Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ASPEK BIO, PSIKO, SOSIO, SPIRITUAL

DI KEPERAWATAN INTENSIF

OLEH :
SGD 5
Putu Pande Eka Suput! "##$%#$5$#&'
N! Lu( An!k Uta)! "##$%#$5$#*'
I Made Had!atadana "##$%#$5$%%'
N! Putu Na!+ka Ra(a,un! "##$%#$5$-$'
Kadek De.! /u0!ant!n! "##$%#$5$-#'
N! Wa,an Kun!a.at! "##$%#$5$-%'
Anak A1un1 I+t! D.! Ma,un! "##$%#$5$&$'
I Putu Pande Eka K!+na /21a "##$%#$5$&3'
I Gede Me,antaa Eka S4 "##$%#$5$&5'
Ida A,u Putu Su,a Adn,an! "##$%#$5$&5'
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNI6ERSITAS UDA/ANA
%$#3
1. Apa yang anda ketahui tentang aspek bio, psiko, sosia dan spiritual dalam
persepektif keperawatan intensif? Berikan contohnya!
Pembahasan :
1) Aspek biologis / fisiologis (Perry&Potter.2005)
Kebutuhan fisiologis merupakan hal yang perlu atau penting untuk bertahan hidup.
Manusia memiliki beberapa kebutuhan : oksigen !airan nutrisi temperatur
eliminasi dan seks. Klien yang sangat muda sangat tua sakit dan !a!at atau bahkan
penurunan kesadaran tergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar
fisiologis. Pera"at sering mempunyai peran dalam membantu klien memenuhi
kebutuhan tersebut. Perspektif dalam kepera"atan intensif diantaranya:
Memenuhi kebutuhan oksigen #$2).
%ontohnya pera"at dapat memberikan bantuan napas bila mengalami
gangguan dalam bernapas atau gagal napas melakukan pemasangan
&entilator dan lain'lain.
Kebutuhan %airan.
%ontohnya pada saat pengka(ian kepera"atan menun(ukkan temuan konsisten
ketidakseimbangan !airan tindakan kepera"atan diarahkan pada perbaikan
keseimbangan kearah yang normal dengan memberi !airan melalui infus.
)utrisi.
*ntuk membantu klien dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya seorang
pera"at harus mengerti proses pen!ernaan dan proses metaboli! tubuh.
Pera"at bisa menggunakan beberapa nutrisi tambahan dan teknik untuk
memperbaiki defsit nutrisional. %ontoh: pasien yang tidak sadar atau
gangguan menelan pera"at dapat memasang )+, dan memberikan nutrisi
!air melalui selang tersebut.
,emperatur.
,erpa(an panas yang berkepan(angan meningkatkan akti&itas metabolik tubuh
dan meningkatkan kebutuhan oksigen (aringan. Pema(anan panas yang lama
dan berlebihan (uga mempunyai efek fisiologis yang khusus. -alam hal ini
!ontoh dan tindakan pera"at yang dapat dilakukan antara lain memantau suhu
tubuh klien khususnya bagian tubuh yang berada diba"ah seperti punggu
yang dapat menimbulkan dekubitus.
.liminasi.
.liminasi materi sampah merupakan salah satu proses metabolik tubuh.
Produk sampah dikelurkan melalui paru'paru kulit gin(al dan pen!ernaan.
%ontoh: tugas pera"at disini lebih ditekankan dalam membantu pasien yang
tidak sadar untuk mengeluarkan materi sampah tersebut. /alah satu !ara yang
dapat dilakukan berupa pemberian huknah baik huknah tinggi atau rendah.
/eks.
/eks dianggap oleh maslo" sebagai kebutuhan dasar fisiologis yang se!ara
umum mengambil prioritas diatas tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.
/eksualitas melibatkan lebih dari seks fisik. 0al tersebut bisa melibatkan
kebutuhan emosi so!ial dan spiritual. %ontohnya dalam hal ini pera"at dapat
sebagai konselor untuk pasien namun untuk pasien yang tidak sadar !ukup
dengan ditemani orang yang berharga bagi pasien.
! Aspek "sikologis
1asa 2man
Memenuhi kebutuhan keselamatan dan keamanan kadang mengambil prioritas
lebih dahulu diatas kebutuhan fisiologis. %ontoh dalam kepera"atan intensif:
seorang pera"at perlu melindungi pasien yang tidak sadar dari kemungkinan
(atuh dari tempat tidur seperti memasang siderail untuk menghindarinya.
