Anda di halaman 1dari 46

PENYESUAIAN PEMBUKUAN

SA6









OLEH :
Ratna Wati 1410109131
Azizah Wulandari 1410109166
Febriane Wahidah 1410109179
Dea Claudia A Pardede 1410109136
Tomi Prabowo 1111111111

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA (STIESIA) SURABAYA
2014
JURNAL PENYESUAIAN DALAM PERUSAHAAN JASA

1) DASAR AKRUAL DAN DASAR TUNAI
Akuntansi mengenal dua dasar yaitu dasar akrual dan dasar tunai. Dalam dasar
akrual, akuntansi mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi tersebut belum terjadi.
Sebaliknya apabila digunakan dasar tunai, transaksi pendapatan dan beban hanya akan
dicatat apabila terjadi penerimaan atau pengeluaran kas. Prinsip akuntansi Indonesia
menghendaki perusahaan enggunakan dasar akrual yang pada artinya pendapatan harus
diakui pada saat pemdapatan diperoleh, dan beban diakui pada saat beban tersebut terjadi,
tanpa memandang apakah kas dari transaksi tersebut telah diterima atau dibayar.
Keuntungan yang diberikan oleh dasar akrual dibandingkan dengan dasar tunai
yaitu bahwa dasar akrual menghasilkan informasi yang lebih lengkap dan akurat daripada
informasi yang dihasilkan oleh dasar tunai. Asumsi dan prinsip dasar akuntansi dalam
dasar akrual yang melatarbelakangi perlu dilakukannya penyesuaian adalah periode
akuntansi, prinsip pendapatan, dan penandingan (matching).
2) PERIODE AKUNTANSI
Apabila sebuah perusahaan ingin mengetahui dengan pasti keberhasilan
perusahaannya, maka cara yang paling ekstrim adalah dengan menghentikan operasi
perusahaannya, menjual semua asset, melunasi semua utang, dan mengembalikan kas
yang tersisa pada setiap pemiliknya. Proses yang semacam ini disebut dengan proses
likuidasi, yang artinya sama dengan membubarkan perusahaan. Hal semacam ini tidak
lazim dan prakis untuk dilakukan karena perusahaan tidak harus membubarkan perusaan
lebih dahulu. Cara yang lazim adalah dengan membuat laporan kemajuan perusahaan
secara periodik, tanpa harus membubarkan perusahaan.
Jangka waktu suatu periode akuntansi pada umumnya satu tahun dan pada akhir
periode tersebut perussahaan membuat laporan keuangan tahunan. Sebagian besar
perusahaan menetapkan periode akuntansi mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31
Desember. Tapi adapula perusahaan yang menetapkannya pada tangga 1 April dan
diakhiri tanggal 31 Maret tahun berikutnya. Perusahaan juga dapat membuat laporan
keuangan tiap bulannya untuk mengontrol perkembangan perusahaannya, misalnya setiap
akhir bulan atau akhir kwartal yang disebut laporan keuangan interim.
3) PRINSIP PENDAPATAN
Prinsip pendapatan mengatur tentang :
Kapan pendapatan dicatat dan
Jumlah pendapatan yang dicatat
4) PRINSIP PENANDINGAN
Prinsip penandingan adalah dasar untuk mencatat beban. Beban sewa, beban gaji,
dan beban advertensi pengorbanan yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan.
Beban adalah bagian dari beban perolehan aset yang digunakan untuk memperoleh
pendapatan. Prinsip penandingan pedoman yaitu menyatakan semua beban yang terjadi
selama periode akuntansi, mengukur besarnya beban, dan untuk mempertemukan beban
tersebut.




5) PRINSIP AKUNTANSI DAN PENENTUAN LABA BERSIH
Prinsip-prinsip dan konsep akuntansi yang telah diuraikan berpengaruh pada
penentuan laba bersih perusahaan. Oleh karena itu, saldo-saldo akun yang tercantum
dalam neraca saldo harus diteliti satu persatu untuk menentukan saldo tersebut telah
sesuai dengan prinsip dan konsep akuntansi. Apabila kita amati akun-akun yang
tercantum dalam neraca saldo, maka akan kita ketahui bahwa kebanyakan akun dapat
dikutip langsung dari neraca saldo ke dalam laporan keuangan tanpa perubahan.
Beberapa akun yang lain memerlukan penyesuaian terlebih dahulu. Contoh, misalnya
saldo kas menunjukkan jumlah kas yang tersedia pada hari terakhir dari suatu periode,
sedangkan saldo akun Perlengkapan menunjukkan harga beli (perolehan) perlengkapan
pada awal periode ditambah harga perlengkapan yang dibeli selama periode itu.
Akun semacam ini umumnya menunjukkan jumlah beban dibayar di muka yang
lebih besar daripada jumlah yang sesungguhnya masih merupakan uang muka pada akhir
periode. Transakasi yang berupa beban dibayar di muka biasanya hanya dicatat pada
waktu terjadinya pembayaran, sedangkan jumlah pembayaran yang telah menjadi beban
tidak dicatat dari waktu ke waktu. Selama periode beban-beban hanya dicatat apabila
telah dibayar dan pendapatan hanya dicatat apabila sudah diterima. Jika pembukuan
perusahaan dilaksanakan atas dasar akrual makan pendapatan harus diakui bila hal itu
sudah menjadi kewajiban perusahaan dalam suatu periode, beban tersebut harus diakui
pada periode yang bersangkutan. Selama periode berjalan, pendapatan dan beban-beban
belum dicatat seluruhnya bahwa data tercantum dalam neraca saldo. Oleh karena itulah
pada akhir periode akuntansi perlu dilakukan suatu proses penyesuaian atas data yang
tercantum dalam neraca saldo, sehingga pembukuan dapat memberikan gambaran yang
sebenarnya.








DUA KATEGORI JURNAL PENYESUAIAN
Penyesuaian atas pendapatan dan beban akan berdampak pada aset dan kwajiban, dan
pada akhirnya akan berdampak juga pada modal perusahaan. Oleh karena itu dapat disimpulkan
bahwa tujuan proses penyesuaian adalah :
1. Agar setiap akun nominal menunjukkan pendapatan dan beban yang seharusnya
diakui dalam suatu periode akuntansi.
2. Agar setiap akun rill, khususnya akun-akun aset dan akun-akun kewajiban,
menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
Kelompok deferal timbul dari pencatatan akuntansi yang dilakukan. Deferal atau penundaan
bisa berupa penundaan pengakuan beban atau penundaan pengakuan pendapatan, seperti
diuraikan dibawah.
Beban ditunda (deffered expenses) adalah pos-pos yang pada awal terjadi dicatat sebagai
aset, tetapi diharapkan akan menjadi beban untuk kurun waktu tertentu atau melalui operasi
normal perusahaan. Contoh beban ditund aketiak suatu perusahaan membeli perlengkapan,
transaksi dicatat dengan mendebet aset yaitu akun perlengkapan. Ketika perusahaan
membayar premi asuransi yang akan berlaku untuk beberapa waktu ke depan, perusahaan
mencatatnya dalam akun aset asuransi dibayar dimuka. Beban ditunda sering disebut juga
beban dibayar di muka.
Pendapatan ditunda (deffered revenue) adalah pos-pos yang pada awal terjadi dicatat
sebagai kewajiban, tetapi diharapkan akan menjadi pendapatan untuk kurun waktu tertentu
atau melalui operasi normal perusahaan. Contoh pendapatan ditunda pendapatan sewa
diterima dimuka ketika perusahaan menerima uang sewa dari penyewa untuk beberapa bulan
ke depan, perusahaan mencatat transaksi itu dengan mendebet Kaas dan mengkredit akun
kewajiban yang disebut sewa diterima di muka
Kelompok akrual timbul dari keterlambatan pencatatan akuntansi yang terjadi sedemikian rupa
sehingga perusahaan belum mencatat beban yang sudah terjadi serta pendapatan yang telah
menjadi hak perusahaan. Akrual berupa beban yang masih harus dibayar.
Beban masih harus dibayar adalah beban yang telah terjadi dan sudah menjadi kewajiban
perusahaan, tetapi belum dibayar dan belum diacatat.
Pendapatan masih akan diterima adaalah pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan,
tetapi belum dicatat dala pembukuan. Pendapatan yang masih akan diterima disebut juga
Piutang pendapatan.
Deferal biasanya timbul ketika kas diterima atau dibayar pada periode ini tetapi
pendapatan atau beban yang bersangkutan baru diakui pada periode berikutnya. Akrual
biasanya timbul ketiak pendapatan atau beban dicatat pada periode ini tetapi penerimaan kas
atau pengeluaran kas yang bersangkutan baru akan dilakukan pada periode yang akan
datang.
Periode ini Periode berikutnya
Deferal Kas diterima atau di bayar Pendapatan atau beban dicatat
Akrual Pendapatan atau beban dicatat Kas diterima atau dibayar





















