Anda di halaman 1dari 10

Nama : Silitonga Indra Ari

NIM : 1201299
Kelas : Teknik Industri. B

Karakteristik Fluida Reservoir

1. Karakteristik Reservoir (Pengertian Umum)






Reservoir merupakan suatu tempat terakumulasi/terkumpulnya fluida hidrokarbon, yang terdiri
dari minyak dan gas, dan air. Proses bisa terjadinya akumulasi minyak bumi di bawah
permukaan haruslah memenuhi beberapa persyaratan, yang merupakan unsur-unsur suatu
reservoir minyak bumi. Unsur-unsur yang menyusun reservoir adalah sebagai berikut :


1. Batuan reservoir, sebagai wadah yang diisi dan dijenuhi oleh minyak bumi, gas bumi atau
keduanya. Biasanya batuan reservoir berupa lapisan batuan yang porous dan permeable.

2. Lapisan penutup (cap rock), yaitu suatu lapisan batuan yang bersifat impermeable, yang
terdapat pada bagian atas suatu reservoir, sehingga berfungsi sebagai penyekat fluida reservoir.

3. Perangkap reservoir (reservoir trap), merupakan suatu unsur pembentuk reservoir yang berupa
suatu sinklin, yakni suatu bentuk cekungan, dimana nantinya akan terisi fluida, yang secara
urutannya dari atas ke bawah adalah fasa gas, minyak dan air.

Karakteristik suatu reservoir sangat dipengaruhi oleh karakteristik batuan penyusunnya, fluida
reservoir yang menempatinya dan kondisi reservoir itu sendiri, yang satu sama lain akan saling
berkaitan. Ketiga faktor itulah yang akan kita bahas dalam mempelajari karakteristik reservoir.
Karakteristik Batuan Reservoir

Batuan adalah kumpulan dari mineral-mineral, sedangkan suatu mineral dibentuk dari beberapa
ikatan kimia. Komposisi kimia dan jenis mineral yang menyusunnya akan menentukan jenis
batuan yang terbentuk.

Batuan reservoir umumnya terdiri dari batuan sedimen, yang berupa batupasir dan karbonat
(sedimen klastik) serta batuan shale (sedimen non-klastik) atau kadang-kadang vulkanik.
Masing-masing batuan tersebut mempunyai komposisi kimia yang berbeda, demikian juga
dengan sifat fisiknya. Komponen penyusun batuan serta macam batuannya dapat dilihat pada
Diagram di bawah ini.




Diagram Komponen Penyusun Batuan
(Pettijohn, F. J., Sedimentary Rock, 1957)


Unsur atau atom-atom penyusun batuan reservoir perlu diketahui mengingat macam dan jumlah
atom-atom tersebut akan menentukan sifat-sifat dari mineral yang terbentuk, baik sifat-sifat fisik
maupun sifat-sifat kimiawinya. Mineral merupakan zat-zat yang tersusun dari komposissi kimia
tertentu yang dinyatakan dalam bentuk rumus-rumus dimana menunjukkan macam unsur-unsur
serta jumlahnya yang terdapat dalam mineral tersebut.



2. Fluida Reservoir

1. Jenis Fluida Reservoir:
Minyak: minyak berat & minyak ringan
Gas: gas kondensate, gas basah & gas kering
Air

2. Sifat Fisik Fluida Reservoir

a. Densitas
Definisi :
Perbandingan antara berat minyak (lb) terhadap volume minyak (cuft) pada kondisi permukaan
Biasa dinyatakan dalam specific gravity



o
= spesific gravity

o
= densitas minyak, lb/cuft

w
= densitas air, lb/cuft

b. Viskositas Minyak

Definisi :
Ukuran ketahanan minyak terhadap aliran, atau ukuran besarnya keengganan minyak untuk
mengalir
Satuan :
centipoise (cp) atau gr/100 detik/1 cm
Dipengaruhi :
Temperatur dan jumlah gas terlarut

c. Faktor Volume Formasi Minyak
Definisi :
Perbandingan volume minyak dan gas terlarut pada kondisi reservoir dengan volume
minyak pada kondisi standard (14,7 psi, 60
o
F)

d. Kelarutan Gas dalam Minyak
Definisi :
Banyaknya SCF gas yang terlarut dalam satu STB minyak pada kondisi standar 14,7 psi
dan 60
o
F
Dipengaruhi :
Tekanan, Temperatur dan Komposisi Migas

e. Kompressibilitas Minyak
Definisi : Perubahan volume minyak akibat adanya perbedaan tekanan



B
ob
: FVF pada tekanan buble point
B
oi
: FVF pada tekanan reservoir
P
i
: tekanan reservoir
P
b
: tekanan buble point

jenis fluida reservoir
Batuan yang menyimpan hidrokarbon dinamakan reservoir. hidrokarbon tersebut dapat berupa
dalam fasa gas atau cair atau kedua fasa tersebut. Dalam industri perminyakan, terdapat 5 jenis
fluida reservoir yang memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda. 5 jenis fluida reservoir
tersebut adalah,
A. Dry gas