Kebutuhan !inta dan rasa memiliki
Manusia se!ara umum membutuhkan perasaan bah"a mereka di!intai oleh
teman sebaya dan oleh masyarakat. %ontohnya: memberi sentuhan baik dari
pera"at maupun keluarga pasien. /entuhan tersebut diartikan bah"a pasien
masih diperhatikan "alaupun dalam keadaan sadar maupun tidak sadar.
0arga -iri
Kebutuhan harga diri berhubungan dengan keinginan terhadap kekuatan
pen!apaian rasa !ukup kompetensi rasa per!aya diri dan kemerdekaan. 3ika
konsep diri pasien mengalami perubahan karena penyakit atau !edera
pemberian pera"atan melibatkan peningkatan konsep diri dan gambaran diri.
,indakan pera"at spesifik bergantung pada system dukungan. %ontohnya
memberi dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien ataupun untuk
meningkatkan proses kesembuhannya.
2ktualisasi -iri
2ktualisasi diri merupakan tingkat kebutuhan paling tinggi dalam hirarki
kebutuhan menurut Maslo". 2ktualisasi diri mungkin ter(adi pada saat ada
keseimbangan antara kebutuhan klien tekanan dan kemampuan untuk
beradaptasi terhadap perubahan tubuh dan lingkungan. Kebutuhan pri&asi
pasien harus dihargai dan dipenuhi. /uatu penyakit mungkin sangat
menurunkan pri&asinya. %ontoh untuk tindakan pera"at dapat membantu
memenuhi kebutuhan ini dengan meren!anakan pera"atan sehingga pri&asi
tidak terganggu.
%ontohnya: memberikan reward/ penghargaan terhadap perbaikan kondisinya
"alaupun kelihatannya pasien tidak dalam keadaan sadar.
#! Aspek $osial
4ingkungan sosial
4ingkungan sosial merupakan tempat dimana setiap orang dapat berinteraksi
dengan orang lain. /aling bertukar pikiran !urahan hati maupun yang lainnya
sehingga orang tersebut merasa dekat dengan kegiatan sosialnya. %ontoh
aspek so!ial disini pera"at bisa memberikan keluarga berkun(ung atau melihat
pasien tersebut untuk dapat saling berinteraksi bahkan memberikan support.
-engan demikian maka pasien akan merasa dekat dengan lingkungan seperti
orang tua teman dekat dan kerabat pasien.
%! Aspek $piritual
Keyakinan 2gama & supranatural.
Kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan
memenuhi ke"a(iban agama serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf
#pengampunan) men!intai men(alin hubungan penuh rasa per!aya pada
,uhan. Kebutuhan spiritual (uga dapat memenuhi kebutuhan untuk men!arai
anti dan tu(uan hidup kebutuhan untuk men!intai dan di!intai rasa
keterikatan dan kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan maaf.
%ontoh melakukan asuhan kepera"atan untuk memenuhi kebutuhan rohani
atau memfasilitasi kebutuhannya untuk melakukan persembahyangan5
memandu dan atau berdoa bersama pasien bila memungkinkan untuknya.
. &al apa sa'a yang membedakan persepektif keperawatan intensif dengan
keperawatan bidang lainnya seperti medical bedah, kegawat daruratan, dll?
Pembahasan :
1) Perspektif Kepera"atan 6ntensif
Pera"atan intensif menurut 2dam & $sbome #1778) merupakan pelayanan
kepera"atan yang bertu(uan untuk memberikan asuhan bagi pasien dengan penyakit
berat yang potensial re&ersible memberikan asuhan bagi pasien yang &erlu
obeser&asi ketat dengan atau tanpa pengobatan yang tidak dapat diberikan di ruang
pera"atan umum memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien dengan potensial
atau adanya kerusakan organ umumnya paru mengurangi kesakitan dan kematian
yang dapat dihindari pada pasien'pasien dengan penyakit kritis #-epkes 16 2009)
0al tersebut menun(ukkan bah"a pelayanan kepera"atan intensif berbeda dengan
pelayanan kepera"atan di ruang ra"at biasa karena tingkat ketergantungan pasien
terhadap pera"at di ruang intensif sangat tinggi. *ntuk itu pera"at intensif dituntut
memiliki pengetahuan keterampilan daya analisa dan tanggung (a"ab yang tinggi
mampu beker(a mandiri membuat keputusan yang !epat dan tepat serta
berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya.
