Anda di halaman 1dari 17

Elektrostatika:

Hukum Coulomb &


Medan listrik
TIK:
Mampu menyelesaikan persoalan medan listrik
yang ditimbulkan oleh muatan diskrit dan
muatan yang terduistribusi kontinu
FI1201 K-27
FISIKA FMIPA ITB
Muatan Listrik
Batu amber berasal dari fosil buah damar.
Sebuah batu yang sangat indah, sehingga
dijadikan orang sebagai perhiasan, yang sering
dibersihkan dengan cara digosok dengan kain.
Para ilmuwan Yunani menemukan sifat aneh
dari batu amber ini, ketika digosok dengan kain,
batu amber tersebut akan menarik jerami atau
bulu yang berada di dekatnya.
Dalam bahasa Latin amber disebut electrum.
Image courtesy of Garry Platt
FISIKA FMIPA ITB
Muatan Listrik
Batu amber berasal dari fosil buah damar.
Sebuah batu yang sangat indah, sehingga
dijadikan orang sebagai perhiasan, yang sering
dibersihkan dengan cara digosok dengan kain.
Para ilmuwan Yunani menemukan sifat aneh
dari batu amber ini, ketika digosok dengan kain,
batu amber tersebut akan menarik jerami atau
bulu yang berada di dekatnya.
Dalam bahasa Latin amber disebut electrum.
Image courtesy of Garry Platt
Dari kata inilah kita
mendapat nama
electron/electricity
FISIKA FMIPA ITB
Muatan Listrik (lanjutan)
Ternyata semua bahan menunjukkan
kelakuan dengan tingkat yang berbeda ketika
digosok kain atau bulu binatang.
Tahun 1646 ditemukan juga bahwa sifat
bahan tersebut tidak hanya menarik benda-
benda kecil disekitarnya, tetapi juga menolak
benda-benda disekitarnya terutama untuk
dua benda yang sejenis.
FISIKA FMIPA ITB
Muatan Listrik (lanjutan)
Setelah melakukan sekian banyak percobaan
tentang hal ini, para ilmuwan saat itu mencoba
membuat model untuk menyimpulkan tentang apa
yang terjadi.
Model ini mengandung tiga aturan mengenai apa
yang disebut dengan muatan listrik:
Hanya ada dua jenis muatan listrik, yang pertama disebut
muatan positif dan yang lainnya disebut muatan negatif.
Dua benda yang bermuatan sama akan saling tolak.
Dua benda yang muatannya berbeda akan saling tarik.
FISIKA FMIPA ITB
Muatan Listrik (lanjutan)
Setelah melakukan sekian banyak percobaan
tentang hal ini, para ilmuwan saat itu mencoba
membuat model untuk menyimpulkan tentang apa
yang terjadi.
Model ini mengandung tiga aturan mengenai apa
yang disebut dengan muatan listrik:
Hanya ada dua jenis muatan listrik, yang pertama disebut
muatan positif dan yang lainnya disebut muatan negatif.
Dua benda yang bermuatan sama akan saling tolak.
Dua benda yang muatannya berbeda akan saling tarik.
Nama muatan
positif dan negatif
ini diberikan oleh
Benjamin Franklin
FISIKA FMIPA ITB
FISIKA FMIPA ITB
Benjamin Franklin (abad ke-18) telah
diasumsikan bahwa muatan listrik
adalah suatu fluida yang tidak
bermassa. Penelitian tentang struktur
atom oleh Ernest Rutherford pada awal
abad ke-20 mengungkapkan
bagaimana materi itu tersusun dan
mengenali unsur-unsur penyusun
muatan.
Atom terdiri dari elektron dan inti.
Atom memiliki ukuran 510
-10
m
Inti memiliki ukuran 510
-15
m
Inti sendiri terdiri dari dua jenis partikel:
proton dan neutron. Elektron bermuatan
negatif sedangkan proton bermuatan
positif. Sedangkan neutron
FISIKA FMIPA ITB
Massa dan muatan partikel penyusun atom
Neutron (n) : Massa m = 1.67510
-27
kg ; muatan q = 0
Proton (p) : Massa m = 1.67310
-27
kg ; muatan q = +1.60210
-19
C
Elektron (e) : Massa m = 9.1110
-31
kg ; muatan q = 1.60210
-19
C
Catatan 1: Kita gunakan simbol e dan +e untuk muatan elektron dan
proton. Ini dikenal dengan muatan terkecil
Catatan 2: Atom bersifat netral. Jumlah elektron di dalam atom sama
dengan jumlah proton. Jumlahan ini dikenal dengan nomor atom
(simbol: Z) Sifat kimia dari atom ditentukan oleh nilai Z
Catatan 3: Jumlahan dari proton dan netron di dalam atom dikenal dengan
nomor massa (simbol: A)
Simbol: Z= 92 = jumlah proton/elektron
A = 235 = jumlah proton + neutron
Nomor atom Z = 92 menunjukkan inti adalah atom Uranium
235
92
U
FISIKA FMIPA ITB
Kuantisasi muatan
Tinjau muatan dari partikel penyusun atom (elektron, proton,
neutron), jelaslah bahwa muatan total Q
total
dari atom yang
terdiri dari N
e
buah elektron, N
p
buah proton, dan N
n
buah
neutron, diberikan oleh:
Disini n = (N
p
- N
e
) adalah bilangan bulat.
Sehingga dapat dikatakan muatan total suatu atom terkuantisasi.
( ) ( ) ( ) ( ) ne N N e N N e N e Q
e p n p e total
= = + + = 0
N
e
N
p
N
n
Pada setiap proses muatan sebelum dan sesudah proses
haruslah sama Muatan kekal
FISIKA FMIPA ITB
+
+
+
+
+
Konduktor dan Isolator
Konduktor material yang mengizinkan muatan bergerak
bebas melewatinya.
Isolator material yang tidak mengizinkan muatan bergerak
bebas melewatinya.
Pada konduktor elektron terluar dari penyusun atomnya menjadi
bebas dan bergerak melewati padatan, dikenal sebagai elektron
konduksi.
FISIKA FMIPA ITB
1 2
2
1

