Anda di halaman 1dari 2

dPrince Of Smart || Website Online

Tentang Ikan Mas


Contributed by dPrince Of Smart
Monday, 08 December 2008

Ikan Mas adalah salah satu air tawar yang berkembang sangat pesat sebagai kan yang komersial. Pengembangan
produksi ikan mas sudah dilakukan secara intensif dan profesional. Mulai dari pembenihan, pendederan, sampai
pembesaran dilakukan oleh para petani secara profesional. Masing–masing jenis kegiatan ini dilakukan secara
terpisah. Seorang petani sudah tidak lagi mengusahakan ikan pembeniahan sampai pembesaran. Dengan adanya
perikanan mas pendapatan masyarakat Rajadanu semakin meningkat dan penyediaan induk ikan cukup besar, sehingga
para petani di Kabupaten Kuningan khususnya dan Kabupaten lain pada umumnyadapat mengembangkan jenis ikan
mas unggul tersebut. Pengenalan Jenis dan Ciri Morfologi
Species ikan mas (Cyrinus carpio) termasuk dalam genus Cyrinus dari family Cyrinidae. Di berbagai tempat ikan mas ini
disebut sebagai ikan tambra, raya, atau ameh. Diberbagai tempat ikan mas ini disebut sebagai ikan tambra, raya, atau
ameh.
Ikan ini menurut sejarahnya berasal dari China dan Rusia yang kemudian disebarkan di daerah Eropa dan negara-
negara Asia Timur dan selatan pada abad pertengahan. Sekarang telah merata diseluruh dunia, baik sebagai ikan liar
maupun sebagai ikan kultur.
Badan memanjang, sedikit pipih kesamping (compresed), mulut dapat disembulkan terletak di ujung tengah (terminal)
dan mempunyai sungut dua pasang, itulah ciri-ciri ikan mas. Menurut beberapa ahli ikan, sungut inilah sebagai ciri pokok
untuk membedakan ikan mas koki (Carasius auratus) yang strainnya itu sudah banyak dengan ikan mas karper.
Ciri-ciri ikan mas yang lain adalah sirip punggung panjang dengan bagian belakang berjari-jari keras. Letak permulaan
sirip punggung ini berseberangan dengan permulaan sirip perut. Ikan mas mempunyai sirip yang relatif besar yang
tergolong tipe Cyiloid. Mempunyai garis rusuk yang lengkap berada pada pertengahan sirip ekor. Gigi kerongkongan
terdiri 3 baris yang berbentuk geraham.
Varietas atau Strain Ikan Mas
Perkembangan budidaya ikan mas ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Mulai dari jumlah telur yang dihasilkan
dari tiap kilogram induk sampai dengan pemijahan buatan dengan mempergunakan rasangan kelenjar birofgrafi
semuanya sudah dilakukan penelitian terhadap ikan ini.
Perkembangan pembudidayaan ikan mas ini dapat dilihat dari banyaknya strain ikan masyarakat dewasa ini, antara lain :

