Anda di halaman 1dari 8

ANATOMI KATAK (Fejervarya cancrivora)

Oleh:
Nama : Muhammad Rifqi Abdurrahman
NIM : B1J013138
Rombongan : VII
Kelompok : 3
Asisten : Senja Rahayu Kinanti





LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN













KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2014
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Amphibia berasal dari kata amphi artinya rangkap dan bios artinya hidup. Jadi
amphibia berarti hewan yang hidup dalam dua fase kehidupan, yaitu dari kehidupan air
menuju kehidupan darat. Fase strukturnya menunjukkan bahwa amphibi merupakan
kelompok chordata yang pertama kali keluar dari kehidupan air. Hewan yang dapat hidup di
dua habitat berbeda, pasti akan menjumpai dua kelompok musuh, di air dan di darat.
Waktu yang sama hewan ini juga memiliki dua kesempatan untuk melarikan diri, air dan
darat (Zug, 1993).
Cara hidup katak sangat berbeda dengan ikan. Hewan ini tidak hidup di perairan
dalam, tetapi menggunakan sebagian besar waktunya di darat. Sama halnya dengan jenis
ikan, katak tidak mempunyai leher. Kulitnya lunak dan agak berlendir, tidak mempunyai
ekor karena dapat menghalang-halangi gerak meloncat (Brotowidjoyo, 1994).
Fungsi kulit pada katak yaitu untuk melindungi tubuh dari lingkungan luar dan
sebagai alat pernafasan. Proses terjadinya pernapasan melalui kulit yang dilengkapi dengan
kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir agar permukaan kulit selalu basah. Bentuk
kelenjar kulit pada katak seperti piala, terdapat tepat di bawah epidermis dan salurannya
melalui epidermis yang bermuara di permukaan kulit (Storer, 1975).
Katak sawah (Fejervarya cancrivora) memiliki karakter yang unik. Katak sawah
(Fejervarya cancrivora) digunakan untuk preparat pada praktikum kali ini sebagai wakil dari
kelas amphibia. Selain banyak terdapat di alam sehingga mudah diperoleh ukurannya cukup
besar. Katak sawah (Fejervarya cancrivora) menunjukan banyak persamaan bentuk dan
fungsi dengan vertebrata tinggi termasuk manusia. Katak sawah (Fejervarya cancrivora)
susunan tubuhnya mudah dipelajari dan diamati.
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum Struktur Hewan kali ini adalah untuk mengetahui Morfologi
dan Anatomi Katak sawah (Fejervarya cancrivora).






II. TINJAUAN PUSTAKA
Nama amphibi berasal dari bahasa Yunani dengan kata amphi yang berarti rangkap
dan bios berarti hidup. Amphibi merupakan suatu kelompok chordata yang pertama kali
keluar dalam kehidupan dalam air. Beberapa pola menunjukan pola baru yang disesuaikan
dengan kehidupan di darat, misalnya, kaki, paru-paru dan nostril. Amphibia adalah
vertebrata yang secara tipikal dapat hidup baik dalam air tawar dan di darat. Sebagian
besar mengalami metamorfosis dari berudu (akuatis dan bernapas dengan insang) ke
dewasa (amfibius dan bernapas dengan paru-paru), namun beberapa jenis amfibia tetap
mempunyai insang dalam hidupnya. Salah satu yang tergolong kedalamnya adalah katak
sawah (Fejervarya cancrivora) (Brotowidjoyo, 1994).
Katak sawah (Fejervarya cancrivora) mempunyai ciri kulit licin, dan berkelenjar,
tidak memiliki sisik seperti ular. Memiliki dua pasang kaki untuk berjalan dan berenang,
berjari 4 pada kaki bagian depan dan berjari 5 pada kaki bagian belakang. Tidak memiliki
sirip dan pernapasannya dengan menggunakan insang ketika masih berbentuk berudu dan
menggunakan kulit dan paru-paru ketika telah dewasa. Cor terbagi atas 3 ruangan, yakni
dua ruangan auricula dan satu ventriculum. Terdapat 2 buah nares, mata berkelopak yang
dapat digerakan, mulut bergigi dan berlidah (Storer, 1975).
Klasifikasi Fejervarya cancrivora menurut Jasin (1989) adalah sebagai berikut:
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Ranidae
Genus : Fejervarya
Spesies : Fejervarya cancrivora