1uang lingkup pelayanan pera"atan intensif berdasarkan /tandar Pelayanan
Kepera"atan di 6%* oleh -epkes 16 tahun 2009 meliputi:
-iagnosis dan penatalaksanaan spesifik penyakit'penyakit akut yang
mengan!am nya"a dan dapat menimbulkan kematian dalam beberapa menit
sampai beberapa hari
Memberi bantuan dan mengambil alih fungsi &ital tubuh sekaligus melakukan
pelaksanaan spesifik pemenuhan kebuthan dasar.
Pemantauan fungsi &ital tubuh dan penatalaksanaan terhadap komplikasi yang
ditimbukan oleh: a) penyakit: b) kondisi pasien men(adi buruk karena
pengobatan5terapi #iatrogeni!)
Memberikan bantuan psikologis pada pasien yang bergantung pada fungsi
alat5mesin dan orang lain.
/taf pera"at intensif adalah staf pera"at professional yang diberikan ke"enangan
sebagai seorang pera"at yang mampu memberikan asuhan kepera"atan yang
kompeten pada pasien dalam kondisi kritis melalui integrasi kemampuan ilmiah
dan ketrampilan khusus serta diikuti oleh nilai'nilai kemanusiaan.
Pera"at intensif dalam memberikan pelayanannya menga!u pada standar
kepera"atan kritikal komitmen pada kode etik kepera"atan dapat berfungsi
sebagai per"akilan pasien se!ara tepat serta menun(ukkan akuntabilitas terhadap
tindakannya. Pera"at kritikal menggunakan inter&ensi independen dependen dan
interdependent dalam mengelola pasien.
2) Perspektif Kepera"atan Medikal ;edah
Kepera"atan Medikal ;edah merupakan bentuk asuhan kepera"atan pada klien
de"asa yang mengalami gangguan fisiologis baik yang sudah nyata atau terprediksi
mengalami gangguan baik adanya penyakit trauma atau ke!a!atan. 2suhan
kepera"atan meliputi perlakuan terhadap indi&idu untuk memperoleh kenyamanan
membantu indi&idu dalam meningkatkan dan mempertahankan kondisi sehatnya
melakukan pre&ensi deteksi dan mengatasi kondisi berkaitan dengan penyakit
mengupayakan pemulihan sampai klien dapat men!apai kapasitas produktif
tertingginya serta membantu klien dalam menghadapi kematian se!ara bermartabat.
Praktek kepera"atan medikal bedah menggunakan langkah'langkah ilmiah
pengka(ian diagnosis peren!anaan implementasi dan e&aluasi: dengan
memperhitungkan keterkaitan komponen'komponen biologis psikologis dan sosial
klien dalam merespon gangguan fisiologis sebagai akibat penyakit trauma atau
ke!a!atan.#0idayat 2011)
Klien yang ditangani dalam praktek kepera"atan medikal bedah adalah orang
de"asa dengan pendekatan one to one basis. ;asis inter&ensi kepera"atan medikal
bedah adalah ketidakmampuan klien untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri
#0idayat 2011). Ketidakmampuan ini dapat ter(adi karena ketidakseimbangan antara
tuntutan kebutuhan #self-care demand ) dan kapasitas klien untuk memenuhinya #self-
care ability) sebagai akibat perubahan fisiologis pada satu atau berbagai sistem tubuh.
Kondisi ini unik pada setiap indi&idu karena kebutuhan akan self'!are #self-care
requirement) dapat berbeda' beda sehingga dibutuhkan integrasi keterampilan'
keterampilan berpikir logis'kritis teknis dan telaah legal etis untuk menentukan
bentuk inter&ensi kepera"atan mana yang sesuai apakah bantuan total parsial atau
suportif'edukatif yang dibutuhkan klien.
<) Perspektif Kepera"atan Kega"atdarudatan
Pelayanan kega"atdaruratan merupakan bentuk pelayanan yang bertu(uan untuk
menyelamatkan kehidupan penderita men!egah kerusakan sebelum
tindakan5pera"atan selan(utnya dan menyembuhkan penderita pada kondisi yang
berguna bagi kehidupan.
