Anda di halaman 1dari 108

Difinisi Ekologi

Asal kata ekologi:


Oikos: tempat tinggal,
rumah tangga,
penyokong kehidupan
Logos: ilmu pengetahuan
Ekologi: hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan rumah tangga sistem
penyokong kehidupan
Jadi ekologi mempelajari:
1) Hubungan timbal balik antara organisme dengan tempat tinggalnya
2) Saling mempengaruhi antara jenis organisme
3) Interaksi antara unsur unsur penyusun tempat tinggal
Komponen Penyusun Ekologi
1) Makhluk hidup (komponen hayati atau biotik) meliputi: flora, fauna, mikroorganisme,
manusia
2) Tempat tinggal = rumah tangga (komponen fisik / geofisik) meliputi: tanah, air, udara
Jadi difinisi Ekologi:
Hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk hidup dan makhluk hidup denngan
tempat tinggalnya, dengan penjelasan sebagai berikut:
Ekologi diberi batasan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari satu organisme
hidup atau sekelompok organisme hidup dengan lingkungannya
Ekologi yang mempelajari organisme secara individu disebut autekologi, sedangkan
ekologi yang mempelajari sekelompok individu disebut sinekologi
Lingkungan hidup terutama dikaji dalam ilmu lingkungan yang merupakan ekologi
terapan (applied ecology) dengan tujuan agar manusia dapat menerapkan prinsip dan
konsep pokok ekologi dalam lingkungan hidup
Dalam ekologi hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya bersifat obyektif,
manusia dipandang sama dengan makhluk hidup lainnya
Dalam ilmu lingkungan manusia dibedakan dengan makhluk hidup lain, pandangan
hubungan antara manusia dengan lingkungan bersifat subyektif ( ekologi=
environmental biology dan ilmu lingkungan= environmental science)
di dalam ekologi interaksi bukan hanya hanya antara organisme dan komponen abiotik
tetapi juga antara organisme hidup itu sendiri. Interaksi dapat terjadi diantara organisme
yang sejenis (populasi)

2. EKOLOGI SEBAGAI DASAR ILMU LINGKUNGAN

a. Hubungan antar ilmu ilmu biosains:
Hubungan antar cabang (interdisiplin) ilmu seperti yang disebutkan di slide sebelumnya,
dapat dilihat pada fenomena yang terjadi di Inggris
Sampai abad ke 13 di London khususnya, Inggris umumnya, terdapat sejenis belalang
yang badan dan sayapnya berwarna putih namanya Locusta alba
Belalang ini hinggap pada dinding dinding bangunan, yang pada saat itu berwarna putih
Dengan melaksanakan mimicry seperti, belalang putih tidak terlihat dengan jelas oleh
burung pemangsanya
Pada abad ke 20 saat pemakaian batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (pltu)
dan kegiatan industri meningkat pesat, pencemaran di kota London mencapai
puncaknya. Udara yang tercemar itu mengandung belangkin atau ter (tar), yaitu butiran
arang yang amat kecil sekitar satu mikrometer (0,001 mm) yang bercampur air
(Kupcella & Hyland, 1990)
Zat pencemar tersebut telah merubah warna dinding bangunan dari putih menjadi abu
abu bahkan ada yang hitam
Ternyata apabila dicermati ada jenis belalang lain yang warnanya tidak putih seperti
pada awal abad ke 13 dulu yang warnanya berubah dari putih menjadi abu abu atau
hitam, selanjutnya dinamai Locusta grisea dan Locusta nigrita
Terlihat bahwa warna yang merupakan salah satu ciri morfologi telah berubah
Bersamaan dengan perubahan morfologi ini telah merubah pula nama belalang atau
telah terjadi perubahan dalam taksonomi
Perubahan yang berlangsung perlahan dari abad 13 sampai abad 20 atau sekitar 700
tahun itu disebut pula sebagai evolusi
Uraian tersebut di atas memperlihatkan keterkaitan atau hubungan antar ilmu ilmu
biosains


b. Hubungan antar ilmu ilmu fisikosains:
Kegiatan pertambangan yang mengambil bahan mineral dari dalam tanah
menggunakan pengetahuan geologi pertambangan. Pada pertambangan emas,
tembaga, dan perak oleh PT, Freeport Indonesia (PTFI) umpamanya, galian tersebut
mengandung limbah yang disebut tailing. Tailing PTFI dibuang ke sungai aykwa yang
menimbulkan pencemaran perairan (Anonimus, 1998)
Kerusakan ekosistem ini menimbulkan masalah lingkungan apabila dikaji dari sudut
pengetahuan hidrologi
Terlihat dari kejadian di atas seolah terkait pula antara sesama pengetahuan
fisikosains, dalam hal ini antara geologi dan hidrologi
Jika dikaji lebih dalam ternyata lingkungan perairan yang tercemar dapat
mempengaruhi biota yang hidup didalamnya, misalnya ikan
Apabila air yang jernih menjadi tercemar maka ikan mas yang semula berwarna merah
akan berubah menjadi pucat atau kuning keputihan (Tandjung, 1994)
Konsep ekologi, hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungannya terlihat
pada fenomena di atas
Jadi organisme dipelajari melalui biosains atau ilmu lingkungan kehayatan, habitat
dikaji dengan fisikosains atau ilmu lingkungan kebendaan

3. Ekologi versus Lingkungan Hidup








Lingkungan Hidup (UUPLH No.23 tahun 1997):












Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahkluk, termasuk di
dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan
dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lainnya
Dengan demikian lingkungan hidup (live environment) disusun oleh tiga komponen atau
abc environment yang meliputi:
A (Abiotic environment) atau lingkungan fisik yang terdiri dari unsur unsur air,
udara, lahan dan energi serta bahan mineral yang terkandung didalamnya
B (Biotic environment) atau lingkungan hayati yang terdiri dari unsur-unsur
hewan, tumbuhan dan margasatwa lainnya serta bahan baku industri
C (Cultural environment) atau lingkungan cultural SOSEKBUD / Social Ekonomi
BudaYa serta kesejahteraan
Jadi di dalam lingkungan hidup terjadi interaksi dan hubungan timbal balik yang dinamis
antar ketiga komponen lingkungan tersebut, seperti berikut ini:
Udara yang sejuk, segar dan tidak tercemar tentu saja sangat menyokong kehidupan
manusia (C)
Di negara yang penduduknya telah mempunyai kemampuan ekonomi yang kuat (C),
pembangunan fisik (A) sangat menonjol
Komponen fisik dan biologi sangat erat hubungannya, dan fungsinya sebagai tempat
tinggal bagi manusia dan sistem sistem sosekbudnya. Karena itu kedua komponen
tersebut digabung menjadi satu komponen dengan nama biofisik, sebagai satu sistem
penyokong kehidupan

4. ORGANISASI DAN RUANG LINGKUP KAJIAN EKOLOGI LINGKUNGAN



Individu individu organisme yang sejenis akan berkelompok membentuk suatu
kelompok dan menempati suatu tempat pada suatu waktu, kelompok ini yang disebut
populasi.
Beberapa populasi akan mendiami suatu tempat secara bersama sama, kumpulan ini
disebut komunitas.
Komunitas akan saling berinteraksi secara timbal balik dengan komponen abiotiknya
membentuk suatu sistem yang dikenal dengan ekosistem.

Populasi
Di dalam populasi ada hal-hal yang sangat khas sekali, yaitu:
a. Ciri khas yang dimiliki oleh tiap tiap individu anggota populasi, misalnya sejarah hidup,
perkembangan dan lainnya.
b. Ciri khas yang dimiliki oleh populasi, misalnya laju kematian, laju kelahiran dan
perbandingan umur.
c. Individu anggota populasi dilahirkan, mempunyai umur dan mati.
Tetapi individu ini tidak mempunyai laju kelahiran dan laju kematian, karena untuk
mengetahui laju harus dalam kelompok individu atau populasi.
d. Kepadatan suatu populasi dapat ditunjukkan dengan cacah individu per unit area atau
unit volume. Angka ini yang menunjukkan besarnya populasi.
Misalnya: kepadatan penduduk di suatu kota sebesar 750/kilometer persegikepadatan
phytoplankton 1 juta/liter
Kepadatan dapat dibedakan jadi 2:

Kepadatan kasar: kepadatan per unit area
Kepadatan ekologi spesifik: epadatan per unit habitat
Misalnya: pada musim kering di suatu kolam dengan berkurangnya air kolam secara
keseluruhan menyebabkan kepadatan kasarnya menurun. Sedangkan kepadatan
ekologi spesifiknya makin meningkat, karena ikan makin tampak padat pada penurunan
volume air
e. Dalam studi populasi penting diketahui pula adanya perubahan populasi, baik
penambahan atau pengurangan
f. Faktor faktor yang mempengaruhi populasi
1) Faktor yang tergantung kepada kepdatan populasi, umumnya faktor biologik seperti
kompetisi, parasit, patogen
2) Faktor yang tidak tergantung kepada kepadatan populasi, merupakan faktor faktor fisik
misalnya iklim
g. Dispersal (pemencaran) pada populasi: gerakan individu masuk ataupun keluar dari
populasi, yang dibedakan menjadi:
1) Imigrasi: gerakan individu memasuki suatu populasi
2) Emigrasi: gerakan individu keluar dari populasi
3) Migrasi: gerakan individu keluar atau memasuki kembali suatu populasi secara
periodik
Komunitas
a. Apabila suatu komunitas disusun oleh sekelompok populasi dengan satu atau dua
dianatarnya mempunyai pengaruh yang nyata terhadap lingkungannya dan dapat
mengontrol aliran energi ke dalam komunitas tersebut, maka spesies ini disebut spesies
dominan.
b. Kedominannya spesies pada organisme yang besar dapat ditunjukksn dengan
biomassanya (berat kering). Pada komunitas hutan ditunjukkan dengan basal area dari
batang tumbuhan (penampang batang) atau persentase penutupan lahan oleh tajuk.
c. Suatu komunitas dapat diklasifikasikan menurut beberapa hal:
1) Kenampakan struktur yang menyolok, misalnya spesies yang dominan, bentuk
pertumnuhan.
2) Habitat fisik komunitas
3) Ciri fungsional komunitas, misal tipe metabolisme komunitas


Rangkuman

Ekologi lingkungan mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup denngan
rumah tangga sistem penyokong kehidupan
Komponen penyusun ekologi adalah komponen abiotic (misalnya tanah, air, udara dan
lainnya) dan komponen biotic (mikrobia, tanaman, tumbuhan dan manusia sebagai
individu)
Ekologi adalah dasar ilmu lingkungan yang menghubungkan biosains (ilmu lingkungan
kehayatan / life environmental science) fisikosains (ilmu lingkungan kebendaan /
physical environmental science)
Ruang lingkup dan organisasi ekologi mulai dari: organisme, populasi, komunitas,
ekosistem, ekosfer dan bumi
Populasi: kelompok individu individu organisme yang sejenis yang menempati suatu
tempat pada suatu waktu
Komunitas: beberapa populasi yang mendiami suatu tempat secara bersama sama
Ekosistem: interaksi secara timbal balik antara komunitas dengan komponen
abiotiknya
- See more at: http://scienceandri.blogspot.com/2012/04/ekologi-
lingkungan.html#sthash.gXjgkkfl.dpuf
JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2011

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dunia saat ini telah berbeda dari yang dulu tumbuhan telah berkurang karena di jadikan
tempat untuk kegiatan manusia tetapi sebaliknya tumbuhan di butuhkan oleh manusia untuk
kelangsungan hidupnya. Seperti halnya pada pertanian yaitu membudidayakan tumbuhan dengan
sengaja dan mengharapkan hasilnya dari budidaya tersebut.

Indonesia memiliki tanah yang sangat subur, Tanah merupakan faktor produksi pertanian
yang penting. Keseimbangan tanah dengan kandungan bahan organik, mikroorganisme dan
aktivitas biologi serta keberadaan unsur-unsur hara dan nutrisi sangat penting untuk
keberlanjutan pertanian kedepan, Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar dalam ekologi,
karena ekosistem meliputi mahluk hidup dengan lingkungan organisme (komunitas biotik) dan
lingkungan Abiotik, masing-masing mempengaruhi sifat-sifat lainnya dan keduanya perlu untuk
memelihara kehidupan sehingga terjadi keseimbangan, keselarasan, dan keserasian alam di bumi
ini. Masalah lingkungan pertanian yang dihadapi dewasa ini pada dasarnya adalah masalah
ekologi pertanian.

Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan pertanian, yang menyebabkan lingkungan
itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan mahluk hidup yang disebabkan oleh
penggunaan pestisida kimia yang berlebihan. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya
berdampak kepada terganggunya jaring-jaring (rantai) makanan pada ekosistem yang
menyebabkan terjadinya ledakan salah satu makhluk hidup dan musnahnya makhluk hidup
lainnya. Pestisida alami merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi masalah hama.

Tetapi dalam membudidayakan suatu tanaman diperlukannya cara memperhatikan dengan apa
tanaman tersebut bisa tumbuh dengan baik. Salah satunya dengan cara memahami ruang lingkup
yang ada di sekitar tanaman tersebut dan kebutuhan tanaman tersebut yakni dengan mempelajari
ilmu ekologi pertanian. Di dalam makalah ini akan di jelaskan mengenai Definisi, kegunaan, dan
konsep ekologi pertanian yang kiranya dapat dipelajari dengan baik.


1.2. Tujuan pembuatan makalah
1. Sebagai salah satu penilaian dari tugas kelompok Ekologi Pertanian
2. Melatih kekompakan dalam kelompok dan bersama-sama mediskusikan materi sebelum
diserahkan hasilnya
3. Memahami dan mengerti apa definisi, kegunaan, dan konsep ekologi pertanian
4. Bisa mempresentasikan kembali kepada teman-teman dari materi tersebut
5. Belajar membuat karya tulis dalam bentuk makalah

2. EKOLOGI PERTANIAN

2.1. Definisi Ekologi Pertanian

Ekologi berasal dari bahasa yunani yaitu oikos yang artinya habitat dan logos yang artinya
ilmu jadi bisa di simpulkan ilmu habitat. Ekologi yaitu ilmu yang mempelajari hubungan timbal
balik antara mahluk hidup dengan lingkunganya. Tanaman membutuhkan sumber daya
kehidupan dari lingkungannya dan mempengaruhi lingkungan begitu juga sebaliknya lingkungan
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Jadi Ekologi Pertanian adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
tanaman (tumbuhan yang dibudidayakan) dengan lingkungannya. Yang terdapat dalam suatu
ekosistem yaitu :

1. Organisme dalam pengertian biologi ialah makhluk secara individu atau sesuatu kesatuan
organ yang mempunyai tanda-tanda dan aktifitas kehidupan. Organisme dalam biologi sering
disebut sebagai individu.
2. Populasi ialah kumpulan dari organisma-organisma sejenis yang dapat berbiak silang
3. komunitas ialah kumpulan dari beberapa populasi yang hidup disuatu areal tertentu. Sebagai
contoh ialah, komunitas kolam, padang pasir, dan sebagainya.
4. Ekosistem atau sistem ekologi ialah satu unit tunggal dari komuniti tumbuhan dan hewan
bersama-sama dengan semua interaksi faktor-faktor fisik dari lingkungan yang ada di dalamnya.
Secara sederhana ekosistem adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat interaksi antara
faktorfaktor biotik dan abiotik.
5. Biosfir ialah satu bagian di alam dimana suatu ekosistem beroperasi. Dengan kata lain planet
dalam bumi kita ini adalah biosfir.