JURNAL PENYESUAIAN
Jurnal Penyesuaian adalah Penyesuaian atas saldo-saldo akun di buku besar dilakukan
dengan membuat jurnal. Jurnal Penyesuaian dibagi menjadi lima tipe, yaitu :
1. Beban dibayar di muka
2. Depresiasi
3. Beban masih harus dibayar
4. Pendapatan masih akan diterima
5. Pendapatan diterima dimuka
Perusahaan Percetakan Rapih menyusun Neraca Saldo sebagai berikut :
Perusahaan Percetakan Rapih
Neraca Saldo
30 April 2010
Nama Akun Debet Kredit
Kas
Piutang Usaha
Perlengkapan
Asuransi dibayar di muka
Mesin Cetak
Gedung
Utang Usaha
Utang Wesel
Pendapatan Sewa diterima dimuka
Modal, Budi
Prive, Budi
Pendapatan Percetakan
Beban Advertensi
Gaji & Upah Pegawai
Beban Macam-macam


Rp. 2.145.000,00
515.000,00
1.475.000,00
60.000,00
4.800.000,00
9.000.000,00




50.000,00

15.000,00
710.000,00
300.000,00

Rp.19.520.000,00






Rp. 1.700.000,00
2.000.000,00
90.000,00
13.480.000,00

2.250.000,00



Rp.19.520.000,00
1. BEBAN DIBAYAR DI MUKA
Pos-pos dibayar dimuka terdiri dari berbagai pembayaran di muka untuk
bermacam-macam keperluan. Pada perusahaan Percetakan Rapi terdapat tiga akun yang
termasuk kategori ini, yaitu Auransi dibayar di muka, Perlengkapan, dan akun asset tetap
( Mesin dan Gedung ).
2. ASURANSI DIBAYAR DI MUKA
Perusahaan Percetakan Rapi membayar premi asuransi untuk 3 bulan sekaligus,
bulan April, Mei, Juni 2010 dengan pembayaran setiap bulan Rp. 20.000,000. Jurnal
yaitu :
Tanggal Keterangan Debet Kredit

April 02

Asuransi dibayar di muka 60.000,00
Kas 60.000,00
(Pembayaran Premi Asuransi dibayar dimuka)

Setelah ayat Jurnal diatas diposting, maka akun Asuransi Dibayar di muka di
dalam Buku Besar akan memiliki saldo debet sebesar Rp. 60.000,00
ASET
Asuransi Dibayar di Muka
Apr.2 60.000,00

Pada Tanggal 30 April 2010, Asuransi Dibayar di Muka harus dikurangi dengan
Jumlah Premi untuk masa yang telah dilalui yaitu Premi satu bulan ( April 2010 ) dari
jumlah yang telah dibayar di muka atau 1/3 dari jumlah yang telah dibayar. Aset yang
telah terpakai akan menjadi Beban. Ayat Jurnal Penyesuaian akan memindahkan Rp.
20.000,00 ( 1/3XRp. 60.000,000 ) dari Asuransi Dibayar di Muka menjadi Beban
Asuransi. Jurnal Penyeusiannya sebagai berikut :



Tanggal Keterangan Debet Kredit

April 30
Beban Asuransi 20.000,00
Asuransi Dibayar di Muka 20.000,00
(Pembebanan premi asuransi bulan April 2010)

Setelah diposting ke buku besar, Asuransi Dibayar di Muka dan Beban Asuransi
menunjukkan saldo yang benar yaitu :
ASET
Asuransi Dibayar di Muka
Apr. 2 60.000,00 Apr. 30 20.000,00
Saldo 40.000,00

BEBAN
Beban Asuransi
Apr. 30 20.000,00
Saldo 20.000,00

3. PERLENGKAPAN
Perlengkapan adalah asset yang digunakan untuk membantu kelancaran operasi
perusahaan. Perlengkapan bias berada di kantor, pabrik, dan gudang. Contoh : Pada
tanggal 20 April, Percetakan Rapih membeli sejumlah perlengkapan seharga Rp.
350.000,00 secara tunai. Jurnalnya sebagai berikut :
Tanggal Keterangan Debet Kredit

April 20
Perlengkapan 350.000,00
Kas 350.000,00
(Pembelian tunai perlengkapan)



Setelah ayat jurnal di atas diposting ke buku besar, akun perlengkapan sebagai berikut :
ASET
Perlengkapan
Apr. 1 1.125.000,00
Apr. 20 350.000,00
Apr.30 Saldo 1.475.000,00

Untuk mengetahui berapa beban pemakaian perlengkapan selama bulan April
maka dilakukan perhitungan perlengkapan yang masih tersisa. Misalkan harga perolehan
perlengkapan yang masih terisisa di gudang tanggal 30 April berjumlah Rp. 1.150.000,00
berarti pemakaian perlengkapan selama bulan April yaitu Rp. 325.000,00 (Rp.
1.475.000.00-Rp. 1.150.000,00) dengan jurnal Penyesuaian sebagai berikut :
Tanggal Keterangan Debet Kredit

April 30
Beban Pemakaian Perlengkapan.. 325.000,00
Perlengkapan... 325.000,00
(Pembebanan pemakaian perlengkapan selama bulan April)

Setelah ayat jurnal penyesuaian diatas diposting ke buku besar, maka akun asset
perlengkapan dan akun Beban Pemakaian Perlengkapan adalah sebagai berikut :
ASET
Asuransi Dibayar di Muka
Apr. 1 1.125.000,00 Apr. 30 325.000,00
Apr. 20 350.000,00
Saldo 1.150.000,00

BEBAN
Beban Pemakaian Perlengkapan
Apr. 30 325.000,00
Saldo 325.000,00

4. DEPRESIASI
Asset Tetap adalah Kekayaan yang dimiliki perusahaan dengan masa penggunaan
yang panjang hingga berpuluh tahun seperti gedung,mesin,kendaraan,perlatan,mebel,dan
sebagainya. Arti dari Depresiasi atau penyusutan adalah proses pengalokasian beban
perolehan asset tetap. Dengan contoh sebagai berikut :
Asset tetap milik Percetakan Rapih terdiri dari mesin cetak dan gedung. Jurnal
yang dibuat Pada saat Percetakan Rapih membeli mesin cetak seharga tanggal 03 April
2010 adalah :

April 3
Mesin Cetak 1.800.000,00
Kas 1.800.000,00
(Pembelian mesin cetak)
Setelah ayat jurnal diatas diposting ke buku besar, akun mesin cetak Nampak sebagai
berikut :
ASET
Mesin Cetak
Apr.1 3.000.000,00
Apr.3 1.800.000,00
Apr.30 saldo 4.800.000,00

5. PENCATATAN DEPRESIASI AKTIVA TETAP
DEPRESIASI MESIN
Dengan contoh soal:
Misalkan Budi memperkirakan Mesin Cetak yang dimiliki percetakan rapih akan
dapat digunakan secara ekonomis selama 4 tahun. Percetakan Rapih menetapkan periode
secara bulanan. Maka cara menghitungnya adalah Rp. 4.800.000:48= Rp. 100.000,00
Jurnal Penyesuaiannya sebagai berikut :

April 30
Beban Depresiasi Mesin.. 1.800.000,00
Akumulasi Depresiasi Mesin.. 1.800.000,00
(Pembebanan depresiasi mesin)

AKUN AKUMULASI DEPRESIASI
Akumulasi Depresiasi adalah sebuah asset kontra, artinya akun ini merupakan
asset yang bersaldo normal kredit. Sebuah akun kontra memiliki dua karakteristik pokok,
yaitu:
1. Sebuah akun kontra selalu berpasangan dengan dan mengikuti akun pasangannya.
2. Saldo Normal sebuah akun kontra (debit atau kredit) adalah kebalikan dari saldo akun
pasangannya.
Sebagai Contoh, akun Akumulasi Depresiasi Mesin adalah akun kontra yang
selalu mengikuti akun mesin. Akun mesin adalah akun bersaldo debet sedangkan
Akumulasi Depresiasi yang merupakan kontra asset, selalu bersaldo kredit.
Setelah ayat jurnal penyesuaian diatas diposting, maka akun-akun yang
bersangkutan akan mampak sebagai berikut :
ASET BEBAN
ASET NORMAL ASET KONTRA
Mesin Akumulasi Depresiasi-Mesin Beban Depresiasi-Mesin
30/4 4.800.000,00 30/4 100.000,00 30/4 100.000,00
So: 4.800.000,00 So: 100.000,00 So: 100.000,00