2suhan kepera"atan ga"at darurat adalah rangkaian kegiatan praktek kepera"atan
ga"at darurat yang diberikan kepada klien oleh pera"at yang berkompeten di ruang
ga"at darurat. 2suhan kepera"atan yang diberikan meliputi biologis psikologis dan
sosial klien baik aktual yang timbul se!ara bertahap maupun mendadak maupun
resiko tinggi. #1amadhani 201<)
2da beberapa faktor yang mempengaruhi asuhan kepera"atan ga"at darurat yaitu :
kondisi kega"atan seringkali tidak terprediksi baik kondisi klien maupun (umlah
klien yang datang ke ruang ga"at darurat keterbatasan sumber daya dan "aktu
adanya saling ketergantungan yang sangat tinggi diantara profesi kesehatan yang
beker(a di ruang ga"at darurat kepera"atan diberikan untuk semua usia dan sering
dengan data dasar yang sangat mendasar tindakan yang diberikan harus !epat dan
dengan ketepatan yang tinggi #Maryuani 2007).
Pengka(ian pada kasus ga"at darurat dibedakan men(adi dua yaitu : pengka(ian
primer dan pengka(ian sekunder. Pengka(ian primer untuk mengidentifikasi masalah'
masalah yang mengan!am hidup pasien. ,ahapan pengka(ian primer meliputi : 2:
2ir"ay menge!ek (alan nafas dengan tu(uan men(aga (alan nafas disertai kontrol
ser&ikal: ;: ;reathing menge!ek pernafasan dengan tu(uan mengelola pernafasan
agar oksigenasi adekuat: %: %ir!ulation menge!ek sistem sirkulasi disertai kontrol
perdarahan: -: -isability menge!ek status neurologis: .: .=posure en&iromental
!ontrol buka ba(u penderita tapi !egah hipotermia #0older 2002).
#. Apa sa'akah peran dan fungsi perawat dalam ruang perawatan intensif?
"eran dan fungsi perawat dalam ruang perawatan intensif (
1) Peran pera"at
a. %are gi&er5pemberi asuhan #2smadi200>)
/ebagai pemberi asuhan kepera"atan pera"at dapat memberikan pelayanan
kepera"atan se!ara langsung dan tidak langsung kepada klien menggunakan
pendekatan proses kepera"atan yang meliputi : melakukan pengka(ian dalam upaya
mengumpulkan data dan informasi yang benar menegakan diagnosis kepera"atan
berdasarkan hasil analisis data meren!anakan inter&ensi kepera"atan sebagai upaya
mengatasi masalah yang mun!ul dan membuat langkah5!ara peme!ahan masalah
melaksanakan tindakan kepera"atan sesuai dengan ren!ana yang ada dan melakukan
e&aluasi berdasarkan respons klien terhadap tindakan kepera"atan yang telah
dilakukan. Pelayanan yang diberikan oleh pera"at dengan memperhatikan indi&idu
sebagai makhluk yang holisti! dan unik.
Pelayanan yang dapat diberikan pera"at diruang intensif antara lain : pemberian
makanan le"at )+, pasang kateter urine transfusi darah pengobatan nyeri karena
berbagai sebab memonitor kondisi pasien su!tion dll.
b. Pembuat Keputusan Klinis #Keeling dan 1amos1775)
Membuat keputusan klinis adalah inti pada praktik kepera"atan. *ntuk memberikan
pera"atan yang efektif pera"at menggunakan keahliannya berfikir kritis melalui
proses kepera"atan. /ebelum mengambil tindakan kepera"atan baik dalam
pengka(ian kondisi klien pemberian pera"atan dan menge&aluasi hasil pera"at
menyusun ren!ana tindakan dengan menetapkan pendekatan terbaik bagi klien.
Pera"at membuat keputusan sendiri atau berkolaborasi dengan klien dan keluarga.
-alam setiap situasi seperti ini pera"at beker(a sama dan berkonsultasi dengan
pemberi pera"atan kesehatan professional lainnya.
!. %lient ad&o!ate # 2smadi200>)
/ebagai ad&okat klien pera"at berfungsi sebagai penghubung antara klien dengan
tim kesehatan lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan klien membela kepentingan
klien dan membantu memahami semua informasi dan upaya kesehatan yang diberikan
oleh tim kesehatan dengan pendekatan tradisional maupun profesional. Peran
ad&okasi sekaligus megharuskan pera"at bertindak sebagai narasumber dan fasilitator
dalam tahap pengambilan keputusan terhadap upaya kesehatan yang harus di(alani
oleh klien.
d. .du!ator #2smadi200>)
/ebagai pendidik klien pera"at membantu klien meningkatkan kesehatannya melalui
pemberian pengetahuan yang terkait dengan kepera"atan dan tindakan medi! yang
diterima sehingga klien dapat menerima tanggung (a"ab terhadap hal'hal yang
diketahui. /elain itu pera"at (uga bisa memberikan edukasi kepada keluarga pasien
mengenai penyakit yang diderita pasien.
e. %ollaborator #Kusnanto200?)