III. MATERI DAN METODE
A. Materi
Alat- alat yang digunakan adalah bak preparat, gunting bedah.
Bahan yang digunakan adalah Katak sawah (Fejervarya cancrivora), tissue.
B. Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Katak ditusuk bagian otaknya.
2. Rongga mulut diamati dengan dibuka lebar-lebar.
3. Katak diletakkan dengan bagian dorsal pada bak preparat.
4. Kulit katak digunting dari medio posterior ke arah anterior, kemudian kulit dilepas
dengan hati-hati.
5. Otot-otot pada tubuh bagian ventral dan pada extrimitas posterior diamati dan dicatat.
6. Tubuh bagian ventral digunting agar bias melihat organ dalamnya.
7. Dinding perut sebelum medio posterior dijepit dengan pinset dan sedikit diangkat.
8. Lapisan otot disebelah kiri dan kanan linea alba digunting dengan hati-hati untuk
menjaga kemungkinan terpotongnya vena abdominalis di bawah linea alba.
Pengguntingan dilanjutkan dengan arah anterior sampai kira-kira dekat exiphisternum,
kemudian ke kiri dan ke kanan sampai pangkal lengan atas.
9. Organ-organ yang nampak diamati dan dicatat tanpa mengubah posisinya.
10. Mulai dari pangkal oesophagus sampai ujung rectum dipotong, kemudian selaput yang
menahan organ tersebut dengan dinding tubuh sebelah dorsal (selaput mesenterium)
digunting.
11. Mesenterium yang melekat antara gastrum dan duodenum dibiarkan karena pada
selaput ini melekat pankreas.
12. Organ-organ yang menunjukkan sistem pencernaan diamati dan dicatat.
13. Sistem urogenitalia yang terdapat di bawah intestinum diamati dan dicatat.









B. Pembahasan
Katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari empat bagian yaitu caput, truncus,
extrimitas anterior dan extrimitas posterior. Caput berbentuk segi tiga dan memiliki
beberapa organ yaitu cavum oris, organon visus, membrane tymphani dan nares externa.
Cavum oris berukuran lebar dan tidak berada diujung kepala, tetapi sedikit ke bawah.
Cavum oris membelah secara horizontal hampir keseluruh bagian kepala. Nares externa
berukuran kecil, membran tymphani berbentuk cincin berwarna coklat kehitam-hitaman
(Pujaningsih, 2007)
Truncus pendek dan kompak, memipih pada bagian distal yaitu daerah yang
menempati vertebrae sacrales. Lubang cloaca terletak terminal. Extrimitas anterior pendek
tetapi bagian-bagian dapat dikenal, karena adanya 4 buah jari disetiap bagiannya.
Extrimitas posterior lebih panjang dengan 5 buah jari yang disela-selanya terdapat selaput
renang (web) yang membantu katak berenang. Extrimitas posterior terdiri dari femur, crus
dan pes. Kulit katak dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir pada
epidermis dan salurannya bermuara dipermukaan kulit (Pujaningsih, 2007)
Sistem pencernaan pada katak terdiri atas rongga mulut (cavum oris), pharynk,
oesophagus, gastrum, duodenum, intestine, colon dan cloaca. Bangunan-bangunan yang
berada di dalam cavum oris ialah dentis dan lingua. Cavum oris sebelah anterior berpangkal
lingua dengan ujung yang bebas di sebelah posterior. Ujungnya berlekuk sehingga tampak
bercabang dan oleh karena itu disebut bifida. Lingua dapat dijulurkan keluar dengan cepat
yang berfungsi untuk menangkap dan memasukkan mangsanya ke dalam mulut
(Radiopoetro, 1977). Kerongkongan adalah salah satu organ pencernaan makanan yang
terletak di sebelah dorsal dari tenggorokan. Kerongkongan pada bangsa ikan dan amphibian
lebih pendek dari pada bangsa reptilian karena pada bangsa ikan dan amphibian tidak
mempunyai leher (Kent, 1983). Menurut Djuhanda (1982), rongga mulut (cavum oris) pada
katak terdapat beberapa organ yang dapat dilihat antara lain lidah (lingua). Pangkal lingua
melekat pada ujung anterior dan ujung dari lingua bifurkat (bercabang). Katak mempunyai
choane pada langit-langit rongga mulut.
Reproduksi pada vertebrata umumnya sama, tetapi karena tempat hidup,
perkembangan anatomi dan cara hidup yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan
pada proses fertilisasi. Sistem reproduksi pada katak jantan terdiri atas testis, vas defferent,
vesica seminalis, corpus adiposum yang merupakan bahan cadangan makanan yang
digunakan pada musim perkelaminan. Katak jantan mempunyai sepasang testis (bentuknya
oval, warnanya keputihputihan) terletak di sebelah atas ginjal. Testis diikat oleh alat
penggantungnya yang disebut mesorchium. Testis terdapat saluran yang disebut vas
defferent yang bermuara di cloaca. Bagian ureter yang dekat cloaka mengalami
pembesaran yang disebut vesica seminalis yang berfungsi untuk penampungan sementara
spermatozoa (Zug, 1993). Organ reproduksi katak betina terdiri atas sepasang ovarium yang
terdapat pada bagian belakang rongga tubuh diikat oleh penggantungnya yang disebut
mesovarium. Katak betina ketika musim kawin pada ovarium terpadat, ovum yang masak
akan menuju ke saluran yang disebut oviduct. Bagian posterior oviduct membesar
membentuk uterus. Selanjutnya telur dikeluarkan melalui cloaka keluar dari tubuh. Katak
sendiri terjadi fertilisasi eksternal (pembuahan di luar tubuh) dan pada musim kawin terjadi
isyarat kawin oleh katak jantan dan katak betina. Perkawinan dilakukan dengan cara katak
jantan menempel di atas punggung katak betina, lalu keduanya mengeluarkan selsel
gametnya ke luar tubuh (Zug, 1993).
Sistem otot pada katak dibagi menjadi empat bagian, yaitu sistem otot pada bagian
kepala, sistem otot daerah pectoral, sistem otot daerah abdomen atau ventral dan sistem
otot pada extrimitas posterior. Hasil dari pengamatan yang didapat adalah bahwa sistem
otot daerah abdomen atau ventral dari katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari
muscullus rectus abdominis, muscullus obliqus externus, muscullus obliqus internus.
Muscullus rectus abdominis terdapat medio ventral tubuh yang ditengahnya terdapat
tendo berwarna putih yang disebut linea alba dan juga terdapat inscriptio tendinae yang
berjumlah empat pasang (Moment, 1967).
Sistem otot pada extrimitas posterior dari Katak sawah (Fejervarya cancrivora)
terdiri dari dua bagian yaitu pada bagian femur (paha) dan crus (betis). Pada bagian femur
dapat dikenali otot dari arah lateral ke medial antara lain, muscullus trisep femoris,
muscullus sartorius, muscullus adductor magnus, muscullus gracillis mayor dan muscullus
gracillis minor. Sedangkan otot yang membangun bagian dari betis katak sawah antara lain,
muscullus gastronimeus, muscullus tibialis anticus longus, muscullus tibialis anticus brevis
dan muscullus tibialis posticus. Hal ini sesuai pernyataan dari Moment (1967) yang
menyatakan bahwa daerah extrimitas posterior terdapat muscullus trisep femoris,
muscullus gracillis minor, muscullus gracillis mayor, muscullus sartorius, muscullus adductor
magnus. Bagian crus dibangun oleh muscullus gastronimeus, muscullus tibialis anticus
longus, muscullus tibialis anticus brevis, muscullus tibialis posticus dan juga terdapat otot
tendon dan tulang tibia fibula.