DEPRESIASI GEDUNG
Seperti halnya depresiasi mesin, pencatatan depresiasi gedung juga
diselenggarakan melalui jurnal penyesuaian yang dilakukan pada setiap akhir periode
dengan mendebet akun Beban Depresiasi Gedung, dan mengkredit akun Akumulasi
Depresiasi Gedung. Misalkan Budi selaku manajemen Percetakan Rapi menaksir bahwa
masa manfaat (umur) gedung 5 tahunh/60 bulan maka depresiasi gedung per tahun adalah
Rp. 1.800.000,00 (Rp.9.000.000,00:5) atau Rp.150.000,00 per bulan
(Rp.1.800.000,00:12), Jurnal Penyesuaiannya yaitu :

April 30
Beban Depresiasi Gedung.. 150.000,00
Akumulasi Depresiasi Gedung.. 150.000,00
(Pembebanan depresiasi gedung)



ASET BEBAN
ASET NORMAL ASET KONTRA
Mesin Akumulasi Depresiasi-Mesin Beban Depresiasi-Mesin
30/4 9.000.000,00 30/4 150.000,00 30/4 150.000,00
So: 9.000.000,00 So: 150.000,00 So: 150.000,00

6. NILAI BUKU
Neraca melapokan mesin beserta akumulasi depresiasinya. Karena merupakan
akun kontra, maka Akumulasi Depresiasi dikurangkan terhadap mesin. Hasil akhirnya,
yaitu beban perolehan mesin dikurangi dengan akumulasi depresiasi mesin merupakan
nilai buku mesin. Perhitungan nilai buku mesin adalah sebagai berikut :
Mesin .............................................................. Rp 4.800.000,00
Dikurangi:Akumulasi Depresiasi Mesin ........ 100.000,00
---------------------
Nilai buku mesin .............................. Rp 4.700.000,00
=============
PENYAJIAN AKUN AKUMULASI DEPRESIASI DI NERACA
Akun Akumulasi Depresiasi merupakan akun yang unik. Disebut unik, karena
akun aset pada umumnya bersaldo normal debet, sedangkan akumulasi depresiasi selalu
bersaldo kredit. Akun ini merupakan aset kontra yang keberadaannya dimaksudkan untuk
membantu agar akun aset tetap tidak langsung dikredit ketika perusahaan melakukan
penyusutan atas beban perolehan aktiva tetap .
Cara penyajian akun aset tetap beserta akun akumulasi depresiasi dalam neraca
adalah sebagai berikut
Aset Tetap
Mesin Cetak ......................................Rp 48.000.000,00
Dikurangi:Akumulasi Depresiasi .. 100.000,00 Rp 47.900.000,00
Gedung ..............................................Rp 90.000.000,00
Dikurangi:Akumulasi Depresiasi .. 150.000,00 Rp 89.850.000,00
Total Aset Tetap (neto) Rp.137.750.000,00


7. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
Perusahaan kadang-kadang menerima sejumlah uang untuk jasa yang akan
diberikan diwaktu yang akan datang. Dalam kasus percetakan Rapih, perusahaan tersebut
pada tanggal 3 April 2010, menerima uang sewa gedung sebesar Rp.90.000,00 untuk
jangka waktu 6 bulan. Jurnal yang telah dibuat untuk mencatat penerimaan uang sewa
dibayar dimuka tersebut adalah sbb : (lihat Bab 3, halaman)
April 3 Kas .......................
Pendapatan sewa diterima dimuka
90.000,00
(penerimaan sewa dimuka utk 6bln) 90.000,00
Setelah ayat jurnal diatas diposting, maka akun Pendapatan Sewa Diterima
Dimuka di buku besar nampak sebagai berikut:
KEWAJIBAN
Pendapatan Sewa Diterima di Muka
Apr 3 90.000,00

Dalam neraca saldo yang disusun perusahaan pada tgl 30 April tercantum saldo
akun Pendapatan Sewa Diterima di Muka sebesar Rp90.000,00. Setelah waktu berjalan
satu bulan, sejak sewa tersebut diterima, situasinya nampak sbb :
1
/
4
Pendapatan 30/4 31/5 30/6 31/7 31/8 30/9

Dalam gambar diatas nampak bahwa pada tanggal 30 april, satu bulan sewa telah
menjadi pendapatan sewa bulan April, sedangkan sisanya untuk 5 bulan ke depan masih
merupakan sewa diterima di muka. Oleh karena itu pada tanggal 30 April, harus dibuat
jurnal penyesuaian sebagai beriku :
April 30 Pendapatan sewa diterima dimuka ..........
Pendapatan Sewa ...............................
( untuk mengakui pendapatan sewa bulan
April 2010 )
15.000,00
15.000,00

Setalah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting ke buku besar, maka saldo akun
Pendapatan Sewa Diterima di Muka dan akun Pendapatan Sewa akan nampak sbb :

KEWAJIBAN PENDAPATAN
Pendapatan Sewa Diterima di Muka Pendapatan Sewa
Apr.30 15.000,00 Apr.3 90.000,00 Apr. 30 15.000,00
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
15.000,00 15.000,00 15.000,00 15.000,00 15.000,00 15.000,00
Apr.30 So: 75.000,00 Apr.30 So: 15.000,00
Sebelum disesuaikan, saldo Pendapatan Sewa Diterima diMuka menunjukkan saldo
kredit sebesar Rp. 90.000,00. Setelah di sesuaikan, saldo akun Pendapatan Sewa Diterima di
Muka menunjukkan jumlah yang seharusnya yaitu Rp75.000,00 dan Pendapatan Sewa
menunjukkan pendapatan yang benar untuk bulan April 2010, yaitu sebesar Rp15.000,00.
Apabila jurnal penyesuaian di atas tidak dibuat, maka akun Pendapatan Sewa Diterima di Muka
akan lebih saji Rp15.000,00 dan akun Pendapatan Sewa akan kurang saji sebesar Rp15.000,00 .

8. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
Beban seperti beban asuransi atau beban sewa biasanya dibayar perusahaan di muka,
artinya jasa belum kita terima tapi kita harus sudah membayar lebih dahulu. Pembayaran di
muka seperti ini termasuk kelompok deferal. Di pihak lain sejumlah beban tertentu biasa
dibayar dibelakang. Artinya jasa sudah diterima atau dikonsumsi perusahaan, tetapi
pembayarannya baru dilakukan kemudian. Contoh : Upah pegawai harian yang pembayarannya
dilakukan pada hari tertentu (misalnya hari sabtu). Jumlah upah yang telah menjadi kewajiban
perusahaan tetapi sampai dengan akhir periode belum dibayar, merupakan beban dan kewajiban
perusahaan pada periode yang bersangkutan. Atas dasar itulah akrual sering disebut juga beban
masih harus dibayar atau utang beban.
9. GAJIH DAN UPAH MASIH HARUS DIBAYAR (UTANG GAJI DAN UPAH)
Contoh, misalkan Percetakka Rapih mempunyai dua orang pegawai yang upahnya
dihitung secara harian dan pembayarannya dilakukan pada setiap hari Sabtu. Upah pegawai per
hari adalah Rp10.000,00. Tanggal 30 April 2010 (akhir periode) jatuh pada hari jumat. Dengan
demikian pada hari tersebut perusahaan telah mempunyai kewajiban untuk membayar upah
selama 5 hari, yaitu untuk hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Situasi seperti ini,
perusahaan sudah mempunyai utang kepada pegawainya, karena upah selama 5hari tersebut
baru akan dibayar pada hari Sabtu (tanggal 1Mei) sebesar 2 (orang) x 5 (hari) x Rp10.000,00 =
Rp 100.000,00. Untuk mengakui adanya kewajiban (utang) kepada pegawai pada akhir periode
dan untuk membebankan gaji & upah yang belum dibayar tersebut, maka pada tanggal 30 April
2010, Percetakkan Rapih harus membuat jurnal penyesuaian sbb :
April 30 Gaji & Upah Pegawai ............ 100.000,00
Utang Gaji & Upah ............
(Pembebanan upah pegawai selama5hri)
100.000,00

Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting ke buku besar, maka akun Gaji & Upah
Pegawai dan akun Utang Gaji & Upah akan nampak sbb:
BEBAN KEWAJIBAN
Gaji & Upah Pegawai Gaji & Upah Pegawai
Apr. 10 120.000,00 Apr.30 100.000,00
120.000,00
470.000,00
100.000,00
Saldo 810.000,00 Saldo 100.000,00