Pera"at beker(a sama dengan tim kesehatan lain dan keluarga dalam menentukan
ren!ana maupun pelaksanaan asuhan kepera"atan guna memnuhi kebutuhan
kesehatan klien.
f. Coordinator (Kusnanto200?)
Pera"at memanfaatkan semua sumber'sumber dan potensi yang ada baik materi
maupun kemampuan klien se!ara terkoordinasi sehingga tidak ada inter&ensi yang
terle"atkan maupun tumpang tindih. -alam men(alankan peran sebagai !oordinator
pera"at dapa melakukan hal'hal berikut :
' Mengoordinasi seluruh pelayanan kepera"atan
' Mengatur tenaga kepera"atan yang akan bertugas
' Mengembangkan system pelayanan kepera"atan
' Memberikan informasi tentang hal'hal yang terkait dengan pelayanan
kepera"atan pada sarana kesehatan.
g. Konsultan #Kusnanto200?)
Peran disini adalah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan
kepera"atan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien
tehadap informasi tentang tu(uan pelayanan kepera"atan yang diberikan.
2) @ungsi pera"at #Kusnanto200?) :
a. Pelaksanaan fungsi kepera"atan mandiri #6ndependen)
,indakan kepera"atan mandiri #independen) adalah akti&itas kepera"atan yang
dilaksanakan atas inisiatif pera"at itu sendiri dengan dasar pengetahuan dan
keterampilannya. Pera"at menentukan bah"a klien membutuhkan inter&ensi
kepera"atan yang pasti. %ontoh dari kepera"atan mandiri pera"at di ruang intensif
adalah melakukan oral hygiene membersihkan tubuh pasien men!egah de!ubitus
pada pasien dll
b. Pelaksanaan fungsi kepera"atan ketergantungan # dependen)
,indakan kepera"atan ketergantungan #dependen) adalah akti&itas kepera"atan yang
dilaksanakan atas instruksi dokter atau diba"ah penga"asan dokter dalam
melaksanakn tindakan rutin yang spesifik. %ontoh dari tindakan fungsi
ketergantungan dalam praktik kepera"atan yaitu in(eksi antibioti! pemberian
transfuse darah pemasangan infus dll.
!. ,indakan kepera"atan kolaboratif #interdependen)
2dalah akti&itas yang dilaksanakan atas ker(a sama dengan pihak lain atau tim
kesehatan lain. ,indakan kolaboratif terkadang menimbulkan adanya tumpang tindih
pertanggung (a"aban diantara personal kesehatan dan hubungan langsung kolega
antar'profesi kesehatan.
%. )erkait dengan aspek bio, psiko, sosio dan kultural, keahlian apa sa'a yang wa'ib
dimiliki oleh seorang perawat intensif?
Pera"at di ruang 6%* dituntut untuk memiliki keahlian dan intelektual yang lebih. 6%*
merupakan salah satu pelayanan sentral di rumah sakit dimana bagian pelayanan 6%*
membutuhkan sumber daya pera"at yang terlatih. Pera"at 6%* minimal memiliki
sertifikat Basic Training Life Support #;,%4/) #0anafi 2008). -i 6ndonesia ketenagaan
pera"at di ruang 6%* di atur dalam Keputusan Menteri Kesehatan 1epublik 6ndonesia
)omor 188>5M.)K./5/K5A6652010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan 6%*
di 1umah /akit yaitu untuk 6%* le&el 6 maka pera"atnya adalah diperlukan minimal
25B pera"at terlatih yang bersertifikat bantuan hidup dasar dan bantuan lan(ut untuk
6%* le&el 66 diperlukan minimal 50B dari (umlah seluruh pera"at di 6%* merupakan
pera"at terlatih dan bersertifikat 6%* dan untuk 6%* le&el 666 diperlukan minimal 85B
dari (umlah seluruh pera"at di 6%* merupakan pera"at terlatih dan bersertifikat 6%*.