2.2. Kegunaan Ekologi Pertanian

Ekologi pertanian sangat dibutuhkan karena untuk meningkatakan pemahaman kita dalam
melakukan budidaya pertanian. Dengan kita memahami ekosistem yang ada di lingkungan
pertanian maka kita dapat mencegah terjadinya kerusakan alam. Berikut ini adalah dari kegunaan
ekologi pertanian itu sendiri :

1. Tanaman dapat tumbuh dengan kebutuhan yang baik karena ekosistem pada lingkungannya
telah berjalan dengan baik
2. Pengurangan kerusakan pada lingkungan yakni setelah tahu kebutuhan ekosistem yang di
perlukan dapat mengurangi penggunaan pestisida
3. Rantai makanan berjalan dengan baik karena ekosistem pada lingkungan tersebut sudah
diperhatikan
4. Menigkatkan hasil pertanian yang memuaskan dengan syarat baik dan tidak merugikan
lingkungan di sekitarnya

2.3. Konsep Ekologi Pertanian
Konsep ekologi pertanian tersusun dari biotik dan abiotik.
1. Biotik yaitu komponen yang terdiri dari makhluk hidup seperti :
a. Produsen yang berarti penghasil. Produsen merupakan organisme yang mampu menghasilkan
zat makanan sendiri (autotrof) melalui fotosintesis. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah
tumbuhan hijau atau tumbuhan yang mempunyai klorofil. Produsen ini kemudian dimanfaatkan
oleh organisme-organisme yang tidak bisa menghasilkan makanan (heterotrof) yang berperan
sebagai konsumen.
b. Konsumen yang berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat menghasilkan zat
makanan sendiri tetapi menggunakan zat makanan yang dibuat oleh organisme lain.
c. Deekomposer/pengurai, Dekomposer adalah jasad renik yang berperan menguraikan bahan
organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan.

2. Abiotik yaitu komponen yang terdiri dari mahluk tidak hidup dan tersusun:
a. Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan
organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu
tertentu.
b. Sinar matahari, Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari
menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan
sebagai produsen untuk berfotosintesis.
c. Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup
organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran
biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya
transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah
dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.
d. Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan
organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting
bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.
e. Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji
tumbuhan tertentu.
f. Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis
lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi.
Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.

3. PENUTUP

1. Kesimpulan
Ekologi pertanian adalah salah satu ilmu penting dalam menentukan keberadaan
lingkungan di sekitar pembudidayaan tanaman karena di dalam praktiknya Ekologi pertanian
menjadi kunci perhatian akan dampak yang ditimbulkan pada proses berlangsungnya kehidupan
di suatu ekosistem.
Penyusun suatu ekosistem yang terdapat di dalamnya yaitu di mulai dari organisme,
populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Komponen ekosistem terbagi menjadi komponen
biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik terdiri dari produsen, konsumen, dan
dekomposer/pengurai.
Komponen abiotik yaitu suhu, sinar matahari, air, tanah, garis lintang, dll yang merupakan
kebutuhan pada suatu tanaman yang tidak hidup jadi semua itu perlu dipahami secara baik
dengan memahami ilmu ekologi pertanian.

LATAR BELAKANG EKOLOGI INDUSTRI
Perkembangan ekologi industri merupakan :
a. Usaha menyajikan sebuah frameworkkonseptual baru.
b. Studi timbal balik dan keterkaitan antaraberbagai disiplin ilmu dengan ekologi.
c. Mengidentifikasi dan menelusuri aliranenergi, massa melalui berbagai sistem.
DEFINISI EKOLOGI INDUSTRI
a. Pandangan interaksi antara sistem ekologi dan industri.
b . S t u d i a l i r a n b a h a n d a n e n e r g i d a n p r o s e s t r a n s f o r ma s i n y a .
c . P e n d e k a t a n m u l t i d i s i p l i n i l m u .
d . O r i e n t a s i m e n u j u m a s a d e p a n .
e. Perubahan proses linear (terbuka) menjadi proses siklik (tertutup).
f . U s a h a m e n g u r a n g i d a m p a k l i n g k u n g a n .
g . P e n e k a n a n p a d a k e g i a t a n i n d u s t r i y a n g h a r m o n i s .
h . I d e me mb u a t s i s t e m i n d u s t r i me n j a d i l e b i h e f i s i e n d a n
b e r k e l a n j u t a n . i . I d e n t i f i k a s i d a n p e r b a n d i n g a n a n t a r a s i s t e m
i n d u s t r i d a n a l a m .
TUJUAN UTAMA EKOLOGI INDUSTRI
:a. Memperkenalkan / mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan.
b. Terpenuhinya kebutuhan generasisekarang tanpa mengorbankankebutuhan generasi
mendatang.
PRINSIP DASAR PEMBANGUNANBERKELANJUTAN
1
. K e b e r l a n j u t a n P e n g g u n a a n S u m b e r D a y a 2. Kesehatan Manusia dan
Lingkungan (Ekologi)3. Environment Equity (Pencapaian bersama)
KONSEP DASAR EKOLOGI INDUSTRI
1An a l i s i s S i s t e mHubungan timbal balik antara sistem industri dengansistem alami.
2. Aliran Bahan dan Energi dan TransformasiMemanfaatkan limbah sebagai sumber bahan lain
.3. Pendekatan Multidisiplin IlmuPermasalahan lingkungan dibutuhkan ahli dari berbagaiilmu.
Gambar Diagram Alir PlatinumMelalui Berbagai Sistem Produk

4.
Analogi pada Sistem Alamia
.
Adanya integrasi dan interkoneksi
.
b
.
Menggambarkan analogi antara sistemindustri dengan sistem alami danc
.
Merekomendasikan tujuan


Tipe III :

EKOLOGI INDUSTRI : Pengertian, Konsep, Aplikasi danUkuran Keberhasilan Penerapan
RATNA DIAN SUMINAR, S.T.
NIM : 09/290694/PTK/5928 Magister Teknik Pengendalian Pencemaran LingkunganS2 Teknik
Kimia Universitas Gadjah Mada
Email :ratnadiansuminar@yahoo.com
Abstrak
EKOLOGI INDUSTRI :
Pengertian, Konsep, Aplikasi, dan Ukuran Keberhasilan Penerapan.
Dilatarbelakangi dengan adanya peningkatan tingkat konsumsi masyarakat seiring
perkembangan populasi dan peningkatan kualitas hidup manusia, meningkatkan pertumbuhan
sector industry baik dari segi kualitatif dankuantitatifnya. Fenomena tersebut berkebalikan
dengan kemampuan alam untuk menyediakan bahan baku dankemampuan lingkungan untuk
tetap berada dalam kondisi terbaiknya guna menghadapi aliran bahan dan produk baru yang
memiliki sifat yang tidak diinginkan yang dihasilkan dari multi tahap produksi dalam
systemindustry, seperti toksisitas dan non-biodegradable. Salah satu cara untuk mengatasi
masalah tersebut adalahdengan peningkatan efisiensi proses produksi. Tujuannya adalah untuk
mengurangi penggunaan material,memaksimalkan produk dan meminimalisasi limbah yang
dihasilkan. Ekologi industry merupakan bentuk konsep efisiensi proses yang tidak hanya
menitikberatkan pada salah satu unit dalam proses, namunmemperhatikan intergrasi antar proses-
proses dalam industry. Hal itu dikarenakan limbah dari suatu prosesindustri bisa jadi merupakan
raw material dari proses industry yang lain. Langkah pertama yang harusdilakukan dalam
aplikasi pembuatan konsep ekologi industri adalah menganalisa aliran massa dan energyuntuk
masing-masing proses (Material Flow Analysis), kemudian pembuatan design integrasi proses
(Design for Envyronment )yang disertai dengan Life-Cycle Analisis untuk menganalisa dampak
yang ditimbulalkanterhadap lingkungan sehingga dapat dipilih tahapan-tahapan proses yang
berdampak paling minim terhadaplingkungan.. Ukuran keberhasilan sebuah konsep ekologi
industry dapat diukur dari segi minimisasi penggunaan raw material, konsumsi energy, tingginya
yield dan selektifitas,minimisasi limbah yang dihasilkandan segi ekonomi.
Keyword : ekologi industry, efisiensi proses, minimisasi limbah
PENDAHULUAN
Tingkat Konsumsi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan
Pada awal manusia diciptakan, yaitu pada jaman Manusia huntergatherer (berburu danmeramu),
seperti halnya spesies yang lain, manusia hanya mengambil apa yang telahdisediakan oleh alam.
Mulai timbul masalah ketika sumber daya menjadi langka sedangkanmanusia terus berkembang.
Timbul ide untuk mengatasi masalh tersebut denganmemodifikasi lingkungan local mereka
untuk meningkatkan produktifitas, yaitu melaluitransisi dari masyarakat pemburu-pengumpul
menjadi masyarakat yang menetap dan bertani.Bahkan sebelum munculnya pertanian, mereka
memulai modifikasi melalui penggunaan api.


Pertanian dan penggembalaan makin memperluas modifikasi dan kontrol masyarakatterhadap
sistem alam untuk mengatasi keterbatasan pasokan alam dan bahkan menghasilkanlebih banyak
dari apa yang manusia dikehendaki, sehingga beberapa jenis produksi tersediauntuk kapasitas
perdagangan. Dengan perkembangan perdagangan dan pangsa pasar,pertanian dan jenis output
yang dihasilkan dikonversikan ke dalam produk barang (atau jasa)lain sehingga mempunyai nilai
lebih untuk dapat ditukar dengan sesuatu yang lain.Dan kebutuhan manusia menjadi makin
eksplosif seiring dengan pertumbuhan populasimanusia. Permintaan konsumen masyarakat
dipenuhi oleh serangkaian luas produk - barangdan jasa yang harus dihasilkan oleh sistem
industri. Sesuai dengan perkembangan jaman, jenis dan volume kebutuhan tersebut menjadi
makin bervariasi seiring persyaratankelangsungan hidup fisik yang juga makin bervariasi di
masa modern ini, sehinggamemunculkan konsep rancangan proses industry yang berbeda-beda.
Beberapa bahandirancang khusus untuk meningkatkan fungsi produk. Bahkan, dalam beberapa
kasus,pengembangan produk baru hanya dimungkinkan oleh pengembangan bahan-bahan
baru juga, yang pada gilirannya sering memerlukan pengembangan proses industry yang
baru.Sementara aliran massa dan energi dalam alam ini sebagian besar ditentukan oleh
konsumsisumber daya untuk pasokan energi dan nutrisi, berbanding terbalik dengan kemampuan
alamuntuk menyediakan bahan baku produksi. Selain karena volume produk-produk
konsumenmemerlukan sumber daya yang beragam, juga, alam harus menghadapi aliran bahan
danproduk baru yang memiliki sifat yang tidak diinginkan seperti toksisitas atau non-
biodegradable yang menurunkan kualitas lingkungan. Bahan dan produk ini adalah keluarandari
apa yang sering disebut sebagai multi-tahap produksi yang dilakukan dalam
sistemindustry.Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan satu cara pengontrolan yang lebih baik
untuk menjamin ketersediaan sumber daya alam sebagai bahan baku pemenuhan
kebutuhanmanusia yang tidak akan pernah berhenti, dan juga untuk tetap mempertahankan daya
dukunglingkungan terhadap kehidupan manusia. Salah satunya adalah dengan pengembangan
danpenerapan konsep Ekologi Industri.Konsep Ekologi Industri terutama berfokus pada masalah
pengurangan dampak lingkungankarena penggunaan energy dan material dalam proses produksi
dengan cara meningkatkan
ffisiensi proses produksi. Beberapa ahli kologi industry menyatakan bahwa input/aliranmaterial
dapat dikurangi empat sampai sepuluh kali lipat tanpa mengurangi pertumbuhanekonomi.
PENGERTIAN EKOLOGI INDUSTRI
Frosh mendefinisikan ekologi industry sebagai jaringan dari keseluruhan proses industryyang
saling berinteraksi dan saling menghidupkan satu sama lain, bukan hanya dari segiekonomi
melainkan juga dalam hal pemanfaatan limbah dari suatu proses sebagai energy danmaterial dari
proses yang lain.Sedangkan menurut US EPA (Environmental Protection Agency),
industrial ecology is asystems approach to efficient resource use and protection of the
environment. Instead of just/sebagai devising/pemikiran improved /meningkatkan methods of
waste treatment/perawatan and disposal,/pembuangan we look for the best opportunities to
reduce waste throughout/seluruhnya the total material cycle/putaran from virgin/awal materials
to finished products to end of product life. Instead of controlling industrial pollutants
fromdifferent sources one by one at different times and with different technologies, we try to
look across whole facilities, regions, and even whole industries and make changes wherever in
thesystem it is most effective to do so.
Dari kedua definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa ekologi industry adalah
sebuahSISTEM, dimana didalamnya terdapat :- Aliran energy- Aliran massa- Proses-proses-
Interaksi antar prosesSelain itu, penyusunan konsep ekologi industry harus didasari dengan ilmu
dan teknologiyang cukup untuk menjamin bahwa konsep ekologi industry dapat meningkatkan
efisiensiproses produksi dan mengurangi produksi limbah yang dilepas ke lingkungan.

DASAR-DASAR EKOLOGI INDUSTRI1.

PENGERTIAN EKOLOGI
Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan berdasarkan prakarsa biolog Jerman yaitu
ErnestHaeckel (1834 1919) pada tahun 1860. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu
oikosyang berarti rumah, tempat tinggal, habitat dan logos yang berarti ilmu. Secara
harfiahekologi adalah ilmu tentang mahkluk hidup dalam rumahnya, atau dapat diartikan
jugasebagai ilmu tentang rumah tangga mahluk hidup. Banyak yeng mendifinisikan
ekologi,menurut Kendeiihgh (1980) ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal
balik antara organisme yang satu dengan yang lainnya. Di dalam Webmaster
UnabridgedDictionary, ekologi disebut sebagai totalitas atau pola hubungan antara organisme-
organismedengan lingkungannya. Lingkungan di sini adalah gabungan dari komponen fisik
maupunhayati yang berpengaruh terhadap kehidupan organisme. Menurut Miller (1975),
ekologiadalah ilmu mengenai hubungan timbal balik antara organisme dan sesamanya serta
denganlingkungan tempat tinggalnya dan menurut Odum, (1971) ekologi adalah suatu studi
yangmempelajari struktur dan fungsi ekosistem. Struktur di sini menunjukan suatu keadaan
ataususunan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu. Keadaan itu
termasuk kepadatan/kerapatan, biomassa, penyebaran potensi unsur-unsur hara, energi, faktor-
faktorfisik dan kimia lainnya yang menberi karakteristik kondisi sistem tersebut yang kadang-
kadang mengalami perubahan. Sedangkan fungsinya menggambarkan peran setiap
komponenyang ada dalam sistem ekologi atau ekosistem. Jadi pokok utama ekologi adalah
bagaimanainteraksi fungsi masing-masing organisme sesuai dengan kondisi yang ada di alam,
dimanakondisi tersebut selalu berubah/tidak pernah sama.Kondisi alam/ekosistem yang selalu
berubah tersebut disebabkan oleh adanya akumulasimasalah yang memang telah lama ada
sebagai efek dari peningkatan populasi manusia.Manusia berkembang dengan sangat cepat dan
kita sebagai manusia seharusnya menyadaritentang dampak perkembangan populasi manusia
terhadap organisme lain di alam ini.Peningkatan populasi manusia berarti peningkatan kebutuhan
hidup. Peningkatan kebutuhanhidup berarti bahwa kita memerlukan peningkatan dan
pertumbuhan industry untuk mensuplay berbagai kebutuhan tersebut, sedangkan adanya masalah
lingkungan berarti kitamembutuhkan suatu ilmu untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan
tersebut. Paduanantara ilmu dan industry tersebut tercermin dalam konsep ekologi industry.
Konsep tersebutmempelajari mengenai pengurangan emisi, polusi, dan pemanfaatan limbah
suatu industry


sebagai bahan baku produksi produksi yang lain, serta mengendalikan tingkat konsumsisumber
daya. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan manusia dan masalah-masalahlingkungan dapat
diperhatikan secara keseluruhan dan simultan.
2.