- Puntera : ciri –cirinya warna sisiknya hijau kehitaman, punggung tinggi, mata agak menonjol dengan gerakan
yang tenang, lambat, dan jinak.
- Sinyonya : cirinya warna sisik kuning muda, punggung lebih rendah dengan badan lebih panjang, mata kurang
menonjol, gerakannya jinak dan kesukaannya berkumpul dipermukaan.
- Majalaya : cirinya warna sisik hijau keabu-abuan dengan tepi fisik lebih gelap. Badan relatif pendek serta punggung
tinggi. Penampang badan semakin lancip ke arah punggung.
- Merah : cirinya warna sisik merah kekuningan. Badan relatif panjang dan penampang badna bagian punggung tidak
lancip, maka agak menonjol, gerakan lebih gesit, aktif dan terlihat kurang jinak.
- Taiwan : cirinya warna sisik hijau kekuning –kuningan, badan panjang dengan penampang punggung agak
membulat, bagian tepi sirip anal dan bagian bawah sirip ekor berupa kuning kemerahan. Mata agak menonjol, gerakan
aktif dan kurang jinak.
- Kancra dmas : cirinya sisik kecil dan tidak teratur, warna kemeraha-,erahan tua dan gerakan aktif. Kebisasaan hidup di
alam
Ikan mas hanya akan tumbuh baik pada tempat dengan ketinggian antara 150 – 1000 m dpl. Suhu air optimal
yang baik untuk pertumbuhan badannya anatara 20 – 25°C dan PH nya antara 7 – 8. Di alam ikan mas ini
hidup di tempat-tempat yang dangkal dengan arus air yang tidak begitu deras, baik itu merupakan sungai, danau
maupun genangan air lainnya.
Kebisasaan berkembang biak
Ikan mas mempunyai telur yang merekat atau dengan kata lain sifat telurnya adhesif/menempel. Kebiasaannya sebelum
melakukan pemijahan di alam adalah mencari tempat yang rimbun dengan tanaman air atau rumput-rumputan yang
menutupi permukaan perairan.
Orang Jerman selalu menanami kolam pemijahan ikan masnya dengan rumput-rumputan yang tinggi di tengah kolam.
Untuk di Indonesia biasanya mempergunakan bahan penempel telur dari ijuk yang disebut kakaban atau dengan rumput-
rumput kering yang disebar di permukaan air. Ada juga yang mempergunakan tanaman air yang mengapung seperti
eceng gondok, yang berakar panjang dan rimbun.
Dari penelitian yang pernah dilakukan, sifat merekat telur ikan mas ini disebabkan karena adanya lapisan globuline. Dari
pengalaman yang penulis alami, telur ikan mas yang telah melekat pada ijuk tidak akan jatuh meskipun tertimpa aliran
air yang agak kencang. Jika dipaksakan, telur itu dilepaskan dari ijuk tidak ada pilihan lain bagi telur itu selain rusak.
Di alam biasanya pemijahan terjadi sepanjang musim penghujan saja. Jika pengeringan kolam tidak sempurna dalam
arti kata kolam tidak bisa kering sama sekali baik karena hujan maupun kondisi kolamnya sendiri biasanya pemijahan
ikan mas ini akan mengalami hambatan.
Memilih Induk
Induk-induk yang baik dan sudah matang kelamin salah satu syarat mutlak bagi keberhasilan pemijahan ikan mas ini.
Ada 6 kriteria yang harus dipenuhi untuk memastikan baik buruknya seekor ikan mas dijadikan induk, yaitu :
http://bumikupijak.com Powered by Joomla! Generated: 16 December, 2009, 00:07
dPrince Of Smart || Website Online