1. Keahlian "a(ib yang dimiliki pera"at intensif dalam aspek biologis meliputi suatu
penanganan bantuan hidup dasar atau dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia
#K-M). ;eberapa keahlian yang harus dimiliki oleh seorang pera"at 6%* yaitu:
,abel 1. Keahlian dalam 2spek ;iologis
"enanganan 'alan nafas
Melakukan terapi oksigen
Melakukan bro!hial "ashing
Melakukan su!tion
Melakukan intubasi
Melakukan e=tubas5"eaning
"enanganan gangguan sistem
kardio*askuler
.mergen!y trolly
Melakukan rekaman .K+
Memasang monitoring .K+
saturasi oksigen tekanan darah
13P
Mengka(i pasien dekompensasi
!ordis
Mera"at pasien dengan
menggunakan %CP
Memberikan antikoagulan
"enanganan gangguan endokrin
Melakukan pemberian insulin
+enggunakan *entilator
Mempersiapkan &entilator
Mempersiapkan set &entilator
Mera"at pasien &entilator
Mengukur tidal &olume
Memberikan obat inhalasi
Mengambil sampel darah untuk 2+-
"enanganan gangguan sistem perkemihan
Menghitung balan!e !airan
Mengobser&asi pasien post
transplantasi
"enanganan gangguan sistem pencernaan
Memasang )+,
Melakukan nutrisi parenteral
"enanganan gangguan sistem neurologi
Menilai tingkat kesadaran5+%/
Melakukan mobilisasi
Sumber : PPS! "S P#$ C$%$&$' ()*+
Menurut /u"andi #200>) dalam melakukan pelayanan kepera"atan seorang pera"at
penting untuk memiliki ke!erdasan emosional yang tinggi. Ke!erdasan emosional
sangat dibutuhkan dalam berinteraksi dengan pasien keluarga teman sesama
pera"at dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Komponen yang termasuk dalam
ke!erdasan emosional yaitu sikap empati mampu mengenali emosi diri dan emosi
orang lain. /elain memenuhi kebutuhan dasar atau biologi pasien seorang pera"at
harus dapat (uga memenuhi kebutuhan pasien dalam aspek psiko sosio dan !ultural
untuk me"u(udkan suatu pelayanan kepera"atan yang holisti!. /eorang pera"at 6%*
yang mera"at pasien dengan kondisi kritis (uga membutuhkan kemampuan untuk
memberikan dukungan emosional sosial dan spiritual selain dukungan fisik karena
pasien di ruang 6%* kemungkinan lebih merasakan ketakutan kesepian bingung dan
!emas. /atu sikap dan perilaku yang mampu menebus semua tindakan adalah dengan
sentuhan dan caring #Dindarini 201?),
Caring dapat melibatkan tindakan atau komunikasi &erbal dapat (uga tidak.
Komunikasi terapeutik merupakan gabungan antara per!akapan dan caring
berdasarkan tu(uan tertentu #Peplau dalam KoEier 2010). /ikap caring diberikan
melalui ke(u(uran keper!ayaan dan niat baik. ;ersikap caring untuk pasien dan
beker(a sama dengan pasien dari berbagai lingkungan merupakan esensi kepera"atan.
-alam memberikan asuhan pera"at dituntut menggunakan keahlian yaitu kata yang
lemah lembut sentuhan harapan comforting dengan pasien dan dengan
menggunakan spirit caring #Morrison 2007).
/ikap caring harus ter!ermin dalam 10 faktor karatif yang berasal dari nilai'nilai
humanisti! meliputi:
a. Pembentukan sistem nilai humanisti! dan altruisti!.
Pera"at menumbuhkan rasa puas karena mampu memberikan sesuatu kepada
pasien. Pera"at (uga memperlihatkan kemampuan diri dengan penkes kepada
pasien. Pera"at yang menggunakan penduekatan humanisti! dalam prakteknya
memperhitungkan semua yang diketahuinya tentang pasien meliputi pikiran
perasaan nilai'nilai pengalaman kesukaan perilaku dan bahasa tubuh.
b. Memberikan keper!ayaan'harapan dengan !ara memfasilitasi dan meningkatkan
asuhan kepera"atan yang holisti!.
!. Menumbuhkan kesensitifan terhadap diri dan orang lain
d. Mengembangkan hubungan saling per!aya
e. Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negati&e pasien.