4
o
q q
F
r
=
1 2
2

m m
F G
r
=
Hukum Coulomb
Misalkan dua buah muatan q
1
dan q
2
dipisahkan oleh jarak r. Dua muatan itu
akan mengalami gaya yang disebabkan
oleh yang lainnya.
Karakteristik gaya tersebut adalah:
1. Gaya bekerja pada garis yang meng-
hubungkan kedua muatan.
2. Gaya tarik-menarik atau tolak menolak
tergantung pada muatan.
3. Besarnya gaya diberikan oleh hukum
Coulomb.

0
= 8,85x10
-12
C
2
/N.m
2
konstanta permitivitas
FISIKA FMIPA ITB
Satuan dari Muatan
Satuan dari muatan (dalam SI) adalah Coulomb (simbol C).
( )( )
N 10 99 , 8
1
1
10 85 , 8 14 , 3 4
1
4
1
9
2
2
12 2
2
0
=

= =

r
q
F

Pada prinsipnya kita dapat menggunakan hukum Coulomb


untuk dua buah muatan q seperti berikut:
Letakkan dua buah muatan q = 1 C terpisah sejauh r = 1 m,
apabila
0
= 8,85x10
-12
C
2
/N.m
2
, maka akan diperoleh:
FISIKA FMIPA ITB
Hukum Coulomb dan Prinsip Superposisi
Gaya listrik total yang disebabkan oleh sekelompok muatan
sama dengan jumlahan vektor kontribusi dari tiap muatan.
Untuk contoh seperti gambar di samping,
gaya total pada q
1
yang disebabkan oleh
q
2
dan q
3
adalah F
1
= F
12
+ F
13
.
FISIKA FMIPA ITB
Menyelesaikan persoalan Hukum Coulumb dan Vektor
Hitunglah total
gaya elektrostatik
pada muatan Q
3
karena pengaruh
muatan Q
1
dan
Q
2
.
x
y
Q
2
=+50C
Q
3
=+65C
Q
1
=-86C
52 cm
6
0