V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:
1. Bagian tubuh katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri atas empat bagian yaitu: caput
(kepala), badan (truncus), extrimitas anterior dan extrimitas posterior.
2. Organ yang menyusun sistem pencernaan pada katak sawah (Fejervarya cancrivora)
secara berurutan adalah cavum oris, pharynk, oesophagus, gastrum, intestine, colon
dan berakhir di cloaca.
3. Organ ekskresi dari katak sawah (Fejervarya cancrivora), yaitu ren, ureter, vesica
urinaria dan papilla urogenitalis
4. Organ reproduksi atau genitalia pada katak sawah (Fejervarya cancrivora) jantan terdiri
dari, testis, vas defferent, vesica seminalis dan corpus adiposum.
5. Organ reproduksi atau genitalia pada katak sawah (Fejervarya cancrivora) betina
terdiri atas sepasang ovarium, oviduct, uterus dan cloaca.
6. Sistem otot daerah extrimitas posterior dari Katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri
atas, muscullus trisep femoris, muscullus gracillis minor, muscullus gracillis mayor,
muscullus sartorius, muscullus adductor magnus pada bagian femur (paha). Sedangkan
pada bagian crus dibangun oleh muscullus gastronimeus, muscullus tibialis anticus
longus, muscullus tibialis anticus brevis, muscullus tibialis posticus dan juga terdapat
tedon dan tulang tibiofibula.
B. Saran
Saran untuk praktikum ini adalah praktikan harus hati-hati pada saat menggunting
kulit katak perut karena dikhawatirkan organ bagian dalam tertusuk dan membuat organ
tidak bisa diamati







DAFTAR REFERENSI
Brotowidjoyo, M. D. 1994. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta.
Djuhanda, T. 1982. Anatomi dari Empat Species Hewan Vertebrata. Armico, Bandung.
Jasin, M. 1989. Sistematik Hewan Vertebrata dan Invertebrata. Sinar Wijaya, Surabaya.
Kent, George C. 1983. Comparative Anatomy of the Vertebrata. C. V. Mosby Company St.
Louis.
Moment, G. B. 1967. General Zoology. Bentley Glass, Boston.
Pujaningsih, R. I. 2007. Kodok Lembu. Kanisius, Yogyakarta.
Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Storer, Usinger. 1975. General Zoology. Mc Graw-Hill, New Dehli.
Zug, George R. 1993. Herpetolology: an Introduction Biology of Ampibians and Reptiles.
Academic Press, London.