamin

3. Dexamethasone
GOLONGAN: Anti inflamasi dan anti alergi
Indikasi: sebagai anti inflamasi pada kambing, sapi, domba dan kuda
kontra indikasi: tidak untuk sapi pada kebuntingan 3 semester akhir
sediaan: cair
dosis: injeksi IM atau SC 1,3 - 5 ml/ekor

4. Ranitidine
gol obat : antihistamin (antasida)
dosis : anjing 1-2 mg/kg bb
sediaan : injeksi 25 mg/ml dalam ampul 2 ml
indikasi :Tukak lambung dan usus 12 jari, Hipersekresi patologik sehubungan dengan
sindrom Zollinger-Ellison
kontraindikasi :Penderita gangguan fungsi ginjal


F. OBAT ADRENERGIK DAN KOLINERGIK

1. ephineprin
Golongan : obat adrenergic (simpatomimetik)
Dosis : 1-10 mcg/menit infus IV
Sediaan : cair
Indikasi : Pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma
yang berat.
kontraindikasi : pada kondisi closed-angle glaucoma dapat memperparah kondisi

2. Atropine slfat
gol obat: Antikolinergik
dosis : 0,04 mg/kg BB konsentrasi 0,025% diinjeksikan secara subcutan pada anjing
sediaan : cair
indikasi : Spasme / kejang pada kandung empedu, kandung kemih dan usus, keracunan
fosfor organik
kontraindikasi : Obstruksi/sumbatan sal pencernaan san sal. Kemih, asma, miastenia
gravis, kolitis ulserative, penyakit hati dan ginjal serius, atoni(tidak ada ketegangan atau
kekuatan otot)



1. Norit
Golongan : pencahar
Dosis : kelinci, marmot 1 ml/kg BB
Sediaan : cair, padat
Indikasi : Gangguan-gangguan diare, perut kembung
Kontraindikasi : N/A

2. Calcium gluconat
Nama Obat :Calcium gluconate
Dosis : 500 to 2000 mg (5 to 20 mL) IV
Bentuk : Cair
Indikasi : Mengatasi pengaruh hiperkalemi pada membran sel
Kontra Indikasi : Pasien yang sensitif terhadap Dihydropyhdine.Syok kardiogenik,aortic
stenosis
yang nyata secara klinik,angina tidak stabil(kecuali prinzmetal angina)
3. Tolfenamic acid
nama obat : Tolfenamic acid
dosis : Adult: 200 mg
bentuk : tablet
indikasi : non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID), migrain
kontraindikasi : patients dengan aktif peptic ulcer, alergi aspirin (NSAIDs).

3. Metoclopramide
Golongan : Anti emetik
Dosis : kucing, diberikan 0,2-0,5 mg/kgBB PO, diulang setiap 8 jam
Sediaan : tablet padat
Indikasi :
Untuk meringankan (mengurangi simptom diabetik gastroparesis akut dan yang
kambuh kembali).
Juga digunakan untuk menanggulangi mual, muntah metabolik karena obat sesudah
operasi.
Rasa terbakar yang berhubungan dengan refluks esofagitis.
Kontraindikasi : Penderita yang hipersensitif terhadap prokain dan prokainamida


4. Lidocain
gol. obat: anti aritmia
dosis: 1mg/kg bb
sediaan: injeksi IM, IV
INDIKASI: anastesi infiltrasi, anastesi epidural. blokade syaraf, menurunkan iritabilitas
jantung, mengurangi takikardia
KONTRAINDIKASI: bradikardi, hipotensi

5. Ibuprofen
gol. obat: analgesik-antipiretik
dosis: 2-4mg/kg bb

sediaan: tablet PO

INDIKASI: meredakan nyeri akibat sakit kepala, pasca operasi, sakit gigi, menurunkan
demam
KONTRAINDIKASI: jangan diberikan pada kucing, hipersensitif terhadap ibuprofen dan
obat non steroid.
6. Digoxin
golongan : sistem sirkulasi
dosis :
Anjing: 20 kg: 0.22 mg/m2 q12h PO.
Anjing (digitalisasi cepat): 0.00550.011 mg/kg q1h IV.
Kucing: 0.080.01 mg/kg q48h PO (kira-kira 1/4 dari 0.125 mg tablet/kucing).
Sediaan : tablet
indikasi :
Pegunaan digitalis glikosida pada hewan digunakan sebagai perawatan gagal jantung
kongesti, fibrilasi atrium dan tachycardia supraventrikular.

e. kontraindikasi :
Pemberian digitalis cardioglikosida berkontraindikasi pada pasien dengan fibrilasi
ventrikuler atau pada intoksikasi digitalis. Pemberian kepada pasien dengan
glomerulonephritis dan gagal jantung atau idiopathic hypertrophic subaortic
stenosis(IHSS) harus dengan sangat hati hati. Pemberian pada pasien dengan gangguan
paru paru, hipoksia, myocarditis akut, atau infarksi myocardial akut, frekuensi kontraksi
prematur ventricular, ventricular tachycardias, constrictive pericarditis kronis atau AV
blok inkomplit. Dapat digunakan untuk pasien dengan kondisi stabil, AV blok komplit
atau bradycardia parah dengan gagal jantung jika tahanan tidak disebabkan oleh cardiac
glikosida.

7. Papaverin
gol. obat: anti spasmodik
dosis: 0,1-1 ml per kg berat badan
sediaan: injeksi IM, SC
INDIKASI: Kolik kandung empedu & ginjal & kondisi dimana memerlukan relaksasi
otot polos, embolisme perifer & mesentrium.

- Spasmolitik, kejang perut, kejang saluran kemih, saluran empedu, dismenore, migrain
(emboli perifer dan mesenterik), diare
KONTRAINDIKASI: Glaukoma, syok, hipotensi, insufisiensi jantung, kerusakan hati,
adenoma prostat, atoni usus dan kandung kemih, kebuntingan, menyusui.

8. Acyclovir
gol obat : Anti virus
dosis : cat/dog 5-10 mg/kg IM, SC b.i.d, 20-40 mg/kg P.O
sediaan : Tablet 200 mg
- Tablet 400 mg
- Salep Mata (Salep Acyxlovir 3%)
- Salep Kulit (Salep acyxlovir 5%)
indikasi : Aciclovir digunakan pada :
- Infeksi cacar air (varicella zoster).
- Pengobatan infeksi virus herpes simpleks pada kulit & membran mukosa, termasuk
herpes genital awal dan berulang/kambuhan, herpes zoster (shingles/penyakit ruam
saraf/sinanaga).Dapat dioleskan di mulut pada sariawan akibat virus herpes, dan
dioleskan di mata pada infeksi mata akibat herpes simpleks, dan dikombinasikan dengan
terapi sistemik pada herpes optalmika (infeksi oleh herpes zoster)
kontraindikasi : Hipersensitivitas terhadap Acyclovir.