MATERIAL FLOW ANALYSIS
(MFA / Analisa Aliran Bahan)
Ekologi Industri terutama berkaitan dengan mengurangi dampak lingkungan daripenggunaan
energi dan bahan dalam proses produksi untuk meningkatkan efisiensi. Untuk selanjutnya,
ekologi industry ini dapat digunakan sebagai sumber masukan untuk pengambilan keputusan
tentang system industry oleh pihak-pihak yang berkepentinganmengenai ekstraksi sumber daya,
pabrikasi, dan distribusi produk. Konsep ekologi industrydapat digunakan sebagai dasar
pengambilan data mengenai perilaku system dan untuk mengembangkan konsep dan metode
analisis antar industry pada tingkat system.Kegiatan paling mendasar dalam pembuatan konsep
dan desain ekologi industry adalahmengumpulkan data untuk menggambarkan aliran energi dan
bahan-bahan di seluruh sistemproduksi, atau sering disebut sebagai Analisa Aliran Bahan, atau
Material Flow Analysis.
Konvensi dan prosedur yang telah dikembangkan untuk melakukan MFA, mirip denganstudi
tentang siklus hara dalam ekologi. Tujuan dari studi MFA adalah untuk mengukur arusmateri
yang mengalir dalam proses sehingga dapat digunakan sebagai langkah untuk memberikan
masukan atau saran untuk perbaikan model sistem industry. MFA dibuatmeliputi seluruh konteks
siklus suatu produk, mulai dari ekstraksi sumber daya, pengolahansumber daya, fabrikasi
produk, pemanfaatannya, penggunaan kembali, daur ulang danpembuangannya.Contoh : MFA
untuk tembaga


Penggambaran siklus global tembaga yang ditunjukkan dalam gambar diatas mengingatkankita
pada ilustrasi siklus karbon dalam sistem ekologi, tapi secara lebih dekat ditunjukkanbahwa
siklus tembaga tidak seefisien siklus karbon. Masih terdapat fraksi yang signifikandari tembaga
yang tidak dapat di daur ulang, tetapi dibuang dalam reservoirs.MFA dilakukan dengan cara
mengidentifikasi dan mengkuantifikasi arus-arus material danenery utama yang mengalir dalam
proses. Identifikasi dan kuantifikasi arus-arus inimerupakan dasar untuk melakukan perubahan
terhadap system yang sudah ada. Perubahansystem tersebut dilakukan untuk mengurangi
dampaknya terhadap lingkungan denganmembuatnya lebih efisien dalam penggunaan sumber
daya.MFA dapat mengarahkan sistem untuk meningkatkan kinerjanya dengan
penentuanpenghitungan limbah yang hilang dalam system.Beragam studi menggarisbawahi,
MFA akan semakin bervariasi dengan semakin banyaknyabahan yang berbeda-beda, dengan
sifatnya masing-masing, yang digunakan dalam sistemindustri kontemporer untuk mendukung
besarnya jumlah produk yang diperlukan olehkonsumen. Selain itu, juga karena sumber daya
yang diperlukan oleh industri sistem seringditemukan di lokasi tertentu yang jauh dari tempat
produksi, yang mungkin juga akan jauh


dari tempat konsumsi terjadi, banyak sekali transportasi yang mungkin diperlukan,
sehinggamelibatkan lebih banyak energi dan bahan masukan.
3.

DESIGN for ENVIRONMENTAL
(DfE / Design Untuk Lingkungan Hidup) dan
Life Cycle Assessment
(LCA)
Beralih dari sudut pandang sumber daya ke sudut pandang produk, dua konsep tambahandalam
Ekologi Industri mempelajari mengenai daur hidup sebuah produk mulai dari prosesekstraksi
sumber daya, fabrikasi produk, penggunaannya, pemanfaatan kembali, danpembuangannya.
Kedua konsep tersebut adalah Desain untuk Lingkungan Hidup (DfE/
Design for Environment
) dan
Life-Cycle Assessment
(LCA). Kedua konsep inimenitikberatkan pada besarnya dampak yang terkait dengan suatu
produk terhadaplingkungan.DfE melibatkan desain proses dan produk industry untuk
meminimalkan dampak buruknyaterhadap lingkungan. Seringkali itu merupakan desain ulang
produk yang sudah ada atauproses yang sudah dilakukan. Dapat difokuskan pada salah satu fase
yang berbeda darisebuah daur hidup produk, seperti desain untuk waktu pemakaian produk .
Aktual aplikasinyabervariasi, termasuk di dalamnya adalah desain dari proses kimia, komponen
elektronik,komponen mekanis, isolasi pendingin, yang tidak kalah pentingnya dengan desain
kemasan.LCA melibatkan evaluasi dampak lingkungan dari suatu produk selama daur
hidupnyaberdasarkan informasi teknis rinci yang tersedia. Setiap tahap , mulai dari ekstraksi
sumberdaya dianalisa meliputi pembuangan residunya, ketersediaan sumber daya, emisi
yangdihasilkan, kerusakan yang ditimbulkan. LCA sering digunakan untuk
membandingkandampak lingkungan antara suatu proses produksi / produk dengan suatu
alternatif prosesproduksi / produk. LCA telah diterapkan untuk zat-zat seperti klorin dan
aluminium, industripertambangan, industri material seperti PVC, dan untuk alternatif
penggunaan lahanpertanian.Studi LCA digunakan untuk mengukur emisi dan penggunaan
sumber daya per kesatuanoutput atau jasa yang dihasilkan, termasuk kuantifikasi jumlah
masukan yang diperlukan dariproses produksi yang berbeda, yang langsung didasarkan pada
pengukuran atau teknik analisis. Model inventori ini secara umum mengabaikan kontribusi input
non-fisik, seperti jasa akuntansi dan hukum atau grosir dan perdagangan ritel, dan tidak
memperhitungkan


imput dalam jumlah yang kecil. Untuk itu, beberapa penelitian juga membuat LCA
dengananalisis input-output secara ekonomi untuk dapat menghitung beberapa hal yang
diabaikantersebut.LCA juga mencakup langkah penilaian dampak, di mana berbagai jenis emisi
dikumpulkanuntuk dikelola terkait sejumlah indikator yang menimbulkan masalah tertentu
dalam halpemanasan global atau toksisitas. Atau, penilaian dampak dapat didasarkan pada
modelingkerusakan, misalnya efek kesehatan manusia diukur dalam tahun kehidupan yang
hilangsebagai akibat dari keracunan dan perubahan iklim.Dengan mengetahui aliran material dan
analisis jenis proses dan produk yang mempunyaidampak lebih kecil terhadap lingkungan, dapat
disusun sebuah interaksi dari beberapa prosesproduksi yang saling berhubungan.
PENERAPAN KONSEP EKOLOGI INDUSTRI
Aplikasi awal dalam konsep sistem ekologi industri adalah desain dan implementasi yangdisebut
ekosistem industri. Ekosistem industri ditandai oleh adanya simbiosis antar industri,yaitu suatu
hubungan antara dua atau lebih perusahaan yang melibatkan pertukaran materi,energi, atau
informasi dalam suatu cara yang saling menguntungkan.Model Ekologi industri mengarah pada
pertukaran material antar sektor industri yangberbeda, dimana limbah dari salah satu industri
tersebut menjadi cadangan bahan baku (feedstock ) untuk industri lainnya .
1.

PENERAPAN EKOLOGI INDUSTRI DI LUAR NEGERI
Kerangka kerja Ekologi Industri ini telah berhasil diaplikasikan dalam suatu Proyek
simbiosisindustri di Kalunborg (100 km sebelah barat Copenhagen), Denmark dan telah
menarik perhatian luas dunia internasional, proyek tersebut telah diberi penghargaan dari
sejumlahpenghargaan lingkungan (Keolelan, 1995).


Perancangan ekosistem industry dapat dilakukan baik dari awal atau dari plant yang sudahada.
Konsep ekologi industry di Kalundborg Denmark, muncul tanpa adanya perencanaankhusus,
awalnya hanya merupakan kesepakatan antara beberapa perusahaan. Pada awalterbentuknya ,
eco-industrial park
memiliki konsep seperti ini




Namun, seperti halnya ekosistem yang terus bergerak dan mengalami perubahan, eko-
industriini pun juga terus berubah. Perusahaan baru dapat muncul dan beberapa
perusahaan yangtelah ada, melakukan peningkatan atau penurunan kapasitas,
memodifikasi proses ataumenghilang sama sekali dengan tujuan tercapainya intergrasi
massa dan energy yang lebihsempurna.Berikut adalah pengembangan konsep Eco-
Industrial Parks, Denmark yang ada sekarang ini :


Namun, seperti halnya ekosistem yang terus bergerak dan mengalami perubahan, eko-
industriini pun juga terus berubah. Perusahaan baru dapat muncul dan beberapa
perusahaan yangtelah ada, melakukan peningkatan atau penurunan kapasitas,
memodifikasi proses ataumenghilang sama sekali dengan tujuan tercapainya intergrasi
massa dan energy yang lebihsempurna.Berikut adalah pengembangan konsep Eco-
Industrial Parks, Denmark yang ada sekarang ini :Pemanfaatan transfer massa dan
energy menjadi lebih luas, yaitu : berdirinya pabrik baru,ialah pabrik semen dan
pemanfaatan yang lebih luas yaitu untuk pertanian, peternakan danroad construction
yang belum ada pada konsep sebelumnya.Manfaat dari pelaksanaan konsep industrial
ekologi ialah :1)

Mengurangi kebutuhan sumberdaya yang diperlukan oleh masing-masing
industrykarena telah disuplay dari industry lain,2)

Meningkatkan efisiensi dari suatu proses.3)

Dampak buruk terhadap lingkungan seperti emisi dan limbah serta dampak
terhadapkesehatan manusia pun dapat diminimalkan.


Ketiga manfaat ini yang menjadi tolak ukur keberhasilan suatu konsep dan aplikasi
ekologiindustry.
2.

PENERAPAN EKOLOGI INDUSTRI DI INDONESIA
Melihat besarnya manfaat pelaksanaan konsep ekologi industry seperti yang telah
dijabarkandiatas, timbul pemikiran untuk menerapkan konsep tersebut di Indonesia.
Apalagi jikamelihat besarnya potensi industry dan agriculture Indonesia sebagai salah
satu sectorpenyuplai bahan baku untuk beberapa industry, seharusnya konsep ekologi
industry bisadiintegrasikan secara sinergis. Dalam beberapa sector industry, ekologi
industry sudah mulaiditerapkan, namun belum maksimal. Maksimal disini berarti bahwa
penerapan konsepekologi industry belum sampai pada tahap 100%
closed loop system.
Beberapa interaksi yang sederhana antar proses industry sudah mulai masuk ke dalam
tahapimplementasi, seperti contohnya :
a.

Pembuatan kompos dari kotoran sapi
.Dalam konsep ini terdapat simbiosis antara peternakan sapi yang menghasilkan
kotoran sapidengan kompos plant yang mengkonversi kotoran sapi menjadi menjadi
kompos. Untuk selanjutnya, kompos dapat dimanfaatkan kembali untuk pemupukan
lahan pertanian untuk penyediaan pakan sapi. Dalam pembuatan kompos juga
dihasilkan biogas yang seharusnyadapat dimanfaatkan untuk penyedia energy bagi
rumah tangga atau industry-industri lain disekitar peternakan sapu jika ada.Hasil
peternakan sapi yang berupa daging, kulit dan tulang sapi pun digunakan
sebagaisumber bahan baku industry-industri turunan yang potensial untuk
dikembangkan. Secarasistematis, konsep ekologi industry untuk peternakan sapi dapat
digambarkan sebagai berikut

Untuk biasa diterapkan secara ideal, dibutuhkan beberapa modifikasi proses dalam
konsepini. Antara lain, peternakan sapi yang saat ini lebih banyak dikembangkan
dengan caratradisional, yaitu dilaksanakan per rumah tangga dan peggembalaan secara
liar (sapidibiarkan merumput di lapangan atau padang rumput), harus dirubah menjadi
konseppeternakan terpusat, yaitu minimal 25 ekor sapi per peternakan.
Keuntungan yang diperoleh dalam aplikasi ini diantaranya:


MaterialDengan dikembangkannya ekologi industri, hampir semua potensi/material dari
hasilpeternakan sapi dapat dimanfaatkan untuk industri lain dan berpotensi
ekonomi.Energi Closing loop
dalam pemanfaatan energi sangat optimal. Hasil kotoran ternak sapidapat
dimanfaatkan untuk pembuatan biogas, yang kemudian digunakan untuk suplaienergi
industri turunan. Selain itu, pengadaan pakan untuk budidaya ternak
dapatmemanfaatkan pupuk organik dari sisa biogas.




Dari sisi lingkungan hidup konsep ekologi industri dapat meminimalisasi
dampak lingkungan berupa sisa pakan dan kotoran padat dan cair dari ternak sapi.
Selain itu,polusi udara dari peternakan khususnya metana yang berdampak pada green
house effectdapat diminimalisasi dengan pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas.
b.

Pemanfaatan Lignosellulosa Limbah Bagasse Pabrik Gula untuk produksiEthanol.
Selain berbasis peternakan, sektor lain yang berpotensi untuk pengembangan konsep
ekologiindustri di Indonesia adalah sektor pertanian. Dengan besarnya potensi
pertanian, jumlahbiomass yang dimiliki Indonesia juga sangat besar. Dan biomass ini
dapat digunakansebagai bahan baku industri yang berkonsep ekologi industri. Contoh
biomass yangpotensial dikembangkan adalah
bagasse.

Bagasse (ampas tebu) adalah adalah limbah padat industri gula tebu yang
mengandung seratselulosa. Potensi bagasse di Indonesia cukup besar. Menurut data
statistik Indonesia tahun2002, luas tanaman tebu di Indonesia 395.399,44 ha, yang
tersebar di Pulau Sumatera seluas99.383,8 ha, Pulau Jawa seluas 265.671,82 ha, Pulau
Kalimantan seluas 13.970,42 ha, danPulau Sulawesi seluas 16.373,4 ha. Diperkirakan
setiap ha tanaman tebu mampumenghasilkan 100 ton
bagasse
. Maka potensi bagasse nasional yang dapat tersedia dari totalluas tanaman tebu
mencapai 39.539.944 ton per tahun . Selama ini ampas hanya digunakansebagai bahan
bakar boiler. Apabila Pabrik gula dapat efisien dalam penggunaan bahanbakar maka
ada potensi ampas lebih. Potensi ampas yang berlebih dapat dimanfaatkan
untuk diproses sebagai produk turunan. Ampas yang kaya akan lignocellulosa (+45%)
dapatdiproses menjadi produk antara lain sebagai bahan baku ethanol melalui proses
sakarifikasidan fermentasi.


Proses unit pembuatan ethanol dari bagasse


Penataan kawasan ekologi industri dimulai dari kawasan pertanian tebu rakyat. Hasil
tebudiproses di industri gula menghasilkan produk gula dan produk samping tetes tebu
sertabagasse yang mempunyai komponen utama yaitu lignin, selulose, dan
hemiselulose. Tetestebu digunakan sebagai bahan baku industri penyulingan etanol
sedangkan serat selulosadihydrolisis dan digunakan pula sebagai bahan baku industri
penyulingan etanol. Industripenyulingan etanol dapat menghasilkan produk etanol dan
efluen yang dapat dijadikan bahanbaku industri biogas. Effluen dari industri
penyulingan etanol ini berupa sisa bagasse yangkaya akan lignin. Effluen industri
penyulingan etanol digunakan sebagai bahan baku industribiogas yang menghasilkan
energi yang dapat memasok kawasan tersebut dan menghasilkanlimbah padat yang
dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk kompos, untuk selanjutnya
pupuk dapat dimanfaatkan sebagai penambah unsur hara pada pertanian tebu.
Perhitungan Profit Secara Ekonomis
Apabila digunakan sebagai bahan baku alternatif industry etanol, ada beberapa kendala
yangmasih harus dihadapi yaitu karena selama ini ampas tebu digunakan sebagai
energi utamapabrik gula. Oleh karena itu, apabila seluruh bagasse yang ada
dimanfaatkan untuk industryetanol, maka perlu bahan bakar pengganti untuk pabrik
gula, yaitu solar yang harganya saatini cukup mahal. Namun, dengan perhitungan
ekonomis sederhana, pemanfaatan limbahlignocelluloses menjadi ethanol lebih tetap
menguntungkan daripada apabila hanyadigunakan sebagai bahan bakar boiler. Hal ini
disebabkan karena penggunaan bio-ethanolyang lebih luas. Etanol yang mempunyai
rumus kimia C2H5OH adalah zat organik dalamkelompok alkohol dan banyak digunakan
untuk berbagai keperluan. Bioethanol merupakansatu diantara energi alternatif yang
relative murah ditinjau aspek produksinya dan relatif ramah lingkungan. Bioetanol dapat
digunakan mensubstitusi langsung atau bahan campuranpremium. Selain itu,
penggunaan bioethanol juga mempunyai manfaat lebih dari segilingkungan, yaitu
substitusi premium dengan etanol sebagai bahan bakar transportasi secaratidak
langsung akan mengurangi emisi karbon dioksida, dan meningkatnya produksibioetanol
akan mendorong penanaman tanaman sehingga emisi karbondioksida yangdihasilkan
akan terfiksasi melalui proses fotosintesis dari tanaman penghasil biomas
(sejalandengan konsep Ekologi Industri).Berikut adalah perhitungan analisisnya :