Saldo akun Gaji & Upah Pegawai menggambarkan beban gaji dan upah pegawai selama
bulan April, dan akun utang gaji dan upah menggambarkan kewajiban pada tanggal 30 April.
Apabila jurnal penyesuaian di atas tidak dibuat, maka akun gaji & upah pegawai dan akun
utang gaji & upah masing masing akan kurang saji (understated) Rp100.000,00.
10. BUNGA MASIH HARUS DIBAYAR (UTANG BUNGA)
Pada tanggal 2 April 2010, Percetakkan Rapih meminjam uang dari bank sebesar
Rp2.000.000,00. Jangka waktu wesel adalah 1tahun, dengan tingkat bunga 12% setahun. Bunga
wesel akan dibayar bersamaan dengan pelunasan pokok pinjaman wesel yang akan dilakukan
pada tanggal 2 April 2011. Dengan demikian, pada akhir April 2010 telah terutang bunga
selama satu bulan, yaitu sebesar Rp20.000,00 (1/12 x 12/100 x Rp2.000.000,00). Pencatatan
beban bunga bulan april dan bunga yang terutang pada akhir bulan april, harus dicatat melalui
jurnal penyesuaian sbb:
April 30 Beban Bunga .........................................
Utang Bunga ......................................
(Pembebanan bunga bulan Apri 2010)
20.000,00
20.000,00

Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting ke buku besar, maka saldo akun Beban
Bunga dan akun Utang Bunga akan nampak sbb :
BEBAN KEWAJIBAN
Beban Bunga Utang Bung
Apr. 30 20.000,00 Apr. 30 20.000,00
Saldo 20.000,00 Saldo 20.000,00

Saldo akun Beban Bunga menggambarkan beban bunga selama bulan april dan akun
utang bunga menggambarkan kewajiban pada tanggal 30 April. Apabila jurnal penyesuaian
diatas tidak dibuat, maka akun Beban bunga dan akun Utang Bunga keduanya akan kurang saji
(understated) Rp20.000,00.
11. PENDAPATAN MASIH AKAN DITERIMA
Pendapatan masih akan diterima, yaitu pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan
tetapi masih merupakan tagihan. Contoh: misalkan perusahaan percetakkan Rapih pada tanggal
30 April 2010 telah menyelesaikan sebuah pesanan seharga Rp150.000,00. Pesanan telah
diserahkan kepada pelanggan disertai faktur sebagai tagihan. Dalam situasi ini, percetakkan
Rapih telah berhak atas pendapatan sebesar Rp150.000,00 karena pesanan telah selesai
dikerjaan dan telah diserahkan kepada pemesan. Namun demikian hal ini belum nampak dalam
pembukuan perusahaan. Oleh karena itu, pada tanggal 30 April 2010, percetakkan Rapih harus
membuat jurnal penyesuaian berikut:
April 30 Piutang Usaha ........................
Pendapatan percetakkan ...
(untuk mencatat pendapatan
Yg masih akan diterima )
150.000,00
150.000,00

Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas di posting ke buku besar, maka saldo akun
piutang usaha dan akun pendapatan percetakkan akan nampak sbb:
AKTIVA PENDAPATAN
Piutang Usaha Pendapatan Percetakkan
Apr. 1 85.000,00 Apr. 4 50.000,00 Apr. 16 900.000,00
30 500.000,00 24 850.000,00
30 500.000,00
Saldo Rp. 515.000,00 Saldo 2.250.000,00
Peny. 150.000,00 Peny. 150.000,00
Saldo 665.000,00 Saldo 2.400.000,00

Sebelum disesuaikan, saldo akun piutang usaha menunjukkan jumlah Rp515.000,00,
sedangkan akun Pendapatan percetakkan bersaldo kredit sebesar Rp2.250.000,00. Setelah
disesuaikan, saldo akun Piutang Usaha menunjukkan jumlah piutang yang seharusnya yaitu
Rp665.000,00. Dan Pendapatan Percetakkan menunjukkan pendapatan yang benar untuk bulan
April 2010, yaitu sebesar Rp2.400.000,00. Apabila jurnal penyesuaian diatas tidak dibuat, maka
akun Piutang Usaha dan Pendapatan Percetakkan akan kurang saji sebesar Rp150.000,00.










NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN
Langkah-lagkah dalam siklus akuntansi dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
1. Mencatat transaksi transaksi dalam jurnal.
2. Membukukan (posting) ayat-ayat jurnal buku besar.
3. Menyusun neraca saldo, yaitu membuat daftar saldo-saldo akun yang ada di buku besar pada
suatu saat tertentu.
4. Membuat jurnal penyesuaian dan membukukan angka-angkanya kedalam akun-akun buku besar
yang bersangkutan. Apabila data yang tercantum dalam neraca saldo tidak memerlukan
penyesuaian, maka langkah keempat adalah menyusun laporan keuangan yang datanya dikutip
dari neraca saldo tersebut. Akan tetapi jika data dalam pembukuan masih memerlukan
penyesuaian seperti telah dibahas atas,
5. Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan.
6. Menyusun laporan keuangan.
Dalam contoh kasus Percetakkan Rapih diatas, kita telah membuat 8 ayat jurnal penyesuaian.
Apabila ayat-ayat jurnal tersebut dibukukan kedalam buku besar, maka sejumlah akun dibuku besar
akan berubah saldonya, bahkan muncul beberapa akun baru yang tidak ada dalam neraca saldo yang
telah kita susun sebelumnya. Tujuan pembuatan Neraca Saldo adalah untuk mempermudah penyusunan
laporan keuangan. Tujuan ini berlaku apabila neraca saldo tidak memerlukan penyesuaian. Apabila
data dalam neraca saldo masih harus disesuaikan lebih dahulu, maka angka-angka dalam neraca saldo
tidak sepenuhnya bisa dikutip ke dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, kita memerlukan neraca
saldo yang baru, yang disebut neraca saldo setelah disesuaikan.
Neraca saldo setelah disesuaikan dapat dikerjakan langsung dari buku besar
Setelah jurnal penyesuaian dibukukan di dalamnya. Apabila buku besar terdiri dari banyak akun, maka
proses posting jurnal penyesuaian dan penyusunan neraca saldo yang baru, akan membutuhkan waktu
yang cukup panjang. Oleh karena itu agar penyusunan laporan keuangan dapat segera dikerjakan, maka
neraca saldo setelah diselesaikan dapat segera diperoleh melalui bantuan suatu kertas kerja terdiri atas
tiga kolom. Kolom pertama berisi data neraca saldo sebelum disesuaikan, kolom kedua memuat
pendebetan dan pengkreditan untuk akun-akun yang perlu disesuaikan, dan kolom ketiga berisi neraca
saldo sesuai disesuaikan.

PERCETAKAN RAPIH
Penyusunan Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
30 April 2010
Nama Akun
Neraca Saldo Sebelum
Disesuaikan
Penyesuaian
Neraca Saldo
Setelah Disesuaikan
D K D K D K
Kas 2.145.000 2.145.000
Piutang usaha 515.000 150.000 665.000
Perlengkapan 1.475.000 325.000 1.150.000
Asuransi dibayar dimuka 60.000 20.000 40.000
Mesin cetak 4.800.000 4.800.000
Gedung 9.000.000 9.000.000
Utang usaha 1.700.000 1.700.000
Utang wesel 2.000.000 2.000.000
Pendapatan sewa Diterima di muka 90.000 15.000 75.000
Modal, Budi 13.480.000 13.480.000
Prive, Budi 500.000 500.000
Pendapatan percetakan 2.250.000 150.000 2.400.000
Beban advertensi 15.000 15.000
Gaji&upah pegawai 710.000 100.000 810.000
Beban macam-macam 300.000 300.000
19.520.000

19.520.000


Beban asuransi 20.000 20.000
Beban pemakaian perlkp. 325.000 325.000
Beban depresiasi mesin 100.000 100.000
Akum. Depr. Mesin 100.000 100.000
Beban depr. Gedung 150.000 150.000
Akum. Depr. Gedung 150.000 150.000
Utang gaji & upah 100.000 10.000
Beban bunga 20.000 20.000
Utang bunga 20.000 20.000
Pendapatan sewa 15.000,00 15.000
880.000

880.000

880.000

880.000



LAPORAN KEUANGAN
Kolom terakhir dalam kertas kerja di atas memuat saldo-saldo akun yang telah
disesuaikan. Data tersebut siap untuk disajikan dalam laporan keuangan. Berikut adalah laporan
keuangan Percetakan Rapih yang terdiri dari Laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahan Modal,
dan Neraca untuk bulan april 2010 yang datanya di kutip dari kertas kerja.
PERCETAKAN RAPIH
Laporan Laba-Rugi
Untuk Bulan yang Berakhir tanggal 30 April 2010
Nama akun Debit Kredit
Pendapatan Percetakan Rp 2.400.000,00
Pendapatan Sewa 15.000,00
Jumlah Pendapatan Rp 2.415.000,00
Beban Usaha
Beban Advertensi Rp 15.000,00
Gaji dan upah 810.000,00
Beban asuransi 20.000,00
Beban pemakaian perlengkapan 325.000,00
Beban depresiasi mesin 100.000,00
Beban depresiasi gedung 150.000,00
Beban bunga 20.000,00
Beban macam-macam 300.000,00
Jumlah Beban Rp 1.740.000,00
Laba Bersih Rp 675.000,00