-alam hal ini pera"at memberikan "aktunya dengan mendengarkan semua
keluhan dan perasaan pasien.
f. Penggunaan sistematis metode penyelesaian masalah untuk pengambilan
keputusan
g. Peningkatan pembela(aran dan oenga(aran interpersonal
h. Men!iptakan lingkungan fisik mental sosiokultural dan spiritual yang
mendukung. Pera"at perlu menggali pengaruh lingkungan internal dan eksternal
pasien terhadap kesehatan dan kondisi penyakit pasien.
i. ;imbingan dalam memuaskan kebutuhan manusia"i
(. Mengi(inkan ter(adinya tekanan yang bersifat fenomenologis agar pertumbuhan
diri dan kematangan (i"a pasien dapat ter!apai. Kadang'kadang seorang pasien
perlu dihadapkan pada pengalaman5pemikiran yang bersifat profokatif denga
tu(uan agar dapat meningkatkan pemahaman lebih mendalam tentang diri sendiri.
/ikap caring ini dapat diinterpretasikan kedalam aspek bio psiko sosio dan !ultural
yaitu:
2. Keahlian "a(ib yang dimiliki pera"at intensif dalam aspek psikologi:
/ebagai pera"at intensif diharapkan mempunyai (i"a yang dapat memberikan
dukungan rasa yang aman dan sentuhan kasih sayang kepada pasien yang kritis
ataupun koma agar pasien diruang intensif dapat merasakan kenyamanan selama
pera"atan.
<) Keahlian "a(ib yang dimiliki pera"at intensif dalam aspek sosial:
/ebagai pera"at intensif diharapkan mempunyai (i"a yang selalu menga(ak pasien
dan keluarga pasien untuk berinteraksi tentang hal'hal mengenai status kesehatan
pasien atau hal yang lainnya melalui komunikasi terapeutik.
?) Keahlian "a(ib yang dimiliki pera"at intensif dalam aspek kultural:
/ebagai pera"at intensif ditekankan setiap ingin melakukan tindakan atau
menginstruksikan tindakan kepada pasien maupun keluarga diharapkan untuk
menayakan terlebih dahulu sesuai budaya pasien.
Melihat keahlian dan kemampuan yang di(abarkan diatas pera"at 6%* akan
memiliki karakteristik seperti #Dindarini201?):
a. Mengelola pasien menga!u pada standar kepera"atan intensif dengan konsisten
b. Menghormati sesama se(a"at dan tim lainnya
!. Mengintegrasikan kemampuan ilmiah dan keterampilan khusus serta diikuti oleh
nilai etik dan legal dalam memberikan asuhan kepera"atan
d. ;erespon se!ara terus menerus dengan perubahan lingkungan
e. Menerapkan keterampilan komunikasi se!ara efektif
f. Mendemostrasikan kemampuan keterampilan klinis yang tinggi
g. Menginterpretasikan analisa situasi yang komplek
h. Mengembangkan pendidikan kesehatan bagi pasien dan keluarga
,. -alam pemberi asuhan keperawatan, 'ika dikaitkan dengan aspek holistic pasien
intensif, diagnose apa sa'a yang bisa muncul dan apa sa'a ./0 serta .10 saat
merawat pasien diruang intensif? $ebutkan sebanyak2banyaknya!
Pembahasan: terlampir.
K./6MP*42)
Pera"atan intensif merupakan pelayanan kepera"atan yang bertu(uan untuk memberikan asuhan
bagi pasien dengan penyakit berat yang potensial re&ersible memberikan asuhan bagi pasien
yang &erlu obeser&asi ketat dengan atau tanpa pengobatan yang tidak dapat diberikan di ruang
pera"atan umum memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien dengan potensial atau adanya
kerusakan organ umumnya paru mengurangi kesakitan dan kematian yang dapat dihindari pada
pasien'pasien dengan penyakit kritis. -alam perspektif kepera"atan intensif terdapat aspek bio
psiko sosio dan spiritual. -ari aspek bio menyangkut terhadap kebutuhan dasar manusia seperti
oksigen nutrisi !airan eliminasi temperature dan seks. -ipandang dari aspek psiko terdapat
pemenuhan akan kebutuhan rasa aman rasa !inta dan saling memiliki harga diri an aktualisasi
diri pasien. 2spek sosio berkaitan dengan interaksi pasien dengan lingkungan sosialnya dan
aspek sipriual berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan keyakinan pasien. -alam kepera"atan
intensif pera"at berperan sebagai !are gi&er ad&o!ate pembuat keputusan klinis edu!ator
!ollaborator !oordinator fasilitator dan konsultan. /ebagai pera"at intensif harus memiliki
beberapa keahlian yang "a(ib dimiliki diantaranya kemampuan pemenuhan bantuan hidup dasar
mempunyai (i"a yang dapat memberikan dukungan rasa yang aman dan sentuhan kasih sayang
kepada pasien diharapkan mempunyai (i"a yang selalu menga(ak pasien dan keluarga pasien
untuk berinteraksi melalui komunikasi terapeutik dan bertindak sesuatu yang tidak merugikan
dengan kebudayaan dan keper!ayaan pasien.