Basis : 1 ton bagasse(AMPAS TEBU).Jika satu liter solar harganya Rp 4500,-, sedangkan
nilai kalor 1 ton bagasse kering setaradengan 598 liter solar, maka apabila dinilai
dengan uang, 1 ton bagasse setara dengan Rp2.691.000,- (untuk bahan bakar)Jika
setiap 1 ton bagasse menghasilkan + 47% bio-etanol dengan harga Rp 200000/20
liter,maka ,1 ton bagasse menghasilkan + 587,5 liter etanol

Rp 200000 x (587,5 liter/20 liter) =Rp 5.875.000,-(untuk bioethanol).Sisa bagasse dari
proses hidrolisis yang berbentuk padat sebesar + 53% (530 kg) masih dapatdigunakan
kembali untuk bahan bakar boiler atau diolah menjadi biogas dan kompos.
Jikadigunakan sebagai bahan bakar boiler, maka 530 kg bagasse setara dengan

(530kg/1ton) x598 liter = 316 liter solar.Kebutuhan solar yang harus dibeli untuk
menggantikan massa bagasse yang hilang per tonadalah (598 liter 316 liter) = 282
liter solar = Rp. 1.269.000,-.Dilihat secara ekonomis, pengolahan bagasse untuk bahan
baku industry etanol lebihmenguntungkan daripada bagasse yang hanya langsung
dipakai sebagai bahan bakar boiler.Dan pertimbangan ekonomis, saat ini merupakan
indicator tambahan keberhasilanpelaksanaan ekologi industry, selain pertimbangan dari
sisi environment dan efisiensi.Ekonomi merupakan salah satu factor keberlangsungan /
sustainability sebuah industry,disamping factor ketersediaan sumber daya dan daya
dukung lingkungan.
KESIMPULAN
1.Latar Belakang munculnya ekologi industry adalah efisiensi proses yang
mutlak diperlukan karena keterbatasan alam untuk memenuhi kebutuhan manusia yang
terusmeningkat dan mempertahankan daya dukung lingkungan terhadap manusia
dansegala aktifitas yang terdapat didalamnya untuk mencapai pembangunan
yangberkelanjutan (sustainability development)
2. Ekologi industry adalah sebuah SISTEM, dimana didalamnya terdapat : aliran
energy,aliran massa, proses-proses dan interaksi antar proses.
3.Untuk aplikasi ekologi industru diperlukan beberapa tools yaitu MFA, DfE dan LCA
4.Peluang aplikasi ekologi industri di Indonesia masih sangat besar
untuk dikembangkan untuk energy terutama yang berbasis pertanian.
5.Tolak ukur atau indicator keberhasilan penerapan konsep ekologi industry adalah
:minimisasi penggunaan raw material, konsumsi energy, tingginya yield danselektifitas,
minimisasi limbah yang dihasilkan dan segi ekonomi
.

Sumber :
1.

Focusing on the Environment from the Point of View of Resources, Products,Industrial
Systems and Eco-efficiency, Briefing Paper On Industrial Ecology andEPA. EPA Industrial
Ecology Workgroup. March 2001.2.

Human Ecology : Industrial Ecology. Faye Duchin, Stephen H.Levine. Department
of Economic, Renselaer Polytechnic Institute. New York.3.

Industrial ecology : Reflections on a colloquium. Jesse H. Ausubel. Presented at
acolloquium entitled Industrial Ecology, organized by C. Kumar N.Patel, held May20
and 21, 1991, at the National Academy of Science, Washington,DC




(Andai) Unit Pengolahan Sampah Plastik
Menjadi Minyak Bumi
Artikel ini saya ikut sertakan dalam lomba blog sobat bumi. Info klik disini
Jamwaker menunjukkan pukul 5.30 pagi. Walaupun masih ingin tertidur, saya harus segera
mandi untuk menatap hari ini. Matahari masih mengantuk dibalik awan fajar. Saya
mengambil sikat gigi, gayung, botol sabun dan langsung menuju kamar mandi kos sebelum
keduluan yang lain. Setelah mandi, saya mempersiapkan perlengkapan standar untuk saya
bawa ke pabrik seperti botol minum, buku binder, pulpen, dan laptop. Sebelum itu tak lupa
saya membeli sarapan pagi untuk mengisi energi. Setelah itu langsung ambil helm dan pergi
menggunakan motor untuk menghadapi tantangan hari ini.
Kalau membaca kalimat rutinitas pagi diatas sepertinya cukup standar-standar saja bukan ?
Kegiatan itu saya lakukan setiap hari sebelum pergi bekerja. Coba kalian perhatikan kata
benda yang saya gunakan di paragraf itu; jam, sikat gigi, gayung, botol sabun, botol minum,
buku binder, pulpen, laptop dan helm. Saya yakin benda-benda tersebut juga berada di
rumah kalian dan kalian pergunakan setiap hari. Lalu apa kesamaan benda yang saya
sebutkan itu ? Mereka menggunakan plastik sebagai salah satu komponen materialnya.
Siapa yang mengira penemuan abad ke 20 itu sudah melekat dengan erat ke kehidupan kita
sehari hari. Coba lihat ke sekeliling anda., adakah benda yang terbuat plastik ? Wait
sebelum melongo kemana-mana, tidak perlu jauh-jauh. Casing laptop atau komputer atau
ponsel yang anda gunakan sekarang juga mengandung plastik. Botol, kantung kresek dan
perabot rumah, sebagian besar terbuat dari plastik. Plastik menjadi benda yang sangat
multifungsi karena sifatnya yang kuat namun ringan dan lentur. Selain itu sifat plastik yang
mudah dibentuk dan tahan panas (untuk jenis tertentu), membuatnya sangat berprospek
untuk dijadikan berbagai macam benda untuk berbagai kegunaan. Bayangkan kalau misalnya
tidak ada plastik, hmm bakal bawa logam kemana-mana untuk mengsubtitusi fungsi
plastik.
Apa kalian tahu sebenarnya plastik itu terbuat dari apa ? Apakah plastik terbuat dari bijih
plastik seperti besi. Hmmm bisa dibilang begitu. Plastik berasal dari bijih plastik, namun bijih
plastik tidak didapat dengan cara penambangan layaknya bijih besi. Bijih plastik didapat dari
proses penyulingan minyak bumi. Minyak bumi ? Ya jadi bijih plastik adalah produk samping
ketika membuat bahan bakar untuk mobil-mobil di jalanan.
Bagaimana bisa ya plastik dan bensin premium berasal dari satu sumber yaitu minyak bumi.
Sebenarnya minyak bumi dan plastik sama-sama terdiri dari rantai karbon panjang. Kalau
mau dianalogikan, anggap minyak bumi itu susu kedelai sedangkan plastik itu tempe goreng.
Dua-duanya adalah makanan yang berbeda tapi berasal dari sumber yang sama yaitu kacang
kedelai, hanya saja cara pengolahannya berbeda.
Jadi ketika minyak bumi berhasil di ambil dari perut bumi, minyak bumi mentah tersebut
harus diolah terlebih dahulu dengan cara
1. Desalting. Minyak yang baru keluar mengandung banyak rantai hidrokarbon dari C1-
C50. Desalting dilakukan dengan mencampurkan minyak mentah dengan air untuk
melarutkan zat-zat mineral yang larut dalam air. Pada proses ini juga ditambahkan
asam dan basa dengan tujuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa selain
hidrokarbon.
2. Distilasi adalah proses pemisahan berdasarkan titik didihnya. Jadi C1, C2, C3 sampai
C50 itu memiliki titik didih yang beda. Jika minyak mentah dipanaskan maka C1 akan
menguap terlebih dahulu kemudian disusul C2, disusul C3, olehkarena itu akan terjadi
pemisahan antara rantai karbon.
o Gas (C1 sampai C5), Titik didih : 0 sampai 50C
o Gasolin (Bensin) (C6 C11), Titik didih : 50 sampai 85C.
o Kerosin (Minyak Tanah) (C12 C20). Titik didih : 85 sampai 105C
o Solar (C21 C30). Titik didih : 105 sampai 135C
o Minyak Berat (C31 C40). Titik didih : 135 sampai 300C
o Residu (> C40). Titik didih : > 300C
3.
Cracking. yaitu penguraian molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar
menjadi molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang kecil. Contoh kracking ini adalah
pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Rantai karbon C21-
C30nya dipotong sehingga mendapat rantai karbon C6-C11.
4. Reforming adalah perubahan dari bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik
(rantai karbon lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon
bercabang).
5. Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul
besar. Contoh polimerisasi yaitu penggabungan senyawa isobutena (C4) dengan
senyawa isobutana (C4) menghasilkan bensin berkualitas tinggi, yaitu isooktana (C8).
6. Treating. Treating merupakan proses penghilangan kotoran pada minyak bumi.
7. Blending. Blending merupakan proses penambahan zat aditif
Nah ketika proses polimerisasi inilah bijih plastik dibuat sebagai produk samping. Plastik
dibuat dengan reaksi polimerisasi molekul-molekul kecil (monomer) yang sama, sehingga
membentuk rantai panjang dan kaku dan akan menjadi padat setelah melewati temperatur
pembentukan nya. Jenis plastik ada banyak yaitu Polietilen (Kantung plastik, botol air
mineral, botol oli), polipropilen (tempat makanan), dll. Polietilen, poli artinya banyak dan
etilen adalah monomer dari plastik polietilen. Kalau dianalogikan ini seperti membuat
benteng manusia. Etilen disini adalah manusia. Ketika 100 manusia bergandengan tangan
maka akan di dapat benteng manusia atau poli-manusia. Untuk membuat polietilen,
ratusan/ribuan etilen harus digandengkan.

Somehow, semua plastik yang kita pakai akan kita buang karena sudah rusak atau habis
masa pakai. Yang sering menjadi perdebatan adalah sifat plastik yang digunakan sekarang ini
tidak bisa diurai oleh mikroorganisme sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan.
Sebenarnya bukan tidak bisa hanya saja membutuhkan ribuan tahun bagi mikroorganisme
untuk mengurainya. Sebenarnya ini masalah klasik yang (masih) terus diributkan. Saya yakin
orang-orang yang meributkan plastik merusak lingkunganpun pasti menggunakan plastik
juga dalam kesehariannya.
Untuk bisa mengatasi permasalahan lingkungan akibat plastik ini maka solusinya adalah
berhenti menggunakan plastik atau mengolah sampah plastik alih-alih membuangnya. Untuk
solusi pertama, rasanya sulit untuk mensubtitusi fungsi plastik yang sudah sangat dekat
dengan kehidupan manusia. Memang sekarang ini sudah diciptakan plastik biodegradable
atau plastik ramah lingkungan atau plastik yang bisa diurai mikororganisme dengan cepat.
Plastik ramah lingkungan ini menggunakan bahan baku nabati seperti pati, jagung atau
singkong. Namun tetap saja penggunaan plastik dari minyak bumi tetap mendominasi.
Untuk solusi pengolahan sampah plastik sebenarnya sudah banyak dilakukan untuk
meminimalisir volume sampah plastik. Plastik di daur ulang menjadi plastik bentuk lain.
Hanya saja upaya daur ulang ini tidak sebanding dengan penggunaan plastik dari minyak
bumi.
Akibat terburuknya dari masalah ini, katakan saja ada pulau sampah sebesar negara Texas
di samudera pasifik. Well its true dan pulau itu disebut The Great Pacific Garbage Patch yang
sebagian besar terdiri dari sampah plastik. Perkataan klisenya adalah memang ini sudah
menjadi masalah kita semua dan sudah seharusnya kita harus bertindak. Solusi termudah
dan tercepatnya adalah tidak menggunakan plastik sama sekali. Tidak ada asap kalau tidak
ada api., tidak ada sampah plastik kalau tidak ada yang memakai plastik, namun kalau
tidak menggunakan plastik pakai apa dong ???

Great pacific garbage patch
Oke, mari fokus ke solusi kedua, mengolah sampah plastik alih-alih membuang. Kira-kira
diolah menjadi apa ya selain menjadi plastik dalam bentuk lain ? Dari tanah kembali ke tanah,
dari minyak bumi kembali ke minyak bumi. Plastik berasal dari minyak bumi maka daur ulang
terbaik adalah mengembalikannya menjadi minyak bumi kembali. Bagaimana caranya ya ?
Kalau misalnya kembali ke analogi kedelai tadi, memangnya bisa membuat tempe kembali ke
kacang kedelai ? Mengubah plastik menjadi bahan bakar minyak. Hmm sebenarnya tidak
heran sama sekali. Kalimat ini sudah saya dengar sekitar 3 tahun lalu ketika kuliah.
Memang bagaimana caranya ? Kalau menggunakan contoh polietilen tadi, anggap saja kita
bisa memotong rantai polietilen menjadi etilen-etilen yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan.
Lalu etilen-etilen tersebut akan disusun sehingga membentuk susunan rantai karbon bensin
atau solar. Ini seperti bermain lego saja. Kita membongkar bentuk mobil menjadi komponen
terkecilnya kemudian menyusun kembali komponen itu menjadi sebuah bentuk rumah.
Memang mudah untuk dikatakan, tapi apa memang bisa ya ?
Salah satu metode untuk melakukan hal tersebut adalah pirolisis. Apa lagi itu pirolisis ?
Pirolisis adalah dekomposisi kimia melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen
atau reagen lainnya, di mana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia
menjadi fase gas. The key is pemanasan tanpa oksigen. Ini berbeda dengan pembakaran
dimana pembakaran membutuhkan oksigen. Pada pirolisis, plastik dipanaskan sehingga
berubah fasa menjadi fasa uap. Pemanasan ini akan memutuskan ikatan polimer pada plastik
sehingga menjadi monomer yang lebih pendek. Kemudian uap ini didinginkan kembali
menjadi fasa cair. Cairan ini akan dijadikan bahan dasar minyak. Dengan destilasi ulang
menggunakan temperatur berbeda, minyak mentah dari plastik tersebut diproses menjadi
premium atau solar.
Diluar negeri sebenarnya minyak bumi dari plastik ini sudah dikembangkan salah satunya di
Jepang. Adakah Akinori Ito, penemu Mesin pengubah sampah plastik menjadi minyak. Mesin
yang diciptakan oleh Akinori memproses polyethylene, polystyrene and polypropylene
menjadi bahan bakar yang dapat digunakan untuk menyalakan kompor, mobil bahkan kapal.
1 kilogram plastik dapat menghasilkan 1 liter bahan bakar dengan listrik 1 kilowatt dengan
perkiraan biaya kurang lebih 20 cent atau kira-kira 2000 rupiah. Wah murah cuy. Mesin
pengubah plastik menjadi minyak ini sudah diproduksi secara masal di Jepang. Ada kurang
lebih 60 unit yang tersebar di pertanian, tempat-tempat penangkapan ikan dan di pabrik-
pabrik kecil.
Sebenarnya tidak perlu jauh-jauh melihat ke Jepang. Lihat saja karya anak SMK 3 Madiun
yang bisa melakukan hal yang sama. Ide yang pertama datang dari Tri Handoko, seorang
guru, ini mampu mengubah 1 kilogram plastik menjadi 1 liter minyak mentah. Ketika diolah
menjadi premium atau solar, hasilnya tinggal 0,8-0,9 liter. Prinsip yang digunakan kurang
lebih sama dengan prinsip yang digunakan Akinori Ito di Jepang. Ini membuktikan
sebenarnya Indonesia sudah bisa untuk menerapkan teknologi ini lebih jauh lagi. Berikut
skema alat yang digunakan Tri Handoko untuk proses ini.