PERCETAKAN RAPIH
Laporan Perubahan Modal
Untuk Bulan yang Berakhir Tanggal 30 April 2010
Modal, 1 April 2010 Rp. -------0-------
Ditambah: Investasi Awal Rp. 13.480.000,00
Laba Bersih 675.000,00
Rp. 14.155.000,00
Dikurangi Pengambilan Prive 500.000,00
Modal, 30 April 2010 Rp. 13.655.000,00
ALTERNATIF LAIN
Jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode dilakukan dengan tujuan agar data di
buku besar mencerminkan keadaan yang benar, sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima
umum. Jurnal penyesuaian yang harus dibuat tergantung kepada apa yang sudah dicatat
sebelumnya, sebagaimana tercermin dalam neraca saldo sebelum disesuaikan.
1) ASURANSI DIBAYAR DI MUKA
Premi asuransi adalah beban bagi perusahaan.
Contoh
Percetakan Rapih mencatat transaksi tersebut dengan mendebet akun Asuransi di
Muka (sebuah akun aset), sebagaimana tercermin juga dalam neraca saldo tanggal 30
April 2010. Akun ini dipilih dengan pertimbangan bahwa premi yang dibayar
menyangkut lebih dari satu periode.
Alternatif lain, Percetakan Rapih tidak mencatat transaksi ini dengan mendebet
akun aset, melainkan mendebet akun beban, yaitu akun beban asuransi.
Berikut jurnalnya
April 3 Beban asuransi.......... 60.000,00
Kas ...............
(pembayaran premi asuransi dimuka)
60.000,00
Setelah ayat jurnal di atas diposting, maka akun Beban Asuransi didalam buku
besar akan memiliki saldo debet sebesar Rp60.000,00
BEBAN
Beban Asuransi
April 3 60.000,00

Neraca saldo Percetakan Rapih tanggal 3 April 2010 akan memuat saldo debet
akun Beban Asuransi sebesar Rp60.000,00 sebagai berikut.
PERCETAKAN RAPIH
NERACA SALDO
30 APRIL 2010
NAMA AKUN DEBET KREDIT
Beban Asuransi Rp 60.000,00
Sampai dengan tanggal 30 April 2010, premi asuransi yang sesungguhnya
menjadi beban bulan April bukan 60.000,00. Mengapa? Karena beban satu bulan hanya
1/3x Rp60.000,00=Rp 20.000,00, seperti jurnal di bawah ini.

Beban 30/4 31/5 30/6
1 2 3
Rp20.000,00 Rp20.000,00 Rp20.000,00

Pada tanggal 30 april, akun Beban Asuransi harus dikurangi dengan jumlah premi
untuk masa yang belum dilalui yaitu premi untuk dua bulan ke depan (Mei dan Juni
2010) dari jumlah yang telah dibayar dimuka, atau 2/3 dari jumlah yang telah dibayar.
Ayat jurnal penyesuaian akan memindahkan Rp40.000,00 (2/3 x Rp60.000,00) dari akun
Beban Asuransi dibayar dimuka. Dengan demikian jurnal penyesuaian yang harus dibuat
adalah sebagi berikut:

April 30
Asuransi dibayar di muka...
Beban Asuransi.....
(penyesuaian premi asuransi
di bayar dimuka)
40.000,00
40.000,00

Setelah diposting ke buku besar, Asuransi Dibayar di Muka dan Beban Asuransi
akan menunjukkan saldo yang benar :
ASET BEBAN
Asuransi Dibayar di Muka Beban Asuransi
apr.30 40.000,00 apr.3 60.000,00 apr.30 40.000,00
saldo 40.000,00 saldo 20.000,00
Akun Beban Asuransi adalah contoh akun beban yang lebihsaji (overstated)
sebelum dilakukan posting ayat jurnal penyesuaiain. Cobalah perhatikan, saldo setelah
disesuaikan dalam akun Beban Asuransi sekarang berjumlah Rp20.000,00, yaitu beban
asuransi selama satu bulan (April). Sementara itu akun Asuransi Dibayar Dimuka (akun
aset) pada tanggal 30 April akan menunjukkan jumlah premi untuk 2 bulan mendatang
(Mei dan Juni 2010) yang berjumlah Rp40.000,00 (2 x Rp20.000).
Aktivitas Dicatat Sebagai Aset Dicatat sebagai Beban
Pembayaran premi
asuransi untuk tiga
bulan sebesar
Rp60.00,00 pada
tanggal 3 April 2010.
Asuransi dibayar di Muka 60.000
Kas 60.000
Beban asuransi 60.000
Kas 60.000
Penyesuaian akhir
periode
Beban asuransi .... 20.000
Asuransi dibayar diMuka 20.000
Asuransi dibayar dimuka
40.000
Beban asuransi 40.000
Saldo setelah
disesuaikan
Asuransi Dibayar dimuka:
Rp.40.000,00
Beban asuransi: Rp.20.000,00
Asuransi dibayar dimuka:
Rp.40.000,00
Beban asuransi: Rp.20.000,00

Dari perbandingan di atas, dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang berbeda pada
awal transaksi, membutuhkan penyesuaian yang berbeda pula, tetapi hasil akhirnya akan
sama. Dalam contoh di atas terlihat bahwa hasil akhir (sesudah disesuaikan) kedua cara
tidak berbeda, yaitu akun Asuransi dibayar di muka bersaldo debet Rp40.000,00, dan
beban asuransi bersaldo debet Rp20.000,00.
2) PENDAPATAN SEWA DITERIMA DI MUKA
Percetakan Rapih memiliki sebuah gedung yang sebagian ruangannya disewakan
kepada perusahaan lain dengan tarif Rp15.000,00 sebulan. Sebagaimana diuraikan di
atas, pada tanggal 3 April 2010 Percetakan Rapih menerima pembayaran sewa di muka
untuk 6 bulan (bulan April sampai dengan Oktober 2010) sebesar Rp90.000,00. Sewa
adalah pendapatan bagi perusahaan. Dalam contoh yang lalu, Percetakan Rapih mencatat
transaksi tersebut dengan mengkredit akun Pendapatan Sewa Diterima di Muka (sebuah
akun kewajiban), sebagaimana tercermin juga dalam neraca saldo tanggal 30 April 2010.
Akun kewajiban ini dipilih dengan pertimbangan bahwa sewa yang diterima menyangkut
lebih dari satu periode.
Alternatif lain, Percetakan Rapih tidak mencatat transaksi ini dengan mengkredit
akun kewajiban, melainkan mengkredit akun pendapatan, yaitu akun pendapatan sewa.
Dengan demikian jurnal yang dibuat pada saat transaksi ini terjadi akan nampak sebagai
berikut.

April 3
Kas
Pendapatan Sewa
(penerimaan sewa untuk 6 bulan)
90.000,00
90.000,00

Setelah ayat jurnal di atas diposting, maka akun Pendapatan Sewa di dalam buku
besar akan memiliki saldo kredit sebesar Rp90.000,00.
PENDAPATAN
Pendapatan Sewa
April 3 90.000,00
Neraca saldo Percetakan Rapih tanggal 3 April 2010 akan memuat saldo kredit akun
Pendapatan Sewa sebesar Rp90.000,00 berikut.
Percetakan Rapih
Neraca Saldo
30 April 2010
Nama akun Debet Kredit
Pendapatan sewa Rp 90.000,00

Sepanjang bulan April , akun pendapatan sewa memuat jurnal ini, akan tetapi sampai
dengan 30 April 2010, penerimaan sewa yang sesungguhnya menjadfi pendapatan bulan April
bukan 90.000,00. Mengapa?
pendapatan 30/4 31/5 30/6 31/7 31/8 30/9
1 2 3 4 5 6
15.000,00 15.000,00 15.000,00 15.000,00 15.000,00 15.000,00

Pada tanggal 30 April, akun Pendapatan Sewa harus dikurangi dengan jumlah sewa untuk
masa yang belum dilalui untuk lima bulan ke depan (mei-september 2010) dari jumlah yang telah
diterima dimuka, atau 5/6 dari jumlah yang telah diterima. Ayat jurnal penyesuaian akan
memindahkan Rp75.000,00 (5/6 x Rp90.000,00) dari akun pendapatan sewa menjadi sewa
diterima di muka. Dengan demikian jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah sebagai berikut.