c
m
3
0

c
m
=30
FISIKA FMIPA ITB
Ini adalah persoalan Hukum Coulomb
Kita hanya ingin tahu gaya pada muatan Q
3
. Jangan pedulikan gaya
yang lain
Gaya bersifat additive, sehingga kita dapat menghitung F
32
dan F
31
dan kemudian menjumlahkan keduanya.
Dalam kasus ini, kita melakukan penjumlahan vektor dengan
menjumlahkan masing-masing komponennya, sehingga kita harus
menguraikan gaya-gayanya dalam komponen-x dan y.
Step 0: Berpikir!
FISIKA FMIPA ITB
Gambar sebuah sketsa yg
representatif done.
Gambar dan beri label
sketsa yg relevan done.
Gambar sumbu-sumbu,
tentukan titik awal dan
arah done.
x
y
Q
2
=+50C
Q
3
=+65C
Q
1
=-86C
52 cm
6
0

c
m
3
0

c
m
=30
Gambar dan beri label gaya (hanya pada Q
3
).
Gambar komponen gaya yg tidak sepanjang sumbu2.
F
31
F
32
Step 1: Menggambar Sketsa persoalan
FISIKA FMIPA ITB
Step 2: Masukkan Rumus
k tarik/tola ,
12
2
12
2 1
r
Q Q
k F =
r
<complaining> Apakah saya harus memasukkan tanda nilai mutlak?
Ya, untuk sekarang.
FISIKA FMIPA ITB
Step 3: Ganti besaran generik dengan yg Spesifik
tolak ,
32
2
32
2 3
r
Q Q
k F =
r
x
y
Q
2
=+50C
Q
3
=+65C
Q
1
=-86C
52 cm
6
0

c
m
3
0

c
m
=30
F
31
F
32
2
32
2 3
, 32
r
Q Q
k
y
F =
0
, 32
=
x
F
(lihat gambar)
Diperoleh F
32,y
= 330 N dan F
32,x
= 0 N.
FISIKA FMIPA ITB
Step 3 (Lanjutan)
tarik ,
31
2
31
1 3
r
Q Q
k F =
r
x
y
Q
2
=+50C
Q
3
=+65C
Q
1
=-86C
52 cm
6
0

c
m
3
0

c
m
=30
F
31
F
32
cos
, 31
2
31
1 3
r
Q Q
k
x
F + =
Diperoleh F
31,x
= +120 N dan F
31,y
= -70 N.
(-)
sin
, 31
2
31
1 3
r
Q Q
k
y
F =
(+)
FISIKA FMIPA ITB
Step 4: Melengkapi penyelesaian matematik
F
3x
= F
31,x
+ F
32,x
= 120 N + 0 N = 120 N
F
3y
= F
31,y
+ F
32,y
= -70 N + 330 N = 260 N
x
y
Q
2
=+50C
Q
3
=+65C
Q
1
=-86C
52 cm
6
0

c
m
3
0

c
m
=30
F
31
F
32
F
3
FISIKA FMIPA ITB
Hukum Coulomb memberikan gaya antara dua muatan titik.
Untuk dapat memahami bagaimana q
1
mengetahui kehadiran
q
2
, maka perlu diperkenalkan dengan suatu konsep baru yaitu
vektor medan listrik seperti berikut ini:
Muatan titik q
1
tidak merasakan gaya akibat kehadiran q
2
secara langsung: Tetapi, q
1
menciptakan medan listrik pada
lingkungan disekitarnya yang dapat merasakan gaya oleh q
2
.
2 1
akibat gaya merasakan listrik medan muatan q q F E E
FISIKA FMIPA ITB
Definisi vektor medan listrik
Misalkan ada sebuah muatan positif. Pada jarak P di
sekeliling muatan kita definisikan vektor medan listrik
sebagai berikut:
Kita letakkan muatan uji positif q
0
pada titik P.
Kita ukur gaya elektrostatik F yang dialami q
0
karena
muatan positif tadi.
Kita definisikan vektor medan listrik di titik P adalah:
0
q
F
E
r
r
=
+
+
r
F
+
r
E
P
FISIKA FMIPA ITB
Gaya yang dialami q
0
akibat adanya muatan q adalah:
2
0
0
4
1
r
q q
F