-2@,21 P*/,2K2
2smadi.#200>).%onsep asar %eperawatan,3akarta: .+% dalam
http:55books.google.!o.id5booksF
idG$<y5b)n")-0%&printse!Gfront!o&er&hlGidH&Gonepage&I&fGfalse diakses tgl 12
/eptember 201?
-epartemen Kesehatan 16. #2009). Standar Pelayanan %eperawatan di $C-.
0anafi 2. #2008). Peran ruangan perawatan $C- dalam memberi.an pelyanan .ese/atan di
ruma/ sa.it. Pidato pengukuhan guru besar tetap. */* Medan. -iakses melalui ::
http:55mentalnursingunpad.multiply!om53ournal5item5115./JK;agiKPera"t. diakses
tanggal 12 september 201?
0idayat /. #2011). Perspe.tif %eperawatan !edi.al Beda/. @6K *ni&. Dirara(a /umenep
0older 21. #2002 ). 0mergency "oom Liability. 32M2.
KoEier dkk.#2010).1undamental of &ursing : concepts' process' and practice. 3akarta : .+%
Kusnanto /.kep.M.Kes.200?.Pengantar Profesi dan Pra.ti. %eperawat
Profesional,2a.arta:0#C dalam /ttp://boo.s,google,co,id/boo.s3
id4-5uyL6!&qy7C8printsec4frontco9er8/l4id:94onepage8q8f4false diakses
tanggal 12 september 201?
Maryuani 2nik & Lulianingsih. #2007). ;su/an %egawatdaruratan. 3akarta : ,rans 6nfo Media
Medis.
Morrison P.#2007).Caring 8 Communicating : <ubungan $nterpersonal dalam %eperawatan,
.disi 2. 3akarta :.+%
Perry & Potter. 2005. Bu.u ;=ar %eperawatan : %onsep' Proses' dan Pra.ti., .d ?. 3akarta. .+%
PP/-M 1/ P+6 %6K6)6. #201<). Pelati/an Perawat $ntensif Care -nit ($C->. -iakses melalui:
http:55ppsdmrs!ikini.!om5F@or!e@lashGtrueH5item5Pelatihan'Pelatihan'Pera"at'6ntensif'
%are'*nit'6%*'-e"asa.html tanggal 12 /eptember 201?.diakses tanggal 12 /eptember
201?
1amadhani 1.-2 dkk. #201<). Peng.a=ian #awat arurat Pada Pasien ewasa. @akultas
Kedokteran *ni&ersitas ;ra"i(aya
/u"ardi. #200>). 0ubungan 2ntara Ke!erdasan .mosional dengan Kemampuan Komunikasi
,erapeutik Pera"at di 1umah /akit *mum Pandan 2rang ;oyolali,S.ripsi. /urakarata:
*ni&ersitas Muhammadiyah /urakarta.diakses melalui http:55""".google.!o.id5urlF
saGt&r!tG(&IG&esr!Gs&sour!eG"eb&!dG2&!adGr(a&ua!tG>&&edG0%%*J@(2;&url
GhttpB<2B2@B2@ml.s!ribd.!omB2@do!B2@7<859270B2@skrip&eiG'
8?,C6KA3)$0u2/=s?0o2"&usgG2@J(%).K'
$(Kn&Pmu0l/00/MkMe4L<m@h"&sig2GtK6MK2l;n<AKpK-g-L>"42&b&mGb&.8
5078201d.!2.. diakses tanggal 12 september 201?
Dindarini 4.#201?)./ikap Caring Pera"at dalam Memberikan 2suhan Kepera"atan pada Pasien
di 1uang $ntensi9e Care -nit #6%*) 1/*- dr. /oediran Mangun /umarso Kabupaten
Donogiri.S.ripsi. /ekolah ,inggi 6lmu Kesehatan Kusuma 0usada.diakses melalui :
http:55digilib.stikeskusumahusada.a!.id5do"nload.phpFidG921. -iakses tanggal 12
september 201?.