April 30 Pendapatan sewa................
Pendapatan sewa diterima di
muka....
(penyesuaian sewa diterima di muka)
75.000,00
75.000,00

Setelah di posting ke buku besar, Pendapatan Sewa Diterima di Muka dan Pendapatan
Sewa akan menunjukkan saldo yang benar.
KEWAJIBAN PENDAPATAN
Pendapatan Sewa Diterima di Muka Pendapatan Sewa
Apr.3 75.000,00 apr.30 75.000,00 Apr.3 90.000,00
Apr.30 So: 75.000,00 Apr.30 So: 15.000,00

Akun pendapatan sewa adalah contoh akun pendapatan yang lebihsaji (overstated)
sebelum dilakukan posting ayat jurnal penyesuaian. Cobalah perhatikan, saldo setelah
disesuaikan dalam akun Pendapatan Sewa sekarang berjumlah Rp15.000,00, yaitu pendapatan
sewa selama satu bulan( April). Sementara itu akun Sewa Diterima di Muka (akun kewajiban)
pada tanggal 30 April akan menunjukkan jumlah sewa untyuk 5 bulan mendatang (Mei sampai
dengan September 2010) yang berjumlah Rp75.000,00 (5x Rp15.000,00).
Sekarang kita bandingkan kedua cara mencatat transaksi dan jurnal penyesuaian di atas.
Aktivitas Dicatat sebagai Kewajiban Dicatat sebagai Pendapatan
Penerimaan sewa di muka
untuk enam bulan sebesar
Rp90.000,00 pada tanggal 3
April 2010
Kas......................90.000,00
Pendapatan Sewa
Diterima di
Muka...90.000
Kas........................90.000,00
Pendapatan
Sewa..90.000,00
Penyesuaian akhir periode
Pendapatan Sewa
Diterima di Muka 15.000
Pendapatan Sewa
..15.000,00
Pendapatan sewa 75.000,00
Pendapatan sewa
diterima di muka....75.000
Saldo setelah disesuaikan Pendapatan sewa diterima di
muka: Rp75.000,00

Pendapatan Sewa:
Rp15.000,00
Pendapatan Sewa diterima di
Muka:Rp75.000,00

Pendapatan sewa:
Rp15.000,00

Dari perbandingan di atas terlihat bahwa hasil akhir (setelah disesuaikan) kedua cara
tidak berbeda yaitu akun Pendapatan Sewa diterima di muka bersaldo kredit Rp75.000,00 dan
akun Pendapatan Sewa bersaldo kredit Rp15.000,00.




























CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA

Berikut ini adalah cotoh :
1. Cara membuat jurnal penyesuaian
2. Pembukuan ayat-ayat jurnal penyesuain ke dalam buku besar
3. Membuat kertas kerja untuk menyusun neraca saldo setelah disesuaikan
4. Menyusun laporan keuangan berdasarkan neraca saldo yang telah disesuaikan
CONTOH KASUS
FOTO STUDIO ANEKA
NERACA SALDO
31 DESEMBER 2010
Nama Akun Debet Kredit
Kas Rp. 52.350.000,00
Surat Berharga 10.000.000,00
Piutang Usaha 18.200.000,00
Perlengkapan Fotografi 96.150.000,00
Perlengkapan Kantor 41.300.000,00
Asuransi Dibayar di Muka 10.000.000,00
Peralatan Fotografi 480.000.000,00
Peralatan Kantor 115.000.000,00
Gedung 1.000.000.000,00
Utang Usaha Rp. 12.000.000,00
Modal, Priyono 1.363.000.000,00
Pendpatan Foto Studio 457.650.000,00
Beban Kantor 20.000.000,00
Gaji Pegawai 22.000.000,00
Beban Advertensi 4.000.000,00
Pendapatan Bunga 350.000,00
Pendapatan Sewa 36.000.000,00
Rp. 1.869.000.000,00 Rp. 1.869.000.000,00
Informasi Tambahan :
1. Masih harus diterima bunga dari investasi dalam obligasi yang bernilai nominal Rp.
10.000.000,00, bunga 6%, tanggal pembayara bunga setiap 1 April dan 1 Oktober.
2. Masih harus dibayar gaji pegawai bulan Desember sebesar Rp. 2.000.000,00.
3. Pendapatan sewa yang diterima dimuka, Rp. 6.000.000,00.
4. Asuransi dibayar dimuka per 31 Desember adalah Rp. 4.000.000,00.
5. Depresiasi aset tetap dilakuka berdaarkan tariff berikut :
a) Peralatan fotografi 20% setahun.
b) Peralatan kantor 10% setahun.
c) Gedung 5% setahun.
6. Perlengkapan yang masih tersisa per 31 desember 2010 adalah sebagai berikut :
a) Perlengkapan fotografi Rp. 32.400.000,00
b) Perlengkapan kantor Rp. 15.500.000,00

(a) JURNAL PENYESUAIAN
1) Piutang Bunga Rp. 150.000,00
Pendapatan Bunga Rp. 150.000,00
2) Gaji Pegawai Rp. 2.000.000,00
Utang Gaji Rp. 2.000.000,00
3) Pendapatan Sewa Rp. 6.000.000,00
Pendapatan Sewa Diterima di muka Rp. 6.000.000,00
4) Beban Asuransi Rp. 6.000.000,00
Asuransi Dibayar Dimuka Rp. 6.000.000,00
5 a) Depresiasi Peralatan Fotografi Rp.96.000.000,00
Akumulasi Depr. Peralatan Fotografi Rp.96.000.000,00
b)Depresiasi Peralatan Kantor Rp. 11.500.000,00
Akumulasi Depresiasi Peralatan Kantor Rp. 11.500.000,00
c)Depresiasi Gedung Rp. 50.000.000,00
Akumulasi Depresiasi Gedung Rp. 50.000.000,00

6 a) Pemakaian Perlengkapan Fotografi Rp. 63.750.000,00
Perlengkapan Fotografi Rp. 63.750.000,00
b)Beban Kantor Rp. 25.800.000,00
Perlengkapan Kantor Rp. 25.800.000,00

(b) BUKU BESAR













(c) NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN
FOTO STUDIO ANEKA
Penyusunan Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
31 Desember 2010
(Dalam Ribuan Rupiah)
Neraca Akun Neraca Saldo Sebelum
Disesuaikan
Penyesuaian Neraca Saldo Setelah
Disesuaikan
D K D K D K
Kas 52.350 52.350
Surat Berharga 10.000 10.000
Piutang Usaha 18.200 18.200
Perlengkapan Fotografi 96.150 (6a) 63.750 32.400
Perlengkapan Kantor 41.300 (6b) 25.800 15.500
Asuransi Dibayar di Muka 10.000 (4) 6.000 4.000
Peralatan Fotografi 480.000 480.000
Peralatan Kantor 115.000 115.000
Gedung 1.000.000 1.000.000
Utang Usaha 12.000 12.000
Modal, Priyono 1.363.000 1.363.000
Pendapatan Foto Studio 457.650 457.650
Beban Kantor 20.000 (6b) 25.800 45.800
Gaji Pegawai 22.000 (2) 2.000 24.000
Beban Advertensi 4.000 4.000
Pendapatan Bunga 350 (1) 150 500
Pendapatan Sewa 36.000 (3) 6.000 30.000
1.869.000 1.869.000
Piutang Bunga (1) 150 150
Utang Gaji (2) 2.000 2.000
Pendapatan Sewa Diterima
diMuka
(3) 6.000 6.000
Beban Asuransi (4) 6.000 6.000
Depresiasi Peralatan Fotografi (5a) 96.000 96.000
Akm. Depr. Peralatan Fotografi (5a) 96.000 96.000
Depresiasi Peralatan Kantor (5b) 11.500 11.500
Akm. Depr. Peralatan Kantor (5b) 11.500 11.500
Depresiasi Gedung (5c) 50.000 50.000
Akm. Depr. Gedung (5c) 50.000 50.000
Pemakaian Perlk. Fotografi (6a) 63.750 63.750

(d) LAPORAN KEUANGAN
FOTO STUDIO ANEKA
Laporan Laba-Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2010
Pendapatan :
Pendapatan Foto Studio Rp. 457.650.000
Pendapatan Sewa 30.000.000
Pendapatan Bunga 500.000
Jumlah Pendapatan Rp. 488.150.000
Beban Usaha :
Beban Kantor Rp. 45.800.000
Gaji Pegawai 24.000.000
Beban Advertensi 4.000.000
Beban Asuransi 6.000.000
Beban Pemakaian Perlengkapan Fotografi 63.750.000
Depresiasi Peralatan Fotografi 96.000.000
Depresiasi Peralatan Kantor 11.500.000
Depresiasi Gedung 50.000.000
Jumlah Beban Usaha 301.050.000
Laba Bersih Rp. 187.100.000