=
2
0
2
0
0
0 0
4
1
4
1
r
q
r q
q q
q
F
E

= = =
Medan listrik E memiliki besar
bernilai positif dan berarah
radial keluar dari muatan
sumber (muatan +).
Apabila sumber bermuatan
negatif, besarnya E akan sama
tetapi akan memiliki arah
menuju muatan q.
FISIKA FMIPA ITB
Medan listrik yang dihasilkan oleh sekelompok muatan titik
E
total
sama dengan jumlahan vektor dari masing
2
muatan titik
3 2 1
E E E E
total
r r r r
+ + =
FISIKA FMIPA ITB
Medan listrik yang dihasilkan oleh sekelompok muatan titik
E
total
sama dengan jumlahan vektor dari masing
2
muatan titik
3 2 1
E E E E
total
r r r r
+ + =
FISIKA FMIPA ITB
Dipole listrik
Sistem yang memiliki dua muatan yang
berlawanan tanda (q) yang terpisah
sejauh d dikenal dengan nama dipole
listrik.
Dipole listrik diberi besaran vektor yang
disebut dengan momen dipole listrik
(simbol p) yang didefinisikan sebagai
berikut:
qd p =
Besar
Arah : Sepanjang garis yang
menghubungkan kedua muatan,
dari q ke +q
FISIKA FMIPA ITB
Medan listrik yang dihasilkan oleh dipole
Kita ingin menentukan berapa besar medan
listrik yang dihasilkan oleh dipole pada titik P
seperti gambar di samping ini.
Medan listrik oleh muatan positif:
Medan listrik oleh muatan negatif:
Medan listrik total:
Diperoleh:
2
0
) (
4
1
+
+
=
r
q
E

2
0
) (
4
1

=
r
q
E

) ( ) ( +
= E E E
3
0
3
0
2
1
2 z
p
z
qd
E

= =
FISIKA FMIPA ITB
Misalkan distribusi muatan kontinu seperti ditunjukkan
pada gambar. Asumsikan bahwa diketahui rapat
volume dari muatan listrik.
dV
dq
= (satuan C/m
3
)
Langkah untuk menentukan dE di titik P akibat adanya distribusi
muatan listrik sbb:
1. Bagi distribusi muatan menjadi elemen volume dV. Tiap elemen
memiliki muatan dq = dV. Asumsikan titik P berjarak r dari dq.
2. Hitung dE tiap elemen dan E
total
Medan listrik yang dihasilkan oleh distribusi muatan
kontinu

= =
2
0
2
0

4
1
4
1
r
r dV
E
r
dE


r
FISIKA FMIPA ITB
C
A
dq
Contoh:
Menentukan medan listrik E yang dihasilkan di
titik P oleh muatan cincin serbasama dengan
jejari R dan total muatan q. Titik terletak pada
bidang normal cincin dan melewati pusat cincin
C pada jarak z.
Misalkan elemen panjang dari muatan dS dan
muatan dq seperti terlihat pada gambar. Jarak
antara elemen panjang dan titik P adalah:
.
2 2
R z r + =
Medan listrik di titik P yang dihasilkan oleh
elemen muatan dq diberikan oleh:
2
0
4 r
dq
dE

=
FISIKA FMIPA ITB
C
A
dq
Contoh: (lanjutan)
Komponen arah-z dari dE diberikan oleh
Dari segitiga PAC diperoleh cos = z/r
.
cos dE dE
z
=
( )
( )
( )
2
3
2
3
2
3
2 2
0
2 2
0
2 2
0
3
0
4
4
4
4
R z
zq
E
dq
R z
z
dE E
R z
zdq
r
zdq
dE
z
z z
z
+
=
+
= =
+
= =

FISIKA FMIPA ITB


Garis medan listrik
P
Q
P
E
r
Q
E
r
P
P
E
r
garis medan listrik
P Q
E E >
Garis medan listrik
Pada setiap titik P vektor medan listrik E adalah garis
singgung dari garis medan listrik.
Besarnya vektor medan listrik E sebanding dengan rapat
garis medan listrik di daerah tersebut.
FISIKA FMIPA ITB
Garis medan listrik arahnya menjauhi muatan positif dan
menuju muatan negatif.
Garis medan listrik (lanjutan)
FISIKA FMIPA ITB