Alat pengolahan minyak bumi dari plastik karya Tri Handoko
Penggunaan bahan bakar minyak berbasiskan sampah plastik ini memang tidak akan
menyelesaikan ketergantungan dunia dari minyak bumi, namun setidaknya bahan bakar
berbasiskan sampah plastik ini dapat menyelesaikan permasalahan sampah plastik. One day,
minyak bumi akan semakin langka karena konsumsi yang semakin meningkat sedangkan
cadangan minyak bumi semakin menipis. Minyak dari sampah plastik ini bisa dijadikan kilang
minyak baru yang bisa menambah cadangan minyak mentah. 1 Kg bisa 1 liter. Menurut data
Kementerian Lingkungan Hidup, di seluruh Indonesia, ada 176 ribu ton sampah pertahun.
Sebanyak 15 persen di antaranya adalah sampah plastik kemasan sekali pakai. Berarti untuk
Indonesia saja ada 26 juta kg sampah plastik sekali pakai.
Kebutuhan BBM semakin meningkat, sampah plastik semakin menumpuk, dan ada teknologi
pengubah sampah plastik menjadi minyak. Tiga hal tersebut sangat bisa untuk dihubungkan
menjadi sebuah simbiosis. Saya mencoba membayangkan di salah satu unit pengilangan
minyak pertamina, ada unit pengolahan minyak dari sampah plastik yang terletak di samping
unit pengolahan bumi. Lalu minyak yang dihasilkan dari unit pengolahan minyak dari sampah
plastik tersebut dialirkan melalui pipa untuk dilakukan distilasi dan seterusnya. Untuk
mewujudkan hal tersebut memang tak mudah. Kajian mendalam harus dilakukan dan
tentunya suntikan dana yang tidak sedikit. Sebagai warga biasa, saya serahkan ke
pemerintah dan pertamina , namun saya yakin Indonesia bisa melakukan ini. Kalau luar
negeri bisa, kenapa kita tidak ? Anak-anak SMK 3 Madiun telah membuktikan kalau kita bisa.
Ini bisa menjadi sumber alternatif energi baru yang dapat langsung dimanfaatkan untuk
kendaraan bermotor.
Kita sebagai warga punya andil yang sama besar dengan pemerintah untuk merealisasikan
hal tersebut. Caranya mulai dengan memilah-milah sampah terutama sampah plastik. Jujur,
saya sendiri baru melakukan pemilahan sampah membusuk atau tidak membusuk bila ada
tempat sampah khusus yang disediakan oleh pemda sekitar. Selain itu tentnya kita harus
menggunakan plastik. Hehe. Well, bagaimanapun kita harus menghemat penggunaan plastik
sekali pakai. Sekalipun teknologi pengolahan minyak bumi dari sampah plastik skala pabrik
sudah ada, sampah plastik akan tetap menumpuk bila penggunaannya melebihi kapasitas
produksi. Banyak cara penghematan plastik yang bisa kita lakukan, yang sudah saya lakukan
adalah dengan menggunakan botol minum tidak sekali pakai dan membawa kresek sendiri
bila membeli makanan di warung. Mungkin selagi menunggu skala pabrik dari teknologi ini,
kita bisa mengaplikasikan teknologi ini dalam skala yang lebih kecil seperti yang dilakukan
anak SMK 3 madiun.
So, kesimpulannya. Sampah plastik berasal dari minyak bumi dan teknologi untuk
mengkonversi plastik menjadi minyak bumi bukanlah sebuah ide atau teknologi baru.
Pengembangan secara masal untuk unit pengolahan sampah plastik dari minyak bumi bisa
menjadi alternatif untuk pengolahan sampah plastik dan alternatif sumber minyak mentah
yang makin menipis. Inilah dua keuntungan dari teknologi ini, sampah plastik hilang dan
minyak didapat. Indonesia sebenarnya sudah mampu untuk Warga dan pemerintah sama-
sama memiliki andil yang sama besar untuk bisa mewujudkan hal ini.
*menurut kalian mungkin nggak sih ada unit pengolahan sampah plastik dari minyak bumi ini ?
Ditunggu komentarnya ya ?

sumber :
http://www.scribd.com/doc/40007301/Plastik-Molding
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Riski%20Septiadevana%200606249_I
E6.0/halaman_10.html
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-sma-ma/teknik-pengolahan-minyak-bumi/
http://en.wikipedia.org/wiki/Pyrolysis#Plastic_waste_disposal
http://indonesiaproud.wordpress.com/2011/12/01/tri-handoko-mengubah-limbah-plastik-jadi-
bahan-bakar-minyak/
http://relax-potion.blogspot.com/2011/03/mesin-yang-bisa-mendaur-ulang-sampah.html
http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/20/08513643/Sampah.Plastik.Jadi.Minyak
About these ads
Share this:
Twitter11
Facebook18
Limbah minyak
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Limbah minyak adalah buangan yang berasal dari hasil eksplorasi produksi minyak,
pemeliharaan fasilitas produksi, fasilitas penyimpanan, pemrosesan, dan tangki penyimpanan
minyak pada kapal laut.
[1]
Limbah minyak bersifat mudah meledak, mudah terbakar, bersifat
reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif.
[1]
Limbah minyak merupakan bahan
berbahaya dan beracun (B3), karena sifatnya, konsentrasi maupun jumlahnya dapat
mencemarkan dan membahayakan lingkungan hidup, serta kelangsungan hidup manusia dan
mahluk hidup lainnya.
[2]

Daftar isi
1 Minyak bumi
o 1.1 Pengeboran di laut
o 1.2 Tumpahan minyak
1.2.1 Efek
1.2.2 Penanganan di laut
1.2.2.1 Pemantauan
1.2.2.2 Penanggulangan
1.2.2.3 Peralatan
o 1.3 Pengeboran di darat
1.3.1 Penanganan di darat
2 Referensi
3 Lihat Pula
4 Pranala luar
Minyak bumi


Pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya pencemaran laut.
Pengeboran di laut
Pada umumnya, pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya peledakan (blow aut)
di sumur minyak.
[3]
Ledakan ini mengakibatkan semburan minyak ke lokasi sekitar laut,
sehingga menimbulkan pencemaran.
[3]
Contohnya, ledakan anjungan minyak yang terjadi di
teluk meksiko sekitar 80 kilometer dari Pantai Louisiana pada 22 April 2010.
[3]
Pencemaran laut
yang diakibatkan oleh pengeboran minyak di lepas pantai itu dikelola perusahaan minyak British
Petroleum (BP).
[3]
Ledakan itu memompa minyak mentah 8.000 barel atau 336.000 galon
minyak ke perairan di sekitarnya.
[3]

Tumpahan minyak
Tumpahan minyak di laut berasal dari kecelakaan kapal tanker.
[4]
Contohnya tumpahan minyak
terbesar yang terjadi pada tahun 2006 di lepas pantai Libanon.
[4]
Selain itu, terjadi kecelakaan
Prestige pada tahun 2002 di lepas pantai Spanyol.
[4]
Bencana alam seperti badai atau banjir juga
dapat menyebabkan tumpahan minyak.
[4]
Sebagai contoh pada tahun 2007, banjir di Kansas
menyebabkan lebih dari 40.000 galon minyak mentah dari kilang tumpah ke perairan itu.
[4]

Efek


Surf scoter yang terendam dalam laut yang tercemar limbah minyak bumi.
Akibat yang ditimbulkan dari terjadinya pencemaran minyak bumi di laut adalah:
[5]

1. Rusaknya estetika pantai akibat bau dari material minyak. Residu berwarna gelap yang
terdampar di pantai akan menutupi batuan, pasir, tumbuhan dan hewan. Gumpalan tar yang
terbentuk dalam proses pelapukan minyak akan hanyut dan terdampar di pantai.
2. Kerusakan biologis, bisa merupakan efek letal dan efek subletal. Efek letal yaitu reaksi yang
terjadi saat zat-zat fisika dan kimia mengganggu proses sel ataupun subsel pada makhluk hidup
hingga kemungkinan terjadinya kematian. Efek subletal yaitu mepengaruhi kerusakan fisiologis
dan perilaku namun tidak mengakibatkan kematian secara langsung. Terumbu karang akan
mengalami efek letal dan subletal dimana pemulihannya memakan waktu lama dikarenakan
kompleksitas dari komunitasnya.
3. Pertumbuhan fitoplankton laut akan terhambat akibat keberadaan senyawa beracun dalam
komponen minyak bumi, juga senyawa beracun yang terbentuk dari proses biodegradasi. Jika
jumlah pitoplankton menurun, maka populasi ikan, udang, dan kerang juga akan menurun.
Padahal hewan-hewan tersebut dibutuhkan manusia karena memiliki nilai ekonomi dan
kandungan protein yang tinggi.
4. Penurunan populasi alga dan protozoa akibat kontak dengan racun slick (lapisan minyak di
permukaan air). Selain itu, terjadi kematian burung-burung laut. Hal ini dikarenakan slick
membuat permukaan laut lebih tenang dan menarik burung untuk hinggap di atasnya ataupun
menyelam mencari makanan. Saat kontak dengan minyak, terjadi peresapan minyak ke dalam
bulu dan merusak sistem kekedapan air dan isolasi, sehingga burung akan kedinginan yang pada
akhirnya mati.
Penanganan di laut
Pemantauan
Tindakan pertama yang dilakukan dalam mengatasi tumpahan minyak yaitu dengan melakukan
pemantauan banyaknya minyak yang mencemari laut dan kondisi tumpahan.
[6]
Ada 2 jenis
pemantauan yang dilakukan yaitu dengan pengamatan secara visual dan penginderaan jauh
(remote sensing).
[6]

Pengamatan secara visual
Pengamatan secara visual merupakan pengamatan yang menggunakan pesawat. Teknik ini
melibatkan banyak pengamat, sehingga laporan yang diberikan sangat bervariasi. Pada
umumnya, pemantauan dengan teknik ini kurang dapat dipercaya. Sebagai contoh, pada
tumpahan jenis minyak yang ringan akan mengalami penyebaran (spreading), sehingga menjadi
lapisan sangat tipis di laut. Pada kondisi pencahayaan ideal akan terlihat warna terang. Namun,
penampakan lapisan ini sangat bervariasi tergantung jumlah cahaya matahari, sudut pengamatan
dan permukaan laut, sehingga laporannya tidak dapat dipercaya.
Pengamatan penginderaan jauh
Metode penginderaan jarak jauh dilakukan dengan berbagai macam teknik, seperti Side-looking
Airborne Radar (SLAR). SLAR dapat dioperasikan setiap waktu dan cuaca, sehingga
menjangkau wilayah yang lebih luas dengan hasil penginderaan lebih detail. Namun,teknik ini
hanya bisa mendeteksi lapisan minyak yang tebal. Teknik ini tidak bisa mendeteksi minyak yang
berada dibawah air dalam kondisi laut yang tenang. Selain SLAR digunakan juga teknik
Micowave Radiometer, Infrared-ultraviolet Line Scanner, dan Landsat Satellite System. Berbagai
teknik ini digunakan untuk menghasilkan informasi yang cepat dan akurat.
Penanggulangan


Booms digunakan untuk menghambat perluasan limbah minyak di laut.
Beberapa teknik penanggulangan tumpahan minyak diantaranya in-situ burning, penyisihan
secara mekanis, bioremediasi, penggunaan sorbent, penggunaan bahan kimia dispersan, dan
washing oil.
[6]

In-situ burning adalah pembakaran minyak pada permukaan laut, sehingga mengatasi kesulitan
pemompaan minyak dari permukaan laut, penyimpanan dan pewadahan minyak serta air laut
yang terasosiasi. Teknik ini membutuhkan booms (pembatas untuk mencegah penyebaran
minyak) atau barrier yang tahan api. Namun, pada peristiwa tumpahan minyak dalam jumlah
besar sulit untuk mengumpulkan minyak yang dibakar. Selain itu, penyebaran api sering tidak
terkontrol.
Penyisihan minyak secara mekanis melalui 2 tahap, yaitu melokalisir tumpahan dengan
menggunakan booms dan melakukan pemindahan minyak ke dalam wadah dengan
menggunakan peralatan mekanis yang disebut skimmer.
Bioremediasi yaitu proses pendaurulangan seluruh material organik. Bakteri pengurai spesifik
dapat diisolasi dengan menebarkannya pada daerah yang terkontaminasi. Selain itu, teknik
bioremediasi dapat menambahkan nutrisi dan oksigen, sehingga mempercepat penurunan
polutan.
Penggunaan sorbent dilakukan dengan menyisihkan minyak melalui mekanisme adsorpsi
(penempelan minyak pad permukaan sorbent) dan absorpsi (penyerapan minyak ke dalam
sorbent). Sorbent ini berfungsi mengubah fase minyak dari cair menjadi padat, sehingga mudah
dikumpulkan dan disisihkan. Sorbent harus memiliki karakteristik hidrofobik, oleofobik, mudah
disebarkan di permukaan minyak, dapat diambil kembali dan digunakan ulang. Ada 3 jenis
sorbent yaitu organik alami (kapas, jerami, rumput kering, serbuk gergaji), anorganik alami
(lempung, vermiculite, pasir) dan sintetis (busa poliuretan, polietilen, polipropilen dan serat
nilon).
Dispersan kimiawi merupakan teknik memecah lapisan minyak menjadi tetesan kecil (droplet),
sehingga mengurangi kemungkinan terperangkapnya hewan ke dalam tumpahan minyak.
Dispersan kimiawi adalah bahan kimia dengan zat aktif yang disebut surfaktan.
Washing oil yaitu kegiatan membersihkan minyak dari pantai.
Peralatan


Pembersihan limbah minyak di kawasan pantai.
Alat-alat yang digunakan untuk membersihkan tumpahan minyak:
[6]

Booms merupakan alat untuk menghambat perluasan hambatan minyak.
Skimmers yaitu kapal yang mengangkat minyak dari permukaan air.
Sorbent merupakan spons besar yang digunakan untuk menyerap minyak.
Vacuums yang khusus untuk mengangkat minyak berlumpur dari pantai atau permukaan laut.
Sekop yang khusus digunakan untuk memindahkan pasir dan kerikil dari minyak di pantai.
Pengeboran di darat
Pencemaran tanah oleh kegiatan pengabaran minyak bumi di darat telah menimbulkan
pencemaran lngkungan. Tanah yang terkontaminasi minyak bumi dapat merusak lingkungan
serta menurunkan estetika.
Penanganan di darat
Pemulihan lahan tercemar oleh minyak bumi dapat dilakukan secara biologi dengan
menggunakan kapasitas kemampuan mikroorganisme. Fungsi dari mikroorganisme ini dapat
mendegradasi struktur hidrokarbon yang ada dalam tanah, sehingga minyak bumi menjadi
mineral-mineral yang lebih sederhana dan tidak membahayakan lingkungan. Teknik seperti ini
disebut bioremediasi. Teknik bioremediasi dapat dilaksanakan secara in-situ maupun cara ex-
situ.
Pada umumnya, teknik bioremediasi in-situ diaplikasikan pada lokasi tercemar ringan, lokasi
yang tidak dapat dipindahkan, atau karakteristik kontaminan yang volatil.
Bioremediasi ex-situ merupakan teknik bioremediasi di mana lahan atau air yang terkontaminasi
diangkat, kemudian diolah dan diproses pada lahan khusus yang disiapkan untuk proses
bioremediasi.
Penanganan lahan yang tercemar minyak bumi dilakukan dengan cara memanfatkan
mikroorganisme untuk menurunkan konsentrasi atau daya racun bahan pencemar. Penanganan
semacam ini lebih aman terhadap lingkungan karena agen pendegradasi yang dipergunakan
adalah mikroorganisme yang dapat terurai secara alami. Ruang lingkup pelaksanaan proses
bioremediasi tanah yang terkontaminasi minyak bumi meliputi beberapa tahap yaitu:
Treatibility study merupakan studi pendahuluan terhadap kemampuan jenis mikroorganisme
pendegradasi dalam menguraikan minyak bumi yang terdapat di lokasi tanah terkontaminasi.
Site characteristic merupakan studi untuk mengetahui kondisi lingkungan awal di lokasi tanah
yang terkontaminasi minyak bumi. Kondisi ini meliputi kualitas fisik, kimia, dan biologi.
Persiapan proses bioremediasi yang meliputi persiapan alat, bahan, administrasi serta tenaga
manusia.
Proses bioremediasi yang meliputi serangkaian proses penggalian tanah tercemar, pencampuran
dengan tanah segar, penambahan bulking agent, penambahan inert material, penambahan
bakteri, nutrisi, dan proses pencampuran semua bahan.
Sampling dan monitoring meliputi pengambilan gambar tanah dan air selama proses
bioremediasi. Kemudian, gambar itu dibawa ke laboratorium independen untuk dianalisa
konsentrasi TPH dan TCLP.
Revegetasi yaitu pemerataan, penutupan kembali drainase dan perapihan lahan sehingga lahan
kembali seperti semula.
Referensi
1. ^
a