FOTO STUDIO ANEKA
Laporan Perubahan Modal
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2010
Modal, 1 Januari 2010 Rp. 1.363.000.000
Laba Bersih Tahun 2010 187.100.000

Modal, 31 Desember 2010 Rp. 1.550.100.000






FOTO STUDIO ANEKA
Neraca
31 Desember 2010


Kas 52.350.000
Surat Berharga 10.000.000
Piutang Usaha 18.200.000
Piutang Bunga 150.000
Perlengkapan Fotografi 32.400.000
Perlengkapan Kantor 15.500.000
Asuransi Dibayar di Muka 4.000.000
Peralatan Foto Rp. 480.000.000
Akumulasi Depr. (96.000.000)
384.000.000
Peralatan Kantor Rp. 115.000.000
Akumulasi Depr. (11.500.000)
103.500.000
Gedung Rp.1.000.000.000
Akumulasi Depr. ( 50.000.000)
950.000.000
Jumlah Aset Rp. 1.570.100.000


Utang Usaha 12.000.000
Utang Gaji 2.000.000
Pendapatan Dit. Di Muka 6.000.000
Jumlah Kewajiban 20.000.000





Modal, Priyono 1.550.100.000






Jumlah Kewajiban dan Modal Rp.1.570.100.000










ASET KEWAJIBAN
MODAL
LATIHAN 4-5
Buatlah jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2010, sebelum laporan keuangan tahunan
disusun, untuk hal-hal berikut ini :
a. Pada tanggal 1 Januari 2010, akun Perlengkapan Toko mempunyai saldo debet sebesar
Rp. 350.000.000,00. Selama tahun 2010 dibeli perlengkapan toko seharga Rp.
625.000.000,00, dan pada akhir tahun perlengkapan toko yang masih tersisa berjumlah
Rp. 180.000,00.
b. Akun Asuransi Dibayar di Muka pada akhir tahun (sebelum disesuaikan) mempunyai
saldo Rp. 950.000.000,00. Setelah dilakukan perhitungan, ternyata bahwa Rp.
560.000.000,00 merupakan beban asuransi untuk tahun yang bersangkutan.
c. Akun sewa dibayar di Muka pada akhir tahun (sebelum disesuaikan) mempunyai saldo
debet Rp. 780.000.000,00. Setelah dilakukan perhitungan, ternyata bahwa sisa sewa
dibayar di muka tinggal Rp. 375.000,00.
d. Depresiasi peralatan toko untuk tahun ini diperkirakan berjumlah Rp. 1.350.000,00.
e. Pajak Bumi dan Bangunan untuk tahun ini sebesar Rp. 848.000,00 sampai dengan akhir
tahun belum dicatat dan belum dibayar.
Jawab :
Tanggal Uraian Debet
(Rp.)
Kredit
(Rp.)
2010
Des 31 Beban Perlengkapan Toko 795.000,00
Perlengkapan Toko 795.000,00

Des 31 Beban Asuransi 560.000,00
Asuransi Dibayar dimuka 560.000,00

Des 31 Beban Sewa 405.000,00
Sewa Dibayar dimuka 405.000,00

Des 31 Beban Depresiasi Perlatan Toko 1.350.000,00
Akumulasi Depresiasi Perlatan
Toko
1.350.000,00

Des 31 Beban Pajak Bumi dan Bnagunan 848.000,00
Utang Pajak Bumi dan Bangunan 848.000,00
Jumlah 3.958.000,00 3.958.000,00
LATIHAN 4-7
Buatlah jurnal penyesuaian yang harus dilakukan pada tanggal 30 April, dan buatlah
jurnal untuk mencatat pembayaran pada bulan Mei.
a. Para pegawai bekerja lima hari dalam seminggu (Senin s/d Jumat) dan gajinya dibayar
setiap hari Jumat sebesar Rp. 2.400.000.000,00. Tanggal 30 April jatuh pada hari Kamis.
Pembayaran gaji akan dilakukan pada hari Jumat, tanggal 1 Mei.
b. Pada tanggal 1 April, perusahaan menyewa penasehat hokum dengan honorarium per
bulan Rp. 250.000,00 sesuai dengan perjanjian , honorarium tersebut dibayar pada setiap
tanggal 12 bulan berikutnya.
c. Perusahaan mempunyai utang wesel yang bernilai nominal Rp. 15.000.000,00 dengan
bunga 1% per bulan yang harus dibayar setiap tanggal 20. Pada tanggal 20 April telah
dilakukan pembayaran bunga dan pembayaran bunga berikutnya akan dilakukan pada
tanggal 20 Mei.
Jawab :
Tanggal Uraian Debet
(Rp.)
Kredit
(Rp.)
Apr 30 Beban Gaji 2.400.
000,00

Utang Gaji 2.400.000,00

Apr 30 Piutang 250.000,00
Pendapatan Honorarium 250.000,00

Apr 30 Beban Bunga 150.000,00
Utang Bunga 150.000,00

Jumlah 2.800.000,00 2.800.000,00







SOAL 4-3
Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 Nopember 2010, untuk tiap
informasi berikutnya :
a. Beban gaji untuk bulan Nopember sebesar Rp. 2.200.000,00 belum dicatat dan dibayar.
b. Pada tanggal 1 Nopember diterima wesel sebesar Rp. 12.000.000,00 dengan bunga
sebesar 15% per tahun. Pinjaman beserta bunganya akan dibayar pada tanggal 1 Maret
tahun depan.
c. Pada tanggal 1 Nopember diterima pendapatan untuk jangka waktu 3 Januari tahun
depan. Pada saat diterimanya pendapat ini, perusahaan mencatatnya dengan mendebit
akun kas dan mengkredit akun Pendapatan yang Diteima di Muka sebesar Rp.
600.000,00.
d. Pada tanggal 30 Nopember terdapat saldo perlengkapan sebesar Rp. 460.000,00. Setelah
dilakukan perhitungan fisik, ternyata persediaan perlengkapan pada akhir bulanhanya
tinggal Rp. 170.000,00.
e. Pada tanggal 1September tahun ini dibeli peralatan seharga Rp. 10.000.000,00. Peralatan
ini mempunyai umur ekonomis 5 tahu dan taksiran nilai residunya (sisa) adalah Rp.
4.000.000,00.
f. Pembayaran premi asuransi telah dicatat dengan mendebit akun Asuransi Dibayar di
Muka dan mengkredit akun Kas. Pada tanggal 30 Nopember, premi asuransi yang
terserap berjumlah Rp. 820.000,00.
g. Mulai tanggal 1 Oktober tahun ini disewa sebuah ruangan toko untuk jangka 6 bulan
dengan tarip sewa sebesar Rp. 540.000,00 dan sewa ini telah dibayar di muka. Pada saat
dilakukan pembayaran sewa tersebut, perusahaan mencatatnya dengan mendebit akun
sewa Dibayar di Muka dan mengkredit akun Kas.
h. Sebuah gedung yang harga pokoknya Rp. 48.000.000,00 didepresiasi dengan tarip 5%
per tahun. Gedung ini diperoleh tahun lalu.
i. Beban bunga untuk bulan Nopember 2010 belum dibayar sebesar Rp. 125.000,00.
j. Pendapatan bunga atas investasi sebesar Rp. 540.000,00 per tahun. Bunga ini diterima
setiap tanggal 1 April, 1 Juli, dan 1 Oktober.