Pada dry gas, komponen utamanya adalah metana sehingga fasa gas adalah keadaan
reservoirnya. bahkan, reservoir ini tetaplah berfasa gas mulai dari reservoir hingga ke
permukaannnya. segala properti di reservoir dan di permukaan tidak berubah. berdasarkan data
lapangan, reservoir ini memiliki initial GOR 100.000 scf/stb dan kandungan heptana plus
sebesar 0,7 % mol
B. Wet gas

kandungan utama dari reservoir ini umumnya hampir sama dengan dry gas hanya saja lebih
banyak kandungan hidrokarbon intermediate (C2 - C4). keadaan hidrokarbon di reservoir adalah
berupa gas namun pada saat di permukaan, terjadi proses kondensasi akibat penurunan tekanan
dan temperatur. perlu diketahui bahwa setiap reservoir ketika sedang diproduksi minyaknya
maka baik tekanan maupun temperatur akan mengalami penurunan. dry gas juga mengalami
penurunan namun karakternya yang berbeda menjadikan fas gas tetap terbentuk dari reservoir
hingga ke permukaan. kondesat yang terbentuk di permukaan pada wet gas terbilang bernilai
mahal sebab dalam perminyakan kita selalu menginginkan hidrokarbon berantai pendek yang
memiliki heating value yang lebih besar. Berdasarkan hasil data lapangan, reservoir ini memiliki
GOR sebesar 70.000 - 100.000 scf/stb dengan derajat API lebih dari 50

C. Retrograde gas

1. komponen sebagian besar diisi dengan metana dan hidrokarbon intermediate.
2. suhu reservoir berada pada suhu kritikal dan suhu cricondenterm (suhu tertinggi
yang dapat dicapai).
3. di reservoir terjadi kondensat saat tekanan turun mencapai kurang dari dew
pressure. bila tekanan terus menurun maka liquid kembali menjadi gas
4. properties di reservoir dengan permukaan berbeda
5. field identification : GOR (8000 - 70.000 scf/stb), initial Specific Gravity Stock
Tank Oil> 40 API, lightly coloured
6. lab analysis : C7+ <12,5>

D. Black Oil
1. sebagian besar reservoir minyak berupa black oil
2. temperatur reservoir selalu lebih kecil daripada temperatur minyak
3. nama lainnya adalah low shrinkage oil yang berarti sedikit penurunan tekanan
menghasilkan sedikit penurunan persentase fasa cair
4. field identification : GOR <>

E. Volatile Oil
1. temperatur reservoir sedikit lebih rendah dibandingkan temperatur kritik minyak
2. nama lainnya adalah high shrinkage oil yang berarti sedikit penurunan tekanan
menghasilkan besar penurunan persentase fasa cair.
3. field identification : GOR 2000 - 3300 scf/stb, SG oil 30 - 50 API, warna coklat tua
















JENIS FLUIDA RESERVOIR
Fluida Reservoir
Fluida reservoir diklasifikasi berdasarkan beberapa parameter yaitu:
GOR pada saat awal produksi
API Gravity
Warna dari fluida ketika di stock tank
Berikut ini tabel matriks klasifikasi fluida
reservoir
Dari tabel diatas diketahui bahwa jenis fluida reservoir adalah sebagai berikut:
1. Black Oil
Fluida terdiri dari rantai hidrokarbon yang besar, berat dan tidak mudah menguap. Hal ini dapat
dilihat dari diagram fasanya (Gambar 1), pada diagram fasa tersebut dapat dilihat bahwa
Temperatur Kritis (Tc) lebih besar daripada Temperatur reservoir (Tr). Pada saat Pr lebih tinggi
dari Pb, fluida dalam kondisi tak jenuh (undersaturated) dimana pada kondisi ini minyak dapat
mengandung banyak gas. Ketika tekanan reservoir (Pr) turun dan dibawah tekanan gelembung
(Pb) maka fluida akan melepaskan gas yang dikandungnya dalam reservoir hanya saja pada
separator jumlah cairan yang dihasilkan masih lebih besar.

Gambar 1
2. Volatile Oil
Terdiri dari rantai hidrokarbon ringan dan intermediate sehingga mudah menguap. Temperatur
kritis (Tc) lebih kecil daripada black oil bahkan hampir sama dengan Temperatur reservoirnya
(Tr). Rentang harga temperatur cakupannya lebih kecil dibandingkan black oil. Penurunan
sedikit tekanan selama masa produksi akan mengakibatkan pelepasan gas cukup besar di
reservoir. Jumlah liquid yang dihasilkan pada separator lebih sedikit dibandingkan black oil.
Gambar 2 menunjukan sifat dari fluida jenis Volatile Oil (minyak yang mudah menguap).

Gambar 2
3. Retrograte Gas
Pada kondisi awal reservoir fluida berbentuk fasa gas, dengan seiring penurunan tekanan
reservoir maka gas akan mengalami pengembunan dan terbentuklah cairan direservoir. Diagram
fasa dari retrograde gas (Gamabr 3) memiliki temperatur kritik lebih kecil dari temperatur
reservoir dan cricondentherm lebih besar daripada temperatur reservoir. Cairan yang diproduksi
inilah yang disebut dengan gas kondensat.

Gambar 3
4. Wet Gas
Wet gas terjadi semata-mata sebagai gas di dalam reservoir sepanjang penurunan tekanan
reservoir. Jalur tekanan, garis 1-2, tidak masuk ke dalam lengkungan fasa (Gambar 4). Maka dari
itu, tidak ada cairan yang terbentuk di dalam reservoir. Walaupun demikian, kondisi separator
berada pada lengkungan fasa, yang mengakibatkan sejumlah cairan terjadi di permukaan (disebut
kondensat). Kata wet (basah) pada wet gas (gas basah) bukan berarti gas tersebut basah oleh
air, tetapi mengacu pada cairan hidrokarbon yang terkondensasi pada kondisi permukaan.

Gambar 4
5. Dry Gas
Dry gas terutama merupakan metana dengan sejumlah intermediates. Gambar 5 menunjukkan
bahwa campuran hidrokarbon semata-mata berupa gas di reservoir dan kondisi separator
permukaan yang normal berada di luar lengkungan fasa. Maka dari itu, tidak terbentuk cairan di
permukaan. Reservoir dry gasbiasanya disebut reservoir gas.

Gambar 5