b
Ginting, Pedana, Ir., Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Industri (2007) Jakarta.
MS.CV YRAMA WIDYA. Hal 17-18.
2. ^ Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Elqodar. Diakses pada 29 Mei 2010.
3. ^
a

b

c

d

e
(Inggris) Pencemaran Laut Timor versus Meksiko, www.sinarharapan.co.id. Diakses
pada 16 Juni 2010.
4. ^
a

b

c

d

e
(Inggris) Oil Spilss, www.enviroliteracy.org. Diakses pada 16 Juni 2010.
5. ^ Saktiyono. IPA BIOLOGI, Jilid 1. Jakarta, ESIS. ISBN 979-734-523-8, 9789797345235. Hal 159.
6. ^
a

b

c

d
(Inggris) Oil, Water and Chocolate Mousse.(1994). Ottawa, Ontario: Environment
Canada. Pages 22-24.
Lihat Pula
eknologi Pengolahan Limbah B3
by Wahyu Hidayat on 02/01/08 at 6:43 pm | 117 Comments | |
Definisi limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu
kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat
(toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik
secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau
membahayakan kesehatan manusia.
Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:
Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan
banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap
Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi
Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dengn lumpur aktif
sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut
Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobic
maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak
mengandung padatan organik.
Limbah B3 dikarakterisasikan berdasarkan beberapa parameter yaitu total solids residue (TSR),
kandungan fixed residue (FR), kandungan volatile solids (VR), kadar air (sludge moisture
content), volume padatan, serta karakter atau sifat B3 (toksisitas, sifat korosif, sifat mudah
terbakar, sifat mudah meledak, beracun, serta sifat kimia dan kandungan senyawa kimia).
Contoh limbah B3 ialah logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan Zn serta zat
kimia seperti pestisida, sianida, sulfida, fenol dan sebagainya. Cd dihasilkan dari lumpur dan
limbah industri kimia tertentu sedangkan Hg dihasilkan dari industri klor-alkali, industri cat,
kegiatan pertambangan, industri kertas, serta pembakaran bahan bakar fosil. Pb dihasilkan dari
peleburan timah hitam dan accu. Logam-logam berat pada umumnya bersifat racun sekalipun
dalam konsentrasi rendah. Daftar lengkap limbah B3 dapat dilihat di PP No. 85 Tahun 1999:
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Silakan klik link tersebut untuk daftar
lengkap yang juga mencakup peraturan resmi dari Pemerintah Indonesia.
Penanganan atau pengolahan limbah padat atau lumpur B3 pada dasarnya dapat dilaksanakan di
dalam unit kegiatan industri (on-site treatment) maupun oleh pihak ketiga (off-site treatment) di
pusat pengolahan limbah industri. Apabila pengolahan dilaksanakan secara on-site treatment,
perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:
jenis dan karakteristik limbah padat yang harus diketahui secara pasti agar teknologi pengolahan
dapat ditentukan dengan tepat; selain itu, antisipasi terhadap jenis limbah di masa mendatang
juga perlu dipertimbangkan
jumlah limbah yang dihasilkan harus cukup memadai sehingga dapat menjustifikasi biaya yang
akan dikeluarkan dan perlu dipertimbangkan pula berapa jumlah limbah dalam waktu
mendatang (1 hingga 2 tahun ke depan)
pengolahan on-site memerlukan tenaga tetap (in-house staff) yang menangani proses
pengolahan sehingga perlu dipertimbangkan manajemen sumber daya manusianya
peraturan yang berlaku dan antisipasi peraturan yang akan dikeluarkan Pemerintah di masa
mendatang agar teknologi yang dipilih tetap dapat memenuhi standar
Teknologi Pengolahan
Terdapat banyak metode pengolahan limbah B3 di industri, tiga metode yang paling populer di
antaranya ialah chemical conditioning, solidification/Stabilization, dan incineration.
1. Chemical Conditioning
Salah satu teknologi pengolahan limbah B3 ialah chemical conditioning. TUjuan utama dari
chemical conditioning ialah:
o menstabilkan senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalam lumpur
o mereduksi volume dengan mengurangi kandungan air dalam lumpur
o mendestruksi organisme patogen
o memanfaatkan hasil samping proses chemical conditioning yang masih memiliki nilai
ekonomi seperti gas methane yang dihasilkan pada proses digestion
o mengkondisikan agar lumpur yang dilepas ke lingkungan dalam keadaan aman dan
dapat diterima lingkungan
Chemical conditioning terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:
6. Concentration thickening
Tahapan ini bertujuan untuk mengurangi volume lumpur yang akan diolah dengan cara meningkatkan
kandungan padatan. Alat yang umumnya digunakan pada tahapan ini ialah gravity thickener dan solid
bowl centrifuge. Tahapan ini pada dasarnya merupakan tahapan awal sebelum limbah dikurangi kadar
airnya pada tahapan de-watering selanjutnya. Walaupun tidak sepopuler gravity thickener dan
centrifuge, beberapa unit pengolahan limbah menggunakan proses flotation pada tahapan awal ini.
7. Treatment, stabilization, and conditioning
Tahapan kedua ini bertujuan untuk menstabilkan senyawa organik dan menghancurkan
patogen. Proses stabilisasi dapat dilakukan melalui proses pengkondisian secara kimia,
fisika, dan biologi. Pengkondisian secara kimia berlangsung dengan adanya proses
pembentukan ikatan bahan-bahan kimia dengan partikel koloid. Pengkondisian secara
fisika berlangsung dengan jalan memisahkan bahan-bahan kimia dan koloid dengan cara
pencucian dan destruksi. Pengkondisian secara biologi berlangsung dengan adanya
proses destruksi dengan bantuan enzim dan reaksi oksidasi. Proses-proses yang terlibat
pada tahapan ini ialah lagooning, anaerobic digestion, aerobic digestion, heat
treatment, polyelectrolite flocculation, chemical conditioning, dan elutriation.
8. De-watering and drying
De-watering and drying bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan
air dan sekaligus mengurangi volume lumpur. Proses yang terlibat pada tahapan ini
umumnya ialah pengeringan dan filtrasi. Alat yang biasa digunakan adalah drying bed,
filter press, centrifuge, vacuum filter, dan belt press.
9. Disposal
Disposal ialah proses pembuangan akhir limbah B3. Beberapa proses yang terjadi
sebelum limbah B3 dibuang ialah pyrolysis, wet air oxidation, dan composting. Tempat
pembuangan akhir limbah B3 umumnya ialah sanitary landfill, crop land, atau injection
well.
2. Solidification/Stabilization
Di samping chemical conditiong, teknologi solidification/stabilization juga dapat diterapkan
untuk mengolah limbah B3. Secara umum stabilisasi dapat didefinisikan sebagai proses
pencapuran limbah dengan bahan tambahan (aditif) dengan tujuan menurunkan laju migrasi
bahan pencemar dari limbah serta untuk mengurangi toksisitas limbah tersebut. Sedangkan
solidifikasi didefinisikan sebagai proses pemadatan suatu bahan berbahaya dengan
penambahan aditif. Kedua proses tersebut seringkali terkait sehingga sering dianggap
mempunyai arti yang sama. Proses solidifikasi/stabilisasi berdasarkan mekanismenya dapat
dibagi menjadi 6 golongan, yaitu:
0. Macroencapsulation, yaitu proses dimana bahan berbahaya dalam limbah dibungkus dalam
matriks struktur yang besar
1. Microencapsulation, yaitu proses yang mirip macroencapsulation tetapi bahan
pencemar terbungkus secara fisik dalam struktur kristal pada tingkat mikroskopik
2. Precipitation
3. Adsorpsi, yaitu proses dimana bahan pencemar diikat secara elektrokimia pada bahan
pemadat melalui mekanisme adsorpsi.
4. Absorbsi, yaitu proses solidifikasi bahan pencemar dengan menyerapkannya ke bahan
padat
5. Detoxification, yaitu proses mengubah suatu senyawa beracun menjadi senyawa lain
yang tingkat toksisitasnya lebih rendah atau bahkan hilang sama sekali
Teknologi solidikasi/stabilisasi umumnya menggunakan semen, kapur (CaOH2), dan
bahan termoplastik. Metoda yang diterapkan di lapangan ialah metoda in-drum mixing,
in-situ mixing, dan plant mixing. Peraturan mengenai solidifikasi/stabilitasi diatur oleh
BAPEDAL berdasarkan Kep-03/BAPEDAL/09/1995 dan Kep-04/BAPEDAL/09/1995.
3. Incineration
Teknologi pembakaran (incineration ) adalah alternatif yang menarik dalam teknologi
pengolahan limbah. Insinerasi mengurangi volume dan massa limbah hingga sekitar 90%
(volume) dan 75% (berat). Teknologi ini sebenarnya bukan solusi final dari sistem pengolahan
limbah padat karena pada dasarnya hanya memindahkan limbah dari bentuk padat yang kasat
mata ke bentuk gas yang tidak kasat mata. Proses insinerasi menghasilkan energi dalam bentuk
panas. Namun, insinerasi memiliki beberapa kelebihan di mana sebagian besar dari komponen
limbah B3 dapat dihancurkan dan limbah berkurang dengan cepat. Selain itu, insinerasi
memerlukan lahan yang relatif kecil.
Aspek penting dalam sistem insinerasi adalah nilai kandungan energi (heating value)
limbah. Selain menentukan kemampuan dalam mempertahankan berlangsungnya proses
pembakaran, heating value juga menentukan banyaknya energi yang dapat diperoleh dari
sistem insinerasi. Jenis insinerator yang paling umum diterapkan untuk membakar limbah
padat B3 ialah rotary kiln, multiple hearth, fluidized bed, open pit, single chamber,
multiple chamber, aqueous waste injection, dan starved air unit. Dari semua jenis
insinerator tersebut, rotary kiln mempunyai kelebihan karena alat tersebut dapat
mengolah limbah padat, cair, dan gas secara simultan.
Penanganan Limbah B3

Hazardous Material Container
Limbah B3 harus ditangani dengan perlakuan khusus mengingat bahaya dan resiko yang
mungkin ditimbulkan apabila limbah ini menyebar ke lingkungan. Hal tersebut termasuk proses
pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutannya. Pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai
dengan karakteristik limbah yang bersangkutan. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa
kemasan limbah B3 harus memiliki kondisi yang baik, bebas dari karat dan kebocoran, serta
harus dibuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan limbah yang disimpan di dalamnya. Untuk
limbah yang mudah meledak, kemasan harus dibuat rangkap di mana kemasan bagian dalam
harus dapat menahan agar zat tidak bergerak dan mampu menahan kenaikan tekanan dari dalam
atau dari luar kemasan. Limbah yang bersifat self-reactive dan peroksida organik juga memiliki
persyaratan khusus dalam pengemasannya. Pembantalan kemasan limbah jenis tersebut harus
dibuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak mengalami penguraian (dekomposisi) saat
berhubungan dengan limbah. Jumlah yang dikemas pun terbatas sebesar maksimum 50 kg per
kemasan sedangkan limbah yang memiliki aktivitas rendah biasanya dapat dikemas hingga 400
kg per kemasan.
Limbah B3 yang diproduksi dari sebuah unit produksi dalam sebuah pabrik harus disimpan
dengan perlakuan khusus sebelum akhirnya diolah di unit pengolahan limbah. Penyimpanan
harus dilakukan dengan sistem blok dan tiap blok terdiri atas 22 kemasan. Limbah-limbah harus
diletakkan dan harus dihindari adanya kontak antara limbah yang tidak kompatibel. Bangunan
penyimpan limbah harus dibuat dengan lantai kedap air, tidak bergelombang, dan melandai ke
arah bak penampung dengan kemiringan maksimal 1%. Bangunan juga harus memiliki ventilasi
yang baik, terlindung dari masuknya air hujan, dibuat tanpa plafon, dan dilengkapi dengan sistem
penangkal petir. Limbah yang bersifat reaktif atau korosif memerlukan bangunan penyimpan
yang memiliki konstruksi dinding yang mudah dilepas untuk memudahkan keadaan darurat dan
dibuat dari bahan konstruksi yang tahan api dan korosi.
Mengenai pengangkutan limbah B3, Pemerintah Indonesia belum memiliki peraturan
pengangkutan limbah B3 hingga tahun 2002. Namun, kita dapat merujuk peraturan
pengangkutan yang diterapkan di Amerika Serikat. Peraturan tersebut terkait dengan hal
pemberian label, analisa karakter limbah, pengemasan khusus, dan sebagainya. Persyaratan yang
harus dipenuhi kemasan di antaranya ialah apabila terjadi kecelakaan dalam kondisi
pengangkutan yang normal, tidak terjadi kebocoran limbah ke lingkungan dalam jumlah yang
berarti. Selain itu, kemasan harus memiliki kualitas yang cukup agar efektivitas kemasan tidak
berkurang selama pengangkutan. Limbah gas yang mudah terbagak harus dilengkapi dengan
head shields pada kemasannya sebagai pelindung dan tambahan pelindung panas untuk
mencegah kenaikan suhu yang cepat. Di Amerika juga diperlakukan rute pengangkutan khusus
selain juga adanya kewajiban kelengkapan Material Safety Data Sheets (MSDS) yang ada di
setiap truk dan di dinas pemadam kebarakan.

Secured Landfill. Faktor hidrogeologi, geologi lingkungan, topografi, dan faktor-faktor lainnya harus
diperhatikan agar secured landfill tidak merusak lingkungan. Pemantauan pasca-operasi harus terus
dilakukan untuk menjamin bahwa badan air tidak terkontaminasi oleh limbah B3.
Pembuangan Limbah B3 (Disposal)
Sebagian dari limbah B3 yang telah diolah atau tidak dapat diolah dengan teknologi yang
tersedia harus berakhir pada pembuangan (disposal). Tempat pembuangan akhir yang banyak
digunakan untuk limbah B3 ialah landfill (lahan urug) dan disposal well (sumur pembuangan).
Di Indonesia, peraturan secara rinci mengenai pembangunan lahan urug telah diatur oleh Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) melalui Kep-04/BAPEDAL/09/1995.
Landfill untuk penimbunan limbah B3 diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu: (1) secured
landfill double liner, (2) secured landfill single liner, dan (3) landfill clay liner dan masing-
masing memiliki ketentuan khusus sesuai dengan limbah B3 yang ditimbun.
Dimulai dari bawah, bagian dasar secured landfill terdiri atas tanah setempat, lapisan dasar,
sistem deteksi kebocoran, lapisan tanah penghalang, sistem pengumpulan dan pemindahan lindi
(leachate), dan lapisan pelindung. Untuk kasus tertentu, di atas dan/atau di bawah sistem
pengumpulan dan pemindahan lindi harus dilapisi geomembran. Sedangkan bagian penutup
terdiri dari tanah penutup, tanah tudung penghalang, tudung geomembran, pelapis tudung
drainase, dan pelapis tanah untuk tumbuhan dan vegetasi penutup. Secured landfill harus dilapisi
sistem pemantauan kualitas air tanah dan air pemukiman di sekitar lokasi agar mengetahui
apakah secured landfill bocor atau tidak. Selain itu, lokasi secured landfill tidak boleh
dimanfaatkan agar tidak beresiko bagi manusia dan habitat di sekitarnya.