- Umur : Umur induk yang baik berkisar antara 1,5 – 3 tahun.
- Badan : Badan sehat, tidak dalam keadaan sakit atau cacat pada bagian badan maupun sirip-siripnya.
- Sisik : insuk yang baik mempunyai sisik yang besar dan teratur susunannya.
- Pangkal ekor : harus normal alam arti kata perbandingan penjang ekor lebih panjang daripada lebarnya.
- Bentuk kepala : relatif kecil dibandingkan dengan badannya.
- Gerakan : ikan – ikan sehat dan masih produktif biasanya ditandai dari gerakannya yang tangkas dan gesit,
terutama induk jantan. Pemijahan ikan mas di kolam
Untuk keberhasilan pemijahan ikan mas ini harus dipenuhi beberapa syarat penting sesuai dengan kebiasaan
berkembang biaknya. Ikan mas menghendaki air yang baru dan selalu baru untuk merangsang pemijahannya. Oleh
karena itu dalam memijahkan ikan mas sirkulasi air harus lancar. Selain itu harus disediakan alat penempel telur setiap
kali memijahkannya.
Konstruksi Kolam
Kolam harus dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan sirkulasi air dapat berjalan dengan lancar. Antara pintu air
pemasukan dan pengeluaran terletak disudut-sudut kolam berseberangan sehingga memungkinkan pergantian air pada
seluruh bagian kolam. Pintu air harus selalu terletak di atas permukaan air tertinggi di kolam pemijahan itu sehingga
pemasukan air mengocor. Hal ini bertujuan agar penambahan kandungan oksigen dalam air secara difusi. Sistem
pengeluaran air harus dibuat dengan sistem modik / sifon yang memungkinkan air bawah yang berkualitas kurang baik
dan kotoran – kotoran dapat terhanyut seluruhnya.
Kolam pemijahan dibuat dengan ukuran 3 x 102. Ketinggian pematang 1 m dengan kedalaman air pada tempat
pemasukan 60 cm. Sedangkan pada bagian pengeluaran 75 cm. Kolam pemijahan in harus dibuat pada tanah yang
keras namun bukan merupakan cadas hidup. Ini untuk menghindari pengikisan pematang oleh aliran air dan teraduknya
lumpur dasar jika kolam terisi air nantinya.
Persiapan Kolam
Sebelum dilakukan pemijahan, kolam dikeringkan dengan dijemur selama 2 – 3 hari jika panas terik namun jika
matahari tertutup awan penjemuran kolam ini harus ditambah 5 – 7 hari. Berhasil tidaknya pemijahan in
bersumber dari penjemuran kolam untuk mengatasi hal tersebut. Pertama dengan melakukan pembakaran marang padi
atau dan pisang kering yang asapnya diusahakan kena pada dasar kolam maupun pematang kedua dengan melapisi
dasar kolam dengan tanah yang berasal dari kolam rumah.
Pemijahan
Setelah kolam pemijahan siap, pada jam 10.00 induk ikan yang sudah diseleksi dimasukan dalam kolam pemijahan. Jika
persiapan telah dilakukan dengan matang dan pergantian air berjalan dengan normal karena air selalu mengalir, maka
pada jam 24. 00 biasanya induk ikan mas ini mulai memijah. Biasanya tanda-tanda pemijahan sudah terjadi sekitar jam
20.00 –24.00, dan baru akan berakhir setelah jam 05.00. begitu ikan tersebut selesai memijah harus cepat
diangkat untuk dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk kembali. Karena seringkali induk akan memakan telur-
telurnya sendiri.
Penetasan Telur
Telur – telur kemudian ditetaskan dalam hapa kantong berbentuk balok dengan ukuran 1 x 1 x 2 M, yang terbuat
dari kain Trilin, kurang lebih 2 hari kemudian telur – telur akan mulai menetas.
Pendederan
Setelah lima hari atau paling lambat seminggu sejak telur-telur ditetaskan, benih-benih ikan ini harus dipindahkan ke
kolam pendederan. Pemindahan ini harus dilakukan pada saat suhu air masih rendah yaitu pagi hari, atau jika situasi
kurang memungkinkan dapat pula dilakukan sore hari. Caranya dengan memasukan ember plastik atau baskom tersebut
ke dalam benih–benih ikan keluar dengan sukarela.
Pembesaran
Untuk pembesaran ini permukaan air dapat dipertinggi hingga mencapai 60 –80 cm disesuaikan dengan daya
tahan ikan terhadap tekanan dalam air. Penambahan makanan tambahan yang kandungan proteinnya tinggi dapat
berpengaruh besar terhadap pertumbuhan badannya. Pada proses pembesaran ini biasanya diberikan makanan
tambahan yang berupa pelet yang kadar proteinnya sekitar 40 %. Makanan diberikan berkisar antara 3 – 5 % dari
berat badan keseluruhan ikan yang ditebarkan.
Setelah jangka waktu 4 – 6 bulan maka dari benih yang berukuran 5 – 8 cm, akan dapat dipanen ikan mas
yang berukuran 40 –60 gram setiap ekornya.
Ikan – ikan yang berukuran sebesar itu biasanya cukup untuk dijadikan teman nasi yang nikmat , tanpa harus
memotong-motongnya.
Umumnya ikan mas tidak dibudidayakan secara monokultur, tetapi secara polikultur, yaitu dicampur dengan ikan lain
seperti ikan tawes, ikan mujahir, ikan nila, ikan nilem, dan sebagainya. Sebagai contoh, misalnya poltikultur ikan mas
dan ikan nila. Kegiatan budidaya terpadu ini merupakan kegiatan pendederan ikan mas untuk menghasilkan benih bagi
sistem budidaya terpadu ini merupakan kegiatan pendederan ikan mas untuk menghasilkan benih bagi sistem budidaya
ikan kolam air deras dan dapat pula sebagai kegiatan pembesaran ikan nila untuk menghasilkan ikan konsumsi. Dengan
menerapkan cara polikultur akan diperoleh dua manfaat, yaitu :

- meningkatkan produktivitas
- dapat memanfaatkan berbagai jasad makanan yang ada di dalam kolam.

http://bumikupijak.com Powered by Joomla! Generated: 16 December, 2009, 00:07