SOAL 4-4
Perusahaan Jasa Tenggang mempunyai neraca saldo sebagai berikut :
Perusahaan Jasa Tenggang
Neraca Saldo
30 Nopember 2010
Nama Akun Debet Kredit
Kas Rp. 6.2000.000,00
Piutang Usaha 2.240.000,00
Bunga Dibayar di Muka 50.000,00
Sewa Dibayar di Muka 900.000,00
Perlengkapan Kantor 265.000,00
Peralatan Kantor 6.600.000,00
Utang Wesel Rp. 3.000.000,00
Utang Usaha 1.800.000,00
Modal Tuan Waluyan 10.000.000,00
Pendapatan Komisi 5.700.000,00
Pendapatan Sewa 180.000,00
Beban Perlengkapan 3.900.000,00
Beban Pemeliharaan 80.000,00
Beban Iklan 395.000,00
Beban Telepon 50.000,00
Rp. 20.680.000,00 Rp. 20.680.000,00
Perusahaan mulai beroperasi tanggal 1 Nopember 2010, dan membuat jurnal penyesuaian setiap
akhir bulan. Informasi untuk pembuatan jurnal penyesuaian pada tanggal 30 Nopember 2010 :
a. Harga perolehan perlengkapan yang ad pada akhir bulan berjumlah Rp. 160.000,00.
b. Pada tanggal 1 Nopember 2010, perusahaan memperoleh pinjaman bank sebesar Rp.
3.000.000,00 dengan bunga per tahun 10%. Jatuh tempo pinjaman tersebut adalah tanggal
1 Pebruari 2011. Bunga dibayar setiap tanggal 1 Nopember.
c. Beban gaji untuk bulan Nopember yang belum dibayar berjumlah Rp. 310.000,00.
d. Sewa kantor sebulan Rp. 300.000,00. Perusahaan melakukan pembayaran sewa tersebut 3
bulan sekaligus pada tanggal 1 Nopember yaitu sebesar Rp. 900.000,00.
e. Peralatan kantor dibeli pada tanggal 1 Nopember. Peralatan ini diperkirakan akan
mempunyai umur ekonomis 10 tahun dan tidak mempunyai nilai residu (nilai sisa).
Diminta :
1. Buatlah Jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 Nopember 2010.
2. Hitung jumlah laba bersih yang diperoleh pada bulan Nopember.
SOAL 4-7
Neraca saldo sebelum disesuaikan Perusahaan Angkutan Cepat dan Aman Nampak sebagai
berikut:
PERUSAHAAN ANGKUTAN CEPAT & AMAN
Neraca Saldo
31 Desember 2010
Nama Akun Debet Kredit
Kas Rp. 2.990.000,00
Piutang Usaha 775.000,00
Asuransi Dibayar di Muka 4.500.000,00
Perlengkapan Kantor 485.000,00
Investasi dalam Saham 10.000.000,00
Peralatan Kantor 4.500.000,00
Akumulasi Depresiasi Peralatan Kantor Rp. 2.000.000,00
Truk 54.000.000,00
Akumulasi Depresiasi Truk 14.000.000,00
Gedung 160.000.000,00
Akumulasi Depresiasi Gedung 35.000.000,00
Tanah 51.000.000,00
Pendapatan Diterima di Muka 2.075.000,00
Utang Wesel 144.000.000,00
Modal, Daniel 65.000.000,00
Prive, Daniel 29.000.000,00
Pendapatan Angkutan 118.325.000,00
Beban Gaji Pegawai Kantor 13.745.000,00
Beban Gaji Sopir 8 Kernet 32.950.000,00
Bensin, Oli, dan Pemeliharaan 3.525.000,00
Beban Bunga 12.930.000,00
Jumlah Rp. 380.400.000,00 Rp. 380.400.000,00

Diminta :
1. Bukalah akun-akun yang tercantum dalam neraca saldo ditambah akun-akun berikut :
Utang Gaji ; Beban Asuransi; Beban Perlengkapan ; Beban Depresiasi Peralatan Kantor ;
Beban Depresiasi Truk ; Beban Depresiasi Gedung. Cantumkan saldo yang terdapat
dalam neraca saldo pada akun yang bersangkutan.

2. Buatlah jurnal penyesuaian dengan menggunakan informasi berikut :
a. Beban asuransi tahun ini, Rp. 2.820.000,00.
b. Perlengkapan yang masih ada dalam persediaan, Rp. 165.000,00.
c. Depresiasi peralatan kantor, Rp. 545.000,00.
d. Depresiasi truk, Rp. 5.300.000,00.
e. Depresiasi gedung, Rp. 6.700.000,00.
f. Dari pendapatan diterima di muka sebesar Rp. 2.075.000,00. Sejumlah Rp.
1.700.000,00 di antaranya telah menjadi pendapatan tahun 2010.
g. Pendapatan jasa angkutan yang telah menjadi hak perusahaan, tetapi belum dicatat,
Rp 315.000,00.
h. Gaji sopir dan kernet yang masih harus dibayar, Rp 730.000,00.
3. Buatlah neraca saldo setelah disesuaikan, laporan rugi-laba tahun 2010 laporan
perubahan modal tahun 2010, dan neraca per 31 Desember 2010 dengan klasifikasi yang
baik. (catatan: saldo akun Modal Daniel, yang Nampak dalam neraca saldo di atas terdiri
atas saldo per 31 Desember 2009, ditambah dengan tambahan investasi yang dilakukan
Daniel pada tanggal 1 Januari 2010 sebesar Rp. 50.000.000,00).















SOAL 4-8
Perusahaan Jasa Bermuda mempunyai neraca saldo yang belum disesuaikan pada tanggal 30
Nopember 2010 sebagai berikut :
Perusahaan Jasa Bermuda
Neraca Saldo
30 Nopember 2010
Nama Akun Debet Kredit
Kas Rp. 4.600.000,00
Piutang Usaha 3.800.000,00
Asuransi Dibayar di Muka 960.00,00
Perlengkapan Kantor 320.000,00
Peralatan Kantor 7.200.000,00
Utang Usaha Rp. 3.330.000,00
Pendapatan Diterima di Muka 800.000,00
Modal, Tuan Berry 9.000.000,00
Prive, Tuan Berry 1.400.000,00
Pendapatan Komisi 27.410.000,00
Beban Gaji 19.200.000,00
Beban Sewa 1.800.000,00
Beban Perjalanan 920.000,00
Beban Lain-lain 340.000,00
Jumlah Rp. 40.540.000,00 Rp. 40.540.000,00
Informasi tambahan :
a. Beban asuransi untuk bulan Nopember adalah Rp. 160.000,00
b. Berdasarkan perhitungan fisik, diperoleh informasi bahwa persediaan perlengkapan
kantor pada akhir periode berjumlah Rp. 140.000,00.
c. Gaji karyawan bulan Nopember yang belum dibayar berjumlah Rp. 300.000,00.
d. Pada tanggal 1 Nopember, perusahaan menerima pendapatan yang diterima di muka dari
Toko Angsa sebesar Rp. 800.000,00. Pendapatan tersebut merupakan pendapatan untuk
bulan Nopember dan Desember.
e. Peralatan kantor diperkirakan memiliki umur ekonomis 8 tahun tanpa nilai sisa.




Diminta :
1. Buatlah jurnal penyesuaian untuk bulan Nopember 2010.
2. Buatlah akun T untuk tiap akun yang ada pada neraca saldo yang belum disesuaikan
dan masukkan saldo-saldo yang ada pada akun yang bersangkutan. Kemudian
bukukanlah jurnal penyesuaian yang sudah dibuat pada butir 1 ke dalam akun
bersangkutan, dan tentukan saldo tiap akun.
3. Buatlah neraca saldo yang sudah disesuaikan.
4. Buatlah laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan neraca.























SOAL 4-9
Berikut ini adalah neraca saldo yang dimiliki oleh perusahaan Angkasa pada akhir bulan
Pebruari 2010 :
Perusahaan Angkasa
Neraca Saldo
28 Pebruari 2010
Nama Akun Neraca Saldo Sebelum
Disesuaikan
Neraca Saldo Setelah
Disesuaikan
Kas Rp. 33.535.000.000,00 Rp. 3.535.000,00
Piutang Komisi - 175.000,00
Perlengkapan Kantor 1.490.000,00 880.000,00
Asuransi Dibayar di Muka 1.270.000,00 720.000,00
Sewa Dibayar di Muka 1.200.000,00 900.000,00
Mesin 8.800.000,00 8.800.000,00
Akuml. Depresiasi Mesin 1.200.000,00 1.480.000,00
Kendaraan 3.700.000,00 3.700.000,00
Akuml. Depresiasi Kendaraan 800.000,00 910.000,00
Utang Usaha 1.010.000,00 1.010.000,00
Utang Wesel 1.500.000,00 1.500.000,00
Utang Gaji - 410.000,00
Utang Pajak - 40.000,00
Utang Bunga - 25.000,00
Pendapatan Komisi Diterima di Muka 320.000,00 210.000,00
Modal, T-uan Abidin 10.000.000,00 10.000.000,00
Prive, Tuan Abidin 3.700.000,00 3.700.000,00
Pendapatan Komisi 15.400.000,00 15.685.000,00
Beban Gaji 6.200.000,00 6.610.000,00
Beban Sewa - 300.000,00
Beban Perlengkapan Kantor - 610.000,00
Depresiasi Mesin - 280.000,00
Depresiasi Kendaraan - 110.000,00
Beban Asuransi - 550.000,00
Beban Bunga - 25.000,00
Beban Lain-lain 170.000,00 170.000,00
Beban Pajak 165.000,00 205.000,00
Rp. 31.270.000,00 Rp. 31.270.000,00


Diminta :
Analisis data yang ada pada neraca saldo tersebut, dan buatlah jurnal penyesuaian yang
menjelaskan perubahan dalam saldo akun dari neraca saldo sebelum disesuaikan ke neraca saldo
setelah disesuaikan.

Anda mungkin juga menyukai