Deep Injection Well. Pembuangan limbah B3 melalui metode ini masih mejadi kontroversi dan masih
diperlukan pengkajian yang komprehensif terhadap efek yang mungkin ditimbulkan. Data menunjukkan
bahwa pembuatan sumur injeksi di Amerika Serikat paling banyak dilakukan pada tahun 1965-1974 dan
hampir tidak ada sumur baru yang dibangun setelah tahun 1980.
Sumur injeksi atau sumur dalam (deep well injection) digunakan di Amerika Serikat sebagai
salah satu tempat pembuangan limbah B3 cair (liquid hazardous wastes). Pembuangan limbah ke
sumur dalam merupakan suatu usaha membuang limbah B3 ke dalam formasi geologi yang
berada jauh di bawah permukaan bumi yang memiliki kemampuan mengikat limbah, sama
halnya formasi tersebut memiliki kemampuan menyimpan cadangan minyak dan gas bumi. Hal
yang penting untuk diperhatikan dalam pemilihan tempat ialah strktur dan kestabilan geologi
serta hidrogeologi wilayah setempat.
Limbah B3 diinjeksikan se dalam suatu formasi berpori yang berada jauh di bawah lapisan yang
mengandung air tanah. Di antara lapisan tersebut harus terdapat lapisan impermeable seperti
shale atau tanah liat yang cukup tebal sehingga cairan limbah tidak dapat bermigrasi. Kedalaman
sumur ini sekitar 0,5 hingga 2 mil dari permukaan tanah.
Tidak semua jenis limbah B3 dapat dibuang dalam sumur injeksi karena beberapa jenis limbah
dapat mengakibatkan gangguan dan kerusakan pada sumur dan formasi penerima limbah. Hal
tersebut dapat dihindari dengan tidak memasukkan limbah yang dapat mengalami presipitasi,
memiliki partikel padatan, dapat membentuk emulsi, bersifat asam kuat atau basa kuat, bersifat
aktif secara kimia, dan memiliki densitas dan viskositas yang lebih rendah daripada cairan alami
dalam formasi geologi.
Hingga saat ini di Indonesia belum ada ketentuan mengenai pembuangan limbah B3 ke sumur
dalam (deep injection well). Ketentuan yang ada mengenai hal ini ditetapkan oleh Amerika
Serikat dan dalam ketentuan itu disebutkah bahwa:
1. Dalam kurun waktu 10.000 tahun, limbah B3 tidak boleh bermigrasi secara vertikal keluar dari
zona injeksi atau secara lateral ke titik temu dengan sumber air tanah.
2. Sebelum limbah yang diinjeksikan bermigrasi dalam arah seperti disebutkan di atas, limbah telah
mengalami perubahan higga tidak lagi bersifat berbahaya dan beracun





















Jawaban Soal Ujian (UTS) Nilai & Etika Lingkungan

SOAL -SOAL DAN JAWABAN UJIAN
MATA KULIAH NILAI DAN ETIKA LINGKUNGAN





OLEH :


Nama : Ninda Puspasari
NIM : 12131011016
Jurusan : AKK
Email : ninda_puspasari@yahoo.com
puspasarininda@gmail.com
Dosen : Prof. Suppli Effendi Rahim








PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
PASCA SARJANA STIK BINA HUSADA
PALEMBANG 2013

SOAL I :
Jelaskan apa yang dimaksud dengan ekosistem? rincikan ekosistem apa saja yang ada di
bumi dan di sekitar anda... lengkapi dengan gambar !

Ekosistem adalah satuan kehidupan yang terdiri atas suatu komunitas makhluk hidup (dari
berbagai jenis) dengan berbagai benda mati membentuk suatu sistem (lingkungan). Ekosistem
juga dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik yang kompleks antara organisme dengan
lingkunganya. Lingkungan hidup pada dasarnya adalah suatu sistem kehidupan dimana terdapat
campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem. Manusia adalah bagian dari ekosistem.
Lingkungan dapat pula berbentuk lingkungan fisik dan non fisik.
Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan
lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik,
sebaliknya organisme juga mempengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. lingkungan
fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan".
Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi.

Macam-Macam Ekosistem
A. Ekosistem Darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak
geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu
sebagai berikut :
1. Bioma Gurun
Beberapa bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan
padang rumput.


Ciri-ciri bioma gurun adalah sebagai berikut :
Gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun)
Suhu selang hari tinggi (bisa mendapai 45c) sehingga penguapan juga tinggi
Malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0c)
Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.
Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil.
Tumbuhan yang tumbuh di gurun adalah tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya
kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan
air.
Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.

2. Bioma Padang Rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik



Ciri-cirinya adalah :
Curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur
Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat.
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung
pada kelembapan.
Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru,
serangga, tikus dan ular
3. Bioma Hutan Basah
Bioma hutan basah terdapat di daerah tropika dan subtropik.



Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
curah hujan 200-225 cm per tahun.
Species pepohonan relatif banyak
jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya
Tinggi pohon utama antara 20-40 m
cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi)
Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar
organisme).
Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari.
Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar
suhu sepanjang hari sekitar 25c
Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan
anggrek sebagai epifit
Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.

4. Bioma Hutan Gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang



Ciri-cirinya adalah :
Curah hujan merata sepanjang tahun.
Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur)
Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat
Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa
luwak).

5. Bioma Taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik.



Ciri-cirinya adalah :
suhu di musim dingin rendah.
Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap
sejenisnya.
Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali.
Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke
selatan pada musim gugur.

6. Bioma Tundra
bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat
di puncak-puncak gunung tinggi.



Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari
Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan
kayu yang pendek, dan rumpu (tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin).
Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas,
semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal,
contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.

B. Ekosistem Air Tawar




Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain :
Variasi suhu tidak menyolok
penetrasi cahaya kurang, terpengaruh oleh iklim dan cuaca.
Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji.
Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada
umumnya telah beradaptasi.

Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.
- Adaptasi Tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa
alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri.
Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar
sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan
tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
- Adaptasi Hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan
menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya
ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara
keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.
Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme
dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
1. Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof
(makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup
pada substrat sisa-sisa organisme.
2. Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.
- Plankton; terdiri alas fitoplankton dan zooplankton; biasanya melayang-layang (bergerak pasif)
mengikuti gerak aliran air.
- Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
- Neuston; organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau
bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
- Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda
lain, misalnya keong.
- Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada
endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis.

Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air
tenang adalah danay dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.

1. Danau
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter
persegi hingga ratusan meter persegi.




Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat
ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak
tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan
temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas
dengan daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari
tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut :
a) Daerah Litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang
hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan
daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. Komunitas organisme sangat beragam
termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis,
serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan
angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.
b) Daerah Limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar
matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri.
Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan
musim semi. zooplankton yang sebagian besar termasuk rotifera dan udang-udangan kecil
memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh
ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.
c) Daerah Profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. mikroba dan organisme
lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh
dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
d) Daerah Bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme
mati.


Gambar. Empat daerah utama pada danau air tawar

. Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai
berikut :
a) Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena
fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh
sedikit organisme,dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b) Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan,
karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-
macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.

Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi
organik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia,
misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya
danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan populasi
ganggang ataublooming, sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya
menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.
Pengkayaan danau seperti ini disebut "eutrofikasi". Eutrofikasi membuat air tidak dapat
digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.

2. Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta
mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan
memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.



Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak
mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus.
Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga
dapat mendukung rantai makanan.
Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Di anak sungai
sering dijumpai man air tawar. Di hilir sering dijumpai ikan kucing dan gurame. Beberapa sungai
besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular. Khusus sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya
dan lumba-lumba.
Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner.
Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.
Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari
pusaran air.

C. Ekosistem Air Laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.
1. Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion ci- mencapai
55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah
tropik, suhu laut sekitar 25c. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan
air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerahtermoklin.



Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan
laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan
air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai
makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan
wilayah permukaannya secara horizontal.
1. Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.
a. Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
b. Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya
matahari sampai bagian dasar dalamnya 300 meter.
c. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m
d. Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari
pantai (1.500-10.000 m).
2. Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari
tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut.
a. Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.
b. Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200-1000 m. Hewannya
misalnya ikan hiu.
c. Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang
hidup di daerah ini misalnya gurita.
d. Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m; tidak terdapat tumbuhan
tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini.
e. Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 m. Di bagian
ini biasanya terdapat lele laut dan ikan taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen
di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.
Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama
dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum
air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam
yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.

D. Ekosistem Pantai



Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.
Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di
pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.
Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh
beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung
pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh
ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting,
landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.
Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam
invertebrata dan ikan serta rumput laut.
Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai
berikut.
1. Formasi pes caprae
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah
tumbuhanipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan
ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah spinifex littorius (rumput angin),
vigna, euphorbiaatoto, dan canaualia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi crinum
asiaticum (bakung),pandanus tectorius (pandan), dan scaeuola fruescens (babakoan).
2. Formasi baringtonia
Daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnya wedelia,
thespesia, terminalia, guettarda, dan erythrina.
Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini berupa hutan bakau yang
memiliki akar napas. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang
kurang oksigen. Selain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan
sebagai penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara
lain nypa, acathus, rhizophora, dan cerbera.
Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: heriticra,
lumnitzera, acgicras, dan cylocarpus.
SOAL II :
Apa yang dimaksud dengan nilai lingkungan? lengkapi dengan bagaimana
mengkuantifikasi nilai lingkungan ?



Nilai lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang berharga,
bermutu menunjukkan kualitas dan berguna bagi kehidupan manusia dan mempengaruhi
perkembangan kehidupan, serta memiliki fakor-faktor positif nilai untuk manusia, kelompok
sosial, masyarakat secara keseluruhan misalnya (sanitasi efek, nilai estetika dari hutan,
ketersedian air murni ionizated)
Secara garis besar, dapat diartikan Nilai-nilai lingkungan yaitu sikap maupun kata
seseorang yang dapat mempengaruhi dalam perilaku terhadap lingkungannya. Sikap seseorang
yang peduli terhadap lingkungan dan menghargai alam akan mendapatkan dampak positif dari
lingkungan. Tetapi apabila sikap acuh dan tidak menghargai lingkungan sekitar akan merusak
lingkungan dan sikap dan kata-kata yang membuat atau mempengaruhi orang lain dengan ucapan
maupun tindakannya terhadap lingkungan baik itu positif maupun negatif akan mempunyai
pegaruh terhadap kita.

Cara mengkuantifikasi nilai lingkungan adalah dimulai dari diri sendiri, keluarga, kelompok
masyarakat , didukung kebijakan dan peraturan pemerintah yang dibuat secara tegas untuk
menjaga nilai lingkungan tersebut dan sanksi terhadap individu atau kelompok masyarakat yang
merusak nilai lingkungan tersebut.

SOAL III :
Jelaskan jenis-jenis etika lingkungan yang anda ketahui. Jelaskan bagaimana strategi
penerapan etika lingkungan itu!

Etika lingkungan dapat dibedakan menjadi etika pelestarian dan etika pemeliharaan. Etika
pelestarian adalah etika yang menekankan pada mengusahakan pelestarian alam untuk
kepentingan manusia, sedangkan etika pemeliharaan dimaksudkan untuk mendukung usaha
pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua mahluk. Etika ekologi dapat dibedakan
menjadi etika ekologi mendalam dan etika ekologi dangkal.

1. Etika Ekologi Dangkal
Etika ekologi dangkal adalah pendekatan terhadap lingkungan yang menekankan bahwa
lingkungan sebagai sarana untuk kepentingan manusia, yang bersifat antroposentris. Etika
ekologi dangkal ini biasanya diterapkan pada filsafat rasionalisme dan humanisme serta ilmu
pengetahuan mekanistik yang kemudian diikuti dan dianut oleh banyak ahli lingkungan.
Kebanyakan para ahli lingkungan ini memiliki pandangan bahwa alam bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Strategi penerapan :
- Pada falsafat rasionalisme yaitu doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah
ditentukan melalui pembuktian, logika dan analisis yang berdasarkan fakta atau akal daripada
melalui iman, dogma, atau ajaran agama serta tidak mengklaim bahwa manusia lebih dari pada
hewan atau elemen alamiah lainnya
- Humanisme dipusatkan pada masyarakat manusia dan keberhasilnnya.
- Ilmu pengetahuan mekanistik yaitu informasi yang disadari atau diketahui oleh manusia pada
suatu proses perkembangan yang timbul karena adanya sifat dasar yang memberikan fenomena
fisik
2. Etika Ekologi Dalam
Etika ekologi dalam adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya
memahami lingkungan sebagai keseluruhan kehidupan yang saling menopang, sehingga semua
unsur mempunyai arti dan makna yang sama. Etika Ekologi ini memiliki prinsip yaitu bahwa
semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan karena itu memiliki hak untuk menuntut
penghargaan karena harga diri, hak untuk hidup dan hak untuk berkembang. Premisnya adalah
bahwa lingkungan moral harus melampaui spesies manusia dengan memasukkan komunitas yang
lebih luas. Komunitas yang lebih luas disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan
binatang dan tumbuhan serta alam.

Strategi penerapan:
Penanaman kembali hutan hutan yang gundul
Membuat sengkedan didaerah pegunungan
Menjaga kebersihan lingkungan

SOAL IV :
Jelaskan mengapa menggunakan blogspot ini merupakan bukti komitmen bahwa kita
mendukung perwujudan kebijakan pemerintah dalam e-government di satu sisi dan
mengeksperisikan etika kita terhadap lingkungan. Lengkapi dengan argumen ilmiahnya?

Sesuai dengan uu no.32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan PP no.25 tahun 2000,
dikatakan bahwa konsekuensi pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup titik utamanya ada di
daerah, maka kebijakan nasional dalam bidang lingkungan hidup secara eksplisit propenas
merumuskan program yang disebut sebagai pembangunan sumber daya alam dan lingkungan
hidup, yang mana termasuk didalamnya penggunaan blogspot yang merupakan program
pengembangan dan peningkatan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup
sehingga terjadi keseimbangan pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan
hidup hutan.
Berdasarkan UU tersebut, membuat blogspot adalah contoh nyata/komitmen dalam
mendukung program pemerintah. Keuntungan penggunaan blogspot dalam mendukung
perwujudan kebijakan pemerintah adalah dengan penggunaan blogspot diharapkan
masyarakat dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam yang mana sampah atau limbah
dari penggunaan sumber daya alam tersebut dapat berdampak buruk terhadap lingkungan itu
sendiri baik secara langsung atau tidak langsung. Contohnya penggunaan kertas yang berlebihan
akan menyebabkan timbulnya jejak ekologi bagi alam itu sendiri. Karena dengan menggunakan
blogspot ini merupakan bagian dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dimana upaya
pemerintah untuk memberikan warga negaranya dengan akses yang lebih nyaman ke informasi
dan layanan pemerintah serta untuk memberikan pelayanan publik kepada warga, mitra bisnis
dan mereka yang bekerja di sektor publik, yang bertujuan untuk peningkatan efisiensi,
kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik. Dengan sistem elearning
seperti ini akan menjadi sistem pendidikan yang kreatif,inovatif dan menjadi mereka go global
sekaligus go green karena mengurangi kertas (paperless).

Adapun manfaat dan keuntungan dari e-government:
1. Memperbaiki mutu pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan
bisnis, dan industri).
2. Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam
rangka penerapan konsep Good Governance di pemerintahan (bebas KKN).
3. Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang dikeluarkan
pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari.
4. Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru
melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan;
5. Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab
berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan tren yang
ada; dan
6. Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses
pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.
Dengan adanya e-government masyarakat sebagai pengguna pelayanan publik dapat menikmati
pelayanan oleh pemerintah yang lebih baik, lebih cepat dan mudah, tanpa dibatasi oleh dimensi-
dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian secara tidak langsung kita sudah mendukung
perwujudan kebijakan pemerintah dalam e-government dan etika kita terhadap lingkungan.

SOAL V :
Mengapa jejak ekologis itu merupakan gambaran apakah seseorang itu menyumbang
terhadap kerusakan lingkungan atau tidak?




Karena jejak ekologi menggambarkan ruang hidup (darat dan air) dibumi yang dibutuhkan oleh
seorang manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam setahun dimana kalkulasi jejak
ekologi dilakukan dengan menghitung berapa hektar ruang hidup, seseorang dapat diketahui
berperan terhadap kerusakan lingkungan atau tidak jika jejak ekologis yang ditinggalkan tidak
atau melebihi kapasitas biologis bumi, dimana bumi hanya mampu memproduksi sumber daya
dan menyerap CO
2
sebesar 50% dari yang dibutuhkan dunia saat ini. Dengan menghitung jejak
ekologis kita dapat melihat hubungan sebab akibat dari tindakan atau gaya hidup manusia
terhadap kemampuan bumi dalam menopang kebutuhannya di dunia ini secara kuantitatif.
JAWABAN SOAL UJIAN NILAI DAN ETIKA LINGKUNGAN

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ekosistem? rincikan ekosistem apa saja yang ada di bumi
dan di sekitar anda... lengkapi dengan gambar
Ekosistem adalah suatu unit ekologi yang didalamnya terdapat hubungan antara struktur
dan fungsi.struktur yang dimaksud dalam definisi ekosistem tersebut adalah hubungan
dengan keaneka ragaman spsies.
Ekosistem atau sistem ekologi adlah pertukaran bahan bahan antara bagian bagian yang
hidup dan yang tdk hdup di dalam suatu sistem.
Ekosistem adalah tatanan dari satuan unsur unsur lingkungan hidup dan kehidupan (
secara biotik maupun abiotik) secara utuh dan menyeluruh dan saling mempengaruhi
antara yang satu dengan yang lainnya.( dephut,1997)
Ekosistem yaitu tatana satuan secara compleks di dalamnya terdapat
habitat,tumbuhan,dan binatang yang yg dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara
utuh. (woodbury,1954 dalam setiadi 1983)
Ekosistem yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercangkup
organisme dan lingkungannya.(odum 1993 )
Ekosistem yaitu tatanan satuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan
hidup yang saling mempengaruhi.(uu lingkungan hidup tahun 1997)
Ekosistem yaitu satuan sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara
mahluk hidup dengan lingkungannya (soemarwoto 1983)


TIPE TIPE EKOSISTEM
Secara umum ada tiga tipe ekosistem, yaitu ekosistem air, ekosistem darat dan ekosistem
buatan.

1. Akuatik (air)
Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi
cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak
adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan
terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah
beradaptasi.






Ekosistem Air Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi
dengan ion CI mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya
tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25C.
Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara
lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian
bawah, yang disebut daerah termoklin.





Ekosistem Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari
sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawagaram.
Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa
garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain
berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.





Ekosistem Pantai
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di
gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap
hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini
menjalar dan berdaun tebal.






Ekosistem Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin
dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan
gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi
sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Ekosistem sungai dihuni oleh
hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-
lumba.





Ekosistem Terumbu Karang
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai. Efisiensi ekosistem
ini sangat tinggi. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme
mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme,
dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput,
landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan
karnivora. Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai
memiliki pasir putih.




Ekosistem Laut Dalam
Kedalamannya lebih dari 6.000 m. Biasanya terdapat lele laut dan ikan laut
yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen terdapat bakteri yang
bersimbiosis dengan karang tertentu.



Ekosistem Lamun
Lamun atau seagrass adalah satu-satunya kelompok tumbuh-tumbuhan
berbunga yang hidup di lingkungan laut. Tumbuh-tumbuhan ini hidup di
habitat perairan pantai yang dangkal. Seperti halnya rumput di darat, mereka
mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkai-tangkai yang merayap
yang efektif untuk berbiak. Berbeda dengan tumbuh-tumbuhan laut lainnya
(alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan menghasilkan biji.
Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan
zat-zat hara. Sebagai sumber daya hayati, lamun banyak dimanfaatkan untuk
berbagai keperluan.






2. Terestrial (Darat)
Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah
hujan. Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat
penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu
tempat tertentu. Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir,
kebakaran, atau aktivitas manusia.

Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik. Ciri-cirinya
adalah curah hujan 200-225 cm per tahun. Spesies pepohonan relatif banyak,
jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak
geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon
tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan
basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung terdapat di
sekitar organisme. Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi
suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 C. Dalam hutan
hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan)
dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi
hutan, harimau, dan burung hantu.




Sabana
Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 60
inci per tahun, tetapi temepratur dan kelembaban masih tergantung musim.
Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika; namun di Australia juga
terdapat sabana yang luas. Hewan yang hidup di sabana antara
lain serangga danmamalia seperti zebra, singa, dan hyena.




Padang Rumput
Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari
daerah tropik ke subtropik. Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan
kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas
(peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada
terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung
pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing
liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga,tikus dan ular.




Gurun
Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang
rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25
cm/tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan
semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun
dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus,
atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk
menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia,
semut, ular, kadal, katak, kalajengking, dan beberapa hewan nokturnal lain






Hutan Gugur
Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki emapt
musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon
sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan yang terdapat di hutam
gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakun
(sebangsa luwak)




Taiga
Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah
tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga
merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan
sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya
antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi
ke selatan pada musim gugur






Tundra
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub
utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di
daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum,
liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput alang-
alang. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan
yang dingin



Karst (Batu Gamping/ Gua)
Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di
wilayah Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-
ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untukpertanian, sensitif
terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang
rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori
mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman
aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain







3. Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya
contoh dari ekosistem buatan adalah

Hutan Tanaman Produksi seperti Jati dan Pinus



Agroekosistem berupa swah tadah hujan



Sawah Irigasi



Perkebunan Sawit



Ekosistem Pemukiman seperti Kota dan Desa








Ekosistem Ruang Angkasa dan Bendungan




2. Nilai Lingkungan dan Cara Mengkuantifikasinya

a. Pengertian Nilai
Pengertian nilai sebagaimana dikutip berikut ini, A value, says Webster (1984), is a
principle, standart, or quality regarded as worthwhile or desirable, yakni nilai adalah prinsip,
standart atau kualitas yang dipandang bermanfaat dan sangat diperlukan. Nilai adalah suatu
keyakinan dan kepercayaan yang menjadi dasar bagi seseorang atau sekolompok orang untuk
memilih tindakannya, atau menilai suatu yang bermakna bagi kehidupannya.
Nilai adalah standar tingkah laku, keindahan, keadilan, dan efisiensi yang mengikat manusia
dan sepatutnya dijalankan serta dipertahankan. Nilai adalah bagian dari potensi manusiawi
seseorang, yang berada dalam dunia rohaniah (batiniah, spiritual), tidak berwujud, tidak dapat
dilihat, tidak dapat diraba, dan sebagainya. Namun sangat kuat pengaruhnya serta penting
peranannya dalam setiap perbuatan dan penampilan seseorang.
Nilai adalah suatu pola normatif, yang menentukan tingkah laku yang diinginkan bagi suatu
system yang ada kaitannya dengan lingkungan sekitar tanpa membedakan fungsi sekitar bagian-
bagiannya. Nilai tersebut lebih mengutamakan berfungsinya pemeliharaan pola dari sistem
sosial.
Dari dua definisi tersebut dapat dirumuskan bahwa nilai adalah suatu tipe kepercayaan yang
berada dalam ruang lingkup system kepercayaan, dimana seseorang harus bertindak atau
menghindari suatu tindakan, atau mengenai suatu yang tidak pantas atau yang pantas dikerjakan,
dimiliki dan dipercayai. Jika nilai diterapkan dalam proses belajar mengajar dapat diartikan
sebagai pendidikan yang mana nilai dijadikan sebagai tolak ukur dari keberhasilan yang akan
dicapai dalam hal ini kita sebut dengan pendidikan nilai.
b. Pengertian Lingkungan
Kehidupan Manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam
maupun lingkungansosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan,
minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan. Pengertian lingkungan adalah
segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan
manusia baik langsung maupun tidak langsung.
c. Pengertian Nilai Lingkungan
Nilai lingkungan berkaitan dengan dasar dan justifikasi kebijakan lingkungan. Hal ini
bertujuan untuk membawa bersama-sama kontribusi dari filsafat, hukum, ekonomi dan disiplin
lainnya, yang berhubungan dengan lingkungan sekarang dan masa depan manusia dan spesies
lainnya, dan untuk memperjelas hubungan antara isu-isu kebijakan praktis dan prinsip-prinsip
dasar yang lebih fundamental atau asumsi.
Jadi, nilai lingkungan tersebut lebih mengarahkan kita bagaimana kita memelihara
lingkungan tanpa mengurangi unsur-unsur yang terkandung didalamnya. Hal ini dapat dilakukan
dengan berbagai cara, seperti kita mulai dari diri kita sendiri, setelah itu baru lingkungan yang
terkecil yaitunya lingkungan keluarga. Kita harus bisa berbuat, bertindak dan menjadi contoh
bagi anak-anak kita dalam memelihara lingkungan. Setelah dalam lingkungan keluarga, baru kita
mulai lagi dengan lingkungan yang berada di sekitar kita dalam memelihara nilai-nilai
lingkungan.
Adapun cara mengkuantifikasikan nilai-nilai lingkungan adalah :
a. Mempromosikan etika pelestarian yang kuat, kesadaran serta aksi di kalangan
masyarakat
b. Memfasilitasi upaya multi pihak untuk melindungi keanekaragaman hayati
c. Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakan hukum yang mendukung
upaya
pelestarian lingkungan
d. Mempromosikan pelestarian bagi kesejahteraan masyarakat, melalui pemanfaatan
sumber
daya alam secara berkelanjutan



3. Jelaskan jenis- jenis etika lingkungan yang anda ketahui . jelaskan bagaimana strategi
penerapan lingkungan penerapan etika lingkungan
Etika Lingkungan berasal dari dua kata, yaitu Etika dan Lingkungan. Etika berasal dari
bahasa yunani yaitu Ethos yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Ada tiga teori mengenai
pengertian etika, yaitu: etika Deontologi, etika Teologi, dan etika Keutamaan. Etika Deontologi
adalah suatu tindakan di nilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak
dengan kewajiban. Etika Teologi adalah baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan atau
akibat suatu tindakan. Sedangkan Etika keutamaan adalah mengutamakan pengembangan
karakter moral pada diri setiap orang.
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi
kelangsungan kehidupan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain baik secara langsung
maupun secara tidak langsung.
Jadi, etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan
lingkungannya.etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan
dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
Etika ekologi selanjutnya dibedakan menjadi dua, yaitu 1) etika ekologi dalam dan 2)
etika ekologi dangkal. Selain itu etika lingkungan juga dibedakan lagi sebagai etika pelesetarian
dan etika pemeliharaan. Etika pelestarian adalah etika yang menekankan pada mengusahakan
pelestarian alam untuk kepentingan manusia, sedangkan etika pemeliharaan dimaksudkan untuk
mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua makhluk.

a. Etika Ekologi Dangkal
Etika ekologi dangkal adalah pendekatan terhadap lingkungan yang menekankan bahwa
lingkungan sebagai sarana untuk kepentingan manusia, yang bersifat antroposentris. Etika
ekologi dangkal ini biasanya diterapkan pada filsafat rasionalisme dan humanisme serta ilmu
pengetahuan mekanistik yang kemudian diikuti dan dianut oleh banyak ahli lingkungan.
Kebanyakan para ahli lingkungan ini memiliki pandangan bahwa alam bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia.


Secara umum, Etika ekologi dangkal ini menekankan hal-hal berikut ini :
a. Manusia terpisah dari alam.
b. Mengutamakan hak-hak manusia atas alam tetapi tidak menekankan tanggung jawab manusia
c. Mengutamakan perasaan manusia sebagai pusat keprihatinannya.
d. Kebijakan dan manajemen sunber daya alam untuk kepentingan manusia.
e. Norma utama adalah untung rugi.
f. Mengutamakan rencana jangka pendek.
g. Pemecahan krisis ekologis melalui pengaturan jumlah penduduk khususnya dinegara miskin.
h. Menerima secara positif pertumbuhan ekonomi.
b. Etika Ekologi Dalam
Etika ekologi dalam adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya
memahami lingkungan sebagai keseluruhan kehidupan yang saling menopang, sehingga semua
unsur mempunyai arti dan makna yang sama. Etika Ekologi ini memiliki prinsip yaitu bahwa
semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan karena itu memiliki hak untuk menuntut
penghargaan karena harga diri, hak untuk hidup dan hak untuk berkembang. Premisnya adalah
bahwa lingkungan moral harus melampaui spesies manusia dengan memasukkan komunitas yang
lebih luas. Komunitas yang lebih luas disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan
binatang dan tumbuhan serta alam.
Secara umum etika ekologi dalam ini menekankan hal-hal berikut :
a. Manusia adalah bagian dari alam.
b. Menekankan hak hidup mahluk lain, walaupun dapat dimanfaatkan oleh manusia, tidak boleh
diperlakukan se wenang - wenang
c. Prihatin akan perasaan semua mahluk dan sedih kalau alam diperlakukan sewenang-wenang.
d. Kebijakan manajemen lingkungan bagi semua mahluk.
e. Alam harus dilestarikan dan tidak dikuasai.
f. Pentingnya melindungi keanekaragaman hayati.
g. Menghargai dan memelihara tata alam.
h. Mengutamakan tujuan jangka panjang sesuai ekosistem.
i. Mengkritik sistem ekonomi dan politik dan menyodorkan sistem alternatif yaitu sistem
mengambil sambil memelihara



Beberapa prinsip yang harus diperhatikan sehubungan dengan penerapan etika lingkungan,
sebagai
berikut:
a, Manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehingga
perlu
menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri,
b. Manusia sebagai bagian dari lingkungan, hendaknya selalu berupaya untuk menjaga
terhadap pelestarian , keseimbangan dan keindahan alam,
c. Kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk bahan energi,
d. Lingkungan disediakan bukan untuk manusia saja, melainkan juga untuk makhluk hidup
yang lain

4. Jelaskan mengapa menggunakan blogspot ini merupakan bukti komitmen bahwa kita
mendukung
perwujudan kebijakan pemerintah dalam e-government di sau sisi dan mengeksperisikan
etika kita
terhadap lingkungan. Lengkapi dengan argumen ilmiahnya.
Di dalam Inpres No.3 tahun 2003 dan keputusan Menteri Komunikasi dan Informasi
dijelaskan bahwa perkembangan e-Gov merupakan wujud keinginan pemerintah dalam upaya
mendorong bangsa Indonesia menuju masyarakat yang berbasis pengetahuan ( Knowledge-based
Society). Dengan menggunakan blogspot berarti kita telah menjadi seorang warga negara yang
berbasis pengetahuan sehingga kita dapat :
a. Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat,
kalangan bisnis, dan industri) terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di
berbagai bidang kehidupan bernegara.
b. Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan
dalam rangka penerapan konsep Good Corporate Governance.
c. Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang
dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-
hari.
d. Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan
baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
e. Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat
menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan
global dan trend yang ada.
f. Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses
pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.
Dengan menggunakan blog sebagai lapak pendidikan dan pengajaran merupakan kebutuhan
sehari-hari para dosen, mahasiswa yang dibuat untuk berbagai kegunaan mulai dari meletakkan
catatan kuliah, catatan tugas, foto-foto penting, video-video interaktif serta untuk ujian/quiz
online atau offline.
Disamping itu, dengan menggunakan blogspot kita dapat menghemat pemakaian kertas
dan tinta. Bayangkan dengan pemakaian kertas yang banyak, berarti kita telah ikut
menyumbangkan laju kerusakan hutan yang hingga kini mencapai 3,8 juta hektar pertahun

5.Mengapa jejak ekologis itu merupakan gambaran apakah seseorang itu menyumbang terhadap
kerusakan lingkungan atau tidak?
Karena tujuan dari jejak ekologis salah satunya untuk mengukur dan mengetahui
bagaimana dampak gaya hidup kita. Sehingga kita dapat mengetahui seberapa boros, seberapa
banyak kita menghasilkan limbah dan seberapa berbahaya limbah yang kita hasilkan, hingga
menyangkut penjumlahan total lahan yang diperlukan untuk menyediakan makanan, perumahan,
transportasi, bahan-bahan konsumsi yang lain, serta pelayanan yang kita gunakan. Seseorang
yang jejak ekologisnya tinggi berarti penghasilannya tinggi, jika penghasilannya tinggi maka
banyak kebutuhan yang ia penuhi dengan cara mengkonsumsi sumberdaya alam yang banyak,
dengan menggunakan sumberdaya buatan yang banyak, berarti dia banyak mencemari dan
merusak lingkungan.
Kita juga sangat konsumtif terhadap kebutuhan mandi seperti sabun dan shampoo dengan
berbagai aroma dan kemasannya, hingga kita tidak menyadari bahwa sabun dan shampoo itu
dihasilkan dari minyak sawit (CPO) dari perkebunan besar kelapa sawit yang sangat tidak ramah
lingkungan karena menggunakan pestisida dan insektisida pada masa pemupukan.
Demikian pula dengan jejak ekologis perempuan yang mengkonsumsi lebih banyak
tissue baik untuk menghapus keringat, kebutuhan di toilet, sampai menghapus makeup wajah,
yang berasal dari hutan akasia.

6. Sudahkah anda membuat dan mengelola dengan baik? Nilai anda juga sangat ditentukan
dengan
pengelolaan blogspot anda
Saya belum begitu memahami cara penggunaan blogg tapi saya akan terus berusaha sampai
berhasil Amiiin.